Jurnal Kesehatan Medika Saintika
Not a member yet
301 research outputs found
Sort by
IMPLEMENTASI VIRTUAL REALITY DAN GRATITUDE THERAPY UNTUK REDUKSI NYERI DAN STRES PADA IBU POST SECTIO CAESAREA DI KABUPATEN BUNGO
Postoperative pain and postpartum stress are two major issues commonly experienced by mothers who undergo sectio caesarea delivery. Poorly managed pain can increase stress, delay the recovery process, and interfere with mother–infant bonding. This study aimed to identify the effect of virtual reality and gratitude therapy on pain and stress among post-cesarean section mothers, who often face more complex physical and emotional challenges. This research employed a quasi-experimental design with a one-group pretest–posttest approach and was conducted in July–August 2025 with 50 participants. Data were analyzed using an independent t-test. Pain was measured using Numeric Rating Scale, and stress was assessed using Perceived Stress Scale. Results showed that 68% of respondents were aged 20–35 years, 48% had a college education, 60% were working mothers, 80% were multigravida, and 82% had a history of previous sectio caesarea. Statistical analysis revealed a significant difference in pain and stress scores after the intervention, with a p-value of 0.0005. These findings suggest that virtual reality combined with gratitude therapy can serve as an effective non-pharmacological intervention for reducing pain and stress in post-sectio caesarea mothers.Keywords: Virtual reality; Gratitude therapy; Pain; Stress; Sectio caesare
Case Study: Oral Hygiene Education in Stroke Patients Experiencing Self-Care Deficits at Hospital X
Stroke patients often experience difficulty performing daily activities, including maintaining oral hygiene, due to muscle weakness and reduced strength. In hospitals, oral hygiene efforts tend to focus on patients with medical devices like feeding tubes, while conscious patients are often overlooked. This issue is worsened by the inconsistency of nurses in providing oral hygiene care and the lack of knowledge among family members on how to perform it in bed. Therefore, education for patients and families is essential. Flipcharts and leaflets can be effective tools, tailored to the patient's condition. This paper aims to provide nursing care through oral hygiene education for Mrs. L, a stroke patient. A case report method was used, involving pre- and post-tests with a questionnaire to assess knowledge and skills, along with oral hygiene status (OHI-S). Education was delivered over 20 minutes using a flipchart, followed by a demonstration from the nurse and a re-demonstration by the family. Results showed improvements: knowledge increased from 73% to 93%, skills from 60% to 93%, and OHI-S improved from 3.16 (poor) to 2.1 (sufficient). It is expected that nurses continue bedside education, and that patients and families can apply oral hygiene practices well
Hubungan dukungan sosial terhadap kejadian kesepian pada remaja di panti asuhan kota padang
Rasa kesepian pada individu berdampak meningkatkan resiko kematian hingga 30% dan apabila dukungan sosial memburuk akan meningkatkan dampak kesepian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan sosial dengan kesepian pada remaja di panti asuhan Kota Padang tahun 2023. Metode penelitian ini menggunakan desain korelasi dengan pendekatan cross sectional dengan uji korelasi pearson product moment. Populasi pada penelitian ini adalah remaja panti asuhan Al-Falah Kota Padang dengan jumlah sampel 187 responden menggunakan teknik simple random sampling. Alat ukur yang digunakan adalah Multidimensional Scale of Perceived Social Support (MSPSS) untuk dukungan sosial dan UCLA Loneliness Scale Version 3 untuk kesepian. Hasil penelitian menunjukkan skor rata-rata dukungan sosial adalah 57,06 merupakan dukungan sosial sedang dan skor rata-rata kesepian adalah 53,22 yang berarti remaja merasa kesepian. Hasil analisa bivariat menggunakan uji korelasi pearson menunjukkan nilai p=0.000 dan nilai r= -0.734 yang berarti ada hubungan bermakna antara dukungan sosial dan kesepian dengan kekuatan hubungan kuat dengan arah negatif yang berarti semakin tinggi dukungan sosial maka semakin rendah kesepian. Diharapkan pihak panti membuat kebijakan terkait pemerataan dalam pemberian dukungan sosial seperti memberikan bimbingan konseling pada sekolah yang ada di panti dan kegiatan ekstrakurikuler yang bisa mengurangi masalah kesepian pada remaja. Kata Kunci: Remaja, Panti Asuhan, Dukungan Sosial, Kesepia
