Jurnal Kesehatan Medika Saintika
Not a member yet
    301 research outputs found

    EVALUASI RENCANA STRATEGIS RUMAH SAKIT UMUM DAERAH SAWAHLUNTO

    Get PDF
    Kinerja pelayanan tahun 2018 menunjukkkan angka yang berada jauh di bawah standar ideal yaitu sebesar 33,43%. Pendapatan Rumah Sakit  hanya mencapai 71,19% dari target yang ditetapkan karena kunjungan Rumah Sakit tahun 2018 tersebut mengalami penurunan baik pada kunjungan gawat darurat, rawat jalan, dan rawat inap. Rumah Sakit Umum Daerah Kota Sawahlunto telah memiliki dokumen renstra 2014-2018 sebagai peta atau arah bagi Rumah Sakit kearah yang lebih baik. Evaluasi terhadap renstra perlu dilakukan sebagai relevansi antara perencanaan strategis dengan sasaran dan tujuan yang akan dicapai sebagai proses pembelajaran atau tindakan perubahan yang harus dilakukan.Kata kunci: Evaluasi;relevansi; rencana;sasara

    Faktor Resiko Yang Berhubungan Dengan Karies Gigi Molar Pada Anak SD Di Bengkulu Selatan

    Get PDF
    Karies adalah proses demineralisasi gigi oleh infeksi bakteri yang menghasilkan asam laktat. Faktor resiko yang mempengaruhi keparahan karies yaitu pengalaman karies, sosial ekonomi, ras, usia, jenis kelamin, pendidikan, geografis, dan perilaku terhadap kesehatan gigi. Molar permanen pertama gigi yang paling beresiko terkena karies. Tujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian karies molar pertama. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan rancangan cross sectional dengan metode stratified random sampling. Jumlah sampel 184 sampel. Hasil terdapat hubungan antara pendapatan orang tua (p-value 0,0001 dan POR 10,343), pendidikan orang tua (p-value 0,049 POR sebesar 3,42), kebiasaan makan (p-value 0,010 POR 2,252), teknik menyikat gigi (p-value 0,025 POR 2,623), OHI-S (p-value 0,0001 POR 35,826) dan pH-Saliva (p-value 0,0001 POR 21,250) dengan karies gigi molar anak. Analisis multivariat pendapatan orang tua menjadi faktor dominan yang berhubungan dengan karies gigi molar anak. Kesimpulan hasil analisis bivariat terdapat hubungan antara pendapatan orang tua, pendidikan orang tua, kebiasaan makan, teknik menyikat gigi, OHI-S dan pH-Saliva dan hasil analisis multivariat pendapatan orang tua menjadi faktor dominan berkaitan dengan karies gigi molar anak pada siswa SD di Kabupaten Bengkulu Selatan

    Pengaruh Penyuluhan Menggunakan Video Motion Graphic "Cofight" Untuk Mengurangi Ansietas Pada Anak Usia Sekolah Yang Akan Divaksinasi Covid-19

