library.iaimnumetrolampung.ac.id
Not a member yet
    12413 research outputs found

    Komitmen Nasionalisme Ulama Ahlussunnah Wal Jamaah

    No full text
    ilus, x, 160 hlm, 21 cm

    PENANAMAN NILAI-NILAI AGAMA SEBAGAI UPAYAPEMBEKALAN DALAM BERJUANG DIMASYARAKAT( STUDY PADA PONDOK PESANTREN DARUL ULUMSEPUTIH BANYAK).TAHUN AJARAN 2021

    No full text
    NILAI-NILAI AGAMA SEBAGAI UPAYA PEMBEKALANDALAM BERJUANG DIMASYARAKAT ( STUDY PADA PONDOKPESANTREN DARUL ULUM SEPUTIH BANYAK). TAHUN 2021Oleh:Ikhsan AmirNPM. 171210102Tujuan diadakan penelitian ini adalah untuk mengetahui internalisasinilai-nilai keagamaan dan efektivitasnya melalui pembiasaan praktik ibadahuntuk meningkatkan ketaatan dan upaya pembekalan dimasyarakat PondokPesantren Darul Ulum Seputih Banyak Lampung Tengah Tahun Pelajaran2020/2021. Manfaat penelitian ini adalah sebagai pengembangan wawasanmengenai pengaruh penanaman nilai nilai agama sebagai upaya pembekalanberjuang dimasyarakat. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (fieldresearch).Peneliti ini menggunakan metode deskriptif kualitatif denganpendekatan cara berfikir induktif. Sumber data primer dalam penelitian iniadalah ustadz dan santri Penanaman Nilai-Nilai Agama Sebagai UpayaPembekalan Dalam Berjuang Dimasyarakat ( Study Pada Pondok PesantrenDarul Ulum Seputih Banyak).Hasil dari penelitian ini adalah Internalisasi nilai-nilai keagamaan yangdilakukan di Pondok Pesantren Darul Ulum Seputih Banyak dalammeningkatkan ketaatan dan upaya pembekalan dimasyarakat, di antaranyakegiatan khitobah, pembacaan al-barjanji yasinan. Internalisasi nilai-nilaikeagamaan di Pondok Pesantren Darul Ulum Seputih Banyak sangat efektifdalam meningkatkan ketaatan dan upaya pembekalan dimasyarakat khususnyasantri.Kata Kunci: Penanaman, Nilai-Nilai Agama, Pembekalan BerjuangDimasyaraka

    PERCERAIAN DENGAN ALASAN ISTRI SEBAGAI TKW PERSPEKTIF HUKUM ISLAM DAN UU NO. 1 TAHUN 1974 TENTANG PERKAWINAN(Studi Di Desa Mataram Marga Kec. Sukadana Kab. Lampung Timur)

