Jurnal Kesehatan Medika Saintika
Not a member yet
    301 research outputs found

    PENGARUH PIJAT BAYI TERHADAP KENAIKAN BERAT BADAN BAYI UMUR 1-3 BULAN DI PMB KOTA PADANG

    Get PDF
    Status gizi adalah parameter tercukupi atau tidaknya nutrisi bayi dalam proses pertunbuhan dan perkembangan.Berdasarka Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018, proporsi status gizi sangat kurus dan kurus pada balita sebesar 10,2%. Propinsi Sumatera Barat, prevalensi status gizi pada anak 0-59 bulan sebesar 3,51 %  gizi buruk dan Prevalensi status gizi buruk di kota padang sebesar 3,07 %. Salahsatu rangsangan dan stimulasi yang dianjurkan adalah pijat bayi. pijat bayi adalah bagian terapi sentuhan yang dilakukan pada bayi sehingga dapat memberikan jaminan adanya kontak tubuh berkelanjutan, mempertahankan rasa aman pada bayi dan mempererat tali kasih sayang orang tua dan bayi (Roesli, 2013).Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat Pengaruh Pijat Bayi terhadap Kenaikan Berat Berat Badan Bayi Umur 1-3 Bulan Di PMB Kota PadangPenelitian ini merupakan penelitian Quasi eksperiment dengan rancangan pretest-posttest control group design. Populasi adalah Populasi dalam peelitian ini adalah seluruh bayi berusia 1-3 bulan Kota Padang. Sampel penelitian ini sebanyak 30 orang dengan rincian 15 orang kelompok kontrol dan 15 orang kelompok eksperimen. Analisa Data menggunakan uji wilcoxon signen rank test menggunakan software pada tingkat kemaknaan p< 0,05.Dari hasil penelitian didapatkan bahwa  ada Pengaruh Pijat Bayi dengan Kenaikan Berat Badan Bayi di PMB Kota Padang, dengan p-value 0,001 yaitu p < 0,005. Peningkatan berat badan bayi tentunya sangan dipengaruhi oleh pemijatan bayi yang diberikan secara kontiniu. Pada penelitian ini, pijat bayi memberikan manfaat yang sangat besar terhadap pertumbuhan bayiterutama peningkatan berat badan bayi

    HUBUNGAN MOTIVASI DENGAN KEPATUHAN MINUM OBAT PASIEN TB PARU DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TALU KECAMATAN TALAMAU KABUPATEN PASAMAN BARAT

    No full text
    Penyakit tuberkulosis dapat dicegah dan disembuhkan, tetapi membutuhkan waktu yang cukup lama, yaitu minimal enam bulan. Oleh sebab itu, kepatuhan berobat penderita TB sangat dibutuhkan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Hubungan Motivasi Dengan Kepatuhan Minum Obat Pasien Tb Paru Di Wilayah Kerja Puskesmas Talu Kecamatan Talamau Kabupaten Pasaman Barat Tahun 2019. Penelitian ini merupakan penelitian   descriptif analitik dengan desain penelitian cross sectional study. Sampel dalam penelitian ini pasien yang melakukan rawat jalan 6 bulan terakhir ( Januari-Juni ) terdiagnosa 35 penderita TB Paru. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah total sampling, jumlah sampel 35 orang. Penelitian   dilakukan pada bulan Desember 2019 sampai Januari 2020 di Puskesmas Talu Pasaman Barat. Data yang terkumpul kemudian di olah secara univariat dan bivariate dengan menggunakan uji chi- square dengan batas kemaknaan (α = 0,05). Hasil penelitian ini menunjukkan ada hubungan  bermakna antara motivasi (P value =0,00) dengan kepatuhan minum obat pasien TB Paru. Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan bermakna antara motivasi dengan kepatuhan minum obat pasien TB Paru. Saran yang dapat diberikan kepada tenaga kesehatan yang mengelola program pengobatan dan penanggulangan TB Paru dapat mempertahankan dan meningkatkan  motivasi pasien TB Paru agar senantiasa mengontrol kepatuhan minum obat, supaya tidak terjadi putus obat dan resistensi

