Jurnal Kesehatan Medika Saintika
Not a member yet
301 research outputs found
Sort by
ANALISIS POTENSI INTERAKSI OBAT PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK (GGK) STADIUM AKHIR DI RUMAH SAKIT AULIA PEKANBARU
Setiap tahun terjadi peningkatan prevalensi penyakit gagal ginjal kronik (GGK) stadium akhir atau End Stage Renal Disease (ESRD) di Indonesia, seiring dengan meningkatnya jumlah penduduk usia lanjut dan angka kejadian penyakit diabetes melitus dan hipertensi yang juga berpotensi terjadinya komplikasi penyakit lain dalam jangka panjang seperti anemia, kelainan mineral dan tulang, sehingga membutuhkan penggunaan berbagai macam obat (polifarmasi). Penggunaan obat dalam jumlah banyak dan dalam waktu yang lama akan meningkatkan kemungkinan terjadinya interaksi obat yang berisiko menurunkan efektivitas terapi dan memperburuk kondisi pasien. Penelitain ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik pasien, jenis obat yang digunakan, potensi interaksi obat, tingkat keparahan dan mekanisme interaksi obat pada pasien GGK stadium akhir. Penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling dengan total 112 sampel yang memenuhi kriteria inklusi periode Januari dan Desember 2022. Penelitian ini merupakan penelitian observasional, dan data dikumpulkan secara retrospektif. Analisis interaksi obat dilakukan berdasarkan software Drugs.com dan Drugbank.com dengan pengelompokan berdasarkan tingkat keparahan minor, sedang dan mayor. Hasil yang didapatkan, pasien dengan GGK sebagian besar berjenis kelamin laki-laki (55,36%), rentang usia ≥65 tahun (48,21%), lama perawatan ≤7 hari (60.71%), hipertensi (51,79%), jumlah penggunaan obat 6-10 jenis ( 56.25%) dan obat yang paling banyak digunakan adalah Furosemid (6,54%). Proporsi pasien yang mengalami kejadian interaksi obat sebesar 95% dengan kejadian interaksi terbanyak 1-3 kali (56,60%) dalam waktu penggunaan obat yang bersamaan. Interaksi obat yang paling sering terjadi adalah kombinasi Furosemide dan Omeprazole (8,73%). Proporsi tingkat keparahan kelompokkan dengan kategori minor (13,32%), moderat (13,32%) dan mayor (2,4%
PENGARUH KONSELING KELOMPOK MENGGUNAKAN COGNITIVE BEHAVIORAL THERAPY DALAM PENINGKATAN COPING ADHERENE PASIEN HIV/AIDS MENGGUNAKAN OBAT ARV DI POLIKLINIK VOLUNTARY COUNSELING TESTING
Salah satu pendekatan yang menjanjikan dalam meningkatkan coping kepatuhan adalah melalui konseling kelompok dengan Terapi Kognitif-Perilaku (CBT). Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas konseling kelompok dengan CBT dalam meningkatkan tingkat kepatuhan pasien HIV/AIDS terhadap pengobatan ARV di Klinik Voluntary Counseling Testing. Penelitian ini menggunakan desain potong lintang, dengan sampel 13 pasien HIV/AIDS dari seluruh populasi penelitian yang datang ke Poliklinik Voluntary Counseling Testing di RSUP Dr. M. Djamil Padang. Tingkat kepatuhan diukur berdasarkan Kepatuhan Penanganan, Analisis Skala Kepatuhan Obat Morisky (MMAS), dan tingkat depresi. Analisis univariat digunakan untuk mengamati distribusi frekuensi setiap variabel. Uji chi-square digunakan untuk mengidentifikasi hubungan antara kepatuhan penanganan dan kepatuhan pasien HIV/AIDS terhadap penggunaan obat ARV. P < 0,05 menunjukkan signifikansi, dan data dianalisis menggunakan SPSS versi 21.0. Dampak dari konseling kelompok dengan CBT menunjukkan peningkatan hasil adaptif pasien untuk setiap parameter. Hasil menunjukkan bahwa kepatuhan penanganan meningkat menjadi 92,30% dari awal 30,76%, MMAS menunjukkan peningkatan kepatuhan menjadi 92,30% dari awal 15,38%, dan keparahan depresi pada tingkat moderat mengalami penurunan sebesar 8%. Berdasarkan hasil yang diperoleh, terlihat bahwa intervensi konseling kelompok dengan CBT efektif dalam meningkatkan kepatuhan pada pasien HIV/AIDS
HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU DAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BALITA DIWILAYAH KERJA PUSKESMAS KOTO BARAPAK KECAMATAN BAYANG KABUPATEN PESISIR SELATAN
Berdasarkan laporan cakupan imunisasi dasar lengkap dinas kesehatan kabupaten pesisir selatan, puskesmas koto barapak merupakan cakupan terendah pada tahun 2021. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu dan dukungan keluarga terhadap Pemberian Imunisasi Dasar Lengkap Di Wilayah Kerja Puskesmas Koto Berapak. Penelitian ini menggunakan metode penelitian analitik dengan rancangan cross sectional, pengambilan sampel secara concentive sampling. Populasi padapenelitian ini adalah ibu yang meiliki batita yang berumur 12-24 bulan di wilayah kerja puskesmas koto barapak pada bulan januari –maret 2022 berjumlah 316. Dengan sample yang didapat secara berjumlah 133 ibu yang memiliki batita. Pengumpulan data menggunakan kuisioner dan dokumen imunisasi, pengolahan data dilakukan dengan cara komputerisasi, analisis data deskriptif dilakukan secara univariat dan aanalisis uji statistik dilakuakan secara bivariat menggunakan Chi Square. Hasil penelitian didapatkan dari 133 responden memiliki status imunisasi tidak lengkap sebanyak 75 responden, pengetahuan rendah 68 responden, kurang dukungan keluarga 70 responden, terdapat hubungan antara pengetahuan (p = 0.036) dan dukungan keluarga (p = 0.000) dengan pemberian imunisasi dasar lengkap. Saran kepada ibu balita agar dapat mengimunisasikan anak balitanya secara lengkap supaya terhindar dari penyakit tertent
Penerapan Terapi Generalis dengan Gangguan Persepsi Sensori Halusinasi Di Wilayah Kerja Puskesmas Andalas
Halusinasi dapat berdampak pada bunuh diri, membunuh orang lain, bahkan merusak barang disekitarnya, maka penanganan pada pasien dengan halusinasi dapat dilakukan dengan terapi generalis pada pasien dan keluarga. Tujuan dari karya ilmiah akhir ini adalah untuk melihat kemampuan pasien mengontrol halusinasi dengan terapi generalis. Metode yang digunakan adalah Quasi Experiment dengan menggunakan pendekatan One Grup Pretest-postest, dengan jumlah sampel 9 pasien dengan diagnosa keperawatan gangguan persepsi sensori halusinasi. Hasil penelitian setelah diberikan terapi generalis adanya penurunan skor halusinasi menggunakan kuisoner AHRS (Auditory Hallucination Rating Scale) dari saat pretest dan pada saat post test. Jadi dengan terapi generalis dapat mengontrol gangguan presepsi sensori halusinasi. Diharapkan kepada perawat jiwa agar melakukan kunjungan rumah pada pasien gangguan persepsi sensori halusinasi sehingga dapat memberikan dukungan dan melakukan evaluasi secara berkelanjutan mengenai terapi generalis yang sudah diberikan.Kata Kunci : Halusinasi, Terapi Generalis, Keluarg
PERBANDINGAN TEKNIK PENANGANAN NYERI PUNGGUNG NON FARMAKOLOGIS IBU HAMIL TRIMESTER III
Sekitar 60-80% wanita hamil di Indonesia mengalami nyeri punggung, hal ini disebabkan oleh beban tubuh yang semakin besar seiring bertambahnya usia kehamilan, perubahan bentuk tubuh dan adanya pergeseran pusat gravitasi. Jika tidak mendapatkan penanganan yang lebih baik maka akan mengganggu aktifitas fisik dan dapat menimbulkan nyeri punggung kronis. Dampaknya kesulitan dalam berjalan sehingga membutuhkan alat bantu jalan. