Arkhais - Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra Indonesia
Not a member yet
140 research outputs found
Sort by
HIBRIDITAS TOKOH UTAMA DALAM NOVEL AYAT-AYAT CINTA KARYA HABIBURRAHMAN EL SYIRAZI
Novel Ayat-Ayat Cinta karya Habiburrahman El Shirazy merupakan novel romantis dengan banyak kupasan norma masyarakat yang islami. Novel berkisah tentang kehidupan sosial dan budaya seorang tokoh yang sedang melanjutkan studi di negara Mesir. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bagaimana tokoh Fahri digambarkan Pengarang dalam novel AAC, untuk mengetahui penyebab terjadinya hibriditas pada tokoh utama AAC dan untuk mendeskripsikan bentuk hibriditas pada tokoh utama dalam novel AAC dengan pendekatan postkolonial (Homi Bhabha). Penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif dengan pendekatan Postkolonial untuk mengungkap bentuk-bentuk hibriditas pada tokoh utama, Fahri lalu diinterpretasikan dengan konteks budaya kolonial di Mesir. Sumber data penelitian ini adalah tokoh utama (Fahri) pada novel Ayat-ayat Cinta yang ditulis oleh Habiburrahman El Syirazy. Hasil penelitian menunjukan bahwa tokoh Fahri dalam novel AAC, mengalami beberapa hibriditas yang disebabkan karena adanya kehidupan multikultur sebagai migrant di Cairo, Mesir dalam bentuk : agama dan pendidikan, bahasa dan budaya. Bentuk hibriditas tokoh ditunjukan dengan adanya ambivalensi, pada tokoh utama sebagai akibat dari kehidupan tokoh utama yang tinggal ditempat yang multikultur. Bentuk hibriditas lainnya adalah adanya ambiguitas identitas dimana Tokoh utama mengalami kontradiksi kultur kesadarannya sebagai pendatang di negara Mesir
PEMEROLEHAN BAHASA ANAK (KAJIAN MEAN LENGTH OF UTTERENCE ‘MLU’) FARZAN ZEFA MARPAUNG (ANAK USIA TIGA TAHUN ENAM BULAN)
Penelitian ini dilakukan pada seorang anak yang berusia tiga tahun enam bulan. Anak ini bernama Farzan Zefa Marpaung anak dari Bapak L.Marpaung dan Risna Maylanda. Penelitian dilakukan untuk melihat kemampuan anak tersebut dalam berbicara dengan menggunakan satu kata, dua kata, tiga kata, empat kata dan lima kata. Penelitian ini menggunakan teknik kajian Mean Length of Unterenncce (MLC). Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara merekam kata-kata yang disampaikan oleh si anak dengan menggunakan Handphone metode yang dipakai metode sadap dan catat kemudian hasil rekaman dituliskan dan dianalisis.Cara menganalisis dengan melihat morfem dan sintaksis yang dipakai oleh anak. Dari hasil penelelitian diketahui bahwa kemampuan berbahasa si anak tersebut rendah . Sehingga penulis menyimpulkan bahwa anak tersebut masih kurang dalam berbicara
NEGOSIASI UNSUR BUDAYA DALAM WISATA VIRTUAL KARYA MAHASISWA PRODI SASTRA INGGRIS
Penelitian ini difokuskan pada analisis appraisal terhadap sikap pemandu wisata ketika menegosiasikan berbagai unsur budaya dalam kegiatan wisata virtual. Data penelitian meliputi delapan narasi wisata virtual. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi partisipan, perekaman dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa unsur budaya yang dinegosiasikan pemandu wisata meliputi lima unsur budaya yaitu peralatan dan perlengkapan hidup, sistem sosial, sistem ekonomi, seni dan pengetahuan. Unsur budaya berupa pengetahuan merupakan elemen budaya yang paling banyak dinegosiasikan oleh pemandu wisata. Berbagai unsur budaya tersebut dinegosiasikan oleh pemandu wisata dengan menggunakan sikap positif dan negatif. Berdasarkan polaritasnya, sikap pemandu wisata didominasi oleh sikap positif sebanyak 91% dan sikap negatif sebanyak 9%. Dua subtipe sikap yang ditunjukkan pemandu wisata virtual meliputi (1) ekspresi perasaan (affect) sebanyak 20% dan (2) ekspresi apresiasi (apprecitation) sebanyak 80%.