ISOLATION AND IDENTIFICATION OF ENDOPHYTIC BACTERIA FROM ROOTS AND STEMS OF GREEN BETEL PLANT (PIPER BETLE L.) AND EVALUATION OF THEIR ANTIBACTERIAL ACTIVITY
The green betel plant (Piper betle L.) is known to possess antibacterial activity due to its secondary metabolite content, such as tannins, saponins, flavonoids, terpenoids, polyphenols, and steroids. This study aims to determine the characteristics and antibacterial activity of endophytic bacteria isolated from the roots of the green betel plant (Piper betle L.) against Staphylococcus aureus and Escherichia coli. The research employed an experimental method involving bacterial isolation, macroscopic and microscopic identification, as well as antibacterial activity testing of the endophytic bacteria against S. aureus and E. coli using the Kirby-Bauer disk diffusion method. Furthermore, molecular identification of the endophytic bacteria was conducted using the 16S rRNA gene through the Polymerase Chain Reaction (PCR) method. The macroscopic morphological characteristics of the isolated endophytic bacteria showed round, flat-raised colonies with curved edges and a clear white appearance. Microscopic observation through Gram staining revealed that the bacteria were rod-shaped (bacilli) and Gram-positive. The antibacterial activity test showed that the isolate produced an inhibition zone of 11.45 mm against Staphylococcus aureus, which is categorized as weak and indicates that the bacteria have a narrow-spectrum antibacterial effect. Meanwhile, no antibacterial activity was observed against Escherichia coli. It can be concluded that the pure isolates of endophytic bacteria from the roots and stems of the green betel plant belong to the Gram-positive group and exhibit antibacterial activity only against Staphylococcus aureus with a weak inhibitoryeffec
Studi Kasus:Penerapan Terapi Spiritual Emotional Freedom Technique Pada Pasien Chronic Kidney Disease Di Rumah Sakit X
CKD patients require treatment that replaces kidney function to sustain life, namely hemodialysis. Hemodialysis requires long and repeated sessions, which can cause physical and psychological problems, such as anxiety disorders. A non-pharmacological intervention that can be implemented to address these problems is spiritual emotional freedom technique (SEFT). SEFT therapy is a type of therapy that combines mind-body interaction by applying pressure to meridian points on the body. The purpose of this research is to describe nursing care for CKD patients undergoing hemodialysis using SEFT therapy to reduce anxiety in patients in the women's internal ward of Dr. M. Djamil Padang General Hospital. The method used is a case study with an evidence-based nursing care approach. The results of implementing SEFT therapy for three days showed a decrease in anxiety scores using the Hamilton Ratting Scale for Anxiety (HARS) questionnaire, from a moderate score of 25 to a mild score of 16. This indicates that SEFT therapy can reduce anxiety in CKD patients undergoing hemodialysis. Nurses are encouraged to implement SEFT therapy as a non-pharmacological intervention to address anxiety disorders in CKD patients undergoing hemodialysis
AKTIFITAS ANTIBAKTERI MINYAK ATSIRI DARI DAUN DAN KULIT BUAH JERUK LUNGGO (Citrus medica L.) DAN JERUK KASTURI MEDAN (Citrus x microcarpa Bunge)
