Jurnal Kesehatan Medika Saintika
Not a member yet
301 research outputs found
Sort by
PERBEDAAN PENGARUH SENAM ZUMBA DAN SENAM AEROBIK TERHADAP PENURUNAN BERAT BADAN PADA WANITA DEWASA OBESITAS I
The number of obese sufferers in Padangsidimpuan City is 661 out of 4,800 who are overweight and 527 out of 661 obese people are women. One of the management of obesity is increasing physical activity through exercise. Gymnastics has long been used to help burn fat. The purpose of this study was to identify the differences in the effects of aerobic exercise and zumba exercise on weight loss in adult women with obesity I. This study used a quasy-experimental design with pre and post test two group designs. The number of samples in the study were 19 people in Group I (zumba) and 19 people in group II (aerobics). Data were analyzed by normality test using the Shapiro-Wilk test, hypothesis testing I and II using paired sample t-test and hypothesis testing III using the independent sample t-test. Hypothesis I test the value of ρ = 0.001 (ρ 0.05), there is no difference in the effect of zumba and aerobics on weight loss. The conclusion of the study is that there is an effect of zumba and aerobics on weight loss, but there is no difference in the effect of zumba and aerobics on weight loss in obese I adult women
KINERJA GURU PENDIDIKAN JASMANI OLAHRAGA DAN KESEHATAN DI MASA NEW NORMAL COVID 19
Berdasakan penagamatan di SMPN Padang Utara Kota Padang dimasa new normal ini, terlihat bahwa kinerja guru pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan masih rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kinerja guru pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan dilihat dari perencanaan pembelajaran dimasa new normal, pelaksanaan pembelajaran dimasa new normal dan evaluasi pembelajaran dimasa new normal.Jenis penelitian ini adalah penelitian gabungan (Mixed Method), langkah pertama dalam penelitian ini dengan metode kuantitatif sedangkan langkah kedua dengan menggunakan kualitatif. Dalam penelitian ini pengambilan informasi penelitian dilakukan dengan menggunakan teknik total sampling. Teknik dari proses pengumpulan data dengan menggunakan wawancara, angket dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan menggunakan trianggulasi.Hasil penelitian ini menunjukkan, dilihat dari perencanaan pembelajaran dimasa new normal sebesar (28,57%) kategori tidak baik. Untuk kategori cukup senilai (28,57%). Untuk kategori baik senilai (28,57%), untuk kategori sangat baik senilai (0,00%). pelaksanaan pembelajaran dimasa new normal sebesar (0,00%) kategori tidak baik. Untuk kategori cukup senilai (42,86%). Untuk kategori baik senilai (42,86%), untuk kategori sangat baik senilai (0,00%) evaluasi/penilaian pembelajaran dimasa new normal sebesar (28,57%) kategori tidak baik. Untuk kategori cukup senilai (42,85%). Untuk kategori baik senilai (14,29%), untuk kategori sangat baik senilai (0,00%). Sedangkan hasil kualitatif dari wawancara yang dilakukan kepada guru pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan di SMPN Padang Utara Kota Padang dinyatakan bahwa perencanaan pembelajaran guru pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan cukup baik, untuk pelaksanaan pembelajaran dimasa new normal dapat dikategorikan kurang baik, untuk evaluasi/penilaian pembelajaran dimasa new normal dikatakan kurang baik
PERBANDINGAN TEKNIK DISTRAKSI DAN RELAKSASI TERHADAP INTENSITAS NYERI PERAWATAN LUKA OPERASI DI RUANG BEDAH
Berdasarkan data Evaluasi Standar Pelayanan Minimal (SPM) Ruang Bedah RSUD Dr. M. Zein Painan didapatkan jumlah pasien yang dilakukan tindakan pembedahan pada tahun 2016 sebanyak 200 tindakan, pada tahun 2017 meningkat menjadi 223 tindakan dan pada tahun 2018 dari bulan Januari sampai dengan bulan September sudah tercatat sebanyak 300 tindakan pembedahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan teknik distraksi dan relaksasi terhadap intensitas nyeri selama perawatan luka operasi.Penelitian ini dilakukan di Ruang Bedah RSUD M. Zein Painan. Jenis penelitian kuantitatif dengan metode Quasy Experiment meggunakan pendekatan two group pre-test and posttestt design. Populasi pada penelitian ini adalah semua pasien post operasi soft tissue tumor di Ruang Bedah RSUD M. Zein Painan. Jumlah sampel sebanyak 10 orang diambil dengan teknik purposive sampling (5 orang sampel distraksi dan 5 orang sampel relaksasi). Analisa pada penelitian ini yaitu analisa