Jurnal Riset dan Kajian Pendidikan Fisika
Not a member yet
    133 research outputs found

    Kajian kinematika gerak pada jalur lokasi kecelakaan berisiko tinggi (blackspot) sebagai sumber belajar fisika di SMA

    Full text link
    Kajian fisika real life bermanfaat dalam pembelajaran fisika karena menyediakan sumber belajar kontekstual yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Untuk memperkaya sumber-sumber belajar kontekstual maka perlu dilakukan kajian terhadap berbagai fenomena kontekstual, salah satunya adalah kajian kinematika peristiwa kecelakaan yang terjadi di daerah blackspot. Peristiwa kecelakaan merupakan peristiwa kontekstual yang dekat dengan kehidupan sehari-hari dan dapat dikaji secara kinematika gerak. Untuk itu perlu dilakukan kajian kinematika gerak tentang peristiwa kecelakaan sehingga dapat digunakan untuk memperkaya rancangan sumber belajar kontekstual. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif analitis. Penelitian diawali dengan pengumpulan data sekunder tentang kronologi kejadian kecelakaan yang ada di kepolisian dan beberapa surat kabar. Penelitian dilanjutkan dengan pengumpulan data di lapangan, yaitu data bentuk lintasan, jenis kendaraan yang lewat, dan kecepatan kendaraan yang melewati daerah blackspot. Data-data tersebut kemudian dianalisis menurut kajian kinematika gerak. Hasil kajian peristiwa kontekstual berupa kronologi kecelakaan dan besaran-besaran dinamis serta simulasi agar kecelakaan dapat dihindari. Hasil kajian ini diharapkan dapat dijadikan sebagai bahan acuan utama untuk mengembangkan sumber belajar kontekstual dan memberikan contoh nyata dalam pembelajaran fisika karena siswa dapat dengan mudah menaksirkan kejadian kontekstual tersebut. Contextual physics studies are useful in physics learning. It provides a source of contextual learning that is close to everyday life. To enrich the sources of contextual learning, it is necessary to study the various contextual phenomena, one of which is the kinematics study of accidents that occurred in the police office and newspaper. An accident is contextual events that are close to everyday life and can be studied in kinematic motion. Therefore, it is necessary to study the kinematics of motion about accidents so that it can be used to enrich the concept of contextual learning resources. The research method used descriptive analytical. The research begins with the completion of secondary data about the chronology of accidents in the police and several newspapers. Further research with field data, i.e trajectory data, passing vehicle type, and vehicle speed passing through blackspot area. The data are then analyzed according to motion kinematics studies. Review results are the contextual event, the chronology of accidents, dynamic quantities, and simulations for accidents. The results of this study are expected to serve as the main reference material for the development of contextual learning resources and provide a real example in physics learning because it can estimate the contextual events. Kata kunci: kinematics of blackspot, contextual learning resource, physics instructio

    Scientific literacy materi fluida statis siswa SMA: studi kasus

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan scientific literacy siswa sebelum dan setelah pembelajaran STEM berbasis masalah pada materi fluida statis. Metode penelitian ini adalah metode dekriptif pada salah satu kelas di SMAN 8 Muaro Jambi. Subjek penelitian ini terdiri atas 27 siswa yang meliputi 19 perempuan dan 8 laki-laki. Scientific literacy siswa diukur menggunakan 5 butir soal essai. Soal tersebut telah valid dan memiliki reliabilitas yang tinggi. Hasil analisis N-gain menunjukkan bahwa terdapat peningkatan. N-gain rata-rata masing-masing soal menunjukkan n-gain soal nomor 1 sebesar 0,23 (rendah), soal nomor 2 sebesar 0,46 (sedang), soal nomor 3 sebesar 0,25 (rendah), soal nomor 4 sebesar 0,156 (rendah), dan soal nomor 5 sebesar 0,625 (tinggi). Berdasarkan jawaban post-test siswa diperoleh kriteria scientific literacy siswa . Kriteria tersebut berdasarkan kriteria PISA 2015. The purpose of this study was to describe the students' scientific literacy before and after STEM based on problem learning on static fluid. The method of this study was the descriptive method in one of class in SMAN 8 Muaro Jambi. The subjects were 27 students who consisted of 19 females and 8 males. The students' scientific literacy was measured by 5 essay questions. The instrument was valid and had the high reliability. The analyzed results of n-gain show that there is an improvement. The average of n-gain for each question shows that the n-gain of the numbers show 0,23 (low) in number 1, 0.46 (medium) in number 2, 0,25 (low) in number 3, 0,156 (low) in number 4 and 0,625 (medium) in number 5. Based on the students' post-test it gains the students' scientific literacy criteria. It's based on PISA 2015. Kata kunci: STEM, Scientific Literacy, Fluida Stati

