Jurnal Riset dan Kajian Pendidikan Fisika
Not a member yet
133 research outputs found
Sort by
Penerapan metode relaksasi Gauss-Seidel untuk menyelesaikan persamaan Schrödinger
Abstrak. Metode numerik, seperti metode finite difference, finite element dan Fourier, untuk menyelesaikan persamaan Schrodinger telah banyak digunakan sebelumnya. Metode finite difference time domain (FDTD) telah dikembangkan oleh Sudiarta dan Geldart (2007). Metode FDTD telah berhasil diaplikasikan untuk berbagai sistem kuantum, satu partikel ataupun lebih. Salah satu kelemahan metode FDTD adalah pada kasus tertentu seperti potensial kotak dan potensial osilator harmonik ditemukan iterasi FDTD lebih lambat menuju konvergen sehingga memerlukan waktu komputasi yang lebih lama. Untuk mengatasi hal tersebut, metode relaksasi Gauss-Seidel digunakan. Pada paper ini, metode relaksasi diaplikasikan untuk menyelesaikan persamaan Schrodinger satu partikel pada berbagai potensial.Kata kunci: persamaan Schrodinger, metode relaksasi Gauss-Seidel, metode FDTD Abstract. Numerical methods, such as finite difference, finite element and Fourier methods to solve the Schrodinger equation have been used previously. The finite difference time domain (FDTD) method has been developed by Sudiarta and Geldart (2007). The FDTD method has been successfully applied to various quantum systems, for one particle or more. One of the weaknesses of the FDTD method is that in certain cases such as the box potential and harmonic oscillator it has been found that FDTD iterations are slower to converge and thus require longer computation time. To overcome this, the relaxation Gauss-Seidel method can be used. In this paper, the relaxation method was applied to solve the Schrodinger equation for one particle in various potential wells.Keywords: Schrodinger equation, relaxation Gauss-Seidel method, FDTD metho
Pengaruh quantum teaching metode PQ4R berdasarkan keragaman kecerdasan terhadap hasil belajar fisika
Pembelajaran dengan quantum teaching metode PQ4R didasarkan pada keragaman kecerdasan (Multiple Intelegence) siswa dapat meningkatkan hasil belajar fisika siswa. Selain itu, quantum teaching juga berpengaruh dalam membantu retensi dan transfer belajar siswa, membantu siswa dalam pemahaman diri, dan memberikan umpan balik tentang efektivitas pengajaran. Untuk melihat pengaruh penerapan quantum teaching metode PQ4R (preview, question, read, reflect, recite, review) dalam meningkatkan hasil belajar fisika siswa, maka diterapkan metode lain yang dijadikan sebagai pembanding yakni PQRST (preview, question, read, summarized, test). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan hasil belajar fisika antara siswa yang diajar dengan menggunakan quantum teaching metode PQ4R yang didasarkan pada keragaman kecerdasan dengan siswa yang diajar menggunakan metode PQRST. Sampel dalam penelitian ini terdiri dari dua kelas dengan masing-masing 27 siswa. Desain penelitian yang digunakan adalah Pretest-Postest Design. Instrumen yang digunakan adalah perangkat pembelajaran dan soal tes hasil belajar berupa soal pilihan ganda. Hipotesis penelitian ini yakni ada perbedaan hasil belajar antara siswa yang diajar menggunakan Quantum Teaching metode PQ4R berdasarkan keragaman kecerdasan (multiple intelligence) dengan menggunakan metode PQRST Analisis statistik menggunakan uji t, dengan satu pihak untuk uji hipotesis. Dari hasil analisis data diketahui bahwa hasil belajar fisika siswa yang diajar dengan Metode PQ4R berdasarkan keragaman kecerdasan lebih tinggi daripada hasil belajar fisika siswa yang diajar dengan metode PQRST.Teach by using Quantum Teaching with PQ4R method based on Multiple Intelegence can increase the study result of student's physic learning. Except that, Quantum Teaching can help the students in retention, process of transferring, self-understanding, and responding about effectiveness of teaching. Goal of this research is to know if there are some differences of physics study result between, students given Quantum Teaching with PQ4R method based on multiple intelegence in each class meeting, with students given PQRST method. Sample of this research