Jurnal Kesehatan Medika Saintika
Not a member yet
301 research outputs found
Sort by
EFEKTIFITAS TERAPI MUSIK MOZART TERHADAP PENURUNAN INTENSITAS NYERI PASIEN POST OPERASI FRAKTUR
ABSTRAKNyeri dapat diatasi dengan berbagai metode yang dapat dilakukan oleh pasien dalam membantu mengurangi dan menghilangkan nyeri khususnya nyeri pasca operasi fraktur salah satunya adalah dengan terapi musik mozart. Studi pendahuluan di Ruang Bedah RS. Dr. Achmad Mochtar Bukittinggi, didapatkan data informasi dari perawat ruangan bahwa dalam mengatasi nyeri pasien post operasi belum ada yang menerapkan tindakan pemberian terapi musik Mozart. Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui Efektifitas Terapi Musik Mozart Terhadap Penurunan Intensitas Nyeri Pasien Post Operasi Fraktur.Desain penelitian ini adalah Pre Experimental Design,dengan mengunakan One-grup pretest postest, sampel pada penelitian ini adalah pasien post operasi fraktur yang berjumlah15 orang yang diambil dengan tekhnik Accidental Sampling. Hasil analisis uji statistik non parametrik dengan menggunakan Wilcoxondengan tingkat kepercayaan 95% (α = 0,05) diperoleh nilai p value adalah 0,001, dengan demikian p value> α (0,001>0,05) sehingga dapat disimpulkan bahwa terapi mozart efektif dalam penurunan Intensitas Nyeri Pasien Post Operasi Fraktur. Disarankan kepada responden untuk dapat menerapkan terapi mozart sebagai alternatif untuk meminimalkan nyeri tidak hanya di rumah sakit melainkan di rumah saat sudah keluar dari rumah sakit.Kata Kunci: Terapi Musik Mozart, Intensitas Nyeri, Pasien Post Op Fraktur EFFECTIVENESS OF MOZART MUSIC THERAPY TOWARDS REDUCTION OF PATIENT INTENSITY POST OPERATION FRACTURESABSTRACTPain can be overcome by various methods that can be done by the patient in helping reduce and eliminate pain, especially post-fracture pain, one of which is Mozart's music therapy. Preliminary study in the Surgery Room. Dr. Achmad Mochtar Bukittinggi Hospital, obtained information data from room nurses that there was no one in overcoming the pain of postoperative patients applying Mozart's music therapy. The purpose of this study was to determine the effectiveness of Mozart's music therapy on the reduction of pain intensity in post patients fracture. The design of this study was Pre Experimental Design, using the One-group pretest posttest, the sample in this study were 15 postoperative fracture patients taken with the technique of Accidental Sampling. The results of non parametric statistical test analysis using Wilcoxon with a confidence level of 95% (α = 0.05) obtained p value is 0.001, thus p value> α (0.001> 0.05) so it can be concluded that mozart therapy is effective in decreasing Pain Intensity of Post Patients Fracture Surgery. It is recommended for respondents to be able to apply Mozart therapy as an alternative to minimize pain not only in the hospital but at home when they are discharged from the hospital.Key Words : Mozart Music Therapy, Pain Intensity, Patient Fracture Post O
HUBUNGAN GENETIK, ASUPAN MAKANAN, DAN SEDENTARY BEHAVIOR DENGAN KEJADIAN OBESITAS SISWA SLTA KECAMATAN TANAH ABANG JAKARTA PUSAT
Obesitas merupakan keadaan kelebihan lemak tubuh yang abnormal. Obesitas yang terjadi pada masa remaja meningkatkan risiko obesitas saat dewasa dan menimbulkan beberapa masalah kesehatan.