    Persepsi mahasiswa terhadap skenario pembelajaran problem based learning

    Full text link
    Model pembelajaran problem based learning merupakan salah satu model pembelajaran yang digunakan dalam pembelajaran abad 21. Keterlaksanaan proses pembelajaran dapat dilihat dari kesiapan guru dan peserta didik. Kesiapan peserta didik dapat dilihat dari persepsinya terhadap model pembelajaran tersebut. Artikel ini mengkaji tentang persepsi mahasiswa terhadap skenario pembelajaran menggunakan model pembelajaran problem based learning. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Persepsi mahasiswa dilihat dari tiga aspek yaitu kesiapan, minat, dan profil pembelajaran. Persepsi mahasiswa tentang kepercayaan diri dan partisipasi aktif mahasiswa bukan dipengaruhi oleh model pembelajaran yang digunakan tetapi lebih dipengaruhi oleh materi yang dipelajari. Persepsi minat mahasiswa terhadap pelaksanaan PBL cukup baik dan persepsi mahasiswa terhadap profil pembelajaran PBL sangat baik. Persepsi mahasiswa terhadap profil pembelajaran sudah sangat baik, hanya saja pada tahapan orientasi masalah dan evaluasi terhadap proses penyelesaian masalah perlu ditingkatkan karena tahapan ini merupakan salah satu tahapan yang penting dalam model pembelajaran problem based learning. Problem-based learning model is one of the learning models used in the 21st-century learning process. The implementation of the learning process can be seen from the readiness of the teacher and students. Readiness can be seen from their perceptions of the learning model. This article examines the students' perception of learning scenarios using problem-based learning. This research uses the quantitative descriptive method. Student perceptions showed three aspects: readiness, interest, and learning profile. Student perceptions about self-confidence and participation not only influenced by using the model but also influenced by the content of the material. The perception of student interest in PBL implementation is good and students' perception of the PBL learning profile is very good. Student perceptions of the learning profile have been very good, only at the stage of problem orientation and evaluation of the problem-solving process needs to be improved Kata kunci: persepsi, skenario pembelajaran, problem based learnin

    Deskripsi sikap siswa SMA di Batanghari berdasarkan indikator normalitas ilmuwan, adopsi dari sikap ilmiah, ketertarikan memperbanyak waktu, dan ketertarikan berkarir di bidang fisika

    Full text link
    Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan sikap siswa terhadap pelajaran fisika di SMA Kabupaten Batanghari, Beserta kendala yang dihadapi. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif kuantitatif dengan prosedur penelitian survei. Subjek penelitian ini adalah 926 siswa SMA di Kabupaten Batanghari. Instrumen yang digunakan berupa angket dan lembar wawancara. Analisis data kuantitatif menggunakan descriptive statistic sedangkan analisis data kualitatif menggunakan teknik analisis data model Miles dan Huberman. Hasil dari 4 aspek indikator sikap yang dibahas pada penelitian ini adalah pada Indikator normalitas ilmuwan sebesar 8.3 % berkategori baik. Sedangkan adopsi dari sikap ilmiah sebesar 74% berkategori baik. Kemudian pada indikator ketertarikan memperbanyak waktu belajar fisika sebesar 57.9% siswa berkategori cukup, dan pada indikator ketertarikan berkarir di bidang fisika sebanyak 45% siswa juga berkategori cukup. This study is to find out the description of students' attitudes toward physics subjects in Batanghari District High School, along with the constraints faced. This research is quantitative-qualitative research with survey research procedure. The subject of this research is 926 high school students in Batanghari District. The instruments used were questionnaires and interview sheets. Quantitative data analysis uses descriptive statistics while qualitative data analysis uses data analysis techniques modeled by Miles and Huberman. The results of the 4 aspects of attitude indicators discussed in this study are on indicators of normality of science as much as 58.3% in the good category. While the adoption of scientific attitudes as much as 74% categorized well. Then on the indicator of interest in increasing the time to study physics as much as 57.9% of students are categorized sufficiently, and on the indicator of interest in a career in the field of physics as much as 45% of students are also categorized as sufficient. Kata kunci: sikap, sikap ilmiah, fisika, sain

    Keefektifan pendekatan saintifik berbasis scaffolding terhadap kerja ilmiah siswa Kelas XI pada materi alat optik

