Jurnal Kesehatan Medika Saintika
Not a member yet
301 research outputs found
Sort by
PENGARUH AROMATERAPY LEMON TERHADAP FREKUENSI MUAL MUNTAH PADA IBU HAMIL TRIMESTER PERTAMA DI KOTA PADANG
Diawal kehamilan, mual dan muntah (Morning sickness), dialami sekitar 50% sampai 80% wanita hamil. Mual dan muntah pada ibu hamil, terjadi pada 60-80% primigravida dan 40-60% multigravida.(Taufan Arif, 2017). Aromatherapi lemon merupakan Terapi komplementer yang aman digunakan pada kehamilan. Untuk itu peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul “ Pengaruh Aromaterapy Lemon terhadap Frekuensi Mual Muntah pada Ibu Hamil Trimester Pertama “. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi frekuensi mual muntah (Morning sickness) ibu hamil trimester Pertama sebelum dan sesudah diberikan aromatherapy lemon. Penelitian ini merupakan penelitian Quasi eksperiment dengan rancangan twocontrol group pre-post test design. Penelitian ini dilakukan di kota Padang dengan populasi ibu hamil trimester pertama yang mengalami emesis gravidarum. Sampel pada penelitian ini sebesar 34 dengan 17 kelompok eksperimen, sisa 17 nomor digunakan untuk kelompok kontrol. Analisa bivariate menggunakan Uji Wilcoxon Signed Rank Test, dengan hasil 15 orang terjadi penurunan mual muntah setelah diperikan aroma terapy lemon. Dapat disimpulkan ada pengaruh pemberian aromaterapy lemon pada ibu hamil trimester pertama dibandingkan kelompok kontrol. Disarankan untuk penelitian selanjutnya agar meneliti menggunakan metode atau terapi yang lain dalam membantu menurunkan Frekuensi mual muntah seperti pemberian aromaterapy jahe
Analisis Implementasi Program Penanggulangan HIV/AIDS di Puskesmas Bungus Kota Padang Tahun 2020
Penyebaran HIV dan AIDS merupakan ancaman serius bagi kehidupan manusia, upaya penanggulangan dilakukan secara terpadu, efektif, dan efisien. Dari data Dinas Kesehatan Kota Padang diketahui bahwa kasus AIDS tertinggi ditemui pada usia 20-29 tahun sebanyak 17 kasus, dan usia 30-39 tahun sebanyak 17 kasus. Puskesmas Bungus merupakan puskesmas rujukan dengan kunjungan terbanyak dibandingkan puskesmas lainnya. Capaian tes HIV Puskesmas Bungus adalah yang paling tinggi, yaitu sebesar 215%. Namun, pencapaian ini berasal dari kunjungan dari luar wilayah kerja puskesmas. Sementara capaian untuk penjaringan yang dilakukan oleh petugas terhadap kelompok berisiko di wilayah kerjanya belum mencapai target. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis implementasi program HIV/AIDS di Puskesmas Bungus Kota Padang tahun 2020. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan menelaah input, proses, dan output untuk melihat keberhasilan program. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara mendalam, Focus Group Discussion, observasi, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian didapatkan bahwa kebijakan HIV/AIDS sudah baik, sumber daya manusia belum memenuhi standar sesuai Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 4 Tahun 2019 dan penempatan Sumber Daya Manusia yang tidak efektif, dana di puskesmas bersumber dari Global Fund dan Bantuan Operasiona Kesehatan, media Komunikasi, Informasi, dan Edukasi untuk promosi kesehatan belum cukup. Kegiatan perencanaan belum sesuai dengan standar yang ada, dan kegiatan promosi kesehatan belum rutin dan terjadwal, serta monitoring dan evaluasi dilakukan dalam bentuk laporan secara online. Dalam surat keputusan tim pelaksana program hendaknya melibatkan Sumber Daya Manusia yang terintegrasi dengan program HIV/AIDS dan merencanakan anggaran untuk kegiatan promosi kesehatan
Tinjauan Literatur : Pengaruh Gaya Kepemimpinan Terhadap Kinerja, Kedisiplinan dan Budaya Organisasi di Rumah Sakit
