Jurnal Riset dan Kajian Pendidikan Fisika
Not a member yet
    133 research outputs found

    Peningkatan Aktivitas dan Hasil Belajar Fisika Matematika 1 dengan Metode Brainstorming dan Tutor Teman Sebaya

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar Fisika Matematika 1 dengan metode brainstroming dan tutor teman sebaya. Subyek penelitian adalah mahasiswa prodi Pendidikan Fisika UM Purworejo semester 3 tahun akademik 2012/2013. Penelitian ini dilakukan di prodi Pendidikan Fisika UM Purworejo dengan desain penelitian tindakan kelas dua siklus. Instrumen yang digunakan adalah instrumen aktivitas belajar dan instrumen prestasi untuk mengukur hasil belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan 2 metode ini yaitu brainstorming dan tutor teman sebaya dapat meningkatkan aktivitas dan prestasi belajar. Hal itu terlihat dari 61 mahasiswa yang diberi tindakan, terdapat peningkatan aktivitas belajar yakni dari 37,54% menjadi 51% dan peningkatan hasil belajar yakni dari nilai rata-rata kelas 58,7 (C-) menjadi 65,4 (B-

    Sampul Vol. 1 No. 2

    No full text
    JRKPF Vol. 1 No. 2 [Oktober 2014

    Susunan Dewan Redaksi

    Full text link
    Kami memanjatkan puji syukur ke hadirat Allah Tuhan semesta alam, Alhamdulillahirabbil ‘alamiin, atas terbitnya Vol. I No. 2 Jurnal Riset dan Kajian Pendidikan Fisika ini.Semoga jurnal ini dapat memberikan sumbangan ilmu kepada segenap pembaca. Untuk penerbitan berikutnya, kami mengundang pembaca untuk turut berperan serta sebagai penulis.Nun. Wal qalami wa maa yasturun.Redaks

    Pemodelan Gerak Parabola yang Dipengaruhi Seretan serta Spin Efek Magnus Bola dengan Program Modellus dan Excell

    Full text link
    Gerak parabola adalah gerak yang banyak dijadikan sebagai model untuk pengajaran Fisika khususnya kinematika dalam hal penjumlahan kecepatan; dalam hal ini gerak lurus beraturan (GLB) dalam arah horisontal dan gerak lurus berubah beraturan (GLBB) dalam arah vertikal. Dalam kenyataannya, gerak parabola dipengaruhi oleh variabel lain yaitu adanya hambatan udara yang membuat trayektori lintasan tidak lagi berbentuk parabola dengan asumsi adanya gesekan udara. Tendangan Bola dengan melibatkan faktor spin akan membuat lintasan lateral berbentuk melengkung karena adanya Efek Magnus. Dengan menganalisa faktor-faktor yang berpengaruh dalam gerakan benda dan dibantu dengan software Modellus dan Excell, maka dibuat pemodelan untuk gerak benda

    Cooperative Learning Tipe Numbered Heads Together sebagai Alternatif Peningkatan Kualitas Pembelajaran pada Mata Kuliah Telaah Kurikulum Hasil Belajar Fisika SMA

    Full text link
    Hal yang harus diperhatikan oleh pendidik dalam mengajarkan suatu pokok bahasan adalah pemilihan model pembelajaran yang sesuai dengan materi yang diajarkan. cooperative learning tipe numbered heads together (NHT). merupakan suatu metode belajar yang cukup efektif untuk meningkatkan partisipasi mahasiswa dikelas. Penelitian ini bertujuan Mengetahui perubahan kualitas proses belajar pada peserta didik yang diajar pendidik menggunakan cooperative learning tipe numbered heads together (NHT).Subjek Penelitian ini adalah mahasiswa semester IV program studi P.Fisika. Rancangan penelitian ini menggunakan alur penelitian tindakan kelas menggunakan model Kemmis dan Mc. Taggart, yang diawali kegiatan perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi.Hasil dari penelitian ini menunjukkan model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Heads Together (NHT) dapat meningkatkan aktivitas belajar mahasiswa mata kuliah telaah kurikulum Fisika SMA. Hal ini tergambar dari rata-rata aktivitas siklus I mencapai 2,2 dan meningkat sebesar 3,3 pada siklus IV. Selain itu tampak prosentase keterlaksanaan dari siklus I mencapai rata-rata sebesar 2,78, dan siklus 4 mencapai rata-rata sebesar 3,57 atau meningkat sebesar 0.79 dari siklus I

    Penerapan Modul Pembelajaran Sains dengan Media Pembelajaran Gamelan untuk Meningkatkan Pemahaman dan Aplikasi Konsep Siswa SMP Negeri 3 Sleman