    No full text
    PERCERAIAN DENGAN ALASAN ISTRI SEBAGAI TKW PERSPEKTIF HUKUM ISLAM DAN UU NO. 1 TAHUN 1974 TENTANG PERKAWINAN(Studi Di Desa Mataram Marga Kec. Sukadana Kab. Lampung Timur)ABSTRAKTujuan suatu pernikahan tidak lain adalah membina rumah tangga yang harmonis dan bahagia. Rumah tangga yang harmonis dan bahagia dapat dikatakan sebagai rumah tangga yang ideal. Desa Mataram Marga Kec. Sukadana Kab. Lampung Timur, memiliki mayoritas penduduk yang beragama Islam, serta sebagian besar berprofesi sebagai petani. Keadaan sosial keagamaan di Desa Mataram Marga tergolong baik. Namun kenyataannya yang terjadi di Desa Mataram Marga Kec. Sukadana Kab. Lampung Timur, banyak terjadi perceraian yang diakibatkan oleh istri yang menjadi TKW di luar negeri, oleh sebab itu muncullah beberapa masalah dalam keluarga.Penelitian ini adalah penelitian lapangan. Sesuai dengan judul yang peneliti angkat, maka penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Sumber data ada tiga yaitu primer, sekunder dan tersier. Metode pengumpulan data yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Sedangkan analisis data menggunakan metode deduktif. Teknik yang digunakan untuk menetukan keabsahan data dalam penelitian ini yaitu: Triangulasi.Berdasarkan data yang penulis peroleh, serta analisis data yang penulis lakukan, maka dapat disimpulkan bahwa: Istri yang bekerja menjadi TKW di luar negeri dapat memberikan dampak terhadap kelangsungan keluarga sehingga menyebabkan terjadinya perceraian dalam keluarga. Perceraian dengan alasan istri sebagai TKW dengan beberapa faktor penyebab terjadinya perceraian tersebut diantaranya faktor perselingkuhan, faktor ekonomi kurang stabil, faktor ketidak keharmonisan dan faktor tidak ada tanggung jawab yang terjadi di Desa Mataram Marga dapat dikatakan secara hukum Islam alasan tersebut tetap diperbolehkan. Akan tetapi Allah sangat membenci perbuatan perceraian walaupun secara syariah Islam diperbolehkan. Sedangkan Perceraian dengan alasan istri sebagai TKW dengan beberapa faktor penyebab diantaranya faktor perselingkuhan, faktor ekonomi kurang stabil, faktor ketidak keharmonisan dan faktor tidak ada tanggung jawab sesuai dengan ketentuan UU No. 1 Tahun 1974 tentang perkawinan.Kata Kunci: Perceraian, Alasan Istri sebagai TKW, Hukum Islam, UU No. 1 Tahun 197

    NILAI - NILAI IBADAH YANG TERKANDUNG PADA PANCASILA PRESPEKTIF PENDIDIKANAGAMA ISLAM

    No full text
    ABSTRAKNILAI - NILAI IBADAH YANG TERKANDUNG PADA PANCASILA PRESPEKTIF PENDIDIKAN AGAM ISLAMPancasila sebagai dasar negara merupakan harga mati bagi bangsa dan negara Indonesia yang telah disepakati oleh para pendiri Negara Kesatuan Republik Indonesia. Pancasila sebagai dasar negara yang terkandung dalam pembukaan UUD 1945 (Philosophiche Grondslag) itu diubah menjadi Pilar maka ini sama halnya dengan mengubah dan membubarkan negara proklamasi 1945. Penelitian ini disusun berdasarkan adanya fenomena yang menunjukkan banyaknya permasalahan yang saat ini dihadapi oleh sistem . Salah satunya adalah terjadinya degradasi nilai-nilai pendidikan agama islam yang terkandung dalam pancasiala pada pemersatu pancasila.Berdasarkan batasan masalah, maka masalah dapat dirumuskan sebagai berikut : Bagaimana Nilai - Nilai Ibadah Yang Terkandung Pada Pancasila Prespektif Pendidikan Agam Islam? dan Tujuan Penelitian Skripsi ini adalah Untuk Mengetahui Pancasila Sebagai Media Pemersatu Bangsa Dan Relevansinya Dengan Nilai- Nilai Pendidikan Agama Islam. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Sumber data primer diambil buku pancasila dan buku Tentang ibadah , sumber sekundernya diambil dari buku-buku lain, jurnal, artikel dan lain sebagainya yang berhubungan dan relevan dengan penelitian. Adapun teknis analisis data menggunakan metode deskriptif dan content analysis.Analiasa penelitian ini Nilai - Nilai Ibadah Yang Terkandung Pada Pancasila Prespektif Pendidikan Agam Islam berjumlah lima begitupun pancasila. Kedua, dari segi makna yaitu : Ketuhanan Yang Maha Esa, sila ini kerat kaitannya dengan nilai pendidikan Agama Islam yang pertama yaitu syahadat. Kemanusiaan yang adil dan beradab sila kedua pancasila,relevansinya dengan nilai pendidikan Agama Islam kedua yaitu shalat. Shalat adalah sebuah media untuk mencegah perbuatan yang tidak terpuji, sebagai mana yang difirmankan oleh Allah bahwa shalat itu mencegah perbuatan keji dan mungkar.Pemersatu Indonesia yang artinya seluruh elemen rakyat yang ada di indonesia yang terdiri dari berbagai macam suku dan adat bersatu dan membentuk kesatuan dalam wadah bangsa indonesia. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia. Nilai pendidikan Agama Islam , terdapat yang namanya haji.Kata Kunci: Nilai - Nilai Ibadah , Pancasil

