Jurnal Kesehatan Medika Saintika
Not a member yet
301 research outputs found
Sort by
Faktor - Faktor Yang Berperan Terhadap Beban Kerja Perawat Di RSU GMIM Tonsea Airmadidi Di Era Pandemi Covid 19
Perawat sebagai salah satu bagian dari pemberi pelayanan keperawatan mempunyai periode waktu paling panjang dengan pasien. Banyak juga masalah dari perawat karna penyesuaian diri dengan lingkungan atau teman sekerja. Kurangnya fasilitas di tempat kerja juga membuat para perawat dan bidan merasan bertambah beban dalam pekerjaan mereka, ada juga tugas tugas tambahan yang diberikan kepada perawat dan membuat beban pekerjaan mereka bertambah. Sehingga tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis faktor-faktor apa saja yang berperan dengan beban kerja perawat di RSU GMIM Tonsea Airmadidi.Jenis penelitian dalam penelitian menggunakan metode campuran atau mixed method yang dilaksanakan di RSU GMIM Tonsea Airmadidi pada bulan Februari 2021. Metode kuantitatif menggunakan sampel sebanyak 40 responden yang diwawancarai menggunakan kuesioner dan analisisnya dari univariat, bivariat dan multivarit, sedangkan untuk metode kualitatif hasil wawancara didapat dari 4 informan dan dianalisis menggunakan triangulasi.Hasil Penelitian menunjukkan bahwa terdapat peran kelengkapan fasilitas terhadap beban kerja perawat dengan nilai signifikan 0,03, peran tugas tambahan terhadap beban kerja perawat 0,023 dan tidak terdapat peran kondisi lingkungan kerja terhadap beban kerja perawat dengan nilai signifikan 1,000 dan variabel yang paling berperan dominan yaitu kelengkapan fasilitas terhadap beban kerja perawat.Kesimpulannya terdapat menunjukkan bahwa terdapat hubungan peran kelengkapan, peran tugas tambahan terhadap beban kerja perawat, sedangkan tidak terdapat peran kondisi lingkungan kerja terhadap beban kerja perawat dan variabel yang paling berperan dominan yaitu kelengkapan fasilitas, sehingga disarankan agar rumah sakit menyediakan kelengkapan fasilitas dalam mendukung pelayanan, melakukan pengkajian terhadap beban kerja perawat menurut Workload Indicator Staffing Needs (WISN) terutama tugas tambahan yang berdampak pada beban kerja perawat di Era Pandemi Covid 19 serta kondisi lingkungan kerja di RSU GMIM Tonsea Airmadidi perlu ditata lebih baik melalui skala prioritas dalam menurunkan beban kerja perawa
STATUS GIZI BAYI (6-12 bulan) DITINJAU DARI BERAT BADAN LAHIR DI POSYANDU BOUGENVILE I WILAYAH KERJA PUSKESMAS ANDALAS
ABSTRAKPenderita gizi kurang didunia mencapai 104 juta anak dan keadaan gizi kurang masih menjadi penyebab sepertiga dari seluruh penyebab kematian anak di seluruh dunia(World Health Organization (WHO) 2012).Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Hubungan Berat Badan Lahir dengan Status Gizi Bayi (6-24 bln) di Posyandu Bougenvil 1 di Wilayah Kerja Puskesmas Andalas Padang Tahun2020. Penelitian ini deskriptif analitik dengan desain cross sectional yang telah dilaksanakan di Posyandu Bougenvil 1. Teknik pengambilan sampel accidental sampling dengan jumlah sampel 30 balita. Data dikumpulkan dengan wawancara dan observasi buku KMS, dianalisa menggunakan analisa dengan uji statistik Chi-square. Hasil penelitian dapat dilihat bahwa gizi bayi pada kategori sedang 33,3%dan BBLRsebanyak 76,7%.Hasi uji bivariat p-value 0,025 (p<0,05), terdapat ada hubungan antara berat badan bayi dengan status gizi bayi. Kesimpulan penelitian yaitu ada hubungan berat badan lahir dengan status gizi di Posyandu Wilayah Kerja Puskesmas Andalas Tahun 2020. Diharapkan hasil penelitian ini menjadi masukkan bagi puskesmas Andalas Padang dalam upaya peningkatan penyuluhan pada ibu hamil untuk meningkatkan asupan nutrisinya dan pemberian ASI ekslusif padi bayi . Kata Kunci : Bayi, Berat Badan Lahir, Status gizi ABSTRACTMalnutrition sufferers in the world reach 104 million children and malnutrition is still the cause of one third of all causes of child mortality worldwide (World Health Organization (WHO) 2012). The purpose