Arkhais - Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra Indonesia
Not a member yet
    140 research outputs found

    PROSES MORFOLOGIS PEMBENTUKAN KATA RAGAM BAHASA WALIKA

    Full text link
    Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola pembentukan kata dan fungsi sosiolinguistik yang terdapat pada bahasa Walikan Malang. Penelitian ini diharapkan mampu menambah wawasan pembaca mengenai pembentukan kata khususnya pada bahasa Walikan Malang. Penelitian ini juga diharapkan mampu menjadi salah satu referensi pembelajaran pembentukan kata. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif dengan dengan teknik analisis isi. Setelah dilakukan penelitian, data yang didapatkan kemudian dipilah menjadi dua klasifikasi, yaitu pembentukan kata monomorfemis dan pembentukan kata polimorfemis. Hasil didapatkan setelah dilakukan analisis pada tiap klasifikasi besar tersebut terbagi atas dua bagian. Pertama, pada pembentukan kata polimorfemis kosakata polimorfemis bahasa Walikan yang diperoleh berjumlah 33 kata. Kata-kata polimorfemis tersebut dibentuk melalui proses afiksasi dan proses morfologis bahasa Indonesia dengan afiks di- dan sufiks –an, reduplikasi, komposisi, akronim, sehingga diperoleh gambaran mengenai kosakata polimorfemis bahasa Walikan. Kedua, kosakata monomorfemis bahasa Walikan, kosakata monomorfemis merupakan gabungan kata dengan kategori nomina, verba, adverbia, dan adjektiva, serta perubahan posisi suku kata yang disertai perubahan bunyi dan perubahan posisi suku kata secara keseluruhan. Kata kunci: pembentukan kata, polimorfemis, dan monomorfemis

    PENGGUNAAN BAHASA PADA PAPAN NAMA DI RUANG PUBLIK JALAN PROTOKOL JAKARTA

    Full text link
    Abstrak. Penggunaan bahasa pada papan nama menarik diteliti, setiap papan nama memiliki bentuk dan makna tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengetahui penggunaan bahasa pada papan nama di ruang publik jalan protokol Jakarta. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Objek penelitian satuan ini adalah satuan lingual yang terdapat papan nama di ruang publik jalan protokol Jakarta, yaitu Jalan Jendral Sudirman, Jalan M.H. Thamrin dan Jalan Gatot Subroto. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan bahasa pada papan nama terbatas pada satuan sintaksis kata dan frasa. Penggunaan dalam bentuk frasa sebanyak 152 data dan dalam bentuk kata sebanyak 13 data, dengan rincian 7 data dalam bentuk kata dan 6 data dalam bentuk abreviasi. Bentuk frasa lebih sering muncul karena frasa lebih memiliki keakuratan dalam mengekspresikan nama sebagai identitas, kepemilikan, asal, bidang, waktu, lokasi, petunjuk, dan media iklan, sementara kata tidak mampu mewakili hal tersebut. Pola frasa inti-pewatas dalam bahasa Indonesia sebanyak 70 data, dalam bahasa asing sebanyak 14 data dan dalam bahasa campuran (Indonesia-asing) sebanyak 5 data, sementara pola frasa pewatas-inti dalam bahasa Indonesia sebanyak 11 data, dalam bahasa asing sebanyak 41 data dan dalam bahasa campuran (Indonesia-asing) sebanyak 11 data. Kata Kunci: Penggunaan Bahasa, Frasa/Kata, Papan Nama di Ruang Publi

    STRUKTUR TEKS, KONTEKS PERTUNJUKAN, DAN AJARAN ISLAM PADA PALANG PINTU PADA PERNIKAHAN ADAT BETAWI

    Full text link
    Abstrak. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan struktur teks, konteks pertunjukan, dan ajaran Islam yang terdapat dalam palang pintu pada pernikahan adat Betawi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan metode etnografiPengambilan data dilakukan dengan merekam pertunjukan palang pintu, mewawancarai narasumber, kemudian data yang ada dianalisis sesuai dengan teori. Hasil penelitian ini yaitu dari pantun yang dianalisis, rima dalam pantun pada palang pintu berupa a-a-a-a dan a-b-a-b; diksi yang ada dalam palang pintu berupa diksi denotatif dan diksi kontotatif; dan majas yang digunakan adalah (1) tautologi, (2) antitesis, (3) hiperbola, (4) sinisme, dan (5) metonimia. Konteks pertunjukan pada palang pintu menunjukkan adanya tahapan-tahapan pertunjukan, yakni (1) bagian pembuka, (2) bagian isi, dan (3) bagian penutup; serta unsur-unsur pertunjukan, yakni pemantun, pantun & dialog, dan penonton. Dalam isi pantun palang pintu, mengandung ajaran Islam, yakni (1) akidah, yakni berhubungan dengan ketauhidan; (2) syariat, berkaitan dengan dasar hukum bagi umat Islam, dan (3) akhlak, dalam pantun yang berisi, antara lain, ajakan membaca serta memahami Quran, ajakan untuk seimbang dalam keduniawian dengan batiniah, ajakan untuk menyayangi anak yatim, mendoakan orang lain, santun terhadap orang tua, komitmen terhadap tanggung jawab yang diberikan orang lain, menghormati suku lain, serta kewajiban suami menjaga istri. Kata kunci: Pantun, Palang Pintu, Betawi, Isla