Permasalahan resistensi antibiotik mendorong banyak penelitian global mengarah kepada pencarian senyawa obat dari bahan alam. Minyak atsiri jeruk telah dikenal memiliki berbagai bioaktifitas seperti antibakteri, antioksidan, antijamur, antivirus. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk menguji aktifitas antibakteri dari minyak atsiri pada Kulit Buah dan Daun dari Jeruk Lunggo (Citrus medica L) dan Jeruk Kasturi Medan (Citrus x microcarpa Bunge). Minyak atsiri diperoleh dengan metode hidrodestilasi. Pengujian aktiftas antibakteri dilakukan terhadap bakteri gram positif Staphylococcus aureus dan bakteri gram negatif Escherichia coli menggunakan metode Broth Microdilution. Hasil pengujian antibakteri menunjukkan minyak atsiri dari Daun Jeruk Lunggo (DL) memiliki aktifitas antibakteri paling kuat terhadap bakteri S. aureus nilai KHM dan KBM sebesar 25 mg/ml, serta aktifitas antibakteri terhadap bakteri E. coli dengan Nilai KHM dan KBM berturut-turut 25 mg/ml dan 50 mg/ml. Minyak Atsiri dari Daun Jeruk Lunggo dapat dikembangkan lebih lanjut menjadi obat antibakteri. Kata kunci : Minyak Atsiri; Jeruk Lunggo; Jeruk Kasturi Medan; Antibakter
PENGUNAAN NON-INVASIVE VENILTION (NIV) TERHADAP KESTABILAN SATURASI OKSIGEN DAN FREKUENSI NAFAS PADA BAYI ASFIKSIA DENGAN BBLR DI RUANG NICU RS PKU MUHAMMDIYAH GAMPING
Abstrak Asfiksia pada neonatus merupakan suatu kondisi dimana bayi yang baru lahir mengalami gagal nafas atau adanya kegagalan dalam petukaran gas dan transportasi oksigen, kondisi bayi yang mengalami asfiksia dengan berat badan lahir rendah (BBLR) yang merupakan kondisi kegawatdarurat yang memerlukan penanganan yang cepat. Pada bayi yang mengalami gangguan pada pernapasan bisa dilakukan peberian terapi dengan penggunan Non-invasive veniltion (NIV), yaitu alat bantuan ventilasi tanpa pemasangan tuba endotrakeal. Tujuan: untuk mengetahui terkiat dengan pengunaan NIV sebagai terapi untuk kasus asfiksia pada neonatus, sehingga bisa meningatkan kualitas hidup pada neonatus. metode: dalam penelitian ini mengunakan laporan kasus (case report) dengen pemberian intervensi pemasangan non-invasive veniltion (niv) pada pasien dengan asfiksia dan BBLR. Hasil: studi ini menunjukan bahwa adanya perubahan saturasi oksigen saat pertama dilakukan pemasangan ventilator, serta freuensi nafas membak setelah lakukan intervensi selama 6 hari. Kesimpulan: Penggunaan Ventilasi Non-Invasif (NIV) ditemukan memiliki dampak positif pada peningkatan saturasi oksigen dan laju pernapasan pada neonatus dengan asfiksia dan BBLR. NIV dapat berfungsi sebagai intervensi dini yang efektif di unit perawatan intensif neonatal (NICU).Abstract Neonatal asphyxia is a condition in which a newborn experiences respiratory failure or impaired gas exchange and oxygen transport. This condition, especially in infants with low birth weight (LBW), represents a critical emergency that requires prompt and effective intervention. One of the therapeutic approaches for respiratory distress in neonates is Non-Invasive Ventilation (NIV), a method of providing ventilatory support without endotracheal intubation. Objective: This study aimed to examine the effect of non-invasive ventilation (NIV) as a therapeutic intervention for neonates with asphyxia and LBW, and its potential to improve clinical outcomes and quality of life.Methods: This research employed a case report design, focusing on a neonate diagnosed with asphyxia and LBW. The intervention involved the administration of NIV, and the patient’s oxygen saturation and respiratory rate were monitored over six days. Results: The findings revealed a noticeable improvement in oxygen saturation immediately after the application of NIV. In addition, the respiratory rate showed significant stabilization after six days of intervention.Conclusion: The use of Non-Invasive Ventilation (NIV) was found to have a positive impact on improving oxygen saturation and respiratory rate in neonates with asphyxia and LBW. NIV may serve as an effective early intervention in neonatal intensive care units (NICUs)
EFEKTIFITAS FISIOTERAPI DADA DALAM MENINGKATKAN FUNGSI PERNAPASAN PASIEN DI RUANGAN INTENSIF CARE UNIT : STUDI KASUS PADA PARAMETER RESPIRATORIK
