DIMENSI (Journal of Architecture and Built Environment)
Not a member yet
    3762 research outputs found

    Front Matter (Cover, Editorial, Table of Content)

    No full text

    Pengaruh Kualitas, Kuantitas, Kredibilitas pada Kegunaan Informasi dan Minat Beli Follower Tiktok

    No full text
    TikTok, sebagai platform sosial media yang sedang populer, menjadi fokus penelitian ini. Kajian difokuskan pada BitterSweet by Najla, merek FnB yang sukses dalam memanfaatkan TikTok. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari pengaruh kualitas, kuantitas, kredibilitas informasi terhadap kegunaan informasi dan minat beli followers akun TikTok @Bittersweetbynajla serta mengetahui apakah kegunaan informasi dapat dijadikan sebagai mediator yang memperkuat hubungan antara kualitas, kuantitas, dan kredibilitas informasi dengan minat beli. Data diperoleh melalui survei kepada 129 responden yang merupakan followers akun TikTok @bittersweetbynajla dan dianalisis menggunakan PLS-SEM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kuantitas informasi dan kredibilitas informasi memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap kegunaan informasi dan minat beli serta terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara kegunaan informasi dan minat beli. Namun, kualitas informasi tidak menunjukkan hubungan yang signifikan dengan kegunaan informasi dan minat beli serta kegunaan informasi tidak dapat dijadikan sebagai mediator yang memperkuat hubungan antara ketiganya dengan minat beli. Penelitian ini memberikan kontribusi bagi pelaku usaha yang bergerak di bidang FnB dan memasarkan produknya melalui media sosial untuk meningkatkan minat beli konsumen

    Front Matter (Cover, Editorial, Table of Content)

    No full text

    Tunnelling Behavior: Exploring Corporate Governance and Ownership Structure

    No full text
    This paper investigates the impact of corporate governance quality and ownership structure on tunnelling behaviour in Indonesia, specifically examining the moderating effect of the number of subsidiaries. The study utilized quantitative research methods and secondary data from the Indonesia Stock Exchange, company websites, and relevant journals. The sample consisted of 474 observations from listed companies on the IDX, excluding non-financial firms, covering the period from 2016 to 2019. Statistical analyses, including Pearson Correlation, OLS Regression, and Moderated Regression, were conducted using STATA 14.2 software. The results indicate that managerial ownership, government ownership, and corporate governance quality positively influence tunnelling behaviour, while domestic ownership has a negative impact. Foreign ownership, on the other hand, does not significantly affect tunnelling behaviour. Notably, the number of subsidiaries strengthens the relationship between corporate governance quality and tunnelling behaviour

    Front Mater (Cover, Editorial, Table of Content)

    No full text

    Literasi Digital, Lansia, dan Konstruktivisme: Pendekatan Pembelajaran untuk Meningkatkan Resiliensi Para Imigran Digital

    No full text
    Di era digital ini, lansia dapat masuk dalam kategori imigran digital menurut klasifikasi Mark Prensky (2001). Lansia yang terbiasa menggunakan teknologi analog, kini harus berhadapan dengan perkembangan teknologi digital, internet, teknologi mobile, bahkan serta aplikasi berbasis kecerdasaan buatan (Artificial Intelligence) yang begitu canggih dan pesat perkembangannya. Akibatnya, lansia seringkali membutuhkan upaya lebih keras dalam mempelajari dan menguasai teknologi digital. Penulis dalam penelitian ini tertarik untuk menjawab pertanyaan: Pendekatan pembelajaran apa yang sesuai untuk mengajari literasi digital para lansia sehingga mereka memiliki resiliensi di era digital ini? Tujuan dari artikel ini untuk melakukan studi pustaka mengenai pendekatan pembelajaran literasi digital bagi lansia. Penulis tertarik meng­kaji pendekatan konstruktivisme sebagai metode pembelajaran literasi digital bagi lansia. Konstruktivisme beranggapan bahwa pengetahuan merupakan buah dari konstruksi pemikiran manusia. Sebagai pendekatan dalam pembelajaran, konstruktivisme meletakkan peserta didik sebagai pusat pembelajaran. Peserta didik difasilitasi untuk aktif meng­konstruksi pengetahuan serta keterampilannya. Dengan paradigma dan karakteristiknya, pendekatan pembelajaran konstruktivisme dapat digunakan dalam pelatihan literasi digital bagi lansia. Terdapat lima tahapan rekonstruksi pemikiran dalam pendekatan konstruktivisme yaitu pendahuluan, eksplorasi, restrukturisasi, aplikasi, review dan evaluasi. Pembelajaran kelima tahapan ini akan mampu mendorong lansia untuk merekonstruksi pemikirannya serta meningkatkan pengetahuan dan keterampilan terkait literasi digital sehingga meningkatkan resilensinya. Pendekatan konstruktivisme dapat digunakan program-program pendampingan lansia dalam mempelajari literasi digital, seperti Program Tular Nalar - Akademi Digital Lansia (ADL) yang digagas MAFINDO. Penelitian ini tidak menjabarkan teknik pembelajaran literasi digital berdasarkan tiga penggolongan lansia, melainkan melihat lansia secara umumnya