of this study was to determine the relationship between birth weight and infant nutritional status (6 -24 months) at the Bougenvil 1 Posyandu in the Andalas Padang Health Center Work Area in 2020. This research is descriptive analytic with a cross sectional design that has been carried out at Posyandu Bougenvil 1. The sampling technique was accidental sampling with a sample of 30 children under five. Data were collected by interview and observation of KMS books, analyzed using Chi-square statistical test. The results showed that the nutrition of infants in the moderate category was 33.3% and LBW was 76.7%. Bivariate test results p-value 0.025 (p<0.05), there is a relationship between the baby's weight with the nutritional status of infants. The conclusion of the study is that there is a relationship between birth weight and nutritional status in the Posyandu in the Work Area of the Health Center in 2020. It is hoped that the results of this study will be input for the Andalas Padang Health Center in an effort to increase counseling for pregnant women to increase their nutritional intake and provide exclusive breastfeeding for infants. Keywords : Baby, birth weight, nutritional statu
PENGALAMAN DOSEN DALAM MENGAJARKAN ANATOMI PADA MAHASISWA KESEHATAN SELAMA MASA PANDEMI COVID-19: STUDI FENOMENOLOGI
Kondisi pandemi akibat COVID-19 menyebabkan terjadinya perubahan dalam dunia pendidikan. Penerapan protokol kesehatan menuntut diminimalkan bahkan ditiadakannya pembelajaran secara tatap muka. Tujuan dari penelitian ini adalah menggali berbagai hal tentang pengalaman dosen dalam mengajarkan anatomi pada mahasiswa selama terjadinya pandemi COVID-19. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi fenomenologi. Partisipan berjumlah 4 orang yang merupakan dosen yang mengajar anatomi di Universitas Hang Tuah Pekanbaru dan Universitas Awal Bros Pekanbaru. Pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara mendalam dan analisis data dengan teknik collaizi. Penelitian ini menemukan empat tema yaitu 1) Hambatan dosen dalam memaparkan materi anatomi tubuh manusia, 2) Masalah yang dihadapi dosen dalam mengajarkan anatomi tubuh manusia, 3) Teknik dosen dalam mengajar anatomi seperti media dan metode, dan 4) Penggunaan teknologi untuk mengajar anatomi tubuh manusia. Partisipan berharap adanya aplikasi yang interaktif tentang anatomi tubuh manusia sehingga memudahkan partisipan dalam mengajarkan topik tersebut pada masa pandemi COVID-19, kepada institusi pendidikan diharapkan untuk mengembangkan aplikasi digital guna menunjang proses pembelajaran tentang anatomi tubuh manusia
HUBUNGAN FUNGSI PENGORGANISASIAN DENGAN PELAKSANAAN KEWASPADAAN STANDAR OLEH PERAWAT PELAKSANA DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH BATU SANGKAR
ABSTRAKFasilitas pelayanan kesehatan rumah sakit memiliki indikator mutu, salah satunya adalah presentase angka kejadian infeksi nosokomial. Akibat yang ditimbulkan jika terjadi infeksi yaitu lama hari rawat dan biaya perawatan menjadi bertambah sampai kematian. Tahun 1997 CDC (Center For Desease Control) melaporkan ada 52 kasus petugas kesehatan menderita HIV akibat tertusuk jarum saat menangani pasien yang teridentifikasi HIV, sedangkan 114 orang petugas lain di duga terinfeksi. Laporan ICN (2005) bahwa estimasi sekitar 19- 35% semua kematian pegawai kesehatan pemerintah di Afrika di sebabkan oleh tertusuk jarum dari penderita HIV/AIDS. Sedangkan di Indonesia data ini belum terlaporkan. Perawat mempunyai andil yang paling besar untuk tertular akibat terpapar cairan dan tertusuk jarum, sehingga berkembang upaya untuk mencegah terinfeksi dari paparan HIV melalui kepatuhan perawat dalam penerapan kewaspadaan standar. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi hubungan fungsi pengorganisasian dengan pelaksanaan kewaspadaan standar oleh perawat pelaksana. Penelitian ini dilakukan di RSUD Batu Sangkar, pada tanggal 16 Juni sampai 4 Juli 2014 dengan jumlah sample 36 orang Desain penelitian cross sectional. Data dikumpulkan dengan menggunakan angket dan observasi. Hasil penelitian ini didapatkan adanya hubungan antara fungsi pengorganisasian (kepemimpinan, ketersediaan sarana dan prasarana) dengan penerapan kewaspadaan standar oleh perawat pelaksana yaitu p value < 0,05 serta faktor yang dominan adalah ketersediaan sarana dan prasarana (OR = 21.207). Hasil penelitian ini merekomendasikan kepada pihak rumah sakit khususnya bidang keperawatan untuk memperhatikan sarana dan pra sarana, khususnya ketersediaan alat pelindung diri, pengelolaan limbah medis dan non medis.Kata Kunci : Kewaspadaan Standar, Fungsi Pengorganisasian, Perawat PelaksanaABSTRACTHospital health care facilities have quality indicators, one of which is the percentage of the incidence of nosocomial infections. Consequences if an infection is a long-day care and maintenance costs be increased until death. In 1997 the CDC (Center For Desease Control) reported there were 52 cases of health care workers living with HIV as a result of needle stick while treating patients identified with HIV, while 114 other officers in the suspect is infected. ICN report (2005) that an estimated 19- 35% of all government health employee deaths in Africa caused by needle stick from people living with HIV / AIDS. While in Indonesia, these data have not been reported. Nurses have the greatest contribution from exposure to infected fluids and needles, so that it develops an attempt to prevent the infection from exposure to HIV through compliance of nurses in the application of standard precautions. The purpose of this study is to identify the function of organizing relations with the implementation of standard precautions by nurses. This research was conducted at the Hospital stone cage, on June 16 to July 4, 2014 with a sample size 36 cross-sectional study design. Data was collected using questionnaires and observation. The results of this study found an association between organizational functions (leadership, availability of facilities and infrastructure) with the application of standard precautions by nurses that p value <0.05 and the dominant factor is the availability of facilities (OR = 21 207). The results of this study recommend to the hospital, especially the field of nursing to care facilities and pre means, particularly the availability of personal protective equipment, management of medical and non-medical waste. Keywords: Standard, Function Organizing, Implementing Nurs
FAKTOR- FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN ANEMIA PADA IBU HAMIL DI PUSKEMAS PELALAWAN KABUPATEN PELALAWAN
Anemia pada ibu hamil mengacu pada kadar Hemoglobin (Hb) yang berada dalam darah ibu dibawah 11g/dL, hal ini disebabkan oleh ketidak mampuan jaringan pembentukan sel darah merah (eritropoietik) untuk mempertahankan konsentrasi Hb pada tingkat normal (WHO, 2017), masih tinggi kejadian anemia pada ibu hamil di wilayah kerja UPT Puskesmas Pelalawan Sebanyak 54,8%. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis faktor - faktor yang berhubungan dengan anemia terhadap ibu hamil di Wilayah kerja UPT Puskesmas Pelalawan Kabupaten Pelalawan. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian Analytic Cross Sectional Study. Besar sampel dalam penelitian ini sebanyak 154 ibu hamil. Teknik sampling yang digunakan yaitu Systematic Random Sampling. Hasil penelitian menunjukkan variabel yang memiliki hubungan signifikan yaitu pengetahuan (POR = 37,778), usia kehamilan (POR = 5,843), dan pekerjaan (POR=0,80). Variabel paling dominan adalah pengetahuan (POR=37,778). Pihak Puskesmas, tenaga kesehatan aktif memberikan atau meningkatkan pengetahuan ibu hamil yaitu dengan melakukan penyuluhan untuk meningkatkan edukasi dan pemahaman anemia pada ibu hamil sehingga bisa memperkecil angka kejadian anemia saat kehamilan
TINJAUAN PENERAPAN ASPEK KERAHASIAAN REKAM MEDIS PADA RUMAH SAKIT DI INDONESIA: LITERATURE REVIEW
