Jurnal Riset dan Kajian Pendidikan Fisika
Not a member yet
133 research outputs found
Sort by
Pengembangan Alat Peraga Sains Fisika Berbasis Lingkungan untuk Materi Listrik Statis pada Siswa Kelas IX SMP Negeri 3 Pleret
Sampai saat ini pelajaran IPA (fisika) masih dianggap sebagai mata pelajaran yang sulit dan membosankan karena banyak materi yang abstrak. Materi listrik statis pada pokok bahasan teori atom merupakan materi yang abstrak dimana atom dan contoh-contoh pemodelan atom masih dalam bentuk gambar tidak dapat dilihat langsung oleh manusia. Oleh karena itu pemahaman materi listrik statis pada pokok bahasan teori atom perlu diadakan model riil.Untuk itu, peneliti mengembangkan alat peraga sains fisika berbasis lingkungan. Peran peraga salah satunya adalah menjadikan konsep yang abstrak menjadi lebih konkrit.Tujuan dari penelitian ini adalah mengembangkan alat peraga sains fisika berbasis lingkungan yang dapat digunakan sebagai media pembelajaran fisika yang menarik dan bermakna, serta mengetahui kelayakan media pembelajaran tersebut dalam pembelajaran fisika pada materi listrik statis untuk siswa SMP kelas IX.Subjek penelitian ini adalah siswa di kelas IX SMP Negeri 3 Pleret.Desain penelitian ini menggunakan desain ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation dan Evaluation). Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa angket respon untuk ahli materi dan ahli media (dosen dan guru fisika), angket respon untuk siswa dan nilai hasil belajar dari pretest dan posttest. Data yang diperoleh selanjutnya dianalisis secara kuantitatif dan kualitatif.Berdasarkan analisis penilaian oleh ahli materi dan ahli media, alat peraga sains fisika berbasis lingkungan untuk siswa SMP kelas IX, jika di rata-rata diperoleh hasil 87,50% yang berada pada kategori sangat layak. Kemudian untuk angket respon siswa terhadap penggunaan alat peraga sains fisika diperoleh rata-rata sebesar 90,92% yang berada pada kategori sangat layak. Untuk hasil pretest sebelum menggunakan alat peraga diperoleh nilai rata-rata 56,89. Sedangkan dari analisis terhadap hasil posttest setelah menggunakan alat peraga diperoleh rata-rata 85,86. Berdasarkan hasil analisis tersebut dapat disimpulkan bahwa alat peraga yang dirancang, dibuat dan dikembangkan layak digunakan sebagai alat peraga dalam pembelajaran
Identifikasi Tes Kemampuan Verbal Siswa Menurut WISC dengan Tema "Suhu dan kalor dalam Kehidupan" di MTs Plus Az Zahro Cilacap
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan verbal siswa menurut WISC dengan tema "suhu dan kalor dalam kehidupan" berdasarkan standar kurikulum 2013. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan subjek penelitian siswa kelas VII MTs Plus Az-Zahro Cilacap. Penelitian dirancang dengan memberikan tes kemampuan verbal menurut WISC yang terdiri dari 6 skala verbal yaitu Information (pengetahuan umum), Comprehension (pemahaman), Arithmetic (berhitung), Similarities (kemiripan), Digit span (rentang angka), dan Vocabulary (perbendaharaan kata). Data hasil pemberian tes menunjukkan bahwa 63,40% peserta didik mampu menyelesaikan soal tes kemampuan verbal di skala pengetahuan umum; 58,29% peserta didik mampu menyelesaikan soal tes kemampuan verbal di skala pemahaman; 38,72% peserta didik mampu menyelesaikan soal tes kemampuan verbal di skala berhitung; 40,43% peserta didik mampu menyelesaikan soal tes kemampuan verbal di skala kemiripan; 28,08% peserta didik mampu menyelesaikan soal tes kemampuan verbal di skala rentang angka; dan 53,19% peserta didik mampu menyelesaikan soal tes kemampuan verbal di skala perbendaharaan kata
Rancang Bangun Alat Praktikum Untuk Menentukan Superposisi Gelombang Bunyi
Penelitian menentukan superposisi bunyi telahh dilakukan dengan meenggunakan dua speaker sebagai sumber suara, dua audio frekuensi generator (AFG), amplifier sebagai penguat, tabung, dan sensor suara serta software logger pro. Bunyi yang dihasilkan oleh masing-masing sumber suara direkam dengan menggunkan sensor suara dan ditampilkan dalam bentuk gelombang dalam tampilan logger pro. Tiap sumber suara menghasilkan gelombang bunyi sendiri. Superposisi gelombang bunyi terjadi bila kedua sumber suara dihidupkan bersama. Jarak antar kedua sumber suara mempengaruhi bentuk superposisi gelombang bunyi. Data yang diperoleh pada tampilan logger pro kemudian dilakukan analisis grafik menggunakan Microsoft Excel, dari hasil analisis dapat diketahui superposisi gelombang bunyi secara konstruktif dan secara distruktif.Hasil penelitian menunjukan bahwa rancang bangun alat praktikum untuk menentukan superposisi gelombang bunyi dapat bekerja dengan baik. Terbukti dapat menunjukan superposisi gelombang bunyi desktruktif dan superposisi gelombang bunyi konstruktif.
