Arkhais - Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra Indonesia
Not a member yet
    140 research outputs found

    ANALISIS KONTRASTIF REDUPLIKASI BAHASA JAWA DENGAN BAHASA INDONESIA

    Full text link
    Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan mengenai tingkat perbandingan reduplikasi (kata ulang) dalam bahasa Indonesia dan Bahasa Jawa. Penelitian ini merupakan penelitan analisis kontrastif. Dalam penelitian ini yang menjadi objek penelitian adalah kata ulang (reduplikasi) dalam bahasa Indonesia maupun dalam bahasa Jawa. Penelitian ini dilakukan dengan mencari sumber teori mengenai reduplikasi dan jenis-jenis reduplikasi serta data yang dibutuhkan dalam menganalisis reduplikasi. Penelitian ini dilakukan dengan metode kualitatif Hasil penelitian ini yaitu ditemukannya bahasa Jawa dan bahasa Indonesia yang masing-masing memiliki bentuk reduplikasi yang saling terkait satu sama lain. Selain itu ditemukannya juga proses reduplikasi berubah bunyi, sebagian, utuh, berimbuhan, trilingga dan kata ulang semu yang menimbulkan berbagai makna, antara lain bisa bermakna pluralitas baik secara kuantitatif maupun kualitatif, menyatakan tindakan yang dilakukan dengan santai, seenaknya, tanpa tujuan tertentu, dan bermakna intensitas perasaan.   Kata kunci : Bahasa, Reduplikasi, Kontrasti

    STRUKTUR DAN MAKNA VERBA PADA PERSIDANGAN PERMOHONAN JUDICIAL REVIEW TERHADAP UNDANG-UNDANG: KAJIAN LINGUISTIK FORENSIK DI MAHKAMAH KONSTITUSI

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan memperoleh pemerian lengkap mengenai struktur dan makna verba yang mencakup: 1) parameter verba, 2) konstruksi verba, (3) kategorisasi verba, dan 4) makna verba dalam ranah hukum. Penelitian deskriptif kualitatif ini memiliki variabel: 1) aspek materiil Undang-Undang yang dilakukan judicial review di Mahkamah Konstitusi, dan 2) UU Nomor 12 tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-Undangan. Struktur dan makna verba yang dikaji dalam penelitian ini bertumpu pada medan leksikal atau distingtive feature kata-kata atau ungkapan yang menjadi materi perkara. Hasil penelitian menunjukkan terdapat empat verba tindakan yaitu diperiksa, melimpahkan, diangkat, dan diberhentikan. Struktur dan peran verba dari aspek formal linguistic meliputi transitif maupun intransitif, berdiatesis aktif dan pasif, aspektualitas inseptif, perfektif, dan progresif. Verba yang muncul berciri komponen semantik tindakan yang bersifat dinamis [+dinamis], [+sengaja], dan [-/+kinesis]. Saran yang patut disampaikan adalah bahwa kajian interdisipliner selayaknya memberi manfaat lebih banyak dalam penemuan hukum suatu perkara pengujian materiil undang-undang.   Kata Kunci: struktur dan makna verba, medan leksikal, juducial revie

    TRANSITIVITAS TEKS ANEKDOT KOMUNIKASI JENAKA KARYA DEDDY MULYANA

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui transitivitas dalam teks anekdot Komunikasi Jenaka. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik analisis isi. Fokus dalam penelitan ini adalah transitivitas yang merupakan realisasi dari fungsi ideasional yang terdapat dalam teks anekdot Komunikasi Jenaka. Objek penelitian ini adalah kumpulan teks anekdot Komunikasi Jenaka karya Deddy Mulyana, yang dianalisis sebanyak limabelas teks terpilih. Instrumen penelitian yang digunakan adalah tabel kerja transituvitas yang mencakup unsur-unsur dalam transitivitas berserta subkategorinya. Hasil dari penelitian ini adalah, proses material mendominasi cerita yang hakikatnya sesuai dengan sifat realis yang dimiliki teks anekdot. Kemudian, sirkumtan lokasi yang menyatakan tempat dan waktu menjadi pelengkap paling banyak digunakan pengarang. Selain itu, dalam penelitian ini ditemukan 61 pola kalimat dalam transitivitas teks anekdot tersebut. Kata kunci: transitivitas, fungsi ideasiona

