Nadwa
Not a member yet
193 research outputs found
Sort by
The Relevance of Self-efficacy, Perception, ICT Ability and Teacher Performance (Study on Islamic Teachers in Semarang, Indonesia)
The paper aimed to investigate the influence of teacher's self-efficacy and perception on his or her job to performance through ICT ability. The research is a quantitative description using path analysis methods. The population is 1500. They are the Islamic religious teachers in Semarang, Central Java. The researcher used Isaac & Michael's table to determine the number of samples. Based on the table, the samples are 290. The Findings are the teachers’ self-efficacy and perception greatly affect to their performance, while perception is also being the critical factor influences teachers to use ICT in the classroom, but self-efficacy is not the vital thing for teachers' ability to use ICT. The finding recommends that self-efficacy and perception of Islamic teachers are vital aspects of the quality of performance. The use of ICT in the classroom is the critical variable for the quality of teacher performance. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh self-efficacy dan persepsi guru pada pekerjaannya terhadap kinerja melalui kemampuan TIK. Jenis penelitian ini menggunakan deskriptif kuantitatif dengan metode analisis jalur (path analysis). Populasinya 1500 orang. Mereka adalah para guru Pendidikan Agama Islam di Semarang, Indonesia. Peneliti menggunakan tabel Isaac & Michael untuk menentukan jumlah sampel. Berdasarkan tabel tersebut, sampelnya adalah 290. Temuannya adalah self-efficacy dan persepsi guru sangat berpengaruh terhadap kinerja mereka, sedangkan persepsi juga menjadi faktor kritis yang mempengaruhi guru untuk menggunakan TIK di kelas, tetapi self-efficacy bukan hal yang vital bagi kemampuan guru menggunakan TIK. Temuan ini merekomendasikan bahwa self-efficacy dan persepsi guru Islam merupakan aspek penting dari kualitas kinerja. Penggunaan TIK di kelas merupakan variabel penting untuk kualitas kinerja guru.
Religious Moderation as a New Approach to Learning Islamic Religious Education in Schools
Islam as a religion with a slogan that brings grace to the universe, however historically not all religious articulations are compatible. One example is extreme attitudes in religion. The most important element in realizing the peace mission in schools is learning Islamic Religious Education (PAI). This study was conducted to reveal how to maintain religious moderation in schools in preventing extremism. This field study at SMA Negeri 1 (Senior High School) Krembung, East Java, Indonesia uses a qualitative descriptive method. The results showed that school moderation uses three main principles, namely tawassuth, ta'adul and tawazun. These principles are able to create a moderate situation, create a school of peace, progress, and form a generation with moderate views. Abstrak Islam sebagai agama dengan semboyan pembawa rahmat bagi alam semesta, namun secara historis tidak semua artikulasi agama itu cocok. Salah satu contohnya adalah sikap ekstrim dalam beragama. Elemen terpenting dalam mewujudkan misi perdamaian tersebut di sekolah adalah pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Studi ini dilakukan untuk mengungkap bagaimana mempertahankan moderasi beragama di sekolah dalam mencegah ekstrimisme. Studi lapangan di SMA Negeri 1 Krembung, Jawa Timur, Indonesia ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa moderasi beragama sekolah menggunakan tiga prinsip utama yaitu tawassuth, ta’adul dan tawazun. Prinsip-prinsip ini mampu menciptakan situasi yang moderat dan mewujudkan sekolah damai, berkemajuan dan membentuk generasi yang berpandangan moderat
Is Online Learning Accessible During COVID-19 Pandemic? Voices and Experiences of UIN Sunan Kalijaga Students with Disabilities
The study seeks to examine the voices and experiences of students with disabilities in navigating online learning during the COVID-19. Based on in-depth interviews with thirty-four students with various disabilities of UIN Sunan Kalijaga, this study attempts to answer how these students experiencing online learning, what challenges they encounter, and what strategies they are using to navigate this new way of learning. Results show most students prefer conventional face-to-face learning, compared to the online learning one. Students reported various challenges they experienced, the most important of which is the high cost of internet access. Other challenges include the inaccessibility of the e-learning system with respect to the platform of online learning and the learning activities. Students also concerned with the absence of supports that they normally received from the university’s