Keberhasilan dan kegagalan sebuah Rumah Sakit di pengaruhi oleh seorang pemimpin, kepemimpinan yang efektif memberi dampak kemajuan pada Rumah Sakit sehingga gaya kepemimpinan menjadai salah satu faktor penentu dalam keberhasilan Rumah Sakit. Gaya kepemimipinan adalah suatu cara yang digunakan oleh seorang pemimpin dalam mempengaruhi perilaku orang lain. Penelitian ini dilakukan dengan metode literatur review dengan melakukan penelaahan dari jurnal yang telah dipublikasikan. Hal ini menunjukkan adanya pengaruh gaya kepemimpinan terhadap kinerja karyawan, kedisiplinan karyawan dan budaya organisasi. Diharapkan adanya pelatihan leadership kepada setiap pimpinan khususnya Rumah Sakit
ANALYSIS OF KIDNEY FAILURE RISK FACTORS AMONG HYPERTENSIVE PATIENTS IN BAROS SERANG BANTEN
Hypertension is one of predisposing factors for decreased kidney function. Early detection of the risk of kidney failure is important to prevent further damage of kidneys because of hypertension. The purpose of this study was to analyze risk factors for kidney failure in hypertensive patients in Baros, Serang, Banten. The research method used was a quantitative study with a cross sectional design and a total sampling technique with total sample size was 46 people according to the inclusion criteria. The instruments used were a stress level questionnaire and an observation sheet to record blood pressure, proteinuria, albuminuria, and urine creatinine as measured by the Rapid Test Complete Urine Test Strips. The results showed, as many as 22 people (47.8%) with a salt consumption pattern of more than 1 teaspoon a day, 14 people (30.4%) with a history of hypertension in the family and 16 people (34.8%) with mild stress levels, were at risk for chronic renal failure (OR 4.25; p value = 0.019; OR 4.71; p value = 0.029; p value = 0.012). In addition, there was a significant relationship between systolic blood pressure, albuminuria, proteinuria, and urine creatinine with the albumin creatinine ratio (p value 0.000; 0.001; 0.018; 0,001). It is concluded that of the 11 factors, there are 7 factors that are associated with the risk of chronic renal failure in hypertensive patients based on the albumin creatinine ratio.Hypertension is one of predisposing factors for decreased kidney function. Early detection of the risk of kidney failure is important to prevent further damage of kidneys because of hypertension. The purpose of this study was to analyze risk factors for kidney failure in hypertensive patients in Baros, Serang, Banten. The research method used was a quantitative study with a cross sectional design and a total sampling technique with total sample size was 46 people according to the inclusion criteria. The instruments used were a stress level questionnaire and an observation sheet to record blood pressure, proteinuria, albuminuria, and urine creatinine as measured by the Rapid Test Complete Urine Test Strips. The results showed, as many as 22 people (47.8%) with a salt consumption pattern of more than 1 teaspoon a day, 14 people (30.4%) with a history of hypertension in the family and 16 people (34.8%) with mild stress levels, were at risk for chronic renal failure (OR 4.25; p value = 0.019; OR 4.71; p value = 0.029; p value = 0.012). In addition, there was a significant relationship between systolic blood pressure, albuminuria, proteinuria, and urine creatinine with the albumin creatinine ratio (p value 0.000; 0.001; 0.018; 0,001). It is concluded that of the 11 factors, there are 7 factors that are associated with the risk of chronic renal failure in hypertensive patients based on the albumin creatinine ratio
PERBEDAAN KADAR HEMOGLOBIN, NILAI HEMATOKRIT DAN JUMLAH ERITROSIT PADA STROKE ISKEMIK DAN STROKE HEMORAGIK DIFFERENCES OF HEMOGLOBIN LEVEL, HEMATOCRITE VALUE AND THE NUMBER OF ERYTHROCYTE IN ISCHEMIC AND HEMORRHAGIC STROKE