consists of two classes that are, kelas XA as experimental class involving 27 students and kelas XB as control class involving 27 students using Control Group Pretest-Postest Design. Instruments are syllabus, learn planning, and test of study result. Statistic analysis uses t test, by testing two groups for the first hypothesis and testing another for the next hypothesis. From the data analysis recognized that students physic study result taught by giving Quantum Teaching with PQ4R method based on multiple intelegence is higher then students physic study result taught by PQRST method. Kata kunci: Quantum teaching, PQ4R, Study resul
Pengembangan bahan ajar fisika SMA berbasis masalah menggunakan android untuk meningkatkan kemampuan evaluasi peserta didik
Penelitian dan pengembangan bahan ajar Fisika berbasis masalah menggunakan aplikasi eXe-Learning dan Android ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan dan peningkatan kemampuan mengevaluasi peserta didik pada pembelajaran Fisika. Model pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah model ADDIE. Sebagai subyek penelitian adalah peserta didik kelas X SMA Negeri 7 Purworejo. Instrumen berupa lembar keterlaksanaan pembelajaran, lembar validasi produk, lembar observasi kemamampuan mengevaluasi, angket respon peserta didik, dan tes hasil belajar. Berdasarkan analisis data diperoleh: validasi kelayakan bahan ajar oleh dosen ahli dan guru Fisika memperoleh skor 3,44 dalam kategori cukup baik, sedangkan uji reliabilitas menunjukkan percentage agreement sebesar 89,52%, (reliabel); hasil uji kemampuan peserta didik dalam mengevaluasi selama proses pembelajaran diperoleh N-gain 0,359 pada kategori peningkatan sedang. Dapat disimpulkan bahwa bahan ajar Fisika SMA berbasis masalah menggunakaan Android layak dan dapat digunakan sebagai alternatif bahan ajar Fisika.The research and development of problem-based Physics teaching materials using the eXe-Learning and Android application aims to determine the feasibility and improve the students ability to evaluate in learning Physics. This study refers to the ADDIE development model. As the subject of the study were students of class X of SMA Negeri 7 Purworejo. The instruments used in the study were learning implementation sheets, product validation sheets, observation sheets for the ability to evaluate, student questionnaire responses, and learning outcome tests. Based on the data analysis of the study obtained: the feasibility validation of teaching materials by expert lecturers and Physics teachers scored 3.44 in the fairly good category, while reliability testing showed a percentage agreement of 89.52%, (reliable); the test results of students' ability in evaluating during the learning process obtained N-gain 0.359 on the medium improvement category. It can be concluded that the High School Physics teaching materials based on problems use Android appropriately and can be used as an alternative to Physics teaching materials. Kata kunci: Bahan ajar, eXe-Learning, berbasis masalah, kemampuan mengevaluas
Desain kuis pembelajaran fisika berbasis teknologi pada materi hukum gravitasi universal
Penelitian ini bertujuan mengembangkan kuis pembelajaran fisika berbasis teknologi pada materi hukum gravitasi universal. Pengembangan kuis pembelajaran fisika menggunakan model 4-D. Hasil validasi menunjukkan bahwa media pembelajaran telah valid dan layak untuk diujicobakan. Berdasarkan hasil analisis dari persepsi responden (N=33), media yang dikembangkan sudah praktis dan bisa digunakan sebagai media belajar responden. Penelitian lanjutan diharapkan dapat menguji keefektifan penggunaan media pembelajaran berbasis teknologi yang telah dikembangkan dan mengembangkan media berbasis teknologi pada materi lainnya.This study purpose to develop technology-based learning quiz in the universal gravity law topic. The Development of this quiz on physics learning using 4-D model. The validation results show that the learning media is valid and feasible to be tested. Based on results of analysis perceptions of respondents (N = 33), obtained that the media developed is practical and can be used as a medium for student learning. Further research is expected to be able to test the effectiveness of the use of technology-based learning media that have been developed and develop technology-based media on other topic.Kata kunci: media pembelajaran, teknologi, hukum gravitasi universa
