Arkhais - Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra Indonesia
Not a member yet
140 research outputs found
Sort by
KOMUNIKASI TERAPEUTIK DOKTER DALAM PENYEMBUHAN PASIEN COVID-19 DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH LABUANG BAJI
Tujuan penelitian untuk mendeskripsikan wujud komunikasi terapeutik dokter dalam komunikasi dengan pasien Covid-19 di Rumah Sakit Umum Daerah Labuang Baji, dan juga mendeskripsikan fungsi komunikasi terapeutik dokter terhadap penyembuhan pasien Covid-19 di Rumah Sakit Umum Daerah Labuang Baji. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis riset non-empirik yang menggunakan deskriptif kualitatif. Penelitian ini telah mencapai 90%. Penelitian telah memperoleh data wujud dan fungsi komunikasi terapeutik dokter dalam pengaruhnya pada penyembuhan pasien Covid-19. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, dapat diketahui wujud komunikasi terapeutik dokter dalam penyembuhan pasien Covid-19, yaitu pada tahap persiapan/pra-Interaksi, perkenalan/orientasi, tahap kerja, dan tahap terminasi. Saat berinteraksi dengan pasien, dokter memberikan saran-saran dan penguatan terhadap kondisi pasien. Fungsi komunikasi terapeutik dokter dalam penyembuhan pasien Covid-19 tidak terlepas dari tindak tutur dokter kepada pasiennya. Tuturan yang disampaikan dokter dapat memberikan beberapa manfaat terhadap kesembuhan pasien.
 
FUNGSI DAN MAKNA TANDA DALAM CERITA TOPENG BETAWI DI JAKARTA TIMUR PERSFEKTIF SEMIOTIK
Kajian terhadap fungsi dan makna tanda dalam cerita Topeng Betawi di Jakarta Timur ini merupakan kajian tentang kandungan makna dan fungsinya dalam tradisi lisan Budaya Betawi, khususnya yang ada di Jakarta Timur. Kajian ini dilakukan dengan mengungkap secara semiotik tanda yang ada dalam cerita Topeng Betawi. Cerita dalam topeng Betawi di Jakarta Timur diungkap tanda-tandanya, lalu dikaji fungsi dan maknanya dengan menggunakan pendekatan semiotik. Kajian bertujuan untuk mengetahui fungsi dan makna tanda dalam Cerita Topeng Betawi tersebut bagi masyarakat Betawi yang ada di Jakarta Timur. Salah satu upaya memahami fungsi tanda-tanda dalam Cerita Topeng Betawi tersebut dengan berupaya mengunkap makna Cerita Topeng Betawi. Dengan demikian diharapkan dapat berkontribusi dalam penguatan Bahasa, Sastra, dan Budaya Betawi, khususnya di Jakarta Timur. Cerita dalam Topeng Betawi biasanya terdiri atas beberapa tema. Tema-tema tersebut dipilih berdasarkan jenis kegiatan pementasan dan permintaan atau pesanan dari yang punya hajat atau pemesan. Tema cerita dalam pementasan Topeng Betawi meliputi: 1. Masalah sehari-hari, 2. Legenda, 3. Kritik Sosial, dan 4. Cerita klasik Betawi. Kajian ini diharapkan memberi masukan kepada pihak terkait agar Cerita Topeng Betawi di Jakarta Timur dapat terus kekal keberadaannya dan dapat ditumbuhkembangkan sebagai salah satu kekayaan etnik yang memperkaya khasanah, Bahasa, Sastra, dan, Budaya Nusantara
A COMPARATIVE ANALYSIS OF IMPOLITENESS BY PUBLIC FIGURES IN THE SOCIAL NETWORK AND BOHEMIAN RHAPSODY MOVIE
This research examines impoliteness aspects presented in The Social Network and Bohemian Rhapsody movie using pragmatic approach. The objectives of this research are to describe the types of impoliteness strategies addressed by the main characters of both films, to explain the realization of the impoliteness strategies addressed by the main characters of both films, and to compare the results of the impoliteness strategies addressed by the main characters of the films.