Stroke merupakan penyebab utama kecacatan fisik pada usia produktif dan lanjut usia. Viskositas darah pada penderita stroke dapat dilihat berdasarkan hasil pemeriksaan hematologi darah berupa peningkatan kadar hemoglobin, nilai hematokrit dan jumlah eritrosit dari nilai normal yang dilakukan di laboratorium. Menilai kekentalan darah membantu penanganan stroke untuk mengurangi penyebaran kerusakan sel otak pada penderita stroke. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kadar hemoglobin, nilai hematokrit dan jumlah eritrosit pada stroke iskemik dan stroke hemoragik. Desain penelitian adalah studi cross sectional. Penelitian ini dilakukan pada 60 subjek (30 pasien stroke iskemik dan 30 pasien stroke hemoragik) yang merupakan pasien IGD di RS Otak M. Hatta dari bulan Maret sampai Agustus 2020. Pemeriksaan kadar hemoglobin, nilai hematokrit dan jumlah eritrosit menggunakan Hematology Analyzer. Gambaran kadar hemoglobin, nilai hematokrit dan jumlah eritrosit pada pasien stroke iskemik dan hemoragik dengan uji-T independen, p <0,05 dianggap bermakna. Rerata kadar hemoglobin, nilai hematokrit dan jumlah eritrosit pada stroke iskemik lebih rendah (12,6±1,1/ gr/dl; 38±2,9/ %; 4,3±0,4/ million/mm3) daripada pada stroke hemoragik (15,2±0,1/ gr/dl; 45±2,7/ %; 5,1±0,4/ million/mm3). ABSTRACT Stroke is the main cause of physical disability in productive age and elderly. Blood viscosity in stroke patients can be seen based on the results of blood hematology examinations in the form of an increase in hemoglobin levels, hematocrit values and the number of erythrocytes from normal values carried out in the laboratory. Assessing blood viscosity helps stroke management to reduce the spread of damage to brain cells in stroke survivors. This study aimed to see a picture of hemoglobin levels, hematocrit values and the number of erythrocytes in ischemic stroke and hemorrhagic stroke. The research design was cross sectional study. This research was conducted on 60 subjects (30 patients with ischemic stroke and 30 patients with hemorrhagic stroke) who are IGD patient in M. Hatta Brain Hospital from March to August 2020. Hemoglobin levels, hematocrit values and erythrocyte count were examined using the Hematology Analyzer. A picture of hemoglobin levels, hematocrit values and the number of erythrocyte in ischemic and hemorrhagic stroke patients using an independent T-test, p <0,05 was considered significant. The mean rates of hemoglobin levels, hematocrit values and the number of erythrocytes were lower inischemic stroke (12,6±1,1/ gr/dl; 38±2,9/ %; 4,3±0,4/ million/mm3) than in hemorrhagic stroke (15,2±0,1/ gr/dl; 45±2,7/ %; 5,1±0,4/ million/mm3). There were significant differences in hemoglobin levels, hematocrit values and the number of erythrocytes in ischemic stroke and hemorrhagic stroke
STUDY FENOMENOLOGI PENGALAMAN KELUARGA PASIEN DALAM PENANGANAN PREHOSPITAL PASCA DETEKSI DINI STROKE
Tingginya prevalensi stroke salah satunya disebabkan oleh perilaku yang tidak tanggap atau menyepelekan tanda-tanda dini stroke, sehingga pasien mengalami keterlambatan mendapatkan pengobatan. Semakin lama pemberian terapi akan makin memperburuk kondisi pasien. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Pengalaman Keluarga Pasien di Ruangan Neurologi RSUD Pariaman dalam Penanangan Pre-hospital Pasca Deteksi Dini Stroke yang dilakukan keluarga sebelum dirawat rumah sakit. Metode penelitian ini yaitu penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi, dan analisis data dengan teknik Colaizzi. Jumlah partisipan pada penelitian ini sebanyak 7 orang. Hasil penelitian di dapatkan tiga tema, yaitu rentang waktu pasien sampai di rumah sakit, alat transportasi yang membawa pasien ke rumah sakit, hambatan keluarga dalam membawa pasien ke rumah sakit. Kesimpulan penelitian ini umumnya keluarga membawa pasien ke rumah sakit dalam rentang waktu lebih dari 3 jam, keluarga membawa pasien dengan alat transportasi pribadi. Beberapa hambatan membawa pasien ke rumah sakit yaitu kurangnya pengetahuan, sulitnya mengambil keputusan dan masalah finansial. Untuk itu disarankan agar pelayanan kesehatan dapat memberikan pengetahuan tentang penanganan pre-hospital pasca deteksi dini stroke pada masyarakat dan menyiapkan sarana transportasi gawat darurat stroke untuk mencegah peningkatan angka kecacatan dan kematian akibat stroke
