Jurnal Riset dan Kajian Pendidikan Fisika
Not a member yet
133 research outputs found
Sort by
Deskripsi keterampilan proses sains mahasiswa pendidikan fisika pada praktikum suhu dan kalor
Penelitian dilakukan untuk mendeskripsikan keterampilan proses sains mahasiswa pendidikan fisika Universitas Jambi setelah menggunakan penuntun praktikum Fisika Dasar II berbasis Keterampilan Proses Sains ada percobaan suhu dan kalor. Penelitian ini jenis kuantitatif. Penelitian ini mahasiswa yang diikutsertakan yaitu 91 orang. Lembar observasi keterampilan proses sains digunakan mengumpulkan data dan diperkuat dengan wawancara serta dokumentasi. Data dianalisis dengan statistik deskriptif. Hasil analisis memperlihatkan jika Keterampilan Proses Sains yang dapat dikuasai mahasiswa yaitu mengukur dan eksperimen. Hasil penelitian diharapkan menjadi pertimbangan bagi program studi fisika untuk melakukan studi terkait untuk mata kuliah praktikum lainnya. The research was conducted to find out the description about science process skill of physics education student of Jambi University on an experiment of temperature and heat. The research is quantitative research with the quasi-experimental method. This research takes 91 students as sample. Observation sheets are used to collect data and reinforced by interviews and documentation. Data were analyzed with descriptive statistics. The results of the analysis show that SPS that can be mastered by students is measuring and experimenting. The result of the study is expected to be the consideration to program and other faculties at Jambi University and other Universities to conduct related studies. Kata kunci: Keterampilan Proses Sains, Pendidikan Tinggi, Suhu dan Kalo
Efektivitas penggunaan alat peraga sederhana berbasis pendekatan sains teknologi masyarakat pada materi fluida statis
Berdasarkan hasil wawancara dan observasi langsung yang dilakukan oleh peneliti di program studi pendidikan fisika KH. A. Wahab Hasbullah, diketahui bahwa program studi tersebut belum memiliki alat peraga yang mampu membantu mahasiswa memperoleh pengalaman belajar secara langsung melalui praktikum sehingga hasil belajar yang diperoleh masih rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan efektivitas penggunaan alat peraga sederhana berbasis pendekatan sains teknologi masyarakat pada materi fluida statis. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan pra-eksperimen One Group Pretest-Posttest Design pada mahasiswa pendidikan fisika semester genap tahun ajaran 2017-2018. Teknik penumpulan data berupa lembar pengamatan RPP dan aktivitas, tes hasil belajar serta angket respon mahasiswa. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dengan menggunakan alat peraga sederhana berbasis pendekatan sains teknologi dan masyarakat pada materi fluida statis dapat efektif diterapkan pada mahasiswa. Hal ini dilihat dari hasil keterlaksanaan RPP yang berkategori baik, aktivitas mahasiswa yang dominan melakukan praktikum, hasil belajar mahasiswa rata-rata memiliki nilai 82, respon mahasiswa yang sangat baik terhadap penggunaan alat peraga sederhana fluida statis. Based on the results of interviews and direct observations made by researchers in the physics education program KH. A. Wahab Hasbullah, it is known that the study program does not have visual aids that are able to help the students gain direct learning experience through practicum so that the learning result obtained is still low. This study aims to describe the effectiveness of the use of simple visual aid based on the approach of community science technology on static fluid materials. The quantitative descriptive research method is used with a pre-experimental approach of One Group Pretest-Posttest Design on a physics education student second semester of the academic year 2017-2018. Data collection techniques are RPP observation sheets and activity, a test of learning result and student response questionnaire. Based on the results of research and discussion it can be concluded that learning by using simple visual aid based on science and technology approach of society on the static fluid material can be effectively applied to students. This is seen from the results of the implementation of RPP is categorized well, the student activity is dominant in practicum, student learning outcomes on average has a value of 82, excellent student response to the use of simple static fluid visual aid. Kata kunci: alat peraga sederhana, pendekatan sains teknologi masyarakat, fluida stati
Investigasi level miskonsepsi pada Hukum III Newton
Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran bentuk miskonsepsi dan seberapa tinggi miskonsepsi yang dimiliki oleh siswa kelas IX SMP Negeri di Pandeglang, Banten. Sampel yang dilibatkan dipilih secara purposive sampling dengan memilih responden yang telah mempelajari materi Hukum III Newton. Data penelitian yang diperoleh dianalisis secara deskriptif dan diolah untuk dikategorikan berdasarkan interval miskonsepsi. Instrumen yang dipakai dalam pengambilan data berupa tes diagnostik bertingkat tiga (three tier-tests) dan lembar konsepsi Hukum III Newton. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh responden mengalami miskonsepsi pada materi Hukum III Newton dengan rerata persentase 67.5 % (kategori sedang). Data ini menunjukkan bahwa lebih dari separuh siswa pada sekolah sampel di Kab. Pandeglang mengalami miskonsepsi pada Hukum III Newton. Diharapkan data ini menjadi dasar untuk peneliti selanjutnya agar mengatasi miskonsepsi serta menggali miskonsepsi Hukum I Newton maupun Hukum II Newton. This research aim is to give a clear description of misconception and the level of misconception on Newton Third Laws that was held by students (9th grade) in public junior high school in Pandeglang, Banten. The sample involved was chosen by purposive sampling from the student who has learned the Newton's Third Laws. Data was analyzed to be categorized based on the misconception interval descriptively. Instruments that used in this study was a three-tier data (three tier-tests) and the conception sheet. The results showed that all of the 9th-grade students (as the respondent in that school) were have the misconception of Newton's Third Laws (percentage of 67.5%; medium category). It is suggested to the next researchers to overcome these misconceptions or finding the other form of misconceptions from Newton's 2nd Laws and Newton's 1st Laws. Kata kunci: Miskonsepsi, level miskonsepsi, Hukum III Newto
Metode sinkronisasi : medan gravitasi, medan listrik dan medan magnet dalam proses pembelajaran fisika SMA
Dalam proses pembelajaran fisika tidak lepas dari fenomena alam dalam kehidupan sehari-hari. Kemampuan menghubungkan antar konsep dan daya ingat pesera didik dalam mempelajari konsep; medan gravitasi, medan listrik dan medan magnet rendah sehingga dalam menyelesaikan probelamatika fisika mengalami kendala dan berimbas pada hasil belajar fisika rendah. Untuk dapat mengatasi hal tersebut penulis memberikan solusi dalam pembelajaran yaitu menerapkan konsep berpikir metode sinkronisasi dalam pembelajaran dengan 3 tahapan berpikir; 1) analisis konsep, 2). menghubungkan antara konsep dasar secara komprehensip, dan 3) aplikatif, pada materi medan gravitasi, medan listrik dan medan magnet. Â Dengan konsep berpikir metode sinkronisasi dalam pembelajaran ketiga konsep tersebut peserta didik merasakan situasi belajar yang menyenangkan, mudah mengingat kembali, dan mampu menemukan hubungan berbagai hal dalam menyelesaikan problematika ketiga konsep dengan katagori soal HOTS. The Physics learning materials stated in syllabus are closely related with natural phenomena in everyday life. Those are interconnected one another. The students' ability to connect among the materials consept; gravitational field, electric field and magnetic field is inevitably needed for their better understanding of the materials. In fact, this is lour, and this results in their low achievement. To cope with this problem the writer sets forth the so called synchronization method, a way of thingking consisting three stages i.e; analysing the concept of the materials, connecting wholly among the materials, and applying both in the learning processes. The students' applying the syncronization method during learning processes they are eased at understanding the learning materials and easily recall the materials and funally they learn physic with fun. Besides they are able to solve physics problem in HOTS level. Kata kunci: sinkronisasi, medan gravitasi, medan listrik, medan magne
Analisis pemahaman konseptual mahasiswa pada materi kinematika partikel melalui tes diagnostik
