Journal of Agroindustrial Technology
Not a member yet
744 research outputs found
Sort by
MODEL KEBIJAKAN TEKNOLOGI DALAM MENGHADAPI PERUBAHAN IKLIM
Penelitian ini bertujuan untuk menyusun model kebijakan teknologi dalam menghadapi keragamaniklim dengan fokus pada kebijakan teknologi pascapanen padi dalam menghadapi perubahan iklim. Modelkebijakan teknologi terdiri dari sub model evaluasi kebijakan teknologi, sub model pengukuran kemampuanteknologi, sub model penentuan kategori perubahan iklim dan sub model formulasi kebijakan teknologi. Analisisyang digunakan dalam studi ini adalah Analytical Hierarchy Process, Non Numeric Multi Expert Multi CriteriaDecision Making (ME-MCDM), Delphi, dan fuzzy inference System. Hasil dari penelitian berupa skenariokebijakan teknologi dalam menghadapi perubahan iklim. Skenario kebijakan teknologi difokuskan padaperubahan iklim basah.Kata kunci: kebijakan teknologi, evaluasi kebijakan teknologi, kemampuan teknologi, perubahan iklim,formulasi kebijakan teknologi
PENGARUH SUHU PENYIMPANAN TERHADAP PERUBAHAN WARNA LABEL CERDAS INDIKATOR WARNA DARI DAUN ERPA (Aerva sanguinolenta)
ABSTRAKSekarang ini, kemasan pangan berperan aktif dan dinamis yang memungkinkan berinteraksi dengan produk dan lingkungan atau dikenal dengan kemasan cerdas. Label cerdas telah memungkinkan untuk memantau dan mengkomunikasikan informasi tentang kualitas makanan terkemas dengan bantuan indikator warna. Label cerdas indikator warna pada penelitian ini adalah film khitosan-PVA (polivinil alkohol) dengan pewarna alami daun erpa (Aerva sanguinolenta). Kemasan cerdas indikator warna disimpan pada empat kondisi penyimpanan, yaitu pada suhu beku ((-10)±2°C), dingin (3±2°C), ruang (25±3oC) dan perlakuan dengan paparan sinar matahari pada suhu 40oC. Kinerja film diamati dengan melihat perubahan warna label. Hasil penelitian menunjukkan bahwa film yang disimpan pada suhu 40°C dengan paparan cahaya, secara visual berubah warna dari merah ke kuning dalam waktu dua jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa film yang disimpan pada freezer memiliki warna lebih stabil selama 78 hari dengan nilai L berkisar 41,10- 44,04 (merah hingga kuning). Film pada suhu dingin dapat mempertahankan warna merah – kuning merah hingga penyimpanan selama 7 hari dan pada hari ke-8 berubah warna menjadi kuning. Untuk film indikator yang disimpan pada suhu ruang mengalami perubahan warna kurang dari satu hari dan warna berubah dari merah menjadi kuning dengan L di atas 50. Penyimpanan pada suhu 40oC dan diberi penyinaran matahari menyebabkan film indikator mengalami perubahan warna lebih cepat, yaitu pada jam ke-2 penyimpanan.Kata kunci: label cerdas, indikator warna, khitosan, polivinil alkohol, daun erp
Panduan Bagi Penulis
1. Penulis harus menjamin bahwa naskah yang dikirimkan adalah asli dan tidak pernah dipublikasikan di jurnal lainnya, yang dinyatakan dengan surat pernyataan seperti terlampir.2. Naskah yang akan dipublikasikan pada Jurnal Teknologi Industri Pertanian dapat berupa hasil penelitian, analisis kebijakan, komunikasi singkat, opini, gagasan dan review.3. Naskah dapat ditulis dalam Bahasa Indonesia atau Bahasa Inggris menggunakan format yang sesuai dengan kaidah bahasa yang digunakan. Editor tidak menerima naskah yang tidak memenuhi persyaratan yang diminta.4. Penentuan layak tidaknya naskah yang akan dipublikasikan ditentukan oleh Dewan Editor Jurnal Teknologi Industri Pertanian atas masukan mitra bestari yang kompeten.5. Naskah dikirimkan ke editor sebanyak tiga eksemplar dalam bentuk naskah asli dansoftcopy dalam CD atau dapat dikirim via