The method of this research was using descriptive qualitative research. The data were in the form of utterances spoken by the main characters of The Social Network and Bohemian Rhapsody film, while the contexts of the data were dialogues. The researcher used analysis of documents by note-taking to collect the data. Referential analysis was used to analyse the data.
From the analysis, the researcher found 44 utterances by the main characters of The Social Network and Bohemian Rhapsody movie. There are 19 utterances (43.2%) utters by the main character of The Social Network film, and 25 utterances (56.8%) utters by the main character of Bohemian Rhapsody film. Which 35 utterances (79.6%) used positive impoliteness strategy, 6 utterances (13.6%) used negative impoliteness strategy, 2 utterances (4.5%) used bald on record impoliteness, and 1 utterance (2.3%) used withhold politeness strategy
Keywords: impoliteness, types, realizations, The Social Network, Bohemian Rhapsod
METAFORA AKTIVITAS MANUSIA DALAM UNGKAPAN BAHASA INDONESIA KEKINIAN: KAJIAN SEMANTIK KOGNITIF
Penggunaan metafora khususnya aktivitas manusia pada ungkapan Bahasa Indonesia memiliki kalimat pada umumnya sangat sulit dipahami. Dari permasalahan tersebut, ditarik tujuan diadakannya penelitian ini yaitu, 1) Mendeskripsikan bagaimana makna metafora aktivitas manusia dalam peribahasa Indonesia dengan pendekatan semantik kognitif, 2) Mendeskripsikan makna metafora aktivitas manusia dalam idiom Bahasa Indonesia dengan pendekatan semantik kognitif, dan 3) Mendeskripsikan makna metafora aktivitas manusia dalam akronim Bahasa Indonesia dengan pendekatan semantik kognitif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, teknik simak bebas libat cakap, dan teknik catat. Hasil dari penelitian ini yaitu, 1) Terdapat makna metafora aktivitas manusia dalam peribahasa Indonesia kekinian, salah satunya yaitu besar gengsi, daripada sayang yang melambangkan wanita di mana pada saat bersama dengan orang terkasihnya sering mencari ribut, 2) Terdapat makna metafora aktivitas manusia dalam idiom Bahasa Indonesia kekinian, salah satunya yaitu adu mulut yang melambangkan organ manusia yang saling bertengkar, dan 3) Terdapat makna metafora aktivitas manusia dalam akronim Bahasa Indonesia kekinian, salah satunya yaitu bucin (budak cinta) yang melambangkan anak-anak yang jatuh cinta. Dengan memahami makna metafora pada ungkapan Bahasa Indonesia kekinian, seseorang akan paham dalam mengkaji makna yang dihasilkan dari sebuah kalimat yang diumpamakan
KAJIAN SASTRA ANAK: ANALISIS NILAI PERSONAL CERITA RAKYAT TIMUN EMAS DARI JAWA TENGAH
Penelitian ini bertujuan menganalisis nilai-nilai personal yang terkandung cerita anak dari Jawa Tengah, yakni cerita rakyat Timun Emas. Cerita rakyat Timun Emas memiliki banyak pesan moral untuk pembaca anak-anak dari segi karakter dan alurnya, sehingga nilai-nilai moral ini dapat dianalisis pengaruhnya bagi pengembangan serta pembentukan karakter anak-anak sebagai pembaca. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan nilai personal yang terdapat dalam cerita rakyat Timun Emas. Adapun nilai personal yang dikaji dan dibahas mencakup perkembangan emosional, perkembangan intelektual, perkembangan imajinasi pertumbuhan rasa sosial, dan pertumbuhan rasa etis dan religius. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif. Adapun pengumpulan data dilakukan dengan teknik studi pustaka, yaitu mengumpulkan bahan-bahan referensi berupa dokumen dan naskah. Data penelitian ini adalah naskah cerita rakyat Timun Emas yang berasal dari Jawa Tengah. Analisis data dilakukan dengan teknik deskriptif analisis. Hasil analisis kemudian dijabarkan secara naratif. Hasil dari penelitian ini menjelaskan adanya nilai personal dalam cerita rakyat Timun Emas yang merupakan cerita anak Jawa Tengah. Nilai personal itu meliputi adanya perkembangan emosional dan intelektual dalam diri tokoh cerita rakyat Timun Emas. Kemudian terdapat perkembangan rasa sosial, keyakinan religius, dan imajinasi dalam karakter-karakternya
