Journal of Agroindustrial Technology
Not a member yet
744 research outputs found
Sort by
SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN CERDAS PENGEMBANGAN AGROINDUSTRI KARET ALAM DENGAN PENDEKATAN PRODUKTIVITAS HIJAU MENGGUNAKAN FUZZY AHP
ABSTRACT An industry that is closely related to environmental issues is the natural rubber industry. Production increase of natural rubber related with increase of garbage or waste that cause negative impact to the environment. Productivity is comparison between production outcome against resources used and productivity is one important indicator of production outcome assessment. The objectives of this research were to design software of intelligent decision support systems to measure the green productivity, to provide solutions and simulations an increase of productivity in the natural rubber agroindustry. The software used a fuzzy-rule to measure green productivity based on economic data and seven sources of waste generation data such as energy, water, materials, garbage, transportation, emissions, and biodiversity. Fuzzy analytical hierarchy process (Fuzzy AHP) was used to select the four alternatives on cultivation and processing of natural rubber agroindustry which have major influence on productivity improvement and reduce environmental impact which became a green productivity concept. The final results software was a simulation of the best alternative in the form of seven sources of waste generation and economic data. Keywords:intelligent decision support system, fuzzy rule-base,fuzzy AHP, green productivit
PENGEMBANGAN DAN ANALISIS TEKNIS-FINANSIAL ALAT PENGERING PATI SAGU MODEL AgRo CROSS FLOW FLUIDIZED UNTUK MENUNJANG AGROINDUSTRI SAGU DI PAPUA
ABSTRACT Utilization of dried sago starch as a source of raw materials and agroindustry-based starch and flour is still very limited, especially sago starch processed by people from Papua and West Papua. This is because the sago starch production only reached the stage of wet processing sago starch, as well as the lack of support for the agroindustry to produce and use dried sago starch. The objective of this study were to develop a design of agitated and vibro cross flow fluidized bed dryer unit into a model of Agitated-vibro Cross Flow Fluidized Bed (AgRoCFFB) that can work in semi-continuous, to perform technical evaluations, to analysis the chemical composition of dried sago starch, and to analysis financial performance as well as to determine the feasibility of using AgRoCFFB dryer on sago processing industry folk. Stages of the study included the development (i.e. designing semi-continuously agitators and vibrators), the technical evaluation (i.e. test and analyze the performance of the dryer to determine the drying rate, energy requirements, and efficiency of drying), dried sago starch quality analysis (analyzing the chemical composition), and analyzing financial of AgRoCFFB dryers models. The results of dryers development produced agitators and vibrators with maximum capacity of 100 kg/process. The performance of the dryer was able to drain the sago starch as much as 35 kg for 6 hours with a fuel consumption of 70 kg of coconut shells, dryer efficiency of 4.9%, and the chemical composition of dry starch starch approaching ISO (ISO 3729:2008 ). The results of the financial analysis showed decent drier AgRoCFFB was feasible to support micro-small-scale agroindustry in Papua and West Papua . Keywords: agitated vibro, cross flow fluidized bed, sago starch, agroindustr
ANALISIS KEBERLANJUTAN USAHA PENGRAJIN EKONOMI KREATIF KERAJINAN SUTERA DI PROVINSI SULAWESI SELATAN
