Jurnal Kesehatan Medika Saintika
Not a member yet
    301 research outputs found

    FACTOR ASSOCIATED WITH GASTRITIS INCIDENCE IN PEOPLE PULAU TENGAH VILLAGE , KERINCI REGENCY

    Get PDF
    This research was motivated by the high incidence of gastritis at the Jujun Inpatient Health Center in 2020was 924 cases. Gastritis can strike anyone.. The aims of this study was to determine the factors associated with the incidence of gastritis in people in Pulau Tengah Vilaage, Kabupaten Kerinci. This type of analytic research with cross-sectional design. The population of all people aged 20-44 years in Pulau Tengah Vilage is 90 people. Sampling using a to saturated sampling technique. Data collection was conducted manually from July-September 2021. The data were analyzed univariate and bivariate using the Chi-Square test with a significance level of 95% = 0,05. The result showed that as many as 54,4% respondents had gastritis. More than half of respondents are 52,2% have a poor eating habits, 56,7% respondents often consumed NSAID, and 56,6% respondents had poor coffee habits. The results showed that there was a relationship between eating habits and the incidence of gastritis with a p value = 0,003. There is a relationship between NSAID consumption and the incidence of gastritis with a p value = 0,000. There is a relationship between coffee consumption and the incidence of gastritis with a p value = 0,000. Factors of eating habits, consumption of NSAIDs, and coffe consumption are associated with the incidence of gastritis. As a result most people in Pulau Tengah vilaage faced gastritis. It is hoped that the community in Pulau Tengah Village should be able to maintain good consumption patterns to prevent gastriti

    Analisis Modus dan Efek Kegagalan pada Prosedur Penilaian Kinerja Karyawan Rumah Sakit Islam Ahmad Yani Surabaya Menggunakan Pendekatan Failure Modes and Effect Analysis (FMEA)

    Get PDF
    Penilaian kinerja karyawan sebagai salah satu kegiatan yang penting dilakukan di rumah sakit untuk menilai kinerja para karyawannya. Dilakukan minimal setahun sekali dan setiap ada tujuan atau kepentingan tertentu seperti halnya pengangkatan karyawan, penentuan prestasi kerja karyawan, penentuan promosi jabatan dan lainnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan menganalisis modus dan efek kegagalan yang dapat menghambat pelaksanaan proses penilaian kinerja karyawan Rumah Sakit Islam Ahmad Yani Surabaya (RSIAS). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasional deskriptif dan untuk menganalisis modus dan efek kegagalan adalah dengan metode Failure Modes and Effect Analysis (FMEA). Berdasarkan hasil brainstorming dan indepth interview bersama dengan Kepala Unit dan Staf bagian Sumber Daya Manusia dan Pengembangan Karir RSIAS pada tahapan-tahapan FMEA didapatkan bahwa perlu adanya perbaikan pada sistem penilaian kinerja karyawan di RSIAS dapat juga dilakukan dengan memilih metode penilaian kinerja yang tepat dan sesuai dengan kondisi rumah sakit seperti metode BARS yang dapat mengatasi masalah penilaian kinerja karyawan yang cenderung subjektif. Atau juga metode MBO yang dapat mengakomodasi kebutuhan rumah sakit atau pihak instansi terkait dengan standar dan feedback yang diberikan dari hasil penilaian kinerja karyawan untuk pelaksanaan penilaian kinerja yang lebih baik kedepannya

    Studi Kualitatif: Persepsi Keluarga terhadap Komunikasi Tenaga Kesehatan dalam Pelayanan Kunjungan Rumah pada Penderita Penyakit Kronis

