Jurnal Riset dan Kajian Pendidikan Fisika
Not a member yet
133 research outputs found
Sort by
Analisis pengelolaan peralatan praktikum fisika kelas XI SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta menggunakan model countenance stake
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ketersediaan dan pengelolaan peralatan praktikum serta mengetahui hasil dari pengelolaan dan penggunaan peralatan praktikum fisika kelas XI di laboratorium fisika SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta. Penelitian ini merupakan penelitian evalusi model countenance stake. Subjek penelitian meliputi penanggungjawab laboratorium fisika, guru, laboran, dan siswa kelas XI MIA SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta. Penelitian dilakukan pada akhir pelaksanaan praktikum pada semester genap tahun pelajaran 2015-2016. Data dikumpulkan dengan wawancara terstruktur, pengamatan (observasi), angket, dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketersediaan peralatan praktikum (masukan [antecedents]) yang terdiri dari sarana, prasarana dan alat praktikum tersedia sangat baik dengan persentase sebesar 78,16%. Pengelolaan laboratorium fisika (proses [transaction]) yang terdiri dari persiapan pelaksanaan praktikum; kesiapan siswa, guru, laboran; dan pelaksanaan praktikum mendapatkan hasil sangat baik dengan persentase sebesar 81,78%. Hasil yang diperoleh (outcomes) dari ketersediaan dan pengelolaan peralatan praktikum di laboratorium fisika termasuk kategori baik (B+) dengan pencapaian Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) 100% dari total 233 siswa kelas XI MIA (Matematika dan Ilmu Alam) dan beberapa siswa berhasil meraih juara 1 Olimpiade Fisika. This research is aimed to know the availability, management of the laboratory equipment's and also the result of maintaining and using physics laboratory equipment's in 11th class of MIA SMA 1 Muhammadiyah Yogyakarta. And this evaluation research used countenance stake approach, hence, such as the objects of it is the physics laboratory care taker, teachers, laboratory assistant, and the students. This research was conducted in the last meeting of practicum on last semester 2015-2016 periods. The data was assembled by interview, observation, questionnaire and documentation. The result of this research indicates that the availability of equipment's (antecedents) that consist of medium, infrastructure and the equipment's of practicum is in good available condition within percentage 78,16%; Management physic laboratory (transaction) that consists of preparation to do practicum, student readiness, teachers, laboratory assistant, and the implementation of practicum achieved a good result within percentage is 81,78%. Meanwhile the result (outcomes) from the availability and management of equipment's maintaining in physics laboratory categorized in well (B+) with achievement minimal total criteria (Kriteria Ketuntasan Minimal, KKM) in percentage is 100% from 233 students sit in 11th class of MIA SMA 1 Muhammadiyah Yogyakarta, moreover it was encouraged by achievement of some students who became 1st winner in national level physics Olympiad
Penerapan pendekatan pembelajaran kontekstual untuk meningkatkan penguasaan konsep dasar listrik statis mahasiswa
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penerapan pendekatan pembelajaran kontekstual dalam meningkatkan penguasaan konsep dasar listrik statis mahasiswa. Penelitian ini menggunakan tiga kelas sampel yaitu dua kelas eksperimen dan satu kelas kontrol. Desain penelitian adalah random pretest-posttest comparison group design. Teknik pengumpulan data menggunakan pretes dan postes untuk mengetahui penguasaan konsep dasar listrik statis. Uji hipotesis menggunakan uji t untuk membandingkan penguasaan konsep dasar listrik statis kelas eksperimen (kelas A dan kelas D) dan kelas kontrol (kelas B), kemudian uji lanjut dengan pembandingan rerata (compare means) dan rata-rata absolute gain. Dari hasil penelitian diperoleh nilai thitung kelas A (4,298) dan thitung kelas D (4,613) > ttabel (2,000), ditambah lagi dengan nilai Sig. 0,000 < 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa pendekatan pembelajaran kontekstual secara signfikan memberikan perbedaan terhadap penguasaan konsep dasar listrik statis mahasiswa. Sedangkan dari uji compare means dan rata-rata gain ternormalisasi diperoleh kenaikan yang tinggi pada kelas eksperimen dibandingkan dengan kelas kontrol. The purpose of