    CACAT PELAFALAN KONSONAN PADA PENDERITA TOKSOPLASMA KAJIAN NEUROLINGUISTIK

    Full text link
    oai:jurnalunj.journal.unj.ac.id:article/314Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk memaparkan atau mendeskripsikan konsonan apa sajakah yang mengalami perubahan pada penderita Toksoplasma. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Berdasarkan analisis data yang dilakukan, diperoleh hasil penelitian sebagai berikut. Konsonan yang paling banyak mengalami penggantian bunyi adalah konsonan /k/ yaitu sebanyak 5 data, yaitu konsonan /k/ menjadi konsonan /Å‹/. Lalu terdapat 4 data kesalahan pada penambahan bunyi (adisi) yang dilafalkan oleh responden pertama. Konsonan yang paling banyak mengalami penambahan bunyi atau kemunculan bunyi baru adalah bunyi /k/ sebanyak 4 kali. Selebihnya penambahan /Å‹/ satu kali, penambahan /w/ satu kali, penambahan /n/ dua kali, dan penambahan /s/ satu kali. Konsonan yang paling banyak mengalami penghilangan bunyi adalah konsonan /m/, /n/, /r/, yaitu sebanyak masing-masing dua kali.Adapun konsonan yang paling sedikit mengalami penghilangan bunyi adalah /b/, /l/, /t/, /c/, /Å‹/, yaitu masing-masing sebanyak satu kali. Konsonan yang paling banyak berubah adalah menghilangnya konsonan /l/ yaitu sebanyak 5 kali. Selain itu, konsonan yang banyak mengalami penghilangan adalah konsonan /m/, /t/, /r/ masing-masing sebanyak tiga kali. Kata Kunci: Konsonan, Toksoplasma, dan Neurolinguisti

    AFIKSASI PADA KARANGAN ANAK USIA 10 – 12 TAHUN DI KUNINGAN, JAWA BARAT: SEBUAH KAJIAN MORFOLOGI

    Full text link
    Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh pemahaman yang mendalam tentang proses afiksasi dan perubahan kelas kata yang terdapat pada karangan anak umur 11 tahun di Kuningan, Jawa Barat. Penelitian ini dilakukan pada semester genap tahun 2014–2015.Metode yang digunakan dalam penelitian ini berupa metode deskriptif kualitatif dengan menggunakan teknik analisis isi. Penelitian ini difokuskan pada proses afiksasi dan perubahan kelas kata pada karangan anak umur 10–12 tahun di Kuningan, Jawa Barat. Objek penelitian adalah karangan anak umur 10–12 tahun di Kuningan, Jawa Barat. Instrumen penelitian yang digunakan adalah peneliti sendiri dibantu dengan tabel analisis kerja, yaitu tabel analisis proses afiksasi dan perubahan kelas kata. Hasil penelitian ini ditemukan bahwa proses morfologi dan perubahan kelas kata pada karangan anak umur 10–12 tahun di Kuningan, Jawa Barat menandakan bahwa proses morfologi dan perubahan kelas kata terdapat dalam pembuatan karangan oleh anak umur 11 tahun di Kuningan, Jawa Barat. Dengan demikian, proses morfologi dan perubahan kelas kata terdapat dalam karangan anak umur 10–12 tahun di Kuningan, Jawa Barat. Kata Kunci: Afiksasi, Perubahan Kelas Kata, Karangan, Dananak Umur 10–12 Tahun

