Journal of Agroindustrial Technology
Not a member yet
744 research outputs found
Sort by
KAJIAN PEMBUATAN ARANG AKTIF BERBAHAN BAKU BAGAS TEBU MELALUI KOMBINASI PROSES KARBONISASI HIDROTERMAL DAN AKTIVASI KIMIA
ABSTRACT Sugarcane bagasse-based activated carbon which has high adsorption capacity of color in icroporous and mesoporous size in solution phase was produced through combination of hydrothermal carbonization (HTC) and chemical activation processes using phosphoric acid as an activating agent. The activated carbon which was obtained from HTC process at 250° C for 9 hours, followed by chemical activation process at 750° C for 90 minutes with an impregnation ratio of 10% (weight ratio of phosphoric acid to hydrochar) has a BET surface area of 903.47 m2/g, a total pore volume of 0.597 cm3/g (volume composition: 63.32% of micropores and 36.68 % of meso-macropores), an iodine number of 951.99 mg/g, and a methylene blue number of 170.40 mg/g. The FTIR analysis indicated the presence of an aromatic group and a polarity character in the activated carbon produced. The XRD analysis revealed that the activated carbon had hexagonal crystallite and mesoporous surface structures. The SEM analysis showed that the surface topography of the activated carbon had an average pore diameter between 3-10 μm. Keywords: activated carbon, sugarcane bagasse, hydrothermal carbonization, chemical activatio
PENILAIAN DAUR HIDUP BOTOL GELAS PADA PRODUK MINUMAN TEH
ABSTRACT Glass bottle is used as packaging for beverage product to keep its quality. The objectives of this study were life cycle assessment (LCA) of glass bottle, environmental impact assessment, and recycling cost analysis. The research was started from inventory analysis of glass bottle production, tea beverage industry, and recycling of glass waste, and data processing. The life cycle of glass bottle was observed as cycling from glass bottle production, tea beverage industry, consumer, cullet recycling, and come back to glass bottle production. The inventory analysis was observed at all steps. The glass bottle production occurred from mixing materials, melting, moulding, and cooling. The tea beverage industry operates glass bottle washing, filling, packing, and distributing to consumer. The glass bottle can be refilled up to 20 times. The glass recycling was started from collection, separation, size reduction to cullet, washing and drying. The cullet was added about 40%-60% of total raw materials for production of new glass bottle. The glass bottle production and recycling cullet caused environmental impact. The environmental impact assessment of bottle glass production indicated that effluent of wastewater and ambient air quality passed to standard regulation limit, in exception of total particulate matter and sulfur dioxide. The cullet recycling process produced water pollution to surface water. The glass bottle production produced air pollution. The recycling and production of glass bottle need high cost, caused by raw materials and a lot of energy requirement for washing, melting silica and cullet, so the glass bottle price was relatively more expensive. Keyword: life cycle assessment, glass bottle, inventory analysis, recycle, environmental impact assessment, cost analysi
SIFAT FISIK DAN MEKANIK PAPAN PARTIKEL DARI BUNGKIL BIJI JARAK PAGAR
Bungkil biji jarak pagar adalah salah satu produk samping (by-product) dari pengolahan biji jarak pagarmenjadi minyak jarak dan biodiesel, yang saat ini belum dimanfaatkan secara optimal. Sebagai by-productdengan kandungan protein (18%) dan serat (39%) yang tinggi, bungkil biji jarak pagar memiliki potensi untukdimanfaatkan sebagai bahan baku papan partikel. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sifat fisik danmekanik papan partikel yang diproduksi dari bungkil biji jarak pagar, dan mengetahui pengaruh perlakuanvariasi kadar air bungkil (7%, 20%), konsentrasi gliserol (0%, 4%) dan waktu pengukusan bungkil (0, 30, 60menit) terhadap mutu papan partikel. Adapun standar pengujian yang digunakan adalah JIS A 5908-2003. Hasilpenelitian menunjukkan bahwa kadar air bungkil, konsentrasi gliserol dan waktu pengukusan mempengaruhisifat fisik dan mekanik papan partikel. Namun demikian, hanya peningkatan kadar air bungkil yang berpengaruhsecara signifikan terhadap peningkatan mutu papan partikel. Pada 2 taraf kadar air bungkil yang diuji dalam studiini, semakin tinggi kadar air bungkil, kerapatan, kekuatan lentur dan keteguhan patah papan partikel semakinmeningkat, sedangkan daya serap airnya cenderung menurun. Sifat fisik dan mekanik papan partikel dari bungkilbiji jarak pagar secara umum belum memenuhi standar JIS A 5908-2003 dan belum sesuai untukpemanfaatannya sebagai material konstruksi.Kata kunci: papan partikel, bungkil, jarak pagar, kekuatan lentur, keteguhan pata
