library.iaimnumetrolampung.ac.id
Not a member yet
12413 research outputs found
Sort by
Buku 2 Kepemimpinan Militer Catatan Dari Pengalaman Letnan Jenderal TNI (PURN.) Prabowo Subianto
ilus, 424 hlm, 29.7 cm
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN AUDIO VISUAL MENGGUNAKANKINEMASTER UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS VMINU PURWOSARI TAHUN PELAJARAN 2021/2022
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN AUDIO VISUAL MENGGUNAKANKINEMASTER UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS VMINU PURWOSARI TAHUN PELAJARAN 2021/2022ABSTRAKPermasalahan yang terdapat di MINU Purwosari diantaranya internetsudah ada, namun kreativitas masih kurang, siswa mudah bosan dengan prosespembelajaran yang monoton, siswa tidak dapat memahami penjelasan apabilahanya menunjukkan gambar serta masih jarang menggunakan media pembelajaranaudiovisual menggunakan aplikasi Kinemaster. Maka dari itulah penelitimelakukan pengembangan media pembelajaran menggunakan aplikasi terbaruKinemaster pada pelajaran tematik agar dapat menciptakan suasana belajar yangbaru.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengembangan dankeefektifan media pembelajaran audio visual menggunakan kinemaster untukmeningkatkan hasil belajar siswa kelas V MINU Purwosari. Jenis penelitian inipenelitian R&D. Prosedur pengembangan Model Addie yang terdiri dari limatahap yaitu Analysis (analisis), design (desain), development (pengembangan),implementation (implementasi), evaluation (evaluasi).Hasil penelitian dan pembahasan dalam penelitian ini, maka dapatdisimpulkan bahwa: Pengembangan media pembelajaran tematik tema ekosistemmenggunakan aplikasi kinemaster pada siswa kelas V MINU Purwosari TahunPelajaran 2021/2022, yaitu menggunakan model ADDIE dengan melakukanpengembangan media pembelajaran tematik tema ekosistem menggunakanaplikasi kinemaster. Pada tahap ini peneliti mempelajari cara pembuatan mediapembelajaran tematik menggunakan aplikasi kinemaster, kemudian menyiapkanmateri tema ekosistem. Efektivitas media pembelajaran dengan menggunakanaplikasi kinemaster dapat dikatakan sangat baik untuk meningkatkan hasil belajarranah kognitif, afektif dan psikomotorik siswa kelas V MINU Purwosari, hal inisiswa mulai memperbaiki sikapnya dengan menunjukkan sikap antusias dan fokusterhadap materi pembelajaran yang peneliti putar. Siswa mendapat pengetahuanakademik melalui metode pelajaran maupun penyampaian informasi terkait materipada tema ekosistem subtema komponen ekosistem, Siswa menunjukkanketerampilan berupa memberikan penjelasan terkait materi, hal ini bertujuanuntuk mengembangkan diri siswa itu sendiri. Serta respon siswa ketika diberikanpertanyaan, siswa dapat menjawab dengan benar pertanyaan yang ajukan olehguru.Kata Kunci: Hasil Belajar, Kinemaster,Media Audiovisua
iTELAAH KOMPARATIF GENDER DAN KOMPILASI HUKUM ISLAMTENTANG PENETAPAN AHLI WARIS(Studi Salinan Penetapan Ahli Waris No. 0002/Pdt.P/2018/PA.Mt.)