    ABNORMALITAS DALAM NOVEL PASUNG JIWA KARYA OKKY MADASARI

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kriteria abnormalitas, faktor penyebab abnormalitas, dan cara mengatasi abnormalitas dalam novel Pasung Jiwa karya Okky Madasari. Pendekatan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah pendekatan psikologi sastra yaitu pendekatan yang mempelajari kejiwaan manusia yang tercermin dalam perilaku yang nyata. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Sasaran penelitian ini adalah perilaku abnormalitas tokoh utama dalam novel Pasung Jiwa karya Okky Madasari. Objek penelitian ini adalah novel Pasung Jiwa karya Okky Madasari. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik baca dan catat. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa abnormalitas yang dialami tokoh utama terdiri atas perilaku yang tidak biasa, perilaku yang tidak dapat diterima sosial, persepsi yang salah terhadap kenyataan, stres personal yang signifikan, perilaku maladaptif, dan perilaku berbahaya.Faktor penyebab menurut tahap berfungsinya terdiri atas penyebab primer, penyebab yang menyiapkan, penyebab pencetus, penyebab yang menguatkan, dan sirkulasi faktor-faktor penyebab. Faktor penyebab menurut sumber asalnya terdiri atas faktor psikososial, dan faktor sosiokultural. Cara mengatasi abnormalitas tokoh utama terdiri atas psikoterapi, biomedis, dan hospitalisasi.   Kata kunci: psikologi sastra, abnormalitas, pasung jiw

    KEDUDUKAN BAHASA GEBE DI HALMAHERA TENGAH MALUKU UTARA: STUDI PENDAHULUAN DARI ASPEK LINGUISTIK HISTORIS

    Full text link
    Secara linguistik historis bahasa Gebe (Gb) termasuk anggota Subkelompok Halmahera Selatan (HS). Dalam simpai pencabangan Kamholz (2014a), Subkelompok Halmahera Selatan pecah menjadi tiga, yaitu (1) Halmahera Selatan-Selatan (HSS) (Gane dan Taba), (2) Kelompok Halmahera Timur-Tengah-Selatan (HTTS) (Maba, Buli, Patani, dan Sawai), dan (3) Gebe. Mengenai hal tersebut dapat dipersoalkan apakah bahasa Gebe lebih dekat ke subkelompok pertama atau kedua, serta apa bukti yang menerangjelaskannya? Kedua hal tersebut akan dibahas dalam tulisan ini dengan menggunakan pendekatan linguistik historis khususnya metode inovasi bersama. Tingginya inovasi bersama secara fonologi dan leksikal menunjukkan bahasa Gebe lebih erat hubungannya dengan Subkelompok Halmahera Timur-Tengah-Selatan. Secara fonologi ditemukan inovasi bersama tidak teratur, yaitu : (1) Gebe bersama bahasa-bahasa HTTS merealisasikan /y/: yali-yali ‘cincin’, sedangkan dalam HSS /ø/: ali-ali; (2) Gebe bersama bahasa-bahasa HTTS tidak merealisasikan suku awal do-, HTTS: bɛt dan Gebe: bat, untuk makna ‘sawah’, sedangkan dalam HSS sebaliknya: dɔba, yaitu HTTS: bɛt dan Gebe: bat; dan (3) Gebe bersama HTTS merealisasikan /p/ pada posisi antarvokal: (k)ip(i,ɛ)s ‘banjir’ sedangkan dalam bahasa-bahasa HSS muncul sebagai /h dan w/: ki(h,w)is. Secara leksikal, Gebe bersama bahasa-bahasa HTTS merealisasikan bentuk yang sama untuk makna ‘kering’, ‘jagung’, ‘gasing’, ‘kampung’, dan ‘kucing’, secara berturut-turut: maŋ, kastela, guman, pnu(ʔ), b(ɔ,o)ki sedangkan dalam bahasa-bahasa HSS: gamɔs, kaduma/gɔcila, bulai/piɔŋ, malɔ, dan tusa. Lebih jauh, ternyata bahasa Gebe lebih erat dengan bahasa Maba, yang ditandai oleh tingginya inovasi bersama butir leksikal dan didukung oleh tiga inovasi bersama fonologi secara teratur dan tiga inovasi bersama fonologi secara tidak teratur. Kata kunci: linguistik historis, inovasi bersama, bahasa, fonologi, dan leksikon