RANCANG BANGUN SISTEM BISNIS BERBASIS INTERNET (E-BUSINESS) UNTUK AGROINDUSTRI KULIT SAMAK (LEATHER)
Penelitian ini bertujuan untuk merancang bangun sistem bisnis berbasis web (e-business) untukkomoditas agroindustri kulit, mengembangkan pelayanan sistem transaksi online (e-commerce), pelayananpelanggan dan kerjasama dengan rekan bisnis yang dapat menunjang pemasaran komoditas kulit di Indonesia.Ruang lingkup dari penelitian ini adalah perancangan sistem bisnis berbasis internet (e-business) untukkomoditas kulit yang mencakup penginformasian produk, transaksi jual beli, serta pelayanan pelanggan dan kerjasama dengan rekan bisnis berupa pertukaran data dan informasi. Metodologi penelitian yang digunakan adalahtahapan pendekatan sistem serta siklus hidup pengembangan sistem yang terdiri dari lima tahap, yaitutahapinvestigasi sistem, tahap analisis sistem, tahap perancangan sistem, tahap penerapan sistem dan tahappemeliharaan sistem. Penelitian ini merupakan sebuah layanan website simulasi sebuah perusahaan contoh (PTCitra Leather Trading), yang diberi nama E-CLT. Sistem ini menyediakan fasilitas pelayanan jual beli produkkulit yang telah disamak dan produk-produk yang terbuat dari kulit. Data mengenai spesifikasi produk dan hargadidapatkan dari lima perusahaan. Untuk data mengenai kulit samak didapat dari Pabrik Kulit Ali Ahmad diCibuluh, sedangkan untuk data produk-produk kulit didapat dari Perusahaan Kulit Primatama Leather (Garut),dan tiga perusahaan yang memasarkan secara online. Produk Finished Leather yang dijual terdiri dari empatjenis kulit, yaitu: Nubuck Sapi, Corrected Sapi dan Lining Kambing dan Pickle. Sementara itu Finished Productyang dijual terdiri dari jaket kulit, rompi, tas dan sepatu kulit, serta aksesori dari kulit. Pembuatan website inimenggunakan program Macromedia Dreamweaver,Adobe Photoshop CS3, Photoshape dan database mySQL.Terdapat tujuh menu utama pada homepage website, yang dapat diakses oleh customer yakni Home, Product,Costumer, Contact, Supplier and Other Industries, Payment and Delivery, dan Customer Services. Sementara ituuntuk Administrator, menu yang tersedia yaitu peng-update-an produk, biaya pengiriman dan status pesanan,pengecekan transaksi, serta penghitungan laba/rugi per bulan per item produk dan juga informasi grafikpenjualan per tahun. Mekanisme pembayaran pada E-CLT menggunakan fasilitas transfer antar bank. Validasipembayaran dilakukan dengan mengirimkan bukti slip setoran pembayaran melalui e-mail.Kata kunci: e-business, kulit samak, sistem bisnis, disain, e-commerc
ANALISIS BEBAN KERJA PADA PROSES PRODUKSI CRUDE PALM OIL (CPO) DI PABRIK MINYAK SAWIT DENGAN KAPASITAS 50 TON TBS/JAM
ABSTRAKPengolahan Tandan Buah Segar (TBS) menjadi Crude Palm Oil (CPO) merupakan proses ekstraksi minyak yang dilakukan di Pabrik Minyak Kelapa Sawit (PKS). Tahapan proses di PKS dibagi dalam stasiun pengolahan yaitu loading ramp, sterilizer, thresher, screw press, klarifikasi, pabrik biji, serta stasiun penyuplai energi yaitu ketel uap dan ruang mesin. Kegiatan pengolahan TBS di PKS berkapasitas 50 ton TBS/jam berlangsung selama 24 jam per hari. Pekerjaan relatif berat, kondisi lingkungan kerja yang bising, suhu panas dapat mengakibatkan resiko kelelahan ataupun kecelakaan kerja dan penurunan produktivitas kerja. Analisis beban kerja melalui melalui metode pengukuran denyut jantung secara langsung pada operator saat melakukan pekerjaan dapat menggambarkan kondisi beban kerja yang sebenarnya terjadi. Analisis denyut jantung dilakukan untuk mengetahui tingkat beban kerja yang dialami operator secara kualitatif dan kuantitatif. Indikator tingkat beban kerja (kualitatif) menggunakan istilah Increase Ratio of Heart Rate (IRHR). Laju konsumsi energi (beban kerja kuantitatif) menggunakan istilah Total Energi Cost (TEC) dalam satuan kkal per menit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat beban kerja secara umum adalah ―ringan‖ sampai dengan ―sedang‖ dengan nilai IRHR antara 1,15 sampai 1,74. Tingkat beban kerja tertinggi terjadi pada stasiun ketel uap dengan IRHR 1,74. Tingkat konsumsi energi (tenaga kerja manusia) adalah 1,58 sampai 3,30 kkal/menit.Kata kunci: pabrik minyak sawit, beban kerja, pengolahan tandan buah sega
