Jurnal Kesehatan Medika Saintika
Not a member yet
301 research outputs found
Sort by
FORMULASI NANOKAPSUL BIJI LABU (Cucurbita moschata) SEBAGAI SUPLEMEN ZAT BESI DAN ZINK UNTUK STUNTING
Kasus stunting di Indonesia sampai tahun 2022 masih terbilang tinggi menurut riskesdas yaitu 21,6% dari seluruh populasi penduduk Indonesia. Salah satu faktor yang menyebabkan kasus ini adalah kurangnya asupan mineral untuk pertumbuhan terutama zink dan Fe (zat besi). Zink bertanggung jawab terhadap pembelahan sel pada manusia, sedangkan Fe (zat besi) sangat berperan dalam pembentukan sel darah merah. Masalh ini dapat diatasi dengan cepat jika ada produk atau suplemen yang mengandung zink dan Fe. Suplemen ini telah beredar dipasaran, namun yang berasal dari alam masih sangat sedikit didapat. Kelangkaan ini dapat diatasi dengan melakukan eksplorasi produk dari alam yang mengandung banyak mineral terutama zink dan Fe. Salah tumbuhan yang memiliki kandungan mineral yang cukup banyak terutama zink adalah labu kuning. Penelitian ini bertujuan untuk membuat suplemen berbentuk nanokapsul dengan teknik freeze drying. Sampel merupakan campuran antara serbuk biji labu kuning dengan maltodekstrin yang dilarutkan dalam aquadest dengan perbandingan (0,5:5; 1,5:5 dan 3:5). Dan dibekukan dengan freeze drying. Sampel dikarakterisasi dengan AAS, FTIR, PSA dan SEM. Hasil yang diperoleh Formulasi terbaik adalah sampel 3 dengan persentase maltodekstrin 90,9%, ukuran partikel nanokapsul (214,6 nm) dengan indeks polidipersitas terendah yaitu 0,47, nilai rendemen 95,64%, dan bentuk morfologi cenderung bulat, permukaan sedikit cekungan (hampir sempurna). Serbuk biji labu kuning dan maltodekstrin dengan Teknik freeze drying merupakan suplemen yang menjanjikan sebagai suplemen untuk penanganan stunting. Kata kunci : Stunting; Zink; Biji labu kunin
Determinan Kejadian Gigitan Hewan Penular Rabies (GHPR) di Kabupaten Tanah Datar Tahun 2019–2023
Latar Belakang: kasus rabies disebabkan oleh gigitan hewan penular rabies yang terinfeksi, umumnya didominasi oleh hewan anjing. Rabies adalah penyakit virus yang merusak sistem saraf. Tujuan: Tujuan Sistem Peringatan Dini Rabies adalah untuk meminimalkan penyebaran rabies dengan mengidentifikasi dan menangani kasus secara cepat. Koordinasi yang efektif dan kolaborasi lintas sektoral antar pemangku kepentingan sangat penting bagi keberhasilan sistem ini. Metode: Analisis data bersifat deskriptif, dengan data kewaspadaan dini kejadian GHPR tahun 2023 dijelaskan menurut orang, tempat, dan waktu. Data ditampilkan dalam bentuk grafik, tabel, atau diagram. data primer merupakan hasil wawancara dari pemegang SKDR dan data sekunder dari profil Dinas Kesehatan Kabupaten Tanah Datar, laporan bulanan, laporan SKDR dan laporan tahunan GHPR. Hasil: Terdapat 328 kasus GHPR di Kabupaten Tanah Datar pada bulan Januari hingga Juli 2023, dibandingkan dengan tahun 2022 dimana terjadi 475 kasus GHPR pada bulan Januari hingga Desember. Dari 185 kasus tersebut, 183 orang adalah laki-laki (56%), dan 145 orang adalah perempuan (44%). Anjing merupakan HPR terbanyak dari semua kasus GHPR. Jarak atau lokasi gigitan mempengaruhi lamanya waktu inkubasi rabies. Masa inkubasi bertambah seiring bertambahnya jarak lokasi gigitan. Dibandingkan masa inkubasi area wajah, masa inkubasi area kaki lebih lama. Kesimpulan: secara umum, Sistem peringatan dini dan pengendalian rabies di Kabupaten Tanah Datar pada tahun 2023 sudah dilakukan secara efektif
Determinan sosial infeksi COVID-19 di Indonesia : Systematic Review
Latar Belakang. Determinan sosial penyebaran COVID-19 merupakan faktor-faktor sosial yang mempengaruhi cara virus COVID-19 menyebar. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji determinan sosial yang memengaruhi infeksi COVID-19 di Indonesia melalui tinjauan sistematis. Metode. Penelitian ini menggunakan metode systematic review dengan kata kunci yang digunakan meliputi social determinant, COVID-19 infection, dan Indonesia. Peneliti juga menggunakan boolean operators seperti AND, OR, atau NOT. Database yang digunakan yakni science direct dan Google Scholar. Hasil. Database diidentifikasi berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi sehingga didapatkan lima (5) studi yang dapat dilakukan systematic review. Tiga studi menemukan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kepadatan penduduk dengan infeksi / kejadian COVID-19. Dua dari lima studi menemukan bahwa jumlah, rasio tenaga kesehatan dan fasilitas kesehatan berhubungan signifikan dengan infeksi / kejadian COVID-19. Kesimpulan. Terdapat hubungan antara kepadatan penduduk, jumlah tenaga kesehatan, dan jumlah fasilitas kesehatan terhadap infeksi COVID-19 di Indonesi