    Get PDF
    Corona Virus Disease2019 (Covid-19) merupakan suatu penyakit jenis baru yang belum pernah diidentifikasi sebelumnya pada manusia. Penyakit ini disebabkan oleh Virus yang dinamakan Severe Acute Respiratory Syndrom Coronavirus-2 (Sars-Cov-2).1 Penyakit ini menyebar dengan sangat cepat dan telah ditetapkan sebagai darurat kesehatan global semenjak 30 januari 2020. Pemerintah Indonesia telah melakukan banyak cara untuk mengatasi penyebaran penyakit ini salah satunya melalui pelaksanaan vaksinasi, seperti yang tertera pada Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 84 tahun 2020 tentang Pelaksanaan Vaksinasi dalam Rangka Penanggulangan Pandemi Covid-19.Desain penelitian ini adalah Research and Development. Dengan populasi adalah seluruh siswa SD Kartika 1-11 daeri kelas 4,5,6 dengan jumlah 285 orang. Sampel adalah siswa kelas 4, 5 dan kelas 6 yang didapat dari perhitungan sampel dan memenuhi criteria inklusi berjumlah 46 orang. Pengolahan data dilakukan dengan menggunakan program SPSS. Analisa data yang digunakan yaitu analisa Univariat untuk menjelaskan variable karakteristik sampel meliputi usia, tingkat kecemasan anak yang akan divaksin. Analisis Bivariat menggunakan Uji t dengan melihat perbandingan antara variable sebelum dan sesudah dilakukan penyuluhan kesehatan dengan menggunakan motion graphic cofight dan Analisis Multivariat digunakan untuk menentukan variabel yang paling dominan yaitu tingkat kecemasan siswa sebelum diberikan penyuluhan, penyuluhan tanpa video dan penyuluhan dengan video. Analisis dilakukan menggunakan Uji Statistic Regresi Linear Ganda. hasilnya menunjukkan bahwa rata-rata skor kecemasan sebelum diberikan intervensi adalah 31,20, sedangkan setelah diberikan intervensi adalah 19,67. Terjadi penurunan rata-rata skor kecemasan sebesar 11,53. Hasil uji Wilcoxon diperoleh nilai P value sebesar 0,000 yang berarti terdapat perbedaan rata-rata skor kecemasan sebelum dan sesudah diberikan intervensi. Kesimpulan penelitian ini Setelah didapatkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa dengan memberikan penyuluhan menggunakan Video Motion Graphic “Cofight” kepada Anak Usia Sekolah maka dapat mengurangi kecemasan pada Anak Usia Sekolah

    PELAKSANAAN POSYANDU OLEH KADER DI MASA PANDEMI COVID-19 DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS X, KABUPATEN BANYUWANGI

    No full text
    Angka stunting di Indonesia tahun 2018 sebesar 30,8% yang mana masih melebihi target dari World Health organization (WHO) yaitu 20%. Pada masa pandemi COVID-19 diperkirakan jumlah anak stunting di Indonesia mengalami peningkatan. Hal ini karena penurunan ekonomi masyarakat sehingga sulit untuk memenuhi kebutuhan gizi keluarga dan pembatasan kegiatan di masyarakat seperti posyandu. Tujuan penelitian ini menganalisis pelaksanaan posyandu di masa pandemi COVID-19 di wilayah kerja Puskesmas X, Kabupaten Banyuwangi. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data dikumpulkan dengan wawancara mendalam. Penentuan informan dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan input pelaksanaan posyandu, yaitu kader posyandu memiliki jumlah yang sesuai dengan pedoman pelaksanaan posyandu dan mengikuti pelatihan, selain itu tenaga kesehatan yang ada posyandu sesuai dengan latar belakang pendidikannya. Dana posyandu diperoleh dari anggaran desa, iuran ibu bayi dan balita, serta dari puskesmas. Panduan pelaksanaan posyandu sesuai dengan panduan operasional upaya kesehatan di posyandu di masa pandemi. Sarana dan prasarana yang dimiliki sudah lengkap, tetapi masih menggunakan timbangan gabah, belum timbangan digital. Pada proses, perencanaan posyandu sudah tersusun dengan baik dan dilaksanakan sesuai jadwal. Pelaksanaan posyandu dilakukan sesuai zona daerah diwilayah tersebut. Adapun pengawasan dilakukan melalui whatsapp. Output pelaksanaan posyandu adalah posyandu tetap dilaksanakan yaitu di masjid dan salah satu rumah kader, bahkan door to door. Kesimpulan pada penelitian ini adalah pelaksanaan posyandu dilakukan sesuai dengan panduan pelayanan kesehatan balita di masa pandemi