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan perbedaan efektifitas teknik penanganan nyeri punggung ibu hamil secara Warm Compress dan Back Rub Massage. Jenis penelitian quasy experiment with two grup pretest-posttest desaign. Pengumpulan data dilakukan bulan November di wilayah Kerja Puskesmas Semurup tahun 2022 dengan membagi dua kelompok ibu hamil trimester III dimana masing-masing kelompok berjumlah 16 orang dan diberikan perlakuan yang berbeda yaitu Warm Compress dan Back Rub Massage. Teknik pengambilan sampel secara purposive sampling. Alat ukur nyeri menggunakan Faces Pain Rating Scale. Analisa data secara univariat dan bivariat menggunakan uji Independent t-test dan Dependent t-test. Rerata nyeri pre- post intervensi Warm Compress adalah 4, 75 ; 2,44, rerata nyeri pre- post intervensi back rub massage adalah 4, 81 ; 3,06. Hasil perbedaan efektifitas warm compress dan back rub massage adalah 2, 44 ; 3, 06 dan p value 0,011. Terdapat perbedaan efektifitas warm compress dan back rub massage terhadap nyeri punggung pada wanita hamil TM III dengan p value 0,011. Terapi ini dapat disosialisasikan melalui kelas bumil pada ibu dan anggota keluarga sehingga dapat membantu mengurangi nyeri punggung yang dialami oleh ibu tanpa menggunakan obat farmakologis
PENERAPAN PROTOKOL KESEHATAN COVID-19 DI TEMPAT WISATA (LITERATURE REVIEW)
ABSTRAK Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-CoV-2). Pandemi COVID-19 tidak hanya berdampak pada kesehatan, tetapi juga pada sektor pariwsata. Berwisata disaat pandemi harus menerapkan protokol kesehatan yang ketat sesuai dengan ketentuan pemerintah. Tujuan dari literature review ini adalah untuk mengkaji bagaimana penerapan protokol kesehatan di tempat wisata. Metode yang digunakan dalam studi literature ini adalah descriptive review. Artikel berasal dari google scholar dan PubMed yang menggunakan kata kunci COVID-19, protokol kesehatan, dan pariwisata. Hasil penelitian menunjukkan secara umum sarana dan prasaran protokol COVID-19 telah ada di tempat wisata, akan tetapi belum dilakukan secara maksimal sesuai anjuran pemerintah. Pelaksanaan protokol COVID-19 memerlukan strategi dan inovasi dari pengelola wisata. Selain itu, diperlukannya kesadaran dan komitmen dari berbagai pihak baik pengelola, masyarakat, maupun pengunjung. Peningkatan pengetahuan dapat memengaruhi seseorang untuk menerapkan protokol kesehatan saat pandemi COVID-19. Peningkatan pengetahuan dapat dilakukan dengan meningkatkan sosialisasi tentang penerapan protokol kesehatan secara langsung dan atau menggunakan media, media eketronik mapun media cetak.Kata Kunci : COVID-19; Protokol Kesehatan; Pariwisata ABSTRACT Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) is an infectious disease caused by Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-CoV-2). The COVID-19 pandemic has not only had an impact on health, but also on the tourism sector. Traveling during a pandemic must implement strict health protocols in accordance with government regulations. The purpose of this literature review is to examine how health protocols are implemented in tourist attractions. The method used in this literature study is a descriptive review. Articles come from Google Scholar and PubMed which use the keywords COVID-19, health protocols and tourism. The results of the study show that in general the facilities and infrastructure for the COVID-19 protocol already exist in tourist attractions, but have not been carried out optimally according to government recommendations. Implementation of the COVID-19 protocol requires strategy and innovation from tourism managers. In addition, it requires awareness and commitment from various parties, both managers, the public and visitors. Increased knowledge can influence someone to implement health protocols during the COVID-19 pandemic. Increasing knowledge can be done by increasing socialization about implementing health protocols directly and or using media, electronic media and print media.Keywords: COVID-19; Health Protocol; Touris
STUDI KASUS: TERAPI MENGHISAP ES BATU UNTUK MENGURANGI RASA HAUS PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK
Gagal Ginjal Kronik merupakan gangguan fungsi ginjal yang progresif dan tidak dapat pulih kembali, dimana tubuh tidak mampu memelihara metabolisme, keseimbangan cairan dan elektrolit yang berakibat pada peningkatan ureum. Penderita gagal ginjal kronis menjadikan hemodialisis sebagai rutinitas dan pasien yang menjalani hemodialisa harus mempertahankan pembatasan asupan cairan, sehingga tercapai keseimbangan cairan tubuh agar tidak terjadi kelebihan cairan. Pembatasan cairan menjadikan penurunan intake per oral akan menyebabkan mulut kering dan lidah jarang teraliri air dan keadaan ini yang memicu keluhan haus. untuk mengurangi rasa haus pada penderita gagal ginjal kronik karena pembatasan cairan adalah dengan mengkonsumsi potongan es karena dapat memberikan perasaan lebih segar, Rasa haus juga berkurang karena air yang berasal dari ice cube yang telah mencair ditelan dan memberikan efek dingin yang menyegarkan, sehingga osmoreseptor menyampaikan ke hipotalamus bahwa kebutuhan cairan tubuh terpenuhi, feedback dari kondisi ini adalah rasa haus berkurang. Tujuan : untuk mengetahui asuhan keperawatan pada pasien GGK dengan DM dengan terapi menhisap es batu untuk mengurangi rasa haus. Metode : Pendekatan studi kasus, merupakan studi yang mendalam tentang individu dan berjangka waktu tertentu, terus menerus serta menggunakan objek tunggal. Hasil : pada intervensi keperawatan dengan masalah kelebihan volume cairan dengan menggunakan terapi menghisap es batu didapatkan terdapat perubahan rasa haus dari haus sedang menjadi haus ringan. Kesimpulan : terapi menghisap es batu efektif untuk mengurangi rasa haus pada pasien GGK dengan DM yang sedang menjalani hemodialis
EFEKTIFITAS SUPPORTIVE EDUCATIVE NURSING INTERVENTION (SENI) DALAM MENURUNKAN INTERDIALYTIC WEIGHT GAIN (IDWG) PADA PASIEN HEMODIALISA
Fluid restriction is the hardest regimen to follow in chronic kidney disease patients receiving hemodialysis, leading to an increase of Interdialytic Weight Gain (IDWG) with several complications. Supportive Educative Nursing Intervention (SENI) Orem's theory is innovative method with the goal of enhancing fluid restriction and thus have a positive impact on controlling IDWG as an objective marker of fluid restriction adherence. This study aimed to determine the effect of Supportive Educative Nursing Intervention (SENI) on Interdialytic Weight Gain (IDWG) of CKD patients receiving hemodialysis. This study adopted a quasi-experimental, pre and post test with control group. This study was conducted at the RSUD. Dr. M Yunus Bengkulu, Indonesia involving 80 hemodialysis patients. IDWG was measured by weight measurement before and after HD. Outcomes were measured before intervention, 1 week after intervention, and 2 weeks after intervention. Data analysis were carried out using Repeated ANOVA, and Independent sample t-test. Repeated ANOVA test showed a statistically significant difference IDWG after 2 weeks of intervention between both of groups with greater decline in intervention group compared to the control group (p=0.013). Supportive Educative Nursing Intervention (SENI) Orem's theory increases fluid restriction control as indicated by IDWG.Keywords: Chronic Kidney Disease (CKD), Hemodialysis, Supportive Educative Nursing Intervention (SENI), Interdialytic Weight Gain (IDWG
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN RENDAHNYA PEMERIKSAAN IVA TERHADAP KANKER SERVIKS DI PUSKESMAS BAYUNG LENCIR
