Jurnal Kesehatan Medika Saintika
Not a member yet
    301 research outputs found

    PENGARUH MEDIA PROMOSI KESEHATAN DENGAN PERILAKU JAJANAN MAKANAN SISWA

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh media promosi kesehatan dengan perilaku jajanan makanan siswa di Sekolah Dasar X. Metode penelitian kuantitatif Analitik. pre dan post, dengan sampel 47 siswa kelas V. Uji  Paired / Related  (pre dan post test) dan wilcoxon Rank Test yang dilakukan terhadap tiga (3) Pengetahuan, Sikap, Tindakan dengan Metode Penyuluhan, Ceramah, Poster pre dan post  terhadap Perilaku Jajanan Makanan. Pengaruh untuk Metode Penyuluhan pengetahuan memperlihatkan nilai Z= - 2.400, nilai P=.0.016 dimana Ho di tolak, artinya ada perubahan pengetahuan responden sebelum dan sesudah dilakukan penyuluhan.  Sikap memiliki nilai Z= - 1.964 dan nilai P= 0.050 dimana Ho di tolak ada perubahan sikap responden sebelum dan sesudah dilakukan penyuluhan dan untuk Tindakan memilik nilai Z= -1.155 dan nilai P= 0.248 Ho diterima tidak ada perubahan Tindakan responden sebelum dan sesudah dilakukan penyuluhuan. Metode Ceramah untuk pengetahuan memperlihatkan nilai Z= - 1.177, nilai P=.0.239 dimana Ho di terima, tidak ada perubahan pengetahuan responden sebelum dan sesudah dilakukan ceramah.  Sikap memiliki nilai Z= - 0.728 dan nilai P= 0.467 dimana Ho di terima yang artinya tidak ada perubahan sikap responden sebelum dan sesudah dilakukan ceramah dan untuk Tindakan memilik nilai Z= -1.890 dan nilai P= 0.05 Ho ditolak  artinya  ada perubahan Tindakan responden sebelum dan sesudah dilakukan ceramah tentang jajanan makanan. Metode Poster untuk pengetahuan memperlihatkan nilai Z= - 1.460, nilai P=.0.144 dimana Ho di terima, artinya tidak ada perubahan pengetahuan responden sebelum dan sesudah dilakukan pemberian poster.  Sikap memiliki nilai Z= - 0.688 dan nilai P= 0.491 dimana Ho di terima yang artinya tidak ada perubahan sikap responden sebelum dan sesudah dilakukan pemberian poster dan untuk Tindakan memilik nilai Z= -2.111 dan nilai P= 0.035 Ho ditolak  artinya  ada perubahan Tindakan responden sebelum dan sesudah pemberian poster tentang jajanan makanan. Simpulan ada Variabel yang memberikan pengaruh pre dan post metode komunikasi yang diberikan.  This study aims to determine the effect of health promotion media with the behavior of food snacks students in Primary School X city of Batam in 2017. This study uses quantitative analytical research methods. pre and post sampling technique as many as 47 students of class V. Samples amounted to 46 students. Result of Paired / Related test (pre and post test) and wilcoxon Rank Test conducted on three (3) variables, Knowledge, Attitude, Action with Extension Method, Lecture, Pre and Post Poster on Food Snack. The effect of this research is to know the value of Z = - 2,400, P = .0.016 where Ho is rejected, it means that there is a change of respondent knowledge before and after counseling Attitudes have a value of Z = - 1.964 and the value of P = 0.050 where Ho is rejected which means there is a change in attitude of respondents before and after the counseling and for the action has the value Z = -1.155 and the value P = 0.248 Ho accepted means no change Action respondents before and after the extension. Method Lecture for knowledge shows the value of Z = - 1.177, P value = .0.239 where Ho is received, meaning there is no change of knowledge of respondents before and after the lecture. Attitudes have a value of Z = - 0.728 and the value P = 0.467 where Ho is received which means there is no change in attitude of respondents before and after lectures and for Actions having value Z = -1.890 and value P = 0.05 Ho rejected means there is change Action respondents before and after a lecture about food snacks. Poster method for knowledge shows the value of Z = - 1.460, value P = .0.144 where Ho is received, meaning there is no change of knowledge of respondents before and after done poster. Attitudes have a value of Z = - 0.688 and the value of P = 0.491 where Ho is received which means there is no change in attitude of respondents before and after done poster and for the action have value Z = -2.111 and value P = 0.035 Ho rejected means there is change Action respondents before and after posters about food snacks. Conclusion there are variables that give influence pre and post communication method give

