library.iaimnumetrolampung.ac.id
Not a member yet
12413 research outputs found
Sort by
PARENTING PENDIDIKANAKIDAH DAN AKHLAK ANAK PADA MASYARAKAT PETANI SINGKONG KECAMATAN SEPUTIH SURABAYA KABUPATEN LAMPUNG TENGAH
PARENTING PENDIDIKANAKIDAH DAN AKHLAK ANAK PADA MASYARAKAT PETANI SINGKONG KECAMATAN SEPUTIH SURABAYA KABUPATEN LAMPUNG TENGAHABSTRAKPendidikan keluarga memiliki pengaruh yang sangat besar terhadappembentukan karakter anak dan menjadi kunci utama dalam membentuk pribadianak menjadi baik. Seorang anak yang dididik oleh orang tuanya dengan penuhkasih sayang akan merasa dihargai dan dibutuhkan, ia pun akan menyayangikeluarganya sehingga akan tercipta kondisi yang saling menghargai dan salingmembantu. Kondisi tersebut sangat mendukung perkembangan anak karena orangtualah yang berperan utama dalam pertumbuhan dan perkembangan anak. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui parenting pendidikanakidah dan akhlak anak pada masyarakat petani singkong di Desa Srikaton Kecamatan Seputih Surabaya Lampung Tengah.Jenis penelitian ini penelitian lapangan (field research). Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian deskriptif kualitatif.Sumber data penelitian ini terdiri dari sumber data primer, sekunder dan tersier.Teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisa data menggunakan pola pikir induktif.Hasil penelitian dan pembahasan dalam penelitian ini, maka dapat disimpulkan bahwa:1) Parenting pada masyarakat petani singkong melalui parenting bersifat otoriter, parenting bersifat demokratis, dan parenting bersifat permisif. Adapun penjelasannya sebagai berikut: parenting bersifat otoriter dapat dikatakan sebagai pola asuh yang keras terhadap anak, kemudian parenting bersifat permisif biasanya memberikan pengawasan yang sangat longgar, sedangkan parenting bersifat demokratis merupakan parenting yang memprioritaskan kepentingan anak.2) Parenting orang tua di Desa Srikaton Seputih Surabaya terdapat tiga pola asuh yaitu sebagai berikut: melalui Parenting bersifat otoriter, Parenting bersifat demokratis, dan Parenting bersifat permisif. Berdasarkan hasil penelitian terhadap 7 keluarga petani singkong yang menerapkan parenting bersifat otoriter sebanyak 4 keluarga atau 57%, adapun parenting bersifat permisif sebanyak 1 keluarga atau 14% serta parenting bersifat demokratis sebanyak 2 keluarga atau 29%.Kata Kunci: Parenting, PendidikanAkidah, PendidikanAkhla
PERANORANGTUADANTOKOHMASYARAKATDALAMMEMINIMALISIRTERJADINYAKENAKALANREMAJADIDESATANGGULANGINKECAMATANPUNGGURKABUPATENLAMPUNGTENGAH
ABSTRAKPERANORANGTUADANTOKOHMASYARAKATDALAMMEMINIMALISIRTERJADINYAKENAKALANREMAJADIDESATANGGULANGINKECAMATANPUNGGURKABUPATENLAMPUNGTENGAHOleh:DUWIFITRIANINGSIHNPM.171210019Orangtuaberkewajibanmembekalimerekadenganimandantaqwa.Iniadalahkonsepdasarkeimananyangharusdiberikanolehorangtuakepadaanaknya.Kenakalanremajaterjadikarenafaktor-faktoryangmempengaruhisepertifaktorkeadaan,pergaulan,faktoryangadadaridirinyasendirikarenakurangnyakeimanansehinggaterjadinyakenakalanremaja.Bentuk kenakalan remaja dapatbermacam-macam sepertipembunuhan,penganiyayaan,pencurian(baikpencurianringanataupunpencurian berat),penyalahgunaan narkotika,penipuan,dan lainsebagainya.PermasalahanyangterjadidiDesaTanggulangindisebabkankurangnyapengawasanorangtuaterhadapanak,keadaanekonomiyangkurangmencukupi,dampaknegatifdarisalahpergaulan,dankurangnyapemahamanpendidikanagamaIslam,sehinggamenyebabkanterjadinyakenakalanremaja.Tujuandiadakanpenelitianiniadalahuntukmengetahuiperanorang tua dan tokoh masyarakatdalam meminimalisirterjadinyakenakalanremaja.PenelitianinimerupakanpenelitianpenelitiankualitatifyangdilakukandiDesaTanggulanginKecamatanPunggurKabupatenLampung