Jurnal Riset dan Kajian Pendidikan Fisika
Not a member yet
133 research outputs found
Sort by
Optimalisasi Penggunaan WhatsApp dalam Perkuliahan Penilaian Pendidikan Fisika
Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran pentingnya penggunaan aplikasi online terutama WhatsApp (WA) dalam kegiatan pembelajaran terutama perkuliahan Penilaian Pendidikan Fisika. Tiga puluh dua responden yang terlibat dalam penelitian ini adalah calon guru fisika di jurusan fisika FMIPA UM. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam kegiatan ini berupa angket, observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh positif dari penggunaan WA bagi keaktifan mahasiswa dalam berdiskusi serta kuliah baik dalam perkuliahan tatap muka maupun dalam jaringan (daring). Mahasiswa juga merasa perlu untuk mencoba menerapkan penggunaan WA dalam kegiatan pembelajaran kelak maupun dalam perkuliahan lain. Kedekatan serta diskusi antar mahasiswa dan dosen-mahasiswa dapat terjadi dengan baik serta meningkatkan motivasi belajar mahasiswa. Penelitian ini juga menunjukkan perlunya penelitian lebih lanjut mengenai pengaruh penggunaan WA terhadap prestasi belajar mahasiswa. This study aims to describe the importance of Online Application use particularly WhatsApp (WA) during learning activities in particular in a Physics Education Assessment lecture. Thirty-two respondents involved are pre-service Physics Teachers learning at Physics Department FMIPA UM. Questionnaire and interview were employed to obtain data about the importance of WA in the lecture. The study shows positive influences of WA application to student's activity during discussion section in both face-to-face meeting and online discussion. The participants also thought that they need to employ WA during both future Physics class and other lectures. The application also encouraged student discussion with their peer and also the lecturer. This study also indicates the need of further research about WA application and student's achievement
Metode Grafik; Solusi Problematika Azaz Black
Pada materi azaz black sebagian besar peserta didik masih mengalami kesulitan dalam menguasai materi azaz black. Untuk memudahkan peserta didik dalam menguasai materi azaz black penulis menerapkan metode grafik hubungan Kalor [Q kal] dan suhu [t0C] pada proses pembelajaran. Sintak pembelajarannya; 1) peserta didik, mengacu materi azaz black, 2) diskusi interaktif antara peserta didik dan peserta didik dengan guru, 3) guru menyampaikan penjelasan bagaimana menyelesaian problematika azaz black dengan metode grafik, 4) peserta didik menerapkan metode grafik dalam menyelesaikan problematika azaz black. Metode tersebut diterapkan pada 36 peserta didik kelas X IPA 1 SMA Negeri 2 Kebumen. Dari proses pembelajaran diperoleh simpulan bahwa kerangka berpikir, penalaran peserta didik secara terstuktur terbangun dengan baik, sehingga mudah untuk memahami dan menguasai materi azaz black dengan indikator peserta didik dapat mengerjakan problematika azaz back dengan benar. Most of the students still have difficulty to understand the Black's Principle teaching material. Authors apply the graph method of the relationship of Heat [Q kal] and Temperature [t oC] on the learning process to facilitate learners in mastering this material. The learning syntax includes; 1) learners, referring to Black's Principle material, 2) interactive discussion between learners and learners with the teacher, 3) teacher explains how to solve Black's Principle problems with the graphical method, 4) learners apply a graphical method in solving Black's Principle problems. The method is applied to 36 students of X IPA 1 class of SMA Negeri 2 Kebumen. From the learning process can be concluded that the frame of thinking, the student's structured reasoning is building up well, easy to understand and master the Black's Principle material with indicators learners can solve the Black's Principle problems correctly
Pengembangan Laboratorium Virtual Rangkaian RLC Seri berbasis LabVIEW untuk Pembelajaran Fisika SMA
Rangkaian RLC seri merupakan salah satu topik penting pada materi pelajaran listrik arus bolak-balik. Dalam topik ini terdapat fenomena resonansi rangkaian RLC, yang secara eksperimental memerlukan perangkat eksperimen cukup kompleks, sehingga tidak mudah untuk divisualisasikan fenomenanya dalam proses pembelajaran. Pada penelitian ini telah dikembangkan laboratorium virtual rangkaian RLC seri berbasis LabVIEW yang dapat digunakan untuk kegiatan eksperimen simulasi dalam mempelajari fenomena resonanasi rangkaian listrik. Menggunakan prosedur penelitian dan pengembangan, laboratorium virtual rangkaian RLC seri telah diujicobakan dan divalidasi. Hasil validasi masuk dalam kategori sangkat baik, sehingga laboratorium virtual RLC seri layak untuk digunakan dalam pembelajaran fisika SMA.Series RLC circuit is one of the important topics on the subject of the AC electric current. In this topic, there is a resonance phenomenon of RLC circuit, which experimentally requires a fairly complex experimental device, so it is not easy to visualize the phenomenon in the learning process. In this research has been developed a virtual laboratory series RLC circuit based on LabVIEW which can be used for simulation experiment in studying the phenomenon of resonance of electrical circuit. Using research and development procedures, the virtual laboratory series RLC circuit has been tested and validated. The validation results fall into very good categories, so the RLC virtual laboratory is feasible for use in high school physics learning