this study was to determine the effect of the application of contextual learning approach to improve the mastery of basic concepts of static electricity students. This study use three grade sample of two experimental class and the control class. The study design was randomized pretest-posttest comparison group design. Data collection technique used pretest and posttest to determine mastery of basic concepts of static electricity. Hypothesis testing using t-test to compare the mastery of basic concepts of static electricity experiment class (class A and class D) and the control class (class B), then a further test by comparing the mean (compare means) and average absolute gain. The results were obtained tcount class A (4.298) and tcount class D (4.613)> ttable (2.000), coupled with the Sig. 0.000 <0.05 so that it can be concluded that the approach of contextual learning exhibited significantly distinction of static electricity mastery of basic concepts students. While the means test and compare the average normalized gain obtained a very high increase in the experimental class compared with the control class
Penggunaan Metode Pembelajaran Teams Games Tournament (TGT) untuk Meningkatkan Aktivitas dan Prestasi Balajar
Penelitaian ini dilatar belakangi proses pembelajaran yang kurang menarik bagi siswa, hanya berpusat pada guru, tidak adanya keaktifan siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan aktivitas dan prestasi belajar mata pelajaran IPA dengan menggunakan metode pembelajaran Teams Games Tournament (TGT). Subyek dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV SD Negeri Guwo Tahun Ajaran 2015/2016. Teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data meliputi observasi, tes dan dokumentasi. Analisis data menggunakan analisis data kuantitatif yang didukung dengan analisis data kualitatif. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang terdiri dari dua siklus, pada tahap siklus mencakup kegiatan: perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Kriteria keberhasilan dalam penelitian dilihat dari peningkatan ktivitas dan prestasi belajar siswa. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh penggunaan metode pembelajaran Teams Games Tournament (TGT) dapat meningkatkan aktivitas dan prestasi belajar siswa. Inactive student, teacher centered, and less interesting teach has leaded to this research to be happened. Teams Games Tournament (TGT) model is applied as the goal of the research which to observe how much activity and affective result can be reach. Observation, test, and documentation are the main step in this research. Quantitative data analysis applied besides qualitative data analysis. There are two cycles in this research, each cycle consist of planning, doing, seeing, and reflection. The increase in student activity and achievement are main goals in this research. According to the result this model can be used to increase student activity and achievement. Kata kunci: Pembelajaran teams games tournament, aktivitas belajar, prestasi belaja
Upaya meningkatkan motivasi belajar dan pemahaman konsep IPA peserta didik dengan model pembelajaran problem posing
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran problem posing terhadap motivasi belajar dan pemahaman konsep IPA. Pembelajaran dengan model problem posing adalah pembelajaran yang menekankan peserta didik untuk membentuk atau mengajukan soal berdasarkan informasi atau situasi yang diberikan. Melalui penerapan model ini diharapkan dapat menjadi alternatif untuk meningkatkan motivasi belajar dan pemahaman konsep IPA peserta didik. Subyek penelitian ini adalah peserta didik SMP Negeri 7 Depok dengan sampel peserta didik kelas VIII-9 sebagai kelas eksperimen dan kelas VIII-8 sebagai kelas kontrol. Metode penelitian yang digunakan adalah metode quasi eksperimen dengan teknik analisis menggunakan uji Manova. Instrumen yang digunakan adalah angket motivasi belajar dan tes pemahaman konsep IPA setelah peserta didik diberikan perlakuan. Kelas eksperimen menggunakan model pembelajaran problem posing, sedangkan kelas kontrol menggunakan pembelajaran ceramah. Hasil penelitian yang diperoleh adalah: 1) Terdapat pengaruh yang signifikan model pembelajaran terhadap motivasi belajar dan pemahaman konsep IPA. Hal ini dibuktikan oleh nilai Pillai's Trace, Wills' Lambda, Hotelling's Trace, dan Roy's largest Root sig sebesar 0,000 (<0,05). 