HUBUNGAN SIKAP DAN MOTIVASI DENGAN PERILAKU KUNJUNGAN PASIEN DI RSGM BAITURRAHMAH KOTA PADANG
Data kunjungan pasien di Rumah Sakit Gigi dan Mulut (RSGM) Baiturrahmah dalam satu tahun terakhir mengalami fluktuasi jumlah kunjungan pasien. Jumlah kunjungan terbanyak terjadi pada bulan bulan april yaitu 2635 pasien sedangkan yang paling rendah terjadi pada bulan bulan juli yaitu sebanyak 725 pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan sikap dan motivasi pasien dengan perilaku kunjungan pasien di RSGM Baiturrahmah Kota Padang. Desain penelitian adalah survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Penarikan sampel secara accidental sampling, dengan total sampel sebanyak 92 orang pasien yang berkunjung di RSGM Baiturrahmah. Pengambilan data dengan wawancara yang diolah dengan uji statistik menggunakan Chi Square. Hasil penelitian pada 92 orang diperoleh analisis data sebagai berikut; (1) sikap kunjungan yang negatif sebanyak 33 responden (35,9%), motivasi kunjungan yang rendah sebanyak 46 responden (50%), perilaku kunjungan yang kurang baik sebanyak 15 responden (16,3%), hubungan sikap kunjungan dengan perilaku kunjungan di dapat nilai p value = 0,00, dan analisis data antara motivasi kunjungan dengan perilaku kunjungan didapat nilai p value = 0,022 dengan tingkat kepercayaan α<0,05. Kesimpulan penelitian ini adanya hubungan antara faktor sikap kunjungan dan motivasi kunjungan terhadap perilaku kunjungan pasien di RSGM Baiturrahmah Kota Padang. Kata Kunci : Sikap; Motivasi; Perilaku; Kunjunga
Strategi Promosi Kesehatan terhadap Cakupan Penimbangan Balita di Kota Padang
Abstrak Masalah gizi buruk dan kurang pada balita di Indonesia merupakan masalah kesehatan masyarakat yang masuk dalam kategori sedang dibandingkan Indikator WHO diketahui masalah gizi buruk-kurang sebesar 17,8%. Dan dilihat dari persentase Balita yang datang dan ditimbang di Posyandu minimal 4 kali dalam 6 bulan terakhir cukup baik yaitu 72,4% (Kementrian Kesehatan RI 2016). Jenis penelitian ini adalah deksriptif analitik. Penelitian ini dilakukan di Puskesmas Kota Padang. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yang memiliki balita d Kota Padang sebanyak 81.168. Pengambilan sampel dilakukan dengan cluster random sampling dengan sampel sebanyak 100 orang. Pemilihan responden dalam penelitian ini juga berdasarkan atas pertimbangan peneliti yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi Analisis data untuk kuantitatif adalah univariat, bivariat dan multivariat. Hasil Penelitian menunjukkan cakupan penimbangan balita masih rendah (56%), pelaksanaan strategi promosi kesehatan sebagian sudah terlaksan. Strategi promosi kesehatan berpengaruh terhadap cakupan penimbangan balita di Kota Padang. Angka D/S di Kota Padang masih di bawah yaitu 56% dengan target Nasional 85%.Kata Kunci: Advokasi, Bina Suasana, Pemberdayaan Masyarakat, Cakupan D/S Health Promotion Strategy for Toddler Weighing Coverage in Padang City Abstract Malnutrition problems and under-nutrition in toddlers in Indonesia make up the public health problem that is in the moderate category compared to who indicators known to be malnutrition problems-less by 17.8%. And judging by the percentage of toddlers who came and weighed in Posyandu at least 4 times in the last 6 months is quite good which is 72.4% (Ministry of Health RI 2016). This type of research is declining analytical. This research was conducted at Puskesmas Kota Padang. The population in this study was all mothers who had toddlers in Padang city as many as 81,168. Sampling is done with a random sampling cluster with a sample of 100 people. The selection of respondents in this study is also based on the consideration of researchers who meet the criteria of inclusion and exclusion Data analysis for quantitative is univariate, bivariate and multivariate. The results showed that toddler weighing coverage is still low (56%), the implementation of health promotion strategies has been partially implemented. Health promotion strategies affect the coverage of toddler weighing in Padang City. The D/S figure in Padang is still below 56% with a National target of 85%. Keywords:Advocacy, Mood Building, Community Empowerment, D/S Coverag