univariat dan bivariat dengan uji T-Test.Berdasarkan hasil penelitian didapatkan rata-rata intensitas nyeri sebelum diberikan teknik distraksi adalah 5,60, sesudah diberikan teknik distraksi adalah 2,80. Rata-rata intensitas nyeri sebelum diberikan teknik relaksasi adalah 5,60 sesudah diberikan teknik relaksasi adalah 4,20. Hasil uji hipotesis didapatkan nilai P Value 0,000 < 0,05, artinya ada perbedaan yang signifikan.Hasil penelitian ini dapat disimpulkan ada perbedaan tingkat nyeri pada kelompok distraksi dan kelompok relaksasi. Hal ini diharapkan menjadi pertimbangan oleh pihak manajemen Rumah sakit untuk membuatkan panduan/standar prosedur operasional termasuk peraturan untuk menjaga ketenangan selama pasien dilakukan kombinasi distraksi dan teknik relaksasi serta menyediakan fasilitas/ruangan khusus yang diperlukan untuk intervensi
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Tuberkulosis Paru Di Puskesmas Lubuk Alung Kabupaten Padang Pariaman
Pulmonary tuberculosis is an infectious disease which is caused by TB bacteria (Mycobacterium Tuberculosis). The number of lung TB in Puskesmas health centers year 2018 with a total of suspect lung 491 people and BTA + as many as 76 people. The purposed of this research was to find out if there was a level of knowledge, nutritional status and smoking habits by the incidence of pulmonary tuberculosis patients in the region of Lubuk Alung Health Center in 2019. The research used descriptive analytic research with Cross Sectional study design. The research has conducted at the Lubuk Alung Health Center on June 26, 2019 to July 27, 2019. The sample was chosen through simple random sampling, it consisting 84 respondents.The results of the analysis used Chi-Square statistical test. The results of univariate analysis showed that more than half of the 62 (82.1%) respondents had positive smear pulmonary TB, more than half (61.9%) of respondents had abnormal BMI and more of half (64.3%) of respondents have smoking habits. Bivariate analysis did there was a significant relationship between the nutritional status with the incidence of Lung Tuberculosis ie Pvalue 0.026 <0.05 and there was a significant relationship between smoking habits with the incidence of Lung Tuberculosis namely Pvalue 0.014 <0.05 at the Lubuk Alung Health Center in 2019.Keyword: Knowledge Level, Nutritional Status and Smoking HabitBibliography: 11 (2011-2018)
Perilaku Bullying Fisik Dan Lokasi Kejadian Pada Siswa Sekolah Dasar
ABSTRAK Perilaku kekerasan fisik pada anak dewasa ini telah menjadi issue strategis di Indonesia,baik dikota-kota besar maupun dipedesaan, namun belum ada angka pasti tentang berapa besar prevalensi kejadiannya terutama yang dialami siswa sekolah dasar. Tujuan.penelitian ini untuk mengidentifikasi perilaku bullying fisik pada siswa sekolah dasar dan lingkungan sekolah yang berisiko sebagai lokasi perlakuan bullying.Desain penelitian berupa survey dengan subjek siswa kelas IV-VI sekolah dasar negeri dan swasta di Kota Padang. Penelitian berlangsung pada bulan Sepetember sampai November 2016. Tehnik pengambilan sampling dilakukan dengan proporsional random sampling dengan jumlah total sampel 202 siswa. Hasil penelitian ditemukan delapan tindakan fisik yang diterima siswa sekolah dasar korban bullying yaitu : dipukul, didorong, digigit, dijambak, ditendang, dikunci di kelas, dicubit, diambil barang, dan dicakar. Lingkungan sekolah yang teridentifikasi sebagai tempat tindakakan bullying ada di lima lokasi yaitu ruang kelas, lokasi istirahat, kantin, kamar mandi dan saat berangkat ke sekolah. Jadi dapat disimpulkan tindakan Bullying fisik yang paling banyak diterima siswa SD Negeri 13 Ulak Karang, SD Negeri 1 Air Tawar, SD Pertiwi dan SD Aisyah kota Padang adalah dicubit, ditendang dan dipukul, sedangkan perilaku fisik berupa digigit merupakan proporsi yang paling rendah dan lingkungan sekolah yang paling berisiko tempat terjadinya tindakan kekerasan adalah dikamar mandi.Kata kunci : Bullying fisik, sekolah dasar, lokasi tindakan kekerasan Physical Bullying Behavior and Location of Events in Elementary School Students ABSTRACT Today's physical violence behavior has become a strategic issue in Indonesia, both in big cities and in rural areas, but there is no exact figure about the prevalence of the incidence, especially for primary school students. The purpose of this study is to identify physical bullying behavior in elementary school students