Jurnal Kesehatan Medika Saintika
Not a member yet
    301 research outputs found

    PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TERHADAP PENGETAHUAN SANTRI TENTANG PENCEGAHAN PENYAKIT DERMATITIS DI PONDOK PESANTREN DARUSSALAM AURDURI SUMANI KECAMATAN X KOTO SINGKARAK.

    Get PDF
    Penyakit dermatitis termasuk kedalam urutan sepuluh. Dari 12 santri yang sakit setiap bulannya rata-rata menderita dermatitis sebanyak 8 orang tiap bulannya. Tujuan penelitian ini untuk melihat pengaruh pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan santri tentang pencegahan penyakit dermatitis di Pondok Pesantren Darussalam Aurduri Sumani Kecamatan X Koto Singkarak. Jenis penelitian adalah Quasy Experiment dengan desain One-Group Pre Test-Post Test yang dilaksanakan di Pondok Pesantren Darussalam Aurduri Sumani Kecamatan X Koto Singkarak bulan Desember 2015 – Maret 2016. Populasi semua santri di Pondok Pesantren Darussalam berjumlah 105 orang, dengan teknik sampel secara sistematik random sampling sehingga didapat jumlah sampel 51 orang. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dengan cara angket. Data di olah dengan langkah editing, codyng, entry, tabulating dan cleaning dan analisis secara univariat menggunakan statistik deskriptif dan analisis bivariat menggunakan uji t-test dependen dengan tingkat kemaknaan 95% (α = 0,05). Hasil penelitian didapatkan rata-rata pengetahuan tentang pencegahan penyakit dermatitis sebelum diberikan pendidikan kesehatan 8,37 dan sesudah diberikan pendidikan didapatkan nilai rata-rata 11,18. Ada pengaruh pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan santri tentang pencegahan penyakit dermatitis (p = 0,000). kesimpulan ada pengaruh pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan santri tentang pencegahan penyakit dermatitis..Kata Kunci     : Pengetahuan, Dermatitis

    PEMBERIAN BUBUR KACANG HIJAU MODISCO TERHADAP PERUBAHAN KADAR ALBUMIN DAN BERAT BADAN BALITA BAWAH GARIS MERAH (BGM)

    Get PDF
    Balita BGM memang bukan menunjukkan keadaan gizi buruk, tetapi sebagai peringatan untuk konfirmasi dan tindak lanjut. Memberikan bubur kacang hijau modisco kepada balita secara rutin sangat baik karena mengandung berbagai mineral, vitamin dan bahkan protein yang sangat berkhasiat untuk memacu pertumbuhan. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan pemberian bubur kacang hijau modisco dapat meningkatakan kadar albumin dan berat badan balita bawah garis merah (BGM). Penelitian ini menggunakan Quasi Experiment dengan desain Pre Test Post Test With Control Group. Penelitian dilaksanakan diwilayah kerja puskesmas Se-Kota Salatiga.Jumlah sampel 24 responden dengan metode simple random sampling. Terdiri dari 12 pada kelompok eksperimen diberikan bubur kacang hijau modisco dan 12 pada kelompok kontrol diberikan bubur kacang hijau. Penelitian dilakukan selama ± 2 bulan. Pengukuran kadar albumin dengan menggunakan metode BCG sedangkan berat badan menggunakan timbangan. Hasil penelitian danya peningkatan kadar albumin sebesar 0,35 gr% dan berat badan sebesar 0,41 kg, pada balita bawah garis merah (BGM) pada kelompok perlakuan yang diberikan bubur kacang hijau modisco.Bubur kacang hijau modisco dapat meningkatkan kadar albumin dan berat badan balita bawah garis merah (BGM) di bandingkan bubur kacang hijau.Kata kunci : Kadar Albumin; Berat Badan; Balita; Bawah Garis Mera (BGM).  ABSTRACT BGM toddlers do not show malnutrition, but as a warning for confirmation and follow-up. Giving modisco green bean porridge to toddlers regularly is very good because it contains various minerals, vitamins and even protein which are very nutritious to stimulate growth. This study aims to prove that giving modisco green bean porridge can increase albumin levels and body weight of under five under the red line (BGM). This study used a Quasi Experiment with the design of the Pre Test Post Test with Control Group. The research was carried out in the work area of puskesmas in Salatiga City. The number of samples was 24 respondents using simple random sampling method. Consisting of 12 in the experimental group were given modisco green bean porridge and 12 in the control group were given green bean porridge. The study was conducted for ± 2 months. Measurement of albumin levels used the BCG method while body weight used scales. The results of the study were an increase in albumin levels by 0.35 g% and body weight of 0.41 kg, in children under the red line (BGM) in the treatment group given modisco green bean porridge. Modisco green bean porridge can increase albumin levels and body weight of children under the red line (BGM) compared to green bean puree.Keywords : Albumin Level’s; Weight; Toodler; Under the Red Line (BGM