Analisis penerapan strategi pembelajaran ekspositori terhadap prestasi belajar fisika ditinjau dari gaya belajar siswa
Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan dan mengungkapkan pembelajaran ekspositori terhadap prestasi belajar fisika siswa ditinjau dari gaya belajar. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan memaparkan, menuliskan, dan melaporkan keadaan suatu objek atau peristiwa apa adanya. Data dalam penelitian diperoleh melalui kuisioner, observasi, wawancara, dokumentasi, dan pustaka yang selanjutnya dilakukan triangulasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah menurut Miles dan Hubermen, yaitu: reduksi data, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pemebelajaran ekspositori yang diterapkan dalam pemebelajaran fisika yang terdiri dari siswa dengan gaya belajar heterogen, yaitu: visual sebanyak 28,33% siswa, auditorial sebanyak 35% siswa, dan kinestetik sebanyak 36,67 % dinyatakan tidak berhasil karena hanya 3,33% siswa yang tuntas belajar.This study aims to describe and explore the expository learning on physics learning achievement reviewed of students' learning styles. This type of research is descriptive qualitative by describing, writing, and reporting the state of an object or event as it is. The data in the study were obtained through questionnaires, observations, interviews, documentation, and literature review which were then triangulated. The data analysis technique have used Miles and Hubermen, namely: data reduction, presentation, and conclusion. The results showed that expository learning strategies applied in physics learning consisted of students with heterogeneous learning styles, namely: visual as much as 28.33% students, auditory as much as 35% students, and kinesthetic as much as 36.67% were declared unsuccessful because only 3.3% of students have completed learning. Kata kunci: strategi pembelajaran ekspositori, pretasi belajar, dan gaya belaja
Pengembangan bahan ajar eksperimen fisika berbasis video based laboratory menggunakan wahana permainan taman kanak-kanak pada materi mekanika
Pada umumnya dalam pembelajaran fisika lebih baik belajar memahami dari pada menghafal konsep-konsep karena bukan hanya teori saja akan tetapi juga ada eksperimen yang dilakukan untuk membantu siswa dalam memahami materi yang diberikan guru di kelas. Pada penelitian ini dibuat bahan ajar yang membuktikan bahwa penerapan fisika dalam kehidupan sehari-hari akan terbukti secara nyata dengan langkah-langkah eksperimen berbasis Video Based Laboratory. Langkah ini membantu siswa dalam memahami proses pembelajaran di kelas mengenai pokok bahasan mekanika gerak. Metode yang digunakan adalah Research and Development dengan model 4-D terdiri dari empat langkah yaitu pendefinisian (define), perencanaan (design), pengembangan (develop), dan penyebarluasan (Disseminate). Produk yang dikembangkan telah diujikan pada siswa kelas XI di SMA Negeri 5 Yogyakarta, dengan instrumen berupa angket kelayakan. Hasil penelitian pengembangan bahan ajar berupa buku panduan eksperimen fisika berbasis video based laboratory menggunakan wahana taman kanak-kanak dan CD sebagai bahan eksperimen mendapat penilaian dari validator ahli materi 88%, validator ahli media sebesar 83,6%, dan hasil uji lapangan terhadap siswa 83,79%. Berdasarkan hasil tersebut, bahan ajar yang dikembangkan dikategorikan sangat layak untuk digunakan sebagai bahan ajar.In most cases, it is to understand than memorize in physics learning. It is because not only a theory but also an experiment to help students understanding the subject given by the teacher. For this research, it uses a teaching content that proves the application of physics in daily life will be proven visibly through experiment steps based Video based laboratory. This step helps the student to understand the process of learning about the chapter on motion