JURNAL ILMIAH SOCIETY
Not a member yet
203 research outputs found
Sort by
Proses Integrasi Mahasiswa Suku Batak Dalam Masyarakat Kota Manado
Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui proses integrasi sosial mahasiswa suku Batak dengan masyarakat kota Manado, Sulawesi Utara. Di Sumatera, secara khusus di Sumatera utara ada suku batak dengan 5 pembagian suku yaitu, suku Batak Toba, Batak Karo, Batak Mandailing, Batak Pak pak dan Batak Simalungun. Dan dari setiap suku yang ada memiliki keunikannya masing-masing, mulai dari adat, bahasa, sistem perkawinan dan tutur dalam kekerabatan. Dan salah satu mindset masyarakat Suku Batak yang sampai ini masih sering diterapkan orang tua terhadap anaknya, yaitu “merantau kau, biar tau hidup mandiri” sehingga tidak heran kalau masyarakat Suku Batak ada di berbagai tempat di Indonesia, Secara khusus Sulawesi Utara di Manado. Tetapi walaupun sudah berada dikota yang memiliki perbedaan budaya dan adat, masyarakat Suku Batak selalu berusaha untuk bisa meneyesuaikan diri dengan lingkungan sekitar dan menyatukan hidup dengan masyarakat setempat. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Mahasiswa suku Batak berintegrasi sosial dengan mengikuti berbagai macam organisasi yang ada didalam Kampus maupun yang ada diluar Kampus. dan kegiatan dalam masyarakat, seperti gotong royong dan ibadah yang dilakukan setiap minggunya. Dalam berintegrasi mahasiswa suku Batak menyatu dalam sistem di lingkungan Kampus serta berhubungan baik dengan mahasiswa lainnya. Meskipun terdapat perbedaan adat istiadat dalam pola pikir. Mahasiswa suku Batak bisa bertahan dengan lingkungannya dan mencapai tujuan yang diinginkan.
Kata Kunci : Integrasi, Mahasiswa, Suku Batak, Kota Manad
Peran Dinas Sosial Daerah Provinsi Sulawesi Utara Dalam Peningkatan Pelayanan Sosial Lanjut Usia Di Balai Penyantunan Sosial Lanjut Usia Terlantar “Senja Cerah”
Adapun tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui sejauh mana Peran Dinas Sosial Daerah Provinsi Sulawesi Utara dalam Peningkatan Pelayanan Sosial Lanjut Usia di Balai Penyantunan Sosial Lanjut Usia Terlantar “Senja Cerah”. Upaya Penanganan Kesejahteraan Sosial Lanjut Usia sebagaimana tercantum dalam UU No. 13 tahun 1998, baik untuk lanjut usia yang potensial maupun non potensial. Disebutkan bahwa lanjut usia berhak mendapatkan pelayanan sosial sesuai dengan kebutuhan dan permasalahan yang dialaminya. Kemudian UU No. 11 tahun 2009 tentang Kesejahteraan Sosial pasal 38 (1) menyebutkan bahwa “Masyarakat mempunyai kesempatan yang seluas-luasnya untuk berperan dalam penyelenggaraan kesejahteraan sosial”. Kemudian pada pasal 38 (2) ditegaskan, bahwa penyelenggaraan kesejahteraan sosial dari unsur masyarakat diantaranya adalah melalui LKS (Lembaga Kesejahteraan Sosial) atau Organisasi Sosial. Dinas social merupakan perangkat daerah yang ditugaskan untuk mengurus permasalahan social termasuk penduduk yang usia lanjut. Lokasi penelitian ini di Dinas Sosial provinsi Sulawesi utara. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan Dinas Sosial Daerah Provinsi Sulawesi Utara hanya mengacu pada satu peran saja yaitu peran fasilitatif sedangkan peran edukasi, peran teknis dan peran representasi tidak terlaksana. Dinas Sosial Daerah Provinsi Sulawesi Utara hanya memfasilitasi gedung dan kebutuhan sandang sesuai anggaran yang telah ditentukan. Dalam peningkatan pelayanan sosial tidak ada yang dilakukan terhadap Balai Penyantunan Sosial Lanjut Usia Terlantar “Senja Cerah.
