Jurnal Kesehatan Medika Saintika
Not a member yet
301 research outputs found
Sort by
FAKTOR PREDISPOSISI KEJADIAN KETUBAN PECAH DINI PADA IBU BERSALIN DI PUSKESMAS KECAMATAN JATINEGARA
Angka Kematian Ibu di dunia masih didominasi pada negara-negara berkembang salah satunya adalah Indonesia. Indonesia menjadi Negara diurutan ketiga pada regional Asia Tenggara untuk angka Kematian Ibu sendiri. Penyebab kematian ibu masih didominasi oleh perdarahan, preeklamsi, dan infeksi. Salah satu yang dapat menyebabkan infeksi adalah kejadian ketuban pecah dini pada ibu bersalin. Ketuban pecah dini merupakan robeknya selaput ketuban pada saat persalinan belum dimulai dan hal ini dapat meningkatkan risiko terjadinya infeksi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor risiko dari penyebab ketuban pecah dini. Penelitian ini menggunakan desain case control dengan jumlah sampel sebanyak 25 orang untuk kasus (case) dan 50 orang untuk kelompok kontrol. Lokasi penelitian berada di Puskesmas Kecamatan Jatinegara dan metode pengambilan data dilakukan menggunakan data sekunder dengan memanfaatkan rekam medis yang dimiliki. Hasil peneltian menunjukan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara usia, paritas dan tingkat pendidikan ibu terhadap kejadian ketuban pecah dini. Sedangkan untuk variabel lama waktu bekerja tidak terdapat hubungan yang signifikan dengan kejadian KPD. Hasil multivariat didapatkan bahwa variabel usia dan paritas lebih dominan untuk menyababkan terjadinya KPD. Untuk mencegah terjadinya KPD pada ibu perlu dilakukan peningkatan pemahaman tentang penyebab dan dampak saat terjadinya KPD. Tenaga kesehatan juga memiliki peran untuk melakukan deteksi dini komplikasi selama masa kehamilan dan persalinan
Pengaruh Pendidikan Kesehatan Dengan Media Video Terhadap Pengetahuan Anak Usia Sekolah Tentang Empat Bagian Tubuh Penting Yang Tidak Boleh Disentuh Di Koto Tangah Kota Padang
Empat bagian tubuh penting yang perlu diketahui anak guna menghindari kekerasan seksual, yaitu mulut atau bibir, dada, perut, kemaluan daerah pantat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan dengan media video terhadap pengetahuan anak tentang empat bagian tubuh penting yang tidak boleh disentuh. Desain penelitian berupa Quasy Experimental Pre-Post Test Wih Control Group, sampel berjumlah 92 orang dengan teknik total sampling. 46 responden kelompok intervensi dan 46 responden kelompok kontrol. Instrument yang digunakan adalah kuesioner KAP Survey. Uji statistik yang digunakan uji T independent dan T dependen. Hasil dan kesimpulan menunjukkan terdapat pengaruh intervensi pendidikan kesehatan dengan media video terhadap pengetahuan anak dengan p value 0.001. Saran agar media ini dapat dijadikan perawat sebagai intervensi pendidikan kesehatan anak dan bekerja sama dengan pihak sekolah secara berkala dan media ini dapat pula dijadikan pihak sekolah sebagai acuan dan inovasi (media pendamping instrumen pembelajaran) sehingga dapat meningkatkan pengetahuan anak tentang empat bagian tubuh penting.Kata kunci : Pendidikan kesehatan ; video ; pengetahua
HUBUNGAN FUNGSI MANAJEMEN KEPALA RUANGAN DENGAN KELENGKAPAN PENDOKUMENTASIAN PERAWAT BERDASARKAN AKREDITASI KARS 2012 DI RAWAT INAP RSUD SOLOK