ABSTRAKTELAAH KOMPARATIF GENDER DAN KOMPILASI HUKUM ISLAMTENTANG PENETAPAN AHLI WARIS(Studi Salinan Penetapan Ahli Waris No. 0002/Pdt.P/2018/PA.Mt.)Oleh:Heni KusrianaNPM. 184110058Hukum waris Islam sering kali menjadi sorotan dan terkadang pulamenjadi obyek untuk mendeskriditkan Islam sebagai agama samawi yangcenderung tidak berpihak pada kesetaraan gender. Tujuan penelitian ini adalahuntuk mengetahui dasar hukum hakim Pengadilan Agama Metro dalam penetapanahli waris No. 0002/Pdt.P/2018/PA.Mt. dan untuk mengetahui dasar hukumPengadilan Agama Metro dalam Penetapan Ahli Waris No.0002/Pdt.P/2018/PA.Mt. telaah komparatif gender dan kompilasi hukum IslamJenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif. Penelitian inimenggunakan pendekatan penelitian normative yang dianalisis secara empiris.Hasil yang diperoleh dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaransecara menyeluruh dan sistematis yang kemudian di analisa sehingga dapatdiambil kesimpulan secara umum. Data primer dalam penelitian ini adalah adalahhasil Putusan Pengadilan Agama Metro tentang Penetapan Ahli Waris No.002/Pdt.P/2018/PA.Mt.Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan di atas maka dapat diambilDasar Hukum Hakim Pengadilan Agama Metro dalam Penetapan Ahli Warisadalah berdasarkan surat An Nisa Ayat 11 yang berbicara mengenai pewarisananak-anak serta Kompilasi Hukum Islam Pasal 171-193 KHI yang menjelaskanorang-orang yang berhak mewarisi adalah keluarga yang sedarah dimana parapemohon merupakan anak kandung dari ahli waris yang memiliki hak mewarissebab keturunan. Pembagian hak waris sebagaimana yang telah ditetapkan olehpengadilan agama Nomor:0002/Pdt.P/2018/PA.Mt. tanggal 06 Maret 2018 jikadihubungkan dengan keadilan gender arti keadilan dalam hukum waris Islambukan diukur dari kesamaan tingkatan antara ahli waris, tetapi ditentukanberdasarkan besar-kecilnya beban atau tanggung jawab diembankan kepadamereka, ditinjau dari keumuman keadaan/kehidupan manusia.Kata kunci : Waris, Gender, KH
HAK WARIS CUCU LAKI-LAKI PERTAMA PERSPEKTIF HUKUMADAT SEMENDO DAN HUKUM ISLAM
ABSTRAKHAK WARIS CUCU LAKI-LAKI PERTAMA PERSPEKTIFHUKUM ADAT SEMENDO DAN HUKUM ISLAMOleh:Azharaf Rajaya TranaNPM. 171110050Di dalam salah satu keluarga yang bersuku semendo di masyarakat SidosariLampung Selatan memberikan hak warisnya kepada cucu laki laki yang pertamasebuah perkebunan yang sudah ditanami buah buahan,dan buah buahan itudilarang untuk menebangnya dengan harapan bisa menjadi amal jariah. Rumusanmasalah dalam artikel ini adalah Apakah penyebab hak waris diberikan kepadacucu laki-laki pertama di Desa Sidosari Lampung Selatan? Serta bagaimanakahsistem hak waris yang diberikan kepada cucu laki-laki pertama menurut adatSemendo dan hukum Islam? Tetapi yang menjadi permasalahan dalam penelitianini adalah hal ini tidak sesuai dengan hukum adat Semendo yang berlaku diSidosari Lampung Selatan. Penelitian ini termasuk penelitian lapangan.Pendekatannya ialah pendekatan Normatif. Metode pengumpulan data:wawancara, dan dokumentasi. Selanjutnya melakukan analisis menggunakan teorihukum adat dan hukum Islam. Hasil penelitian menunjukkan penyebab hak warisdiberikan kepada cucu laki-laki pertama di Desa Sidosari Lampung Selatan adalahanak-anak dari pewaris sudah dirasa memiliki harta yang cukup sehingga salahsatu harta tunggu tubang tersebut diserahkan kepada cucu laki-laki pertama.Selain itu alasan lain penyerahan tersebut adalah tanggung jawab laki-laki lebihbesar dibandingkan dengan seorang perempuan. Terjadi ketidaksesuaian antarakenyataan pewarisan harta tunggu tubang yang diberikan kepada cucu laki-lakipertama dengan keharusan hukum adat Semendo yang menyatakan bahwa anakperempuan tertua adalah pewaris semua harta tunggu tubang. Sedangkan hakwaris diberikan kepada cucu laki-laki pertama di Desa Sidosari Lampung Selatansudah sesuai dengan hukum Islam.Kata Kunci: Waris, Cucu Laki-laki, Hukum Adat semendo, Hukum Isla