    Analisis Pelaksanaan Program Sistem Pencatatan dan Pelaporan Terpadu Puskesmas di Dinas Kesehatan Kabupaten Pasaman Barat

    Get PDF
     Puskesmas merupakan suatu lembaga resmi dibawah naungan Dinas Kesehatan Kota. Puskesmas yang melaksanakan pelayanan kesehatan dasar tahun 2017 di Indonesia mencapai 6.110 Puskesmas (62,19%) dengan target yang ditetapkan sebesar 60%. Jumlah Puskesmas yang melaksanakan pelayanan kesehatan dasar di Provinsi Sumatera Barat sebanyak 122 Puskesmas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pelaksanaan Sistem Pencatatan dan Pelaporan Terpadu Puskesmas (SP2TP) di Dinas Kesehatan Kabupaten Pasaman Barat Tahun 2019. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif, penentuan informan dilakukan dengan cara purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara mendalam (Indepth Interview), telaah dokumen dan tabel checklist observasi, analisis data dilakukan dengan menggunakan pendekatan analisis isi (content analysis). Metode yang digunakan untuk menguji keabsahan data yaitu metode triangulasi sumber dan metode.  Hasil penelitian dilihat dari komponen input, didapatkan bahwa SDM sudah cukup baik, tetapi masih ada petugas yang rangkap jabatan, dari segi fasilitas masih ada beberapa hal yang perlu dilengkapi. Sedangkan untuk dana, tidak ada dana khusus. Pada komponen proses, untuk pencatatan petugas masih menggunakan cara manual, meskipun sudah ada yang menggunakan cara komputerisasi. Sedangkan untuk pelaporan sudah cukup baik, tetapi ada beberapa Puskesmas yang terlambat. Komponen output pelaksanaan SP2TP sudah cukup akurat dan relevan, tetapi ada keterlambatan dalam waktu prngiriman laporan dari Puskesmas Pelaksanaan program SP2TP di Dinas Kesehatan Kabupaten Pasaman Barat berjalan dengan baik. Disarankan kepada pihak dinas kesehatan untuk bisa meningkat SDM dan Fasilitas dalam pelaksanaan SP2TP ini. Begitu juga dengan koordinas yang baik antara petugas di Puskesmas maupun di Dinas Kesehatan. 

    HUBUNGAN FAKTOR RISIKO DENGAN KETUBAN PECAH DINI

    Get PDF
    Salah satu masalah penting bidang obstetri adalah kehamilan dengan Ketuban Pecah Dini (KPD). Beberapa faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian KPD antara lain usia ibu, paritas, infeksi, anemia, kehamilan ganda, peningkatan tekanan intrauterin dan faktor keturunan. Di Rumah Sakit Bhayangkara Padang kasus KPD merupakan kasus yang sering terjadi dan memiliki angka yang cukup tinggi setiap tahunnya. Tujuan penelitian ini adalah mempelajari Hubungan Faktor Risiko dengan Ketuban Pecah Dini. Penelitian ini survey analitik dengan rancangan kohort, pendekatan retrospektif. Penelitian dilaksanakan bulan Juli s/d Agustus 2019 di Instalansi Rekam Medik RS Bhayangkara Padang. Populasi ibu bersalin sebanyak 665 orang, sampel 87 orang. Teknik pengambilan sampel systematik random sampling. Analisis data univariat dan bivariat. Hasil penelitian ini didapatkan, 51 umur ibu beresiko, 50 (98%) KPD, p value 0,001. 46 ibu paritas beresiko, 45 (98%) KPD, p value 0,001. 40 ibu riwayat KPD, 29 (72,5%) KPD, p value 0,216. 19 ibu kelainan letak, 17 (89,5%) KPD, p value 0,02 . 8 ibu kehamilan kembar, 8 (88,9%) KPD, p value 0,149. 10 ibu infeksi, 8 (80%) KPD, p value 0,484. Simpulan penelitian ini ada hubungan bermakna umur ibu, paritas, kelainan letak dengan KPD dan tidak ada hubungan yang bermakna riwayat KPD, kehamilan kembar dan infeksi dengan KPD di RS Bhayangkara Padang.Salah satu masalah penting bidang obstetri adalah kehamilan dengan Ketuban Pecah Dini (KPD). Beberapa faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian KPD antara lain usia ibu, paritas, infeksi, anemia, kehamilan ganda, peningkatan tekanan intrauterin dan faktor keturunan. Di Rumah Sakit Bhayangkara Padang kasus KPD merupakan kasus yang sering terjadi dan memiliki angka yang cukup tinggi setiap tahunnya. Tujuan penelitian ini adalah mempelajari Hubungan Faktor Risiko dengan Ketuban Pecah Dini. Penelitian ini survey analitik dengan rancangan kohort, pendekatan retrospektif. Penelitian dilaksanakan bulan Juli s/d Agustus 2019 di Instalansi Rekam Medik RS Bhayangkara Padang. Populasi ibu bersalin sebanyak 665 orang, sampel 87 orang. Teknik pengambilan sampel systematik random sampling. Analisis data univariat dan bivariat. Hasil penelitian ini didapatkan, 51 umur ibu beresiko, 50 (98%) KPD, p value 0,001. 46 ibu paritas beresiko, 45 (98%) KPD, p value 0,001. 40 ibu riwayat KPD, 29 (72,5%) KPD, p value 0,216. 19 ibu kelainan letak, 17 (89,5%) KPD, p value 0,02 . 8 ibu kehamilan kembar, 8 (88,9%) KPD, p value 0,149. 10 ibu infeksi, 8 (80%) KPD, p value 0,484. Simpulan penelitian ini ada hubungan bermakna umur ibu, paritas, kelainan letak dengan KPD dan tidak ada hubungan yang bermakna riwayat KPD, kehamilan kembar dan infeksi dengan KPD di RS Bhayangkara Padang