RANCANG BANGUN SISTEM PRODUKSI INDUSTRI ENERGY BAR BERBASIS PISANG
ABSTRAKPenjualan energy bar (EB) berbasis serealia dan buah-buahan mengalami pertumbuhan signifikan di berbagai negara. Ketersediaan bahan baku pisang di Indonesia menjadikan produk EB prospektif untuk dikembangkan dalam skala industri. Dibutuhkan rancangan sistem produksi agar industri mampu meningkatkan daya saingnya. Penelitian ini bertujuan untuk membuat model sistem produksi industri EB pisang dalam bentuk sistem penunjang keputusan berbasis web. Pendekatan rekayasa sistem digunakan untuk membangun model sistem produksi industri EB, dengan menekankan pada beberapa komponen sistem yaitu teknologi proses, neraca massa dan energi, tata letak fasilitas, pemilihan lokasi industri, dan analisis kelayakan finansial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model menggambarkan sistem produksi pada industri EB pisang. Pada aspek kelayakan finansial model lebih sensitif terhadap penurunan harga jual produk dibandingkan kenaikan harga bahan baku.Kata kunci: sistem produksi, energy bar, pisang, sistem penunjang keputusan berbasis we
Kata Pengantar
PRAKATA Pembaca yang budiman, Puji syukur kita panjatkan ke hadirat Allah SWT, atas berkat dan rahmatNya pada kesempatan ini kami dapat kembali menyajikan artikel-artikel menarik pada Jurnal Teknologi Industri Pertanian Volume 24 Nomor 2 Edisi Agustus, Tahun 2014. Semua artikel yang dimuat pada Jurnal Teknologi Industri Pertanian ini telah ditelaah dan diseleksi oleh Dewan Editor dan Mitra Bebestari yang kompeten. Hanya artikel-artikel berkualitas baik dan sangat baik yang dapat dimuat pada Jurnal Teknologi Industri Pertanian. Topik-topik yang disajikan pada edisi kali ini mencakup: Sistem pendukung keputusan cerdas pengembangan agroindustri karet alam dengan pendekatan produktivitas hijau menggunakan fuzzy AHP (Analytic Hierarchy Process); Biogas formation from rice straw and market waste in semi-dry fermentation system; Sifat korosif surfaktan MES (Metil Ester Sulfonat) dari minyak sawit dalam pemilihan bahan surface facilities untuk aplikasi EOR (Enhanced Oil Recovery), Gap analysis and projection model of Indonesian palm oil-based fatty acid and fatty alcohol industry; Sifat fisik dan mekanik papan partikel dari ampas jarak kepyar; Pengembangan dan analisis teknis-finansial alat pengering pati sagu model agro cross flow fluidized untuk menunjang agroindustri sagu di Papua; Influence of material density and stepwise increase of pressure at steam distillation to the yield and quality of cajuput oil; Kajian pembuatan arang aktif berbahan baku bagas tebu melalui kombinasi proses karbonisasi hidrotermal dan aktivasi kimia. Sebagai penutup disajikan artikel tentang penilaian daur hidup botol gelas pada produk minuman teh. Kepada penulis dan mitra bestari yang telah berkontribusi pada penerbitan jurnal edisi ini, kami menyampaikan terima kasih yang mendalam. Sebagai akhir kata, kami mengundang rekan sejawat peneliti dan praktisi agroindustri mengirimkan naskah untuk disajikan pada jurnal ini. Saran dan kritik yang membangun dari pelanggan, pembaca dan para pihak lainnya sangat kami harapkan. Selamat membaca. Ketua Dewan Editor Marimi
Ucapan Terima Kasih
Jurnal Teknologi Industri Pertanian, Agustus 2014 Vol. 24, No. 2 ISSN : 0216 - 3160 UCAPAN TERIMA KASIH Dewan Editor menyampaikan terima kasih Kepada Bapak/Ibu/Sdr, atas kesediannya untuk menelaah naskah yang dimuat pada edisi ini. Atih Surjati Herman, Badan Pengkajian Iklim dan Mutu Industri, Kementerian Perindustrian, Jakarta Ani Suryani, Departemen Teknologi Industri Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Institut Pertanian Bogor Adrianto Ahmad, Jurusan Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Riau Bambang Pramudya, Departemen Teknik Mesin dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Institut Pertanian Bogor Bambang Drajat, PT. Riset Perkebunan Nusantara, Bogor Dwiera Evvyernie Amirrounas, Departemen Ilmu Nutrisi dan Teknologi Pakan, Fakultas Peternakan, Institut Pertanian Bogor Diah Susanti, Jurusan Teknik Material dan Metalurgi, Fakultas Teknologi Industri, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Surabaya Gustan Pari, Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan, Gunung Batu, Bogor Indah Yuliasih, Departemen Teknologi Industri Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Institut Pertanian Bogor Jono M. Munandar, Departemen Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Manajemen, Institut