Peningkatan pelayanan yang bermutu berhubungan erat dengan pelaksanaan fungsi manajemen kepala ruangan yang tergambar dari pendokumentasian asuhan keperawatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisa hubungan pelaksanaan fungsi manajemen kepala ruangan dengan kelengkapan pendokumentasian perawat berdasarkan akreditasi KARS 2012 di Ruang Rawat Inap RSUD Solok. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perawat diruang rawat inap RSUD Solok yang berjumlah 147 orang dengan 109 sampel. Teknik pengampilan sampel secara proporsional random sampling dengan menyebarkan kuesioner dan observasi rekam medis pasien. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fungsi manajemen kepala ruangan sebagian besar baik dan lebih dari separoh kelengkapan pendokumentasian keperawatan versi KARS di RSUD Solok adalah terpenuhi sebagian. Hasil uji bivariat didapatkan nilao p value < 0,05 (0,00) berarti adanya hubungan antara fungsi pengawasan dengan kelengkapan pendokumentasian perawat berdasarkan akreditasi KARS 2012 di RSUD Solok. Saran penelitian agar rumah sakit lebih meningkatkan fungsi pengawasan dari kepala ruangan yang sudah ada dengan melatih kembali cara kepala ruangan dan melakukan penilaian kembali tentang kelengkapan pendokumentasian keperawatan secara berkala.Kata kunci : fungsi manajemen, dokumentasi perawat, KARS 2012
EFEKTIVITAS METODE CERAMAH DAN DISKUSI KELOMPOK DALAM MENINGKATKAN PENGETAHUAN TENTANG DAMPAK SEKS BEBAS PADA REMAJA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA
ABSTRAK Perilaku seks bebas menimbulkan berbagai dampak negatif pada remaja seperti kehamilan yang tidak diinginkan dan aborsi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas metode ceramah dan diskusi kelompok dalam meningkatkan pengetahuan tentang dampak seks bebas pada remaja SMPN 39 Padang tahun 2019. Jenis penelitian yang dilakukan quasi eksperimental dengan rancangan one group pre-test dan post-test. Persentase rata-rata pada kelompok ceramah sesudah dilakukan intervensi (68,33), berbeda dengan rata-rata pengetahuan sesudah pada kelompok metode diskusi kelompok (75,33). Hal ini dibuktikan hasil uji paired sample t-test dengan nilai p= 0,000<0,05 dengan rata-rata 10,000 pada kelompok ceramah dan pada kelompok diskusi p=0,003 dengan rata-rata 9,000. Hasil penelitian menunjukan bahwa metode ceramah lebih efektif dibandingkan metode diskusi kelompok disebabkan metode ceramah lebih mampu mempengaruhi pengetahuan remaja. Hasi uji Independent t-test p= 0,157 artinya tidak ada perbedaan efektivitas antara metode ceramah dan diskusi kelompok.Kata kunci: Seks bebas, ceramah, diskusi, pengetahuan ABSTRACT Free sex has a variety of negative effects on adolescents such as unwanted pregnancy and abortion. This study aims to determine the effectiveness of the lectures and group discussion methods in increasing knowledge about the effects of free sex on adolescents at 39 Padang Junior High School in 2019. This type of quasi experimental research with one group pre-test and post-test design.The average percentage in the lecture group after the intervention (68.33), is different from the average knowledge after the group discussion group method (75.33). This is evidenced by the results of paired sample t-test with a value of p = 0,000 <0.05 with an average of 10,000 in the lecture group and in the discussion group p = 0.003 with an average of 9,000. The results showed that the lecture method was more effective than the group discussion method because the lecture method was more able to influence adolescent knowledge. The result of the Independent t-test p = 0.157 means that there is no difference in effectiveness between the lecture method and group discussion.Keyword: Free sex, lectures, discussion, knowledg
HUBUNGAN STATUS GIZI ANAK USIA 5-6 TAHUN DENGAN PERKEMBANGAN ANAK DI” RA IKHLAS” GUNUNG PANGGILUN PADANG