PELAYANAN KEPERAWATAN DENGAN TINGKAT KEPUASAN PASIEN RAWAT INAP DI RUANG SAFA RSUD HARAPAN DAN DOA KOTA BENGKULU
Kepuasan pasien adalah tingkat kepuasan yang dialami pasien sebagai akibat dari proses pemberian pelayanan kesehatan yang memenuhi harapannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pelayanan keperawatan dengan tingkat kepuasan pasien rawat inap di Ruang Safa RSUD Harapan dan Doa Kota Bengkulu. Jenis penelitian ini mengunakan survey analitik yaitu penelitian yang dilakukan untuk memproleh gambaran tentang variable idependen dan variable dependen dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi pada penelitian ini adalah jumlah keseluruhan yang berkunjung di Ruangan Rawat Inap ruang Safa RSHD Kota Bengkulu pada bulan juli 2023. Pengambilan sampel dengan mengunakan tehnik accidental sampling. Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder, data dianalisis menggunakan analisis univariat dan analisis bivariate dengan Contingensi Coeffient (C). Hasil dari penelitian ini Dari 30 responden diketahui Dari 11 orang pelayanan keperawatan kurang baik terdapat 5 (45,5%) orang pasien kurang puas dan 6 (54,5%) orang pasien puas; Dari 30 responden diketahui dari 19 (94,7%) orang pelayanan keperawatan baik terdapat 1 (5,3%) orang pasien kurang puas dan 18 (94,7%) orang pasien puas; Ada hubungan yang signifikan antara pelayanan keperawatan dengan tingkat kepuasan pasien rawat inap di ruang safa RSUD harapan dan doa kota Bengkulu
Faktor Risiko Sosioekonomi Kejadian Kanker di Indonesia: Sebuah Studi Ekologi
Kanker merupakan masalah kesehatan masyarakat yang memiliki angka kejadian dan kematian yang tinggi disebabkan oleh berbagai disparitas sosial. Berbagai penelitian terdahulu telah melaporkan hubungan antara faktor sosial dengan kejadian dan/atau kematian akibat kanker. Penelitian ini adalah penelitian ekologi yang bertujuan untuk mengetahui korelasi antara prevalensi kanker dengan faktor risiko sosioekonomi (indeks pendidikan, persentase kemiskinan, upah minimum provinsi (UMP), tingkat partisipasi angkatan kerja, angka melek huruf (AMH), human development index (HDI), pengetahuan akses ke rumah sakit, pengetahuan akses ke Puskesmas, konsumsi rokok setiap hari, konsumsi rokok kadang-kadang, aktivitas fisik, dan konsumsi makanan berisiko) di 34 provinsi di Indonesia. Data prevalensi kanker bersumber dari Riskesdas 2018. Analisis deskriptif, bivariat dan multivariat dilakukan dalam penelitian. Prevalensi kanker tertinggi berada di DI Yogyakarta sebesar 4,86% dan prevalensi terendah berada di Nusa Tenggara Barat sebesar 0,85%. Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa variabel HDI dan pengetahuan akses ke rumah sakit berkorelas positif dengan prevalensi kanker. Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa hanya variabel persentase pengetahuan akses ke rumah sakit yang secara statistik memiliki hubungan yang signifikan dengan prevalensi kanker di Indonesia pada tahun 2018. Sedangkan HDI dan aktivitas fisik merupakan confounder terhadap hubungan antara pengetahuan akses ke rumah sakit dengan prevalensi kanke
PERBEDAAN EFEKTIVITAS PROMOSI KESEHATAN DENGAN MEDIA FILM DAN LEAFLET TERHADAP PENGETAHUAN WANITA USIA SUBUR TENTANG PEMERIKSAAN INSPEKSI VISUAL ASAM ASETAT DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TIGOBALEH KOTA BUKITTINGGI
