Jurnal Kesehatan Medika Saintika
Not a member yet
301 research outputs found
Sort by
HUBUNGAN POLA MAKAN DAN KEGIATAN FISIK DENGAN PERAWATAN KOMPLIKASI DIABETES MELITUS
Diabetes melitus atau disingkat diabetes adalah gangguan kesehatan yang berupa kumpulan gejala yang disebabkan oleh peningkatan kadar gula darah akibat kekurangan ataupun retensi insulin. Hasil survey awal menunjukkan bahwa masih banyak pasien diabetes yang tidak menjaga keteraturan makan meliputi berat, jumlah dan waktu makan dengan baik dan tidak melakukan kegiatan fisik secara teratur. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat adanya hubungan pola makan dan kegiatan fisik dengan perawatan komplikasi akibat penyakit diabetes.Jenis Penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan menggunakan pendekatan cross sectional study. Penelitian ini telah dilakukan pada responden sebanyak 54 orang dengan tehnik pengambilan sampel accidental sampling. Pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner dan data yang didapat diolah dan dianalisa secara univariat dan bivariat dalam bentuk tabel distribusi frekuensi dan bivariat dengan menggunakan uji chi square.Hasil penelitian menunjukkan bahwa lebih dari separuh (59,3%) responden kurang baik dalam melakukan pola makan, lebih dari separuh (55,6%) responden kurang teratur dalam melakukan kegiatan fisik, lebih dari separuh (55,6%) responden tidak melakukan upaya perawatan komplikasi akibat penyakit DM. Hasil uji statistik diperoleh ada hubungan pola makan (pvalue = 0,001), faktor kegiatan fisik (p value = 0,002) (p<0,05) dengan upaya perawatan komplikasi akibat penyakit DM.Dapat disimpulkan bahwa pola makan dan kegiatan fisik dapat mempengaruhi perawatan komplikasi akibat penyakit DM. Diharapkan kepada perawat untuk lebih memotivasi dan memberikan bimbingan kepada penderita DM dan keluarganya tentang pentingnya melakukan upaya perawatan komplikasi akibat penyakit DM
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU PERAWAT DALAM PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI
Kejadian infeksi dianggap sebagai suatu masalah serius yang mengancam kesehatan dan keselamatan pasien dan petugas kesehatan secara global. Infeksi nosokomial merupakan infeksi yang terjadi di Rumah Sakit dan menyerang penderita yang sedang dalam masa proses penyembuhan. Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku perawat dalam penerapan alat pelindung diri terhadap pencegahan penularan infeksi nosokomial. Jenis penelitian deskritif analitik desain cross sectional. Pengumpulan data telah dilaksanakan di RSUD Dr. Rasidin kota Padang dan waktu penelitian pada tanggal 4-10 Juni 2018, sampel 40 responden perawat di ruang rawat inap pengambilan sampel dengan teknik total sampling. Pengambilan data menggunakan data primer yang diperoleh melalui koesioner dan data di olah dengan analisa univariat dan bivariat. Hasil analisis univariat didapatkan 72,5% responden dengan pengetahuan tinggi, 50% dengan sikap positif, 52,5% dengan sarana dan prasarana yang lengkap, 57,5% dengan perilaku baik. Hasil analisis terdapat hubungan pengetahuan dengan perilaku perawat dalam penerapan APD (p=0,043), terdapat hubungan sikap dengan perilaku perawat dalam penerapan APD (p=0,000), terdapat hubungan sarana dan prasarana dengan perilaku perawat dalam penerapan APD (p=0,012). Diharapkan kepada tenaga kesehatan agar dapat meningkatkan pengetahuan, mengubah sikap, dan kepada pihak rumah sakit agar melengkapi ketersedian alat bagi perawat untuk mendukung penggunaan APD dan mencegah penularan infeksi nosokomial. Kejadian infeksi dianggap sebagai suatu masalah serius yang mengancam kesehatan dan keselamatan pasien dan petugas kesehatan secara global. Infeksi nosokomial merupakan infeksi yang terjadi di Rumah Sakit dan menyerang penderita yang sedang dalam masa proses penyembuhan. Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku perawat dalam penerapan alat pelindung diri terhadap pencegahan penularan infeksi nosokomial. Jenis penelitian deskritif analitik desain cross sectional. Pengumpulan data telah dilaksanakan di RSUD Dr. Rasidin kota Padang dan waktu penelitian pada tanggal 4-10 Juni 2018, sampel 40 responden perawat di ruang rawat inap pengambilan sampel dengan teknik total sampling. Pengambilan data menggunakan data primer yang diperoleh melalui koesioner dan data di olah dengan analisa univariat dan bivariat. Hasil analisis univariat didapatkan 72,5% responden dengan pengetahuan tinggi, 50% dengan sikap positif, 52,5% dengan sarana dan prasarana yang lengkap, 57,5% dengan perilaku baik. Hasil analisis terdapat hubungan pengetahuan dengan perilaku perawat dalam penerapan APD (p=0,043), terdapat hubungan sikap dengan perilaku perawat dalam penerapan APD (p=0,000), terdapat hubungan sarana dan prasarana dengan perilaku perawat dalam penerapan APD (p=0,012). Diharapkan kepada tenaga kesehatan agar dapat meningkatkan pengetahuan, mengubah sikap, dan kepada pihak rumah sakit agar melengkapi ketersedian alat bagi perawat untuk mendukung penggunaan APD dan mencegah penularan infeksi nosokomial
EVALUASI PELAKSANAAN PROGRAM JAMINAN KESEHATAN SUMATERA BARAT SAKATO (JKSS) DI KOTA PADANG TAHUN 2017
Dalam pelaksanaan program Jaminan Kesehatan Sumatera Barat Sakato (JKSS) masih terdapat permasalahan terkait pengelola Jaminan Kesehatan Sumatera Barat Sakato (JKSS). Oleh karena itu tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi pelaksanaan program Jaminan Kesehatan Sumatera Barat Sakato (JKSS) di Kota Padang tahun 2017. Desain penelitian ini adalah kualitatif, penentuan informan dilakukan dengan cara wawancara mendalam (Indept Interview), telaah dokumen, dan tabel Checklist Observasi, analisis data dilakukan dengan menggunakan pendekatan analisis isi (content analysis). Untuk menguji keabsahan data yang digunakan adalah triangulasi. Hasil penelitian dari komponen input, didapatkan untuk tenaga, dana, sarana dan kebijakan sudah cukup baik atau memadai, namun pada metode terdapat permasalahan yaitu untuk alur tidak sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan. Pada komponen proses, untuk perencanaan dan pengorganisasian sudah baik, namun pada pelaksanaan dan pengawasan terdapat permasalahan yaitu pada pelaksanaan kelurahan tidak sesuai dengan aturan dan pada pengawasan sudah baik, namun pada hasil monev terdapat masalah pada pengelola JKSS. Komponen output, Pelakasanaan JKSS saat ini sudah berjalan dengan baik, namun dari segi data masih ditemukannya masalah. Pelaksanaan program Jaminan Kesehatan Sumatera Barat Sakato (JKSS) di Kota Padang tahun 2017 belum berjalan dengan baik. Disarankan kepada petugas pelaksanaan JKSS untuk mengikuti alur yang telah ditetapkan agar data menjadi valid dan akurat.Dalam pelaksanaan program Jaminan Kesehatan Sumatera Barat Sakato (JKSS) masih terdapat permasalahan terkait pengelola Jaminan Kesehatan Sumatera Barat Sakato (JKSS). Oleh karena itu tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi pelaksanaan program Jaminan Kesehatan Sumatera Barat Sakato (JKSS) di Kota Padang tahun 