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor dominan kejadian obesitas pada siswa SLTA di Kecamatan Tanah Abang Jakarta Pusat. Desain penelitian adalah cross sectional, pengambilan sampel menggunakan metode systematic random sampling, dan total sampel sebanyak 128 responden. Analisis data meliputi analisis univariat, bivariat, dan multivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prevalensi obesitas sebesar 33,6%denganrata-rata nilai z-scoresebesar1,37.Hasilpenelitianmenunjukkanada perbedaan rata-rata nilai z-score diantara keempat kategori riwayat genetik (p value = 0,0001). Ada hubungan yang signifikanantaraobesitasberdasarkannilai z-scoredengandurasitidur (p value = 0,0001, r = -0,328), sedentary behavior (0,007, r = 0,238), danasupanmakanan: lemak (p value = 0,0001, r =0,425), protein (p value = 0,001, r =0,294), karbohidrat (p value = 0,0001, r =0,418), energi (p value = 0,0001, r =0,568). Faktor yang paling dominan mempengaruhi nilai z-score adalah memiliki ibu obesitas. Pada responden yang memiliki ibu obesitas, nilai z-score lebih tinggi sebesar 0,618 dibandingkan dengan responden yang tidak memiliki kedua orang tua obesitas.Anak sekolah yang memiliki kedua orang tua atau salah satu orang tua yang obesitas sebaiknya mulai menjaga pola makan dan gaya hidup yang lebih baik dan sehat karena mereka mempunyai kerentanan secara genetik untuk menjadi obesitas. Kata Kunci : Obesitas; Remaja;Genetik;Asupan; Sedentary Behavior Association Genetic History,Nutrients Intake,and Sedentary Behavior withObesity in High School Students in Tanah Abang sub-District Central Jakarta ABSTRACT Obesity is a condition of abnormal excess body fat. Obesity in adolescence will increase the incidence of adult obesity and it could cause some health issues. This study aims to find the dominant factor of obesity in High School students in Sub-District Tanah Abang Central Jakarta. The study design used is cross sectional, samples achieved by using the systematic random sampling with 128 students as total samples. Analysis of data includes univarate, bivariate, and multivariate analysis (multiple linear regression). The results showed that the prevalence of obesity was 33.6% with average of z-score was 1.37.The results also showed that there were differences in the average of z-score between the four categories of genetic history (p value = 0,0001). There was a significant relationship between obesity based on the value of z-score with sleep duration (p value = 0,0001, r = -0,328), sedentary behavior (0,007, r = 0,238), and nutrients intake: fat (p value = 0,0001, r = 0,425), protein (p value = 0,001, r = 0,294), carbohydrate (p value = 0,0001, r = 0,418), energy (p value = 0,0001, r = 0,568). The most dominant factor affecting the obesity is having obese mothers. The z score of respondents who have obese mothers is 0.618 higher than those who do not have obese parents. High School students who have both parents or one of the obese parents should begin to maintain a better and healthier diet and lifestyle because they have a genetic susceptibility to obesity. Keywords : Obesity;Adolescent ;Genetic; Nutrients Intake; SedentaryBehavior
HUBUNGAN MANAJEMEN KONTROLING KEPALA RUANGAN DENGAN MOTIVASI DAN KELENGKAPAN PENDOKUMENTASIAN OLEH PERAWAT PELAKSANA DIRUANG RAWAT INAP RUMAH SAKIT
Manajemen kontroling adalah proses untuk mengamati secara terus menerus pelaksanaan kegiatan sesuai dengan rencana kerja yang sudah disusun dan mengadakan koreksi jika terjadi. Motivasi adalah dorongan individu untuk melakukan tindakan karena mereka ingin melakukannya. Dokumentasi keperawatan mempunyai porsi yang besar dari catatan klinis klien yang menginformasiakn faktor tertentu atau situasi yang terjadi selama asuhan dilaksanakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan manajemen kontroling kepala ruangan dengan motivasi dan kelengkapan pendokumentasian oleh perawat pelaksana di ruang rawat inap Rumah Sakit Umum Mayjend H.A Thalib Kerinci. Jenis penelitian ini deskriptif korelasi dengan desain Cross Sectional. Penelitian dilakukan diruang rawat inap Rumah Sakit Umum Mayjend H.A Thalib Kerinci Tahun 2014 melalui kuesioner dan observasi dilakukan pada bulan Juni. Sampel diambil secara total sampling dengan jumlah 