    Get PDF
    Pola penyakit di Indonesia menunjukkan peningkatan yang tajam pada penyakit tidak menular. Kunjungan rumah perawat telah lama menjadi bagian dari intervensi perawatan berbasis rumah dan komunitas yang dirancang untuk memandirikan klien dan keluarga dalam perawatan kesehatan, dan pencegahan komplikasi bagi penderita penyakit kronis. Komunikasi merupakan hal yang crusial dalam membina hubungan dengan keluarga Tujuan penelitian yaitu mengeksplorasi secara mendalam persepsi  keluarga terhadap pelayanan perawatan kunjungan rumah pada penderita penyakit kronis. Jenis penelitian deskriptif kualitatif,dilakukan di wilayah kerja puskesmas se Kota Pariaman. Penelitian dilakukan pada bulan Agustus 2021, dengan jumlah partisipan 7 orang keluarga dengan penyakit kronis. Pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan dengan menggunakan teknik wawancara mendalam (in-depth-interview). Metode analisis data yang digunakan adalah metode Colaizzi. Tema penelitian yaitu : Media komunikasi keluarga, komunikasi efektif dikeluarga komunikasi tidak adekuat. Saran terhadap petugas yang melakukan kunjungan rumah agar meningkatkan skill atau keterampilan komunikasi efektif dikeluarga dengan meningkatkan kepekaan budaya keluarga.Kata kunci : Kunjungan rumah ; komunikasi ;penyakit kronis ; persepsi keluarg

    KEPATUHAN BIDAN DALAM PENGGUNAAN APD PADA SAAT MENOLONG PERSALINAN DI MASA PANDEMI C0VID-19

    Get PDF
    Coronavirus Disease 2019 adalah penyakit yang sedang mewabah hampir diseluruh dunia sehingga ditetapkan menjadi pandemik. POGI mengeluarkan rekomendasi dalam penanganan Ibu Hamil dan Ibu bersalin agar tidak terjadi penularan Covid-19 pada Ibu, Bayi dan Tenaga Kesehatan. meminta semua persalinan harus dilakukan di faskes seperti Klinik, Puskesmas dan Rumah Sakit selama masa Pandemi Covid-19 dengan menggunakan APD minimal level 2.  Survey pendahuluan yang dilakukan pada bulan Maret 2020 dalam bentuk wawancara melalui Video Conference  terhadap beberapa pimpinan faskes di Tembilahan Indragiri Hilir menyatakan bahwa sudah menggunakan delivery chamber untuk mencegah penularan Covid-19. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kepatuhan bidan dalam penggunaan APD pada saat menolong persalinan di masa pandemi Covid-19. Desain penelitian ini Deskriptif, dengan Populasinya adalah seluruh bidan yang bekerja di faskes Tembilahan Kabupaten Indragiri Hilir, teknik pengambilan sampel Random Sampling dengan Jumlah sampel sebanyak 45 Responden. Alat pengumpulan data menggunakan Kuesioner melalui link google form yang disebarkan dari bulan Agustus sampai September 2020. Hasil penelitian didapatkan bahwa mayoritas responden selalu menggunakan Masker, Handscoon, Pelindung mata. Menggunakan Hazmat hanya 33.3%, Tutup Kepala 22.2%, Sepatu Boots 24,4%. Kesimpulan penelitian ini adalah tidak semua bidan patuh dalam menggunakan APD sesuai standar level 2 pada saat menolong persalinan di masa pandemi Covid-19

    PENGARUH PENYULUHAN TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN PENGUNJUNG PASIEN DBD YANG DIRAWAT DI RS PALEMBANG

