Jurnal Kesehatan Medika Saintika
Not a member yet
301 research outputs found
Sort by
Analisis Hubungan Suport Kerja Perawat dengan Kualitas Hidup Perawat yang Bekerja Selama Krisis Kesehatan di Rumah Sakit Swasta di Padang: studi cross-sectional
Perubahan kondisi krisis kesehatan saat ini telah merubah kondisi yang dialami oleh tenaga kesehatan khususnya perawat. Dampak yang terjadi pada perawat mulai dari kondisi fisik yang mudah lelah setelah bekerja, stress atas resiko tinggi penularan penyakit, stress. Penelitian ini menguji pengaruh suport Kerja Perawat dan Kualitas Hidup Perawat yang Bekerja Selama Krisis Kesehatan di Rumah Sakit Indonesia. Desain penelitian kuantitatif menggunakan teknik proporsional random sampling, dengan jumlah sampel 74 perawat praktik yang telah memenuhi kriteria sampel. Penelitian tersebut dilakukan oleh sebuah rumah sakit swasta di Kota Padang. Pengumpulan data menggunakan kuesioner yang berisi item, support (dukungan dan lingkungan yang kondusif), dan instrumen kualitas hidup WHOQOL-BREF (World Health Organization Quality of Life-BREF). Data diolah menggunakan SPSS, dengan analisis univariat dan bivariat. Terdapat perbedaan yang signifikan antara motivasi kerja dengan kualitas hidup perawat (p<0,005). suport perawat dengan kualitas hidup sebesar 78,6%, support (OR=5,70; 95% CI=2,07-15,67). Suport atau dukungan dapat meningkatkan kualitas hidup perawat pada saat krisis kesehatan. suport yang baik dari semua sistem dapat mengurangi kelelahan fisik dan stress yang dialami perawat dalam melaksanakan pekerjaan di rumah sakit
EFEK EKSTRAK ETANOL DAUN SAMBUNG NYAWA (Gynura procumbens) TERHADAP KADAR GLUKOSA DARAH PADA MENCIT PUTIH (M. musculus) YANG DIINDUKSI ALOKSAN
Daun Sambung Nyawa (Gynura procumbens) merupakan salah satu tanaman yang bisa digunakan untuk menurunkan kadar glukosa darah. Kandungan kimia pada tanaman ini berupa saponin, flavonoid, minyak atsiri, dan antikoagulan. Senyawa yang berperan dalam menurunkan kadar glukosa darah yaitu flavonoid. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh ekstrak etanol daun sambung nyawa (Gynura procumbens) terhadap kadar glukosa darah pada mencit putih (Mus musculus) yang diinduksi aloksan. Metode: Ruang lingkup penelitian ini adalah Ilmu Farmakologi dan Ilmu Penyakit Dalam. Penelitian ini di laksanakan pada bulan Maret – Desember 2021 di Laboratorium Farmakologi Fakultas Farmasi Universitas Andalas. Jenis penelitian adalah eksperimental dengan pendekatan “ the pre-test/post test control group design. Populasi pada penelitian ini adalah mencit jantan (Mus musculus) yang berumur 8 minggu dengan berat sekitar 20-30 gram yang didapatkan dari laboratorium Farmakologi Universitas Andalas. Sampel ini diambil secara random dengan 36 mencit. Analisa data menggunakan Uji Anova jika data terdistribusi normal, atau Uji Kruskall-Wallis jika terdistribusi tidak normal. Hasil: Rerata tertinggi kadar glukosa darah adalah pada kelompok kontrol (+) yaitu 307,61 gr/dl. Rerata terbaik berada pada ekstrak 400 mg/kgBB yaitu 152,94 gr/dl, terdapat pengaruh ekstrak daun sambung nyawa (Gynura Procumbens) untuk penurunan kadar glukosa darah pada mencit (Mus musculus) yang di induksi aloksan dengan nilai sig = 0,000 < 0,05. P4 merupakan kelompok perlakuanterbaik. Kesimpulan: Terdapat pengaruh ekstrak etanol daun sambung nyawa (Gynura procumbens) untuk penurunan kadar glukosa darah pada mencit (Mus musculus) yang di induksi aloksa