STILISTIKA DALAM NOVEL TERUSIR KARYA HAMKA
Penelitian ini menggunakan kajian stilistika yang bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan gaya bahasa dalam novel Terusir karya Hamka. Novel ini memaparkan cerita mengenai kesulitan hidup seorang istri akibat sang suami yang mudah termakan fitnah. Penggunaan gaya bahasa dalam novel Terusir meliputi, (1) gaya bahasa perbandingan, (2) gaya bahasa pengontrasan dan (3) gaya bahasa pertautan. Penelitian ini menggunakan deskripsi kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik simak, catat, kemudian dianalisis. Hasil yang diperoleh mengenai gaya bahasa yang paling dominan dalam novel Terusir yaitu gaya bahasa hiperbola. Penggunaan gaya bahasa hiperbola yang ditemukan dalam novel ini sebanyak 14 data, gaya bahasa paradoks sebanyak 12 data, gaya bahasa simile dan sarkasme berjumlah 11 data, gaya bahasa sinekdoke 9, kemudian gaya bahasa yang paling sedikit ditemukan yaitu ironi dan simile yang berjumlah 4 data. Fungsi dari penggunaan gaya bahasa hiperbola dalam novel ini dapat memberikan kesan dramatis yang dapat dirasakan pembaca mengenai perasaan tokoh yang ada di dalamnya. Karena, jalan cerita dalam novel ini menceritakan mengenai kemalangan hidup yang dirasakan oleh Mariah. Penggunaan gaya bahasa hiperbola sangat membantu dalam menggambarkan bagaimana penderitaan yang dirasa oleh tokoh utama
ISTILAH DALAM RITUAL GUMBREGAN DI DESA GETAS, KECAMATAN PLAYEN, KABUPATEN GUNUNGKIDUL: TERMS IN GUMBREGAN RITUAL IN GETAS VILLAGE, PLAYEN DISTRICT, GUNUNGKIDUL REGENCY
Abstrak
Gumbregan merupakan ritual yang dilaksanakan pada Wuku Gumbreg, hari Rabu Kliwon. Ritual merupakan bagian dari budaya masyarakat yang menggunakan media bahasa. Gumbregan merupakan ritual berbasis budaya rural agraris untuk menjaga kesuburan dan Kesehatan hewan piaraan, khususnya lembu yang menjadi mitra dan sahabat petani. Dalam ritual Gumbregan digunakan bahasa yang memiliki ciri khusus yang disebut istilah. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk dan makna leksikal dan makna kultural istilah yang digunakan dalam ritual Gumbregan di Desa Getas, Kecamatan Playen, Kabupaten Gunungkidul. Penelitian deskriptif kualitatif ini menggunakan pendekatan etnolinguistik. Data awal diperoleh melalui pembacaan dari sumber pustaka artikel, laporan penelitian, berita, dan buku. Data dari sumber pustaka dilengkapi data lapangan yang diperoleh dengan metode sadap, teknik simak libat cakap, rekam, catat, observasi, dan partisipasi. Analisis data dilakukan secara terus-menerus mulai tahap penyediaan data. Data satuan lingual dianalisis dengan metode agih dengan teknik bagi unsur langsung (BUL), metode padan referensial, dan metode etnografi, analisis domain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa istilah (1) berbentuk monomorfemis dan polimorfemis, (2) bermakna leksikal yang menyatakan keadaan, benda, dan aktivitas pada ritual Gumbregan, dan (3) bermakna kultural yang menyatakan harapan, permohonan, dan karakteristik wuku dalam tradisi masyarakat Jawa.