52 orang. Hasil penelitian manajemen kontroling kepala ruangan dilakukan dengan baik sebesar 76,9%, motivasi perawat tinggi sebanyak 73,1% dan pendokumentasian dilakukan lengkap sebanyak 46,2%. Hasil uji statistik chi-square menunjukan ada hubungan yang bermakna manajemen kontroling kepala ruangan dengan motivasi perawat diperoleh nilai p=0,010 dan hubungan manajemen kontroling kepala ruangan dengan kelengkapan pendokumentasian juga bermakna dimana nilai p=0,045. Disarankan agar rumah sakit meningkatkan mutu pelayanan keperawatan dengan memberikan pelatihan, peningkatan jenjang pendidikan, memberikan penghargaan, memberlakukan system jenjang karir dan melakukan evaluasi kepada seluruh perawat untuk meningkatkan motivasi perawat
EFEKTIFITAS TERAPI EMOSIONAL FREEDOM TECNIQUE (EFT) TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH LANSIA DI PSTW SICINCIN
Salah satu bentuk terapi komplementer adalah terapi Emotional Freedom Technique (EFT) yang merupakan teknik relaksasi, merupakan salah satu bentuk mind-body therapy dari terapi komplementer dan alternatif dalam keperawatan. EFT merupakan teknik penggabungan dari sistem energi tubuh (energy medicine) dengan menggunakan metode tapping pada beberapa titik tertentu pada tubuh (Zainuddin, 2009; thayib, 2010; Saputra, 2012). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas pengunaan terapi emotional freedom technique (EFT) terhadap penuruanan tekanan darah pada lansia yang menderita hipertensi. Penelitian ini menggunakan desain Pre Eksperimen dengan rancangan One Group Pre test-post test, yaitu sebelum diberikan terapi EFT terlebih dahulu pre test (pengukuran darah sebelum) kemudian setelah perlakuan (pemberian terapi EFT) maka dilakukan lagi post test (pengukuran tekanan darah sesudah) untuk mengetahui adanya perubahan pada tekanan darah setelah perlakuan tersebut. Hasil penelitian berdasarkan uji-t (T-Tes) yang dipakai dalam penelitian ini, p value <0,05 maka terdapat perbedaan rata-rata tekanan darah sebelum dan sesudah dilakukan terapi emosional freedom technique. Kesimpulan dari penelitan ini di dapatkan hasil p value = 0,000 yang artinya adanya pengaruh pemberian terapi Emosional Freedom Technique terhadap penurunan tekanan darah pada lansia di PSTW Sicincin
Analisis Efek Senam Kaki Terhadap Sensitifitas Kaki pada Pasien Diabetes Di Wilayah Kerja Puskesmas Alai Padang
Neuropathy or neurological disorders are caused by hyperglycemia. It can cause damage to the peripheral nervous system. It makes diabetic patients cannot feel heat, pain and tingling. The aim of this research to determine the effect of foot exercise on foot sensitivity at diabetic patients in Puskesmas Alai Kota Padang. This type of research is quasi-experimental, one group pretest postest. Sample was 16 diabetic patients in Puskesmas Alai. The data were processed by computerization with univariate analysis using descriptive statistics and bivariate analysis using the Wilcoxon Signed Ranks Test. The results of univariate analysis showed an average foot sensitivity before foot exercise was 1,56 and after that was 2,44. The results of bivariate analysis showed that there was an effect with p = 0,000 (p≤0,05). Based on the results, this study proved the effect of foot exercise in diabetic patients. It suggested to facilitate foot exercise at diabetic patients by nurses in Puskesmas Alai
Pengaruh Dukungan Keluarga Terhadap Konsep Diri Pasien Stroke Yang Mengalami Kelumpuhan Di Poli Klinik Saraf Rumah Sakit Stroke Nasional Bukittinggi Tahun 2018