2) Terdapat pengaruh yang signifikan model pembelajaran terhadap motivasi belajar IPA. Hal ini dibuktikan oleh hasil Manova yang memiliki nilai F = 143.844 dengan sig 0,000 (<0,05). 3) Terdapat pengaruh yang signifikan model pembelajaran terhadap pemahaman konsep IPA. Hal ini dibuktikan oleh hasil Manova di mana harga F = 7,197, nilai P-value untuk kategori pemahaman konsep IPA (Y) adalah 0,000 (<0,05). The aim of the reserach was to determine the effect of the problem posing learning model of learning motivation and understanding of science concepts. Learning with models posing problem is learning that emphasize learners to form or ask questions based on the information or the given situation. Through the implementation of this model is expected to be an alternative to enhance learning motivation and understanding of science concepts learners. The subjects of this study are students of SMP Negeri 7 Depok with a sample of students in class VIII-9 as the experimental class and class VIII-8 as the control class. The method used is the method of quasi-experimental analysis techniques using MANOVA test. The instrument used was a questionnaire of learning motivation and test understanding of science concepts as learners are given treatment. Class experiments using problem posing learning model, while the control class using learning communicative. The results obtained are: 1) There is a significant effect on the learning model of learning motivation and understanding of science concepts. This is evidenced by the value of Pillai's Trace, Wills' lambda, Hotelling's Trace, and Roy's Reviews largest Root sig of 0.000 (<0.05). 2) There is significant influence learning model on motivation to learn science. This is evidenced by the results of Manova which has a value of F = 143 844 with sig 0.000 (<0.05). 3) There is significant influence learning model to the understanding of science concepts. This is evidenced by the results of Manova in which the price of F = 7.197, P-value for the category of understanding the concept of IPA (Y) is 0.000 (<0.05)
Profil Musiman Gelombang Laut di Laut Sulawesi
Laut Sulawesi memiliki gelombang tinggi yang menyebabkan kecelakaan transportasi. Pemodelan global dan pengamatan satelit akan gelombang laut di Laut Sulawesi memiliki keterbatasan resolusi spasial dan temporal. Untuk mengevaluasi luaran gelombang signifikan model Wavewatch III (WW3), digunakan korelasi dan root mean square (RMSE) terhadap pengamatan satelit. Analisis temporal dan spasial menggunakan nilai rata-rata dan principal component analysis (PCA) ditujukan untuk mengetahui karakteristik musiman. Hasil evaluasi gelombang signifikan WW3 menunjukkan nilai yang baik secara umum (0.3-0.7) dengan RMSE bernilai 0.3-0.5 meter. Pola utama distribusi spasial gelombang signifikan memiliki pusat tertinggi di timur laut dan nilai temporal terbesar pada akhir dan awal tahun. Gelombang tinggi pada Laut Sulawesi disebabkan oleh intrusi gelombang monsun baratan yang berasal dari Samudera Pasifik bagian barat. The Celebes Sea has high wave that may cause transportation accident. Global modeling and satellite observation of sea wave over the Celebes Sea have a limitation of spatial and temporal resolution. To evaluate significant wave of Wave watch III (WW3) model output, correlation and root mean square (RMSE) are used towards satellite observation. Spatial and temporal analysis based on mean values and principal component analysis are used to understand seasonal characteristic. Generally, WW3 significant wave evaluation result is good (0.3-0.7) with 0.3-0.5 meter of RMSE. Maximum area of significant wave spatial distribution main pattern is over northeastern Celebes Sea and maximum temporal pattern is in end and beginning of the year. High sea wave over the Celebes Sea is generated by westerly monsoon wave from western Pasific Ocean. Kata kunci: Gelombang Laut, Laut Sulawesi, WW
Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw disertai Media Mind Mapping untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep Ilmu Alamiah Dasar Mahasiswa Akuntansi Universitas Ahmad Dahlan