    KONFLIK SOSIAL DALAM ANTOLOGI PUISI ESAI: SERAT KEMBANG RAYA KARYA FATIN HAMAMA, DKK (TINJAUAN SOSIOLOGI SASTRA)

    Full text link
    Sastra bersumber dari dalam masyarakat dan akan berdampak pengaruhnya pada masyarakat. Bahkan, adanya hubungan timbal balik antara sastrawan, sastra, dan masyarakat. Hubungan tersebut berupa konteks sosial pengarang, sastra sebagai cerminan masyarakat, dan fungsi sosial sastra. Puisi esai hadir sebagai genre sastra baru dalam khazanah kesusastraan Indonesia. Tahun 2012 menjadi kontroversi bagi puisi esai, yaitu kemunculan Denny JA sebagai konsultan politik yang menggagas antologi puisi esai Atas Nama Cinta yang sarat diskriminasi sosial. Puisi esai dianggap sebagai jelmaan pemikiran dan pengalaman terhadap kondisi sosial di masyarakat saat ini. Namun, tetap mampu dicerna oleh masyarakat. Adapun puisi esai harus memenuhi tiga syarat, yaitu (1) puisi esai mengeksplor sisi batin individu yang berada dalam sebuah konflik sosial; (2) puisi esai menggunakan bahasa yang mudah dipahami; dan (3) puisi esai adalah fiksi, boleh saja memotret tokoh ril yang hidup dalam sejarah. Namun, realitas tersebut diperkaya dengan aneka tokoh fiktif dan dramatisasi. Serta yang dipentingkan oleh puisi esai ialah renungan atas kandungan moral melalui sebuah kisah. Artikel ini mencoba meninjau dari aspek sosiologi sastra, yaitu hubungan antara pengarang, karya, dan masyarakat. Antologi ini berisi lima puisi esai, kisah yang ditampilkan beragam mulai dari dilema seorang pelajar SMA karena terenggut keperawanannya hingga berdampak kepada masa depannya; kisah seorang gadis desa yang merasa tersakiti hatinya atas kondisi ekonomi dan kisah cinta yang memprihatinkan; kisah seorang perempuan yang diberasarkan melalui kekerasan dalam keluarga; kisah keluarga tanpa sosok ayah, istri dan anaknya harus menelan kerasnya kehidupan; dan situasi sosial yang dialami pengarang yang berhubungan dengan manusia, alam, dan Tuhan. Kata Kunci: konflik sosial, puisi esai, sosiologi sastr