ABSTRAK Kerahasiaan rekam medis merupakan pembatasan pengungkapan informasi pasien kepada orang lain. Berdasarkan Permenkes nomor 14 tahun 2018 salah satu hak pasien adalah mendapatkan privasi dan kerahasiaan penyakit yang diderita termasuk data medisnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan aspek kerahasiaan rekam medis pada ruang penyimpanan di rumah sakit di Indonesia. Hasil penelitian ditemukan bahwa dari 7 jurnal yang ditinjau ditemukan aspek yang mempengaruhi kerahasiaan rekam medis adalah akses ke ruang penyimpanan rekam medis, fasilitas di ruang penyimpanan rekam medis, dan pasien yang membawa sendiri rekam medisnya di rumah sakit. Dua literatur menyatakan bahwa penerapan aspek keraasiaan rekam medis sudah diimplementasikan dengan baik, sementara 4 literatur lainnya ditemukan bahwa penjagaan kerahasiaan rekam medis belum berjalan dengan baik diantaranya terdapat petugas lain selain petugas rekam medis yang masuk ke ruang penyimpanan, pintu ruangan yang tidak dikunci, dan rak penyimpanan yang kurang. Hendaknya rumah sakit membatasi akses ke ruang penyimpanan rekam medis bagi yang berkepentingan saja dan mencukupi fasilitas di ruang penyimpanan. ABSTRACT Confidentiality of medical records is a limitation on disclosing patient information to others. Based on Ministry of Health Constitution number 14 of 2018, one of the patient's rights is to get privacy and confidentiality of the illness, including medical data. The purpose of this study was to determine the application of confidentiality aspects of medical records in storage rooms in hospitals in Indonesia. The results of the study found that of the 7 journals reviewed, aspects that affected the confidentiality of medical records were access to the medical record storage room, facilities in the medical record storage room, and patients who brought their own medical records to the hospital. Two literatures state that the application of the confidentiality aspect of medical records has been implemented properly, while the other 4 literatures found that the maintenance of confidentiality of medical records has not gone well, including that there were officers other than medical record officers who entered the storage room, unlocked room doors, and shelves. insufficient storage. The hospital should limit access to the medical record storage room for those who are interested and provide sufficient facilities in the storage room.
PENGARUH EDUKASI PERAWAT TERHADAP PERILAKU PASIEN TENTANG KETEPATAN CUCI TANGAN PADA MASA PANDEMI COVID-19
PENGARUH EDUKASI PERAWAT TERHADAP PERILAKU PASIENTENTANG KETEPATAN CUCI TANGANPADA MASA PANDEMI COVID-19THE EFFECT OF NURSE EDUCATION ON PATIENT BEHAVIORABOUT OF PROPER HAND HYGIENE DURING THE COVID-19 PANDEMICABSTRAKRendahnya kesadaran masyarakat menjalankan protokol kesehatan mengakibatkan tingginya angka penularan COVID-19. Diperlukan pencegahan primer pada individu, salah satunya berperilaku bersih yaitu rajin melakukan kebersihan tangan berupa cuci tangan dengan tepat. Edukasi kesehatan merupakan strategi utama untuk menyadarkan masyarakat bahwa COVID-19 bisa dikendalikan dengan mengubah perilaku hidup sehat dan bersih.Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh edukasi perawat terhadap perilaku pasien tentang ketepatan cuci tangan pada masa pandemi COVID-19 di Rumah Sakit Advent Manado. Jumlah responden 105 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner untuk mengukur perilaku : pengatahuan, sikap dan tindakan tentang ketepatan cuci tangan pada masa pandemi COVID-19. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan model quasi experiment dengan pendekatan one grup pre test post test. Analisis data menggunakan uji t (paired sample t-test) namun sebelumnya sudah dilakukan uji normalitas dan didapati data berdistribusi normal. Hasil penelitian menunjukan pada variabel pengetahuan dimana nilai rata-rata sebelum diberi edukasi 14.63 dan sesudah diberi edukasi meningkat menjadi 20.68 nilai ρ=0.000 (ρ < 0.05), variabel sikap nilai rata-rata sebelumnya 15.81 meningkat menjadi 22.63 dengan nilai ρ=0.000 (ρ < 0.05) dan variabel tindakan nilai rata-rata sebelumnya 11.47 meningkat menjadi 17.17 dengan nilai ρ=0.000 (ρ < 0.05). Berdasarkan hasil uji t disimpulkan bahwa ada pengaruh edukasi perawat terhadap perilaku pasien tentang ketepatan cuci tangan pada masa pandemi COVID-19 di Rumah Sakit Advent Manado.Kata Kunci : COVID-19;cuci tangan;edukasi;perilaku;ABSTRACKThe low level of public awareness of implementing health protocols has resulted in a high rate of transmission of COVID-19. Primary prevention is needed in individuals, one of which is clean behavior, namely diligently doing proper hand hygiene. Health education is the main strategy to make the public aware that COVID-19 can be controlled by changing healthy and clean living behavior. The purpose of the research was to determine the effect of nurse education on patient behavior regarding the accuracy of hand hygiene during the COVID-19 pandemic at the Manado Adventist Hospital.The number of respondents is 105 people. Data collection was carried out using a questionnaire to measure behavior: knowledge, attitudes and actions about the accuracy of hand hygiene during the COVID-19 pandemic. This research is a quantitative research with a quasi-experimental model with a one group pre-test post-test approach. Data analysis used the t-test (paired sample t-test) and previously the normality test was carried out and the data was found to be normally distributed. The results showed the knowledge variable where the average value before being given education was 14.63 and after being given education increased to 20.68 the value of = 0.000 (ρ < 0.05), the attitude variable the previous average value of 15.81 increased to 22.63 with a value of = 0.000 (ρ < 0.05) and the previous mean value of the action variable was 11.47 which increased to 17.17 with a value of = 0.000 (ρ < 0.05). Based on the results of the t test, it was concluded that there was an effect of nurse education on patient behavior regarding the accuracy of hand hygiene during the COVID-19 pandemic at the Manado Adventist Hospital.Keywords: COVID-19; hand hygiene;education;behavior
HUBUNGAN ANTARA LAMA KERJA, BEBAN KERJA DAN TAKUT TERINFEKSI DENGAN STRES KERJA
Salah satu masalah yang dihadapi oleh perawat dalam melakukan pekerjaan yaitu stres kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa hubungan antara lama kerja, beban kerja dan takut terinfeksi dengan stres kerja pada perawat di Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit di era Covid-19. Penelitian ini merupakan penelitian analitik melalui pendekatan cross sectional, dilaksanakan pada bulan Februari 2021. Populasi dalam penelitian ini yaitu perawat di IGD RSUD Noongan 20 orang, IGD RSU GMIM Bethesda Tomohon 23 orang dan IGD RSU GMIM Pancaran Kasih Manado 22 orang, sehingga total populasi berjumlah 65 orang dan semuanya menjadi sampel penelitian. Analisis data menggunakan uji korelasi, uji t dan analisis regresi linier. Hasil penelitian menunjukkan variabel lama kerja di IGD (p=0,113), variabel beban kerja (p=<0,001) dan takut terinfeksi (p=0,000). Untuk analisis regresi linier menunjukkan rasa takut terinfeksi memiliki nilai OR sebesar 13,930. Kesimpulan penelitian ini yaitu variabel yang memiliki hubungan yang signifikan yaitu beban kerja dan takut terinfeksi, sedangkan yang tidak memiliki hubungan yang signifikan yaitu lama kerja. Selanjutnya variabel yang memiliki pengaruh paling besar yaitu rasa takut terinfeksi. Bagi rumah sakit, dapat melakukan evaluasi terhadap beban kerja yang dimiliki oleh perawat IGD, sehingga dapat mencegah terjadinya stres kerja yang dapat mempengaruhi kinerja. Kata Kunci : Stres kerja, perawat, pandemi Covid-1
THE EFFECT OF MURROTAL MUSIC THERAPY OF THE QUR'AN ON ANXIETY OF PRE OPERATIONAL SECTION CAESARIAN PATIENTS