and at risk school environments as the location of bullying treatment.The research design was in the form of a survey with the subject of grade IV-VI students from public and private elementary schools in the city of Padang. The study took place from September to November 2016. The sampling technique was carried out by proportional random sampling with a total sample of 202 students. The results of the study found eight physical actions received by elementary school students who were victims of bullying, namely: being beaten, pushed, bitten, grabbed, kicked, locked in class, pinched, taken, and scratched. The school environment identified as a place for bullying acts is in five locations, namely classrooms, resting locations, canteens, bathrooms and when going to school. So it can be concluded that the physical bullying that is most accepted by students at SD Negeri 13 Ulak Karang, SD Negeri 1 Air Tawar, SD Pertiwi dan SD Aisyah in Padang is pinched, kicked and beaten, while the physical behavior of being bitten is the lowest proportion and environment the school most at risk of the occurrence of acts of violence is in the bathroom. Keywords: Physical bullying, elementary school, location of acts of violenc
INCREASE THE COMPLETENESS OF THE NURSING DOCUMENTATION THROUGH THE IMPLEMENTATION OF THE NURSING INITIAL ASSESSMENT FORMS
Nurse had limited time to perform nursing documentation due to dense work load and limited number of nurse as well as the narrative format of documentation. Therefore, nursing assessment documentation was frequently incomplete. The study aim was to determine the effect of initial nursing assessment formaton the completeness of nursing assessment documentation in the internal ward of Padang Panjang District Hospital in year 2016. The study design was action research. Bivariate analysis was done by Wilcoxon’s test and multivariate analysis was done by Friedman’s test. Result showed that the implementation of nursing initial assessment checklist format increase the completeness of the nursing initial assessment documentation (p = <0.05). Nursing initial assessment checklist format could be applied to improve the completeness of nursing assessment documentation. It is recommended to hospital management to set the nursing initial assessment checklist format as the standard format usedand provide supervision and evaluation of this program. Keywords : checklist, innitial assessment, documentatio
Studi Fenomenologi : Pelaksanaan Komunikasi SBAR pada saat Timbang Terima di Bangsal Bedah dan Interne RSUP Dr. M. Djamil Padang
ABSTRAKPeningkatan komunikasi efektif merupakan sasaran keselamatan pasien yang kedua. Komunikasi efektif menggunakan teknik SBAR merupakan kerangka teknik komunikasi yang disediakan untuk berkomunikasi antar petugas kesehatan. Kesalahan komunikasi menjadi tiga penyebab utama centimental event . Angka kejadian tidak diharapkan (KTD) 0,003% (SPM 0 %) di RSUP Dr. M. Djamil Padang. Tujuan penelitian ini adalah mengekplorasi pengalaman perawat melaksanakan komunikasi SBAR pada saat timbang terima (handover) di di bangsal Bedah dan Interne RSUP Dr. M. Djamil Padang. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif dengan desain penelitian kualitatif dan pendekatan fenomenologi. Teknik pengambilan sampling yang digunakan snowball sampling dan cara pengambilan data ke partisipan melalui wawancara mendalam/ indept interview. Partisipan dalam penelitian ini berjumlah 6 orang. Analisa data denganmetode collaizi. Hasil penelitian 1) Pelaksanaan komunikasi SBAR pada saat timbang terima sudah optimal 2) Waktu pelaksanaan komunikasi SBAR saat timbang terima, 3) Pelaksanaan komunikasi SBAR pada saat timbang terima dilakukan di nurse station dan ruang pasien, 4) Perawat merasakan manfaat yang baik dalam menggunakaan komunikasi SBAR, 5) harapan perawat terhadap pelaksanaan komunikasi SBAR saat timbang terima agar selalu diterapkan dan di tingkatkan, 6) Faktor pendukung dalam komunikasi SBAR berupa adanya SPO, pembekalan dan sosialisasi 7) Hambatan dalam melaksanakan komunikasi SBAR saat timbang terima berupa kondisi pasien yang berubah – ubah dan kendala waktu. Saran sebagai pelaksanaan komunikasi SBAR di lakuakan disetiap timbang terima walupun tanggal merah dan dilakukan setiap shift, sebaiknya timbang terima dilakukan di konter perawat dan ruangan rawat pasien dengan menjaga privasi pasien rawatan. Memanfaatkan Komunikasi SBAR dalam pelaporan