Perkembangan pembelajaran pada saat ini terfokus pada pembelajaran student center. Peserta didik diberikan kesempatan untuk membangun pemahamannya terhadap konsep pelajaran yang diperoleh dari pendidik (sebagai fasilitator). Upaya mengatasi kesulitan dalam membangun pemahaman, mencapai ketuntasan dan mengurangi miskonsepsi peserta didik maka digunakan evaluasi pembelajaran melalui Tes Diagnostik. Tujuan penelitian ini yaitu a) mengetahui pemahaman konseptual mahasiswa dalam mengkaji konsep-konsep dasar kinematika partikel, dan b) mengetahui kesulitan pemahaman konseptual mahasiswa pada konsep dasar kinematika partikel. Jenis penelitian ini adalah Penelitian ini menggunakan model penelitian deskriptif eksploratif. Instrumen pengumpulan data menggunakan instrumen penilaian diagnostik Two-Tier. Peningkatan tersebut ditunjukkan melalui hasil rata-rata skor gain yang ternormalisasi sebesar 0,02. Hasil analisis data pemahaman konsep mahasiswa menggunakan instrumen tes diagnostik menunjukkan bahwa pemahaman konsep mahasiswa meningkat sebesar 2%. Hasil analisis data penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa mengalami miskonsepsi pada konsep kinematika partikel. Hal ini dikarenakan mahasiswa masih lemah dalam menganalisis suatu permasalahan melalui bentuk representasi. The development of learning at this time focused on student center learning. Learners are given the opportunity to build their understanding of the lesson concept learned from the educator (as the facilitator). Efforts to overcome difficulties in building understanding, achieve mastery and reduce the misconceptions of learners then used the evaluation of learning through the Diagnostic Test. The purposes of this research are: a) to know the conceptual understanding of students in studying basic concepts of particle kinematics, and b) to know the difficulties of conceptual understanding of students on the basic concept of particle kinematics. The type of this research is research use descriptive explorative research model. The data collection instrument uses a diagnostic evaluation instrument Two-Tier. The increase was shown through the average result of a normalized gain score of 0.02. The result of data analysis of student conceptual understanding using diagnostic test instrument showed that students concept comprehension increased by 2%. The results of data analysis showed that students have misconceptions on the concept of kinematics particles. This is because students are still weak in analyzing a problem through the form of representation. Kata kunci: kinematika partikel, miskonsepsi, pemahaman konseptual, tes diagnosti
Implementasi pendekatan pembelajaran STEM untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa SMA pada materi gelombang bunyi
Kualitas sumber daya manusia yang rendah dipengaruhi oleh kualitas pendidikan di Indonesia yang masih tergolong rendah, sehingga perlu diterapkan pembelajaran yang membantu siswa dalam meningkatkan kemampuan berpikirnya. Penelitian ini bertujuan mengetahui implementasi pendekatan pembelajaran STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa. Sampel penelitian ini adalah siswa kelas XI MIPA 1 dan XI MIPA 2 SMAN 13 Bandar Lampung tahun ajaran 2017/2018. Desain penelitian ini adalah The Non-Equivalent Pretest-Posttest Control Group Design. Data kemampuan berpikir kritis siswa dikumpulkan menggunakan instrumen tes kemampuan berpikir kritis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata N-gain pada kelas eksperimen sebesar 0,63 dan kelas kontrol sebesar 0,35 dengan kategori sedang. Secara keseluruhan implementasi pendekatan pembelajaran STEM mampu meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa. The low quality of human resources is influenced by the quality of education in Indonesia is still relatively low, so it needs to be applied learning that helps students improve their thinking ability. This study aims to determine the implementation of STEM learning approach to improve students' critical thinking skills. The sample of this research is the students of class XI MIPA 1 and XI MIPA 2 SMAN 13 Bandar Lampung academic year 2017/2018. The design of this study was The Non-Equivalent Pretest-Posttest Control Group Design. Students' critical thinking skills data were collected using critical critical thinking test instruments. The results showed that the average value of N-gain in the experimental class was 0.63 and control class was 0.35 in the medium category. Overall implementation of STEM learning approach can improve students' critical thinking ability. Kata kunci: Kemampuan berpikir kritis, Pendekatan STEM, Problem Based Learnin
Pengembangan tes kemampuan literasi sains pada materi momentum dan impuls dengan Analisis Item Response Theory (IRT)