    PENGARUH PENERAPAN PELAYANAN PRIMA “DUTA WE CARE” TERHADAP KEPUASAN PELAYANAN KEPERAWATAN DI RSUP DR. M. DJAMIL PADANG

    Get PDF
    Pelayanan prima adalah bentuk kepedulian terhadap pasien dengan memberikan pelayanan terbaik untuk memfasilitasi pemenuhan kebutuhan pasien. Secara keseluruhan, variabel pelayanan yang diberikan oleh perawat memiliki pengaruh yang paling signifikan terhadap tingkat kepuasan pasien. Tujuan dari penelitian adalah mengetahui gambaran efektivitas pemberiam pelayanan prima Duta we care terhadap kepuasan pelayanan keperawatan. Jenis penelitian menggunakan desain Quasi-exsperiment. Sampel penelitian berjumlah 134 pasien yang dirawat lebih dari 3 hari dan kooperatif di instalasi non bedah (penyakit dalam) di RSUP Dr. M. Djamil Padang. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah metode probability sampling melalui simple random sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner “Newcastle Satisfaction to Nursing Scale (NSNS)” dan studi dokumentasi pada rekam medis pasien. Analisis data menggunakan uji Uji-Chisquare P Value <0,05 signifikan. hasil analisis data diperoleh nilai p sebesar 0,002 < 0,050 dalam kepuasan sesudah pemberian pelayanan prima duta we care, sehingga disimpulkan bahwa pelayanan prima duta we care memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kepuasan pasien pada pelayanan perawat.Kata kunci: Duta We Care; Pelayanan prima; Kepuasan Pelayanan keperawatan

    PENGARUH EDUKASI PASIEN DIABETES MELLITUS TIPE 2 TERHADAP PENGETAHUAN, EFIKASI DIRI, PERAWATAN DIRI: SYSTEMATIC LITERATUR REVIEW

    Get PDF
    Pendahuluan: Peningkatan prevalensi pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 (DMT2) menjadi masalah sangat penting didunia, apabila tidak dapat mengontrol penyakitnya maka akan terjadi komplikasi. Menghadapi kondisi ini pemberian edukasi menjadi penulis untuk meningkatkan pengetahuan melakukan aktivitas perawatan diri secara tepat. Tujuan penelitian: untuk mengeksplorasi literasi terkait dengan edukasi yang mampu meningkatkan pengetahuan dan perawatan diri sehingga berguna sebagai arahan penelitian kedepannya. Metode penelitian: adalah systematic literatur review dengan mengidentifikasi artikel jurnal yang diterbitkan secara online terdiri dari bahasa Inggris antara tahun 2018-2023. Sepuluh jurnal terpilih berdasarkan kritera inklusi yang diambil melalui search engine PubMed, ScienceDierect, dan JSTOR. Hasil: 10 artikel yang telah dianalisis terdapat beberapa metode edukasi, media edukasi, materi edukasi, pemateri edukasi yang dapat meningkatkan pengetahuan dalam melaksanakan perawatan diri secara mendiri dan tepat. Sehingga intervensi ini dapat diterapkan pada pasien DMT2 di pelayanan kesehatan. Kesimpulan: dalam penyampaian edukasi adanya lima poin penting dalam penyampaian intervensi edukasi pada pasien DMT2 yaitu metode edukasi, media edukasi, materi edukasi dan pemberi edukasi yang mempunyai kelebihan dan kekurangan. Namun mempunyai efek positif untuk peningktan pengetahuan pasien DMT2 dalam melakukan perawatan diri secara mandiri dan tepat. Kata kunci :  Edukasi;  diabetes mellitus tipe 2;  pengetahuan;  efikasi diri; perawatan dir