    Get PDF
    Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah suatu demam yang bersifat naik turun yang diikuti dengan tanda-tanda kebocoran plasma dan pembentukan platelet < 100.000/mm3 selama 7 hari yang disebabkan oleh virus demam berdarah yang disebabkan oleh nyamuk Aedes spp sebagai vektornya. Pencegahan merupakan cara yang tepat untuk mengatasi DBD yaitu dengan memberikan pendidikan kesehatan untuk meningkatkan pengetahuan, sikap dan tindakan bagi orang-orang yang beresiko. Pasien yang dirawat di rumah sakit (RS) biasanya dikunjungi rutin oleh keluarga dan orang terdekat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan pengaruh penyuluhan terhadap tingkat pengetahuan pengunjung pasien yang dirawat di RS Palembang. Jenis penelitian menggunakan pre–experimental dengan one-group design dimana menggunakan data primer dari semua pengunjung pasien yang didiagnosis penyakit demam berdarah di Rumah Sakit Muhammadiyah Palembang (RSMP) dan RS Palembang Bari dengan jumlah sampel sebanyak 34 responden yang telah memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi diambil menggunakan total sampling. Data yang diperoleh melalui pengisian kuesioner sebelum dan setelah penyuluhan diberikan. Data dianalisis secara bivariat menggunakan uji Marginal Homogenity yang menunjukkan adanya pengaruh penyuluhan terhadap tingkat pengetahuan sebelum dan setelah pemberian penyuluhan (p= 0.000).  Disimpulkan bahwa ada pengaruh penyuluhan terhadap tingkat pengetahuan pengunjung pasien yang dirawat di RS Palembang, dan disarankan bagi tim rumah sakit untuk mengedukasi pasien juga pengunjung pasien

    HUBUNGAN PERILAKU KELENGKAPAN REKAM MEDIS DENGAN TINGKAT KEPUASAN PASIEN DIRUANG RAWAT INAP RSUD AROSUKA KABUPATEN SOLOK TAHUN 2018

    Get PDF
    Perilaku kelengkapan rekam medis merupakan bagian terpenting dalam praktek keperawatan yang menyangkut hubungan perawat dengan klien dalam memberikan dukungan psikologis dan emosional kepada klien dan keluarga baik secara verbal dan nonverbal dalam proses pelayanan keperawatan sehingga dapat meningkatkan rasa aman dan keselamatan klien. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan pelaksanaan perilaku kelengkapan rekam medis dengan tingkat kepuasan pasien diruang rawat inap RSUD Arosuka Kabupaten Solok tahun 2018. Jenis penelitian adalah analitik dengan Cross Sectional Study. Penelitian telah dilakukan di ruang rawat inap RSUD Arosuka pada tanggal 19 Juli – 10 Agustus tahun 2018. Populasi penelitian adalah pasien yang di rawat di ruang rawat inap RSUD Arosuka dapatkan bulan Maret sebanyak 234 orang pasien. Teknik pengambilan sampel adalah accidental sampling, yaitu 70 responden. Analisa data univariat dan analisa bivariat dengan uji Chi Square. Hasil penelitian didapatkan lebih dari separuh (52.9%) responden menyatakan perilaku kelengkapan rekam medis perawat kurang baik, lebih dari separuh (57.1%) responden menyatakan tidak puas. Uji bivariat menunjukkan ada hubungan perilaku kelengkapan rekam medis perawat dengan tingkat kepuasan pasien, dengan p = 0.000 dan OR = 261. Penelitian dapat disimpulkan agar pasien puas, maka perawat harus memberikan perilaku kelengkapan rekam medis yang baik karena perilaku kelengkapan rekam medis yang kurang baik berisiko 261 kali untuk terjadinya ketidakpuasan pasien. Hasil penelitian ini dapat dijadikan masukan bagi perawat untuk meningkatkan pelaksanaan perilaku kelengkapan rekam medis perawat dalam melaksanakan proses pelayanan asuhan keperawatan.Perilaku kelengkapan rekam medis merupakan bagian terpenting dalam praktek keperawatan yang menyangkut hubungan perawat dengan klien dalam memberikan dukungan psikologis dan emosional kepada klien dan keluarga baik secara verbal dan nonverbal dalam proses pelayanan keperawatan sehingga dapat meningkatkan rasa aman dan keselamatan klien. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan pelaksanaan perilaku kelengkapan rekam medis dengan tingkat kepuasan pasien diruang rawat inap RSUD Arosuka Kabupaten Solok tahun 2018. Jenis penelitian adalah analitik dengan Cross Sectional Study. Penelitian telah dilakukan di ruang rawat inap RSUD Arosuka pada tanggal 19 Juli – 10 Agustus tahun 2018. Populasi penelitian adalah pasien yang di rawat di ruang rawat inap RSUD Arosuka dapatkan bulan Maret sebanyak 234 orang pasien. Teknik pengambilan sampel adalah accidental sampling, yaitu 70 responden. Analisa data univariat dan analisa bivariat dengan uji Chi Square. Hasil penelitian didapatkan lebih dari separuh (52.9%) responden menyatakan perilaku kelengkapan rekam medis perawat kurang baik, lebih dari separuh (57.1%) responden menyatakan tidak puas. Uji bivariat menunjukkan ada hubungan perilaku kelengkapan rekam medis perawat dengan tingkat kepuasan pasien, dengan p = 0.000 dan OR = 261. Penelitian dapat disimpulkan agar pasien puas, maka perawat harus memberikan perilaku kelengkapan rekam medis yang baik karena perilaku kelengkapan rekam medis yang kurang baik berisiko 261 kali untuk terjadinya ketidakpuasan pasien. Hasil penelitian ini dapat dijadikan masukan bagi perawat untuk meningkatkan pelaksanaan perilaku kelengkapan rekam medis perawat dalam melaksanakan proses pelayanan asuhan keperawatan. Kata Kunci  : Kepuasan ; Pasien ; Kelengkapan rekam medi