    HUBUNGAN MAKNA ANTARKLAUSA DALAM KOLOM SENO GUMIRA AJIDARMA PADA BUKU “KENTUT KOSMOPOLITANâ€

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan makna antarklausa dalam kolom Seno Gumira pada buku “Kentut Kosmopolitanâ€. Hasil penelitian ini hubungan makna konjungsi antarklausa yang ditemukan dalam kalimat majemuk pada kolom-kolom yang dianalisis yaitu hubungan makna koordinatif penjumlahan sebanyak 43 bentuk (13,9%), hubungan makna koordinatif perlawanan sebanyak 25 bentuk (8,1%), hubungan makna koordinatif pemilihan sebanyak 7 bentuk (2,2%), hubungan makna subordinatif waktu sebanyak 5 bentuk (1,6%), hubungan makna subordinatif syarat sebanyak 8 bentuk (2,5%), hubungan makna subordinatif pengandaian sebanyak 1 bentuk (0,3%), hubungan makna subordinatif tujuan sebanyak 9 bentuk (2,9%), hubungan makna subordinatif pembandingan 2 bentuk (0,6%), hubungan makna subordinatif penyebaban sebanyak 16 bentuk (5,1%), hubungan makna subordinatif hasil sebanyak 1 bentuk (0,3%), hubungan makna subordinatif cara sebanyak 5 bentuk (1,6%), hubungan makna subordinatif alat sebanyak 3 bentuk (0,9%), hubungan makna subordinatif komplementasi sebanyak 14 bentuk (4,5%) dan hubungan makna subordinatif atributif sebanyak 16 bentuk (5,1%). Penelitian ini menunjukkan bahwa hubungan makna antarklausa pada kolom-kolom dalam buku “Kentut Kosmopolitan†memiliki kecenderungan menggunakan hubungan makna antarklausa secara koordinatif yang menyatakan penjumlahan. Hasil penelitian ini dapat menjadi bahan referensi dan sumber di bidang kebahasaan khususnya dalam bidang jurnalisik. Kata Kunci: hubungan makna antarklausa, kalimat majemuk, konjungs

    DINAMIKA KEPRIBADIAN TOKOH RANTA DALAM SEKALI PERISTIWA DI BANTEN SELATAN KARYA PRAMUDYA ANANTA TOER

    Full text link
    Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dinamika kepribadian tokoh Ranta dalam “Sekali Peristiwa di Banten Selatan†karya Pramoedya Ananta Toer dengan menggunakan psikologi behavior Skinner dengan stimulus-respons. Penelitian ini tidak terkait pada tempat tertentu. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Fokus penelitian ini adalah menemukan perubahan kepribadian dari tokoh Ranta dalam “Sekali Peristiwa di Banten Selatan†menggunakan teori behavior Skinner, stimulus-respons. Hasil dalam penelitian ini menemukan bahwa psikologi kepribadian tokoh Ranta dipengaruhi oleh stimulus dari tokoh dan lingkungan dimana dia tinggal. Peneliti mendapatkan dua perubahan dalam penelitian ini, (1) perubahan yang terjadi pada Ranta yang pertama adalah kepribadiannya yang introvert menjadi ekstrovert (2) kelas sosial Ranta juga terjadi perubahan yang tadinya hanya warga kampung biasa pada akhir cerita Ranta menjadi Lurah di kampungnya. Kata Kunci: Novekinnerl, S, Behaviour, Stimulus-Respon

    TRANSITIVITAS DALAM ANTOLOGI CERPEN KAKI YANG TERHORMAT KARYA GUS TF SAKAI

    No full text
    Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui transitivitas dalam antologi cerpen "Kaki yang Terhormat". Penelitian ini dilakukan pada semester genap, yaitu dari Februari hingga Juni 2014 di Jakarta. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan teknik analisis isi. Penelitian ini difokuskan pada transitivitas, yang mencakup pada unsur proses, partisipan dan sirkumstan yang ada dalam antologi cerpen "Kaki yang Terhormat", yang merupakan realisasi fungsi ideasional. Objek penelitian ini adalah antologi cerpen "Kaki yang Terhormat" Karya Gus tf Sakai yang dianalisis sebanyak empat cerpen terpilih. Instrumen penelitian yang digunakan adalah peneliti sendiri dibantu dengan tabel analisis kerja, yaitu tabel unsur-unsur transitivitas beserta masing-masing subkategorinya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa transitivitas dalam antologi cerpen "Kaki yang Terhormat" proses dan partisipan yang terkait di dalamnya, menunjukkan persentase yang cukup sebanding. Selanjutnya, data transitivitas didominasi proses material serta partisipan yang terlibat di dalamnya, yang mencakup aktor, sasaran, hasil, dan pemanfaat, yaitu berturut-turut sebesar 69% dan 68%. Hal ini menunjukkan bahwa pengarang menggambarkan ceritanya dengan nyata, aktif, dan dinamis, terkait dengan tema sosial dan karakteristik cerpen realis yang dikarangnya. Selanjutnya, kemunculan sirkumstan didominasi oleh sirkumstan lokasi, yaitu sebesar 64%. Hal ini menunjukkan bahwa latar tempat dan waktu cukup jelas tergambar. Selain itu, dominasi sirkumstan lokasi juga terkait dengan latar belakang pengarang yang kuat. Dalam penelitian ini juga ditemukan beberapa pola kemunculan suatu proses terkait dengan partisipan yang ada di dalamnya, di antaranya proses material 9 pola, proses mental 3 pola, dan proses verbal 4 pola. Kata Kunci: Transitivitas, Fungsi Ideasiona