ABSTRAK Menurut survei tahun (2015), stroke merupakan pembunuh nomor satu di RS Pemerintah di seluruh Indonesia. Diperkirakan ada 550.000 penduduk yang terkena stroke.Keluarga memiliki peran yang sangat penting dalam pemenuhan kebutuhan pasien yang mengalami stroke. Penelitian ini merupakan penelitian quasieksperimenpre danpostonegroup design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien stroke yang masuk ke Rumah Sakit Stroke Nasional (RSSN) Bukittinggi yang berjumlah 366 orang dengan teknik pengambilan sampel AccidentialSampling. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juni 2017 - Juni 2018. Hasil uji-T untuk dukungan keluarga pada pasien stroke sebelum dan sesudah dilaksanakan penyuluhan kesehatan didapatkan p-value 0,000 (α≤0,05) artinya, terdapat perbedaan yang signifikan antara dukungan keluarga yang diberikan pada pasien stroke sebelum dan sesudah dilakukan penyuluhan kesehatan. Hasil uji-T pada konsep diri pasien stroke sebelum dan sesudah didapatkan p-value 0,000 (α≤ 0,05) artinya, terdapat perbedaan yang signifikan antara konsep diri pasien stroke sebelum dan sesudah dilakukan penelitian. Sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh dukungan keluarga terhadap konsep diri pasien stroke yang mengalami kelumpuhan di Poli Klinik Saraf Rumah Sakit Stroke Nasional Bukittinggi ditandai dengan p-value 0,000 (α≤0,05). Diharapkan tenaga kesehatan perlu memberikan pendidikan kesehatan mengenai perawatan pasien stroke yang mengalami kelumpuhan dan tentang bagaimana pasien stroke untuk mempertahankan dirinya.Kata Kunci : DukunganKeluarga; Konsep Diri; Pasien Stroke The Effect of Family Support on Self-Concept of Stroke Patients Who Have Paralysis at the Nerve Polyclinic of the National Stroke HospitalBukittinggi Year 2018 ABSTRACT According to a 2015 survey, strokes are the number one killer in Government hospitals throughout Indonesia. More than 550,000 people were stroked. This research is a quasi-experimental pre and post one group design. The population in this study were 366 stroke patients who entered the National Stroke Hospital in Bukittinggi with Accidential Sampling sampling techniques. This study was conducted in June 2017 - June 2018. The results of the T-test for family support for stroke patients before and after the implementation of health counseling obtained p-value 0,000 (α≤0,05) which means that there was a significant difference between family support given in stroke patients before and after health education. The T-test results on the self-concept of stroke patients before and after obtaining p-value 0,000 (α≤ 0,05) means that there is a significant difference between the self-concept of stroke patients before and after the research. So it can be concluded that there is an effect of family support on the self-concept of stroke patients who experience paralysis at the Neural Stroke Clinic of Bukittinggi National Stroke Hospital marked by p-value 0,000 (α (0,05). I hope health workers need to provide health education about the care of stroke patients who experience paralysis and about how stroke patients maintain themselves.Kata Kunci : Family Support; self-concept; stroke patient
PENGARUH SENAM NIFAS TERHADAP INVOLUSI UTERUS PADA IBU NIFAS
Kemenkes RI (2014), penyebab utama kematian ibu di Indonesia adalah perdarahan (30,3%). Setiap 20 orang ibu yang meninggal, 16 orang didominasi oleh ibu nifas. Salah satu penyebab perdarahan adalah atonia uteri. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui Hubungan Senam Nifas Dengan Involusi Uterus Pada Ibu Postpartum. Jenis penelitian adalah quasy experiment dengan pendekatan post test only. Pengumpulan data dilakukan pada bulan Agustus, Populasi adalah seluruh ibu bersalin normal bulan Juni dan Juli tahun 2018 berjumlah 69 orang dengan jumlah sample 20 orang diambil secara quota sampling. Data dikumpulkan dengan mengukur secara langsung Tinggi Fundus Uteri ibu pada hari ke-11 postpartum. Analisa data secara univariat dan bivariat menggunakan Uji Chi Square. Hasil penelitian didapatkan 5 ibu (50%) mengalami proses involusi lambat dari 10 ibu pada kelompok kontrol. Sedangkan 10 ibu pada kelompok intervensi, tidak satupun ibu (0%) mengalami involusi uterus yang lambat dengan p value 0,033. Kesimpulan ada hubungan penerapan senam nifas dengan involusi uterus