Kata Kunci : Peran, Dinas Sosial, Pelayanan Sosial, Usia Lanju
Kepuasan Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial Dan Politik Universitas Sam Ratulangi Manado Terhadap Penerapan Pembelajaran Dalam Jaringan Di Masa Pandemi Covid-19
Virus Covid-19 telah menjadi pandemi dunia dan menyebar secara luas ke berbagai negara di seluruh dunia, seperti yang dinyatakan oleh WHO. Salah satu kebijakan yang diambil pemerintah pada sektor pendidikan, yaitu melakukan perubahan pembelajaran dari pembelajaran tatap muka di kelas menjadi pembelajaran dalam jaringan (online). Tujuan dalam penelitian ini adalah Untuk mengetahui kepuasan mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Sam Ratulangi Manado terhadap penerapan pembelajaran daring. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Pembelajaran dalam jaringan (daring) merupakan pembelajaran yang memanfaatkan internet dan media digital disertai dengan aksesibilitas, konektivitas, fleksibilitas dalam penyampaian materinya, dan kemampuan untuk memunculkan berbagai jenis interaksi pembelajaran. Kepuasan mahasiswa adalah sikap positif mahasiswa terhadap pelayanan lembaga pendidikan tinggi karena adanya kesesuaian antara harapan dari pelayanan dibandingkan dengan kenyataan yang diterimanya. Kepuasan mahasiswa FISIP bisa diukur oleh seberapa puas mereka menjalani perkuliahan dengan metode dalam jaringan (daring) ini, maka dari itu perlu lagi untuk didalami bagaimana tanggapan para mahasiswa FISIP akan pembelajarang daring.
Kata Kunci: Kepuasan, Pembelajaran Daring, Covid-19, Mahasisw
Peranan Modal Sosial Ekonomi Dalam Diversifikasi Pekerjaan Masyarakat Petani Di Desa Tonsawang Kecamatan Tombatu Minahasa Tenggara
Indonesia sendiri merupakan negara agraris yang sebagian besar penduduknya bekerja dilahan pertanian.Lahan pertanian menjadi salah satu faktor penunjang kebutuhan hidup masyarakat terutama masyarakat pedesaan.Masyarakat pedesaan pada umumnya adalah masyarakat yang mengagunakan sumber daya alam pada bidang agraris, di mana masyarakat tersebut secara turun temurun melakukan aktivitas pada sektor pertanian, sehingga masyarakat yang ada di daerah pedesaan dan pinggiran memperoleh penghasilan atau mengandalkan usaha yang bergerak di bidang pertanian. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui peranan modal ekonomi dan modal sosial dalam diversifikasi pekerjaan petani cengkeh. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan orientasi petani merupakan perubahan pandangan atau cara berfikir untuk mencukupi kebutuhan tidak hanya dari sektor pertanian, tetapi juga mengandalkan dari sektor nonpertanian.Walaupun para petani pada umumnya mengerjakan berbagai pekerjaan yang berhubungan dengan pertanian, namun dalam masyarakat pedesaan juga terdapat beberapa jenis pekerjaan yang tidak merupakan dari kegiatan pertanian seperti melakukan pekerjaan yang lain untuk memenuhi kebutuhan hidup,banyak petani melakukan pekerjaan keduanya- duanya, masing-masing sebagai pekerjaan utama dan pekerjaan sampingan.Kecukupan dan keperluan ekonomi bagi masyarakat dikatakan terjangkau bila pendapatan rumah tangga cukup untuk menutupi keperluan rumah tangga dan pengembangan usahanya yang sebagian besar di dapatkan dari aspek pertanian. Diversifikasi pekerjaan yang dilakukan oleh petani cengkeh cukup beragam,yakni dengan mengandalkan fisik dan keahlian seperti: kuli bangunan, ojek, berdagang, buruh upahan.Bekerja sebagai petani cengkeh jelas memiliki waktu luang yang relatif banyak dan tenggang waktu.
Kata Kunci : Peranan, Modal Sosial, Diversifikasi Pekerjaan, Petan
Perilaku Belanja Online Pada Ibu Rumah Tangga di Saat Pandi Covid-19 di Desa Beo Kecamatan Beo Kabupaten Kepulauan Talaud
Penyebaran wabah pandemi Covid-19 di negara Indonesia yang semakin cepat memangmerubah interaksi antara bisnis dan pelanggan. Adanya kebijakan dari pemerintah terkaitCovid-19 ini berupa larangan keluar masuk negara Indonesia, social distancing dan stay athome pada akhirnya merubah perilaku konsumen yang awalnya bebas melakukan transaksibisnis maupun perdagangan yang secara offline berubah menjadi online. Penelitian inibertujuan untuk mengetahui apakah para ibu rumah tangga di desa beo kecamatan beomelakukan pembelanjaan secara online disaat pandemic. Dalam penelitian deskriptifkuantitatif ini melibatkan sampel sebanyak 10 responden ibu-ibu rumah tangga di desa beokecamtan beo kabupaten talaud. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 10 responden sudahmemiliki pengetahuan mengenai pembelanjaan online. Dengan alasan Kesehatan danmenghindari tertularnya virus corona. Sehingga dapat disimpulkan bahwa banyak parakonsumen atau pelanggan yang akhirnya merubah perilaku belanjanya menjadi onlineuntuk menghindari wabah ini dan memudahkan dalam memperoleh barang-barang yangdibutuhkannya.