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas fisioterapi dada terhadap status respiratorik pasien di Unit Perawatan Intensif (ICU) Rumah Sakit Kota Padang. Kehadiran intervensi yang efektif dalam meningkatkan fungsi pernapasan pasien ICU, mengurangi risiko komplikasi pernapasan, dan mempercepat pemulihan menjadi motivasi utama dalam penelitian ini. Metode penelitian akan mengawali dengan pemilihan sampel pasien ICU yang memenuhi kriteria inklusi, khususnya mereka yang mengalami gangguan pernapasan yang memerlukan perawatan intensif. Evaluasi awal terhadap status respiratorik pasien akan dilakukan dengan mengukur parameter-parameter seperti PCO2, SaO2, dan PO2 sebelum sesi fisioterapi dada. Selanjutnya, sesi fisioterapi dada akan dijalankan sesuai dengan protokol yang telah ditetapkan oleh terapis yang berpengalaman. Setelah intervensi dilakukan, perubahan dalam parameter respiratorik akan terus dimonitor untuk mengevaluasi efektivitas intervensi tersebut. Dengan menggali efektivitas fisioterapi dada dalam meningkatkan status respiratorik, penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi yang signifikan terhadap peningkatan kualitas perawatan pasien ICU. Hasil penelitian didapatkan dari penelitian ini diharapkan dapat membuktikan manfaat dari fisioterapi dada sebagai bagian integral dari manajemen pernapasan pasien ICU, serta dapat menjadi dasar untuk merekomendasikan penggunaan rutin intervensi ini dalam praktik klinis sehari-hari.Luaran yang ditargetkan dari penelitian ini adalah memberikan bukti ilmiah yang mendukung efektivitas fisioterapi dada dalam meningkatkan status respiratorik pasien ICUKata Kunci : Fisoterapi dada ; Pernapasan ;Parameter respiratorik, intensif care unit;Efektifita
UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDANGEL EKSTRAK ETANOL DAUN SISIK NAGA (Pyrrosiapiloselloides (L.) M.G. Price)
Daun Sisik Naga (Pyrrosiapiloselloides (L.) M. G. Price) diketahui memiliki kandungan senyawa flavonoid serta fenolik yang mempunyai aktivitas antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan dari ekstrak daun sisik naga, kemudian diformulasikan dalam bentuk sediaan gel dengan konsentrasi ekstrak yang berbeda untuk mengetahui aktivitas antioksidan terbaik. Metode pengujian aktivitas antioksidan dilakukan denganmetode DPPH (1,1difenil-2-pikrihidrazil) yang diukur menggunakan Elisa Reader. Hasil penelitian diperoleh aktivitas antioksidan dari ekstrak daun sisik naga termasuk kategori lemah, dengan perolehan IC50 sebesar 485,55 µg/mL. Ekstrak etanol daun sisik naga kemudian dibuat menjadi sediaan gel dengan konsentrasi 1%, 1,5%, dan 3%. Evaluasi sediaan gel meliputi pengujian organoleptis, homogenitas, pH, viskositas dan stabilitas, didapatkan hasil memenuhi persyaratan gel. Hasil penelitian aktivitas antioksidan dari sediaan gel ekstrak daun sisik termasuk kategori lemah, dengan perolehan IC50 sebesar 753,0 µg/mL pada konsentrasi 1%, 703,11 µg/mL pada konsentrasi 1,5% dan 603,68 µg/mL pada konsentrasi 3%. Hasil pengujian aktivitas antioksidan baik pada ekstrak maupun gel ekstrak etanol daun sisik naga tergolong dalam kategori lema
Nutrisi dan Genetik: Apa Hubungannya dengan Tuberculosis Paru: Scoping Review
Tuberkulosis paru adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis yang menyerang paru-paru. Beberapa penelitian telah dilakukan untuk mengetahui hubungan antara faktor gizi dan genetik dengan penyakit TB. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara gizi dan gen dengan penyakit TB paru. Metode dalam penelitian ini menggunakan Scoping Review yang tersedia tentang topik yang diteliti dengan mencari melalui database yang relevan. Database yang digunakan adalah Google Scholar, ScienceDirect, Pubmed. Penelitian ini menggunakan kerangka kerja PRISMA dengan mencari artikel yang memenuhi kriteria inklusi, dan sepuluh artikel yang direview. Hasil dari tinjauan literatur menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara status gizi dan gen dengan kejadian TB. Beberapa zat gizi yang terbukti berhubungan dengan peningkatan risiko TB paru adalah Vit.D, Vit.A, Fe, dan Zn. Gen yang ada di dalam tubuh juga dapat mempengaruhi kejadian TB paru. Faktor genetik juga dapat mempengaruhi kerentanan seseorang terhadap TB. Gen NRAMP1-Polimorfisme, Imunitas interferon-gamma, TNF-a Polimorfisme terlibat dalam perkembangan infeksi Mycobacterium tuberculosis. Beberapa gen yang terlibat dalam respon imun dan inflamasi mungkin berperan dalam meningkatkan risiko terkena TB