Kemampuan Pemecahan Masalah Materi Listrik Dinamis pada Pembelajaran Guided Inquiry Berbantuan PhET pada Mahasiswa S1 Pendidikan Fisika
Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan pemecahan masalah mahasiswa setelah dibelajarkan dengan pembelajaran guided inquiry berbantuan PhET. Penelitian ini menggunakan pendekatan mixed method dengan desain embeded eksperimental model. Subjek penelitian terdiri dari 35 mahasiswa pendidikan fisika Universitas Negeri Jambi yang sedang menempuh mata kuliah Fisika Dasar II. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan skor kemampuan pemecahan masalah mahasiswa setelah dibelajarkan dengan pembelajaran guided inquiry berbantuan PhET dengan N-gain dalam kategori sedang dan effect size dalam kategori kuat. Jika dilihat dari daya beda pretest dan posttest didapatkan nilai t sebesar 12,48 dengan signifikansi 0,000. Hasil ini menunjukkan kemampuan pemecahan masalah sebelum diajarkan dan setelah diajarkan guided inquiry berbantuan PhET berbeda secara signifikan dengan nilai posttest lebih baik dari pretest. The aim of this study is to know the ability of student's problem solving after studied with guided inquiry and PhET simulations. This study used mixed method with a design of the embedded experimental model to get result of research. The subjects are 35 students of physics education in Jambi University who learning basic physics. The result shows that scores of students problem-solving ability increase after learned with guided inquiry assisted PhET with N-Gain in the medium category and the effect size in the high category. If viewed from different pretest and posttest show t values 12,48 and 0,000 significance. These results indicate that skill of problem-solving before and after learned with collaborate guided inquiry and PhET significantly different with the value of posttest is better than the pretest
Rancang Bangun Alat Eksperimen Sederhana Gerak Proyektil
Menentukan gerak proyektil merupakan permasalahan penting dalam sejarah perkembangan ilmu mekanika. Gerak proyektil adalah gerak suatu benda yang diberi kecepatan awal, kemudian menempuh lintasan yang arahnya sepenuhnya dipengaruhi oleh percepatan gravitasi dan hambatan udara. Untuk mempermudah pemahaman peserta didik mengenai materi gerak proyektil, telah dibuat suatu alat eksperimen gerak proyektil sederhana. Diharapkan alat ini dapat digunakan sebagai media pembelajaran yang mudah diaplikasikan, ditiru dan terjangkau bagi pihak sekolah maupun lembaga pendidikan. Determining projectile motion is an important issue in the history of the development of mechanics. The motion of a projectile is the motion of an object given the initial velocity, then travels the path whose direction is completely influenced by the acceleration of gravity and air resistance. To facilitate students' understanding of projectile motion material, a simple projectile motion experiments tool has been developed. It is expected that this tool can be used as a learning media that is easy to apply, imitated and affordable for schools and educational institutions
Kemampuan Mahasiswa Pendidikan Fisika dalam Menyelesaikan Soal Ujian Nasional Fisika SMA Ditinjau dari Daerah Sekolah Asal
Tujuan dari penelitian ini adalah: (1) untuk mengetahui kemampuan mahasiswa dalam menyelesaikan soal UN mata pelajaran Fisika ditinjau dari asal SMA/MA, dan (2) untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan yang berarti antara mahasiswa yang asal SMA/MA yang berbeda dalam menyelesaikan soal UN mata pelajaran fisika. Penelitian ini dilakukan pada mahasiswa Prodi Pendidikan Fisika semester enam. Teknik analisis dilakukan menggunakan analisis deskriptif, sedangkan pengujian hipotesis menggunakan Rumus Kruskal-Wallis. Kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah: (1) Rerata skor kemampuan mahasiswa dalam menyelesaikan soal UN mata pelajaran fisika adalah 40,64, Jika ditinjau dari asal SMA/MA yang berada di Kota Jakarta adalah 50,31, di Kota Depok adalah 30,41; Kota Tangerang adalah 34,50; Kota Bekasi adalah 43,41; Kota Karawang adalah 42,50; di Kota Indonesia Timur adalah 37,00 dan di Kota Medan adalah 40,00 dan (2) Terdapat perbedaan yang signifikan antara ketujuh kelompok dalam hal menyelesaikan soal UN mata pelajaran Fisika tingkat SMA/MA. The purpose of this study was: (1) to know the ability of students to solve national examination problems of physics subjects in terms of the origin of schools (2) to know whether there is a significant difference between the students of different school in completing the national exam of subjects physics. Research subject is physics education program student at six semester. Analyzes were performed using descriptive analysis, hypothesis testing while using Kruskal-Wallis formula. Conclusions from the study are: (1) The average score of physical education student's ability to solve national examination problems of physics subjects is 40.64, in terms of the origin of Schools in Jakarta is 50.31; Depok is 30.41; Tangerang is 34.50; Bekasi is 43.41; Karawang is 42.50; City of East Indonesia is 37.00 dan Medan is 40.00 and (2) There is a difference significantly among the seven groups in completing the national examination on phyiscs subject