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk menuntaskan hasil belajar peserta didik setelah pembelajaran melalui pendekatan saintifik berbasis scaffolding pada kerja ilmiah peserta didik kelas XI pada materi alat optik. Rancangan pada penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan pra-eksperimen. Penelitian ini menggunakan model ujicoba One Group Pretest-Posttest Design. Subjek penelitian adalah peserta didik kelas XI IPA semester genap MA Darul 'Ulum Sumberpenganten Jogoroto Jombang pada tahun pelajaran 2017/2018. Hasil penelitian menunjukkan bahwa validitas perangkat pembelajaran dengan menggunakan pendekatan saintifik berbasis scaffolding pada materi alat optik meliputi RPP, LKS, dan THB berkategori baik dan layak untuk digunakan dalam pembelajaran. Keterlaksanaan pembelajaran yang menggunakan pendekatan saintifik berbasis scaffolding pada materi alat optik telah berjalan dengan baik sesuai dengan RPP yang dikembangkan. Aktivitas peserta didik selama pembelajaran menunjukkan kategori baik, hampir seluruh peserta didik aktif mengikuti kegiatan belajar mengajar. Hasil belajar siswa tuntas secara klasikal. Respons siswa terhadap pembelajaran memberikan respons positif. Kendala yang dijumpai selama pembelajaran berhubungan dengan kemampuan peserta didik dalam presentasi. Berdasarkan hasil penelitian di atas dapat disimpulkan bahwa pembelajaran melalui pendekatan saintifik berbasis Scaffolding terhadap kerja ilmiah peserta didik kelas XI pada materi alat optik efektif diterapkan di kelas dan dapat menuntaskan hasil belajar peserta didik. The study aims to complete the learning outcomes of students after learning through a scientific approach based on Scaffolding on the scientific work of class XI students on optical equipment lesson. The design in this study uses quantitative research with a pre-experimental approach. This study uses the One Group Pretest-Posttest Design test model. Research subject was XI grade students of MA. Darul 'Ulum Sumberpenganten Jogoroto Jombang in academic year 2017/2018. The results showed that the validity of learning set using a scaffolding-based scientific approach to the material of optical devices including RPP, LKS, and THB was categorized as good and feasible to be used in learning. The implementation of learning that uses a scaffolding-based scientific approach on optical instrument material has gone well according to the developed RPP. The activities of students during learning show good categories, almost all students actively participate in teaching and learning activities. Student learning outcomes are complete classically. Students respond positively to learning process. Constraints encountered during learning relate to the ability of students in the presentation. Based on the findings above, it can be concluded that learning through the scientific approach based on Scaffolding on XI grade student's scientific work on the optical equipment lesson is effectively applied in the classroom and complete the learning outcomes of students. Kata kunci: Pendekatan saintifik, Scaffolding, kerja ilmiah, alat optik, hasil belaja

    Konsistensi Pemahaman Konsep Kecepatan dalam Berbagai Representasi

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk melihat pemahaman konsep dan konsistensi mahasiswa dalam menggunakan konsep saat menyelesaikan soal fisika pada topik kecepatan dalam berbagai format representasi. Dalam penelitian ini digunakan 4 soal pilihan ganda beralasan dalam format representasi berbeda. Penelitian dilakukan pada 26 mahasiswa S1 pendidikan fisika dan 22 mahasiswa S1 fisika tahun pertama di Universitas Negeri Malang. Hasil penelitian menunjukkan pemahaman konsep kecepatan masih tergolong rendah yang ditandai dengan rata-rata skor mahasiswa hanya mencapai 43,49. Selain itu, alasan yang diberikan mahasiswa menunjukkan bahwa mahasiswa tidak konsisten dalam mendefinisikan kecepatan karena pemahaman yang belum utuh. Beberapa kekeliruan mahasiswa diantaranya: (1) kecepatan adalah posisi per satuan waktu tempuh, (2), (3) tanpa memahami bahwa persamaan tersebut hanya benar jika percepatan konstan, (4), dan (5) tidak memperhatikan tanda (+/-) pada kecepatan. This study aims to look at the student's conceptual understanding and the students' consistency in used concept when them solved the physics problems in velocity with variety of representation formats. There are 4 MCQs reasoned in a different format representations to achieve these goals. The study was conducted on 26 S1 physical education students and 22 S1 physics students in first year. The results showed that the students' conceptual understanding is still relatively low which is characterized by an average score of students reached only 43.49. Moreover, the reason given students showed that students are still not consistent in defining velocity due to knowledge in pieces. Some students' mistakes are: (1) Velocity is the position per unit of time, (2), (3) without understanding that this equation is only true if the acceleration is constant, (4), and (5) do not pay attention to the sign (+/-) on velocity