Pertanian Bogor Leopold Oscar Nelwan, Departemen Teknik Mesin dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Institut Pertanian Bogor Lay Abner, Balai Penelitian Kelapa dan Palma Lain Manado, Sulawesi Utara Machfud, Departemen Teknologi Industri Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Institut Pertanian Bogor Muhammad Anwar Nur, Departemen Kimia, Fakultas Matematika, Departemen Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Pertanian Bogor Mohamad Yani, Departemen Teknologi Industri Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Institut Pertanian Bogor Meika Syahbana Rusli, Departemen Teknologi Industri Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Institut Pertanian Bogor Nugraha Edi Suyatma, Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan, Fakultas Teknologi Pertanian, Institut Pertanian Bogor Slamet Budijanto, Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan, Fakultas Teknologi Pertanian, Institut Pertanian Bogor R. Sudrajat, Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan, Bogor Rita Kartika Sari, Departemen Hasil Hutan, Fakultas Kehutanan, Institut Pertanian Bogor Teguh Wikan Widodo, Balai Besar Pengembangan Mekanisasi Pertanian, Serpong Tangerang Taufik Djatna, Departemen Teknologi Industri Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Institut Pertanian Bogor Tun Tedja Irawadi, Departemen Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Pertanian Bogor Uhendi Haris, Balai Penelitian Teknologi Karet, Bogor Yusuf Sudo Hadi, Departemen Hasil Hutan, Fakultas Kehutanan, Institut Pertanian Bogo
SIFAT KOROSIF SURFAKTAN MES (METIL ESTER SULFONAT) DARI MINYAK SAWIT DALAM PEMILIHAN BAHAN SURFACE FACILITIES UNTUK APLIKASI EOR (ENHANCED OIL RECOVERY)
ABSTRACT Petroleum production technology development and application of MES (methyl esther sulfonate surfactant) for EOR (enhanced oil recovery) in Indonesia has very good prospects. The rate of corrosion is one of the important considerations in the application of surfactant in EOR. Therefore, it is necessary to test the corrosion rate caused by MES prior to its application to prevent the failure of the production due to the damage of the metal material used. The purpose of this study was to determine the corrosion rate of MES based surfactant solutions from palm oil on metallic materials (stainless steel 201, stainless steel 304, stainless steel 316, carbon steel and metal galvanist) and to select the most economical metal materials for surface facilities application of MES based surfactant injection. The weight loss method was used to measure the corrosion rate of various types of metal in solution formulation of MES. Corrosion rate in the dilution process (material dissolved before being mixed), has a value that was higher than in the solution that was formulated directly in the mixing tank (mixer). The rate of corrosion of various types of metal being tested were still under 0.127 mm/year or meet the standard rate of corrosion for all surface facilities, machinery and equipment used in oil and gas drilling. Keywords: corrosion rate, surfactant, methyl ester sulfonate, palm oil, surface facilities, enhanced oil recover
Kata Pengantar
Pembaca yang budiman,Puji syukur kita panjatkan ke hadirat Allah SWT, atas berkat dan rahmatNya pada kesempatan ini kita dapat kembali berjumpa melalui Jurnal Teknologi Industri Pertanian Volume 23 Nomor 2 Edisi Agustus, Tahun 2013.Semua artikel yang dimuat pada Jurnal Teknologi Industri Pertanian ini telah ditelaah oleh Dewan Editor dan Mitra Bebestari yang kompeten. Hanya artikel-artikel berkualitas baik dan sangat baik yang dapat dimuat pada Jurnal Teknologi Industri Pertanian.Topik-topik yang disajikan pada edisi kali ini mencakup model kebijakan teknologi perubahan iklim, penyiapan grits jagung, papan dari bungkil biji jarak pagar, strategi pengembangan agroindustri tempe, penilaian siklus hidup produksi biodisel, sistem bisnis agroindustri kulit samak, dan plastik biodegradable. Sebagai penutup disajikan artikel tentang parameter dielektrik penentuan masa kadaluwarsa biskuit.Kepada penulis dan mitra bestari yang telah berkontribusi pada penerbitan jurnal edisi ini, kami menyampaikan terima kasih yang mendalam. Sebagai akhir kata, kami mengundang rekan sejawat peneliti dan praktisi agroindustri mengirimkan naskah untuk disajikan pada jurnal ini. Saran dan kritik yang membangun sangat kami harapkan. Selamat membaca.Ketua Dewan EditorMarimi