Pengaruh kompres hangat jahe merah (Zingiber Officinale Rosc) terhadap rasa nyeri pada pasien Rheumathoid Arthritis
Rheumatoid Arthritis adalah suatu penyakit autoimun dimana persendianmengalami peradangan, sehingga terjadi pembengkakan, nyeri dan seringkali akhirnyamenyebabkan kerusakan bagian dalam sendi, salah satu upaya untuk mengurangi rasanyeri artritis rheumatoid yaitu dengan kompres jahe merah yang kandungan minyakatsirinya melancarkan peredaran darah dan peradangan sendi.Penelitian ini bertujuanuntuk melihat pengaruh kompres jahe merah terhadap penurunan intensitas nyeri artritisrheumatoid di wilayah kerja puskesmas siulak deras. Penelitian ini menggunakan metodeeksperimen one-group pretest-posttets design dengan menggunakan rumus acak randomsederhana dengan sampel sebanyak 16 orang bertempat diwilayah kerja PuskesmasSiulak Deras, pengumpulan data yang dilakukan melalui wawancara dengan penilaianhasil ukur menggunakan numeric Analog Visual (NAV). Rata-Rata intensitas nyeri pretestkompres jahe merah 6,88 dan posttest 3,94. Hasil penelitian ini didapatkan perbedaanintensitas nyeri artritis rheumatoid pretest dan posttest dilakukan kompres jahe. Inidibuktikan dengan uji t-test didapat nilai t yang signifikan = 0,000. Dapat disimpulkanbahwa kompres jahe merah berpengaruh terhadap intensitas nyeri artritis rheumatoid dandapat dilanjutkan sebagai intervensi yang dapat dilakukan secara mandiri oleh penderitaartritis rheumatoid. Diharapkan kepada masyarakat untuk dapat mengolah jahe sebagaiobat alternatif nyeri reumatoid arthritis
PENGARUH JUS LIDAH BUAYA TERHADAP KADAR GLUKOSA DARAH PUASA DAN 2 JAM PP(Post Prandial) PADA PENDERITA DIABETES MELITUS
ABSTRAK Diabetes Melitus merupakan penyakit yang paling menonjol yang disebabkan oleh gagalnya pengaturan gula darah. Lidah buaya berkhasiat untuk menurunkan kadar gula dalam darah bagi penderita diabetes dan dapat mengontrol tekanan darah. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh jus lidah buaya (AloeBarbadensis Miller) terhadap penurunan glukosa darah puasa GDP) dan 2 Jam PP (Post Prendial) pada penderita DM (Diabetes Melitus). Desain penelitian merupakan Quasi Eksperimental dengan pendekatan one group pretest – postest design. Sampel terbagi menjadi 14 responden. Data dianalisis dengan paired t-test. Hasil menunjukan rata-rata penurunan glukosa darah puasa pada intervensi (28,42 gr/dl) dan glukosa darah 2 jam pp pada intervensi (40,57 gr/dl). Untuk analisis bivariat terdapat perbedaan antara glukosa puasa dan 2 jam pp dengan glukosa darah puasa GDP) dan 2 Jam PP (Post Prendial) pada penderita DM (Diabetes Melitus). Kesimpulan didapatkanlidah buaya dapat menurunkan kadar glukosa darah.Berdasarkan hasil penelitian jus lidah buaya dapat menjadi salah satu alternatif keperawatan non farmakologi dalam penyakit diabetes melitus. Kata Kunci : Lidah Buaya ; Diabetes Mellitus THE EFFECT OF VEGETABLE VOCATIONAL JUICE ON FAST BLOOD GLUCOSE LEVELS AND 2 HOURS OF PP (Post Prandial) IN DIABETES MELLITUS ABSTRACT Diabetes mellitus is the most prominent disease caused by the failure of blood sugar regulation. Aloe vera is efficacious can to reduce blood sugar levels for diabetics and can control blood pressure. The purpose of this study was to determine the effect of Aloe Barbadensis Miller on the reduction of fasting blood glucose GDP and 2 hours of PP (post prendial) in patients with diabetes mellitus. The research design is Experimental Quasi with one group pretest - postest design approach. The sample is divided