disability office (Pusat Layanan Difabel/ PLD). These challenges have encouraged students to seek help from family members, peers, and lecturers.Abstrak Studi ini berupaya untuk mengevaluasi pendapat dan pengalaman siswa penyandang cacat dalam menavigasi pembelajaran online selama COVID-19. Berdasarkan wawancara mendalam dengan tigapuluh empat mahasiswa dengan berbagai kecacatan di UIN Sunan Kalijaga, penelitian ini mencoba menjawab bagaimana para siswa ini mengalami pembelajaran online, tantangan apa yang mereka hadapi, dan strategi apa yang mereka gunakan untuk menavigasi cara belajar baru ini. Hasil menunjukkan sebagian besar siswa lebih suka pembelajaran tatap muka konvensional, dibandingkan dengan pembelajaran online. Siswa melaporkan berbagai tantangan yang mereka alami, yang terpenting adalah tingginya biaya akses internet. Tantangan lain termasuk tidak dapat diaksesnya sistem e-learning sehubungan dengan platform pembelajaran online dan kegiatan pembelajaran. Siswa juga khawatir dengan tidak adanya dukungan yang biasanya mereka terima dari Pusat Layanan Difabel (PLD) universitas. Tantangan-tantangan ini telah mendorong siswa untuk mencari bantuan dari anggota keluarga, teman sebaya, dan dose
The Effect of Academic Background and Religious Orientation to Religious Fundamentalism among University Students
This paper discusses influence of the religious orientation and educational background of students to fundamentalism. This study involved 291 students of the UIN Walisongo and Diponegoro University (UNDIP). Data were collected using a Likert scale questionnaire and analyzed by multiple regression. The results showed that religious orientation significantly affected student religious fundamentalism with value of f = 17.523. On the other hand, educational background does not significantly affect student religious fundamentalism with a value of f = 2.430. Likewise, the interaction of religious orientation and educational background did not significantly affect student religious fundamentalism with a value of f = 10.010. AbstrakPenelitian ini membahas pengaruh orientasi agama dan latar belakang pendidikan mahasiswa terhadap fundamentalisme agama. Penelitian ini melibatkan 291 mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo dan Universitas Diponegoro (UNDIP). Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner skala likert dan dianalisis dengan regresi ganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa orientasi keagamaan signifikan mempengaruhi fundamentalisme agama pada mahasiswa dengan nilai f = 17,523. Sebaliknya latar belakang pendidikan tidak signifikan mempengaruhi fundamentalisme agama pada mahasiswa dengan nilai f = 2,430. Demikian juga interaksi orientasi keagamanan dan latar belakang pendidikan tidak signifikan mempengaruhi fundamentalisme agama pada mahasiswa dengan nilai f = 10,010
Needs Analysis of The Islamic Arabic Material Teaching Based on Communicative for University Students
Teaching materials are one of the important components needed in the learning process. The Arabic language course program is a compulsory course for second semester students department in Islamic Education (PAI) Walisongo State Islamic University (UIN) Semarang. This study aims to describe the students' needs for communicative Arabic based teaching materials for students department in Islamic education at the Faculty of Tarbiyah and Education (FITK) UIN Walisongo Semarang. The results of this study indicate that 41.56% of students require renewal of Arabic course material developed with communicative principles that contain topics of Islamic education in accordance with the department of Islamic education. these materials include Quran-Hadith, Aqedah, Tafsir, Sufism, Fiqh and Islamic History.. AbstrakBahan ajar adalah salah satu komponen penting yang dibutuhkan dalam proses pembelajaran. Program kursus Bahasa Arab adalah kursus wajib untuk mahasiswa semester dua di jurusan Pendidikan Agama Islam (PAI) Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kebutuhan siswa akan bahan ajar Bahasa Arab berbasis komunikatif untuk siswa jurusan pendidikan agama islam di Fakultas Ilmu tarbiyah dan kependidikan (FITK) UIN Walisongo Semarang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 41,56% siswa membutuhkan pembaharuan materi kursus bahasa Arab yang dikembangkan dengan prinsip-prinsip komunikatif yang berisi topik-topik pendidikan Islam sesuai dengan departemen pendidikan Islam. bahan-bahan ini termasuk Quran-Hadits, Akidah, Tafsir, Sufisme, Fiqh dan Sejarah Islam
Learning Innovation with Mobile Devices ICT In Majlis Ta’lim Raudhotun Nisa Jakarta, Indonesia