    FAKTOR RISIKO KEJADIAN STROKE PADA PASIEN RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT STROKE NASIONAL BUKITTINGGITAHUN 2013

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor risiko kejadian stroke pada pasien rawat inap di Rumah Sakit Stroke Nasional Bukittinggi tahun 2013.Jenis penelitian adalah observasional analitik dengan  desain kasus kontrol. Populasi kasus adalah semua pasien rawat inap di bangsal neurologis yang pertama kali didiagnosis stroke dan tercatat dalam rekam medis Rumah Sakit Stroke Nasional Bukittinggi periode bulan Juni 2013. Kontrol dipilih berdasarkan matching umur yaitu semua pasien rawat inap di bangsal penyakit dalam yang tidak pernah terkena stroke.Jumlah sampel adalah 88 orang terdiri dari 44 kasus dan 44 kontrol.Data dianalisis secara univariat dan bivariat.Faktor risiko kejadian stroke pada pasien rawat inap di Rumah Sakit Stroke Nasional Bukittinggi adalah jenis kelamin (p=0,038; OR= 2,8; 95%CI= 1,009-7,774), riwayat stroke pada keluarga ( p=0,0045; OR= 4,25; 95%CI= 1,430-12,630), dan pola makan (p=0,002; OR=4,00; 95%CI= 1,501-10,657), sedangkan kebiasaan minum kopi (p=0.144; OR=1,87; 95%CI=0.795-4.422) tidak terbukti secara signifikan sebagai faktor risiko stroke di Rumah Sakit Stroke Nasional Bukittinggi. Jenis kelamin, riwayat stroke pada keluarga, dan pola makan merupakan faktor risiko terhadap kejadian stroke pada pasien rawat inap di Rumah Sakit Stroke Nasional Bukittinggi tahun 2013. Oleh karena itu upaya pencegahannya adalah memperhatikan faktor lingkungan dalam keluarga seperti pola makan dan gaya hidup yang tak sehat disamping faktor genetis yang terlibat dalam keluarga.Kata Kunci: Faktor risiko stroke, Case control, Matchin