Pengaruh Daun Sirih Merah Terhadap Kadar Gula Darah Pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe II di Wilayah Kerja Puskesmas Lubuk Buaya
ABSTRAKBerdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kota Padang, diabetes mellitus tipe II di Puskesmas Lubuk Buaya tahun 2018 berada diurutan kedua terbanyak. Tingginya angka diabetes mellitus tipe II ini disebabkan oleh rendahnya pengetahuan masyarakat tentang penanganan diabetes mellitus tipe II secara farmakologi dan nonfarmakologi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Pengaruh Daun Sirih Merah Terhadap Kadar Gula Darah Pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe II di Wilayah Kerja Puskesmas Lubuk Buaya. Jenis penelitian yang digunakan adalah Quasy Exsperiment dengan pendekatan Two Grup Posttest design dengan menggunakan teknik sampling purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 16 orang yang terbagi 8 orang kelompok intervensi dan 8 orang kelompok kontrol. Pengumpulan data menggunakan lembar observasi. Data menggunakan analisis bivariat dengan menggunakan t-test independent. Hasil penelitian didapatkan rata-rata kadar gula darah pada kelompok kontrol pada pengukuran postest adalah 306,53 mg/dl, sedangkan pada kelompok intervensi setelah diberikan Daun Sirih Merah adalah 213,25 mg/dl. Berdasarkan uji statistik didapatkan p value = 0,003 (< 0,05 ) sehingga dapat disimpulkan adanya pengaruh Daun Sirih Merah Terhadap Kadar Gula Darah Pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe II .Kata Kunci : Daun Sirih Merah, Kadar Gula Darah, DM Tipe II
PENERAPAN MODEL CARING PERAWAT DALAM PENINGKATAN KEPUASAN PASIEN DI RUANG KELAS 3 RSUD ARIFIN ACHMAD PROVINSI RIAU
Caring merupakan sikap dan perilaku professional yang harus dimiliki oleh perawat sikap dan perilaku tersebut akan diaplikasikan dalam asuhan keperawatan. Perawat yang memiliki nilai caring tinggi akan dapat menghasilkan layanan keperawatan yang berkualitas tinggi yang berdampak pada tingkat kepuasan pasien. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat adanya hubungan antara penerapan model caring perawat dengan tingkat kepuasan pasien. Populasi adalah seluruh pasien di ruang rawat kelas III RSUD Arifin Achmad dengan jumlah sampel 68 pasien. Teknik pengambilan pengambilan sampel cross sectional non probability sampling. Pengambilan data penelitian dengan menggunakan kuesioner dengan analisis data menggunakan distribusi frekuensi, chi squre. Hasil penelitian diperoleh terdapat hubungan yang signifikan dari penerapan model caring dengan tingkat kepuasan pasien P value 0.000. Disarankan kepada pihak rumah sakit untuk dapat menigkatkan penerapan model caring dalam pelayanan keperawatan.Caring merupakan sikap dan perilaku professional yang harus dimiliki oleh perawat sikap dan perilaku tersebut akan diaplikasikan dalam asuhan keperawatan. Perawat yang memiliki nilai caring tinggi akan dapat menghasilkan layanan keperawatan yang berkualitas tinggi yang berdampak pada tingkat kepuasan pasien. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat adanya hubungan antara penerapan model caring perawat dengan tingkat kepuasan pasien. Populasi adalah seluruh pasien di ruang rawat kelas III RSUD Arifin Achmad dengan jumlah sampel 68 pasien. Teknik pengambilan pengambilan sampel cross sectional non probability sampling. Pengambilan data penelitian dengan menggunakan kuesioner dengan analisis data menggunakan distribusi frekuensi, chi squre. Hasil penelitian diperoleh terdapat hubungan yang signifikan dari penerapan model caring dengan tingkat kepuasan pasien P value 0.000. Disarankan kepada pihak rumah sakit untuk dapat menigkatkan penerapan model caring dalam pelayanan keperawatan