Penggunaan Metode Peer Tutoring dengan Kassitu untuk Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar IPA Fisika
Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar menggunakan metode peer tutoriing dengan Kassitu. Pengumpulan data kuantitatif dengan soal pretest dan posttest sedangkan data kualitatif didapatkan melalui angket, dan lembar observasi. Data kuantitatif dianalisis dengan analisis deskriptif komparatif dengan melihat perbandingan nilai pre test dan pos test pra siklus, siklus 1 dan siklus 2. Data kualitatif dianalisis menggunakan analisis deskriptif kualitatif dengan mencari point penting dan informasi tambahan dari hasil observasi.Motivasi belajar meningkat sebesar 11,78% sedangkan Hasil belajar meningkat sebesar 17,89%. Motivasi belajar siswa meningkat dilihat dari aktifitas kelompok dalam berdiskusi, mengerjakan soal latihan, tanya jawab bersama tutor, serta turnamen antar kelompok sehingga dapat disimpulkan bahwa metode peer tutoring dengan Kassitu dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar IP
Pengembangan Media Pembelajaran Fisika SMA Kelas XI Menggunakan Microsoft Excel 2010 Pada Pokok Bahasan Impuls dan Momentum
Impuls dan Momentum merupakan salah satu materi pembelajaran fisika kelas XI SMA. Impuls dan momentum merupakan mata pelajaran fisika yang dalam proses pembelajaran materinya memerlukan penalaran serta gambarannyatadalam kehidupan. Faktor kejenuhan siswa serta siswa hanya terpaku pada rumus tanpa diikuti dengan penalaran merupakan permasalahan dalam mengajar fisika. Hal ini juga didukung dengan kurangnya sarana dan prasarana yang berdampak pada kurangnya inovasi serta kreativitas guru dalam mengajar. Oleh karena itu, perlu dikembangkan sebuah media pembelajaran sederhana yang dapat dibuat oleh guru dalam keterbatasan sarana dan prasarana serta dapat menjadi solusi dalam mengatasi kejenuhan siswa dalam belajar. Media pembelajaran ini dikembangkan menggunakan Microsoft Excel 2010. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui langkah-langkah menyusun media pembelajaran berbasis Microsoft Excel 2010 pada pokok bahasan impuls dan momentum, serta mengetahui kelayakan media pembelajaran yang telah dikembangkan tersebut. Media pembelajaran ini disusun mengacu pada model pengembangan ADDIE yakni Analysis, Design, Development, Implementation dan Evaluation. Program ini selanjutnya diuji oleh ahli materi, ahli media serta pengguna untuk menguji kelayakan berdasarkan kriteria yang ditentukan dan hasilnya diolah menggunakan black block test. Hasil validasi menunjukkan bahwa program media pembelajaran yang telah dikembangkan dari segi materi memperoleh persentase sebesar 78,72%,dari segi media memperoleh persentase sebesar 78,50% serta untuk penguna memperoleh persentase sebesar 76,66% . Dari hasil persentase tersebut, media pembelajaran berbasis Microsoft Excel 2010 pada pokok bahasan impuls dan momentum tergolong dalam kategori baik, sehingga program yang dikembangkan layak dijadikan sebagai media pembelajaran dan dapat dimanfaatkan dalam pembelajaran fisika pokok bahasan impuls dan momentum untuk siswa SMA kelas XI
Susunan Dewan Redaksi
Kami memanjatkan puji syukur ke hadirat Allah Tuhan semesta alam, Alhamdulillahirabbil ‘alamiin, atas terbitnya Vol. I No. 2 Jurnal Riset dan Kajian Pendidikan Fisika ini.Semoga jurnal ini dapat memberikan sumbangan ilmu kepada segenap pembaca. Untuk penerbitan berikutnya, kami mengundang pembaca untuk turut berperan serta sebagai penulis.Nun. Wal qalami wa maa yasturun.Redaks
Pengembangan Lembar Kegiatan Siswa (LKS) Fisika Berbasis Inquiry Learning pada Pokok Bahasan Gerak Lurus SMA Kelas X Semester I