mechanics. The method of this research is RND with 4-D model. The 4-D model consists of 4 steps, those are define, design, develop, disseminate. The product that will be developed has been tested by the students in the 12 grade in SMAN 5 Yogyakarta with feasibility questionnaire. The experimental result of the developing teaching content is physics experiment guidebook based video-based laboratory using kindergarten's playground and CD as experimental material to get a rating from the validator. It gets 88% from a content expert validator, 83,6% from a media expert validator, the field test result for student get 83,79%. Based on the result, the teaching content that has been developed is categorized as very decent to be used as a teaching content Kata kunci: Bahan Ajar, Mekanika, Video Based Laborator
Penerapan model advance organizer menggunakan Macromedia Flash untuk meningkatkan pemahanan konsep Siswa SMA Negeri 3 Bireuen
Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman konsep siswa SMA 3 Bireuen pada materi fluida. Penelitian ini dilakukan menggunakan pendekatan kuantitatif, jenis penelitian quasi eksperimen. Teknik pengambilan sampel menggunakan cluster random sampling, terpilih dua kelas sebagai kelas eksperimen dan kontrol. Sampel penelitian terdiri dari 2 kelas yang dipilih secara acak dengan teknik cluster random sampling. Desain penelitian menggunakan desain two group pretes-postes design. Hasil penelitian ini adalah: model pembelajaran advance organizer menggunakan macromedia flash dapat meningkatkan pemahaman konsep siswa sehingga hasil belajar siswa meningkat. Hal ini dibuktikan dengan data analisis siswa perolehan nilai rata-rata posttest kelas kontrol adalah 73,33 dan nilai rata-rata posttest kelas eksperimen adalah 80,00. Hal ini menunjukkan bahwa pemahaman konsep siswa terjadi peningkatan dengan model advance organizer menggunakan Macromedia Flash.Kata kunci: Advance Organizer, Macromedia Flash, Pemahaman Konsep Abstract. This study aims to improve the understanding of the concept of Bireuen 3 High School students on fluid material. This research was conducted using a quantitative approach, a quasi-experimental type of research. The sampling technique uses cluster random sampling, two classes are selected as the experimental and control classes. The research sample consisted of 2 classes chosen randomly by cluster random sampling technique. The research design uses two group pretest-posttest design. The results of this study are: advance organizer learning models using macromedia flash can improve student understanding of concepts so that student learning outcomes improve. This is evidenced by the students' analysis of the acquisition of the average value of the posttest score of the control class is 73.33 and the average posttest score of the experimental class is 80,00. This shows that the understanding of student concepts has increased with the advanced organizer model using Macromedia FlashKeywords: Advanced Organizer, Macromedia Flash, Understanding Concept
Penentuan ketinggian dan kecepatan minimum benda pada track melingkar vertikal
Tujuan dari penelitian adalah untuk menentukan ketinggian dan kecepatan minimum benda pada track melingkar vertikal sehingga benda tidak terjatuh, seperti yang terjadi pada gerakan Roller Coaster. Penelitian ini menggunakan alat peraga sederhana yang dibuat semirip mungkin dengan track Roller Coaster untuk membuat simulasi gerak yang terjadi. Gerak benda yang terjadi dianalisis menggunakan software tracker, dan menggunakan perhitungan manual dengan menggunakan persamaan-persamaan yang berlaku pada gerak benda yang terjadi. Data yang diperoleh dari hasil perhitungan manual didapat bahwa agar benda dapat melintasi track tanpa terjatuh kecepatan minimal benda yang harus dicapai adalah 1,21 m/s dan ketinggian minimal benda yang harus dipenuhi menurut hasil perhitungan manual adalah 2,5 kali dari jari jari lintasan melingkar (2,5R). Untuk kasus ini karena jari-jari lintasan melingkar adalah 15 cm/0,15 m maka ketinggian minimal adalah 37,5 cm atau 0,375 m. Berdasarkan hasil percobaan menggunakan alat peraga, ketinggian benda agar