Tengahberkaitan denganperan orang tua dan tokohmasyarakatdalam meminimalisirterjadinyakenakalanremaja.Penelitidalam mengumpulkan data-data yang diperlukan sebagaisumberinformasi,menggunakanteknikobservasi,wawancaradandokumentasi.Daridatayangdiperoleh,kemudiandikumpulkandandiolahagardapatditariksuatukesimpulan..Berdasarkanhasilpenelitian,dapatdisimpulkanbahwadalammenanamkanpendidikanIslamsebagaiupayapenanggulangankenakalananaknya,menurutpenuturanparaorangtuadantokohmasyarakatDesaTanggulanginadayangmengundangguruprivatkerumah,adayangdimasukkandipengajiansoreyangadadimusholadanmasjid,danadajuga yang mengajarinya secara langsung.Disamping usaha yangdilakukan oleh orangtua Desa Tanggulangin,anak-anak diDesaTanggulanginjugaselalumenaatidanmengingatpesanyangdiberikanolehorangtuadanguruyangkemudianmenjadikannyasebagaiteladandalambersikap,bergauldanbertuturkatadenganoranglain.KataKunci:PeranOrangTua,PeranTokohMasyarakat&Kenakala
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBANTU SOFTWARE CABRI 3D PADA MATERI GEOMETRI BERDASARKANTEORI BRUNER SMP GOLDEN STAR MINHAJUTTHULLAB WAY JEPARA
ANALISIS MANAJEMEN UNIT USAHA PESANTREN DALAM MENINGKATKAN KEMANDIRIAN PEREKONOMIAN PONDOK PESANTREN ROUDLOTUT THOLIBIN 28 PURWOSARI METRO UTARA KOTA METRO
ANALISIS MANAJEMEN UNIT USAHA PESANTREN DALAM MENINGKATKAN KEMANDIRIAN PEREKONOMIAN PONDOK PESANTREN ROUDLOTUT THOLIBIN 28 PURWOSARI METRO UTARA KOTA METROABSTRAKPenelitian ini mengakaji tentang analisi manajemen unit usaha pesantren dalam meningkatkan kemandirian perekonomian Pondok Pesantren Roudlotut Tholibin 28 Purwosari Metro Utara Kota Metro.Penelitian ini sangat menarik untuk di bahas karena secara menadalam tentang manajemen unit usaha pondok pesantren roudlotut tholibin.Terdapat permasalahan terkait menejemen unit usaha pesantren yang kurang efektif dalam menjalankan menejemennya untuk kemandirian perekonomian santri, tidak adanya pembukuan dari hasil pendapatan unit usaha pesantren dan kurangnya anggota pengelola unit usaha sehingga belum maksimal dalam penjagaan di unit usaha pesantren roudlotut tholibin.Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah (1) bagaimana manajemen unit usaha pondok pesantren roudlotut tholibin? (2) apakah manajemen unit usaha pesantren roudlotut tholibin dapat meningkatkan kemandirian perekonomian santri?. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tentang manajemen unit usaha pesantren dalam meningkatkan kemandirian pondok pesantren roudlotut tholibin.Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif dengan sumber data primer, skunder dan tersier. Metode pengumpulan data yang digunakan penulis yaitu: observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data menggunakan metode induktif. Tehnik pengumpulan data yang digunakan untuk menentukan keabsahan data dalam penelitian ini yaitu: Triagulasi.Hasil dari penelitian ini adalah dalam manajemen unit usaha pondok pesantren roudlotut tholibin sudah menerapkan proses perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan dan pengawasan hanya saja belum maksimal dalam manjalankan manajemennya. Adapun dalam meningkatkan kemandirian perekonomian unit usaha Pondok Pesantren Roudlotut Tholibin tidak meningkat karena tidak adanya pembukuan dari hasil yang didapat sehingga dalam manajemennya belum tersusun dengan baik.Maka perlu adanya pembelajaran atau pengetahuan terhadap pengelola unit usaha untuk dapat menegtahui pembukuan yang baik dan perlu adanya penambahan kader pegurus pengelola unit usaha Pondok Pesantren Roudlotut Tholibin.Kata Kunci: Unit Usaha Pesantren, Kemandirian Perekonomian Santri