 
DIKSI DAN MAJAS DALAM PUISI CARA LAIN MEMBACA SAJAK CINTA KARYA AAN MANSYUR
Puisi merupakan ragam sastra yang terikat oleh unsur-unsurnya, seperti irama, mantra,rima, baris, dan bait. Puisi juga dapat dikatakan sebagai ungkapan emosi, imajinasi, ide, pemikiran,irama, nada, susunan kata, kata-kata kiasan, kesan pancaindra, dan perasaan. Puisi adalah ungkapanyang memperhitungkan aspek-aspek bunyi di dalamnya, serta berupa pengalaman imajinatif,emosional, dan intelektual penyair dari kehidupan individu dan sosialnya. Puisi diungkapkandengan teknik tertentu sehingga dapat membangkitkan pengalaman tertentu dalam diri pembacaatau pendengarnya. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan penggunaan diksi danfungsinya pada dalam puisi cara lain membaca sajak cinta karya M. Aan Mansyur, (2)mendeskripsikan penggunaan majas dan fungsi nya pada puiswi cara lain membaca sajak cintakarya M. Aan Mansyur
KETERLAMBATAN BERBAHASA ANAK USIA LIMA TAHUN PADA TATARAN FONETIK KAJIAN LINGUISTIK
Penelitian ini dilatarbelakangi karena keterlambatan berbahasa adalah suatu penyebab terhambatnya seseorang terutama anak-anak dalam memperoleh bahasa untuk perkembangannya dalam berbicara. Keterlambatan berbahasa pada seorang anak dapat mempengaruhi proses anak dalam berkomunikasi dengan sekitar. Penelitian ini hadir untuk mengetahui penyebab dari gejala yang dialami oleh responden. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif-kualitatif dengan teknik rekam dan simak. Penelitian ini dilakukan terhadap Andika Agustiana, anak laki-laki yang berumur lima tahun yang mengalami keterlambatan berbahasa. Pada penelitian ini, Andika menganalisis fonem-fonem yang diucapkan oleh Andika dengan kurang jelas dan juga gejala yang dialaminya. Terlambatnya seorang anak dalam berbahasa, disebabkan oleh banyak faktor. Faktor tersebut dapat disebabkan karena faktor fisiologis anak, keluarga dan sosial. Begitupun faktor yang dialami oleh Andika dipengaruhi oleh ketiga faktor tersebut, yakni dipengaruhi oleh faktor fisik, keluarga dan sosial. Dalam hal ini, keterlambatan yang dialami oleh Andika dapat diatasi, karena hal tersebut tidak berasal dari faktor keturunan, melainkan kebiasaan. Gejala yang dialami Andika dapat diatasi dengan cara terapi atau pembelajaran dengan latihan yang rutin
MUSIK DALAM KOMIK: REPRESENTASI MUSIK SEBAGAI SOUNDTRACK KELAS MENENGAH DALAM KOMIK ROMAN KARYA ZALDY ARMENDARIS PADA ERA 1970-AN
Musik dalam film sudah lebih dulu dikaji dan disadari sebagai fenomena yang lazim. Sejak awal abad ke-20, ketika teknologi suara sudah diperkenalkan dan digunakan dalam produksi film, istilah “Soundtrack ” sudah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari dunia perfilman. Namun, fenomena Soundtrack rupanya juga terjadi dalam dunia perkomikan dan hal ini belum lagi diteliti. Dalam dunia komik Indonesia, fenomena ini diekplorasi oleh Zaldy Armendaris dalam komik-komik romannya sejak 1965 sampai awal 1980-an. Kerangka teoretis dari naratologi dan kritik ideologi akan memberikan batasan langkah-langkah metodologis yang khusus dalam penelitian ini, yaitu dekontekstualisasi dan rekontekstualisasi. Komik-komik Zaldy merepresentasikan structure of feelings dari situasi Kelas Menengah baru yang tidak stabil pada masa transisi era Sukarno ke Orde Baru. Mobilitas sosial baru membawa risiko kerentanan kultural di kalangan Kelas Menengah. Imajinasi sosial yang baru sedang dibayangkan, tetapi kenangan atas utopia pada era sebelumnya masih tetap menghantui. Karena itulah repertoar musik dalam komik-komik Zaldy penuh dengan praktik apropriasi, modus intertekstual, dan susupan subteks yang melalui strategi naratif roman yang melankolis mampu merepresentasikan ironi, ketidakstabilan, dan upaya perlawanan kultural yang gagal dari Kelas Menengah muda pada periode transisi yang tragis dalam sejarah nasional Indonesia
ANALISIS WACANA KONTEKS DALAM LIRIK LAGU ENAU - NEGARA LUCU