2017.Desain penelitian ini adalah kualitatif, penentuan informan dilakukan dengan cara wawancara mendalam (Indept Interview), telaah dokumen, dan tabel Checklist Observasi, analisis data dilakukan dengan menggunakan pendekatan analisis isi (content analysis). Untuk menguji keabsahan data yang digunakan adalah triangulasi.Hasil penelitian dari komponen input, didapatkan untuk tenaga, dana, sarana dan kebijakan sudah cukup baik atau memadai, namun pada metode terdapat permasalahan yaitu untuk alur tidak sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan. Pada komponen proses, untuk perencanaan dan pengorganisasian sudah baik, namun pada pelaksanaan dan pengawasan terdapat permasalahan yaitu pada pelaksanaan kelurahan tidak sesuai dengan aturan dan pada pengawasan sudah baik, namun pada hasil monev terdapat masalah pada pengelola JKSS. Komponen output, Pelakasanaan JKSS saat ini sudah berjalan dengan baik, namun dari segi data masih ditemukannya masalah.Pelaksanaan program Jaminan Kesehatan Sumatera Barat Sakato (JKSS) di Kota Padang tahun 2017 belum berjalan dengan baik. Disarankan kepada petugas pelaksanaan JKSS untuk mengikuti alur yang telah ditetapkan agar data menjadi valid dan akurat.Kata Kunci : Evaluasi, Pelaksanaan, Jaminan Kesehatan Sumatera Barat Sakat
SIMULATION DOCKING ACTIVE COMPOUNDS LAB AS ANGIOTENSIN CONVERTING HUMAN ENZYME CHAIN A (ACE2)
ACE adalah singkatan dari Angiotensin-converting enzyme. Angiotensin adalah enzim yang berperan dalam sistem renin-angiotensin tubuh yang mengatur volume ekstraseluler (misalnya plasma darah, limfa, dan cairan jaringan tubuh), ACE inhibitor berguna untuk menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi, meningkatkan kerja jantung, dan mengurangi beban kerja jantung pada pasien gagal jantung. ACE inhbitor merupakan analog nonpeptida dari AT I. ACE inhibitor terikat kuat pada sisi aktif ACE, dimana terjadi kompleks dengan ion Zn dan berinteraksi dengan gugus bermuatan positif dan kantong hidrofobik. Penelitian ini bertujuan untuk melihat zat bioaktif pada BAL yang dapat digunakan sebagai kandidat terapi dengan metode molecular docking menggunakan Autodock Vina pada program PyRx 9.5. Protein yang digunakan sebagai target adalah Human angiotensin Converting Enzyme Chain A (ACE2) (PDB ID 1O86), sementara control inhibitor yang digunakan adalah Lisinopril dan untuk melihat interaksi asam amino yang terjadi digunakan program LigPlot 2.1. Berdasarkan hasil molekular docking diperoleh 7 senyawa bioaktive BAL dan bioaktive yang paling potensial adalah asam folat untuk menghambat ACE II dengan nilai binding activitynya -8,4.semakin negatif nilainya, maka semakin kuat interaksi yang terjadi antara reseptor dan ligand. Kesimpulan dapat diambil yakni senyawa bioaktive pada BAL tersebut dapat memiliki aktivitas sebagai inhibitor ACE , mirip dengan kerja lisinopril
Hubungan Antara Komitmen Pada Organisasi dan Supervisi Kepala Ruangan dengan Kepuasan Kerja Perawat Pelaksana
Survey yang dilakukan di RSUD Sawahlunto, didapatkan rekapitulasi absensi perawat yang terlambat datang sebanyak 7,2%, perawat yang turn over tahun 2012 sebanyak 2% dan 2013 sebanyak 2,1%, pelaksanaan supervisi belum optimal. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara komitmen pada organisasi dan supervisi kepala ruangan dengan kepuasan kerja perawat pelaksana. Pengumpulan dilakukan menggunakan kuesioner dengan teknik angket, jumlah sampel 81 perawat pelaksana. Analisis data menggunakan Chi-square dan regresi logistik. Hasil penelitian didapatkan 42 (51,9%) perawat pelaksanan puas dalam bekerja, 45 (55,6%) perawat pelaksana mempunyai komitmen baik, 42 (51,9%) pelaksanaan supervisi baik dan adanya hubungan antara komitmen pada organisasi dan supervisi kepala ruangan dengan kepuasan kerja perawat pelaksana di unit rawat inap RSUD Sawahlunto dengan (P value < 0,05). Dimana supervisi kepala ruangan sebagai variabel yang dominan (OR = 28, 617). Hasil penelitian ini merekomendasikan dalam upaya meningkatkan komitmen perawat seperti dalam hal visi, misi serta idiologi rumah sakit, membuat aturan baku tentang promosi dan pendidikan berkelanjutan bagi perawat dan membuat program peningkatan kompetensi supervisor
EFEKTIVITAS RELAKSASI NAPAS DALAM DAN KOMPRES HANGAT TERHADAP NYERI DISMENOREA PRIMER: LITERATURE REVIEW
Dismenorea merupakan penyebab salah satu penyebab berulangnya ketidakhadiran di sekolah atau bekerja pada wanita usia subur. Angka kejadian dismenorea di Indonesia sebesar 64,25 %. Wanita menjadi tidak bisa beraktivitas secara normal dan memerlukan penanganan atau resep obat. Selain terapi medis, terapi komplementer dapat digunakan untuk mengatasi nyeri dismenorea. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektivitas relaksasi napas dalam dan kompres hangat terhadap penurunan tingkat nyeri dismenorea. Penelusuran artikel penelitian di beberapa database menggunakan kata kunci dalam periode tahun 2016-2020. Penelitian menggunakan pendekatan literature review dengan jurnal sebagai sumber. Hasil literature review menunjukkan bahwa intervensi relaksasi napas dalam dan kompres hangat dapat membantu mengatasi masalah dismenorea. Relaksasi napas dalam mampu menurunkan atau menghilangkan rasa nyeri, meningkatkan ketentraman hati dan berkurangnya rasa cemas. Pemberian kompres hangat akan melebarkan pembuluh darah sehingga meningkatkan aliran darah lokal yang mengakibatkan relaksasi kemudian dapat menurunkan nyeri. Relaksasi napas dalam dan kompres hangat efektif dalam menurunkan nyeri dismenorea
EFEKTIVITAS MODIFIKASI GUIDED IMAGERY AND MUSIC (GIM) DENGAN INTENSITAS NYERI DISMENORE( NYERI HAID)
ABSTRAK Dismenore adalah Nyeri yang terjadi saat menstruasi.Salah satu tindakan non farmakologi yang bisa digunakan untuk menghilangkan nyeri haid ini guided Imagery dan musik. Tujuan dari Penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh guided imagery dan musik terhadap intensitas nyeri dismenore pada mahasiswi D III Keperawatan Universitas Negeri Padang. Disain penelitian ini adalah Quasi eksperimen , rancangan yang digunakan yaitu one group pretest dan posttest .Tekhnik Pengumpulan Data adalah wawancara dan angket. Analisis Data dengan menggunakan Uji T dependent. Hasil Penelitian ini didapatkan bahwa perbedaan nilai mean tingkat nyeri dismenore antara sebelum dan sesudah Guided Imagery dan musik adalah 0,448 dengan standar deviasi 0,985 . Hasil Uji statistic didapatkan nilai p = 0,021 maka dapat disimpulkan ada perbedaan yang signifikan antara tingkat Nyeri sebelum dan sesudah dilakukan tindakan guided imagery dan Musik. Diharapkan kepada perawat untuk dapat memberikan penyuluhan kepada Remaja Putri untuk melakukan tindakan guided imageri dan musik setiap hari selama menstruasi terutama saat dismenore.Kata Kunci : Dismenore; guided Imagery;musik ABSTRACTDysmenorrhea is pain that occurs during menstruation . One non-pharmacological action that can be used to relieve menstrual pain is guided Imagery and music . The purpose of this study was to determine the effect of guided imagery and music on the