JURNAL ILMIAH SOCIETY
Not a member yet
203 research outputs found
Sort by
Budaya Palose Masyarakat Petani di Kelurahan Angges, Kecamatan Tahuna Barat Kabupaten Kepulauan Sangihe
   Budaya Palose merupakan budaya turun temurun di Kabupaten Kepulauan Sangihe, budaya ini menjunjung tinggi rasa kebersamaan serta kerja sama di antara warga yang ada di Kabupaten Kepulauan Sangihe tak terkecuali Kelurahan Angges yang merupakan salah satu Kelurahan yang ada di Kepulauan Sangihe. Mepalose sering di jumpai baik dalam kegiatan pertanian seperti membuka lahan, menanam, atau memanen. Kemudian budaya Palose sering di laksanakan ketika ada peristiwa duka, warga setempat akan berkumpul dimana kaum pria akan membuat bangsal, dan kaum  perempuan akan memasak. Zaman semakin berkembang begitupun dengan pola pikir masyarakat seiring dengan majunya teknologi. Hal ini mempengaruhi partisipasi masyarakat yang ada di Kelurahan Angges terhadap budaya Palose karena pada zaman sekarang hampir semua hal di lakukan dengan mudah. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Lokasi penelitian di Kelurahan Angges, Kecamatan Tahuna Barat, Kabupaten Kepulauan Sangihe, fokus penelitian budaya Palose masyarakat petani yang ada di Kelurahan Angges dengan informan 12 orang terdiri dari Lurah, Tokoh Adat dan 10 orang petani. Teknik pengumpulan data adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa budaya Palose yang ada di Kelurahan Angges khususnya dalam bidang pertanian masih berjalan sangat baik namun sudah di poles dengan cara-cara yang berbeda tanpa mengurangi nilai-nilai yang terkandung dalam budaya Palose. Cara-cara mempertahankan budaya Palose di Kelurahan Angges adalah menjaga selalu kebersamaan, kerja sama serta menyelesaikan masalah dengan berdiskusi.  Kata kunci: Dampak Pertambangan Nikel, Pola Hidup; Petani Kelap
Dampak Pandemi Covid-19 Terhadap Pelaku Usaha Mikro Kecil Dan Menengah Di Kelurahan Tingkulu Kecamatan Wanea Kota Manado Provinsi Sulawesi Utara
Tujuan dalam penelitian ini adalah: Untuk mengetahui Dampak Pandemi Covid-19 terhadap Pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah di Kelurahan Tingkulu Kecamatan Wanea Kota Manado. UMKM adalah unit usaha produktif yang berdiri sendiri, yang dilakukan oleh orang perorangan atau badan usaha di semua sektor ekonomi. Pada prinsipnya pembedaan antara Usaha Mikro ([UMI), Usaha Kecil (UK), Usaha Menengah (UM), dan Usaha Besar (UB) umumnya didasarkan pada nilai asset awal (tidak termasuk tanah dan banguaan), omset rata-rata per tahun, atau jumlah pekerja tetap. Penelitian ini akan menggunakan metode kualitatif, yang suatu penelitian kontekstual menjadikan manusia sebagai instrumen dan disesuaikan dengan situasi yang wajar dalam kaitannva dengan pengumpulan data yang pada umumnya bersifat kualitatif. Analisis data pada penelitian kualitatif dilakukan melalui pengaturan data secara logis dan sistematis dan analisis data itu dilakukan sejak awal peneliti terjun ke lokasi hingga pada akhir penelitian. Analisis data dalam penelitian kualitatif dilakukan sejak awal peneliti terjun lokasi penelitian yakni sejak peneliti mulai melakukan pertanyaan-pertanyaan dan catatan-catatan pada saat dilapangan. Dampak yang dirasakan UMKM baik secara langsung maupun tidak langsung Mengalami penurunan penjualan, kesulitan modal bahkan mengalami kesulitan bahan baku yang dikarenakan adanya PSBB. Hampir semua pelaku usaham UMKM tidak menguasai teknologi digital untuk memasarkan bahan dagangannya tapi dengan adanya pandemic covid 19 mereka harus belajar agar dapat memasukkan barang dagangannya melalui aplikasi online   Kata Kunci: Dampak, Usaha Mikro Kecil dan Menengah Â
Dampak Pembangunan Pariwisata Terhadap Perubahan Sosial Masyarakat Lokal Di Desa Bobanehena Kecamatan Jailolo Kabupaten Halmahera Barat