Penelitian ini bertujuan untuk merancang lembar kegiatan siswa (LKS) fisika berbasis inquiry learning, mengetahui tingkat kelayakan produk yang dikembangkan, dan mengetahui efektivitas produk terhadap keterampilan proses siswa. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian Research & Development (R&D) yang dikembangkan oleh Sugiono. Langkah penelitian yang diambil hanya sampai langkah ke-tujuh, yaitu 1) potensi dan masalah, 2) pengumpulan data, 3) desain produk, 4) validasi desain 5) revisi desain, 6) ujicoba produk, 7) revisi produk. Hasil dari revisi produk diperoleh produk akhir. Teknik pengumpulan data berupa angket dan tes. Analisis data menggunakan analisis deskriptif kuantitatif. Produk hasil pengembangan memperoleh nilai 83,73% dengan predikat baik yang artinya produk layak digunakan oleh siswa. Dari hasil uji coba produk diperoleh nilai rata-rata klasikal pada tahap I sebesar 53,10% dan meningkat pada tahap II sebesar 76,90% yang artinya efektivitas lembar kegiatan siswa (LKS) fisika berbasis inquiry learning terhadap keterampilan proses siswa meningkat
Jeruk Sebagai Media Pembelajaran untuk Mengetahui Pengaruh Tingkat Keasaman (pH) terhadap Waktu Polarisasi pada Elemen Volta
Fokus pembelajaran yang bermakna adalah mengkonstruksikan pengetahuan yang didalamnya siswa berusaha memahami materi sesuai apa yang mereka alami. Kegiatan di dalam laboratorium merupakan salah satu pembelajaran yang melibatkan peserta didik terlibat aktif membuktikan suatu konsep fisika. Salah satu materi pada kelas IX adalah elemen volta. Elemen volta tidak dapat menghantarkan arus listrik dalam waktu yang lama karena terjadinya polarisasi. Untuk membuat pembelajaran menarik, diperlukan media yang manyenangkan dan menantang, media digunakan untuk menguji kadar pH dengan proses polarisasi. Larutan elektrolit yang digunakan adalah ekstrak jeruk yang dikondisikan dengan pH berbeda, buah jeruk dipilih sebagai larutan elektrolit karena bersifat asam, mudah di dapat dan murah. Elektrodanya lempeng Cu sebagai kutub positif dan lempeng Zn sebagai kutub negatif. Dari hasil kegiatan diperoleh data, semakin rendah nilai pH larutan (semakin asam) proses polarisasi terjadi lebih lama dibandingkan ekstrak jeruk yang memiliki nilai pH lebih tinggi (kurang asam)
Pengembangan Modul Fisika Materi Momentum dan Impuls Berbasis Metakognisi untuk Siswa Kelas XI SMA PGRI Tanjung Pandan Belitung
Modul fisika berbasis metakognisi masih kurang digunakan dalam kegiatan belajar mengajar. Padahal modul fisika materi momentum, impuls, dan hukum kekekalan momentum berbasis metakognisi sangat dibutuhkan dalam proses belajar mengajar. Modul fisika ini dimaksudkan untuk membantu guru dalam menerapkan metakognisi pada kegiatan belajar mengajar, mengatasi keterbatasan ruang dan waktu. Tujuan penelitian ini adalah 1) menghasilkan modul fisika materi momentum dan impuls berbasis metakognisi, 2) mengetahui kualitas modul fisika materi momentum dan impuls berbasis metakognisi yang dikembangkan.Penelitian pengembangan modul fisika ini sesuai dengan langkah-langkah Research and Development (R&D). Langkah-langkah yang dilalui meliputi dua aspek yaitu pengembangan modul dan kelayakan. Pengembangan modul meliputi: 1) potensi dan masalah; 2) pengumpulan data; 3) desain produk; 4) validasi produk; 5) revisi desain. Kemudian kelayakan modul meliputi: 1) uji coba produk; dan 2) revisi desain. Subjek peneliti adalah ahli materi fisika, ahli media, guru fisika SMA kelas XI, dan siswa kelas XI SMA/MA.Hasil penelitian ini adalah: 1) telah dihasilkan modul fisika materi momentum, impuls dan hukum kekekalan momentum berbasis metakognisi; 2) kualitas modul fisika materi momentum, impuls dan hukum kekekalan momentum berbasis metakognisi adalah sangat baik (SB) dengan persentase 80,62% berdasarkan penilaian ahli materi, berdasarkan ahli media 81,25%, berdasarkan guru fisika SMA kelas XI 77,78% dan berdasarkan uji pengguna (siswa) dengan persentase 87,36%. Berdasarkan penilaian tersebut, maka modul fisika materi momentum dan impuls berbasis metakognisi yang telah dikembangkan layak digunakan di dalam proses belajar mengajar