intensity of dysmenorrhea pain in female students of 3rd Diploma Nursing on Padang State University . The design of this study is Quasi experimental, designs were used that one group pretest and post-test Engineering Collection of data was interviews and questionnaires. Data analysis using dependent T test . The results of this study found that the mean difference between before and after Guided Imagery and music was 0.448 with a standard deviation of 0.985. Statistical test results obtained p value = 0.021, it can be concluded that there is a significant difference between the level of pain before and after guided imagery and music . It is expected that nurses will provide counseling to young women to carry out guided imagery and music every day during menstruation, especially during dysmenorrhea . Keywords : Dysmenorrhea; guided Imagery; music
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KUALITAS HIDUP PASIEN SKIZOFRENIA
ABSTRAKPenderita skizofrenia akan mempengaruhi kualitas hidupnya seperti penurunan fungsi motorik, fungsi verbal, IQ. Fenomena yang ditemukan adalah pasien skizofrenia terlihat tidak dihargai, dianggap gila dan keluarga terlihat tidak begitu memperhatikan pengobatan pasien. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan dukungan keluarga dengan kualitas hidup pasien skizofrenia. Desain penelitian yang digunakan adalah deskritip kolerasi dengan pendekatan cross sectional study. Populasi penelitian pasien skizofrenia yang berjumlah 1.035 orang dengan teknik sampel accidental sampling yang berjumlah 91 orang. Hasil penelitian 52,7% responden dengan kualitas hidup kurang baik, 50,5% responden tidak mendapat dukungan keluarga, terdapat hubungan dukungan keluarga dengan kualitas hidup pasien skizofrenia (p<0,05). Kesimpulan dalam penelitian ini terdapat hubungan dukungan keluarga dengan kualitas hidup pasien skizofrenia. Disarankan kepada pihak Rumah sakit memberikan sosialisasi penyuluhan kepada keluarga dalam memberikan dukungan kepada anggota, serta mengembangkan program intervensi pada keluarga seperti kegiatan home visite agar kualitas hidup pasien skizofrenia dapat ditingkatkan.Kata Kunci : Dukungan Keluarga; Kualitas Hidup; Skizofrenia ABSTRACTSchizophrenic sufferers will affect their quality of life such as decreased motor function, verbal function, IQ. The phenomenon found was that schizophrenic patients looked disrespected, considered crazy and their families did not pay much attention to the patient's treatment. This study aims to analyze the relationship between family support and quality of life in schizophrenic patients. The research design used was descriptive correlation with a cross sectional study approach. The population of this study was 1,035 schizophrenic patients with a sample accidental sampling technique, amounting to 91 people. The results of the study were 52.7% of respondents with poor quality of life, 50.5% of respondents did not get family support, there was a relationship between family support and quality of life for schizophrenic patients (p <0.05). The conclusion in this study is that there is a relationship between family support and quality of life in schizophrenia patients. It is recommended that the hospital provide counseling to families in providing support to members, and develop intervention programs for families such as home vision activities so that the quality of life of schizophrenia patients can be improved.Keywords: Family Support; Quality of Life; Schizophreni