AbstrakData dari Dinas Kesehatan Kota Padang untuk RA Ikhlas terdapat jumlah siswanya sebanyak 157 siswa, dan untuk status gizi kurang sebanyak 6 orang (3,82%), untuk gizi normal sebanyak 120 orang(76,43%), gizi lebih sebanyak 19 orang(12,59%), dan obesitas sebanyak 2 orang(1,27%) Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan status gizi anak usia 5-6 tahun dengan perkembangan anak di RA IKHLAS Gunung Pangilun Padang Tahun2014. Penelitian ini adalah metode analitik dengan desain cross sectional. Penelitian di RA IKHLAS Gunung Pangilun Padang Tahun 2014 dengan sampel pada penelitian ini adalah keseluruhan anak yang berumur 5-6 tahun yang berada di RA IKHLAS Gunung Pangilun Padang Tahun 2014 yaitu sebanyak 55 orang anak dengan menggunakan metode total sampling. Data diolah secara univariat menggunakan distribusi frequensi dan analisa bivariat dengan menggunakan chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar anak memiliki perkembangan yang sesuai yaitu 46 orang (83,6%) dan sebagian kecil lagi yaitu 9 orang anak (16,4%) memiliki perkembangan meragukan, anak memiliki status gizi lebih yaitu 9 orang (16,4%) status gizi baik 43 orang (78,2%) dan status gizi kurang 3 orang anak (5,5%), terdapat hubungan bermakna antara status gizi dengan perkembangan anak di RA Ikhlas Gunung Panggilun Padang Tahun 2014 (p=0,039) Terdapat hubungan anatara status gizi dengan perkembanagan anak di RA Ikhlas Gunung Pangilun Padang Tahun 2014. Bagi orang tua dapat mempertahankan atau memperbaiki gizi seimbang pada anaknya, bagi pihak sekolah diharapkan berperan dalam memantau perkembangan anak. bagi peneliti selanjutnya disarankan untuk melakukan penelitian mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi status gizi dengan perkembangan anak dengan metode yang berbedaKata Kunci : Status Gizi, Perkembangan Ana
HUBUNGAN PARITAS DAN PEKERJAAN IBU DENGAN PEMBERIAN MAKANAN PENDAMPING AIR SUSU IBU (MP-ASI) DINI PADA BAYI USIA 0-6 BULAN
Proporsi pemberian ASI eksklusif di Indonesia yaitu (37,3%). Cakupan ASI eksklusif Provinsi Jambi yaitu (28%). Cakupan pemberian ASI eksklusif Kota Sungai Penuh yaitu (43,1%) dan di Kecamatan Tanah Kampung sebesar (32,4%). Data wilayah kerja Puskesmas Tanah Kampung menunjukkan bahwa 15 dari 17 ibu telah memberikan MP-ASI dini pada anaknya. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui Hubungan dukngan keluarga dan pekerjaan ibu dengan pemberian MP-ASI dini pada bayi usia 0-6 bulan diwilayah kerja Puskesmas Tanah Kampung Kota Sungai Penuh. Desain penelitian ini analitik kuantitatif dengan metode cross sectional dengan jumlah sampel sebanyak 46 orang. Hasil penelitian ini 69,5% bayi usia 0-6 bulan mendapat MP-ASI dini. Bayi yang diberikan MP-ASI dini dengan paritas ≤ 2 sebesar 80%, dengan ibu yang bekerja sebesar 84,4%. Dengan hasil uji chi square ada hubungan antara paritas ibu nilai p-value 0.001, antara pekerjaan ibu nilai p-value 0.000 dengan pemberian MP-ASI dini. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu terdapat hubungan antara paritas ibu dan pekerjaan ibu dengan pemberian MP-ASI dini pada bayi usia 0-6 bulan diwilayah kerja Puskesmas Tanah Kampun
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP LANSIA DENGAN PEMANFAATAN POSYANDU LANSIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KAMPUNG GUCI PADANG PARIAMAN