email. Naskah ditulis dalam Microsoft Word, Gambar/grafik dalam Microsoft Excel dan tuliskan nama pengarang sebagai nama file. Naskah dapat dikirimkan dengan softcopynya kepada : Editor Jurnal Teknologi Industri Pertanian, Departemen Teknologi Industri Pertanian (TIN), Fateta IPB, Kampus IPB Darmaga PO Box 220 Bogor 16002, Telpon/Fax : 0251-8625088; 0251-8621974; dengan alamat e-mail: [email protected] [email protected]. Hak Cipta tulisan yang dimuat ada pada Jurnal Teknologi Industri Pertanian. Penulis yang naskahnya dimuat diharuskan membayar kontribusi biaya penerbitan sebesar Rp 75.000,- per halaman. Biaya tambahan untuk pencetakan halaman berwarna menjadi tanggung jawab penulis
PENAMBAHAN CPO DAN RPO SEBAGAI SUMBER PROVITAMIN A TERHADAP RETENSI KAROTEN, SIFAT FISIK, DAN PENERIMAAN GULA KELAPA
ABSTRAK Penambahan minyak sawit kasar (CPO) atau minyak sawit merah/red palm oil (RPO) pada pembuatan gula kelapa selain akan meningkatkan kandungan provitamin A juga berpengaruh terhadap tekstur dan sifat sensori produk. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh penambahan CPO dan RPO terhadap retensi karoten, sifat fisik dan sensori gula kelapa. Gula kelapa yang diperkaya provitamin A dibuat dengan penambahan CPO ataupun RPO dan jumlah penambahannya (30 mL, 60 mL dan 90 mL)/10 L nira kelapa. Hasil penelitian menunjukkan kadar total karoten dan retensi karoten meningkat sejalan dengan meningkatnya jumlah penambahan minyak sawit merah, tetapi sebaliknya tekstur berkurang kekerasannya. Retensi dan kadar total karoten gula kelapa CPO lebih tinggi dibandingkan gula RPO (p<0,05). Gula kelapa dengan penambahan CPO maupun RPO 30 mL/10 liter nira kelapa mempunyai penerimaan secara keseluruhan yang tertinggi, serta masing masing mempunyai retensi karoten 63,38% dan 25,30%, kadar total karoten 3946 dan 1337 μg/100 g serta kadar β-karoten 487 dan 291 μg/100 g. Kata kunci: gula kelapa, minyak sawit merah, karoten, sensor
THE COMBINATION OF CHITOSAN-NUTMEG EXTRACT FOR THE NATURAL ANTIBACTERIA AND PRESERVATIVE AGENTS OF RED SNAPPER (Lutjanus sp.) FILLET
ABSTRACT Chitosan is produced by deacetylation of chitins which are found in the outer shell of crustacea such as shrimps and crabs. The ability of chitosan as an agent of antibacte ria depends on the degree of deacetylation. This experimental work aimed to study the possibility of chitosan as natural antibacteria of red snapper fillet. The experiments were carried out in three steps. The first step was the production of chitosan from shrimp shells. The produced chitosan was analyzed by FTIR (Fourier Transform Infra Red) and proximate analysis. The second step was investigation of antibacterial activity of chitosan and its combination with nutmeg extract. The concentrations of chitosan were varied 1%; 1.5%; and 2% (w/v) while nutmeg extract were 0%, 5% and 10%. The final step was application of the best combination for red snapper fillet preservation by the dipping method. The chitosan produced in this research meet the commercial standard: particle size, colour of extract, water content (7.89%), ash content (0.79%), and degree of deacetylation (73.86%). Combination of chitosan 1.5% and nutmeg extract 10% showed synergic inhibition againts Escherichia coli with an inhibition diameter of 34.60 ± 0.57 mm. Combination of 1.5% chitosan and 10% nutmeg extract inhibited the growth rate of bacteria on red snapper fillet (Si
TABILITAS EMULSI MINYAK BUAH MERAH (Pandanus conoideus L) PADA BERBAGAI NILAI HYDROPHILE-LYPHOPHILE BALANCE (HLB) PENGEMULSI