    MOTIVASI DENGAN KINERJA PERAWAT PELAKSANA DALAM MENERAPKAN KESELAMATAN PASIEN

    Get PDF
    Kinerja perawat dalam lingkup penerapan keselamatan pasien berhubungan erat dengan upaya untuk mencegah dampak kejadian tidak diharapkan terhadap pasien yaitu kematian dan ketidakmampuan yang menetap. Terlaksananya kinerja individu dilihat dari motivasi menentukan hasil kerja seorang. Hasil survey yang dilakukan masih ditemukannya perawat pelaksana belum menerapkan keselamatan pasien.Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan motivasi dengan kinerja perawat pelaksana dalam menerapkan keselamatan pasien di Unit Rawat Inap RSUD dr. Rasidin Padang. Jenis penelitian ini adalah cross sectional study. Sampel berjumlah 45 perawat pelaksana diruangan bedah, anak dan interne diambil dengan teknik simple random sampling. Analisis data dengan uji chi square. Hasil penelitian diketahuai motivasi sedang 42,2% dan terdapat  hubungan motivasi dengan kinerja perawat pelaksana dalam menerapkan keselamatan pasien dengan pvalue (0,000). Manajemen rumah sakit diharapkan mengintruksikan agar keselamatan pasien menjadikan dasar penilaian kinerj

    PENGETAHUAN, KETERAMPILAN, KESIAPAN DAN KEINGINAN BEKERJA DALAM SITUASI BENCANA PADA PERAWAT IGD

    Get PDF
    Insiden kejadian bencana di Indonesia mengalami peningkatan setiap tahun. Sumatera Barat menempati urutan ke-5 provinsi tertinggi kejadian bencana di Indonesia. Ada berbagai faktor yang mempengaruhi keinginan perawat untuk tetap bekerja saat bencana di IGD salah satunya yaitu pengetahuan, keterampilan, dan kesiapan yang dimiliki perawat tentang penanggulangan bencana. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan, keterampilan, dan kesiapan perawat dengan keinginan untuk bekerja dalam situasi bencana di IGD RSUP Dr. M. Djamil Padang. Jenis penelitian ini yaitu analitik dengan pendekatan cross sectional study. Sampel penelitian ini adalah 35 orang perawat IGD. Instrumen penelitian adalah kuesioner DPET dan keinginan bekerja perawat. Analisa data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan menggunakan uji chi square dengan batas kemaknaan p<0,05. Hasil penelitian didapatkan adanya hubungan antara pengetahuan perawat dengan keinginan bekerja, adanya hubungan keterampilan perawat dengan keinginan bekerja, serta adanya hubungan antara kesiapan perawat dengan keinginan bekerja. Diharapkan perawat dapat terus meningkatkan upaya memperoleh pengetahuan, keterampilan, dan kesiapan tentang penanggulangan bencana, supaya keinginan bekerja saat bencana bisa dipertahankan sehingga saat terjadi bencana rumah sakit tidak kekurangan tenaga perawat dan korban dapat ditolong sesegera mungkin.