Kemampuan literasi sains adalah suatu kemampuan yang memungkinkan seseorang untuk membuat suatu keputusan dengan pengetahuan konsep dan proses sains yang dimilikinya. Berbagai macam permasalahan yang terjadi di era globalisasi ini menuntut siswa untuk tidak hanya cakap dalam aspek kognitif tapi juga mampu memberi keputusan untuk memecahkan permasalahan, sehingga dapat dikatakan bahwa kemampuan literasi sains adalah kemampuan yang penting dan harus dimiliki siswa. Oleh karena itu, dibutuhkan instrumen untuk mengukur kemampuan literasi sains. hal inilah yang mendasari peneliti mengembangkan instrumen kemampuan literasi sains. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan dan mengetahui karakteristik tes kemampuan literasi sains fisika siswa SMA pada materi momentum dan impuls berdasarkan aspek literasi sains yang dikemukakan oleh Gormally. Metode penelitian yang diterapkan adalah penelitian dan pengembangan (Research and Development) yaitu metode penelitian yang digunakan untuk menghasilkan produk tertentu, dan menguji keefektifan produk tersebut. Sebelum diuji coba tes telah divalidasi oleh tiga orang validator dan menghasilkan kesimpulan bahwa tes cukup baik dan dapat diuji coba. Hasil analisis menggunakan Item Response Theory menunjukkan bahwa model 3PL adalah model yang sesuai dengan karakteristik tes. Sedangkan karakteristik tes yang meliputi daya pembeda, tingkat kesukaran, dan faktor tebakan termasuk dalam kategori baik. Science literacy skills is an ability that allows one to make a decision with the knowledge of the concepts and processes of science has. A wide variety of problems that occur in a globalized world requires students to not only proficient in cognitive but also able to make a decision to solve the problem, so it can be said that the ability of science literacy is an important capability and must be owned by the students. Therefore, the instrument is required to measure the ability of science literacy. This problem is underlying instrument researchers develop scientific literacy capabilities. The purpose of this research is to develop scientific literacy proficiency test for high school students on the physics material of momentum and impulse based on aspects of scientific literacy proposed by Gormally. The research method applied is research and development (Research and Development) which is the research methods used to produce a particular product and test the effectiveness of the product. Before tested, the test has been validated by a validator of three people and lead to the conclusion that the test quite well and can be tested. The result using analysis Item Response Theory shows that the model 3PL is a model match to the characteristics of the test. Whereas the characteristics of the test which includes distinguishing, level of difficulty and guess factors included in good categories. Kata kunci: Kemampuan Literasi Sains, Item Response Theory, Momentum dan Impul
Analisis penyimpangan konversi energi listrik menjadi kalor pada perangkat eksperimen Hukum Joule
Perubahan bentuk energi listrik menjadi kalor dikenal dengan Hukum Joule, yang menyatakan bahwa energi listrik dapat diubah menjadi energi panas. Penelitian ini bertujuan untuk mencari penyimpangan kalor yang dihasilkan dari energi listrik menggunakan perangkat eksperimen Hukum Joule. Pada penelitian ini air dipanaskan dalam kalorimeter, dengan arus, tegangan listrik dan waktu pemanasan dan pendinginan dibuat tetap. Hasil pengamatan menggunakan alat Joule meter menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara energi panas pada air 100 gram dengan nilai rata-rata energi panas 2736,72 J dan air 150 gram dengan nilai rata-rata energi panas 2651,04 J. Grafik antara energi panas terhadap energi listrik menunjukkan perbedaan gradien pada suhu 23,5 oC yaitu 0,91 untuk air 100 gram dan 0,99 untuk air 150 gram, sedangkan pada suhu 25,5 oC untuk air 100 gram dan 150 gram gradiennya adalah 0,99 dan 0,64. Hasil tersebut menunjukkan penyimpangan konversi energi listrik menjadi kalor pada perangkat eksperimen hukum Joule. The transformation of electrical energy into heat energy is known as Joule's Law, which states that electrical energy can be converted into heat energy. This study aims to find the distortion of heat generated by electrical energy using the Joule Law experiment device. In this study, water is heated in the calorimeter, with constant current, electric voltage and heating and cooling times. The result of observation using Joule meter shows significant difference between heat energy in 100 grams water with the average value of heat energy 2736.72 J and 150 grams water with the average value of heat energy 2651.04 J. The graph of heat energy towards electrical energy shows gradient difference at temperature 23.5 oC that is 0,91 for 100 grams water and 0,99 for 150 grams water, while at temperature 25.5 oC for 100 grams and 150 grams water the gradient are 0.99 and 0.64. The result of this study shows the deviation of the conversion of electrical energy into heat in the Joule law experiment device. Kata kunci: Hukum Joule, Kalor, Energi Listri