EKSPERIMENTASI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPETEAMS GAMES TOURNAMENT (TGT) TERHADAP HASIL DANMOTIVASI BELAJAR MATEMATIKA PADA MATERI POKOKUKURAN SUDUT SISWA KELAS XOleh:Cici Lifmatun Khasanah181250008ABSTRAKTeams Games Tournament (TGT) adalah sebuah pembelajaran kooperatifyang mengandung unsur permainan.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuiapakah ada perbedaan model pembelajaran kooperatif tipe Teams GamesTournament (TGT) dengan model pembelajaran langsung terhadap hasil danmotivasi belajar matematika peserta didik, manakah yang memberikan hasilbelajar yang lebih baik antara model pembelajaran kooperatif tipe Teams GamesTournament (TGT) dengan pembelajaran langsung, dan manakah yangmemberikan motivasi belajar yang lebih baik antara model pembelajarankooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT) dengan pembelajaranlangsung.Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Jumlah sampel dalampenelitian ini sebanyak 30 peserta didik yang terdiri dari 2 kelas. Penentuansampel menggunakan teknik cluster random sampling.Tehnik pengumpulan data dengan memberikan soal tes dan angket. Dalamtehnik analisis data menggunakan uji manova. Hasil pengujian menunjukkanbahwa : 1) terdapat pengaruh antara model pembelajaran kooperatif tipe TeamsGames Tournament (TGT) dengan model pembelajaran langsung terhadap hasildan motivasi belajar peserta didik. Hal ini dibuktikan dengan hasil uji multivariatemanova yang dilakukan, diperoleh nilai Sig. sebesar 0,016.2) terdapat pengaruhantara model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT)dengan model pembelajaran langsung terhadap hasil belajar peserta didik. Hal inidibuktikan dengan hasil Uji Tests Between-Subjects Effects nilai Sig. untukvariabel hasil belajar diperoleh nilai sebesar 0,019. 3) terdapat pengaruh antaramodel pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT) denganmodel pembelajaran langsung terhadap motivasi belajar peserta didik. Hal inidibuktikan dengan hasil Uji Tests Between-Subjects Effects nilai Sig. untukvariabel motivasi belajar diperoleh nilai sebesar 0,013.Kata Kunci :Teams Games Tournament (TGT), Motivasi belajar, Hasil belajar,ukuran sudut
1EKSPERIMENTASI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPEJIGSAW TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAHMATEMATIS PESERTA DIDIK PADA MATERI PECAHAN
xivEksperimentasi Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw TerhadapKemampuan Pemecahan Masalah Matematis Peserta Didik Pada MateriPecahanABSTRAKPenelitian ini memiliki tujuan: 1) untuk mengetahui apakah terdapatperbedaan kemampuan pemecahan masalah matematis antara peserta didik yangmendapat perlakuan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dengan modelpembelajaran langsung. 2) Mengetahui manakah yang lebih efektif untukmeningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis antara modelpembelajaran kooperatif tipe jigsaw dan model pembelajaran langsung.Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode eksperimenyang dilakukan di MTs Ma?arif Roudlotut Tholibin. Populasi pada penelitian iniyaitu seluruh peserta didik MTs Ma?arif Roudlotut Tholibin. Sampel yangdigunakan adalah siswa kelas VIIb dan VIIc. Alat pengumpulan data penelitian iniadalah tes dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan uji t dua sampelindependen.Berdasarkan hasil analisis dengan uji t dua sampel independen diperoleh6,212 dan dengan taraf signifikan 5% adalah 2,048. Kriteria pengambilankeputusan pada uji ini yaitu diterima jika DK dengan daerah kritis{ }. Dengan begitu dapat ditarikkesimpulan bahwa terdapat perbedaan kemampuan pemecahan masalah matematisantara peseta didik yang mendapat perlakuan model pembelajaran kooperatif tipexvjigsaw dengan peserta didik yang mendapat perlakuan model pembelajaranlangsung.Hasil analisis data tes awal (pre test) pada kelas eksperimen dan kelaskontrol diperoleh rata-rata 41,063 dan 42,857 yang masih tergolong rendah.Sedangkan diperoleh rata-rata hasil post test kelas eksperimen dan kelas kontrolyaitu dan . Dari data tersebut terlihat bahwa nilai rata-rata padakelas eksperimen meningkat signifikan. Maka dapat ditarik kesimpulan bahwakelas dengan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw lebih efektif dalammeningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis peserta didik.Kata kunci: Pembelajaran koperatif, Jigsaw, Pembelajaran Langsung,Pemecahan Masalah Matematis