ANALISIS KINERJA ALGORITMA C4.5 UNTUK PREDIKSI PASIEN COVID-19 DI SEMEN PADANG HOSPITAL
Virus Corona atau severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2) adalah virus yang menyerang sistem pernapasan. Penyakit karena infeksi virus ini disebut COVID-19. Virus Corona bisa menyebabkan gangguan pada sistem pernapasan, pneumonia akut, sampai kematian. Pada tahun 2021 pasien covid masih mendoninasi di beberapa Rumah Sakit salah satunya adalah Semen Padang Hospital (SPH). Data rekam medis pasien covid-19 tersimpan di database Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS). Data rekam medis adalah catatan khusus pasien yang berisikan biodata, riwayat penyakit dan pengobatan, seringkali data rekam medis hanya menjadi data yang menumpuk dan tidak dilakukan penelusuran untuk menghasilkan pengetahuan yang berguna bagi rumah sakit. Penelitian ini bertujuan mengolah tumpukan data rekam medis khusus pasien covid-19 untuk mengklasifikasikan pasien covid-19 atau tidak yang terjadi di SPH. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode klasifikasi dengan menggunakan algoritma C4.5. Atribut yang digunakan adalah bulan berobat, jenis kelamin, asal daerah, dan umur. Untuk atribut label tujuan sebanyak 2 kelompok yaitu diagnosa covid-19 atau tidak. Penilitian ini menghasilkan pohon keputusan. Dari penerapan algoritma C4.5 pada data pasien di SPH untuk mengklasifikasi pasien covid atau tidak, didapat hasil akurasinya kurang dari 70% yaitu adalah 51.97% dan error 48.03%, sehingga kesimpulannya adalah algoritma C4.5 memiliki kinerja yang kurang baik untuk mengklasifikasi pasien covid-19 di SPH.Kata kunci: Data Mining, Klasifikasi, Rekam Medis, Covid-19, C4.
PENGARUH ENDORPHIN MASSAGE TERHADAP INTENSITAS NYERI PUNGGUNG PADA IBU HAMIL TRIMESTER III DI KLINIK SETIA PADANG PARIAMAN
Nyeri punggung adalah rasa seperti ditusuk-tusuk yang terjadi pada sendi dan otot bagian tulang panggul dan punggung bagian bawah. Nyeri ini terjadi akibat punggung yang bertugas untuk menopang tubuh mengalami pertambahan berat badan. Salah satu cara untuk mengurangi nyeri punggung adalah pijat endorfin yang mampu melepas endorfin yang dikenal sebagai pereda rasa sakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengaruh pijat endorfin terhadap intensitas nyeri punggung ibu hamil Trimester III. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian Endorphin massage terhadap penurunan intensitas nyeri punggung pada ibu hamil trimester III. Desain yang digunakan adalah pra eksperimen dengan pendekatan one grup pretest posttest design. Sampel diambil dari populasi yang memenuhi kriteria inklusi di Klinik Setia Padang Pariaman pada bulan November sampai Desember 2021 sebanyak 20 responden dengan consecutive sampling. Variabel independen yaitu teknik Endorphin massage sedangkan variabel