    Pengunaan Peta Konsep pada Matakuliah Statistik untuk Pendidikan bagi Calon Guru Fisika

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran mengenai kemampuan mahasiswa calon guru fisika dalam menggunakan Peta konsep dalam perkuliahan Statistik untuk Pendidikan. Statsitik dikenal sebagai salah satu perkuliahan yang menantang bagi calon guru Fisika di FMIPA Universitas Negeri Malang. Berbagai variasi perkuliahan dilakukan untuk memberikan dampak yang positif untuk meningkatkan hasil belajar mahasiswa. Peta konsep diterapkan untuk memberikan gambaran dan kaitan yang lebih kuat antara konsep statistik yang harus dikuasai calon guru Fisika dalam melakukan kegiatan penelitian. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis konten. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa calon guru Fisika semester tiga yang mengambil matakuliah stastik untuk pendidikan cenderung menggunakan peta konsep bentuk jaring (net) meskipun didominasi dengan banyak kalimat serta sedikit kata kunci yang digunakan. Pendekatan kuantitatif deskriptif sebaiknya dilakukan pada penelitian berikutnya untuk memberikan perbandingan yang lebih baik dan lebih mendalam mengenai penggunaan peta konsep pada calon guru Fisika. The study aims to provide a qualitative description regarding student's ability in applying concept map during Statistics for Education classroom. Statistics is known as a challenging subject for pre-service Physics teachers in FMIPA UM. Various lecturing methods have been applied to enhance student's performance. The concept map applied to describe and integrate the Statistics concepts in Physics education research. The study employed a content analysis in a qualitative approach. The findings indicate that the pre-service Physics teacher within the third semester taking Statistics for Education tend to use concept map on the net pattern although it was dominated by words and few keywords. A quantitative approach should be conducted to provide a better comparison regarding the application of concept map by pre-service Physics teachers

    Profil Pembelajaran Suhu dan Kalor di SMA Se-Kabupaten Keerom

    Full text link
    Pembelajaran melibatkan tiga aspek yaitu kognitif, psikomotor, dan afektif. Penelitiaan ini bertujuan untuk mendeskripsikan pembelajaran suhu dan kalor di SMA se-Kabupaten Keerom. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif . Sampel diambil menggunakan teknik purposive random sampling, yang terdiri dari tiga SMA di Kabupaten Keerom. Data diperoleh melalui pengamatan di kelas dan wawancara secara mendalam pada guru yang mengajar pada materi suhu dan kalor. Berdasarkan data dan analisis, hasil penelitian ini menunjukan bahwa pembelajaran suhu dan kalor di SMA se kabupaten Keerom belum sesuai dengan hakekat pembelajaran sains dimana tidak semua guru menerapkan model pembelajaran berbasis pada siswa. Hanya satu SMA yang menggunakan model pembelajaran yang berbasis pada siswa yaitu menggunakan model pembelajaran kooperatif dengan metode demostrasi, walaupun masih terdapat kelemahan pada proses pembelajarannya yaitu hanya beberapa siswa yang aktif dalam pembelajaran. Learning involves three aspects: cognitive, psychomotor, and affective. This research aims to describe the learning of the subject: temperature and heat in the Keerom regency high school. This research is a descriptive research. The sample was taken using purposive random sampling technique, which consisted of three High Schools in Keerom Regency. Data were obtained through in-class observation and in-depth interviews on teachers who taught on temperature and heat subject. Based on the data and analysis, the results of this study shows that learning temperature and heat in high school in Keerom regency is not in accordance with the nature of science learning where not all teachers apply learning models based on students. Only one high school using a learning model based on students is using cooperative learning model with demonstration method, although there is still a weakness in the learning process that is only some students who are active in learning