    ANALISIS PENYELENGGARAAN SISTEM PEMELIHARAAN PERALATAN RADIOLOGI DI RSUP DR. M. DJAMIL

    Get PDF
    ABSTRAK Pelayanan Kesehatan yang berkesinambungan perlu didukung dengan peralatan yang selalu dalam kondisi siap pakai serta dapat difungsikan dengan baik. Hal ini menuntut manajemen rumah sakit untuk dapat mengelola dan memelihara peralatan medis seefektif dan seefisien mungkin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penyelenggaraan sistem pemeliharaan peralatan radiologi di RSUP Dr. M. Djamil Padang.  Penelitian ini bersifat analisis deskriptif dengan metode kualitatif. Instrumen yang digunakan yaitu dengan cara melakukan wawancara mendalan (indepth interview), observasi, dan telaah dokumen. Hasil penelitian ini, menunjukkan bahwa dalam pelaksanaannya, sistem pemeliharaan tidak dapat dijalankan semestinya, disebabkan oleh terbatasnya tenaga teknisi, kurangnya pelatihan, biaya pemeliharaan masih kurang, SOP pemeliharaan kurang sesuai dengan prosedur. Perencanaan, pengorganisasian, pengawasan yang kurang terlaksana dengan baik sehingga sistem pemeliharaan pencegahan dan pemeliharaan korektif tidak dapat berjalan dengan baik. Salah satu upaya meningkatkan sistem pemeliharaan agar berjalan dengan optimal yaitu perlu melakukan pelatihan, meningkatkan alokasi dana pemeliharaan, perlu melengkapi fasilitas pemeliharaan korektif kerja yang memadai, melaksanakan pemeliharaan preventif secara rutin, dukungan manajemen dalam program pemeliharaan preventif dan perlu melengkapi dokumen pemeliharaan.Kata Kunci  : Sistem Pemeliharaan, Radiologi, Rumah Sakit ABSTRACT Sustainable Health Services need to be supported with equipment that is always in a condition ready for use and able to function properly. This requires that the hospital management to be able to manage and maintain medical equipment effectively and efficiently. This study aims to determine the implementation of radiology equipment maintenance system in RSUP Dr. M. Djamil Padang. This research is with qualitative methods. The instrument used is by conducting indepth interviews, observation, and document review. The results of this study show that in the implementation, system maintenance can not be executed properly, due to the lack of qualified personnel, insufficient training, maintenance cost is less, less maintenance SOPs in accordance with the procedure. Planning, organizasing, and maintenance  that preventative maintenance system and corrective maintenance can not walk at all, while that can be carried out only based maintenance system malfunction. One effort to improve the maintenance system that is optimized to run with the need to conduct training, improve the allocation of funds for maintenance, corrective maintenance facilities will need to complete an adequate job, perform routine preventive maintenance, management support in the program need to complete preventive maintenance and maintenance documents.Key words       : Maintenance Systems, Radiology Equipment, Hospita

    Pengaruh Psikologis Covid-19 Pada Ibu Yang Memiliki Anak Usia 12 S.D 24 Bulan Terhadap Kelengkapan Imunisasi Dasar Kota Padang

    Get PDF
    Virus Corona lebih mudah menyerang dan menyebabkan komplikasi yang fatal pada orang yang daya Tahan tubuhnya Lemah, seperti lansia atau orang yang kekurangan gizi. Meski begitu, risiko infeksi virus Corona terjadi Pada BayiTujuan penelitian ini adalah untuk melihat Pengaruh psikologis Covid-19 Pada ibu yang memiliki anak usia 12 s.d 24 bulan terhadap Kelengkapan Imunisasi dasar Kota Padang”.                 Hasil penelitian ini didapatkan mayoritas responden berusia pada rentang usia 20-35 gtahun (95,3%), dan pekerjaan sebagai ibu rumah tangga atau tidak bekerja (81,3%), tingkat kecemasan responden mayoritas adalah tingkat kecemasan ringan yaitu (51,6%) dan mayoritas responden tidak lengkap dalam mendapatkan imunisasi dasar yaitu sebesar 57,8%. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa  responden dengan tingkat kecemasan normal, sebanyak 19 (73,1%) anak mendapatkan imunisasi lengkap, sedangkan pada ibu yang mempunyai tingkat kecemasan ringan, sebanyak 30 (79%) anak mendapatkan imunisasi tidak lengkap. Berdasarkan hasil uji statistik Chi Square didapatak p-value 0.000 < 0,005, artinya terdapat hubungan antara tingkat kecemasa ibu terhadap kelengkapan imunisasi dasar pada anak usia 12-24 tahun.Disarankan kepada petugas kesehatan untuk dapat mengaktifkan kembali posyandu dan memberikan pelayanan imunisasi dasar dengan menerapkan protokol kesehatan covid 19 