Information Communication Technology (ICT) is a public demand in the industrial era 4.0. This study examines the use of mobile devices (ICT) in learning at the Majlis Ta’lim Raudhatun Nisa, Jakarta, Indonesia. Majlis ta'lim is a conventional Islamic educational institution for studying and practicing religious knowledge. The results of the study found that the majlis ta'lim Raudhotun Nisa was quickly responds to the demands of the times by making basic learning innovations. Learning does not only use conventional media but has used mobile devices in the form of projectors, laptops, and smartphones including WhatsApp, Facebook, and Instagram. Although most of the participants are elderly people who are not tech-savvy yet, the use of mobile devices has served as a means of socialization and communication and an effective means of modern learning. Abstrak: Teknologi Komunikasi Informasi (TIK) merupakan tuntutan masyarakat di era industri 4.0. Penelitian ini mengkaji pemanfaatan perangkat seluler (TIK) dalam pembelajaran di Majlis Ta'lim Raudhatun Nisa, Jakarta, Indonesia. Majlis ta'lim adalah lembaga pendidikan Islam konvensional untuk mempelajari dan mengamalkan ilmu agama. Hasil penelitian menemukan bahwa majelis ta'lim Raudhotun Nisa dengan cepat merespon tuntutan zaman dengan membuat inovasi pembelajaran dasar. Pembelajaran tidak hanya menggunakan media konvensional tetapi telah menggunakan perangkat mobile berupa proyektor, laptop, dan smartphone termasuk WhatsApp, Facebook, dan Instagram. Meski sebagian besar pesertanya adalah lansia yang belum paham teknologi, penggunaan perangkat seluler telah berfungsi sebagai sarana sosialisasi dan komunikasi serta sarana pembelajaran modern yang efektif
The Implementation of Role of Kuttab Al-Fatih (KAF) Philosophy in Islamic Character Education
The aim of study was to understand about the implementation of role of kuttab al fatih (KAF) philosophy in islamic character education. This research used qualitative method. The study revealed that the KAF philosophies are "the faith before the Quran” “the adab before the knowledge" and “the knowledge before the actions (‘amal), which are believed to aid KAF to achieve its vision and mission. The implementation of KAF Philosophies in Islamic character education creates a solid foundation of faith which contains basic values for students who contain character good personalities such as obedient, responsible, disciplined, hard-working, long term concentration or focus, away from prohibitions, vices, sincere, be grateful, and motivated because of Allah. KAF philosophies delivered to all parties in KAF included students, parents, teachers, management, staff Foundation, cleaning service and driver. AbstrakTujuan dari penelitian ini adalah untuk memahami tentang implementasi peran filosofi kuttab al fatih dalam pendidikan karakter Islami. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Studi ini mengungkapkan bahwa filosofi KAF adalah "Iman sebelum Quran" "Adab sebelum Ilmu""Ilmu sebelum tindakan (amal), yang diyakini membantu KAF untuk mencapai visi dan misinya. Penerapan KAF Philosophies dalam pendidikan karakter Islam menciptakan fondasi iman yang solid yang berisi nilai-nilai dasar bagi siswa yang mengandung karakter kepribadian yang baik seperti taat, bertanggungjawab, disiplin, pekerja keras, konsentrasi atau fokus jangka panjang, jauh dari larangan, kejahatan, tulus, bersyukur, dan termotivasi karena Allah. Filosofi KAF disampaikan kepada semua pihak di KAF termasuk siswa, orang tua, guru, manajemen, staf Yayasan, layanan kebersihan dan sopir
Learning Development Based On Multicultural In Inclusion School
The aim of the study was to describe the development of multicultural-based inclusion learning in TK Talenta Semarang. This type of research is qualitative descriptive. The findings in this study are that first, multicultural-based inclusion learning is more emphasized in the implementation and evaluation of learning, second, multicultural values grow in students through activities in religious centers that emphasize social piety respecting differences, third: differences in institutions inclusive education is a miniature of diversity in ethnicity, race and religion.AbstrakTujuan penelitian adalah untuk mendeskripsikan pengembangan pembelajaran inklusi berbasis multikultural di TK Talenta Semarang. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Temuan dalam penelitian ini adalah bahwa pertama, pembelajaran inklusi berbasis multi kultural lebih ditekankan pada pelaksanaan dan evaluasi pembelajaran, kedua, Nilai-nilai multikultural tumbuh dalam pribadi siswa melalui kegiatan di sentra agama yang menekankan kesalehan sosial menghormati perbedaan, ketiga : perbedaan yang ada di lembaga pendidikan inklusi merupakan miniatur dari keragaman suku, ras dan agama.