Indonesia memiliki sumberdaya alam dan sumberdaya manusia yang cukup besar sebagai modal dasar pembangunan Pariwisata. Pembangunan Pariwisata tidak dapat lepas dari situasi perubahan dan dinamika yang terjadi ditingkat Nasional Regional maupun Internasional yang saling mempengaruhi. Banyak manfaat dan dampak dari pembangunan dan pengembangan Pariwisata apabila hal tersebut direncanakan dan diarahkan dengan baik. Perkembangan Pariwisata Indonesia secara menyeluruh merupakan hasil kerja berbagai pihak antara lain Pemerintah,swasta dan masyarakat. Kebijakan pembangunan pariwisata nasional merupakan upaya untuk mendorong pelaku disektor kepariwisataan dalam mencapai sasaran yang digariskan dan tujuan yang ditetapkan. Penelitian ini bertujuan :  untuk mengetahui, upaya pelaksanaan Pembangunan Pariwisata terhadap Perubahan Sosial bagi masyarakat local di Desa Bobanehena. Penelitian ini menggunakan metode Kualitatif dengan menekankan pada penelitian Deskriptif, untuk penentuan Informan ditetapkan sebanyak 7 (Tujuh) Informan. Dari hasil penelitian dapat diuraikan sebagai berikut :  1). Bahwa pelaksanaan Pembangunan Pariwisata yang diarahkan dalam upaya untuk mendorong pelaku disektor kepariwisataan dalam mencapai sasaran yang digariskan dan tujuan yang ditetapkan telah diyakini bahwa sector Pariwisata merupakan sektor andalan yang mampu memberi kontribusi bagi peningkatan devisa Negara, baik secara langsung maupun secara tidak langsung.   2). Bahwa pelaksanaan Pembangunan Pariwisata disuatu daerah dilakukan untuk memacu pertumbuhan baik secara fisik maupun non fisik. Berdasarkan pemahaman ini maka hal penting yang menjadi tujuan dari pelaksanaan pembangunan Pariwisata khususnya di Desa Bobanehena antara lain :   a). Mel;alui Penataan Sarana dan Parasarana Pariwisata b). Meningkatkan berbagtai Potensi Pariwisata. c). Pengembangan Obyek Wisata dengan mendirikan Home Stay sebagai Paket Wisata, selain Home Stay yang dapat dijadikan obyek wisata maka Pemerintah Desa juga menyediakan alternative paket wisata Flora dan Fauna   d. Pengembangan Budaya dan Kesenian   3). Bahwa pelaksanaan Pembangunan Pariwisata di Desa Bobanehena telah memberikan dampak yang cukup signifikan terhadap adanya perubahan social baik dari segi ekonomi maupun dari aspek Sosial dan Budaya Kata Kunci: Pembangunan Pariwisata, Perubahan Sosial, Masyarakat Loka
Peran Masyarakat Dalam Pengembangan Museum Perang Dunia II Untuk Menciptakan Desa Wisata Unggulan Di Desa Joubela Kabupaten Pulau Morotai Kecamatan Morotai Selatan
Indonesia memiliki sumberdaya alam dan sumberdaya manusia yang cukup besar sebagai modal dasar pembangunan Pariwisata. Dalam pengembangan Pariwisata tentu tidak dapat terlepas dari situasi perubahan yang terjadi baik ditingkat Nasional Regional maupun Internasional yang saling mempengaruhi. Banyak manfaat dan dampak dari pengembangan Pariwisata apabila dikelola secara baik. Penelitian ini bertujuan : Untuk mengetahui  peran Masyarakat Desa Joubela dalam pengembangan Museum Perang Dunia ke II untuk dijadikan Desa Wisata unggulan di Kabupaten Pulau Morotai. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif , dengan mengambil petunjuk pada apa yang dikemukakan oleh Sendari (2019). Penentuan Informan ditetapkan sebanyak 8 Informan sedangkan teknik analisis data maka penulis menggunakan pendekatan teknik Kualitatif. Dari hasil penelitian membuktikan bahwa bahwa, dengan hadirnya museum swadaya perang dunia II di desa joubela, berdampak positif bagi masyarakat setempat dan juga dalam hal ini masyarakat sangat antusias berpartisipasi dalam mengelola museum swadaya ini. akan tetapi kurangnya penyuluhan hingga kebanyakan masyarakat desa joubela masih belum ikut serta dalam proses pengembangan museum untuk dijadikan desa Joubela menjadi desa wisata unggulan di kabupaten pulau morotai. Selain itu bahwa kelayakan suatu desa untuk dijadikan desa wisata haruslah memenuhi karakteristik desa wisata itu sendiri. dalam hal ini desa joubela telah memenuhi karakteristik desa wisata yaitu dengan adanya Museum Swadaya yang menampilkan objek-objek wisata bersejarah, masyarakat desa joubela juga harus mengetahui tata cara pengembangan desa wisata dan factor-faktor yang mendukung pegembangan desa wisata tersebut. Kata Kunci: Peran, Masyarakat, Museum, Desa Wisata  Â