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemahaman konsep mahasiswa Akuntansi UAD pada mata kuliah IAD dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw disertai media mindmapping. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Pengumpulan data dilakukan menggunakan tes yang berupa soal pemahaman konsep IAD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw disertai media mind mapping dapat meningkatkan pemahaman konsep mahasiswa akuntansi pada mata kuliah IAD dengan nilai rata-rata kelas pada siklus 1 adalah 62,125 dan nilai rata-rata kelas meningkat pada siklus 2 yaitu 73,5. This study aimed to determine the concept understanding of IAD subject of accounting student of UAD, Jigsaw Cooperative Learning model was implemented and accompanied by mind mapping media. Class act research method was used in this study. Data was collected using concept understanding test form of IAD subject. The result of this study shows that there’s an increase of student understanding level in IAD subject with class average value of cycle 1 is 62,125 and 73,5 for the cycle 2. Kata kunci: Jigsaw, Mind Mapping, Pemahaman Konse
Pengembangan model pelatihan pembuatan peta kontur topografi untuk mengidentifikasi dini zona-zona rawan bencana longsor di Kabupaten Banjarnegara
Pengembangan model pelatihan pembuatan peta kontur topografi untuk mengidentifikasi dini zona-zona rawan bencana longsor telah dilaksanakan di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Mandiraja Kabupaten Banjarnegara. Kegiatan bertujuan untuk melakukan sosialisasi teknis dasar pemetaan dan pelatihan teknis pembuatan peta kontur topografi menggunakan perangkat lunak Surfer untuk mengidentifikasi dini zona-zona rawan bencana tanah longsor di Kabupaten Banjarnegara. Metode yang digunakan adalah perpaduan ceramah dan diskusi yang dipadukan dengan praktek. Setelah dilakukan pelatihan, sebagian besar peserta memberikan respon positif dan terdapat keinginan untuk mengimplementasikan dan menyebarluaskan hasil-hasil pelatihan. Indeks capaian rata-rata keberhasilan pelatihan berdasarkan hasil pengisian kuisioner adalah 75,69% dengan indeks capaian tertinggi adalah 92,24% dan indeks capaian terendah adalah 56,90%. Tingkat pemahaman peserta terhadap materi pelatihan cukup baik, meskipun masih perlu ditingkatkan. Hal ini dapat dilihat dari hasil rekapitulasi nilai pre-test dan post-test. Nilai rata-rata pre-test adalah 5,96 dan post-test adalah 6,95. Dengan demikian terdapat kenaikan nilai sebesar 12,14%. Salah satu faktor keberhasilan pelatihan adalah adanya dukungan dari pihak sekolah dan tersedianya fasilitas komputer di Laboratorium Komputer SMK Negeri 1 Mandiraja. Salah satu faktor penghambatnya adalah banyaknya peserta kegiatan yang kesulitan dalam mempraktekkan penggunaan perangkat lunak Surfer untuk membuat peta kontur, sehingga diperlukan bimbingan teknis lanjutan. The development of the training model of creating of the topographic contour map to early identify the landslide gristle zones has been done in the First State Vocational Middle School (SMK) of Mandiraja, Regency of Banjarnegara. The purpose of this activity is to do technical socialization of basic of mapping and technical training of creating of the topographic contour map using the Surfer software to early identify the landslide gristle zones in the Regency of Banjarnegara. The method used in the training is combination of lecture, discuss, and practical. After this activities has been done, the largely participant give positive response and there is wish to implement and disseminate the activities results. The successfulness average attainment index of this training based on the quiz inlay result is 75.69%; with highest index is 92.24% and lowest index is 56.90%. The understanding of participant of the training on the training matters have rather good although still need be improved. It can be known from recapitulation results of pre-test and post-test values. The average pre-test value is 5.96 and the average post-test value is 6.95. Thus, there is a ascension from pre-test value to post-test value about of 12.14%. One of the successfulness factors of the activity is supporting from the chairman of school and available of computer in the Computer Laboratory of the First State Vocational Middle School (SMK) of Mandiraja. And one of the resistance factors is many participants which have difficulty to practice how procedure of utilizing of the Surfer software to create a contour map, so required by advanced technical guidance
Perbedaan hasil belajar fisika siswa antara model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dengan model pembelajaran Prediction, Observation, and Explanation (POE) di kelas X SMA Negeri 5 Lubuklinggau