    MEKANISME PERTAHANAN EGO PADA TOKOH TRANSGENDER DALAM NOVEL PASUNG JIWA KARYA OKKY MADASARI: SUATU KAJIAN PSIKOLOGI SASTRA

    Full text link
    Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan struktur novel Pasung Jiwa dan menguraikan kriteria, penyebab, dan dampak transgender pada tokoh utama, serta aspek mekanisme pertahanan ego pada tokoh transgender dalam novel Pasung Jiwa karya Okky Madasari ditinjau dari teori psikologi sastra. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif dengan teori psikologi sastra.Tahap analisis dilakukan dengan menganalis pembentuk unsur karya sastra yaitu unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik.Unsur intrinsik berupa tema, tokoh dan dimensi perwatakan, alur, dan latar, sedangkan unsur ekstrinsik dengan analisis psikologi.Teori yang digunakan adalah teori struktural dan teori psikologi.Teori psikologi yang digunakan menitik beratkan pada mekanisme pertahanan, yang meliputi represi, sublimasi, proyeksi, pengalihan, rasionalisasi, reaksi formasi, regresi, agresi dan apatis, fantasi dan stereotype.Hasil penelitian ini menunjukkan adanya 8 aspek mekanisme pertahanan ego pada tokoh transgender Sasana dalam novel Pasung Jiwa.Aspek mekanisme pertahanan ego tersebut yaitu represi, sublimasi, proyeksi, rasionalisasi, reaksi formasi, regresi, agresi dan apatis, fantasi dan stereotype. Kata Kunci: Pasung Jiwa, Okky Madasari, Transgender, Mekanisme Pertahanan, Psikologi Sastr

    SIMBOL TEATRIKAL PADA NASKAH DRAMA MAAF, MAAF, MAAF: POLITIK CINTA DASAMUKA KARANGAN N. RIANTIARNO: SUATU KAJIAN SEMIOTIKA

    No full text
    Abstrak. Penelitian dilakukan dengan tujuan untuk mendeskripsikan unsur-unsur intrinsik yang terdapat pada naskah drama Maaf, Maaf, Maaf: Politik Cinta Dasamuka karangan N. Riantiarno berupa tema, fakta cerita, dan sarana cerita. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan tehnik analisis struktural Robert Stanton dan simbol teatrikal Radhar Panca Dahana. Penelitian dilakukan di Jakarta pada tahun 2013-2014. Simbol teatrikal dalam naskah dapat digunakan sebagai penunjang proses kreatif sebuah pementasan drama. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) alur cerita pada naskah drama Maaf,Maaf, Maaf: Politik Cinta Dasamuka karangan N. Riantiarno bersifat progresif danberbentuk kronologis. Terdapat satu tokoh utama dengan dua puluh dua tokoh bawahan, dengan latar naskah berada di rumah kediaman keluarga Ario. Tema mayor yang terdapat ialah kekiasaan dengan tema minor yaitu keluarga. (2) Dari hasil ini ditemukan bahwa N. Riantiarno menggunakan simbol teatrikal secara lengkap, yakni ikon spasial, ikon relasional, dan ikon metafora. Hubungan ikon spasial dengan tanda acuannya ialah hubungan yang terjebak di antara ruang realitas dan ruang imajiner, sehingga interaksi dengan tokoh lain harus memunculkan ruang baru. Hal ini ditandai dengan kesadaran ruang tokoh lain selain Ario. Ikon relasional yang terjadi ialah dua jenis hubungan yang terjadi antara Ario dengan tokoh bawahan. Ikon metafora ditandai dengan gaya bahasa metafora yang digunakan untuk mengungkapkan perasaan secara tidak langsung berdasarkan persamaan dan perbandingan antara Ario dan Tokoh lain. (3) Gambaran untuk mempermudah pementasan drama berkaitan dengan ikon spasial akan mempermudah penciptaan setting panggung, tata lampu, kostum, make up, dan dekorasi panggung. Berkaitan dengan ikon relasional akan mempermudah penghayatan antar tokoh, pendalaman karakter, hubungan emosional, dan motivasi gerak, dan berkaitan dengan ikon metafora akan mempermudah pengucapan dan pelafalan sesuai dengan keadaan emosinal tokoh, memberikan panduan gesture,dan memberikan pedoman laku. Kata Kunci: Simbol Teatrikal, Ikon Spasial, Ikon Relasional, Ikon Metafora,Ikon Metafora, Data Ikonis

    114

    full texts

    140

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Arkhais - Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra Indonesia
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