Kata kunci: Gumbregan; istilah; kultural; ritual; wuk
ANALISIS FRASA DALAM MEDIA DARING LAMAN SINDONEWS.COM: ANALISIS FRASA DALAM MEDIA DARING LAMAN SINDONEWS.COM
Penelitian ini menganalisis frasa dalam berita di media daring laman Sindonews.com. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sebuah frasa eksosentris dan frasa endosentris yang terdapat dalam berita di media daring laman Sindonews.com. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan metode pustaka, teknik baca, dan catat. Sumber data penelitian ini diperoleh dari berita di media daring laman Sindonews.com, mulai dari tanggal 22 sampai 24 Oktober 2022, dan berjumlah sebanyak lima berita. Hasil penelitian yang di dapat yaitu untuk memperoleh gambaran jelas tentang frasa endosentris dan eksosentris yang terdapat dalam berita daring laman Sindonews.com edisi 22-24 Oktober 2022, dan sebagai tugas akhir mata kuliah sintaksis
HUBUNGAN KEKERABATAN ANTARA BAHASA MINANGKABAU, BAHASA KARO, DAN BAHASA GAYO
Fokus penelitian ini pada kajiaan leksikal. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kedekatan fonetis, leksikal dan melihat tingkat kekerabatan antara Bahasa Minangkabau, Bahasa Karo dan Bhasa Gayo menggunakan pendekatan leksikostatistik. Penelitian ini melihat sejauh mana ketiga bahasa ini berkerabat dikarenakan kedekatan jarak, tetapi beda provinsi. Data diambil dari 200 kata Swadesh dan beberapa kata tambahan yang telah ditranskripsi ke dalam Bahasa Minangkabau, Karo dan Gayo. Dari penelitian ini ditemukan Bahasa MinangkabauBahasa Gayo dan Bahasa Karo memiliki tingkat kemiripan fonologi dan leksikal yang sangat dekat, menurut perhitungan leksikostatistik tingkat kekerabatan Bahasa Minangkabau dengan bahasa Karo adalah 34 %, bahasa Minagkabau dengan bahasa Gayo 31,5 % dan kekerabatan antara bahasa Gayo dan bahasa Karo adalah 29% persentase yang cukup besar dan dapat diklasifikasikan pada Bahasa Minangkabau dengan bahasa Karo dan kekerabatan antara ketiga bahasa tersebut termasuk kekerabatan Families of stock.
 
INTEGRASI BAHASA DALAM NOVEL ANAK RANTAU KARYA AHMAD FUADI
Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan dan menjelaskan fenomena integrasi bahasa yang terdapat dalam novel Anak Rantau karya Ahmad Fuadi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis isi dengan menggunakan pendekatan sosiolinguistik. Data dan sumber data dalam penelitian ini adalah novel Anak Rantau karya Ahmad Fuadi. Oleh sebagian sosiolinguis, masalah integrasi merupakan masalah yang sulit dibedakan dari interferensi. Integrasi adalah unsur-unsur bahasa lain yang digunakan dalam bahasa tertentu dan dianggap sudah menjadi bagian dari bahasa tersebut. Integrasi bahasa terjadi karena akibat adanya penggunaan dua bahasa atau lebih dalam masyarakat tutur yang multilingual. Integrase tidak dianggap sebagai gejala penyimpangan dikarenakan unsur-unsur bahasa sumber itu telah disesuaikan dengan bahasa sasarannya dan dianggap sebagai perbendaharaan kata baru. Integrase dipandang sebagai sesuatu yang diperlukan jika tidak ada padanan kata dalam bahasa sasaran. dari hasil penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan menganalisis integrasi bahasa, untuk mendeskripsikan dan menganalisis novel, dan untuk mengetahui berapa banyak integrasi bahasa yang terdapat dalam novel Anak Rantau karya Ahmad Fuadi. Selain itu integrasi bahasa menjadi salah satu peristiwa yang sering terjadi dalam karya – karya sastra seperti novel Anak Rantau Karya Ahhmad Fuadi. Didalam novel tersebut terdapat beberapa integrasi bahasa yang terdiri dari bahasa Inggris, Arab,Latin dan sansakerta. Integrasi bahasa ini terjadi akibat dialog yang diucapkan para tokoh novel hal ini menunjukan integrasi bahasa merupakan khasanah bahasa masyarakat Indonesia