According to Riskesdas data, the prevalence of sectio caesarea in Indonesia was 17.6% in 2018. Before sectio caesarea was performed, 90% of preoperative patients had the potential to experience anxiety. One of the non-pharmacological actions in reducing the anxiety of preoperative caesarean section mothers is to listen to the murotal Al-Qur'an. This study aims to examine the effect of murrotal al-qur'an music therapy on the anxiety of preoperative sectiocesarean patients in the Midwifery Room of Mayjen H. A. Thalib Kerinci Hospital in 2021. The type of research was pre-experimental with a One-group pretest and post-test design approach which was carried out from February to February. July 2021. The population of all sectio caesarea patients in 2021 is 149 patients with a purposive sampling technique of 16 people. Data collection using the DASS questionnaire and observation sheets. The data were processed computerized by univariate analysis using descriptive statistics and bivariate analysis using the t-test dependent with a significance level of = 0.05. The results obtained that the average level of anxiety of postoperative caesarean section patients (pretest) was 15.44 and decreased after being given murrotal Al-Qur'an music therapy was 10.75. sectio caesarea(p = 0.000). The results of the study concluded that there was an effect of murrotal Al-Qur'an music therapy on the anxiety of preoperative sectio caesarea patients, it is hoped that this study can be a reference and alternative that can be applied in overcoming anxiety non-pharmacologically in preoperative patients
TEROBOSAN PROMOSI KESEHATAN MELALUI VIDEO PADA IBU HAMIL UNTUK PENCEGAHAN ANEMIA DIMASA PANDEMI COVID-19 DIPUSKESMAS PADANG SELATAN
Pandemi yang terjadi pada akhir tahun 2019 disebut Corona virus Disease 2019 (Covid-19) disebabkan oleh Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus-2 (SARS-Cov-2). Situasi ini berdampak pada masyarakat luas, khususnya ibu hamil sebagai kelompok rentan. Anemia pada ibu hamil menempati urutan ketiga tertinggi di dunia dengan prevalensi 74% dan penyebab kematian ibu nomor 1 di Indonesia. Hal ini terjadi karena kurangnya pengawasan dan pemeriksaan selama kehamilan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu eksperimen semu, populasi yaitu ibu hamil dengan anemia diwilayah Puskesmas Padang Selatan. Sampel adalah ibu hamil yang memenuhi kriteria inklusi seperti ibu yang minum tablet Fe, usia kehamilan 12-24 minggu, kadar HB 20 tahun 73,7%, variabel pekerjaan 57,9% ibu bekerja. Variabel HB pada pengukuran pertama adalah 9,8 dengan standar deviasi 1,1. Kadar HB terendah 6,7 dan tertinggi 11. Rata-rata kadar HB pada pengukuran kedua adalah 9,9 dengan standar deviasi 0,9. Kadar HB terendah 8,0 dan tertinggi 11. Rata-rata kadar HB pada pengukuran ketiga adalah 10,9 dengan standar deviasi 0,5. Kadar HB terendah pada pengukuran ketiga adalah 9,8 dan tertinggi 12. Rata-rata kadar HB pada pengukuran keempat adalah 11,0 dengan standar deviasi 0,5. Kadar HB terendah pada pengukuran keempat adalah 9,8 dan tertinggi 12. Rata-rata skor pengetahuan sebelum diberikan adalah 6,3, sedangkan setelah diberikan intervensi adalah 9,2. Terjadi peningkatan rata-rata skor pengetahuan sebesar 2,9. Hasil uji Wilcoxon diperoleh nilai p-value sebesar 0,000 yang berarti terdapat perbedaan rata-rata skor pengetahuan sebelum dan sesudah diberikan intervensi. Rata-rata skor sikap sebelum diberikan intervensi adalah 5,7, sedangkan yang diberikan setelah intervensi adalah 8,2. Terjadi peningkatan rata-rata skor sikap sebesar 2,89. Hasil uji Wilcoxon diperoleh nilai p value sebesar 0,000 yang berarti terdapat perbedaan rata-rata skor sikap sebelum dan sesudah diberikan intervensi. Rata-rata skor kepatuhan sebelum diberikan intervensi adalah 4,6, sedangkan setelah diberikan intervensi adalah 5,9. Terjadi peningkatan rata-rata skor kepatuhan sebesar 1,29. Hasil uji Wilcoxon diperoleh nilai p value sebesar 0,000 yang berarti terdapat perbedaan rata-rata skor kepatuhan sebelum dan sesudah diberikan intervensi