dependen yaitu nyeri punggung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum dilakukan Endorphin massage sebagian besar ibu hamil trimester III mengalami nyeri berat dan setelah dilakukan Endorphin massage berkurang menjadi nyeri sedang. Hasil uji Wilcoxon sign rank test dengan α=0,05 menunjukkan p=0,000 sehingga p<0,05 artinya ada pengaruh Endorphin massage terhadap penurunan intensitas nyeri punggung. Endorphin massage merupakan salah satu alternatif nonfarmakologi untuk mengatasi nyeri sehingga disarankan agar Bidan memberikan Health education dan mengajarkan pasangan ibu hamil Endorphin massage untuk meringankan gejala nyeri punggung
PENGARUH TEKNIK RELAKSASI YOGA TERHADAP INTENSITAS NYERI HAID PADA MAHASISWI PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN STIKES TRI MANDIRI SAKTI BENGKULU
Nyeri haid (dismenorea) merupakan nyeri yang terjadi pada saat menstruasi, yang membuat ketidakseimbangan hormoneprogresteron dalam darah sehingga mengakibatkan rasa nyeri disekitar perut bagian bawah, hal ini mengganggu aktifitas sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari Pengaruh teknik relaksasi yoga terhadap intensitas nyeri haid pada mahasiswi semester akhir program studi ilmu keperawatan STIKES Tri Mandiri Sakti Bengkulu. Penelitian ini menggunakan Pra-eksperimen dengan desain One-Group Pre-PostTest Design. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswi semester akhir jurusan keperawatan STIKES Tri Mandiri Sakti Bengkulu yang mengalami Nyeri Haid sebanyak 30 orang. Teknik pengambilan sample dalam penelitian ini menggunakan teknik Accidental sampling. Intensitas nyeri haid sebelum diberikan teknik relaksasi yoga rata-rata nyeri sedang menuju nyeri berat yaitu 6,6 dengan standar deviasi 1,545. Hasil uji Normalitas data dengan menggunakan Uji Shapiro-Wilk Sebelum diberikan teknik relaksasi yoga di dapatkan nilai P-value = 0,027<0,05 signifikan untuk data Intensitas nyeri haid sebelum relaksasi Yoga, berarti data tidak berdistribusi normal. Intensitas nyeri haid sesudah diberikan rata-rata nyeri ringan menuju nyeri sedang yaitu 3,33 dengan standar deviasi 0,844. Hasil uji Normalitas data dengan menggunakan Uji Shapiro-Wilk Sesudah diberikan teknik relaksasi yoga di dapatkan nilai P-value = 0,001<0,05 signifikan untuk data Intensitas nyeri haid sesudah relaksasi Yoga, berarti data tidak berdistribusi normal. Hasil penelitian ini didapatkan: Sebelum diberikan Teknik reaksasi yoga didapatkan Intensitas nyeri haid sedang berjumlah 16 orang (53,3%), dan nyeri berat berjumlah 14 orang (46,7%). Sesudah diberikan Teknik reaksasi yoga didapatkan Intensitas haid nyeri ringan berjumlah 19 orang (63,3%), dan nyeri sedang berjumlah 11 orang (36,7%). rata-rata skala nyeri haid saat menstruasi sebelum dilakukan yoga adalah 0,027<0,05 skala nyeri haid sesudah dilakukan yoga adalah sebesar 0,001<0,05. Hasil uji Wilcoxonsignranktestdidapatkan nilai Z = -4,863 dengan nilai P-value yang diperoleh adalah 0,000<0,05 dengan tingkat kemaknaan α = 0,05. Karena nilai (p) lebih kecil dari nilai (α), maka H0 ditolak dan Ha diterima.Terdapatpengaruhteknikrelaksasi yoga.