    #RIPAurelVoice: Telaah Liyanisasi Suara dan Tubuh Perempuan

    No full text
    Pernikahan Atta Halilintar dan Aurel Hermansyah, sepasang selebriti muda, mendulang perhatian yang besar dari masyarakat Indonesia. Rangkaian upacara pernikahan mereka disiarkan baik oleh stasiun televisi nasional maupun kanal- kanal Youtube. Artikel ini menganalisa bagaimana tayangan upacara Siraman Aurel dan tayangan persiapan bulan madu Atta dan Aurel yang dipublikasikan secara terbuka dan luas menjadi upaya penetrasi ideologi meliyankan perempuan dengan menggunakan media sosial. Untuk menjawab pertanyaan tersebut, penulis menggunakan metode studi literatur dan meminjam konsep filosofis Relasionalitas Aku dan Liyan oleh Armada Riyanto. Dalam simpulan terbukti bahwa kedua tayangan tersebut mengandung narasi yang memposisikan suara dan tubuh Aurel sebagai liyan. Penggunaan sosial media menjadi senjata ampuh yang dapat melakukan penetrasi ideologi patriaki tanpa disadari oleh kebanyakan masyarakat Indonesia yang menyaksikan tayangan-tayangan tersebut

    Upaya Peningkatan Pengetahuan Terhadap Penanggulangaan Kegawatdaruratan Bagi Masyarakat Melalui Pelatihan di Desa Curah Cottok, Kapongan, Situbondo, Jawa Timur

    No full text
    Kondisi kegawatdaruratan yang terjadi dimana pun dan kapan pun harus segera diatasi untuk mencegah berbagai komplikasi baik itu kecacatan hingga kematian. Keadaan kegawatdaruratan dapat terjadi akibat faktor alam seperti tejadinya bencana dan ada akibat faktor lainnya seperti penyakit dan kecelakaan. Angka kejadian kegawatdaruratan di Indonesia semakin tinggi setiap tahunnya, oleh sebab itu maka diperlukan kerjasama yang baik antara tenaga medis yang membantu penanggulangan kegawatdaruratan dengan masyarakat sebagai pemberi respon awal terhadap keadaan kegawatdaruratan. Masyarakat diharapkan lebih mengenal tentang tanda-tanda kegawat­daruratan dan penanganan awal ketika terjadi kegawatdaruratan agar tidak terjadi keterlambatan dalam pemberian pertolongan. Peningkatan pengetahuan masyarakat tentang penanganan kegawat­dauratan dapat dilakukan dengan memperbanyak sosialisasi, pendidikan kesehatan, dan pelatihan bagi masyarakat. Dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat saat ini dilakukan di Desa Curah Cottok, Situbondo. Hal ini dikarenakan di desa ini fasilitas kesehatannya tidak memadai dan jaraknya cukup jauh sehingga jika terjadi keadaan kegawatdaruratan diharapkan masyarakat dapat menjadi penolong petama sebelum tenaga medis datang. Pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat Desa Curah Cottok sehingga dapat berperan aktif dalam penanganan kegawatdaruratan. Sebanyak 30 orang kader dan perangkat desa mengikuti kegiatan ini dengan aktif. Pelatihan dilakukan dengan membagi dua sesi pertemuan. Sesi pertama ditujukan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang penanggulangan kegawatdaruratan sehingga menggunakan metode ceramah dan tanya jawab dalam penyampaian materi oleh fasilitator. Sesi pertama dinilai dengan melakukan pre-test dan post-test untuk meng­evaluasi pengetahuan peseta. Sesi kedua dilakukan untuk meningkatkan keterampilan peserta dalam membantu mengatasi keadaan kegawatdaruratan, disampaikan dengan metode demostrasi oleh fasilitator dan dievaluasi dengan redemonstrasi oleh peserta sesuai dengan SOP yang telah dibuat. Berdasarkan kegiatan di dua sesi tersebut didapatkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam melakukan penanggulangan kegawat­daruratan