Cakupan pemanfaatan pelayanan posyandu lansia hanya mencapai 23%, sementara masalah yang mendasar adalah masalah kesehatan pada lansia akibat penyakit degeneratif. Karena lansia tidak memiliki pengetahuan dan sikap yang acuh terhadap Dengan memanfaatkan posyandu, lansia akan mendapatkan pengetahuan dan sikap terhadap masalah kesehatan dan kesediaan lansia mengikuti kegiatan posyandu. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap dengan pemanfaatan posyandu lansia di Wilayah Kerja Puskesmas Kampung Guci Padang Pariaman. Metode penelitian ini adalah deskripstif kuantitatif dengan desain Cross Sectional. Populasi sebanyak 288 orang lansia di posyandu Sungai Asam. Pengambilan sampel secara Sistematic Random Sampling sebanyak 72 orang. Penelitian dilakukan pada bulan Maret 2019. Data diambil dengan menggunakan kuesioner yang bersumber dari penelitian sebelumnya, dengan menggunakan skala likert. Analisis data dengan univariat dan bivariat. Analisis bivariat menggunakan uji Chi square. Hasil penelitian didapatkan 55,6% lansia tidak memanfaatkan posyandu. 52,8% lansia memiliki pengetahuan rendah dan 54,2% lansia memiliki sikap negatif. Terdapat hubungan pengetahuan (pvalue=0,000), sikap (pvalue=0,021) dengan pemanfaatan posyandu lansia. Kepada petugas kesehatan untuk dapat memberikan penyuluhan dan konseling mengenai masalah kesehatan dalam pelayanan posyandu lansia dan melaksanakan posyandu lansia sesuai mekanisme posyandu serta membuat kegiatan pendukung lainny
PENGARUH PEMBERIAN REBUSAN DAUN PAGAGAN (Centtela asafica) TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA PENDERITA HIPERTENSI DI KOTA PADANGSIDIMPUAN
Menurut WHO prevalensi hipertensi di seluruh dunia pada tahun 2010 mencapai 30-32%, sedangkan Prevalensi hipertensi di Indonesia berdasarkan data Riskesdas tahun 2013 diperoleh sebesar 26.5% dan cakupan diagnosis hipertensi oleh tenaga kesehatan mencapai 36.8% sehingga penderita hipertensi dalam masyarakat yang belum terdiagnosa 63.2%. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian rebusan daun pagagan ( centella asafica ) terhadap penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain penelitian yang digunakan adalah one group pre test and post test design tanpa kelompok control dan populasi pada penelitian ini adalah seluruh penderita hipertensi yang ada di Kota Padangsidimpuan sebanyak 16 orang. Berdasarkan hasil uji statistik paired t tes diperoleh bahwa rata- rata tekanan darah pengukuran pertama 156,6 mmhg dengan standar deviasi 15,68 dan pada pengukuran kedua didapat rata- rata tekanan darah adalah 131,6 mmhg dengan standar deviasi 1,05. Terlihat nilai mean perbedaan antara pengukuran pertama dan kedua adalah 25,12 dengan standar deviasi 11,49. Hasil uji statistik didapatkan nilai p value 0,001 maka dapat disimpulkan ada penurunan yang signifikan antara tekanan darah pengukuran pertama dan pengukuran kedua
ANALISIS BEBAN KERJA TENAGA FILLING REKAM MEDIS (STUDI KASUS KLINIK MEDIKA SAINTIKA)
Hasil observasi awal di bagian rekam medis Klinik Medika Saintika Padang diketaahui jumlah tenaga rekam medis sebanyak 2 orang, 2 oarang tersebut ditempatkan dibagian administrasi atau pendaftaran pasien sedangkan dibagian filling tidak ada tenaga tetap sehingga bisa dilakukan analisis beban kerja tenaga filling rekam medis. Metode penelitian deskriptif dengan pendekatan obsevasional analitik Populasi dalam penelitian ini adalah banyaknya rekam medis yang disiapkan dengan accidental sampling dari rata-rata setiap hari sebanyak 32 berkas rekam medis dengan mengguakan analisis data metode workload analysis (analisis beban kerja). Dari hasil hitung jam kerja efektif Klinik Medika Saintika Padang adalah 3,92 jam/hari (14104 detik) dan waktu menyelasaikan semua tugas dibagian filling telah sesuai hanya saja pada bagian filling tidak ada tenaga kerja tetap. Pekerjaan dibagian filling sementara waktu dibantu oleh tenaga administrasi atau