Jurnal Riset dan Kajian Pendidikan Fisika
Not a member yet
    133 research outputs found

    Upaya Meningkatkan Pemahaman Konsep Fisika dan Kemampuan Kerja Kelompok melalui Penerapan Konstruktivisme pada Siswa Kelas VIII C SMP Negeri 1 Playen Tahun Pelajaran 2014/2015

    Full text link
    Tujuan dari penelitian ini untuk meningkatkan pemahaman konsep fisika dan kemampuan kerja kelompok siswa pada mata pelajaran fisika kelas VIIIC SMP Negeri 1 Playen. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Data penelitian berupa hasil pemahaman konsep fisika diperoleh dari test, kemampuan kerja kelompok diperoleh dari lembar observasi. Hasil analisis statistik menunjukkan pada siklus I hasil rata-rata pretes 46,72 meningkat menjadi rata-rata postes 72,97, pada siklus II rata-rata pretes 46,41 meningkat menjadi rata-rata postes 74,84, dan rata-rata pretes 47,03 meningkat menjadi rata-rata postes 77,34 pada siklus III. Sedangkan skor kemampuan kerja kelompok pada siklus I sebesar 66,56%, pada siklus II sebesar 76,88%, dan pada siklus III sebesar 81,25%. Berdasarkan hasil penelitian, pengolahan dan analisis data serta pengujian hipotesis tindakan yang telah dilakukan dalam penelitian ini, diperoleh kesimpulan bahwa pendekatan konstruktivisme dapat meningkatkan pemahaman konsep fisika dan kemampuan kerja kelompok siswa kelas VIIIC SMP Negeri 1 Playen

    Efektivitas Metode Diskusi Dengan Pendekatan Open-Ended Questions untuk Meningkatkan Hasil Belajar Fisika Siswa Kelas X SMA Muhammadiyah Kota Tegal

    Full text link
    Tujuan dari penelitian ini untuk (1) mengetahui hasil belajar fisika menggunakan metode diskusi dengan pendekatan open-ended questions ditinjau dari keterampilan berpikir kritis siswa (2) mengetahui perbedaan efektivitas pembelajaran fisika menggunakan metode diskusi dengan pendekatan open-ended questions dan pembelajaran fisika tanpa menggunakan metode diskusi dengan pendekatan open-ended questions ditinjau dari keterampilan berpikir kritis siswa. Jenis penelitian ini adalah quasi experiment dengan desain pretest-posttest control group design. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dengan tes. Instrumen penelitian yang digunakan adalah RPP, LKS, Soal Pretes dan Posttest. Hasil penelitian ini antara lain (1) hasil belajar fisika menggunakan metode diskusi dengan pendekatan open-ended questions lebih baik daripada hasil belajar fisika tanpa menggunakan metode diskusi dengan pendekatan open-ended questionsditinjau dari keterampilan berpikir kritis siswa. (2) terdapat perbedaan efektivitas dari pembelajaran fisika menggunakan metode diskusi dengan pendekatan open-ended questions dan pembelajaran fisika tanpa menggunakan metode diskusi dengan pendekatan open-ended questions ditinjau dari keterampilan berpikir kritis siswa

    Keefektifan Model Pembelajaran Relating, Experiencing, Applying, Cooperating, Transferring (REACT) untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa SMP pada Materi Kalor

    Full text link
    Tujuan penelitian ini untuk mengetahui: (1) Perbedaan hasil belajar kognitif dan afektif antara siswa yang mengikuti model pembelajaran REACT dengan siswa yang mengikuti model pembelajaran direc instruction (2) Keefektifan model pembelajaran REACT (3) Hasil belajar afektif siswa yang mengikuti model pembelajaran REACT. Teknik analisis data dengan uji t, uji Mann Whitney-U dan normalized gain(N-Gain). Analisis lembar observasi dengan klasifikasi afektif. Hasil penelitian: (1) Tidak terdapat perbedaan hasil belajar kognitif antara siswa yang mengikuti model pembelajaran REACT dengan siswa yang mengikuti pembelajaran direc instructiondengan nilai sig. 0,091. Terdapat perbedaan hasil belajar afektif antara siswa yang mengikuti model pembelajaran REACT dengan siswa yang mengikuti pembelajaran direc instructiondengan nilai sig.0,04 (2) Model pembelajaran REACT efektif untuk meningkatkan hasil belajar kognitif dengan N-gain kelas eksperimen 0,365 lebih besar dari N-gain kelas kontrol 0,317, hasil uji Effect size 0,41 (perbedaan peningkatan signifikan) (3) Hasil belajar afektif  dengan rata-rata skor 3,49 dengan klasifikasi sangat baik