    KEARIFAN BUDAYA DALAM LIRIK LAGU MELAYU

    Full text link
    Kearifan pada dasarnya tercipta berkat kearifan manusia. Kebudayaan terwujud karena setiap orang memperoleh kebermanfaatan kearifan yang ada dalam kebudayaan. Kearifan budaya ada dan hadir di setiap etnis bangsa dan negara kita ini (Rahyono, 2009: v). Kearifan budaya Melayu hanya salah satu di antara kearifan budaya-budaya etnis di Indonesia. Peneliti merasa tertarik dengan budaya Melayu yang terdapat di dalam lirik lagu karena Melayu merupakan salah satu kebudayaan bangsa yang adiluhung. Tujuan makalah ini ingin mengungkapkan kearifan budaya yang terdapat dalam lirik lagu Melayu untuk mengetahui kecerdasan dan kearifan budaya daerah yang terkandung di dalamnya yang merupakan kekuatan yang dapat diberdayakan untuk menghadapi dunia saat ini dalam mewujudkan peradaban bangsa. Metode penelitian dalam tulisan ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik deskriptif. Teknik pemilihan sampel dilakukan dengan probability sampling design dengan teknik random sederhana. Peneliti langsung merandom untuk mendapatkan sampel lirik lagu sebanyak empat judul lagu untuk dianalisis lebih lanjut (Faisal, 2010: 59). Data lirik lagu yang digunakan adalah lirik lagu: (1) Laksamana Raja di Laut (Iyeth Bustami) dan (2) Cindai (Siti Nurhaliza). Untuk konsep kearifan budaya, penulis akan mengacu kepada istilah local genius yang dikemukakan oleh Quaritch Wales untuk berbicara tentang kearifan budaya Melayu. Local genius merupakan “the sum of the cultural characteristics which the vast majority of a people have in common as a result of their experiences in early lifeâ€. Pokok-pokok pikiran yang terkandung dalam definisi tersebut adalah (1) ciri-ciri budaya, (2) sekelompok manusia sebagai pemilik budaya, dan (3) pengalaman hidup yang menghasilkan ciri-ciri budaya tersebut (Rahyono, 2009: 7). Dengan demikian, hasil yang diharapkan dalam melakukan analisis kearifan budaya dalam lirik lagu Melayu akan mendapatkan pengetahuan berupa pembentuk identitas yang merupakan wujud kecerdasan yang dihasilkan oleh pengalaman hidup masyarakat Melayu sendiri, bukan oleh pengalaman hidup bangsa atau suku lain. Kata kunci: kearifan budaya, lirik lagu, Melayu, identita

    DISFEMIA DALAM BERITA UTAMA SURAT KABAR POS KOTA DAN RADAR BOGOR

    Full text link
    Abstrak. Penelitian ini bertujuan memahami secara mendalam penggunaan bentuk dan nilai rasa disfemia pada berita utama surat kabar Pos Kota dan Radar Bogor. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif dengan teknik analisis isi. Hasil penelitian yang diperoleh dari surat kabar Pos Kota dan Radar Bogor ditemukan 245 data. Sebanyak 155 data atau 63,26% ditemukan pada surat kabar Pos Kota dan 90 data atau 36,73% ditemukan pada surat kabar Radar Bogor. Disfemia berdasarkan bentuk dibagi menjadi disfemia bentuk kata, bentuk frase, dan bentuk klausa. Bentuk disfemia tersebut masing-masing dibagi lagi berdasarkan kategori kata verba, nomina, dan adjektifa. Diperoleh 228 data atau 93,06% berbentuk kata, 12 atau 4,90% data berbentuk frase, dan 5 data atau 2,04% berbentuk klausa. Disfemia memiliki nilai rasa yang dibagi menjadi disfemia bernilai rasa emotif, dan bernilai rasa tabu. Diperoleh 226 atau 92,24% data berkategori unsur emotif dan 19 data atau 7,75% memiliki nilai rasa tabu. Hasil penelitian, disfemia bentuk kata verba dan nilai rasa emotif ke arah menguatkan makna paling banyak ditemukan. Kata Kunci: Disfemia, Berita Utama, Surat Kabar