    EFEKTIVITAS HEALTH BELIEF MODEL (HBM) TERHADAP PENINGKATAN PERSONAL HYGIENE KLIEN LOKA REHABILITASI BNN BATAM

    Get PDF
     Pecandu narkotika sabagai bagian dari lapisan masyarakat perlu diperhatikan kesehatannya agar terwujudnya pembangunan kesehatan yang optimal. Salah satu sarana kesehatan yang melakukan rehabilitasi pada pecandu narkotika yaitu Loka Rehabilitasi BNN (Badan Narkotika Nasional) Batam. Klien memiliki hak yang sama dalam kesehatan namun klien mudah terjangkit penyakit menular diantaranya ISPA (19,3%), Tinea (12,3%) dermatitis (11,61%), dan Common Cold (10,3%). Salah satu faktor yang sangat berperan mencegah penularannya yaitu personal hygiene. Kurangnya pengetahuan dan kemampuan mengenai personal hygiene dapat menimbulkan masalah berupa dampak fisik dan psikososial. Adapun tujuan penelitian yaitu mengetahui efek Health Belief Model (HBM) terhadap pengetahuan, persepsi dan sikap personal hygiene. Penelitian menggunakan desain quasi experiment non equivalent control group design. Sampel penelitian 60 orang dengan 30 kelompok kontrol dan 30 kelompok intervensi. Kelompok kontrol tidak diberikan intervensi apapun, sedangkan kelompok intervensi diberikan HBM. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden berpendidikan lulus SMA/Sederajat 63,3% dan tidak bekerja atau pengangguran 51,7%. Terdapat perbedaan nilai rata-rata pengetahuan, persepsi dan sikap personal higyene saat pretest dan posttest dengan nilai p value masing-masing p=0,001, p=0,001 dan p=0,001. Dapat disimpulkan bahwa terdapat efek HBM terhadap peningkatan pengetahuan, persepsi dan sikap personal hygiene klien di Loka Rehabilitasi BNN Batam

    Effektivitas Telenursing terhadap Kepatuhan Pasien TB dalam Konsumsi Obat Anti TB: Tinjauan Literatur

    Get PDF
    ABSTRAK Pendahuluan: Tuberculosis (TBC) merupakan penyakit infeksi yang tidak hanya menyerang paru-paru tetapi juga bisa menyerang tulang, usus atau kelenjar. Penyakit ini disebabkan oleh kuman  Mycobacterium Tuberculosis yang dapat disembuhkan jika penderita patuh dalam mengonsumsi beberapa jenis obat dan dalam jangka waktu yang cukup lama (minimal enam bulan). Kepatuhan dalam pengobatan ini memerlukan monitoring melalui komunikasi yang inten sehingga penderita tetap termotivasi. Untuk itu Telenursing menjadi pertimbangan yang tepat sebagai intervensi untuk meningkatkan kepatuhan pengobatan yang mana telah banyak digunakan pada berbagai penyakit. Tujuan penelitian: Mengetahui efektifitas penggunaan telenursing terhadap kepatuhan pasien TBC dalam konsumsi Obat Anti TBC. Bahan dan Metode: Menggunakan studi literature yaitu mencari sumber data dari PubMed, Wiley dan Sage Publications dengan menggunakan kata kunci 1) Telenursing, 2) Tuberculosis dan 3) Kepatuhan konsumsi obat. Hasil penelitian: Dari telaah dan review 10 jurnal pilihan, didapatkan suatu kesimpulan bahwa penggunaan telenursing dapat meningkatkan kepatuhan pasien TB dalam konsumsi Obat Anti TB. Kesimpulan: Diharapkan telenursing tetap digunakan dan makin ditingkatkan jangkauannya khususnya untuk daerah terpencil