    HUBUNGAN PERILAKU MENYONTEK DAN PENGENDALIAN DIRI PADA MAHASISWA PERGURUAN TINGGI KESEHATAN

    Get PDF
    Menyontek merupakan tindakan yang lazim dilakukan oleh pelajar dan mahasiswa. Tindakan menyontek yang dilakukan pada saat proses pendidikan nantinya akan dapat berpengaruh terhadap kinerja lulusan. Lulusan yang terbiasa menyontek pada saat perkuliahan akan memberikan dampak buruk pada saat pelaksanaan pekerjaannya. Apalagi mahasiswa yang menempuh pendidikan di Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES), menyontek akan dapat memberikan dampak yang berbahaya bagi manusia yang akan menjadi objek pekerjaannya nanti. Tujuan artikel ini untuk melihat hubungan kontrol diri dan perilaku menyontek. bangsa Jenis Penelitian yang digunakan analitik dengan metode cross sectional, sampel merupakan mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan di Kota Padang dengan jumlah 106, teknik analisis data univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukan bahwa adanya hubungan bermakna dari kontrol diri terhadap perilaku menyontek dengan hasil uji statistik diperoleh nilai P = 0,016 (p<0,05). Dosen perguruan tinggi kesehatan diharapkan mampu membantu pengendalian diri mahasisw

    Hubungan Determinan Stres Kerja Di Masa Pandemi Covid-19 Dengan Kinerja Perawat

    Get PDF
    Pandemi Covid-19 memiliki pengaruh besar terhadap kehidupan perawat dalam melakukan tindakan asuhan keperawatan kepada pasien secara berkesinambungan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan determinan stres kerja dengan kinerja perawat di masa pandemi Covid-19. Jumlah responden sebanyak 59 orang. Kegiatan dimulai dengan menandatangani persetujuan, wawancara, mengisi kuesioner. Metode penelitian menggunakan data kuantitatif dan pendekatan cross sectional. Data dianalisis secara univariat, bivariat, dan multivariat dengan menggunakan Chi-square dan Uji analisis regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan nilai yang signifikan dengan p 0,05, rutinitas (0,528), peran individu (0,251), hubungan dalam pekerjaan (0,213), pola ketenagaan (0,177), kemudian yang memiliki nilai yang paling besar yaitu beban kerja yang ditunjukkan dengan nilai Exp (β) = 13,380. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu  ada lima determinan stres kerja memiliki hubungan dengan kinerja perawat dan empat determinan yang tidak memiliki hubungan dengan kinerja perawat. Diharapkan dapat melakukan rekrutmen dan seleksi khususnya untuk tenaga keperawatan, menyediakan alat pelindung diri yang sesuai standar disetiap shift kerja, membuat ruangan dan waktu khusus sebagai fasilitas untuk ruang penyuluhan

    Implementasi Kebijakan Publik Program JKN pada Peserta PBPU Di Kota Bitung Provinsi Sulut Indonesia

    Get PDF
    Penelitian ini dilatar belakangi belum optimalnya implementasi program JKN pada  peserta  PBPU di Kota Bitung. Tujuan penelitian untuk mengetahui bagaimana Implementasi  Kebijakan Publik Program JKN pada Pesert a  PBPU Di Kota Bitung Provinsi Sulut Indonesia. Metode  penelitian deskriptif  kualitatif,  dengan  teknik pengumpulan  data  secara observasional, FGD, dan studi  literature.  Informan  sebanyak  10  orang,  bersifat  cross sectional,  penelitian  ini  telah  dilaksanakan  pada bulan  Oktober s/d November 2019. Hasil  penelitian menunjukkan bahwa  implementasi  Program JKN  pada  peserta PBPU di Kota Bitung sudah cukup baik. Namun masih ditemukan kendala dalam Komunikasi bentuk sosialisasi program belum optimal. Sebagaian besar informan tidak mengetahui dengan benar pengertian BPJS/JKN. Sumber daya iuran, akses pelayanan, obat, fasilitas kesehatan belum optimal.  Disposisi belum berjalan dengan baik. Sebagian besar informan pernah menunggak, Ada informan mendapatkan penagalaman  pelayanan  tidak baik menggunakan BPJS/JKN, rujukan pasien di tolak RS, pelayanan tidak sesuai kelas yang  dibayar, Peserta  Veteran usia 85 tahun tidak ditanggung BPJS. Ada peserta  bayar umum berobat di RS.  Struktur Birokrasi  prosedur persyaratan menjadi peserta JKN, Akses pembayaran iuran sudah  baik, sesuai aturan (SOP). Penelitian ini merekomendasikan kepada Pemko Bitung, BPJS Kesehatan, masyarakat, dan Kementerian Kesehatan bekerjasama secara terintegrasi, dan berakselerasi sesuai saran rekomendasi dalam menyelesaikan permasalahan kepesertaan PBPU di Kota Bitung

    244

    full texts

    301

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Kesehatan Medika Saintika
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