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Perbedaan Hasil Belajar Fisika Siswa antara Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dengan Model Pembelajaran Prediction, Observation, And Explanation (POE) di Kelas X SMA Negeri 5 Lubuklinggau Tahun Pelajaran 2015/2016. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode penelitian eksperimen semu yang dilaksanakan dengan membandingkan kelompok eksperimen I dan kelompok eksperimen II desain penelitian ini pre-test post-test group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X SMA Negeri 5 Lubuklinggau Tahun Pelajaran 2015/2016, yang terdiri dari 314 siswa dari 9 kelas. Pengambilan sampel dilakukan secara acak (Simple Random Sampling) dengan cara pengundian nomor kelas populasi. Pengumpulan data berupa tes, data tes yang sudah dianalisis dengan uji-t, pada taraf a= 0,05, diperoleh thitung > ttabel (2,17 > 2,00). Rata-rata akhir hasil belajar fisika kelas eksperimen I sebesar 73,4 sedangkan pada kelas kelas eksperimen II sebesar 69,14. Sehingga dapat disimpulkan ada Perbedaan Hasil Belajar Fisika Siswa antara Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) Dengan Model Pembelajaran Prediction, Observation, And Explanation (POE) Di Kelas X SMA Negeri 5 Lubuklinggau Tahun Pelajaran 2015/2016. The aim of this research was to find out the Comparative Results Between Students Studying Physics Learning Model Problem Based Learning (PBL) with Learning Model Prediction, Observation, And Explanation (POE) in the Class X SMAN 5 Lubuklinggau 2015/2016 Academic Year . This research was a quantitative research methods of experimental research conducted by comparing the experimental group I and group II experimental research design was a pre-test post-test group design. As the population in this research were all students of class X SMA Negeri 5 Lubuklinggau Academic Year 2015/2016, consisting of 314 students from the ninth grade. Sampling is done randomly (Simple Random Sampling) by means of the draw number population class. The collection of data in the form of the test, the test data that were = 0.05, obtained a analyzed by t-test, t-test based on the level of t> t table (2.17> 2.00). The average end result of learning physics class experiment I of 73.4 while the experimental class II class at 69.14. So, it can be concluded that there Comparative Results Between Students Studying Physics Learning Model Problem Based Learning (PBL) With Learning Model Prediction, Observation, And Explanation (POE) In Class X SMAN 5 Lubuklinggau in academic year 2015/2016
Pengembangan Model Pembelajaran Discovery Learning dengan Data Sharing Technology pada Pokok Bahasan Energi
Proses pembelajaran fisika terdiri dari dua aspek yaitu teori dan eksperimen sehingga diperlukan suatu metode yang melibatkan kedua aspek tersebut. Data Sharing bisa menjadi alternatif karena melibatkan teori dan eksperimen. Pada penelitian kali ini digunakan model pembelajaran Discovery Learning dimana model Discovery Learning pada pokok bahasan energi. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan mengetahui kelayakan instrumen pendukung dalam model pembelajaran Discovery Learning dengan Data Sharing . Pada proses pembelajaran menggunakan apparatus eksperimen yang dilengkapi panduan. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah metode angket yang diujikan terdiri dari angket validasi ahli, angket uji pengguna, angket persepsi siswa, dan lembar pengamatan kemampuan afektif siswa. Hasil penelitian ini menunjukkan nilai kelayakan panduan sebesar 85,74% dan 87,87% termasuk dalam kategori baik. Tingkat persepsi siswa yang masih rendah adalah aspek motivasi. Hambatan yang ditemui dalam proses pembelajaran yaitu beberapa siswa masih ramai, suka berbicara sendiri dan beberapa siswa mengalami kesulitan dalam analisis data. In the process of physics learning there are two important aspect; theory and experiment, so a method that can combine these aspects is needed. Data sharing technology can be the alternative media; through this media these aspects can be combined. Energy is the main topic in this research and thought with Discovery Learning method. This research aimed to develop and validate media which is used in this learning method; Discovery Learning with Data Sharing Technology. An experiment apparatus is used in the learning process. For data collection, survey method is applied. There are expert surveys, user surveys, student perception surveys, and student affective form control. The result for this research is about 85,74% and 87,87% which categorized in a good level. Kata kunci: Discovery Learning; Data Sharing; energ