ANALISIS HUBUNGAN PELAKSANAAN SUPERVISI KLINIK MODEL 4S DENGAN INDIKATOR PENDOKUMENTASIAN PENCATATAN TERINTEGRASI DI RSU UNIVERSITAS RIAU
ABSTRAK Dokumentasi merupakan sarana komunikasi afektif antar profesi kesehatan. Rendahnya kualitas pendokumentasian catatan terintegrasi di Indonesia meliputi tidak lengkapnya pengisian form CPPT dimana didapatkan tidak terisinya identitas pasien, tanggal dan jam visit, serta nama dan tanda-tangan PA secara lengkap, serta kurangnya kedisiplinan pengisian rekam medis oleh PPA. Karakteristik perawat merupakan faktor individu yang mempengaruhi kinerja pendokumentasian. Form tindakan perawat merupakan media komunikasi perawat dalam melakukan asuhan keperawatan berupa tanggal, waktu dan uraian kegiatan yang dilakukan. Tujuan tesis adalah menganalisis hubungan pelaksanaan supervisi klinik model 4S dengan indikator pendokumentasian terintegrasi di RSU Universitas Riau. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 33 orang dengan teknik pengambilan sampel total sampling. Penelitian menggunakan kuesioner dan lembar observasi yang sudah teruji validitas dan reliabilitasnya. Melalui statistik terdapat hubungan karakter (p value=0,000), kooperatif (p value =0,008), kompeten (p value=0,000) dan komunikatif (p value=0,000) terhadap pelaksanaan supervise klinik model 4S. Terdapat hubungan pelaksanaan persiapan (p value= 0,000), pelaksanaan (p value = 0,001) dan evaluasi (p value = 0,000) terhadap supervisi terhadap CPPT di RSU Universitas Riau. Peneliti merekomendasikan peran supervisi untuk peningkatan kompetensi dan kepatuhan perawat dalam pelaksanaan pendokumetasian keperawatan RS. ABSTRACT Documentation is a means of affective communication between health professions. The low quality of integrated record documentation in Indonesia includes incomplete filling of the CPPT form where it is found that patient identity, date and time of visit are not filled, as well as PA's name and signature in full, as well as lack of discipline in filling out medical records by PPA. The characteristics of nurses are individual factors that affect the performance of documentation. The nurse's action form is a communication medium for nurses in carrying out nursing care in the form of date, time and description of the activities carried out. The purpose of the thesis is to analyze the relationship between the implementation of clinical supervision of the 4S model with integrated documentation indicators at the Riau University General Hospital. This research is a quantitative research with a cross sectional approach. The research sample amounted to 33 people with a total sampling technique of sampling. The research uses questionnaires and observation sheets that have been tested for validity and reliability. Through statistics, there is a character relationship (p value = 0.000), cooperative (p value = 0.008), competent (p value = 0.000) and communicative (p value = 0.000) on the implementation of 4S model clinical supervision, there is a relationship between the implementation of preparation (p value = 0.000), implementation (p value = 0.001) and evaluation (p value = 0.000) on the supervision of CPPT at RSU Riau University. The researcher recommends the role of supervision to increase the competence and compliance of nurses in the implementation of hospital nursing documentation
PENGARUH PEMBERIAN JUS BELIMBING (AVERHOACARAMBOLA) TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA LANSIA DI KELURAHANTANJUNG PAKU WILAYAH KERJA PUSKESMASTANJUNG PAKU KOTA SOLOK