    Full text link
    Telah dilakukan penelitian untuk mengetahui peningkatan pemahaman dan aplikasi konsep getaran, gelombang dan bunyi siswa yang menggunakan modul dengan media pembelajaran gamelan dibandingkan dengan siswa yang belajar secara konvensional di SMP N 3 Sleman kelas VIII. Gamelan digunakan sebagai media pembelajaran dalam beberapa konsep getaran gelombang dan bunyi agar siswa dapat belajar secara kontekstual dan diharapkan apresiasi terhadap alat musik tradisional gamelan dapat meningkat. Pemahaman dan aplikasi konsep siswa diukur dengan menggunakan pretest dan postest. Hasil observasi menunjukkan bahwa proses pembelajaran dapat berjalan sesuai dengan RPP yang direncanakan. Hasil pengujian menunjukkan rata-rata nilai pre-test 39,79 dan rata-rata post-test 83,15 pada kelas eksperimen. Uji paired sample test menunjukkan bahwa nilai probabilitas yang diperoleh adalah 0,000. Untuk kelas kontrol rata-rata nilai pre-test 44,47 dan rata-rata post-test 78,53. Hasil uji paired sample t-test untuk kelas kontrol menunjukkan nilai probabilitas yang diperoleh adalah 0,000. Kedua kelas menunjukkan nilai probabilitas p<0,05. Hal ini menunjukkan bahwa ada perbedaan signifikan antara pre-test dan post-test pada kelas eksperimen dan kelas kontrol. Dengan kata lain pemahaman konsep dan aplikasi konsep siswa di kelas eksperimen dan kelas kontrol meningkat. Nilai rata-rata gain skor untuk kelas eksperimen adalah 43,15 dan untuk kelas kontrol adalah 34,06. Berdasarkan perhitungan uji independent sample t-test diperoleh nilai probabilitas 0,003 < 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan gain-score yang signifikan antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. Kelas eksperimen yang menggunakan modul pembelajaran sains dengan media pembelajaran gamelan menunjukkan peningkatan pemahaman dan aplikasi konsep lebih tinggi daripada kelas kontrol yang melakukan pembelajaran secara konvensional

    Pengaruh Model Pembelajaran dan Gaya Belajar terhadap Keterampilan Proses Sains Peserta Didik Kelas VII SMP Negeri 30 Makassar

    Full text link
    Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen yang bertujuan untuk mengetahui perbedaan keterampilan proses sains antara model pembelajaran langsung dan pembelajaran konvensional ditinjau dari gaya belajar yang dimiliki peserta didik baik audio-visual maupun kinestetik dan interaksi antara model pembelajaran dan gaya belajar terhadap keterampilan proses sains pada peserta didik kelas VII SMP Negeri 30 Makassar. Desain penelitian yang digunakan adalah desain faktorial 2 x 2. Pengujian hipotesis dilakukan dengan menggunakan analisis varians dua arah GLM Univariat yang dilanjutkan dengan Uji Tukey dan Scheffe dengan menggunakan program SPSS versi 20.0 for windows dengan taraf signifikansi 5 %. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) terdapat perbedaan keterampilan proses sains antara peserta didik yang diajar dengan model pembelajaran langsung dengan peserta didik yang diajar dengan menggunaan pembelajaran konvensional ; (2) tidak terdapat perbedaan keterampilan proses sains antara peserta didik yang memiliki gaya belajar audio-visual dengan peserta didik yang memiliki gaya belajar kinestetik; dan (3) terdapat interaksi antara model pembelajaran dan gaya belajar (audio-visual dan kinestetik) terhadap keterampilan proses sains peserta didik

    Penentuan Viskositas Larutan Gula Menggunaan Metode Vessel Terhubung Viscosimeter Berbasis Video Based Laboratory dengan Software Tracker

    Full text link
    Telah dilakukan uji yang bertujuan untuk menentukan viskositas larutan gula. Metode yang digunakan adalah metode vessel terhubung viscosimeter. Hubungan antara -ln(2h1/h0-1) terhadap t dinyatakan dengan persamaan -ln(2h1/h0-1)=(D4pg/128AL)t. Penelitian dimulai dengan menentukan viskositas air murni sebagai kalibrasi alat, dari hasil kalibrasi diperoleh nilai konversi sebesar 285, 49. Kemudian nilai ini selanjutnya digunakan dalam penentuan nilai viscositas larutan gula. Penentuan nilai koefisien viscositas larutan gula dilakukan dengan fitting data menurut garis lurus,h -ln(2h1/h0-1) sebagai sumbu vertikal dan t sebagai sumbu horizontal, dengan a adalah gradien garis. Dari hasil analisis diperoleh nilai viskositas larutan gula 10 % adalah 1,02±0,02 poise, 20% adalah 1,05±0,02 poise, dan 30% adalah 1,13±0,02 poise

    Model Pembelajaran Kolaboratif dengan Tutor Sebaya pada Pokok Bahasan Rangkaian Seri-Paralel Hambatan Listrik