    METAFORA DALAM LIRIK LAGU DANGDUT: KAJIAN SEMANTIK KOGNITIF

    Full text link
    Abstrak. Beberapa lirik lagu dangdut menggunakan metafora dalam mengungkapkan realitas sosial yang terjadi di masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan bagaimana metafora dalam lirik lagu dangdut mengungkapkan realitas sosial. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif. Data lagu yang digunakan terdapat sepuluh lirik lagu dangdut pada tahun 2003—2015. Teori yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu Analisis Makna Metafora (Knowles dan Moon, 2006) dan teori Metafora Konseptual (Lakoff dan Johnson, 1980) yang saling melengkapi. Kajian Semantik Kognitif (Evans dan Green, 2006) digunakan untuk mengungkapkan makna metafora dengan tidak memisahkan pengetahuan linguistis dan ensiklopedis. Hasil penelitian ini mengungkapkan angka, kata dan frasa metaforis yang terjadi pengalihan konsep dari makna literal ke makna metaforis karena adanya persamaan konsep, proses, keadaan, sifat, bentuk, jumlah, rasa, karakter, fungsi dari sesuatu benda atau hal yang dialihkan. Realitas sosial yang diungkapkan dalam lirik lagu dangdut meliputi perilaku dan keadaan seseorang, ilustrasi pornografi, ungkapan terhadap perilaku positif dan negatif seseorang. Klasifikasi metafora yang terdapat dalam lirik lagu dangdut, yaitu metafora ontologis dan struktural. Asal ranah sumber metafora berasal dari angka, barang, buah, hewan, indra, keadaan, makanan, tempat, tindakan, dan waktu. Relasi antara ranah sumber dengan ranah sasaran berupa perbandingan kata yang mempunyai kesamaan konsep sehingga terjadi perubahan makna dan pengalihan konsep. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat metafora kreatif sebagai ungkapan yang belum terdapat dalam kamus, seperti keong racun, buaya buntung, serta 69 yang secara metaforis mengandung makna pornografi. Kata Kunci: Metafora, Semantik kognitif, Dangdut

    PERISTIWA TUTUR DALAM MOCKUMENTARY MALAM MINGGU MIKO

    Full text link
    Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peristiwa tutur dalam MockumentaryMalam Minggu Miko. Penelitian ini dilakukan pada September 2013–Juni 2014dengan fokus peristiwa tutur dalam mockumentary tersebut. Objek penelitian ini adalah Mockumentary Malam Minggu Miko. Metode penelitian yang dipakai adalah metode kualitatif dengan teknik analisis isi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat dua latar tempat yang selalu ada pada tiap korpus yang diteliti, yaitu di rumah Miko dan Ryan serta di mobil. Tiga partisipan yang selalu ada pada tiap korpus yang diteliti, ialah Miko, Ryan, dan Mas Anca. Persamaan maksud dan tujuan dari ketiga korpus yang diteliti adalah menceritakan tentang keseharian Miko, Ryan dan Mas Anca. Persamaan bentuk ujaran pada ketiga korpus yang keseluruhannya berbentuk percakapan monolog ataupun dialog. Bentuk kalimat deklaratif, interogatif, eksklamatif dan imperatif ada dalam korpus. Ragam bahasa yang digunakan adalah ragam bahasa tidak resmi. Instrumentalities yang digunakan pada keseluruhan adegan merupakan jalur lisan dengan ragam bahasa tidak resmi. Terdapat norma berinteraksi pada ruang, yaitu jarak pribadi, sosial dan publik di korpus. Pada bentuk penyampaian ditemukan percakapan monolog, dialog dan percakapan telepon pada korpus yang diteliti. Hal ini menunjukkan bahwa keseluruhan adegan dalam tiga serial Malam Minggu Miko memenuhi syarat untuk menjadi sebuah peristiwa tutur. Total 56 adegan dengan 386 ujaran di 3 korpus berbeda yang keseluruhannya memenuhi syarat adanya SPEAKING. Saran dalam penelitian ini agar masyarakat lebih teliti dalam membedakan mana peristiwa tutur atau bukan. Kata Kunci: Peristiwa Tutur, Komponen Tutur, SPEAKING, Dell Hymes, Mockumentary Malam Minggu Mik

    114

    full texts

    140

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Arkhais - Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra Indonesia
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