Sifat Kombinasi Ekstrak Etanol 90% Batang Sereh (Cymbopogon citratus) dengan Kulit Buah Delima (Punica granatum L.) Terhadap Bakteri Klebsiella pneumoniae
Bakteri Klebsiella pneumoniae merupakan salah satu bakteri patogen yang menginfeksi manusia. Peningkatan prevalensi infeksi akan berpotensi terjadinya resistensi terhadap antibiotik sehingga dibutuhkan mencari alternatif lain sebagai antibakteri dari bahan alam. Bahan alam yang digunakan pada penelitian ini adalah batang sereh dan kulit buah delima. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak uji (ekstrak etanol 90% batang sereh dan kulit buah delima) terhadap Klebsiella pneumoniae, serta pengaruhnya jika dikombinasikan. Penentuan nilai Konsentrasi Hambat Minimum (KHM) dan Konsentrasi Bunuh Mikroba (KBM) ekstrak uji terhadap bakteri Klebsiella pneumoniae menggunakan metode mikrodilusi. Penentuan diameter hambat ekstrak uji terhadap bakteri uji menggunakan metode difusi agar. Kemudian pengujian kombinasi ekstrak uji dilakukan dengan menggunakan metode difusi agar pita kertas. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak etanol 90% batang sereh dan kulit buah delima memiliki aktivitas antibakteri terhadap Klebsiella pneumoniae dengan nilai KHM secara berurutan adalah 4096 µg/mL dan 256 µg/mL dan nilai KBM kedua ekstrak uji adalah >4096 µg/mL. Kombinasi ekstrak uji terhadap bakteri Klebsiella pneumoniae menunjukkan sifat sinergis. Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ekstrak uji memiliki aktivitas antibakteri terhadap Klebsiella pneumoniae dan memiliki sifat sinergis jika dikombinasikan
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU DAN DUKUNGAN TENAGA KESEHATAN DENGAN PELAKSANAAN DETEKSI DINI TUMBUH KEMBANG (DDTK) PADA ANAK BALITA DI KELURAHAN BATUANGTABAWILAYAHKERJA PUSKESMAS PAGAMBIRAN PADANG TAHUN 2015
Abstrak Deteksi Dini Tumbuh Kembang adalah kegiatan/ pemeriksaan untuk mengetahui tumbuh kembang anak normal atau ada penyimpangan.Cakupan DDTK diPuskesmas Pagambiran Padang tahun 2014 yaitu 35.5 % dari target pemerintah 90%.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan ibu dan dukungan tenaga kesehatan dengan pelaksanaan DDTKpada anak balita di Kelurahan Batuang Taba Wilayah Kerja Puskesmas Pagambiran Padang tahun 2015. nJenis penelitian ini adalah analitik dengan desain penelitian cross sectional study. Penelitiandilakukan di Kelurahan Batuang Taba Wilayah Kerja Puskesmas Pagambiran Padang pada Agustus tahun 2015.Populasiberjumlah 250 orang. Sampel diambil secara Systematic Random Sampling yang berjumlah 71 orang. Data dikumpulkan melalui data primer dan data sekunder, diolah secara editing, coding, processing, tabulating dan cleaning, dan dianalisis dengan menggunakan analisis univariat dan bivariat. Sebagian kecil responden (29, 58%) tidak melaksanakan DDTKpada anak balita, sebagian kecil responden (32,39%) berpengetahuan rendah, sebagian kecil responden (40,85%) menyatakan ada dukungan tenaga kesehatan, didapatkan c²h= 15 untuk hubungan tingkat pengetahuan ibudengan pelaksanaanDDTK dan c²h = 13,6 untuk hubungandukungan tenaga kesehatan denganpelaksanaanDDTK pada anak balitadi Kelurahan Batuang Taba Wilayah Kerja Puskesmas Pagambiran Padang tahun 2015. Ada hubungan tingkat pengetahuan dandukungan tenaga kesehatan dengan pelaksanaan DDTK pada anak balita. Disarankan pada tenaga kesehatan Puskesmas Pagambiran untuk dapat memberikan informasi atau penyuluhan kesehatan tentang pelaksanaan dan manfaat DDTKpada anak balita. Kata Kunci: Pengetahuan, Dukungan Tenaga Kesehatan, Deteksi Dini, Balit