Kata Kunci: Perilaku Konsumen, belanja online Online, Pandemi Covid-1
Persepsi Pemuda Kelurahan Kalumpang Terhadap City Branding Kota Ternate
Dalam pembicaraan nation branding ketika Indonesia di kancah internasional lebih condong terkenal sebuah daerah yang bernama Bali. Adanya fenomena tersebut kemudian membuat pemerintah Indonesia untuk menguatkan kembali nation branding Indonesia. Langkah yang ditempuh oleh pemerintah ialah merekomendasikan para kepala pemerintah daerah untuk melakukan city branding masing-masing daerahnya. Kota Ternate merupakan salah satu kota yang turut berpartisipasi dalam melakukan kreasi terhadap kotanya. Walaupun sebenarnya Ternate mempunyai beberapa image city yang merupakan bagian dari city branding seperti kota Jasa, kota Madani, kota Sejarah bahkan kota Budaya, akan tetapi, semuanya belum dikemas secara jelas dengan konsep city branding. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. City branding kota Ternate yang masih tergolong baru, tentu masih banyak tugas yang harus dikerjakan, baik dari pemerintah, stakeholder terkait maupun masyarakat kota Ternate dalam rangka menguatkan citra kota Ternate sebagai Kota Rempah. Kota Rempah sebagai identitas kota Ternate juga diharapkan bisa memperoleh persepsi dan kesan positif dari pemuda yang merupakan bagian dari masyarakat kota Ternate. Sebab, persepsi dari pemuda bisa jadi hal penting untuk mengevaluasi sejauh mana pembangunan city branding Kota Ternate berlangsung.
Kata Kunci: Persepsi, City Branding, Pemud
Menurunnya Tradisi Mapalus Di Desa Kamangta Kecamatan Tombulu Kabupaten Minahasa
Tujuan dari penelitian ini yaitu Untuk mengetahui dampak menurunnya tradisi mapalus di Desa Kamangta Kecamatan Tombulu Kabupaten Minahasa. budaya mapalus di manado, Atau Tradisi Mapalus ini seringkali menjadi objek kesejahteraan hingga kerukunan di manado, banyak dari masyarakat manado yang berada di luar daerah manado seringkali membahas tentang budaya tersebut. Dikarenakan budaya ini sudah jarang di temui bahkan sampai ke pelosok desa yang ada di manado lebih jelasnya di desa desa yang ada di minahasa. Dengan hal ini kita harus mengenallebih lanjut TradisiMapalus serta apa yang di unggulkan di dalam tradisi itu tersebut sehingga kita harus menlestarikan Kembali tradis mapalus ini. Namun seiring perkembangan zaman tradisi tersebut mengalami gradasi dan penurunan baik intensitas maupun maknanya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Hasil penelitian disimpulkan bahwa enurunnya tradisi mapalus adalah di nilai sangat merugikan dan mempunyai dampak negatif di setiap individu karena pada masa lampau kehidupan hanya bergantung pada tradisi mapalus ini, menurunnya tradisi mapalus ini di karenakan masyarakat beraktivitas dan bekerja di kota Manado.