lisan Kata kunci: Komunikasi SBAR; Timbang Terima ABSTRACTThe Effective communication improved a second target of patient safety. Effective communication used a technique SBAR communication techniques was the framework provided to communicate between health workers. Misscommunication was causes centimental events . In RSUP Dr. M. Djamil Padang the centimental events was 0,003 % (0 % ) .The purpose of this research explorated experience of nurse weared SBAR communication at the handover surgeon and interne department in RSUP Dr.M.Djamil. This study used descriptive approach with the design and phenomenology. Qualitative research approach mean techniques of sampling used snowball sampling with indepth interviews. The Participants in this study were 6 people. The analysts data was collaizy method. The research results are 1 ) Applied sbarcommunication 2 ) the time of implementation communication SBAR 3) implementation of the communication SBAR was nurse station and patient rooms , 4 ) the benefit of SBAR communication , 5 ) nurses have hoped implementation of the SBAR communication, 6 SBAR comunication 7 ) the weigh of SBAR communication. the sugests of the research will the hospital open recruirment news staff, hive them workshop abaout patient safety. keywords: SBAR communication , handove
Hubungan Gaya Kepemimpinan Kepala Ruangan dengan Kinerja Perawat Pelaksana dalam Menerapkan Asuhan Keperawatan di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Umum Mayjenn HA Thalib Kerinci
Kinerja perawat merupakan faktor penentu dalam mutu pelayanan di sebuah rumah sakit, perawat akan selalu dituntut melakukan kinerjanya yaitu memberikan asuhan keperawatan secara optimal dan sesuai standar yang telah ditentukan. Salah satu faktor yang mempengaruhi kinerja adalah gaya kepemimpinan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan gaya kepemimpinan dengan kinerja perawat pelaksana dalam menerapkan asuhan keperawatan di RSU Mayjend HA Thalib Kabupaten Kerinci. Desain penelitian deskriptif analitik, pendekatan cross sectional. Sampel adalah 101 perawat pelaksana di ruang rawat inap RSU Mayjend HA Thalib dengan teknik pengambilan sampel adalah simple random sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner. Hasil penelitian adalah kinerja perawat pelaksana baik sebesar 67,3% dan didapatkan gaya kepemimpinan demokratis kuat sebesar 57,4%. Otokratik lemah 68,3%, partisipatif lemah sebesar 52,5% dan laisez faire lemah sebesar 69,3%. Terdapat hubungan yang bermakna (p<0,05) antara gaya kepemimpinan demokratik (p=0.001) dan otokratik (p=0,013)dengan kinerja perawat pelaksana menerapkan asuhan keperawatan di ruang rawat inap RSU Mayend HA Thalib Kabupaten Kerinci. Saran bagi pihak manajemen rumah sakit agar memberikan pelatihan tentang asuhan keperawatan kepada perawat pelaksana terutama pada tahap pengkajian dan evaluasi.
Analisis Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Kecemasan Pasangan Infertil Yang Sedang Menjalani Pengobatan Infertilitas Di Rumah Sakit Kota Jambi Dan Padang
ABSTRAKKecemasan dapat menjadi faktor penting dalam keputusan mencari, melanjutkan, ataupun menghentikan pengobatan infertilitas. Tingkat kecemasan pasangan infertil bervariasi dan dipengaruhi mekanisme koping dan penyesuaian yang dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kecemasan pasangan infertil yang sedang menjalani pengobatan infertilitas di Rumah Sakit Kota Jambi dan Padang. Jenis penelitian ini adalah cross secsional, dengan sampel 76 wanita infertil yang mengalami kecemasan dengan tehnik total sampling. Analisis data dengan uji chi square dan one sample t test.Hasil penelitian terdapat hubungan diagnosis infertilitas (p = 0,012) dan mekanisme koping (p = 0,000) dengan kecemasan pada pasangan infertil. Tidak ada hubungan karakteristik usia (p = 0.318), pendidikan (p = 0,595), pekerjaan (p = 0,824), durasi infertilitas (p = 0,987), riwayat pengobatan (p = 0,449), dukungan keluarga (p = 0,568), dan budaya terkait infertilitas (p = 0,401).Mekanisme koping merupakan faktor paling dominan mempengaruhi kecemasan wanita pasangan infertil yang sedang menjalani pengobatan infertilitas, yaitu wanita pasangan infertil yang memiliki mekanisme koping berfokus pada emosi mempunyai peluang 7,66 kali untuk mengalami kecemasanKata kunci : Kecemasan, Infertil, Pengobatan Infertilitas Analysis of Factors Affecting Anxiety in Infertile Couples Who Are Treating Treatment for Infertility