Jurnal Riset dan Kajian Pendidikan Fisika
Not a member yet
133 research outputs found
Sort by
Pengaruh Gerhana Matahari Terhadap Nilai Percepatan Gravitasi Bumi: Sarana Pembelajaran untuk Mendekatkan Fisika pada Kehidupan Sehari-hari
Gerhana matahari merupakan fenomena alam yang jarang terjadi. Peristiwa ini akan terjadi berulang setiap 350 tahun sekali pada tempat yang sama. Gejala ini terjadi saat matahari, bulan, dan bumi terletak pada satu garis lurus, sehingga cahaya matahari terhalang oleh bulan. Pada tanggal 9 Maret 2016 yang lampau, Indonesia merupakan negara satu-satunya yang dilewati oleh jalur Gerhana Matahari Total (GMT). Telah dilakukan pengukuran percepatan gravitasi bumi saat terjadi gerhana. Eksperimen ini dilakukan untuk melakukan verivikasi terhadap teori, bahwa percepatan gravitasi bumi akan berkurang nilainya saat terjadi gerhana. Eksperimen ini dilakukan dengan metode Microcomputer Based Laboratory (MBL). Dari data yang diperoleh, didapati bahwa terjadi penurunan percepatan gravitasi saat terjadi gerhana. Sebelum gerhana percepatan gravitasi sebesar 9,78 m/s2 . Saat kontak pertama matahari dan bulan percepatan gravitasi sebesar 9,45 m/s2 , saat puncak gerhana 8,87 m/s2 , dan saat kontak terakhir 9,60 m/s2 . Penurunan terbesar saat puncak gerhana yang mencapai 9,45 %. Solar eclipse is one of the rare phenomenon. It occurs each 350 years in the same place. When the sun, the moon, and the earth in an inclined position then the eclipse occurs. In March 9th, 2016, Indonesia is the country which passed by the solar eclipse. Earth gravity measurement have been carried out during solar eclipse. This experiment conducted to verify the theory of gravity during an eclipse, that the gravity will decrease. The Microcomputer Based Laboratory (MBL) methode is used in this experiment. Based on the collected data, the gravity decrease during the eclipse. Before the eclipse, gravity measured as 9,78 m/s2 . At the first contact of moon and the sun the measured gravity is 9,45 m/s2 , meanwhile at the maximum partial eclipse the gravity measured as 8,87 m/s2 and the last contact is 9,60 m/s2 . The lowest measured gravity is 8,87 m/s2 which occurs at the maximum partial solar eclipse. Kata kunci: gerhana matahari, percepatan gravitasi, microcumputer based laborator
Pengembangan Buku Kartun Fisika Berbasis Kontekstual untuk Siswa SMP Kelas VIII pada Materi Gelombang dan Bunyi
Telah disusun sebuah buku teks pelajaran dalam bentuk kartun. Buku ini bertujuan untuk membantu siswa dalam memahami konsep fisika tentang gelombang dan bunyi. Sebagian siswa berpendapat bahwa buku fisika yang mereka miliki tidak menarik karena disesaki tulisan dan rumus-rumus yang membingungkan. Pengembangan pada penelitian ini menggunakan model ADDIE yang terdiri dari tahap analisis (analysis), desain (design), pengembangan (development), implementasi (implementation), dan evaluasi (eveluation) Validasi produk memperoleh penilaian dari ahli materi sebesar 80,6 %, ahli media sebesar 81,5 %, dan peer reviewers sebesar 85,4%. Keseluruhan hasil penilaian termasuk dalam kategori SangatBaik (SB). Produk kemudian di ujicobakan kepada 20 siswa kelas IX SMP N 2 Lengkong Nganjuk menggunakan instrumen berupa angket. Hasil penilaian oleh guru IPA SMPN 2 Lengkong Nganjuk sebesar 91,16% dan hasil rata-rata penilaian oleh 20 siswa kelas IX di SMPN 2 Lengkong Patianrowo sebesar 92,0% dengan kategori Sangat Baik (SB). A learning text book had been compiled in a cartoon form. This book was aimed to help student absorb sound and wave concept slighter. Some students said that their regular physic book was not interesting because of full of texts and formulas. ADDIE was used in this research which stands for Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation. By the evaluation from experts, the product gained 80,6% for the content, 81,5% for the media aspect, and by peer reviews 85,4% has gained. At overall score gained, the product could be categorized in very good level. 20 students of SMP N 2 Lengkong Nganjuk have implemented this product which then filld the survey to gain their responds. Based on the survey, it gained 92,0% and from their teacher 91,16% which categorized in very good level. Kata kunci: kartun fisika, gelombang, buny