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan jenis dan konsentrasi pengemulsi pada berbagai nilai HLB yang menghasilkan emulsi minyak buah merah yang stabil. Metode emulsifikasi yang digunakan yaitu agen air dicampurkan dalam pengemulsi. Rasio minyak air yang diuji adalah 3:7, 4:6, 5:5, 6:4, dan 7:3. Konsentrasi pengemulsi CMC, gum arabik, tween 20 dan tween 80, GMS dan lesitin yang diujicobakan adalah 0,125%, 0,25% dan 0,375%, sedangkan konsentrasi pengemulsi pektin, gelatin, dekstrin dan SPAN 60 adalah 0,25%, 0,5% dan 0,75%. Perbaikan kekentalan dan daya alir emulsi dilakukan dengan cara menaikkan atau menurunkan konsentrasi pengemulsi pada rentang antara 0,125-1%. Pengujian stabilitas emulsi dilakukan dengan mengukur viskositas dan stabilitas emulsi. Hasil menunjukkan bahwa emulsi minyak buah merah paling stabil menggunakan CMC dengan konsentrasi 0,25% pada rasio minyak-air 6:4 dan tween 20 serta tween 80 dengan konsentrasi 0,45% pada rasio minyak-air 7:3. Penggunaan CMC menghasilkan kestabilan emulsi terbaik dengan nilai viskositas tertinggi (10,25 dPa.s) dan stabilitas emulsi terendah (3,5%), serta stabil selama lima hari pada suhu kamar. Kata kunci: minyak buah merah (Pandanus conoideus L.), emulsi, pengemulsi, HL
Daftar isi Jurnal Teknologi Industri Pertanian
Volume 23, Nomor 1, Hal1-76 April2013 THE QUALITY OF BIOPELLET FROM COMBINATION OF PALM SHELL CHARCOAL AND PALM FIBER TajuddinBantacut, DjeniHendra, danRathiNurwigha........................................... 1 EKSTRAKSIPROPOLIS MENGGUNAKAN CARA MASERASIDENGAN PELARUT ETANOL 70% DAN PEMANASAN GELOMBANG MIKRO SERTA KARAKTERISASINYA SEBAGAI BAHAN ANTIKANKER PAYUDARA Akhmad Endang Zainal Hasan, Djumali Mangunwidjaja, Titi Candra Sunarti,Ono Suparno, Agus Setiyono ............................................................................................................................. 13 PENGHILANGANBau Amonia Menggunakan Teknik Biofilter dengan Bahan Pengisi Koral dan Arang Aktif yang Diinokulasi dengan Bakteri Pengoksidasi AmoniA Mohamad Yani, Puji Rahmawati Nurcahyani,dan Mulyorini Rahayuningsih....... 22 STABILITAS EMULSI MINYAK BUAH MERAH (Pandanus conoideus L) PADA BERBAGAI NILAI HYDROPHILE-LYPHOPHILE BALANCE (HLB) PENGEMULSI Murtiningrum, Zita L. Sarungallo, Gino N. Cepeda, Nurlaila Olong................... 30 KARAKTERISTIK NANOSERAT SELULOSA DARI AMPAS TAPIOKA DAN APLIKASINYA SEBAGAI PENGUAT FILM TAPIOKA Rumpoko Wicaksono, Khaswar Syamsu, Indah Yuliasih, Muhamad Nasir........... 38 SINTESIS FLOKULAN DARI PATI SAGU DAN AKRILAMIDA MENGGUNAKAN MICROWAVE INITIATED TECHNIQUE UNTUK APLIKASI PENURUNAN KADAR PADATAN TERSUSPENSI DALAM AIR Slamet Purwanto, Erliza Hambali, dan Suprihatin............................................... 46 MODIFIKASI PATI GARUT (Marantha arundinacea)DENGAN PERLAKUAN HIDROLISIS ASAM DAN SIKLUS PEMANASAN-PENDINGINAN UNTUK MENGHASILKANPATI RESISTEN TIPE 3 DidahNurFaridah, Winiati P. Rahayu, danMuchamadSoburApriyadi................. 61 KARAKTERISTIK BIOBRIKET KULIT DURIAN SEBAGAI BAHAN BAKAR ALTERNATIF TERBARUKAN Wahidin Nuriana, Nurfa Anisa, dan Martana...................................................... 7