    Diversifikasi Olahan Bawang: Upaya Peningkatan Manfaat dan Nilai Ekonomi

    No full text
    Bawang putih dan bawang merah banyak digunakan sebagai penyedap alami karena mempunyai rasa yang kuat pada bumbu alami berbagai jenis masakan. Menambahkan bawang putih atau bawang merah pada berbagai jenis masakan apapun akan menghasilkan aroma dan rasanya menjadi lebih gurih, nikmat dan lezat, baik pada berbagai menu rebusan maupun tumisan. Kian hari harga bawang terus bergerak meningkat, keadaan ini seringkali terjadi akibat pasokan yang semakin berkurang di pasaran. Curah hujan yang tidak stabil di beberapa wilayah, kenaikan bahan bakar transportasi, serta musim panen yang mulai berakhir di beberapa sentra penghasil bawang merupakan faktor dominan naik turunnya harga bawang putih dan bawang merah ini.  Keadaan ini seringkali membuat kuwatir para pelaku UMKM kuliner, ibu rumah tangga bahkan industri makanan rumahan, termasuk kelompok usaha yang bergerak di sektor makanan, tidak terkecuali UMKM kuliner yang ada di wilayah Keputih Surabaya; mengingat fungsi penting bawang pada bumbu makanan-makanan yang diolah. Keadaan tersebut terkadang menjadi pilihan yang sangat sulit, di satu sisi kalau harga jual dinaikkan konsumen cenderung lari namun apabila tidak dinaikkan harga jualnya maka untuk modal berikutnya UMKM ini akan mengalami kesulitan. Oleh karena itu biasanya diambil jalan tengah, harga tetap namun ukuran penjualan ke konsumen agak dikurangi. Pelaksanaan Kegiataan Pengabdian Kepada Masyarakat berbasis Produk ini didasarkan sebagai fasilitas memberikan solusi permasalahan-permasalahan tersebut, sehingga upaya kelangsungan kegiatan jual beli yang selama ini telah dilakukan tidak terhenti dan upaya untuk terus meningkatkan pendapatan masyarakat dapat terlaksana. Pada kegiaatan ini melibatkan UMKM kuliner, pemasok bawang, ibu-ibu PKK, karang taruna dan remaja di wilayah Keputih Surabaya; yang tertarik untuk mengembangkan modifikasi dan diversifikasi olahan bawang. Teknologi pengelolaan dalam modifikasi dan diversifikasi olahan bawang yang dimaksud adalah transfer ilmu dan metoda serta pendampingan yang terus-menerus dilakukan oleh pengabdi mulai dari awal stok bawang segar diterima, cara penyimpanan, pengelolaan suhu dan kelembaban, proses produksi serta variasi modifikasi produk olahan bawang; tidak hanya bawang goreng namun bisa juga diolah menjadi bawang serbuk, pasta bawang, minyak bawang ataupun bawang aneka rasa. Produk ini juga akan dianalisa komposisi hasil produksi yang didapatkan serta terus menerus dimonitor supaya sesuai dengan SNI sehingga memenuhi kecukupan gizinya

    WORK CONDITION FACTORS AND EMPLOYEE ENGAGEMENT: THE MEDIATING ROLE OF PSYCHOLOGICAL CAPITAL

    No full text
    Work conditions influenced employee engagement, but its influence was still unclear owing to its multifaceted nature and variations across professions and industries in highly dynamic environments. In addition, studies on the psychological mechanisms explaining this relationship were limited. The study examined specific work condition factors comprising leader-member exchange and role clarity as influences on employee engagement, given psychological capital as a mediating variable. Data were obtained from 231 customer-contact employees working in hotels in two major cities, Asaba and Warri, in Delta State, Nigeria, and analyzed using the partial least squares analytical procedure. The study found that leader-member exchange and role clarity relationships with employee engagement were positive and significant, and psychological capital mediated these relationships. Also, role clarity and psychological capital sequentially mediated the relationship between leader-member exchange and employee engagement. The study contributed an integrated research framework that uncovered the sequential effect of leader-member exchange on employee engagement and the simple and sequential mediation of psychological capital in this framework. The practical implications of the findings were discussed for improving employee engagement

    312

    full texts

    3,762

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    DIMENSI (Journal of Architecture and Built Environment)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