    Full text link
    Pada pelaksanaan kegiatan belajar mengajar di kelas masih sering ditemukan peserta didik yang kurang aktif atau tidak aktif sama sekali dalam mengikuti kegiatan pembelajaran. Hal tersebut menyebabkan tidak meratanya ilmu yang disampaikan oleh seorang guru dan terjadi kesulitan dalam melakukan penilaian kepada peserta didik di dalam kelas. Model pembelajaran kolaboratif dengan tutor sebaya merupakan salah satu solusi yang bisa diterapkan dalam kegiatan pembelajaran di kelas. Setiap kelompok terdiri dari peserta didik yang berprestasi rendah, sedang dan peserta didik yang berprestasi tinggi bertindak sebagai tutor. Tujuannya agar setiap peserta didik merasa terlibat aktif dalam proses pembelajaran dan tidak malu dalam mengemukakan pendapat atau gagasan kepada sesama teman kelompoknya. Dengan demikian akan didapatkan pemerataan ilmu yang diterima oleh peserta didik dalam kegiatan proses pembelajaran. Telah dibuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) mengenai pokok bahasan Rangkaian Seri-Paralel Hambatan Listrik yang sesuai dengan model pembelajaran kolaboratif dengan tutor sebaya.Pada pelaksanaan kegiatan belajar mengajar di kelas masih sering ditemukan peserta didik yangkurang aktif atau tidak aktif sama sekali dalam mengikuti kegiatan pembelajaran.Hal tersebutmenyebabkan tidak meratanya ilmu yang disampaikan oleh seorang guru dan terjadi kesulitandalam melakukan penilaian kepada peserta didik di dalam kelas. Model pembelajaran kolaboratifdengan tutor sebaya merupakan salah satu solusi yang bisa diterapkan dalam kegiatan pembelajarandi kelas. Setiap kelompok terdiri dari peserta didik yang berprestasi rendah, sedang dan pesertadidik yang berprestasi tinggi bertindak sebagai tutor. Tujuannya agar setiap peserta didik merasaterlibat aktif dalam proses pembelajaran dan tidak malu dalam mengemukakan pendapat ataugagasan kepada sesama teman kelompoknya. Dengan demikian akan didapatkan pemerataan ilmuyang diterima oleh peserta didik dalam kegiatan proses pembelajaran. Telah dibuat RencanaPelaksanaan Pembelajaran (RPP) mengenai pokok bahasan Rangkaian Seri-Paralel HambatanListrik yang sesuai dengan model pembelajaran kolaboratif dengan tutor sebaya

    Pengembangan Modul Fisika Pokok Bahasan Hukum Newton bagi Anak Berkebutuhan Khusus (Tunanetra) Di Kelas Inklusi SMA/MA Kelas X

    Full text link
    Siswa tunanetra SMA Muhammadiyah 4 Yogyakarta, MAN Maguwoharjo dan SMAN 1 Sewon belum memiliki sumber belajar mandiri berupa modul Braille khususnya pada materi Hukum Newton. Berdasarkan kenyataan ini maka dibutuhkan sebuah sumber belajar yang didesain khusus bagi siswa tunanetra di kelas Inklusi yakni modul Braille pada pokok bahasan Hukum Newton.Telah dilakukan penelitian yang bertujuan untuk: (1) mengembangkan modul fisika pokok bahasan Hukum Newton untuk siswa tunanetra SMA/MA kelas X sebagai sumber belajar mandiri, (2) mengetahui kualitas modul fisika Braille materi Hukum Newton untuk siswa tunanetra SMA/MA kelas X, (3) mengetahui respon siswa terhadap modul fisika Braille yang telah dikembangkan.Penelitian ini merupakan penelitian R & D dengan model prosedural yang mengadaptasi dari pengembangan perangkat model 4-D, yakni Define, Design, Develop, and Disseminate. Instrumen penelitian berupa angket kualitas modul yaitu menggunakan skala Likert yang dibuat dalam bentuk checklist. Instrumen untuk siswa berupa angket respon siswa yaitu menggunakan skala Guttman yang dibuat dalam bentuk checklist. Modul dinilai kualitasnya oleh 3 ahli materi, 1 ahli media, dan 2 guru fisika SMA/MA. Kelayakan modul berdasarkan respon siswa pada uji coba terbatas sebanyak 2 siswa dan uji coba luas sebanyak 8 siswa.Hasil penelitian berdasarkan penilaian dari ahli materi, ahli media dan guru fisika SMA/MA modul memiliki kategori sangat baik (SB). Persentase keidealan menurut ahli materi adalah 87,88%; persentase keidealan menurut ahli media adalah 90,00% dan persentase keidealan menurut guru Fisika SMA/MA adalah 75,00%. Respon siswa terhadap modul fisika Braille pada uji coba terbatas diperoleh persentase 97,22%; sedangkan pada uji coba luas diperoleh persentase 89,58%. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa modul layak dijadikan sebagai salah satu sumber belajar mandiri bagi siswa tunanetra

    123

    full texts

    133

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Riset dan Kajian Pendidikan Fisika
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