    PENGARUH AMBULASI DINI TERHADAP KETIDAKNYAMANAN AKIBAT NYERI PASIEN POSTKATETERISASI JANTUNG DI RUANG RAWAT INAP INSTALASI PUSAT JANTUNG DI KOTAPADANG

    Get PDF
     Kateterisasi jantung merupakan suatu prosedur tindakan penyakit jantung koroner (PJK)  mendiagnosis dan mengobati yang merupakan diagnostik tetap angiografi koroner untuk mengetahui berbagai bentuk dan struktural penyakit jantung koroner .Tindakan kateterisasi jantung menimbulkan beberapa komplikasi dengan menimbulkan rasa tidak nyaman (nyeri pinggang, punggung dan pada lipatan paha), perdarahan serta bertambahnya hari rawat dan meningkatkan biaya perawatan. Penanganan pada pasien post kateterisasi jantung pada umumnya dilakukan dengan terapi farmakologi yang bertujuan untuk menurunkan gejala yang ditimbulkan. Tetapi belum menunjukkan perbaikan dalam mengurangi nyeri. Metode pengobatan non farmakologi dengan melakukan tindakan keperawatan diharapkan mampu melengkapi pengobatan farmakologi dalam mengurangi nyeri dengan ambulasi dini. Tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari pengaruh ambulasi dini terhadap ketidaknyamanan akibat nyeri pasien post kateterisasi jantung. Penelitian ini menggunakan rancangan Quasy Experiment dengan pendekatan Two Group Pretes and Posttes design. Penelitian ini dilakukan pada pasien penderita post kateterisasi jantung dengan kelompok intervensi 16 responden dan kontrol 16 responden. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan univariat dan bivariat menggunakan uji statistik t-indenpenden. Luaran yang direncakanan adalah artikel ilmiah di muat di jurnal internasional, jurnal terakreditasi nasional terindeks dan pembuatan draf buku ajar yang dapat dimanfaatkan dalam pembelajaran keperawatan medikal bedah. Tingkat Kesiapan Teknologi dalam penelitian ini adalah 3 dengan pembuktian konsep tentang ambulasi dini terhadap ketidaknyamanan nyeri akibat post kateterisasi jantung. Hasil penelitian diperoleh rata-rata skala nyeri kelompok intervensi sebelum ambulasi dini adalah 3,63 dengan standar deviasi 1,061 dan rata-rata skala nyeri kelompok intervensi sesudah ambulasi dini adalah 0,38 dengan standar deviasi 0,518. Sedangkan pada kelompok kontrol rata-rata skala nyeri pasien sebelum tanpa ambulasi dini adalah 3,38 dengan standar deviasi 0,916 dan sesudah tanpa ambulasi dini 3,75 dengan standar deviasi 0,463. Sehingga didapatkan  pengaruh ambulasi dini terhadap ketidaknyamanan akibat nyeri pada kelompok intervensi dan kelompok kontrol dengan nilai P value 0,001. Berdasarkan penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh ambulasi dini pada pasien post kateterisasi jantung.Kata Kunci : Post Kateterisasi Jantung;Ketidaknyamanan Akibat Nyeri;Ambulasi Din