    Pengembangan Bahan Ajar Fisika Bermuatan Lifeskill untuk Siswa SMA

    Full text link
    Penelitian ini menjelaskan pengembangan bahan ajar fisika berbasis lifeskill pada kelas XI semester gasal. Bahan ajar disusun untuk membekali siswa dalam memahami pelajaran fisika yang terintegrasi dengan kecakapan hidup. Kecakapan hidup yang terintegrasi dalam buku ajar fisika ini meliputi kecakapan pribadi, sosial, akademis dan vokasional. Buku ajar fisika ini menyajikan beberapa aktivitas fisik dan mental siswa. Aktivitas yang memberikan pengalaman bagi siswa meliputi tugas pendahuluan materi, tugas diskusi, tugas eksperimen dan tugas proyek. Metode penelitian ini menggunakan metode research and development ( R & D ). Subjek penelitian ini melibatkan tim MGMP fisika SMA kota Semarang, sebagai tim validator bahan ajar dari praktisi pembelajaran di SMA dan tim validator ahli pendidikan fisika. Penelitian ini terdiri dari tahapan persiapan perangkat pembelajaran, tahap pelaksanaan penyusunan bahan ajar fisika dan tahapan evaluasi untuk menganalisis kekurangan dan kelebihan bahan ajar guna perbaikan bahan ajar fisika berbasis lifeskill sesuai dengan kebutuhan siswa dan tuntutan masyarakat. Hasil penelitian ini menghasilkan buku ajar fisika bermuatan lifeskills khususnya keterampilan kewirausahaan yang layak digunakan oleh siswa SMA

    Pengembangan Sensor Air Hujan Menggunakan Hukum Archimedes Untuk Jemuran Pakaian Otomatis Berbasis Lingkungan Sebagai Media Pembelajaran Fisika

    Full text link
    Materi fluida statis pada pokok bahasan hukum Archimedes merupakan materi yang abstrak dimana hukum Archimedes dan contoh lain aplikasinya hanya dibayangkan oleh siswa. Pemahaman materi fluida statis pada pokok bahasan hukum Archimedes perlu diadakan upaya pengkongkritan. Maka dari itu, peneliti mengembangkan alat peraga fisika inovatif berbasis lingkungan berupa sensor air hujan sederhana untuk jemuran otomatis. Peran peraga salah satunya adalah menjadikan konsep yang abstrak menjadi lebih konkrit. Tujuan dari penelitian ini adalah mengembangkan alat peraga fisika inovatif berbasis lingkungan yang dapat digunakan sebagai media pembelajaran fisika yang menarik dan bermakna, serta mengetahui kelayakan media pembelajaran tersebut dalam pembelajaran fisika pada materi fluida statis untuk siswa SMA kelas X.Subjek penelitian ini adalah siswa di kelas X SMA Negeri 5 Yogyakarta. Desain penelitian ini menggunakan desain ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa angket respon untuk ahli materi dan ahli media (dosen dan guru fisika), angket respon untuk siswa dan nilai hasil belajar dari pretest dan posttest. Data yang diperoleh selanjutnya dianalisis secara kuantitatif dan kualitatif.Berdasarkan analisis penilaian oleh ahli materi dan ahli media, alat peraga fisika inovatif sensor air hujan sebagai media pembelajaran untuk siswa SMA kelas X, jika di rata-rata diperoleh hasil 91% yang berada pada kategori sangat layak. Kemudian untuk angket respon siswa terhadap penggunaan alat peraga fisika inovatif diperoleh rata-rata sebesar 85,77% yang berada pada kategori sangat layak. Untuk hasil pretest sebelum menggunakan alat peraga diperoleh nilai rata-rata 54,5. Sedangkan dari analisis terhadap hasil posttest setelah menggunakan alat peraga diperoleh rata-rata 84,33. Berdasarkan hasil analisis tersebut dapat disimpulkan bahwa alat peraga yang dirancang, dibuat dan dikembangkan layak digunakan sebagai alat peraga dalam pembelajaran