Dampak Aplikasi Belanja Online (Online Shop) di Masa Pandemi Covid-19 Terhadap Minat Belanja Masyarakat di Kelurahan Girian Weru Ii Kecamatan Girian Kota Bitung Provinsi Sulawesi Utara
Teknologi komunikasi yang semakin maju dan berkembang menumbuhkan berbagai pengaruh bagi penggunanya. Teknologi bagai bermata dua yang memberikan kelebihan dan kekurangan. Tren Belanja Online semakin menjamur di Indonesia, orang semakin menyukai belanja online dari pada berbelanja langsung di toko atau belanja konvensional. Berbelanja online terasa jauh lebih mudah dan simpel, hanya dengan memilih barang melalui gambar dan video, melakukan pemesanan, dan bayar melalui transfer, selanjutnya pembeli hanya tinggal menunggu barangnya sampai langsung dan diantar ke tempat berdasarkan alamat pemesanan. Hal ini tentu sangat memudahkan karena lebih menghemat waktu dan tenaga dibanding berbelanja langsung ke toko. Perubahan cara belanja dengan menggunakan media online shop sedikit menggeser nilai sosial yang semula jika bertransaksi di pasar menggunakan komunikasi secara verbal dalam bertransaksi, sebaliknya jika berbelaja melaui online shop proses bertransaksinya hanya melalui jaringan internet tanpa bertatap muka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apa Dampak Aplikasi Belanja Online (online shop) di masa pandemi covid-19 terhadap minat belanja masyarakat di Kelurahan Girian Weru II Kecamatan Girian Kota Bitung Provinsi Sulawesi Utara. Penelitian ini menggunakan metode penelitian. Dampak Aplikasi Belanja Online terhadap minat belanja masyarakat di masa Pandemi Covid-19 ada dua yaitu dampak positif dan negatif. Untuk dampak positif yaitu memudahkan seseorang atau masyarakat dalam kegiatan berbelanja seperti mencari dan membeli barang yang perlukan tanpa harus bersusah payah pergi mencari ke toko-toko konvensional untuk mencari barang yang di cari. Sedangkan dampak negatifnya barang yang di beli secara Online waktu pengiriman barang yang karena membeli barang dari luar kota bahkan luar negri yang membutuhkan estimasi waktu penggiriman, barang yang ada dalam aplikasi online shop tidak sesuai ekspetasi dan sesuai dengan gambar yang ditampilkan dalam aplikasi online shop pada saat diterima  Kata Kunci: Dampak, Belanja Online, Pandem
Partisipasi Masyarakat Dalam Memutuskan Mata Rantai Pandemi Covid-19 di Kelurahan Tingkuluh Kecamatan Wanea Kota Manado
Dalam memutuskan mata rantai pandemi covid-19 warga masyarakat kelurahan Tingkulu kecamatan wanea kota manado masih rendah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui partisipasi masyarakat dalam memutuskan mata rantai pandemi covid-19 di kelurahan Tingkulu Kecamatan Wanea Kota Manado. Penelitian ini mengunakan penelitian kualitatif untuk menghasilkan deskriftif berupa kata, data dan perilaku yang diamati. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif terhadap satu variabel yaitu partisipasi masyarakat dalam memutuskan mata rantai pandemi covid-19 di kelurahan Tingkulu kecamatan wanea kota manado. Dalam penelitian ini pihak yang akan dijadikan informan adalah informan yang dipilih untuk mendapatkan informasi yang jelas dan akurat sesuai dengan objek yang akan diteliti. Prosedur pengambilan informan awal selanjutnya dengan teknik snowbaal, yaitu mengambil satu orang kemudian diwawancarai yang selanjutnya bergulir kepada informan yang lain secara berantai sesuai dengan informan yang telah ditetapkan adalah pemerintah Kelurahan Tingkulu, tokoh masyarakat dan masyarakat setempat. Kesadaran masyarakat dan partisipasi spontan dari masyarakat untuk memutuskan mata rantai pandemi covid-19, 90 persen warga masyarakat Kelurahan Tingkulu sudah melakukan dengan mengikuti protokol kesehatan terhadap memutus mata rantai pandemi covid-19, sesuai menghimbaukan dari pemerintah pusat dan daerah lebih khususnya kelurahan Tingkulu, sedangkan 10 persen belum melakukan protokol kesehatan, kendala-kendala yang dialami protokol kesehatan adalah kesadaran dan partisipasi masyarakat, perekonomian, di Kelurahan Tingkulu kecamatan wanea kota manado.  Kata Kunci: Partisipasi, Masyarakat, Covid -1