    MOTIVASI WALI SANTRI DALAM MEMILIH PONDOKPESANTREN DARUL ULUM SEPUTIH BANYAKSEBAGAI PENDIDIKAN ANAK

    No full text
    ABSTRAKMOTIVASI WALI SANTRI DALAM MEMILIH PONDOKPESANTREN DARUL ULUM SEPUTIH BANYAKSEBAGAI PENDIDIKAN ANAKOleh:ARIF MUSTHOFANPM. 171210011Semua pihak yang berkepentingan dengan dunia pendidikan tentumengharap setiap anak dapat mencapai hasil yang sebaik-baiknya sesuai dengankemampuan masing-masing. Tetapi dalam kenyataannya, tidak semua anak dapatmencapai hasil sesuai yang diharapkan. Tujuan penelitian ini adalah untukmengetahui motivasi wali santri memilih Pondok Pesantren Darul Ulum SeputihBanyak sebagai pendidikan anak.Jenis penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research)berkaitan dengan motivasi wali santri dalam memilih Pondok Pesantren sebagaipendidikan anak. Peneliti dalam mengumpulkan data-data yang diperlukansebagai sumber informasi, menggunakan teknik observasi, wawancara dandokumentasi. Dari data yang diperoleh, kemudian dikumpulkan dan diolah agardapat ditarik suatu kesimpulan.Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa motivasi orangtuamemilih pendidikan untuk anak di pondok pesantren Darul Ulum Seputih Banyakkarena mereka perilaku santri yang sering berbaur dengan masyarakat dengantetap menjaga sopan santun, menghormati orang yang lebih tua, bertutur kata yangbaik menjadikan masyarakat sekitar sadar akan pentingnya pendidikan yangmemiliki latar belakang pesantren. Selain itu, loyalitas pesantren dan caraberinteraksi dengan masyarakat merupakan suatu nilai plus dan menimbulkanasumsi positif bagi masyarakat bahwa pondok pesantren tidak hanya mengajarkansantrinya untuk mengaji, akan tetapi bagaimana bersosialisasi yang baik denganmasyarakat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui motivasi wali santrimemilih Pondok Pesantren Darul Ulum Seputih Banyak sebagai pendidikan anak.Kata Kunci : Motivasi Walisantri Memilik Pesantren & Pendidikan Ana

    No full text

    INTERNALISASI NILAI-NILAI AKHLAK DALAM PEMBELAJARAN PONDOK PESANTREN(Studi di Pondok Pesantren Roudhoturridwan Sekampung Lampung Timur)