    HUBUNGAN BERAT PLASENTA DENGAN BERAT LAHIR BAYI DI KOTA PADANG

    Get PDF
    Abstrak       Pada tahun 2015, persentasi kelahiran BBLR (Berat Badan Lahir Rendah) di Kota Padang meningkat sebanyak 1,74%. Faktor yang mempengaruhi pertumbuhan janin antara lain adalah plasenta (besar dan berat plasenta). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan berat plasenta dengan berat lahir bayi di kota Padang tahun 2017.     Jenis penelitian ini adalah analitik dengan uji korelasi. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 08 Agustus sampai 07 September 2017 dengan jumlah responden sebanyak 47 orang ibu bersalin. Adapun populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu bersalin di 3 BPM (Bidan Praktik Mandiri – Bidan Mariani Darwis, A.Md.Keb, Bidan Nurhaida, A.Md.Keb. dan Bidan Armiati, A.Md. Keb.) di kota Padang. Teknik pengambilan sampel secara consecutive sampling dan teknik pengumpulan data dengan menimbang berat plasenta dan berat lahir bayi. Data dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji korelasi dan regresi (P<0,005).     Hasil penelitian didapat berat plasenta rata-rata 537,91 gr, standar deviasi ± 94,906 gr, berat plasenta minimal 320 gr  dan berat plasenta maksimal 841 gr. Berat lahir bayi rata-rata 3364,04 gr, standar deviasi ± 421,497 gr, berat lahir bayi minimal 2.270 gr  dan berat lahir bayi maksimal 5.050 gr. Ada hubungan yang bermakna antara berat plasenta dengan berat badan lahir dengan p value=0,000, R=0,850.     Simpulan penelitian ini adalah ada hubungan antara berat plasenta dengan berat badan lahir bayi.Kata Kunci ; berat plasenta; berat lahir bayi

    PENGARUH INDEKS MASA TUBUH (IMT) SEBELUM HAMIL DAN KENAIKAN BERAT BADAN DALAM KEHAMILAN DENGAN ANTROPOMETRI BAYI BARU LAHIR

    Get PDF
    Data riset kesehatan dasar (Riskesdas) 2013 angka kejadian BBLR diseluruh Indonesia sebesar 10,2%.  Angka tersebut dapat diturunkan dengan menyiapkan jauh sebelum kehamilan terjadi. Penelitianini bertujuan untuk mengetahui pengaruh  IMT dan  kenaikan berat badan ibu selama hamil  terhadap   antropometri bayi baru lahir di Ruangan Kebidanan RSI Ibnu Sina Bukittinggi.  Jenis penelitian yaitu kuantitatif dengan metode survey analitik melalui pendekatan crossectional.  Populasi dalam penelitian ini yaitu semua ibu bersalin di ruangan kebidanan RSI Ibnusina Bukittinggi dengan jumlah sampel sebanyak 202 orang.  Hasil uji statistik dengan menggunakan One Way Anova menunjukkan bahwa terdapat perbedaan  berat badan lahir bayi  dengan nilai  P=0,01 (P>0,05) , lingkar dada bayi  dengan nilai P=0,043 (P>0,05) dan tidak terdapat perbedaan panjang badan bayi nilai P=0,397 (p>0,05) dan lingkar kepala P=0,120 (P>0,05) diantara kelompok  ibu dengan IMT sebelum hamilnya normal, underweight maupun overweight. Terdapat perbedaan Berat badan lahir bayi  dengan nilai (p=0,00)  dan tidak terdapat perbedaan panjang badan bayi dengan nilai P=0,067 (p>0,05), lingkar dada dengan nilai P=0,146 (p>0,05)  dan lingkar kepala bayi dengan nilai P=0,043 (p>0,05) diantara kelompok  ibu dengan kenaikan berat badan tinggi, rendah dan normal. Rekomendasi penelitian yaitu disarankan kepada bidan di pelayanan kesehatan untuk dapat berkolaborasi dengan ahli gizi dalam pengelolaan status gizi ibu hamil dan mempromosikan tentang gizi yang tepat pada ibu hamil.