Usaha Pedagang Pasar Tradisional Dalam Mengatasi Dampak Covid-19 Bulagi I Kecamatan Bulagi Kabupaten Banggai Kepulauan
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana usaha yang digunakan oleh Pedagang Pasar Tradisional dalam mengatasi dampak Covid-19 di Kelurahan Bulagi I Kecamatan Bulagi Kabupaten Banggai Kepulauan. Jenis Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Penelitian kualitatif atau qualitative research merupakan jenis penelitian yang menghasilkan penemuan-penemuan yang tidak dapat dicapai dengan menggunakan prosedur-prosedur statistik atau dengan cara kuantitatif lainnya. Proses penelitian kualitatif ini melibatkan upaya-upaya penting seperti: mengajukan pertanyaan, menyusun prosedur,mengumpulkan data yang spesifik dari para informan atau partisipan, dan menafsirkan atau menangkap makna dari konteks masalah yang diteliti.            Dari hasil peneliitian ini menemukan bahwa pada umumnya pedagang bingung menjual barang dagangan dengan kondisi kurangnya konsumen (pembeli) dikarenakan dampak covid-19. Sehingga para pedagang pasar untuk mempertahankan pendapatan sehari-hari dengan cara menjual kembali barang yang tidak terjual dengan cara, berjualan dipasar lain, didepan rumah, berjualan dengan menggunkan motor, menggunakan media social seperti facebook dan WhatsApp. Dan tetap menjaga dan mematuhi protocol kesehatan dan memperhatikan prinsip tidak saling menjatuhkan sesama pedagang maupun kepada pembeli agara kedua bela pihak baik pedagang maupun pembeli sama-sama beruntung.  Kata Kunci: Pedagang, Pasar Tradisional, Dampak Covid-1
Komunikasi Suami Istri Dalam Keluarga Pekerja Tambang Emas Di Tatelu (Studi Kasus Di Desa Tombatu Kecamatan Tombatu Kabupaten Minahasa Tenggara Provinsi Sulawesi Utara)
Tujuan penelitian ini adalah untuk Mengetahui Komunikasi Suami Istri Dalam Keluarga Pekerja Tambang Emas di Tatelu Studi kasus di Desa Tombatu Kecamatan Tombatu Kabupaten Minahasa Tenggara Provinsi Sulawesi Utara. Pentingnya penelitian ini yakni mengkaji tentang komunikasi antar pribadi yang terjalin antara suami dan istri, penulis juga mengangkat permasalahan apa saja yang terjadi dalam komunikasi pasangan suami istri dan bagaimana perbincangan suami istri tersebut . Melalui penelitian yang telah dilakukan oleh Lestari (2015) menyatakan dari sisi pola komunikasi yang harus dibangun dan tingkat kepuasan perkawinan. Namun dalam penelitian ini akan menitikberatkan lebih kepada kualitas komunikasi antar pribadi yang dibangun antar suami istri, dengan melibatkan aspek psikologis antara keduanya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif, dengan menggunakan informan di Desa Tombatu keluarga yang salah satu anggotanya bekerja di tambang emas tatelu. Dari hasil penelitian menunjukkan Keterbukaan merupakan sikap yang dasar dalam mempertahankan hubungan antara suami dan istri, dengan adanya keterbukaan, maka konflik rumah tangga dapat dihindari sedini mungkin, sikap empati ditunjukkan melalui gesture tubuh dan nada bicara yang memberikan rasa kepedulian kepada pasangan sehingga pasangan yang berbeda jarak merasa diperhatikan, sikap saling mendukung ditunjukkan menyetujui pendapat pasangan sekalipun dengan berat hati serta tidak merasa lebih tahu dari pasangan tentang suatu hal, seperti menyutujui suami untuk bekerja di tambang dengan segala resiko yang dapat timbul dan Kesetaraan antara hubungan suami istri pada pasangan yang bekerja di tambang emas tatelu ditunjukkan dengan saling menasehati satu sama lain dan saling mengingatkan.  Kata Kunci: Komunikasi, Suami-Istri, Pekerja Tamban
Dampak Pembangunan PLTU Terhadap Perubahan Mata Pencarian Masyarakat Desa Binjeita II Kecamatan Bolangitang Timur Kabupaten Bolaang Mongondow Provinsi Sulawesi Utara