    No full text
    INTERNALISASI NILAI-NILAI AKHLAK DALAM PEMBELAJARAN PONDOK PESANTREN(Studi di Pondok Pesantren Roudhoturridwan Sekampung Lampung Timur)Oleh: SuparnoAbstrakPenelitian ini bertujuan untuk: 1) Memahami dan mendeskripsikan pembelajaran akhlak di pondok pesantren Roudhoturridwan, dengan merujuk pada kegiatan pembelajaran akhlak. 2) Mejelaskan internalisasi nilai-nilai karakter dalam pembelajaran akhlak di pondok pesantren Roudhoturridwan Sekampung Lampung Timur. Permasalahan tersebut dibahas melalui studi lapangan yang dilakukan di pondok pesantren Roudhoturridwan Sekampung Lampung Timur, dalam rumusan masalah dalam penelitian ini adalah 1) Bagaimana internalisasi nilai-nilai akhlak di pondok pesantren Roudhoturridwan Sekampung Lampung Timur 2) bagaimana Pembelajaran Akhlak Pondok Pesantren Roudhoturridwan Sekampung Lampung Timur.Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang menggunakan metode analisis deskrptif dengan menggunakan data primer dan sekunder yang diperoleh melalui observasi, wawancara dan telaah dokumentasi.Kajian ini menghasilkan temuan: 1) Internalisasi Nilai-nilai akhlak di pondok pesantren dapat dipahami bahwasannya pembelajaran akhlak yang telah diajarkan dan dibiasakan mampu menumbuhkan internalisasi nilai-nilai akhlak melalui tahapan-tahapan yaitu, pembelajaran akhlak yang disampaikan oleh Ustaz dan Ustazah sebagai tahap transformasi nilai, dan komunikasi dua arah seusai materi disampaikan terjalin interaksi antara Ustaz dan santri maka disebut dengan tahap transaksi nilai, serta perilaku Ustaz yang dilihat santri menyesuaikan apa yang telah diajarkannya dan mampu dicontoh oleh santri merupakan tahap transinternalisasi nilai, melalui tahap-tahap tersebut internalisasi nilai tersalurkan dan terakomodir dengan baik, sehingga nilai-nilai akhlak tersebut menjadi kebiasaan bagi santri yang mendarah daging, melahirkan perilaku-perilaku yang baru merubah perilaku yang kurang berakhlak menjadi lebih berakhlak. 2) Pembelajaran Akhlak Pondok Pesantren Roudhoturridwan Sekampung Lampung Timur telah mengaplikasikan seluruh komponen pembelajaran yang ada, namun untuk media pembelajaran pondok pesantren Roudhoturridwan lebih condong menggunakan media sederhana, penggunaan media elektronik hanya digunakan di acara- acara tertentu saja dan setrategi pembelajaran akhlak formal hanya menitik beratkan pada guru sebagai pokok pembelajaran.Kata kunci : Akhlak, Internalisasi Nilai, Pondok Pesantre

    ANALISIS JUAL BELI SALAM PERSPEKTIF KITAB FATHULBARI KARANGAN IBNU HAJAR AL-ASQOLANI

    No full text
    ABSTRAKANALISIS JUAL BELI SALAM PERSPEKTIF KITAB FATHULBARI KARANGAN IBNU HAJAR AL-ASQOLANIOleh:UMAR AFANDINPM. 171140038Jual beli dengan metode pesanan harus jelas dalam bentuk pembayaranmaupun harga barang, agar tidak adanya kesalahpahaman antara pembeli danpenjual. Jual beli salam menurut fuqaha adalah jual beli barang yang disebutkansifatnya dalam tanggungan dengan imbalan atau pembayaran yang dilakukan saatitu juga. Salam menurut syariat adalah jual beli sesuatu yang berada dalamtanggungan (dzimmah). Tujuan diadakan penelitian ini adalah untuk menganalisisjual beli salam perspektif Kitab Fathul Bari karangan Ibnu Hajar Al-Asqolani.Penelitian ini merupakan penelitian pustaka atau library research yangdilakukan dengan cara mengkaji dan menelaah buku-buku yang berkenaan denganpenjelasan tentang jual beli salam perspektif Kitab Fathul Bari Karangan Ibnu HajarAl-Asqolani. Peneliti dalam mengumpulkan data-data yang diperlukan sebagaisumber informasi, menggunakan teknik dokumentasi. Dari data yang diperoleh,kemudian dianalisa menggunakan metode deduktif yakni untuk menganalisa ataumenggali data-data yang berupa teori ataupun pendapat dan sebagainya yangbersifat khusus, yang berkaitan dengan jual beli salam perspektif Kitab Fathul BariKarangan Ibnu Hajar Al-Asqolani, seperti dengan menganalisa hasil data yang telahdidapat kemudian ditarik suatu kesimpulan.Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa jual beli salamberdasarkan kitab Fathul Baari karangan Ibnu Hajar Al-Asqolani didasarkan padasifatnya. Barang yang ditimbang tidak boleh dijual dengan menggunakan takaran,demikian pula sebaliknya. apabila barang yang dijual dengan sistem salam adalatrbarang yang ditakar atau ditimbang, maka saat transaksi harus menyebutkan takaranatau timbangan yang digunakan.Kata Kunci : Jual Beli Salam & Fathul Bar

    0

    full texts

    12,413

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    library.iaimnumetrolampung.ac.id
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