    PENGARUH KOMPRES ES UNTUK MENGURANGI NYERI SAAT PENYUNTIKAN IMUNISASI CAMPAK PADA BAYI

    Get PDF
    ABSTRAKBayi yang tidak pernah mendapatkan imunisasi, akan lebih berisiko tertular dan mengalami sakit yang lebih parah. Pada saat melakukan imunisasi campak bayi sering rewel karena nyeri setelah dilakukan imunisasi. Kompres dingin mampu menahan implus dari nyeri dapat diatur atau dihambat oleh mekanisme pertahan yang ada di sepanjang sistem saraf pusat. Tujuan penelitian untuk Mengetahui Pengaruh Kompres Es Mengurangi Nyeri Saat Penyuntikan Imunisasi Campak Pada Bayi Di Wilayah Puskesmas Sungai Tutung kabupaten Kerinci provinsi Jambi. Jenis penelitian ini adalah true eksperimen dengan rancangan yang digunakan adalah rancangan  posttest only control design. Penelitian ini dilakukan pada bulan November 2020 di puskesmas sungai tuntung kabupaten Kerinci provinsi Jambi, dengan sampel 20 orang responden, teknik pengambilan sampelnya teknik random sampling.Teknik pengolahan data, coding, data entry, tabulating, cleaning serta analisa data analisa univariat dan analisa bivariat dengan uji T-Test. Hasil penelitian didapatkan rata-rata nyeri yang dirasakan responden yang diberikan kompres es yaitu 4 dengan nyeri sedang dan standar deviasi 1,05, sedangkan rata-rata nyeri yang dirasakan tanpa kompres es yaitu 6,9 dengan standar deviasi 1,37. Ada Pengaruh Kompres Es Untuk Mengurangi Nyeri Saat Penyuntikan Imunisasi Campak Di Wilayah Puskesmas Sungai Tutung dengan nilai p value 0,001. Kesimpulan adanya pengaruh kompres es terhadap penurunan nyeri pada bayi setelah imunsasi. Terapi kompres es dapat mengurangi nyeri dan merileksasikan menjadi lebih tenang dan nyaman. Disarankan Puskesmas menyediakan es untuk  mengompres bayi yang melakukan imunisasi. Kata Kunci : terapi kompres es batu, imunisasi, nyeri  ABSTRACTBabies who never get immunized, will be more at risk of contracting and experiencing more severe illness. At the time of immunization against measles, babies are often fussy because of pain after immunization. Cold compresses are able to withstand impulses from pain can be regulated or inhibited by defense mechanisms that exist throughout the central nervous system. The purpose of the study was to determine the effect of ice compresses on reducing pain when injecting measles immunization in infants in the Sungai Tutung Community Health Center. This type of research is an experiment with the design used is the Posttest Design. This research was conducted in November 2020 at the Sungai Tuntung Public Health Center, with a sample of 20 respondents, the sampling technique was random sampling technique. Data processing techniques, coding, data entry, tabulating, cleaning and data analysis were univariate analysis and bivariate analysis with the T-Test test. . The results showed that the average pain felt by respondents who were given ice packs was 4 with moderate pain and a standard deviation of 1.05, while the average pain felt without ice packs was 6.9 with a standard deviation of 1.37. There is an Effect of Ice Compress to Reduce Pain When Injecting Measles Immunization in the Sungai Tutung Community Health Center with a p value of 0.001. The conclusion is that there is an effect of ice packs on reducing pain in infants after immunization. Ice compress therapy can reduce pain and relax to be more calm and comfortable. It is recommended that the Puskesmas provide ice to compress babies who are immunized. Keywords: ice cube compress therapy, immunization, pai

    EFEKTIVITAS FIVE FINGER HYPNOTIS DALAM MENGATASI KECEMASAN PADA IBU HAMIL DI MASA PANDEMI COVID 19 DI KLINIK PERMATA BUNDA KOTA PADANG TAHUN 2021

    Get PDF
    Persalinan pada ibu hamil akan mengakibatkan berbagai masalah psikologis bagi ibu hamil, salah satunya adalah kecemasan. Kecemasan pada ibu hamil jika tidak ditangani secara serius akan berdampak pada efek fisik dan psikis, baik pada ibu maupun pada janin. Salah satu terapi nonfarmakologis yang dapat mengurangi kecemasan adalah hipnosis lima jari, dimana terapi ini dapat menurunkan ketegangan otot, membantu memfokuskan perhatian dan mengurangi rasa takut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas terapi hipnosis lima jari terhadap kecemasan ibu hamil.Metode dalam penelitian ini adalah Quasi Experimental Design menggunakan model desain One Group Pretest Postest. Penelitian ini dilakukan di Klinik Permata Bunda. Yang bertujuan untuk mengetahui keefektifan sebelum dan sesudah terapi hipnosis lima jari pada kecemasan ibu hamil.Teknik pengambilan sampel menggunakan quota sampling sebanyak 15 orang. Alat ukur menggunakan angket kecemasan Hamilton Anxiety Rating Scale. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas terapi hipnotis lima jari terhadap kecemasan ibu pre partum menghasilkan nilai p = 0,001.Disarankan kepada pihak klinik untuk dapat memberikan informasi tentang tindakan terapi hipnotis lima jari dan dapat melatih ibu hamil yang akan melahirkan agar ibu dapat mengetahui manfaat dan cara yang tepat untuk menghilangkan kecemasan pada saat persalinan 