Kebutuhan listrik nasional terus meningkat, Kementerian ESDM memproyeksikan konsumsi listrik nasional tahun 2020 mencapai 1.142 kWh/kapita. Pemerintah melalui PLN mengeksplorasi sumber daya angin, sumber daya air dan gas bumi serta batu bara. Kebutuhan listrik juga dialami Propinsi Sulawesi Utara dan Gorontalo. Pembangunan PLTU di Desa Binjeitan II Kecamatan Bolangitang Timur Kabupaten Bolaang Mongondow Utara Propinsui Sulawesi Utara berkapasitas 2×50 MW untuk memenuhi kebutuhan listrik wilayah Sulawesi Utara dan Gorontalo melalui sisi garduk induk Boroko. Pembangunan PLTU ini masih dalam tahapan penyelesaian.       Penelitian ini menggunakan pendekatan Deskripsi Kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam dan dokumentasi. Sebagai bahan pendalaman penelitian menggunakan Teori Perubahan Sosial Evolusioner (Teori Tiga Tahap Perkenmbangan)Auguste Comte di antaranya: 1. Tahap Teologis (theological stage). 2. Tahap Metafisik (methaphysical stage). 3. Tahap Positif atau Ilmiah (positive stage).Hasil penelitian menemukan masyarakat Desa Binjeita II profesi petani 110 orang dan nelayan 35 orang. Semenjak pembangunan PLTU 60 orang petani atau 66% dan 18 nelayan atau 58% beralih profesi sebagai karyawan PLTU. Pembangunan PLTU berjalan beriringan dengan dampak positif juga dampak negative. Dampak positif berupa terjadi pembauran lintas agama dan budaya, perubahan etos kerja, masyarakat lebih terbuka, semangat kerja berkualitas, desa terang terus sehingga permudah control social. Dari aspek ekonomi di mana sebagian masyarakat alih profesi sebagai karyawan PLTU dengan gaji kisaran Rp.3.000.000 – Rp.4.500.000/bulan, bertumbuh usaha mikro seperti warung makan, kios, kos-kosan, dll. Namun beriringan dengan dampak negative berupa kesehatan lingkugan terganggu dengan bertebaran debu, bising, becek dan banjir kala hujan deras, ikan semakin langka serta kebun kurang penggarap. Kata Kunci: PLTU, Kontrol Sosial, Perubahan EkonomiÂ
Peranan Orang Asli Papua (OAP) Dalam Perdagangan Sektor Informal Dan Usaha Kecil Menengah (UKM) di Pasar Sentral Timika Distrik Mimika Baru Kabupaten Mimika Papua
Dalam Pasar Sentral Timika, terdapat pedagang asli Papua dan non Papua. Pedagang non Papua adalah mereka para pendatang yang berasal dari suku bangsa luar tanah Papua (non Papua). Sedangkan pedagang asli Papua adalah pedagang yang merupakan Orang Asli Papua (OAP). Sebagian besar pedagang asli Papua yang berjualan di pasar adalah mama-mama Papua ada yang berjualan secara tradisional atau informal dan ada juga dari mereka yang menjalankan Usaha Kecil Menengah (UKM). Namun sangat disayangkan, peranan Orang Asli Papua (OAP) dalam perdagangan sektor informal dan sebagai pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) masih kalah bersaing dengan mereka para pendatang yang ada dipasar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui lebih dalam seperti bagaimana peranan Orang Asli Papua (OAP) dalam perdagangan sektor informal, kewirausahaan dan Usaha Kecil Menengah (UKM) di Pasar Sentral Timika, Distrik Mimika Baru, Kabupaten Mimika, Papua.  Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Teori yang digunakan sebagai alat analisis penelitian ini adalah sistem sosial dan teori A-G-I-L Talcott Parsons.Dari hasil penelitian ini ditemukan bahwa peranan Orang Asli Papua (OAP) dalam perdagangan sektor informal dan Usaha Kecil Menengah (UKM) masih kurang dalam memperhatikan ketiga aspek penting dalam kewirausahaan, yaitu aspek modal, kreativitas dan inovasi. Artinya, mereka pedagang asli Papua harus membutuhkan kerja keras dengan waktu yang cukup lama untuk lebih maju dan bisa bersaing dengan para pendatang, apabila mereka tidak memperhatikan ketiga aspek penting ini. Tujuannya adalah dengan memperhatikan ketiga aspek ini dapat membuat para pedagang asli Papua memiliki nilai tambah tersendiri, menjadi kreatif, inovatif, berkembang dan semakin maju dalam aktivitas kegiatan perdagangan dan Usaha Kecil Menengah (UKM) di Pasar Sentral Timika.  Kata Kunci: Peranan, Orang Papua Asli, Perdagangan, Kewirausahaa