Hipertensi adalah keadaan peningkatan tekanan darah yang akan memberi gejala lanjut kesuatu organ target seperti stroke (untukotak), penyakit jantung koroner (untuk pembuluh darah jantung) dan hiper tropi ventrikel kanan/ left ventricle hypertrophy (untuk otot jantung). Pengobatan hipenrtensi antara lain yaitu pengobatan modern (obat-obatan) dan pengobatan secara tradisional. Salah satu pengobatan secara tradisional adalah dengan mengkonsumsi jus belimbing.Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat pengaruh jus belimbing terhadap penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi di Kelurahan Tanjung Paku Wilayah kerja Puskesmas Tanjung Paku Kota Solok. Penelitian ini bersifat eksperimental dengan menggunakan rancangan one group pretest and posttest.Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh penderita hipertensi yang mengalami hipertensi di Kelurahan Tanjung Paku yang berjumlah 27 penderita. Pengambilan sampel yang dilakukandengancarapurposive sampling diperoleh sampel sebanyak 5 orang. Pengambilan data untuk mengetahui tekanan darah menggunakan tensi meter sebelum pemberian jus belimbing dan pada hari ke 3 yaitu 2 jam sesudah pemberian jus belimbing. Analisa data dilakukan denganT-test. Hasil uji statistic dengan T-test pada pretest didapatkan rata-rata (mean) 144 mmHg dengan standar deviasi5,48 dan pada posttest didapatkan rata-rata (mean) 132 mmHg denganstandardeviasi2,74. Nilai T-test didapatkan dengan nilai signifikansi (2-tailed) sebesar 0,000 (p < 0,01). Saran bagi peneliti selanjutnya agar dapat menjadi masukan dan sumber pembelajaran untuk mengembangkan kemampuan yang telah diajarkan.Saran bagi penderita hipertensi dapat menjadikan jus belimbing untuk pengobatan hipertensi. Bagi peneliti lain untuk dapat mengembangkan penelitian ini dengan memberikan perlakuan yang berbeda dan dengan sampel yang lebih banyak agar mendapatkan hasil yang lebih signifikan.Kata Kunci : Hipertensi, Jus Belimbing, Penurunan Tekan Dara
EFEKTIFITAS PENGUNAAN E-COMIC (DIGITAL STORY MAKER)TERHADAP PENGETAHUAN, DAN TINDAKAN TENTANG KESEHATAN GIGI DAN MULUT PADA ANAK KELAS IV & V
Menyikat gigi dengan benar sangat penting dilakukan oleh setiap anak untuk menghindari terjadinya masalah kesehatan gigi dan mulut. Dimana masalah kesehatan mulut dan gigi ini merupakan masalah yang hampir dialami oleh setengah dari populasi penduduk dunia. Masalah kesehatan gigi dan mulut ini sering diabaikan oleh anak disesabkan karena banyak factor salah satunya anak belum pernah mendapatkan pembelajaran yang menarik dengan mengunakan media yang menarik. Terlebih lagi di SDN.17 belum ada pembelajaran dengan mengunakan media komik Digital (story maker). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektifitas pengunaan media komik Digital (Story-Maker) terhadap pengetahuan dan tindakan anak terhadap kesehatan gigi dan mulut.Penelitian ini mengunakan pendekatan quantitative quasi ekperiment pre-post group desing. Populasi dalam penelitian ini adalah anak yang ada di SDN.17 Kota Jambi. Dengan jumlah sampel sebanyak 40 orang. Dengan mengunakan metode total sampling. Analisa dilakukan dengan mengunakan Uji parametric dengan mengunakan sampel paired T-test. Dan hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan efektifitas mengunakan media comic terhadap pngetahuan dan tindakan murid terhadap kesehatan gigi dan mulu. Secara signifikan (p=0,000). Diharapkan tenaga guru dapat memberikan pengembangan pembelajaran dengan mengunakan media dengan mengunakan media Komik digital (Digital story-maker) pada siswa sekolah dasar.
THE EFFECT OF INFORMATION MEDIA EXPOSURE ON WUS PARTICIPATION IN DOING IVA TEST PUSKESMAS GUNUNG LABU KAYU DISTRICT WEST ARO IN 2022
Pada saat ini masalah yang sering terjadi pada WUS yaitu kanker serviks dan pemeriksaan IVA test dapat mencegah dan mendeteksi dini kanker serviks pada WUS. Di wilayah Kerja Puskesmas Gunung Labu pada Tahun 2018 sampai Desember 2019 pemeriksaan IVA yang dilakukan sebanyak 302 dan terdapat 36 kasus IVA positif dimana 4 Orang sudah meninggal dan sebagian masih dalam proses pengobatan dan kemoterapi serta terapi herbal. Banyak faktor-faktor yang berhubungan dengan keikutsertaan WUS dalam melakukan Pemeriksaan IVA test. Peneltian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Keterpaparan Media Informasi Terhadap keikutsertaan WUS dalam melakukan pemeriksaan IVA test di Puskesmas Gunung Labu Kecamatan Kayu Aro Barat Tahun 2022. Jenis penelitian adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan cross sectional. Pengumpulan data telah dilakukan