Kanker serviks merupakan kanker kedua paling banyak di derita wanita Indonesia pada rentang usia 15-44 tahun. Sumatera Barat merupakan provinsi kedua di Indonesia dengan jumlah kanker serviks tertinggi yaitu 82 per 100.000 penduduk. Menyikapi permasalahan ini, pemerintah mencanangkan program deteksi dini penyakit kanker serviks salah satunya dengan melakukan skrining Inspeksi Visual Asam asetat (IVA). Usaha untuk meningkatkan kesadaran wanita agar berperan aktif dalam mengikuti program deteksi dini kanker serviks, yaitu dengan penyebarluasan informasi melalui promosi kesehatan. Tujuan umum penelitian ini untuk mengetahui perbedaan efektivitas promosi kesehatan dengan media film dan leaflet terhadap pengetahuan wanita usia subur tentang pemeriksaan IVA di wilayah kerja Puskesmas Tigobaleh Kota Bukittinggi.Jenis penelitian ini adalah quasi eksperimental dengan pendekatan pre test-post test. Penelitian dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Tigobaleh Kota Bukittinggi pada bulan Mei-September 2024. Populasi pada penelitian ini adalah semua wanita usia subur (WUS) yang berada di wilayah kerja Puskesmas Tigobaleh tahun 2024 sebanyak 2394 orang. Cara pemilihan sampel menggunakan Simple Random Sampling sebanyak 14 responden kelompok intervensi dengan film dan 14 responden kelompok intervensi leaflet.Hasil uji statistic pada kelompok yang menggunakan media film diperoleh P value 0.001. Sedangkan kelompok promosi kesehatan menggunakan media leaflet didapatkan nilai P value 0.004.Kesimpulan penelitian ini yaitu promosi kesehatan menggunakan media film lebih efektif dalam meningkatakan pengetahuan dibandingkan dengan media leaflet. Diharapkan kepada tenaga kesehatan agar dapat memberikan promosi kesehatan menggunakan media film karena lebih efektif dari pada leaflet dalam meningkatkan pengetahuan seseorang
HUBUNGAN IKLIM DENGAN KASUS DBD DI KABUPATEN TANAH DATAR DAN PADANG PARIAMAN TAHUN 2018-2022
Kabupaten Tanah Datar merupakan dataran tinggi denganjumlah kasus DBD tertinggi di Sumatera Barat tahun 2022, sedangkan Padang Pariaman merupakan dataran rendah dengankemiripan luas wilayah, kepadatan penduduk, serta tingkatpertumbuhan penduduk namun jumlah kasus lebih rendah. Penelitian bertujuan untuk mengetahui hubungan iklim dan kasus DBD di Kabupaten Tanah Datar dan Padang Pariamantahun 2018-2022. Penelitian menggunakan desain studi ekologi. Data penelitian terdiri dari data DBD bulanan dari Dinkes Tanah Datar dan Padang Pariaman, serta data iklim dari StaklimSumatera Barat tahun 2018 hingga 2022. Analisis data meliputiunivariat, bivariat dengan korelasi Spearman, dan analisismultivariat dengan regresi linier berganda. Jumlah kasus DBD tertinggi di Tanah Datar pada Juli 2022, sedangkan di Padang Pariaman pada Desember 2019 dan Oktober 2022. Terdapathubungan suhu (p=0,0005; r=-0,440), kelembaban (p=0,015; r=0,314), dan kecepatan angin (p=0,020; r=0,299) dengan kasusDBD di Tanah Datar serta adanya hubungan curah hujan(p=0,004; r=-0,368), kecepatan angin (p=0,007; r=-0,344), dan lama penyinaran matahari (p=0,003; r=-0,383) dengan kasusDBD di Padang Pariaman. Faktor iklim dominan di Tanah Datar adalah suhu (p=0,0005) dan Padang Pariaman adalah lama penyinaran matahari (p=0,0005). Iklim yang berperan terhadapkasus DBD di Kabupaten Tanah Datar adalah suhu, kelembaban, dan kecepatan angin, sedangkan di Padang Pariaman adalahcurah hujan, kecepatan angin, dan lama penyinaran matahari. Diharapkan membuat kebijakan terkait kesiapsiagaan berbasisdata iklim dalam rangka pengendalian kasus DBD di KabupatenTanah Datar dan Padang Pariaman, terutama suhu dan lama penyinaran matahari pada Juli, Oktober, dan Desember
THE ISOLATION OF LACTIC ACID BACTERIA FROM CASSAVA TAPAI (Manihot esculenta Crantz) AND PROTEASE ENZYME ACTIVITY ASSAY
Bakteri Asam Laktat (BAL) merupakan golongan bakteri yang dapat menghasilkan asam laktat sebagai produk akhir fermentasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi dan menguji aktivitas enzim protease pada BAL dari tape ubi singkong dan melakukan identifikasi secara molekuler terhadap BAL yang memiliki aktivitas enzim protease tertinggi. Terdapat 6 isolat bakteri yang berhasil diperoleh melalui tahap pemurnian dan 1 isolat bakteri asam laktat yang memiliki aktivitas enzim protease tertinggi. Uji aktivitas enzim protease BAL dilakukan menggunakan media agar yang menggandung 1% susu skim dan BAL diidentifikasi secara molekuler menggunakan gen 16s rRNA. Hasil pengujian aktivitas enzim protease menunjukkan bahwa dari 3 isolat BAL yang diperoleh, hanya 1 isolat yang memiliki