PERAN AYAH SEBAGAI ORANG TUA TUNGGAL (SINGLE PARENTS) DALAMPENDIDIKAN AKHLAK ANAK DI DESA PURWOREJO KECAMATAN PASIR SAKTI KABUPATEN LAMPUNG TIMUR
PERAN AYAH SEBAGAI ORANG TUA TUNGGAL (SINGLE PARENTS) DALAMPENDIDIKAN AKHLAK ANAK DI DESA PURWOREJO KECAMATAN PASIR SAKTI KABUPATEN LAMPUNG TIMURABSTRAKPendidikan akhlak dapat dilihat karena tercermin dalam perilakuseseorang, untuk itu pendidikan akhlak harus ditanamkan sejak dini yangditanamkan oleh ayah dan ibu secara bersama dalam keluarga yang utuh. Seorangayah dalam proses mendidik anak kurang maksimal karena memiliki peran gandamenjadi ibu rumah tangga dan mencari nafkah, serta proses pekerjaan yang lamadari pagi hingga sore hari. Proses pengontrolan terhadap anak menjadi berkurang,hal tersebut tidak semaksimal ketika orangtuanya masih lengkap. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui peran ayah sebagai orang tuatunggal (single parents) dalam pendidikan akhlak anak di Desa PurworejoKecamatan Pasir Sakti Kabupaten Lampung Timur. Jenis penelitian ini penelitianlapangan (field research). Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitiandeskriptif kualitatif. Sumber data penelitian ini terdiri dari sumber data primer,sekunder dan tersier. Teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara dandokumentasi. Teknik analisa data menggunakan pola pikir deduktif.Hasil penelitian dan pembahasan penulis dapat mengemukakan bahwa:Peran ayah sebagai orang tua tunggal (single parents) dalam pendidikan akhlakanak di Desa Purworejo Kecamatan Pasir Sakti Kabupaten Lampung Timur, yaitumemberi nasehat dan motivasi kepada anak, mengajarkan pengetahuan danmenghantarkan agar anak dapat membedakan mana yang baik dan yang buruk.Serta mendidik anak untuk bertanggungjawab dalam kedisiplinan anak. AdapunFaktor pendukung peran ayah sebagai orang tua tunggal (single parents) dalampendidikan akhlak anak di Desa Purworejo Kecamatan Pasir Sakti, yaitu kegiatanpendidikan yang ada di TPA dan Lingkungan. sedangkan faktor penghambatantara lain: mereka sangat kesulitan dalam membagi waktu untuk mendidik anakdan bekerja.Kata Kunci: Ayah, Orang Tua Tunggal, Pendidikan Akhla
PENERAPAN PENDIDIKAN AKIDAH DAN AKHLAK SERTA TOLERANSIANTAR UMAT BERAGAMA DALAM SATU KELUARGA(Studi Kasus Di Desa Nunggal RejoKecamatan Punggur Kabupaten Lampung Tengah)
ABSTRAKPENERAPAN PENDIDIKAN AKIDAH DAN AKHLAK SERTA TOLERANSIANTAR UMAT BERAGAMA DALAM SATU KELUARGA(Studi Kasus Di Desa Nunggal RejoKecamatan Punggur Kabupaten Lampung Tengah)Topan OktarianNPM : 1611210169Nilai nilai moral dan toleransi antar umat beragama dalam suatu keluarga akan menjadi landasan dalam upaya penanaman sikap dan perilaku merupakan hal yang paling penting untuk menjaga kerukunan dalam keluarga. Saling membantu dan bekerjasama dalam mengerjakan kebaikan tanpa membeda-bedakan jenis agama merupakan suatu cara untuk meningkatkan dan mempererat persatuan dan kesatuan antar umat.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang memicu adanya perbedaan agama dalam keluarga, untuk mengetahui penanaman nilai-nilai moral pada anak dalam keluarga beda agama dan untuk mengetahui sikap toleransi masyarakat sekitar pada keluarga yang di dalamnya memilki agama yang berbeda.Untuk memperoleh data-data dalam penelitian ini, maka peneliti menggunakan beberapa metode penelitian yaitu jenis penelitian ini menggunakan field risearch atau penelitian lapangan yang di lakukan di Desa Nunggal Rejo Kecamatan Punggur Kabupaten Lampung Tengah. Sedangkan pendekatan penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang bersifat deskriptif. Sumber data penelitian