UCAPAN TERIMA KASIH Dewan Editor menyampaikan terima kasih Kepada Bapak/Ibu/Sdr, atas kesediannya untuk menelaah naskah yang dimuat pada edisi ini. Agus Wahyudi, Balai Penelitian Tanaman Obat dan Aromatik, Bogor Ana Nurhasanah, Balai Besar Pengembangan Mekanisasi Pertanian,Tangerang Buhani, Jurusan Kima, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Lampung Bambang Pramudya, Departemen Teknik Mesin dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Institut Pertanian Bogor Bambang Drajat, PT Riset Perkebunan Nusantara, Bogor Charlena, Departemen Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Pertanian Bogor Djayeng Sumangat, Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pascapanen Pertanian, Bogor Hartrisari Hardjomidjojo, Departemen Teknologi Industri Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Institut Pertanian Bogor Linawati Hardjito, Departemen Teknologi Hasil Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Institut Pertanian Bogor Liesbetini Hartoto, Departemen Teknologi Industri Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Institut Pertanian Bogor Machfud, Departemen Teknologi Industri Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Institut Pertanian Bogor Mulyorini Rahayuningsih, Departemen Teknologi Industri Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Institut Pertanian Bogor Nastiti Siswi Indrasti, Departemen Teknologi Industri Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Institut Pertanian Bogor Sudradjat, Departemen Agronomi dan Holtikurtura, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor Sapta Raharja, Departemen Teknologi Industri Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Institut Pertanian Bogor Sutrisno, Departemen Teknik Mesin dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Institut Pertanian Bogor Taufik Djatna, Departemen Teknologi Industri Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Institut Pertanian Bogor Uhendi Haris, Balai Penelitian Teknologi Karet, Bogor Wayan R Susila, Lembaga Riset Perkebunan Indonesia, Bogor Yohanes Aris Purwanto, Departemen Teknik Mesin dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Institut Pertanian Bogor Yusro Nuri Fauzia, Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pengolahan Produk dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan, Jakarta
UCAPAN TERIMA KASIH Dewan Editor menyampaikan terima kasih Kepada Bapak/Ibu/Sdr, atas kesediannya untuk menelaah naskah yang dimuat pada edisi ini. Agus Wahyudi, Balai Penelitian Tanaman Obat dan Aromatik, Bogor Ana Nurhasanah, Balai Besar Pengembangan Mekanisasi Pertanian,Tangerang Buhani, Jurusan Kima, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Lampung Bambang Pramudya, Departemen Teknik Mesin dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Institut Pertanian Bogor Bambang Drajat, PT Riset Perkebunan Nusantara, Bogor Charlena, Departemen Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Pertanian Bogor Djayeng Sumangat, Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pascapanen Pertanian, Bogor Hartrisari Hardjomidjojo, Departemen Teknologi Industri Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Institut Pertanian Bogor Linawati Hardjito, Departemen Teknologi Hasil Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Institut Pertanian Bogor Liesbetini Hartoto, Departemen Teknologi Industri Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Institut Pertanian Bogor Machfud, Departemen Teknologi Industri Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Institut Pertanian Bogor Mulyorini Rahayuningsih, Departemen Teknologi Industri Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Institut Pertanian Bogor Nastiti Siswi Indrasti, Departemen Teknologi Industri Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Institut Pertanian Bogor Sudradjat, Departemen Agronomi dan Holtikurtura, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor Sapta Raharja, Departemen Teknologi Industri Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Institut Pertanian Bogor Sutrisno, Departemen Teknik Mesin dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Institut Pertanian Bogor Taufik Djatna, Departemen Teknologi Industri Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Institut Pertanian Bogor Uhendi Haris, Balai Penelitian Teknologi Karet, Bogor Wayan R Susila, Lembaga Riset Perkebunan Indonesia, Bogor Yohanes Aris Purwanto, Departemen Teknik Mesin dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Institut Pertanian Bogor Yusro Nuri Fauzia, Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pengolahan Produk dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan, Jakart
STUDI PENGEMBANGAN AGROINDUSTRI DAN AGROWISATA TERPADU DI DAERAH ALIRAN SUNGAI (DAS) KALI BEKASI KABUPATEN BOGOR
Integrated agroindustry and agrotourism is an opportunity to develop the rural economics in Kali Bekasi watershed. The objective of this research was to develop a sustainable integrated system of agroindustry and agrotourism. The metodhs used for this study included analytical hierarchy process (AHP), Bayes method, and exponential comparison method (ECM). The results showed that top upstream watershed of Kali Bekasi was selected as the best location for the project. Five products of agroindustry, namely rice flour, tapioca, bamboo furniture, banana chips, and ground coffee were selected as the priority to be developed with three scenarios of tourist attractions, i.e: cultivation, harvesting/post-harvesting, and processing. Integration of the project was economically feasible with IRR of 31%, Net B/C of 1.95, and the total revenue from all tourist attractions of Rp 36, 905,000 per week. The weekly added values of agroindustry for each tourist attraction were Rp 11.760.000, Rp12.546.000, and Rp 12.563.000 respectively. The involvement of stakeholders including farmer associations, NGO, local youth organization (Karang Taruna), financing institution, SMEs, and local government is essentially required to implement this project with a community-based development approach.Keywords: agroindustry, agrotourism, watershed, AHP, Bayes method, MP
ANALISIS EFISIENSI TEKNIS PENANGKAPAN IKAN MENGGUNAKAN ALAT TANGKAP PURSE SEINE DI MUNCAR, JAWA TIMUR
Sardine (Sardinella lemuru) fisheries in Bali Straits has been questioned in term of its sustainability due to its declining harvest in last several years. This condition created a big impact to fishing activity and fish processing industry. To solve this problem, it is necessary to find out the solutions. The objective of this study was to calculate technical efficiency of purse seine fishing effort in the Bali Strait. This idea was based on the fact that the classical model of fisheries management that has been applied were not provide optimum results. If the conventional fisheries management in the last decades was approached from biological aspect, this study attempted to approach it from fishing efforts,i.e. the technical efficiency of fishing effort. The efficiency of fishing effort was calculated by using the Data Envelopment Analysis (DEA) method. The study has been conducted in Muncar, focusing on purse seine fishing gear which was used to capture sardine. The results of this study indicated that the fishing effort using purse seine in the Bali Straits, especially in Muncar, was inefficient. The variable inputs which used to capture sardine was not reached an optimum value. Furthermore, in order to manage purse seine fisheries in Bali Strait, the results of this study were used as an alternative to the management of purse seine fisheries in the Bali Strait.Keywords: Bali strait, DEA, purse seine, sardine, technical efficienc