aktivitas enzim protease (zona bening) yaitu isolat kode 2 dengan diameter rata-rata 8,33 mm, sedangkan kontrol positif berdiameter 30 mm. Hasil identifikasi molekuler menunjukkan bahwa isolat tersebut memiliki homologi 100% dengan Leuconostoc messenteroides Strain 176.Lactic Acid Bacteria (LAB) are a group of bacteria capable of producing lactic acid as the end product of fermentation. This study aimed to isolate and evaluate the protease enzyme activity of LAB from cassava tape and to perform molecular identification of the LAB with the highest protease enzyme activity. A total of six bacterial isolates were successfully obtained through purification, and one LAB isolate showed the highest protease enzyme activity. Protease activity testing of LAB was conducted using an agar medium containing 1% skim milk, and molecular identification was performed using the 16S rRNA gene. The results of the protease enzyme activity test indicated that out of three LAB isolates obtained, only one isolate, coded as isolate 2, exhibited protease activity (clear zone) with an average diameter of 8.33 mm, whereas the positive control had a diameter of 30 mm. Molecular identification results showed that this isolate had 100% homology with Leuconostoc mesenteroides Strain 176
Implementasi Program Penanggulangan Stunting di Dinas Kesehatan Kabupaten Kerinci
Stunting adalah masalah gizi akibat kekurangan asupan jangka panjang, terutama dari masa kehamilan hingga anak berusia 24 bulan. Penelitian ini menganalisis implementasi program penanggulangan stunting di Dinas Kesehatan Kabupaten Kerinci, menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dan studi kasus. Sampel penelitian dipilih secara purposive sampling, melibatkan petugas kesehatan dan masyarakat yang terkait langsung dengan program ini. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dan dianalisis secara tematik dengan triangulasi untuk memastikan validitas. Hasil menunjukkan bahwa koordinasi antarinstansi dalam penanggulangan stunting berjalan efektif dengan dukungan komitmen yang kuat. Terdapat 724 kasus stunting pada anak usia 0-59 bulan, atau sekitar 4,24%, dengan prevalensi tertinggi di Kecamatan Kuliling Danau mencapai 11,80%. Inovasi dalam program penanggulangan stunting telah diterapkan dan mendapatkan respon positif dari masyarakat, meski partisipasi masih perlu ditingkatkan. Implementasi program telah optimal, namun terdapat beberapa tantangan, seperti rendahnya pengetahuan dan kondisi ekonomi kelompok sasaran, keterbatasan anggaran, serta kurangnya publikasi dan konvergensi lintas sektor
TANTANGAN YANG DIHADAPI NERS FRESH GRADUATE SAAT BEKERJA PERTAMA KALI DI RUMAH SAKIT
Pelayanan keperawatan terus dituntut untuk memberikan pelayanan terbaik dan profesional. Instansi pelayanan berusaha memperkerjakan personil yang dapat memenuhi kriteria profesional seperti yang diharapkan, yaitu lulusan perawat profesi (ners). Seiring dengan hal ini, permasalahan lain yang muncul adalah bagaimana ners fresh graduate dengan minimal pengalaman kerja memenuhi tuntutan pekerjaan saat pertama kali bekerja. Penelitian ini bertujuan menggali tantangan lulusan ners fresh graduate saat bekerja pertama kali di rumah sakit. Dengan menggunakan desain penelitian kualitatif dan pendekatan studi fenomenologi, perawat yang bekerja di sebuah Rumah Sakit Pemerintah di Kota Padang, Sumatera Barat, dipilih seabgai partisipan dalam penelitian ini berdasarkan teknik purposive sampling. Didapatkan enam perawat yang berlatar belakang pendidikan Ners fresh graduate yang diwawancarai mengenai pengalaman mereka bekerja pertama kali di rumah sakit dengan menggunakan metode in-depth interview. Rekaman wawancara disalin menjadi bentuk transkrip verbatim, kemudian dilakukan diektraksi menjadi kategori dan subkategori. Penelitian ini mendapatkan tiga kategori, yaitu merasakan beban peran dan tanggung jawab yang besar, masalah komunikasi dengan sejawat, dan menemukan gap antara yang dipelajari di perkuliahan dengan yang dihadapi di rumah sakit. Diharapkan manajemen keperawatan di rumah sakit dapat menguatkan program orientasi bagi ners fresh graduate agar bisa menghadapi tantangan kerja saat bekerja pertama kali di rumah sakit