ABSTRAKEkonomi Kreatif memiliki konsep mengintensifkan informasi dan kreativitas dengan mengandalkan ide dan pengetahuan dari sumber daya manusia sebagai faktor produksi utama dalam kegiatan ekonomi yang berbasis sumber daya alam sekarang menjadi berbasis sumber daya manusia, dari era pertanian ke era industri dan informasi. Peningkatan sistem perubahan baik dari sosial, lingkungan, ekonomi, kelembagaan dan perilaku kewirausahaan membutuhkan suatu proses yang berkelanjutan. Proses ini berupaya meningkatkan potensi masa kini dan masa depan untuk memenuhi kebutuhan dan aspirasi manusia. Tujuan Penelitian untuk menganalisis keberlanjutan usaha pengrajin ekonomi kreatif dan menentukan faktor-faktor pengungkit terhadap keberlanjutan usaha pengrajin ekonomi kreatif. Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Wajo dan Bulukumba. Sampel adalah 215 pengrajin ekonomi kreatif. Pengumpulan data dilakukan pada bulan Januari sampai April 2012 terdiri dari data primer dan sekunder. Analisa data dilakukan dengan menggunakan pendekatan Multi Dimensional Scaling. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa hasil simulasi Rap-UEK secara keseluruhan menunjukkan status kurang berkelanjutan sebesar 48,97% dan faktor-faktor pengungkit yang perlu diperhatikan berdasarkan hasil analisis leverage pada Dimensi Ekonomi ada tiga atribut, Dimensi Dimensi Sosial dan Lingkungan ada empat atribut , Dimensi Kelembagaan ada tiga atribut dan Dimensi Perilaku Kewirausahaan Usaha Ekonomi Kreatif ada tiga atribut.Kata kunci: analisis, keberlanjutan, ekonomi kreatif, pengrajin suter
Ucapan Terima Kasih
UCAPAN TERIMA KASIH Dewan Editor menyampaikan terima kasih Kepada Bapak/Ibu/Sdr, atas kesediannya untuk menelaah naskah yang dimuat pada edisi ini. Armansyah H. Tambunan, Departemen Teknik Mesin dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Institut Pertanian Bogor Anwar Kasim, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Andalas, Padang Akhmad E Zainal Hasan, Departemen Biokimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Pertanian Bogor Agus Wahyudi, Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, Bogor Bermawi P. Iskandar, Progran Studi Teknik Industri, Fakultas Teknologi Industri, Institut Teknologi Bandung Bustami Ibrahim, Departemen Teknologi Hasil Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Institut Pertanian Bogor Budiyanto, Jurusan Teknologi Pertanian, Fakultas Pertanian, Unversitas Bengkulu Bambang Pramudono, Departemen Teknik Kimia, Universitas Diponegoro, Semarang, Jawa Tengah Erliza Hambali, Departemen Teknologi Industri Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Institut Pertanian Bogor Euis Hermiati, Balai Penelitian dan Pengembangan Biomaterial LIPI, Cibinong, Bogor Fransisca Rungkat, Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan, Fakultas Teknologi Pertanian, Institut Pertanian Bogor Herastuti Sri Rukmini, Program Studi Ilmu dan Teknologi Pangan, Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, Jawa Tengah Irzaman, Departemen Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Pertanian Bogor Indah Yuliasih, Departemen Teknologi Industri Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Institut Pertanian Bogor M. Syamsul Ma’arif, Departemen Teknologi Industri Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Institut Pertanian Bogor Meika Syahbana Rusli, Departemen Teknologi Industri Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Institut Pertanian Bogor Nur Richana, Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pascapanen Pertanian, Cimanggu, Bogor Prayoga Suryadarma, Departemen Teknologi Industri Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Institut Pertanian Bogor Suharjito, Pusat Teknologi Agroindustri, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi, Jakarta Sukardi, Departemen Teknologi Industri Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Institut Pertanian Bogor Sri Yuliani, Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pascapanen Pertanian, Cimanggu, Bogor Tri Panji, PT. Riset Perkebunan Nusantara, Bogor Victor P.H. Nikijuluw, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Jakart