    HUBUNGAN ANTARA SMARTPHONE ADDICTION DAN NOMOPHOBIA PADA MAHASISWA

    Get PDF
    Nomophobia dialami oleh 1.113 (53%) pengguna mobile-phone. Akibat dari nomophobia dapat menimbulkan gangguan psikologis. Penelitian ini bertujuan untuk memahami hubungan antara smartphone addiction dan nomophobia pada mahasiswa. Penelitian kuantitatif menggunakan metode cross-sectional. Populasi penelitian yaitu seluruh mahasiswa Stikes Syedza Saintika Padang yang berjumlah 1.087 mahasiswa. Metode pengambilan sampel stratifikasi random proporsional untuk 292 siswa. Pengumpulan data menggunakan SAS-SV (Smartphone Addiction Scale-Short Version) dan NMP-Q (No Mobile Phone Phobia- Questionare) dan dianalisis dengan uji Spearman's Rank. Hasil penelitian didapatkan nilai rata-rata Smartphone Addiction sebesar 28,36 dan nilai rata-rata Nomophobia sebesar 59,51 dengan pvalue = 0,00 dan r = 0,454 yang berarti ada hubungan dengan kekuatan sedang dan arah positif. Meningkatnya smartphone addiction maka semakin tinggi pula tingkat nomophobia. Diharapkan agar pihak kampus dapat melakukan upaya pencegahan nomophobia pada mahasiswa melalui edukasi tentang smartphone addiction dan nomophobia dengan media edukasi seperti banner dan poster di lingkungan kampus

    HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN LAMA KERJA TERHADAP RESPONSE TIME TIM EMERGENCY DI INSTALASI GAWAT DARURAT (IGD) RSUD Dr. M. YUNUS KOTA BENGKULU

    Get PDF
    Penanganan pasien gawat darurat sangatlah penting karena menyangkut nyawa seseorang maka tindakan awal yang harus dilakukan harus cepat tepat dan akurat. Responsetimeitu sendiri merupakan kecepatan dalam penanganan pasien, dihitung sejak pasien datang sampai dilakukan penanganan awal berdasarkan standar waktu yaitu ˂ 5 menit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada hubungan pengetahuan dan lama kerja terhadap responsetimetim emergencydi instalasi gawat darurat (IGD) RSUD Dr. M.Yunus Kota Bengkulu. Penelitian ini menggunakan observasional dengan pendekatan crosssectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh tim emergencydi ruang IGD RSUD Dr. M. Yunus Kota Bengkulu yang berjumlah 35 orang. Teknik pengambilan sample pada penelitian ini adalah total sampling yang berjumlah 35 orang dari jumlah 22 perawat 6 bidan dan 7 dokter. Penelitian ini menggunakan data primer yang diperoleh dari responden dengan menggunakan lembar observasi dan kuesioner pada tim emergencydi instalasi gawat darurat (IGD) RSUD Dr. M.Yunus Kota Bengkulu. Hasil penelitian ini didapatkan pengetahuan tim emergencyterhadap responsetimediperoleh hasil bahwa sebanyak 9 orang (27,3%) memiliki pengetahuan yang cukup baik, dan 24 orang (72,7%) memiliki pengetahuan yang baik. lama kerja tim emergency diperoleh hasil bahwa sebanyak 11 orang (33,3%) memiliki masa kerja 5 Tahun. sebanyak 5 orang (15,2%) memiliki respontime tim emergency yang lambat (> 5 menit) sedangkan 28 orang (84,8%) memiliki respontime tim emergency yang cepat ( 0,05 sehingga Hipotesis diterima yang berarti tidak ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan respontime tim emegency. Berdasarkan hasil uji hubungan diperoleh statistik Fisher ExactSig. = 0,304 < 0,05 sehingga Hipotesis nol diterima yang berarti tidak ada hubungan yang signifikan antara lama kerja dengan respontime tim emegency. Kata Kunci : Pengetahuan, Lama Kerja, ResponseTim