Di Indonesia khususnya di Provinsi Sumatera Selatan tahun 2020 tercatat sebanyak 14.768 orang WUS yang melakukan pemeriksaan IVA dengan hasil positif sebanyak 183 orang, WUS yang melakukan pemeriksaan IVA sebanyak 2039 orang dari sasaran WUS tahun 2021 di Puskesmas Bayung Lencir sebanyak 7590 orang (26,9% ). Hal ini menunjukkan bahwa kesadaran wanita usia subur dalam melakukan pemeriksaan deteksi dini kanker serviks masih rendah yang dapat dikarenakan kurangnya pengetahuan terhadap pemeriksaan deteksi dini kanker serviks. Penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional,penelitian ini bertujuan mengetahui Faktor apa saja penyebab rendahnya pemeriksaan IVA di Wilayah Kerja Puskesmas Bayung Lencir Tahun 2022. Penelitian ini dilaksanakan bulan September tahun 2022. Populasi penelitian ini semua WUS sebanyak 7.950 dan sampel sebanyak 95 orang dengan menggunakan teknik random sampling dan pengumpulan data menggunakan kuesioner . Analisis yang digunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji Chi Square. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar responden tidak pernah melakukan pemeriksaan IVA 58 orang (61,1%), dengan pengetahuan rendah 43 orang (45,3%), sebanyak 55 orang (57,9%) tidak memiliki jaminan kesehatan, serta jarak tempat pelayanan yang jauh 70 orang (73,7%).Hasil uji statistik bahwa ada hubungan pengetahuan ( p value 0,044), jaminan kesehatan ( p value 0,036) dan jarak tempat pelayanan ( p value 0,023) dengan rendahnya pemeriksaan IVA. Diharapkan layanan puskesmas meningkatkan frekuensi penyuluhan kesehatan pada masyarakat mengenai pentingnya deteksi dini kanker serviks. Penyuluhan melingkupi tentang penyakit kanker serviks, serta tanda bahayanya, dan pentingnya pengenalan dini. Harapannya dapat meningkatkan kunjungan pemeriksaan deteksi dini kanker serviks dengan IVA di Puskesmas Bayung Lencir. Kata Kunci: Jaminan kesehatan; jarak; IVA; pengetahua
ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM INFORMASI BOOKING ANTRIAN PELAYAN PADA KLINIK MEDIKA SAINTIKA BERBASIS WEBSITE
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan merancang sebuah sistem informasi booking antrian pelayanan pada Klinik Medika Saintika yang berbasis website. Klinik Medika Saintika merupakan sebuah fasilitas pelayanan kesehatan yang membutuhkan efisiensi dalam manajemen antrian pasien. Dalam upaya meningkatkan kualitas layanan dan kenyamanan pasien, penelitian ini mengusulkan pengembangan sistem berbasis web yang memungkinkan pasien untuk melakukan booking antrian secara online. Metodologi yang digunakan meliputi analisis kebutuhan, pengumpulan data, perancangan sistem, dan implementasi berbasis teknologi web. Dalam analisis kebutuhan, akan diidentifikasi tantangan dan masalah yang dihadapi oleh Klinik Medika Saintika dalam manajemen antrian pasien. Kemudian, perancangan sistem akan melibatkan desain antarmuka pengguna yang intuitif, pengembangan basis data untuk manajemen antrian, serta integrasi dengan sistem pelayanan klinik yang sudah ada. Diharapkan sistem informasi booking antrian ini akan membantu Klinik Medika Saintika dalam meningkatkan efisiensi operasional, mengurangi waktu tunggu pasien, dan memberikan pengalaman pelayanan yang lebih baik bagi pasien. Selain itu, sistem ini juga akan memungkinkan pemantauan dan analisis data antrian pasien untuk pengambilan keputusan yang lebih baik dalam manajemen klinik. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat menjadi kontribusi positif dalam pengembangan teknologi informasi di bidang layanan kesehatan, khususnya dalam manajemen antrian pasien. Selain itu, sistem informasi booking antrian berbasis web ini juga dapat dijadikan referensi bagi klinik-klinik lain yang ingin meningkatkan kualitas pelayanan mereka melalui penerapan teknologi informasi.Kata Kunci : Sistem Informasi, Pendaftaran Pasien Online, Peningkatan Pelayanan Kesehatan, Efisiensi Layanan Kesehatan, Teknologi Informasi dalam Kesehatan.Kata kunci : Analisa, Perancangan, Sistem Informasi, Booking Antrian, Klinik Medika Saintik