    Pengaruh Permainan dalam Pembelajaran Fisika Terhadap Motivasi Belajar Peserta Didik

    Full text link
    Menanamkan rasa suka, senang, tertarik, dan butuh kepada peserta didik merupakan salah satu kiat yang efektif untuk keberhasilan belajar peserta didik. Belajar tadak hanya dibatasi pada satu tempat, kondisi, ruang, dan waktu tertentu saja. Siswa akan termotivasi mengikuti pembelajaran dengan baik jika guru mampu menciptakan suasana pembelajaran yang menarik dan menyenangkan bagi siswa. Keaktifan belajar merupakan hal yang sangat penting dalam pembelajaran untuk mempermudah siswa dalam mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan guru sehingga pada akhirnya prestasi belajar siswa pun dapat ditingkatkan. Untuk meningkatkan minat dan aktivitas belajar dalam pembelajaran fisika diperlukan suasana yang menyenangkan. Hal itu dapat dilakukan melalui kombinasi brain Gym, ice breaking, dan penggunaan alat peraga dalam proses pembelajaran fisika. Hasil dari penelitian yang dilakukan tentang pengaruh permainan dalam pembejaran fisika terhadap motivasi belajar peserta didik dapat disimpulkan bahwa implementasi permainan dalam pembelajaran fisika baik dan layak untuk digunakan dalam proses pembelajaran. Hal ini terlihat dari hasil rata-rata motivasi belajar siswa dan juga hasil uji-t yang dilakukan. Oleh karena itu, sebagai upaya meningkatkan motivasi belajar fisika bagi peserta didik, guru memiliki opsi menggunakan permainan dalam pembelajaran

    Peningkatan Prestasi Siswa pada Konsep Fluida Statis dengan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Two Stay-Two Stray (TS–TS) Bervariasi Demonstrasi di Kelas XI IPA SMA Negeri 5 Yogyakarta TA 2012–2013

    Full text link
    Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan hasil belajar fisika konsep fluida statis pada siswa kelas XI IPA SMA N 5 Yogyakarta tahun ajaran 2012/2013 melalui model Pembelajaran Kooperatif Tipe Two Stay-Two Stray (TS-TS) bervariasi demonstrasi. Penelitian ini dilaksanakan pada kelas XI IPA2 yang berjumlah 36 siswa. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas (action research) sebanyak 2 siklus, dimana setiap siklus meliputi empat tahap yaitu perencanaan, tindakan, pengamatan (obsservasi) dan refleksi. Siklus 1 Peneliti melakukan demonstrasi pada materi tekanan kemudian siswa berdiskusi sesuai dengan kelompok dan sharing antar kelompok. Dua siswa bertamu(stray) ke kelompok lain dan 2 siswa tetap(stay) berada di kelompok untuk menerima kedatangan dari kelompok lain.Beberapa kelompok mempresentasikan hasil kerja kelompok dan hasil sharing dengan kelompok lain. Dari hasil tes pada siklus 1 menunjukkan hasil yang belum memuaskan karena ada 15 siswa yang belum tuntas dan kurangnya partisipasi siswa dalam belajar kelompok dan kurang tertib ketika pelaksanaan sharing antar kelompok. Maka diadakan siklus 2 dengan materi hukum Archimedes, teknik pelaksanaan sama seperti siklus 1, siswa dapat lebih berpartisipasi aktif dalam kelompok dan pelaksanaan setiap kegiatan pembelajaran berlangsung lebih tertib, siswa tampak termotivasi dalam belaja, hal ini tampak pada saat siswa berdiskusi.. Hasil analisis data menunjukkan bahwa pembelajaran dengan model two stay two stray bervariasi demonstrasi dapat meningkatkan prestasi siswa. Tiap siklus ada peningkatan hasil belajar, yaitu siklus 1 presentasi ketuntasan42% , siklus 2 presentase ketuntasan 83% sehingga ada kenaikan hasil belajar sebesar 41%