    Hubungan Karakteristik Ibu Dengan Pemakaian Kontrasepsi Jangka Panjang Relationship Between Mother Characteristics and LongTerm Use of Contraception

    Get PDF
    Data Dinas Kesehatan Kota Padang, peserta KB aktif  Puskesmas Lubuk Buaya tahun 2016 adalah IUD 12,17%, MOP 0,15%, MOW 0,16%, Implan 7,03%, Kondom 8,03%, Suntik 51,80%, Pil 19,25%. Kontrasepsi hormonal mempunyai efek samping berupa menstruasi yang tidak teratur/aminorea, kenaikan berat badan, libido menurun serta perubahan metabolisme lipid serum. Sedikitnya akseptor yang memakai kontrasepsi jangka panjang sehingga penelitian ini bertujuan mengetahui Hubungan Karakteristik Ibu Dengan Pemakaian Kontrasepsi Jangka Panjang wilayah Kerja Puskesmas Lubuk Buaya Padang Tahun 2018. Jenis Penelitian survey analitik dengan desain Cross Sectional. Populasi penelitian ini seluruh Akseptor KB diwilayah Kerja Puskesmas Lubuk Buaya berjumlah 10.621 orang, dan Sampel sebanyak 99 Orang. Pengambilan sampel secara Systematic Random Sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan pengisian Kuesioner. Teknik pengolahan data secara komputerisasi. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat degan uji statistik Chi-Square. Hasil penelitian didapatkan (63,6%) ibu tidak memakai Kontrasepsi Jangka Panjang. Sebanyak (45,5%) ibu berpendidikan rendah dan sebanyak (43,4%) ibu umur beresiko. Ada hubungan tingkat pendidikan ibu dengan pemakaian Kontrasepsi Jangka Panjang didapatkan  value = 0,000 dan tidak ada hubungan umur ibu dengan pemakaian Kontrasepsi Jangka Panjang didapatkan  value = 0,111. Ada hubungan pendidikan dengan pemakaian kontrasepsi jangka panjang dan tidak ada hubungan  umur dengan pemakaian kontrasepsi jangka panjang. The Data from Padang City Health Office,active family planning participants at the Lubuk Buaya Health Center in 2016 were IUD 12.17%,MOP 0.15%,MOW 0.16%, Implants 7.03%,Condoms 8.03%,Injections 51.80%,Pills19.25%.Hormonal contraceptives has side effects in the form of irregular menstruation/aminorrhea,weight gain,decreased libido and changes in serum lipid metabolism.At least acceptors used long-term contraception,this study aims to determine the relationship between maternal characteristics and long-term contraceptive use in the Lubuk Buaya Public Health Center,Padang in 2018.This type of research is analytic survey with a cross sectional design.The population of this study was all family planning acceptors in the working area of the Lubuk Buaya Community Health Center totaling 10,621 people,and a sample of 99 people.Sampling using Systematic Random Sampling. Data collection by filling out a questionnaire.Computerized data processing techniques.Data analysis was performed univariate and bivariate with Chi-Square statistical test.The results showed that (63.6%) mothers did not use long-term contraception. A total of (45.5%) mothers with low education and as much as (43.4%) mothers at risk age.There is a relationship between the level of mother's education and the use of long-term contraceptives,the value = 0.000 and there is no relationship between the mother's age and the use of long-term contraceptives,the value is 0.111