pada bulan Januari – Agustus tahun 2022. Populasi dalam peneltian ini sebanyak 65 WUS dan sampel berjumlah 32 WUS dengan teknik pengambilan sampel accidental sampling. Hasil penenlitian didapatkan terdapat 25 orang (78,1%) tidak terpapar informasi,. Hasil uji statistik menunjukan terdapat hubungan keterpaparan informasi (p value=0,000) maka dapat diambil kesimpulan bahwa terdapat hubungan keterpaparan informasi dengan keikutsertaan WUS dalam melakukan pemeriksaan IVA test di Puskesmas Gunung Labu Kecamatan Kayu Aro Barat Tahun 2022. Disarankan kepada petugas kesehatan untuk memberikan penyuluhan kesehatan dan memfasilitasi wus dalam pemeriksaan IVA test.At this time the problem that often occurs in WUS is cervical cancer and the IVA test can prevent and detect cervical cancer early in WUS. In the Gunung Labu Health Center Work area, from 2018 to December 2019, 302 IVA examinations were carried out and there were 36 positive VIA cases where 4 people had died and some were still in the process of treatment and chemotherapy and herbal therapy. There are many factors related to the participation of WUS in conducting the IVA test. This study aims to determine the effect of media information exposure on WUS participation in conducting an IVA test at Gunung Labu Health Center, Kayu Aro Barat District in 2022. This type of research is a qualitative study with a cross sectional approach. Data collection was carried out in January – August 2022. The population in this study was 65 WUS and a sample of 32 WUS with accidental sampling technique. The results of the study showed that there were 25 people (78.1%) who were not exposed to information. The results of statistical tests show that there is a relationship between information exposure (p value = 0.000), so it can be concluded that there is a relationship between information exposure and WUS participation in conducting an IVA test at Gunung Labu Health Center, Kayu Aro Barat District in 2022. It is recommended to health workers to provide health education and facilitate wus in the IVA test
HUBUNGAN KUALITAS PELAYANAN KESEHATAN DENGAN KEPUASAN PASIEN BPJS DI RUANG RAWAT INAP INTERNE DAN BEDAH RSI IBNU SINA BUKITTINGGI TAHUN 2021
Hubungan Kualitas Pelayanan Kesehatan sangat penting dalam memenuhi kepuasan pasien, hal ini menjadi salah satu indikator kualitas pelayanan disebuah rumah sakit. Kualitas pelayanan kesehatan di ruang rawat inap RSI Ibnu Sina Bukittinggi berada pada kategori kurang dikarenakan perawat kurang memberikan perhatiannya kepada pasien, kemudian tingkat kepuasan juga pada kategori kurang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan Kualitas Pelayanan Kesehatan Dengan Kepuasan Paien BPJS Di Ruang Rawat Inap Interne Dan Bedah RSI Ibnu Sina Bukittinggi. Jenis penelitian ini menggunakan desain deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Tempat penelitian dilakukan di ruang rawat inap interne dan bedah RSI Ibnu Sina Bukittinggi tahun 2021. Sampel penelitian ini berupa pasien dewasa yang telah dirawat minimal 3 hari berjumlah 57 pasien. Teknik analisa data menggunakan uji statistik Chi Square Test. Hasil rata-rata menunjukkan bahwa kualitas pelayanan kesehatan baik sebanyak 41,7% pasien dan kategori kurang sebanyak 37,5% dengan tingkat kepuasan sebanyak 44,4% mengatakan puas dan 34,7% mengatakan kuran puas. Dan hasil analisa data yang didapatkan yaitu nilai p-value 0,006 dimana (p<0,05) sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kualitas pelayanan kesehatan dengan kepuasan pasien di Ruang Rawat Inap Interne dan Bedah RSI Ibnu Sina Bukittinggi dengan nilai OR 4,675 Yang berarti ada hubungan yang signifikan antara kualitas pelayanan kesehatan dengan kepuasan pasien. Disarankan Bagi instansi RSI Ibnu Sina Bukittinggi untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dengan melakukan pelatihan atau seminar tentang kualitas pelayanan kesehatan sehingga dapat lebih meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan terhadap pasien. Kata kunci : Kualitas Pelayanan Kesehatan, Kepuasan Pasien