    ANALISIS MUTU PELAYANAN PUSKESMAS KOTA PADANG MENGGUNAKAN TEKNIK IMPORTANCE - PERFORMANCE ANALYSIS

    Get PDF
    Salah satu upaya pembangunan kesehatan adalah peningkatan mutu pelayanan Puskesmas. Dua faktor utama yang mempengaruhi mutu pelayanan, yaitu expected service (pelayanan yang diharapkan) dan perceived service (pelayanan yang diterima/ dirasakan). Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis mutu pelayanan kesehatan di Puskesmas Kota Padang berdasarkan persepsi pasien. Penelitian ini menggunakan metode kombinasi pendekatan kuantitatif dengan teknik Importance – Performance Analysis dan kualitatif menggunakan teknik wawancara mendalam dan focus group discussion (FGD) untuk mengelaborasi hasil yang didapat pada penelitian kuantitatif. Sampel pada penelitian kuantitatif adalah 108 pasien Puskesmas di Kota Padang dan kualitatif pada 26 orang informan. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan wawancara mendalam. Hasil penelitian kuantitatif menunjukkan terdapat 3 atribut penilaian (1 atribut dimensi bukti fisik dan 2 atribut dimensi kehandalan) yang masuk dalam kuadran A. Artinya, atribut tersebut dianggap sangat penting oleh pasien, namun pihak Puskesmas belum melaksanakan sesuai keinginan / harapan pasien. Hasil penelitian kualitatif diperoleh informasi pasien belum puas terhadap sarana ruang tunggu, tempat parkir, perhatian petugas, dan waktu tunggu pelayanan. Kesimpulan penelitian mutu pelayanan Puskesmas belum memenuhi harapan pasien pada dimensi bukti fisik dan dimensi kehandalan.Kata Kunci : Puskesmas; dimensi mutu; pelayanan; kepentingan; kinerj

    PENERAPAN DO IT METHOD UNTUK MENINGKATKAN KESADARAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (STUDI KASUS DI PT. X)

    Get PDF
    Penelitian ini dilakukan di pabrik karet di Bandung yang memproduksi karpet berbahan dasar karet. Berdasarkan identifikasi, departemen yang memiliki kondisi bahaya yang besar adalah departemen Pressing dan Giling. Penyebab kecelakaan kerja adalah minimnya kesadaran para pekerja untuk menjalankan aturan-aturan K3. Behavioral Based Safety (BBS) adalah pendekatan yang dapat digunakan untuk meningkatkan kesadaran K3 dengan mengubah perilaku tidak aman menjadi perilaku aman. Metode yang digunakan adalah DO IT method yang terdiri dari Define, Observe, Intervene, dan Test. Pada tahap Define ditentukan perilaku yang menjadi fokus penelitian, hasilnya program perilaku penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) dan komitmen pihak manajemen. Tahap Observe untuk mengamati perilaku yang sudah ditentukan, didapat skor awal percent safe behavior untuk program penggunaan APD departemen Giling sebesar 3,85% dan Pressing sebesar 3,33%. Skor visible safety leadership untuk komitmen pihak manajemen sebesar 33,33%. Selanjutnya tahap Intervene untuk memberikan perbaikan yaitu pemasangan safety sign, himbauan dari kepala shift, penyediaan masker dan himbauan pimpinan yang menghasilkan peningkatan skor setiap minggunya. Tahap selanjutnya adalah intervensi di-test efektivitasnya dengan percent safe behavior dan percent visible safety leadership. Hasil dari berbagai intervensi selama 4 minggu, di departemen Giling percent safe behavior meningkat menjadi 7,69%, di departemen Pressing skor akhir sebesar 11,11%. Skor akhir komitmen manajemen mengalami peningkatan menjadi 88,88%

    HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP KELUARGA DENGAN PERAWATAN POST OPERASI KATARAK DI POLI MATA RSUD PARIAMAN

    Get PDF
    Kebutaan dan gangguan penglihatan merupakan masalah kesehatan masyarakat. Kebutaan karena katarak atau kekeruhan lensa mata merupakan masalah kesehatan global yang harus segera diatasi. Penelitian ini berjenis kuantitatif dengan menggunakan rancangan penelitian cross sectional study.Tujuan Penelitian mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap keluarga. rata-rata kunjungan post operasi katarak sebanyak 107 orang perbulannya. Untuk mengetahui dukungan keluarga dalam merawat pasien post operasi katarak tersebut dilakukan suatu metode dalam penelitian dengan penyebaran kuesioner dan wawancara terpimpin mengenai dukungan keluarga. Populasi dalam penelitian ini sebanyak rata-rata 150  kunjungan per bulan dan pengambilan sampel di lakukan dengan teknik accidental sampling yang berjumlah sebanyak 45 responden. Berdasarkan hasil di peroleh Sebagian besar responden berpengetahuan rendah tentang perawatan post operasi katarak (53,3%), Sebagian besar responden memiliki sikap negatif tentang perawatan post operasi katarak (51,1%), Sebagian besar responden tidak sesuai melakukan perawatan post operasi katarak (51,1%), terdapatnya hubungan yang bermakna antara Pengetahuan Keluarga dengan Perawatan Pasien Post Operasi Katarak di  Poli Mata RSUD Pariaman tahun 2018, terdapatnya hubungan yang bermakna antara Sikap Keluarga dengan Perawatan Pasien Post Operasi Katarak di  Poli Mata RSUD Pariaman tahun 2018.Terdapatnya hubungan antara Pengetahuan dan sikap Keluarga dengan Perawatan Pasien Post Operasi Katarak di RSUD Pariaman tahun 2018. Kepada responden hendaknya mencari tahu informasi tentang bagaimana perawatan yang di lakukan setelah post operasi katarak, agar responden dapat memberikan perawatan yang sesuai kepada keluarga mereka yang telah menjalani operasi katarak