    Kajian Metode Power Teaching sebagai Alternatif Metode Pembelajaran Sains di Kelas

    Full text link
    Tulisan ini bertujuan untuk studi pustaka mengenai metode pembelajaran Power teaching. Power teaching adalah metode pembelajaran dengan mengacu pada lima langkah pembelajaran yaitu 1). Class “Yes”, 2). Classroom rules (aturan di dalam kelas), 3). Teach “Okay” (Ajar “Oke”), 4). The Scoreboard, 5). Hands and eyes (tangan dan mata) dan Mirror (pencerminan), 6). Switch. Power teaching sesuai dengan kerucut pengalaman Edgar Dale dan memberikan kontribusi kontribusi 70- 90 % dari apa yang dikatakan dan dilakukan karena siswa melakukan pembicaraan (giving a talk) atau presentasi dramatik kepada siswa lainya. Metode Power teaching ini cocok digunakan dalam proses pembelajaran sains/fisika dengan memperhatikan beberapa hal berikut ini 1). Konsep yang mudah dipahami dapat diajarkan langsung oleh guru, 2). Konsep yang cukup sulit dapat diajarkan dengan memerintahkan siswa membaca dan memahami kemudian baru mengajarkan kepada teman sebayanya, 3). Evaluasi hendaknya dapat dilakukan untuk mengecek pemahaman siswa karena pembelajaran yang tergolong cepat dan kemungkinan terjadi miskonsepsi, 4). Konsep diajarkan secara bertahap dimana setiap tahapan dijelaskan oleh guru dan dipahami oleh siswa sehingga siswa mendapatkan pemahaman yang utuh dan dimengerti pada akhirnya, 5). Materi yang terlampau sulit bagi siswa harus dipikirkan ulang bagaimana menganjarkanya kepada siswa dengan metode ini

    Fungsi Representasi dalam Mengakses Penguasaan Konsep Fisika Mahasiswa

    Full text link
    Fisika merupakan ilmu fenomena alam yang disajikan dalam bentuk gambaar, persamaan matematis, mempunyai hubungan antar variabel fisis. Untuk mengakses perlu karakteristik yang sesuai dengan ilmu fisika tersebut. Salah satu cara mengakses yang sesuai adalah dengan bentuk representasi. Repersentasi mempunyai fungsi sebagai pelengkap, membatasi interpretasi, dan membangun pemahaman. Telah dilakukan pengukuran terhadap penguasaan konsep mahasiswa Program Studi Pendidikan Fisika dengan soal multi representasi. Hasil menunjukkan bahwa jawaban yang benar bervariasi sesuai dengan konsep yang diukur dan mode representasi yang digunakan. Multirepresentasi dapat menjadi pelengkap representasi yang lain, membatasi interpretasi representasi yang lain, dan membangun pemahaman mahasiswa dalam menyelesaian permasalahan fisika, sesuai dengan fungsi representasi

    Susunan Dewan Redaksi

    Full text link
    Kami memanjatkan puji syukur ke hadirat Allah Tuhan semesta alam, Alhamdulillahirabbil ‘alamiin, atas terbitnya Vol. I No. 2 Jurnal Riset dan Kajian Pendidikan Fisika ini.Semoga jurnal ini dapat memberikan sumbangan ilmu kepada segenap pembaca. Untuk penerbitan berikutnya, kami mengundang pembaca untuk turut berperan serta sebagai penulis.Nun. Wal qalami wa maa yasturun.Redaks

    123

    full texts

    133

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Riset dan Kajian Pendidikan Fisika
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