Spiritualistic Humanistic Communication Strategy on Learning Aqidah Akhlaq at Madrasah Ibtidaiyah Negeri 1 Yogyakarta, Indonesia
This study discusses the communication strategy in learning Aqidah Akhlaq to foster humanistic values and spiritualistic intelligence of learners in religious Elementary School Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Yogyakarta. This study used a qualitative approach with case study method. Data were collected by in-depth interview, observation, and documentation, then analysed by interactive model. The results of this study revealed that communication strategy to cultivate the values of humanistic spirituality in MIN 1 Yogyakarta includes 3 three kinds: teachers as a compelling speaker, teachers as less effective preachers, and teachers as moderators.AbstrakPenelitian ini membahas strategi komunikasi dalam pembelajaran Aqidah Akhlaq untuk menumbuhkan nilai-nilai humanistik dan kecerdasan spiritualistik peserta didik di Sekolah Dasar Agama Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan dengan wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis dengan model interaktif. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa strategi komunikasi untuk menumbuhkan nilai-nilai spiritualitas humanistik di MIN 1 Yogyakarta meliputi 3 tiga jenis: guru sebagai pembicara yang meyakinkan, guru sebagai pengkhotbah yang kurang efektif, dan guru sebagai moderator.
The Relevance of Al-Ghazali’s Tazkiyatun-Nafs Concept With Islamic Education in The Millennial Era.
This study aims to know the relevance of Al-Ghazali’s tazkiyatun-nafs concept to Islamic education. This study uses the library research method with content analysis. The results showed that there were two relevance of al Ghazali's thinking about tazkiyatunnafs towards Islamic Education, namely first, that the purity of soul (tazkiyatun nafs) in Islamic education became a basic and very important thing for students to acquire useful knowledge. Science comes from Allah Swt The Most Holy. Second, A healthy soul as a result of tazkiyatun-nafs is the key to the success of students amid the millennial life that has a very rapid change through information technologyAbstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengatahui relevansi konsep tazkiyatun-nafs Al-Ghazali dengan pendidikan Islam. Penelitian ini menggunakan metode library research dengan content analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Relevansi pemikiran al Ghazali tentang tazkiyatunnafs terhadap Pendidikan Islam di era millennial ada dua yaitu pertama, kebersihan jiwa (tazkiyatun nafs) al Ghazali dalam pendidikan Islam menjadi hal yang bersifat dasar dan sangat penting untuk dimiliki anak didik agar memperolah ilmu yang bermanfaat. Karena Ilmu itu datangnya dari Allah Swt yang Maha Suci, shalatnya jiwa, dan peribadatannya batin kepada Allah Swt. Kedua, jiwa yang sehat hasil dari tazkiyatun-nafs merupakan kunci bagi kesuksesan anak didik ditengah kehidupan millennial yang mempunyai sifat perubahan yang sangat cepat melalui teknologi informas