into 14 respondents. Data were analyzed by paired t-test. The results showed an average decrease in fasting blood glucose at intervention (28.42 gr / dl) and 2 hours pp blood glucose at intervention (40.57 gr / dl). For bivariate analysis there was a difference between fasting glucose and 2 hours pp with fasting blood glucose GDP) and 2 hours PP (Post Prendial) in patients with diabetes mellitus. The conclusion is that aloe vera can reduce blood glucose levels. Based on the results of research on aloe vera juice can be an alternative non-pharmacological nursing in diabetes mellitus. Keywords: Aloe Vera ; Diabetes Mellitu
HUBUNGAN BEBAN KELUARGA DENGAN KEMAMPUAN CAREGIVER DALAM MERAWAT KLIEN SKIZOFRENIA
ABSTRAK Puskesmas Naras merupakan angka tertinggi untuk gangguan jiwa dibandingkan dengan gangguan jiwa yang ada di Puskesmas yang ada di kota Pariaman. Banyaknya keluarga yang tidak mampu merawat anggota keluarganya dengan skizofrenia disebabkan karena beban keluarga yang tinggi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan beban keluarga dengan kemampuan caregiver dalam merawat pasien skizofrenia di wilayah kerja Puskesmas Naras Kota Pariaman tahun 2018.Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik menggunakan metode cross sectional. Penelitian dilakukan di Puskesmas Naras kota Pariaman pada bulan Agustus 2018. Populasi adalah seluruh keluarga pasien skizofrenia sebanyak 66 orang dengan sampel penelitian diambil secara totalsampling. Hasil analisis menunjukkan 54,5% mengalami beban sedang, 56,1%memiliki kemampuan yang kurang baik dalam merawat klien skizofrenia. Terdapat hubungan beban keluarga dengan kemampuan caregiver dalam merawat pasien skizofrenia di wilayah kerja Puskesmas Naras Kota Pariaman, dengan p value 0,016.Dari hasil penelitian ini dapat simpulkan bahwa terdapat hubungan beban keluarga dengan kemampuan caregiver dalam merawat pasien skizofrenia di wilayah kerja Puskesmas Naras Kota Pariaman tahun 2018. Untuk itu kepada tenaga kesehatan agar memberikan informasi dan penyuluhan yang lebih banyak tentang gangguan jiwa khususnya pada keluargayang anggota keluarganya menderita gangguan jiwa. Kata kunci : Beban Keluarga; Kemampuan Caregiver; Skizofrenia ABSTRACTNaras Health Center is the highest number for mental disorders compared to mental disorders in Puskesmas in the city of Pariaman. The number of families who are unable to care for their family members with schizophrenia is caused by a high family burden. The purpose of this study was to determine the relationship of family burden with the caregiver's ability to treat schizophrenic patients in the working area of Naras Health Center Pariaman City in 2018. This research is a descriptive analytic study using cross sectional method. This research has been carried out at Naras Public Health Center in Pariaman City and the time of the research was carried on August 2018. The population in this study was the whole family of schizophrenic patients, as many as 66 people with the study sample taken in total population.The results of this study showed that 54.5% had a moderate burden, 56.1% have poor skills in treating schizophrenia clients. There is a family burden relationship with the caregiver's ability to treat schizophrenic patients in the Naras Community Health Center in Pariaman City), with a p value of 0.016. From the results of this study it can be concluded that there is a family burden relationship with the caregiver's ability to care for schizophrenic patients in the Naras Health Center working area Pariaman City in 2018. For that to the health workers to provide more information and counseling about mental disorders, especially in families family members suffer from mental disorders.Keywords : Family Expenses, Caregiver Ability,schizophreni