    PENGARUH SARI PATI BENGKUANG (Pachyrhizus Erosus)TERHADAP KADAR GULA DARAH PADA PENDERITA DIABETES MELLITUS TIPE II

    Get PDF
    Diabetes Mellitus merupakan penyakit metabolik kronik dan terjadi peningkatan kasus di seluruh dunia. Kasus Diabetes Mellitus tipe II merupakan kasus terbanyak yang ditandai dengan peningkatan kadar gula darah. Penggunaan teknik nonfarmakologi dapat membantu dalam menurunkan kadar gula darah, salah satunya dengan sari pati bengkoang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh sari pati bengkuang terhadap kadar gula darah pada penderita diabetes mellitus tipe II. Jenis penelitian adalah analitik dengan pendekatan Quasy Exsperiment dengan rancangan Two Grup Posttest Design. Penelitian dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Nanggalo Padang  tahun 2020 dengan jumlah sampel 20 orang. Pengambilan sampel dengan Purposive Sampling yang dibagi menjadi 10 orang kelompok intervensi dan 10 orang kelompok kontrol. Pengumpulan data menggunakan lembar observasi. Data diolah dan di analisis secara univariat dan bivariat dengan menggunakan t test independent. Hasil penelitian didapatkan rata rata kadar gula darah pada kelompok kontrol pada pengukuran post test adalah 319.60mg/dl, sedangkan pada kelompok intervensi setelah diberikan Sari Pati Bengkuang adalah 208.60mg/dl. Berdasarkan uji statistik didapatkan pvalue=0,003. Kesimpulan penelitian yaitu ada pengaruh sari pati bengkuang (Pachyrhizus Erosus) terhadap kadar gula darah pada penderita Diabetes Mellitus Tipe II. Diharapkan hasil penelitian ini menjadi masukan bagi Puskesmas Nanggalo dalam pemberian terapi non farmakologi dengan sari pati bengkuang untuk menurunkan kadar gula darah pasien diabetes mellitus tipe I

    Hubungan antara Health Belief Model dengan Kepatuhan Penggunaan APD pada Perawat

    Get PDF
    Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) dalam hirarki pengendalian bahaya merupakan pilihan untuk mencegah terjadinya kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa hubungan antara konstruk Health Belief Model dengan kepatuhan penggunaan APD pada perawat. Desain penelitian yang digunakan adalah observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi berjumlah 140 orang. Jumlah sampel 70 perawat diambil dengan menggunakan purposive sampling. Metode pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner yang dibagikan melalui google form. Analisis data penelitian ini menggunakan analisis univariat, analisis bivariat dengan menggunakan uji chi square dan analisis multivariat dengan menggunakan regresi logistik. Dari hasil uji chi square didapati hasil persepsi kerentanan p=0,078, persepsi keparahan p=0,014, persepsi manfaat p=0,181, persepsi hambatan p=0,555, efikasi diri p=0,002 dan stimulus untuk bertindak p=0,002. Untuk hasil uji regresi logistik didapati hasil variabel stimulus untuk bertindak memiliki OR paling besar yaitu 2,465. Kesimpulan dalam penelitian ini yaitu, variabel yang memiliki hubungan yang signifikan yaitu persepsi keparahan, efikasi diri dan stimulus untuk bertindak, sedangkan variabel yang tidak memiliki hubungan yang signifikan yaitu persepsi kerentanan, persepsi manfaat dan persepsi hambatan. Variabel independen yang memiliki pengaruh paling besar yaitu stimulus untuk bertindak. Pimpinan rumah sakit diharapkan selalu mengingatkan tentang aturan penggunaan APD di kalangan para perawat

    244

    full texts

    301

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Kesehatan Medika Saintika
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