in Jambi City Hospital and Padang ABSTRACTAnxiety can be an important factor in the decision to seek, continue, or stop infertility treatment. The level of anxiety of infertile couples varies and is influenced by coping mechanisms and adjustments made. This study aims to determine the factors that influence the anxiety of infertile couples who are undergoing infertility treatment in Jambi City Hospital and Padang.This type of research is cross sectional, with a sample of 76 infertile women who experienced anxiety with a total sampling technique. Data analysis with chi square test and one sample t test.The results of the study showed a correlation between infertility diagnosis (p = 0.012) and coping mechanism (p = 0.000) with anxiety in infertile couples. There was no correlation between the characteristics of age (p = 0.318), education (p = 0.595), employment (p = 0.824), duration of infertility (p = 0.987), medical history (p = 0.449), family support (p = 0.568), and culture related to infertility (p = 0.401).Coping mechanism is the most dominant factor affecting anxiety of infertile couples who are undergoing infertility treatment, ie infertile couples who have an emotional-focused coping mechanism have a chance of 7.66 times to experience anxietyKeywords: Anxiety, Infertility, Infertility Treatmen
PENGARUH PIJATAN PERINEUM DAN SENAM KEGEL TERHADAP PENGURANGAN RUPTUR PERINEUM PADA IBU BERSALIN
ABSTRAK Sekitar 70% ibu melahirkan pervaginam mengalami trauma perineum. Berbagai cara untuk mengurangi ruptur pada perineum antara lain dengan senam kegel (kegel exercise) dan pijatan perineum pada ibu hamil trimester tiga. Tujuan penelitian ini untuk mempelajari pengaruh pijatan perineum dan senam kegel terhadap pengurangan ruptur perineum pada ibu bersalin. Jenis penelitian ini pre-experimental menggunakan pendekatan Post Test Only Control Group Design. Penelitian dilakukan pada ibu hamil dengan usia kehamilan ≥ 34 minggu hingga persalinan di Bidan Praktek Mandiri (BPM) Kota Padang pada bulan Juni sampai September 2018. Populasi dan sampel dalam penelitian ini berjumlah 21 orang yang dibagi 3 kelompok perlakukan yaitu kelompok pijat perineum, senam kegel dan kombinasi. Analisis data menggunakan uji Kruskal Wallis. Hasil penelitian didapatkan peringkat rata-rata pengurangan kejadian ruptur perineum lebih banyak pada perlakuan yang melakukan latihan kombinasi pijat perineum dan senam kegel yaitu 6,29 dari pada responden yang melakukan latihan pijat perineum yaitu 12,93. Peringkat rata-rata pengurangan kejadian ruptur perineum lebih banyak pada perlakuan latihan pijat perineum dibandingkan perlakuan yang melakukan latihan senam kegel yaitu 13.73. Berdasarkan uji statistik p value 0,03 (p< 0,05) didapatkan ada pengaruh pijatan perineum dan senam kegel terhadap pengurangan ruptur perineum pada ibu bersalin. Simpulan penelitian ini adalah ada pengaruh pijatan perineum dan senam kegel terhadap pengurangan ruptur perineum pada ibu bersalin.Kata Kunci : Pijatan, Perineum, Senam, Kegel, Ruptur Effect Of Perineum Massage and Kegel Exercise On Reduction Perineum Rupture ABSTRACT About 70% women giving birth to vaginal have perineal trauma. Kegel exercise, perineal massage in third trimester of pregnant reduce rupture of the perineum. The purpose of study was to identify the effect of perineum massage and kegel exercise on the reduction of perineum rupture in women after giving birth. This type of research was pre-experimental using Post Test Only Control Group Design. The study was conducted on pregnant women with gestational age ≥ 34 weeks until delivery in Independent Practice Midwife (IPM) of Padang from June to September 2018. Population and sample in this study was 21 people divided into 3 treatment group : perineum massage, kegel exercise and combination group. Data was analyzed by using the kruskal Wallis test. The average rate of perineum rupture reduction was 6.29 more in the respondent who did combination treatment (both perineum massage and kegel exercise), than respondents who did perineum massage exercises (12.39). Average rating of the reduction in incidence of perineum rupture was more in treatment of perineum massage training compared to Kegel exercise treatment (13.73). Based on statistical test p value 0.03, it can be concluded that there is an effect of perineum massage and kegel exercise on reduction perineum rupture.Keywords : Massage, Perineum, Kegel, Exercise, Ruptur