    DUKUNGAN SUAMI IBU HAMIL DALAM DETEKSI DINI RISIKO TINGGI PADA KEHAMILAN DI PUSKESMAS PEKANBARU

    Get PDF
    Deteksi   dini risiko tinggi kehamilan adalah diagnosis  dini  pada  ibu hamil yang dilakukan  sejak awal kehamil agar tidak terjadi kehamilan dengan resiko tinggi. Menurut Profil Kemenkes RI angka kematian ibu pada tahun 2015 sebanyak 305 per 100.000 kelahiran hidup. Angka kematian ini masih tinggi jika dibandingkan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), target AKI yaitu 70 per 100.000 kelahiran hidup pada tahun 2030.. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor apa saja yang berhubungan dengan perilaku ibu dalam deteksi dini risiko tinggi pada kehamilan di Puskesmas Garuda tahun 2021. Desain penelitian adalah Analytic Cross Sectional Study. Sampel dalam penelitian ini ibu hamil yang berjumlah 155 orang. Teknik sampel menggunakan Systematic random sampling dengan membuat kerangka sampel, pengambilan data menggunakan kuesioner. Analisis data secara univariat, bivariat dan multivariat. Hasil penelitian variabel yang memiliki hubungan yang signifikan p value <0,05  yaitu dukungan suami, umur, pekerjaan, pendidikan dan jarak kehamilan. Dapat disimpulkan bahwa terdapat 8 variabel yang memiliki hubungan yang signifikan. Diharapkan kepada suami ibu hamil untuk selalu memberikan dukungan ibu untuk melakukan deteksi kehamilan ke fasilitas kesehatan, dengan adanya dorongan dari suami ibu hamil akan lebih berpotensi mau melakukan deteksi dini risiko tinggi kehamilan

    PERBANDINGAN KADAR ASAM URAT ANTARA METODE POCT DAN ENZIMATIK

    Get PDF
    ABSTRAKKadar Asam Urat yang terlalu banyak di dalam darah bisa menumpuk di dalam arteri dan membentuk plak. Untuk itu, tes Asam Urat perlu dilakukan untuk mengetahui apakah ada risiko banyaknya plak di arteri yang bisa menyebabkan penyempitan arteri atau tersumbat di seluruh tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan kadar Asam Urat Antara Metode POCT dengan Enzimatik (POCT). Jenis penelitian quasy eksperimen dengan jenis observasional analitik . Penelitian ini telah dilakukan di Puskesmas Sungai Sariak dan waktu pelaksanaannya pada bulan Maret 2021. Populasi dalam penelitian ini adalah penderita Asam Urat dengan sampel penelitian 46 orang sampel. Analisa data dengan memakai uji t.Hasil penelitian menunjukkan rata-rata kadar Asam Urat dalam darah dengan menggunakan alat POCT adalah 5.791 mg/dl, skor minimum 3 mg/dl dan skor maksimum adalah 10,7 mg/dl dengan standar deviasi, 1.935 mg/dl. Rata-rata skor kadar Asam Urat dalam darah dengan menggunakan Metode Enzimatik adalah 5,004 mg/dl, skor minimum 2,1 mg/dl dan skor maksimum adalah 7,8 mg/dl dengan standar deviasi, 1,5863 mg/dl. Hasil uji statistik menggunakan uji t diperoleh  ρv =  0,000 (α = 0,05), berarti  ρv lebih kecil dari α, yang artinya secara statistik adalah Ho ditolak atau Ha diterima dimana ada perbedaan kadar Asam Urat menggunakan Metode Enzimatik dengan Alat Point of Care Testing (POCT) pada responden.Terdapat Perbedaan antara kadar Asam Urat dengan menggunakan alat POCT dengan Metode Enzimatik. Petugas kesehatan, terutama dokter yang bertugas di Pelayanan diharapkan menggunakan Metode Enzimatik untuk pemeriksaan kadar Asam Urat.Kata kunci : Fotometer, Alat Point of Care Testing (POCT), Kadar Asam Urat  

    Risk Factors Of Hypertension In The Elderly In The Public Health Center Siulak Gedang Kerinci Regency in 2022