    HUBUNGAN DIET PURIN DENGAN KADAR ASAM URAT PADA PENDERITA GOUT ARTHRITIS

    Get PDF
    Gout Arthritis adalah penyakit akibat kelainan metabolisme asam urat yang tinggi yang disebut hiperurisemia. Prevalensi Gout Arthritis di Indonesia 1,6-13,6 per seribu penduduk. Hiperurisemia disebabkan oleh produksi asam urat yang meningkat dan ekresi asam urat yang rendah. Diet purin adalah salah satu faktor yang menurunkan kadar asam urat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara diet purin dengan kadar asam urat pada penderita Gout Arthritis. Jenis penelitian adalah deskriptif analitik dengan pendekatan Cross Sectional Study yang dilakukan di Wilayah kerja Puskesmas Surian Kabupaten Solok. Populasi penelitian  adalah seluruh penderita Gout Arthritis di Wilayah kerja Puskesmas Surian Kabupaten Solok dan  sampel didapatkan dengan teknik Accidental Sampling sebanyak 41 responden. Data diolah dengan analisis univariat menggunakan distribusi frekuensi dan analisa bivariat menggunakan uji statistik chi square (α=0,05). Hasil penelitian didapatkan lebih dari separuh (61,0%) responden memiliki kadar asam urat yang tinggi, lebih dari separuh (58,5%) responden memiliki diet purin yang tidak patuh. Terdapat hubungan yang signifikan antara diet purin dengan kadar asam urat (p =0,000)

    Hubungan Faktor Genetik dan Pola Makan dengan Kejadian Diabetes Mellitus pada Lansia

    Get PDF
    Kejadian diabetes mellitus di Indonesia 7,6 juta jiwa penderita diabetes mellitus, Sumatera Barat urutan ke 3 yaitu 1,5% dan 0,4%. dari survei awal pada RW 1X dan X Kelurahan Surau Gadang didapatkan 8 dari 10  lansia menderita diabetes mellitus. Penelitian bertujuan untuk mengetahui faktor – faktor yang berhubungan dengan kejadian diabetes mellitus pada lansia. Jenis penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Penelitian di Posyandu Lansia RW 1X dan X Kelurahan Surau Gadang bulan Mei sampai Agustus 2015. Pengumpulan data tanggal 30 Juli sampai 06 Agustus 2015. Populasi berjumlah 78 lansia dan teknik pengambilan sampel total sampling. Penelitian menggunakan kuesioner dengan cara wawancara. Pengolahan data dilakukan dengan komputerisasi. Analisa data digunakan yaitu analisis univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (57,7%) lansia mengalami diabetes mellitus, (52,6%) faktor genetik, (53,8%) pola makan tidak teratur, (59%). Uji Chi-Square disimpulkan terdapat hubungan yang signifikan antara faktor genetik (p = 0,000)  pola makan (p = 0,000). Diharapkan dapat menjadi masukan bagi kader – kader kesehatan mengenai pentingnya faktor- faktor yang berhubungan dengan kejadian diabetes mellitus pada lansia. Pencegahan diabetes mellitus dapat dilakukan dengan meningkatkan pengetahuan lansia dengan memberikan penyuluhan dan memperbaiki pola makan.Kata Kunci    : Diabetes mellitus, faktor genetik, pola makan

    244

    full texts

    301

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Kesehatan Medika Saintika
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