Pengaruh Strategi Pembelajaran Inkuiri Terbimbing dengan Kegiatan Laboratorium untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep Siswa Kelas XI SMAN I Srandakan Pokok Bahasan Fluida Statis
Inovasi pembelajaran fisika dengan kegiatan laboratorium di sekolah masih belum dilakukan. Kegiatan pembelajaran siswa cenderung pasif dan siswa kesulitan dalam memahami konsep fisika. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan penguasaan konsep siswa menggunakan strategi pembelajaran inkuiri terbimbing dengan kegiatan laboratorium serta mengetahui keunggulan dan kelemahan pembelajaran dengan kegiatan laboratorium inkuiri terbimbing. Kelas pertama sebagai kelas eksperimen dan kelas kedua sebagai kelas kontrol. Hasil penelitian diperoleh nilai rata-rata siswa pada kelas eksperimen untuk soal pretest adalah 58,33 dan posttest 75,56. Besar peningkatan nilai rata-rata siswa yaitu 17,23%. Besar pengaruh pembelajaran inkuiri terbimbing dalam penelitian ini dihitung dengan Uji ANOVA dengan hasil yaitu 0,001. Sehingga dapat disimpulkan bahwa strategi pembelajaran inkuiri terbimbing dengan kegiatan laboratorium memiliki pengaruh terhadap pemahaman konsep siswa. Keunggulan dari strategi ini dihitung berdasarkan hasil respon siswa, dengan nilai ratarata siswa yang menjawab setuju terhadap strategi pembelajaran tersebut yaitu 78,98% dan yang menjawab tidak setuju yaitu 21,02%. School innovation in physics laboratory activity is not much. The student is actually passive and hard to learn the concept. In order to know the increase of understanding level of students, then in this research guided inquiry learning strategy is applied. There are two different classes, which is experiment class and control class. An average value of pre test 58,33 and post test 75,56 belong to the experiment class. So there is 17,23 % of raise value. Based on the ANOVA test, the correlation result is 0,001. We can conclude that there is a correlation between guided inquiry strategy with laboratory activity and the level of understands of students. The advantage of this strategy is obtained from the student’s respond, 78,98% students said agree with this strategy and 21,02% in opposite. Kata kunci: Inkuiri Terbimbing, Uji ANOVA, Fluida Stati
Susunan Dewan Redaksi
Kami memanjatkan puji syukur ke hadirat Allah Tuhan semesta alam, Alhamdulillahirabbil ‘alamiin, atas terbitnya Vol. 2 No. 2 Jurnal Riset dan Kajian Pendidikan Fisika ini.Semoga jurnal ini dapat memberikan sumbangan ilmu kepada segenap pembaca. Untuk penerbitan berikutnya, kami mengundang pembaca untuk turut berperan serta sebagai penulis.Nun. Wal qalami wa maa yasturun.Redaks
Pengembangan Media Pembelajaran Alat Peraga pada Materi Hukum Biot Savart di SMA Negeri 1 Prambanan Klaten
Pada kenyataannya masih sedikit sekali sekolah yang memanfaatkan laboratorium, khususnya untuk fisika. Bahkan banyak sekolah yang tidak memiliki alat-alat praktikum fisika. Hal ini tentunya akan mempersulit proses belajar mengajar fisika. Misalnya dalam pembelajaran di SMA, siswa kesulitan untuk memahami materi khususnya dalam pembahasan mengenai medan magnetik, maka perlu dibuat alat peraga atau eksperimen yang menjelaskan tentang medan magnetik. Tujuan penelitian ini adalah membuat media pembelajaran alat peraga pada materi hukum biot savart dengan memanfaatkan induksi magnetik yang dihasilkan oleh kumparan, mengetahui bentuk grafik induksi magnetik dengan besarnya kuat arus yang berbeda-beda teganganya, dan membuat modul sebagai panduan praktikum fisika di sekolah pada sub pokok bahasan induksi magnetik.Kumparan yang digunakan adalah kumparan yang berbentuk lingkaran dan memiliki lilitan kawat yang tebal. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bentuk grafik hubungan antara besar induksi magnetik yang dihasilkan oleh kumparan dengan besar kuat arus yang berbeda-beda tegangannya, jumlah lilitan yang digunakan adalah 200 lilitan dan berdiameter 7 cm. Penentuan hubungan grafik antara besar induksi magnetik (B) dan besar kuat arus dilakukan dengan menghitung secara manual, setelah itu menggunakan bantuan microsoft exel untuk membuat grafik. Cara mendeteksi ada medan magnet maupun tidak menggunakan sensor magnet yang dibuat sendiri menggunakan reed switch.Hasil penelitian menunjukkan bahwa media pembelajaran alat peraga sederhana pada materi hukum biot savart dapat bekerja dengan baik, terbukti alat dapat menghasilkan induksi magnetik (B) dengan cara mendeteksinya menggunakan sensor magnet yang terbuat dari reed switch. Dari grafik hubungan antara besar induksi magnetik (B) yang dihasilkan oleh kumparan dapat diketahui bahwa grafik besar induksi magnetik (B) naik ketika nilai tegangan besar dan jumlah lilitan banyak dan grafik induksi magnetik (B) kecil ketika tegangan kecil dan jumlah lilitan sedikit. Grafik hubungan antar besar induksi magnetik dan besar kuat arus adalah berbentuk linier. Dapat dibuat modul praktikum pengembangan eksperimen alat peraga sederhana pada materi hokum biot savart dengan metode induksi magnetik pada kumparan
Penggunaan Alat Peraga Sederhana SISI MISTIS dalam Pembelajaran Listrik Statis
Listrik statis merupakan konsep IPA yang bersifat abstrak, khususnya perpindahan elektron yang menyebabkan suatu benda bermuatan. Elektron tidak bisa dilihat, hanya bisa dimodelkan. Alat peraga sederhana (APS) Simulasi Muatan Listrik Statis (SISI MISTIS) diharapkan dapat mengkonkritkan elektron yang berpindah sehingga membuat benda bermuatan setelah digosok/geser. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemahaman peserta didik tentang konsep listrik statis melalui pembelajaran menggunakan APS SISI MISTIS, mengetahui keefektifan APS SISI MISTIS dalam pembelajaran, dan mendeskripsikan respon peserta didik terhadap pembelajaran listrik statis menggunakan APS SISI MISTIS. Hasil yang dicapai dalam pembelajaran yaitu : (1) Uji statistik McNemar dan dilanjutkan tes Binomial diperoleh rata-rata keseluruhan 3,89 (perubahan signifikan); (2) keefektifan APS SISI MISTIS dalam pembelajaran bagi peserta didik tergolong sedang dengan rata-rata harga efek size sebesar 0,53; (3) respon positif peserta didik terhadap pembelajaran listrik statis menggunakan APS SISI MISTIS diperolehan skor rata-rata 86,02 % dari kriteria yang diharapkan.
Indiginasi Seni dan Budaya dalam Pembelajaran Fisika
"Pelajaran apa yang paling sulit dan tidak anda sukai?" Pertanyaan tersebut oleh siswa-siswa SMP maupun SMA akan dijawab dengan pasti, yaitu "pelajaran matematika, fisika, dan kimia". Diantara ketiga pelajaran tersebut pelajaran Fisika sudah pasti menjadi monster yang menakutkan bagi para siswa di SMP maupun di SMA. Meng-Indiginasi Seni dan Budaya dalam Pembelajaran Fisika di sekolah sangat menyenangkan adalah suatu kesatuan ilmu yang satu dengan lainnya saling berkorelasi. Seni dan budaya yang ada di Nusantara ini sebaiknya tidak hanya dipandang dari sisi keindahannya saja, namun masih ada yang tersembunyi dibalik keindahan itu adalah ilmu pengatahuan dan teknologi. Kegiatan-kegiatan seni dan budaya banyak di aktualisasikan dalam bentuk simbol-simbol yang statis maupun dinamis seperti tari-tarian dan bangunan-bangunan candi. Suatu uji coba bagaimana mengawali siswa belajar fisika menjadi menyenangkan bukan dari rumus-rumus dan hitungan-hitungan yang cukup menyulitkan bagi siswa, atau melalui motivasi dan apersepsi yang terfokus pada pelajaran fisika yang membuat siswa dari awal sudah diajak berpikir keras. Pelibatan seni dan budaya memungkinkan siswa tanpa disadari telah diajak belajar fisika. Pada proses ini siswa tidak merasakan sama sekali bahwa apa yang dilihatnya akan membuka cakrawala berpikir dengan mudah dan menyenangkan. Dari beberapa uji coba dibeberapa siswa SMA maupun SMP diperoleh data bahwa Seni dan Budaya dapat memberi sumbangan yang sangat besar dan menyenangkan bagi siswa untuk mengawali pembelajaran fisika