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis wacana pragmatik yang berfokus pada konteks dalam lagu berjudul ‘Negara Lucu’ yang dinyanyikan oleh Enau. Konteks yang akan dianalisis terdiri dari konteks fisik, konteks epistemis dan konteks sosial. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan menggunakan data tekstual yang diperoleh dengan metode dokumentasi. Pada hasil penelitian ditemukan : (1) konteks fisik, tempat terjadinya peristiwa yang diungkapkan dalam lirik lagu tersebut yaitu di Indonesia. Topik yang dibahas dalam lirik lagu tersebut yaitu permasalahan sosial yang ada di Indonesia saat ini, (2) Konteks epistemis, antara pencipta sekaligus penulis lagu memiliki pengetahuan yang sama dengan pembaca bahwa kehidupan sosial di Indonesia sedang memperihatinkan, (3) Konteks sosial, hubungan sosial antara penutur dan mitra tutur adalah hubungan seniman dengan masyarakat Indonesia secara umum
 
ANALISIS GAYA BAHASA DALAM PUISI PADA SUATU HARI NANTI KARYA SAPARDI DJOKO DAMONO (TINJAUAN STILISTIKA)
Pada tulisan ini membahas analisis gaya bahasa dalam puisi "Pada Suatu Hari Nanti" karya Sapardi Damono berdasarkan tinjauan stilistika. Stilistika adalah cabang ilmu dari linguistik yang fokus terhadap kajian tentang analisis gaya bahasa. Dalam penelitian ini, penulis mengharapkan agar pembaca mengetahui gaya bahasa apa saja yang digunakan dalam puisi "Pada Suatu Hari Nanti". Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, yang mana metode yang digunakan adalah untuk membuat sesuatu yang sistematis, faktual, dan akurat sesuai dengan sumber data. Sedangkan, teknik analisis data menggunakan teori stilistika, khususnya dalam unsur gaya bahasa pada sajak puisi Sapardi Damono. Berdasarkan hasil dari analisisnya terdapat beberapa gaya bahasa yang digunakan dalam puisi "Pada Suatu Hari Nanti" seperti pemilihan diksi, citraan, dan majas. Oleh karena itu, penelitian ini penting terhadap tinjauan stilitika dalam menganalisis serta mendeskripsikan bentuk-bentuk gaya bahasa. Selain itu, penelitian ini juga menitikberatkan terhadap penelitian gaya bahasa karena kualitas dari suatu karya sastra di tentukan dari gaya bahasa yang digunakan oleh pengarang
PERSONIFIKASI PENGGUNAAN BAHASA DALAM KUMPULAN CERPEN “AKU KARTINI BERNYAWA SEMBILAN”
Riset ini memiliki tujuan untuk menemukan bentuk dan gaya bahasa yang mengandung majas personifikasi pada teks cerpen berdasarkan konteks pembahasan dan untuk mengetahui juga menelaah penggunaan bahasa dalam gaya bahasa personifikasi. Hasil pembahasan mengenai analisa gaya Bahasa personifikasi yang ada dalam cerpen Aku Kartini Bernyawa Sembilan ini menganalisa gaya bahasa yang ada pada cerpen. Dalam gaya Bahasa juga dijalskan bagaimana ragam gaya Bahasa tersebut diperoleh. Ditunjukkan terdapat 26 kalimat yang pada gaya bahasanya terbesar menggunakan majas personifikasi. Didalam gaya bahasa tersebut memiliki gaya bahasa yang beragam seperti gaya bahasa yaitu 11 gaya Bahasa personifikasi, 3 gaya bahasa metafora, 8 gaya bahasa hiperbola, 2 gaya bahasa simile dan 2 gaya bahasa repetisi. Untuk mendapatkan hasil dari penelitian ini menggunakan teori struktural. Kesesuaian gaya bahasa dalam kumpulan cerpen Aku Kartini Bernyawa Sembilan merupakan kesesuain terhadap identifikasi majas personifikasi dalan cerpen
ANALISIS PERAN GURU DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS BERBASIS INFORMATION, COMMUNICATION, AND TECHNOLOGY
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran guru dalam proses pembelajaran, khususnya pada pembelajaran Bahasa Inggris berbasi ICT (Information, Communication, And Technology). Metode penelitian yang digunakan yaitu metode penelitian kualitatif dengan pendekatan etnografi. Data dari penelitian ini berupa informasi yang didapat melalui peristiwa, informan, dan dokumentasi dengan menggunakan analisis data etnografi yaitu teknik analisis data mencakup empat tahapan yaitu analisis domain, analisis taksonomi, analisis komponen, dan analisis tema budaya. Adapun hasil dari penelitian ini yaitu secara umum, peran guru dalam proses pembelajaran Bahasa Inggris berbasis ICT meliputi perannya sebagai fasilitator, motivator, creator/programmer, pembimbing, evaluator, partner belajar dan teladan bagi siswa. Sedangkan peran khusus dan utama yang harus dimiliki dalam pembelajaran berbasis ICT adalah guru berperan sebagai creator atau programmer. Dalam hal ini, guru dituntut untuk memiliki kemampuan atau keterampilan dalam membuat media dan bahan ajar berbasis ICT