pendaftaran, sehingga dari hasil hitungan jumlah kebutuhan tenaga kerja rekam medis dibagian filling Klinik Medika Saintika Padang adalah 1 orang. Pihak klinik harus memperhatikan tenaga kerja dan perlunya struktur organisasi untuk memperjelas memperjelas tanggung jawab, uraian tugas serta kedudukan seorang pegawai, sehingga akan terpenuhi pegawai tetap dibagian filling rekam medis untuk mempertahankan beban kerja dan terbentuknya manajemen waktu yang tepat agar jam kerja efektif dapat dipertahankanHasil observasi awal di bagian rekam medis Klinik Medika Saintika Padang diketaahui jumlah tenaga rekam medis sebanyak 2 orang, 2 oarang tersebut ditempatkan dibagian administrasi atau pendaftaran pasien sedangkan dibagian filling tidak ada tenaga tetap sehingga bisa dilakukan analisis beban kerja tenaga filling rekam medis. Metode penelitian deskriptif dengan pendekatan obsevasional analitik Populasi dalam penelitian ini adalah banyaknya rekam medis yang disiapkan dengan accidental sampling dari rata-rata setiap hari sebanyak 32 berkas rekam medis dengan mengguakan analisis data metode workload analysis (analisis beban kerja). Dari hasil hitung jam kerja efektif Klinik Medika Saintika Padang adalah 3,92 jam/hari (14104 detik) dan waktu menyelasaikan semua tugas dibagian filling telah sesuai hanya saja pada bagian filling tidak ada tenaga kerja tetap. Pekerjaan dibagian filling sementara waktu dibantu oleh tenaga administrasi atau pendaftaran, sehingga dari hasil hitungan jumlah kebutuhan tenaga kerja rekam medis dibagian filling Klinik Medika Saintika Padang adalah 1 orang. Pihak klinik harus memperhatikan tenaga kerja dan perlunya struktur organisasi untuk memperjelas memperjelas tanggung jawab, uraian tugas serta kedudukan seorang pegawai, sehingga akan terpenuhi pegawai tetap dibagian filling rekam medis untuk mempertahankan beban kerja dan terbentuknya manajemen waktu yang tepat agar jam kerja efektif dapat dipertahankanKata Kunci : Beban Kerja, Tenaga Filling, Rekam Medi
EFEKTIVITAS METODE PERMAINAN BERBURU HARTA KARUN TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN SIAGA BENCANA GEMPA BUMI DAN TSUNAMI PADA ANAK-ANAK PANTI ASUHAN SAYYIDAH ADAWIYYAH
Kota Padang berpotensi mengalami bencana gempa bumi dan tsunami di pesisir pantai. Anak-anak di panti asuhan Sayyidah Adawiyyah belum pernah mendapatkan sosialisasi tentang siaga bencana. Sehingga tidak mengetahui bagaimana langkah-langkah yang harus dilakukan jika terjadi suatu bencana. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui efektivitas metode berburu harta karun terhadap peningkatan pengetahuan tentang siaga bencana gempa bumi dan tsunami pada anak-anak di Panti Asuhan Sayyidah Adawiyyah Kota Padang. Jenis penelitian ini adalah quasi experiment dengan rancangan penelitian one group pretest – postest. Sampel penelitian berjumlah 35 anak. Data primer dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner, dianalisis secara univariat dan bivariat dengan uji wilcoxon tingkat kepercayaan 95%, p<0,05. Hasil uji statistik menunjukkan adanya efektivitas (p-value=0,012) metode permainan berburu harta karun efektif terhadap peningkatan pengetahuan tentang kesiapsiagaan bencana gempa bumi dan tsunami pada anak-anak di Panti Asuhan Sayyidah Adawiyyah kota Padang tahun 2021. Diharapkan kepada pihak mitra khususnya Panti Asuhan Sayyidah Adawiyyah untuk bisa juga menerapkan dan mengajarkan model pembelajaran permainan edukatif pada anak asuh yang lain mengenai kesiapsiagaan dan mitigasi bencana gempa bumi dan tsunami.Kata Kunci: Siaga Bencana; metode berburu harta karun; edukas