    Get PDF
    ABSTRACT There has been an expansion in the rate of hypertension in the older over the most recent three years.The study's objective was to ascertain the factors associated with the prevalence of hypertension among elderly people in the Siulak Gedang Health Center's working area in the Kerinci Regency in 2022. This study uses an observational analytic approach with a case-control research design. The study was conducted at the Siulak gedang Kerinci District Health Center in July-September 2022. using an accidental sampling technique, with the number of samples as high as 54 people for the case group and the control group with regard to individual gender matching. The univariate and bivariate chi-square tests were used to analyze the data. The results showed that less than half of respondents with hypertension who smoke (22.2%) and non-hypertensive respondents who smoke (24.1%), more than half of respondents with hypertension are overweight (70.4%), less than half of respondents without hypertension are overweight (46.3%), and more than half of respondents with hypertension have less physical activity (64.8%), and less than half of respondents without hypertension have less physical activity (42.6%). The results of bivariate analysis showed that there is no relationship between smoking habits (p=1,000; OR= 0,901 ; 95% CI 0,368–2,205); there is a relationship between excess body weight (p= 0,019; OR= 2,755; 95% CI 1,248–6,083) and physical activity (p= 0,034; OR= 2,483; 95% CI 1,142–5,397) with the elderly in the working area of Puskesmas siulak Gedang Kerinci regency in 2022.  From the results of the study, it can be concluded that overweight and physical activity are risk factors for the occurrence of hypertension in the elderly. It is expected that the elderly regularly do physical activity to prevent overweight and hypertension.ABSTRACT There has been an expansion in the rate of hypertension in the older over the most recent three years.The study's objective was to ascertain the factors associated with the prevalence of hypertension among elderly people in the Siulak Gedang Health Center's working area in the Kerinci Regency in 2022. This study uses an observational analytic approach with a case-control research design. The study was conducted at the Siulak gedang Kerinci District Health Center in July-September 2022. using an accidental sampling technique, with the number of samples as high as 54 people for the case group and the control group with regard to individual gender matching. The univariate and bivariate chi-square tests were used to analyze the data. The results showed that less than half of respondents with hypertension who smoke (22.2%) and non-hypertensive respondents who smoke (24.1%), more than half of respondents with hypertension are overweight (70.4%), less than half of respondents without hypertension are overweight (46.3%), and more than half of respondents with hypertension have less physical activity (64.8%), and less than half of respondents without hypertension have less physical activity (42.6%). The results of bivariate analysis showed that there is no relationship between smoking habits (p=1,000; OR= 0,901 ; 95% CI 0,368–2,205); there is a relationship between excess body weight (p= 0,019; OR= 2,755; 95% CI 1,248–6,083) and physical activity (p= 0,034; OR= 2,483; 95% CI 1,142–5,397) with the elderly in the working area of Puskesmas siulak Gedang Kerinci regency in 2022.  From the results of the study, it can be concluded that overweight and physical activity are risk factors for the occurrence of hypertension in the elderly. It is expected that the elderly regularly do physical activity to prevent overweight and hypertension

    HUBUNGAN RELIGIOSITAS DAN EFIKASI DIRI DENGAN PSYCHOLOGICAL WELL BEING PADA PASIEN PENYAKIT JANTUNG KORONER

    Get PDF
     Penyakit jantung koroner mempunyai pengaruh yang cukup besar bagi penderita dalam melakukan kegiatan sehari-hari yang dapat berpengaruh terhadap kesejahteraan psikologis atau Psychological well-being. Psychological well-being dipengaruhi oleh beberapa faktor terutama religiusitas dan efikasi diri  Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara religiusitas dan efikasi diri  dengan  Psychological well-being. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif analitik, dengan metode cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien yang dirawat di ruangan Instalasi Rawat Intensive (IRI) RSUD Sawahlunto, penelitian dilakukan pada bulan November 2021. Teknik pengambilan sampel adalah accidental sampling, dengan jumlah sampel 35 orang. Pengolahan data menggunakan komputerisasi dengan untuk menganalisa secara univariat yaitu dengan distribusi frekuensi dan univariat dengan melakukan uji chi square. Hasil penelitian didapatkan lebih dari separuh responden 19 (54,3%) memiliki Psychological Well Being yang rendah, lebih dari separuh responden 21 (60%) memiliki religiusitas yang rendah, dan lebih dari separuh responden yaitu 23 (65,7%) memiliki efikasi diri yang rendah. Hasil Bivariat ditemukan terdapat hubungan yang signifikan antara religiusitas (0,002), dan efikasi diri (0,000) dengan Psychological well being pada pasien penyakit jantung koroner. Dari hasil penelitian ini diharapkan kepada perawat agar dapat memberikan penyuluhan kesehatan kepada pasien dan keluarga pasien tentang religiusitas dan  efikasi diri agar dapat lebih meningkatkan religiusitas dan efikasi diri pasien demi terciptanya Psychological well being yang tinggi

    244

    full texts

    301

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Kesehatan Medika Saintika
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