    Pengembangan Pocket Mobile Learning Berbasis Android

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran pocket mobile learning berbasis android. Metode penelitian ini menggunakan model pengembangan ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation). Penelitian ini telah menghasilkan sebuah luaran berupa media pembelajaran pocket mobile learning berbasis android pada mata kuliah fisika. Media ini layak digunakan berdasarkan validasi dari ahli materi, ahli media dan respon mahasiswa terhadap media pembelajaran yang dibuat. Berdasarkan penilaian validasi ahli materi didapatkan rata-rata skor total sebesar 3,22 pada 14 butir pernyataan, dan termasuk pada kriteria "baik". Sementara itu, berdasarkan validasi ahli media didapatkan rata-rata skor total sebesar 3,43 pada 15 butir pernyataan, dan termasuk pada kriteria "sangat baik". Dan berdasarkan hasil analisis respon mahasiswa terhadap media pembelajaran diperoleh rata-rata skor total sebesar 4,0 atau 80%, dengan kategori "kuat". Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran pocket mobile learning berbasis android layak untuk digunakan dan hampir semua mahasiswa menanggapi respon positif.The current research aims to develop the pocket mobile learning android based. It uses the Research and Development (R&D) method with the ADDIE model (analysis, design, development, implementation, and evaluating). This research has resulted from an outcome of learning media pocket mobile android based on physics subject. This instructional media is feasible to be used based on validation from material experts, media experts, and student responses. Based on the assessment of material expert, the validation obtains an average total score of 3,22 at 14 statements and considered as "good" criteria. Meanwhile, based on the validation of media experts, the average total score reaches 3,43 at 15 statements and considered as "very good" criteria. And based on the analysis of student's response to learning media, the average total score is 4.0 or 80% with the category "strong". Thus, it can be concluded that the mobile pocket on android based is suitable for use and almost all students give a positive response

    Peningkatan Keterampilan Proses Sains Melalui Pembelajaran Berbasis Laboratorium Untuk Mewujudkan pembelajaran Berkarakter

    Full text link
    Penelitian ini dilaksanakan di SMP N 1 Pekalongan, Lampung Timur. Berdasarkan hasil observasi siswa di kelasVIII dan wawancara dengan kepala Laboratorium IPA fisika diperoleh gambaran bahwa laboratorium disana memiliki alat-alat laboratorium yang cukup memadai namun belum dimanfaatkan secara maksimal. Upaya penyelesaiannya diterapkan pembelajaran berbasis laboratorium, yaitu suatu konsep pembelajaran yang memadukan antara kegiatan praktik dan pembelajaran teori di laboratorium. Tujuannya yaitu untuk mendorong siswa agar selalu aktif dan kreatif dalam menghasilkan keterampilan proses sains yang dimilikinya melalui kegiatan praktikum secara berkelanjutan. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII.5 yang terdiri dari 28 siswa. Penelitian ini merupakan penelitian Tindakan Kelas yang berlangsung selama 2 siklus, setiap siklusnya terdiri dari 3 kali pertemuan. Untuk keakuratan data yang diperoleh peneliti dibantu oleh 4 orang observer dalam mengamati keterampilan proses sains siswa dan karakter keaktifan siswa. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh sebanyak 85,71% siswa telah memiliki keterampilan proses sains dengan skor >71dan sebanyak 67,86% siswa telah menunjukan karakter keaktifan dengan skor >72. Dari hasil ini disimpulkan bahwa pembelajaran berbasis laboratorium mampu meningkatkan keterampilan proses sains serta mampu medorong terwujudnya karakter keaktifan siswa dalam bentuk karakter tanggung jawab menyusun laporan, merapikan alat, dan kerjasama antar kelompok. Saran dari peneliti, hendaknya dalam penerapan pembelajaran berbasis laboratorium guru selalu membimbing, memberikan perhatian dan mengontrol kinerja tiap kelompok praktikum.This research was conducted at SMP N 1 Pekalongan, Lampung Timur. Based on the observations of students in class VIII and interviews with the head of Physics Laboratory of science got the picture that the laboratory there has enough laboratory equipment but not yet fully utilized. So as an effort to solve it applied laboratory-based learning, which is a learning concept that combines practical activities and theory learning in the laboratory. The goal is to encourage students to always be active and creative in fostering the science process skills they have through practicum activities in a sustainable manner. The subject of this research is the students of class VIII.5 consisting of 28 students. This research is a study of Action Act which lasted for 2 cycles, each cycle consists of 3 times meeting. For the accuracy of data obtained by researchers assisted by 4 observers in observing the skills of students' science processes and student activeness. Based on the results of research, obtained as much as 85.71% of students have had the science process skills with a score of >71 and as many as 67.86% of students have shown the character of liveliness with a score of >72. From this result, it is concluded that laboratory-based learning can improve the science process skills as well as able to encourage the realization of student activeness character by continuously. Suggestions from researchers should be in the application of teacher-based learning teachers always guide, give attention and control the performance of each group lab

    123

    full texts

    133

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Riset dan Kajian Pendidikan Fisika
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