tidak terjatuh dari lintasan adalah 50 cm dan analisis menggunakan software tracker didapat bahwa kecepatan benda ketika bergerak pada lintasan adalah 2,26 m/s juga hasil perhitungan manual kecepatan benda pada saat dilintasan adalah 2,31 m/s. Dari hasil kedua perhitungan tersebut dapat kita simpulkan bahwa persamaan-persamaan yang digunakan untuk mencari ketinggian dan kecepatan benda pada track melingkar vertikal sudah sesuai, karena kecepatan yang didapat dari hasil perhitungan mendukung hasil dari alat peraga. The purpose of this study is to determine the height and minimum speed of the object on the vertical circular track so that objects do not fall, as happened in the Roller Coaster movement. This study uses simple props made as closely as possible with the Roller Coaster track to make the simulation of motion taking place. The motion of objects that occur is analyzed using the tracker software and using manual calculations using equations that apply to the motion of objects that occur. The data obtained from the results of manual calculations found that for objects to cross the track without falling, the minimum speed of the object to be achieved is 1.21 m/s and the minimum height of the object according to the results of manual calculations is 2.5 times of the radius of circular trajectory (2.5R), for this case because the radius of the circular path is 15 cm / 0.15 m then the minimum height is 37.5 cm or 0.375 m. Based on experimental results using props, the height of the object in order not to fall from the track is 50 cm and analysis using the tracker software found that the velocity of objects when moving on the track is 2.26 m/s and also the result of manual calculation of the velocity of the object at that time is 2.31 m/s. From the result of both calculations can be concluded that the equations used to find the height and velocity of the object on the vertical circular track are appropriate, since the speed obtained from the calculation supports the results of props showing the object passing through the path without falling over the limit minimums that have been taken into account. Kata kunci: Gerak Melingkar, Roller coaster,Tracker, alat perag
Pengembangan instrumen penilaian kinerja peserta didik berbasis pendekatan saintifik pada praktikum pengukuran kelas X SMA
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan instrumen penilaian kinerja berbasis pendekatan saintifik pada materi pengukuran kelas X SMA untuk mengukur kinerja yang valid dan reliabel. Penelitian ini menggunakan penelitian pengembangan Borg dan Gall. Penelitian ini dilakukan di Universitas Negeri Jakarta pada bulan Agustus - November 2017. Tahap uji coba ke peserta didik dilakukan di Kelas X SMAN 73 Jakarta. Penelitian ini menggunakan adalah jenis research and development, studi pengembangan yang dilakukan mengadopsi siklus Borg dan Gall, dengan tahapan studi literature (Research and information collecting), perencanaan (Planning), Pengembangan produk awal (Develop preliminary form of product), Uji coba lapangan skala terbatas (Preliminary field testing), revisi produk (Main product revision), Uji Coba Skala utama (Main field testing), Penyempurnaan hasil uji coba skala utama (Operational product revision). Uji validasi produk (Operational field testing), melakukan revisi akhir (Final product revision) dan Penyebarluasan produk yang dikembangkan (Dissemination and implementation ). Instrumen diujikan secara terbatas pada peserta didik kelas X SMA N 73 Jakarta, hasil uji validitas butir dari 57 butir menjadi 48 butir yang valid. Uji Reliabilitas menggunakan Alpha Crobach. Hasil r hitung 0,864 dimana r tabel 0,334, berdasarkan hasil penelitian instrumen penilaian kinerja berbasis saintifik dapat mengukur kinerja pada kegiatan pembelajaran fisika materi pengukuran. This study aims to develop student performance appraisal instruments based on the scientific approach of student performance on high school physics measurement material for a valid and reliable result. This study uses research and development of Borg and Gall. It was conducted at the Jakarta State University in August - November 2017. In the