    PARTISIPASI REMAJA DALAM EDUKASI KESIAPSIAGAAN BENCANA: STUDI KUALITATIF

    Get PDF
    ABSTRAK  Kesiapsiagaan merupakan upaya yang dilakukan untuk menghadapi situasi darurat saat menghadapi bencana. Kesiapsiagaan agar terlaksana secara efektif perlu adanya partisipasi remaja sehingga diharapkan dapat meningkatan kapasitas individu terhadap ancaman kematian akibat bencana. Penelitian ini berfokus pada partisipasi remaja dalam edukasi kesiapsiagaan bencana yang diadakan di RW 14 Kelurahan Pasie Nan Tigo. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui partisipasi remaja dan  mengetahui faktor pendukung dan faktor penghambat remaja berpartisipasi  pada edukasi kesiapsiagaan bencana. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus, data dikumpulkan dari wawancara dan dokumentasi yang dilakukan kepada 4 remaja yang hadir dan  3 remaja yang tidak hadir pada kegiatan kesiapsiagaan bencana. Hasil penelitian menunjukan dari 7 partisipan dengan 3 tema utama pertama, faktor pendukung partisipasi remaja adalah adanya respon positif dari remaja, adanya keingintahuan remaja untuk menambah ilmu dalam kesiapsiagaan bencana, dapat makanan, dan menambah teman. Kedua, faktor penghambat patisipasi remaja seperti rasa malas, tidak peduli serta masalah pekerjaan yang lebih dipentingkan.Ketiga, beberapa partisipan merasa penting untuk dilakukan penyuluhan. Hasil penelitian ini merekomendasikan tokoh masyarakat agar bisa melibatkan remaja dalam kegiatan sosialsisasi ataupun pertemuan lainnya dan diharapkan remaja dapat membentuk kader siaga bencana untuk berbagi informasi Kata kunci : Kesiapsiagaan; mitigasi; edukasi; remaja; partisipasi  ABSTRACT  Disaster Preparedness is an effort to deal with situations when facing disasters. Thus, to increase the effectiveness youth participation is expected to increase individual capacity against the threat of death due to disasters. This study focuses on youth participation in disaster preparedness education held in RW 14, Pasie Nan Tigo Village. The purpose of this study was to determine the participation of adolescents and to determine the factors supporting and inhibiting participation in disaster preparedness education. The method used is a qualitative descriptive method with a case study approach, data collected from interviews and documentation conducted on 4 youths who attended and 3 youths who did not attend disaster preparedness activities. The results showed that of the 7 participants with the first 3 main themes, the supporting factors for adolescents were the positive response from teenagers, the curiosity of teenagers to increase knowledge in disaster preparedness, get food, and add friends. Second, inhibiting factors for youth participation such as feeling lazy, not caring and work problems are more important. Third, some participants felt it was important to do counseling. The results of this study recommend community leaders to involve youth in other socialization activities and it is hoped that youth can form disaster preparedness cadres to share information.Keywords : preparedness; mitigation; education; adolescents; participatio

    PENGARUH PURSED LIP BREATHING EXERCISE TERHADAP PENURUNAN TINGKAT KECEMASAN IBU HAMIL DALAM MENGHADAPI PANDEMI COVID 19 DI KLINIK PERMATA BUNDA KOTA PADANG TAHUN 2021

    Get PDF
    Kecemasan adalah rasa takut yang tidak jelas disertai dengan ketidakpastian, ketidakberdayaan, isolasi, dan ketidakamanan. Pandemi virus corona telah menambah kecemasan dan ketidakpastian, terutama pada ibu hamil. Kecemasan yang terjadi pada ibu hamil juga berkaitan dengan depresi post partum karena terjadinya gangguan emosional ibu yang tidak stabil, baik pada sebelum persalinan hingga setelah persalinan. Salah satu cara yang dapat dilakukan ibu hamil agar dapat mengurangi rasa cemasnya yaitu dengan melakukan latihan relaksasi pernafasan (pursed-lip breathing exercise). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pursed lip breathing exercise terhadap penurunan tingkat kecemasan pada ibu hamil dalam menghadapi pandemi COVID-19. Penelitian ini dilakukan ndi Klinik bersalin Permata Bunda Padang Pada Bulan Agustus sampai September 2021. Penelitian ini menggunakan rancangan Quasy Experiment dengan pendekatan Two Group Pretes dan Posttes design. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan univariat dan bivariat menggunakan uji statistik t-indenpenden. Hasil penelitian hasil uji statistik dengan menggunakan uji t test independent di dapatkan nilai p value = 0,004 (p≤0,05), maka terdapat pengaruh Pengaruh Pursed Lip Breathing Exercise Terhadap Penurunan Tingkat Kecemasan Ibu Hamil Dalam Menghadapi Pandemi Covid -19.

    244

    full texts

    301

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Kesehatan Medika Saintika
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