ini menggunakan sumber data primer, sekunder dan tersier. Sedangan metode pengumpula data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi.Berdasarkan dari hasil penelitian dan pembahasan faktor-faktor yang memicu adanya perbedaan agama pada keluarga di Desa Nunggal Rejo Kecamatan Punggur Kabupaten Lampung Tengah terjadi akibat dua hal yaitu keluarga beda agama dari pernikahan beda agama dan keluarga beda agama akibat pindah agama.Penanaman nilai-nilai moral anak pada keluarga beda agama yaitu dengan dilihat dari sisi religiusitas selalu menanamkan nilai keyakinan, menanamkan nilai disiplin dengan memberikan peraturan, tetapi tidak memberikan hukuman, dan memberikan penghargaan, dan konsisten dalam hal peraturan dan memberikan penghargaan dan keluarga beda agama menanamkan nilai-nilai akhlak pada anak. Masyarakat Desa Nunggal Rejo menerapkan toleransi untuk menjaga kerukunan dalam beragama, setiap mayarakat memiliki kebebasan dalam memilih agama sesuai dengan keyakinannya.Penghormatan dan eksistensi agama lain saling menghormati pada keluarga beda agama.Agree in Disagreement (setuju di dalam perbedaan), masyarakat setuju dengan adanyaxiiperbedaan yang menimbulkan kebaikan. Tetapi adanya perbedaan bukan berarti ikut merayakan hari raya non muslim, hal ini tidak diperbolehkan.Kata Kunci: Penanaman Nilai-nilai Moral, Toleransi, Umat Beda agama
PENGEMBANGAN MEDIA BUSY BOOK DALAMMEMPERKENALKAN BAHASA LAMPUNGANAK USIA DINI TK BINA PERTIWINEGERI KATON PESAWARANTAHUN PELAJARAN2020/2021
PENDIDIKAN AKHLAK PADA LEMBAGA NON FORMAL(Studi Kasus Santri Salafiah Pondok Pesantren DarussaadahGunung Sugih Lampung Tengah)
PENDIDIKAN AKHLAK PADA LEMBAGA NON FORMAL(Studi Kasus Santri Salafiah Pondok Pesantren DarussaadahGunung Sugih Lampung Tengah)ABSTRAKSebagai lembaga pendidikan agama, Pondok Pesantren Darussaadah Gunung Sugih Lampung Tengah memiliki kekhasan yang unik. Setidaknya keunikan ini terlihat pada metode pembelajaran dan materi ajar. Metode pembelajaran masih pada bandongan dan sorogan, kalaupun ada metode lain, kebanyakan adalah pengembangan dari dua metode itu. Dengan demikian pesantren di harapkan tidak hanya berkemampuan dalam pribadi muslim yang Islam namun juga akhlak yang karimah.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pendidikan akhlak pada lembaga pendidikan non formal santri salafiyah Pondok Pesantren Darussaadah Gunung Sugih Lampung Tengah. Jenis penelitian ini penelitian lapangan (field research). Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian ini terdiri dari sumber data primer, sekunder dan tersier. Dengan analisa data menggunakan pendekatan induktif.Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan maka dapat disimpulkan bahwa Pendidikan akhlak pada santri salafiyah Pondok Pesantren Darussaadah Gunung Sugih, yaitu dengan cara: 1) Kurikulum Pendidikan Kelas (Kitab), Santri di ajarkan kitab-kitab akhlak mulai dari kelas yang paling dasar. 2) Pembiasaan Budaya Pondok Pesantren, ketika mereka berbicara kepada orang yang lebih tua, santri menggunakan bahasa yang halus. 3) Peraturan Pondok Pesantren, Peraturan yang ada di Pondok Pesantren Darussaadah Gunung Sugih sudah mutlak dan harus di taati oleh seluruh santri tanpa terkecuali. 4) Nasihat Teguran, Nasihat atau teguran yang yang di berikan kepada santri merupakan langkah awal yang dilakukan oleh pengurus atau ustadz kepada santri yang melanggar peraturan. 5) Sanksi Hukuman, Jikalau ada santri dengan sengaja melanggar atau tidak mengikuti kegitan-kegiatan tersebut maka akan segera di tindak lanjuti dan di hukum dengan hukuman yang mendidik.Kata Kunci: Pendidikan Akhlak, Lembaga Non Forma