Kata Kunci : Tradisi, Mapalus, Penuruna
Dampak Perceraian Orang Tua Terhadap Kehidupan Serta Kesehatan Mental Anak Di Desa Sawangan Kecamatan Tombulu Kabupaten Minahasa
Perceraian orang tua sangat berdampak pada anak, dampak perceraian bisa terhadap kehidupan bahkan sampai berdampak pada kesehatan mental anak. Karena bagi anak keluarga dan orang tua merupakan hal yang sangat penting dan merupakan satu-satunya hal yang dia memiliki sejak lahir. Perceraian yang terjadi didalam sebuah pernikahan bisa menjadi mimpi buruk terhadap anak sebab orang yang dia sayangi memilih untuk berpisah dan keluarga yang dia kenal akan hancur. Orang tua sangat berperan penting dalam mengambil keputusan untuk masa depan keluarga, jika satu saja kesalahan terjadi dalam keputusan yang diambil maka itu akan berdampak pada semua anggota keluarga termasuk pada anak dan bahkan pada masyarakat sekitar. Keputusan untuk bercerai harus dipikirkan secara baik-baik agar tidak akan membuat dampak yang negatif bagi anggota keluarga terutama berdampak pada anak. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahwa perceraian orang tua sangatlah berdampak pada kehidupan serta kesehatan mental anak mereka. Dampak yang terjadi karena perceraian orang tua terhadap kehidupan serta kesehatan mental anak merupakan hal yang tidak diketahui oleh orang tua secara keseluruhan dari apa yang dirasakan dan dialami anak tersebut. Dampak-dampak yang terjadi pada anak bukan hanya akan mempengaruhi kehidupannya tetapi akan berdampak juga terhadap kesehatan mental anak, depresi merupakan dampak yang paling banyak dirasakan anak saat orang tua mereka bercerai dan ada juga dampak-dampak lain yang sering dirasakan anak adalah kesedihan akut, menutup diri, trauma dan posesif. Kata Kunci : Keluarga, Perceraian, Anak, Kesehatan Menta
Dampak Penjualan Pakaian Bekas Terhadap Peningkatan Kesejahteraan Sosial Ekonomi Pedagang Di Pasar Pinasungkulan Bitung
Manusia sebagai makhluk sosial, yang kerap bergaul dan berinteraksi membutuhkan pakaian yang layak untuk memenuhi kebutuhan sandangnya. Namun kebutuhan itu sudah tidak dapat dibedakan lagi dengan keinginan. Pakaian merupakan salah satu kebutuhan pokok yang tidak terlepas dari kehidupan sehari-hari. Manusia membutuhkan pakaian karena pakaian memiliki manfaat kepada para pemakainya. Pakaian bekas menjadi salah satu target masyarakat untuk mendapat gaya fesyen yang berbeda dari yang lain, karena kebanyakan pakaian bekas mempunyai merek ternama di luar negeri dan model pakaian yang tidak pasaran. Maka tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Dampak Penjualan Pakaian Bekas Terhadap Peningkatan Kesejahteraan Sosial Ekonomi Pedagang di Pasar Pinasungkulan Bitung. Penelitian ini berfokus pada dampak penjualan terhadap peningkatan sosial ekonomi masyarakat dan kesejahteraan ekonomi penjual pakaian bekas. Penelitian ini menggunakan Teori Struktur Sosial Ekonomi dan Teori Kesejahteraan Sosial sebagai data pendukung. Dari hasil penelitian kesejahteraan sosial yang di dapat, para pedagang ternyata belum memenuhi beberapa komponen tingkat status sosial ekonomi. Tingkat status sosial ekonomi dianggap atau diukur dengan pekerjaan, pendapatan dan kekayaan, tingkat pendidikan, status dan lokasi rumah, pergaulan serta kegiatan sosial.
Kata Kunci: Penjualan, Pakaian Bekas, Kesejahteraan Sosial, Pedagang
 
Gaya Hidup Hedonis Di Kalangan Mahasiswa Kost (Studi Kasus Pada Mahasiswa Fisip Unsrat)
Gaya hidup hedonis adalah suatu dorongan individu untuk berperilaku dengan memegang prinsip kesenangan. Gaya hidup hedonis sangat berpengaruh dan begitu nyata di kalangan masyarakat terutama pada mahasiswa. Mahasiswa terlalu antusias dengan hal-hal yang baru, mengingat gaya hidup hedonis ini memiliki daya tarik yang besar terhadap mahasiswa. Gaya hidup hedonis ini disebabkan juga dengan adanya modernisasi, Modernisasi merupakan suatu bentuk perubahan sosial. Menurut Soerjono Soekanto, Modernisasi adalah suatu bentuk dari perubahan sosial. Biasanya merupakan perubahan sosial yang terarah (directed change) dan didasarkan suatu perencanaan (social planning). Era Globalisasi telah membawa perubahan dan perlahan menggeser nilai-nilai budaya ataupun pola pemikiran yang ada pada mahasiswa. Perubahan yang berlangsung sangat cepat ini mengakibatkan terjadinya perubahan perilaku dan gaya hidup pada mahasiswa. Gaya hidup yang dijalani cenderung mengarah pada kebiasaan hidup glamour, senang menghamburkan uang, dan hanya menghabiskan waktu untuk bersenang-senang. Penelitian ini menggunakan metode Kualitatif, dengan lokasi penelitian pada Fisip Unsrat, dan informan yang di wawancarai ada 15 mahasiswa aktif dari 5 jurusan yang mewakili Fisip Unsrat. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi,wawancara, dan dokumentasi. Hasil dari penelitian menunjukan bahwa Gaya hidup hedonis mahasiswa kost pada Fisip Unsrat seperti , meluangkan waktu diluar untuk makan, nongkrong, atau bahkan sekedar hang out bersama teman-teman. Hal-hal tersebut tentunya menjadi tolak ukur bagi mahasiswa kost untuk kategori hedonisme.
Kata Kunci : Gaya Hidup, Hedonis, Mahasiswa