testing phase to the students conducted in X Class of 73 Jakarta Senior High School. It uses the type of research and development, the development studies were conducted using the Borg and Gall cycles, with phase of literature study research and information collecting, planning, develop preliminary form of product, preliminary field testing, main product revision, main field testing, operational product revision, operational field testing, final product revision and dissemination and implementation. The instrument is tested on a limited basis for students of grade X of 73 Jakarta Senior High School, the results of the analysis of the instrument that has been tested its validity have decreased the number of grains from 57 to 48 items valid. While the reliability test using Alpha Cronbach. From the calculation obtained r count 0,864 with r table 0,334, from the results of this study can be concluded that the instruments based on scientific performance appraisal meet the requirements and feasible to be used as an instrument of performance appraisal on the learning activity of physics measurement material. Kata kunci: performance appraisal instrument, scientific approach, borg and gall development mode
Pengembangan modul fisika berbasis inkuiri terbimbing untuk meningkatkan kemampuan berpikir kreatif siswa pada materi listrik dinamis
Penelitian ini bertujuan: (1) mengetahui desain rancangan modul pembelajaran fisika berbasis inkuiri terbimbing untuk meningkatkan kemampuan berpikir kreatif siswa, (2) mengetahui kelayakan modul pembelajaran fisika berbasis inkuiri terbimbing (3) mengetahui implementasi modul fisika berbasis inkuiri terbimbing dapat meningkatkan kemampuan berpikir kreatif siswa. Jenis penelitian ini adalah Research and Development (R&D) yang mengacu pada model 4D dengan tahap: define, design, develop, dan disseminate. Analisis hasil angket, validasi, dan observasi dianalisis dengan metode diskriptif-kualitatif berdasarkan skor kriteria, sedangkan uji coba lapangan menggunakan one group pretest-posttes design. Data kemampuan berpikir kreatif dihitung dengan gain ternormalisasi dan diuji dengan uji t dua sampel berpasangan. Hasil penelitian menunjukkan: (1) pengembangan modul pembelajaran berbasis inkuiri terbimbing didesain dengan tahapan pembelajaran: merumuskan masalah, merumuskan hipotesis, mengumpulkan data, menguji hipotesis, dan merumuskan kesimpulan untuk meningkatkan kemampuan berfikir kreatif siswa, (2) modul memenuhi kriteria layak dari hasil validasi materi, media, praktisi pendidikan dan teman sejawat, (3) implementasi modul fisika berbasis inkuiri terbimbing efektif digunakan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kreatif siswa berdasarkan pengujian lapangan di SMA PIRI 1 Yogyakarta. These research aims are: (1) to know the design of guided inquiry-based physics module can improve students' creative thinking ability, (2) to know the feasibility of guided inquiry-based physics learning module, (3) to know the implementation of guided inquiry-based physics module can improve students' creative thinking ability. Research and Development Research Method (R & D) with reference to 4D Thiagarajan model with stages: define, design, develop, and disseminate. The questionnaire, validation, and observation analyzes were analyzed by a descriptive-qualitative method based on criteria scores, while field trials used one group pretest-posttest design. The data of creative thinking ability was calculated with normalized gain and tested by paired sample t-test. Conclusions: (1) the development of guided inquiry-based learning modules designed with learning stages: formulating problems, formulating hypotheses, collecting data, testing hypotheses, and formulating conclusions to improve students' creative thinking ability; (2) the module meets the eligible criteria of material validation results, media, education practitioners and peers, (3) the implementation of guided inquiry-based physics module effectively used to improve students' creative thinking ability based on field testing in SMA PIRI 1 Yogyakarta. Kata kunci: inkuiri terbimbing, berpikir kreatif, listrik dinami