PERBANDINGAN PENILAIAN SIKLUS HIDUP (LIFE CYCLE ASSESSMENT) PRODUKSI BIODIESEL SECARA KATALIS DARI CRUDE PALM OIL DAN CRUDE JATROPHA CURCAS OIL
Sektor energi memainkan peran penting bagi Indonesia dan bahkan dunia dalam mencapai tujuan pembangunannya. Salah satu isu yang berkaitan dengan negara-negara yang berusaha untuk memanfaatkan bahan bakunya telah muncul secara global dalam pengembangan produksi biodiesel, misalnya USA yang menggunakan kacang kedelai, Eropa menggunakan rapeseed dan Asia khususnya Indonesia menggunakan minyak sawit. Isu global lainnya menempatkan lingkungan sebagai pertimbangan utama, karena produksi biodiesel menghasilkan emisi gas yang meningkatkan risiko pemanasan global dan menyebabkan kerusakan lingkungan. Negara-negara Eropa mengklaim bahwa pengolahan biodiesel yang berasal dari minyak sawit menyebabkan peningkatan emisi karbon yang ditransfer ke atmosfer. Metode yang tepat untuk menganalisis masalah tersebut melalui Penilaian Siklus Hidup (LCA). Produksi biodiesel di Indonesia menggunakan kelapa sawit sebagai bahan bakunya. Selain itu, penggunaan jatropha juga dianjurkan karena merupakan tanaman yang tidak dapat dimakan dan beradaptasi dengan berbagai kondisi tanah kritis yang ada di Indonesia. Studi ini merupakan penilaian komparatif siklus hidup dari produksi biodiesel dari minyak sawit dan jarak yang diproduksi di Indonesia. Analisis dikelompokkan ke dalam tahapan produksi tidak stabil dan tahap produksi stabil untuk mengakomodasi karakteristik pertumbuhan alami dari kedua tanaman ini. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa produksi biodiesel dari kelapa sawit memberikan nilai yang lebih tinggi pada potensi pemanasan global (GWP) daripada jarak pagar. Penggunaan agro-kimia, seperti pupuk, herbisida, insektisida dan pestisida, memberikan kontribusi yang signifikan terhadap total nilai GWP, yaitu masing-masing 68,14% untuk kelapa sawit dan 37,56% untuk jarak pagar. Karakteristik emisi dari kedua tanaman selama periode produktivitas tidak stabil ditemukan berbedaJurnal Teknologi Industri Pertaniandengan produktivitas stabil. Nilai GWP dan konsumsi energi untuk memproduksi biodiesel dari kelapa sawit ditemukan lebih tinggi dari jarak pagar.Kata kunci: penilaian siklus hidup, minyak mentah sawit, minyak mentah jarak pagar, biodiese
PRODUKSI ETANOL DENGAN METODE SSF DARI BAHAN BAKU BERBASIS KERTAS YANG MENDAPAT PERLAKUAN FISIK BERBEDA
ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi produktivitas bioetanol dari unbeaten pulp, beaten pulp, non-printed paper dan laser-printed paper dengan menggunakan metode sakarifikasi dan fermentasi simultan (simultaneous saccharification and fermentation – SSF). Khamir yang digunakan adalah Saccharomyces cerevisiae, diaplikasikan dalam konsentrasi 10%, 15% dan 20%, dengan waktu inkubasi selama 3, 4, dan 5 hari. Konsentrasi etanol dianalisis menggunakan kromatografi gas, kemudian digunakan untuk menghitung rendemen etanol dan konversi selulosa. Kadar karbohidrat sampel yang cenderung tinggi (lebih dari 70%) mengindikasikan bahwa pulp yang digunakan berpotensi baik untuk produksi bioetanol. Konversi selulosa (8,24%) dan produksi etanol (5,4%) tertinggi ditemukan pada beaten pulp yang difermentasikan dengan konsentrasi khamir 15% dan waktu inkubasi 3 hari. Perlakuan beating diasumsikan dapat meningkatkan rendemen etanol, namun demikian, bahan kimia dan mineral aditif pada kertas menghambat proses hidrolisis enzimatik dan tinta menghambat fermentasi gula sederhana.Kata kunci:bioetanol, pulp putih, penggilingan, kertas bercetak laser,SS
ANALISIS MODEL KEBERLANJUTAN USAHA BERBASIS AGEN PADA MINAPOLITAN UDANG
ABSTRAK Minapolitan sebagai kerangka pengembangan agroindustri perikanan perlu terus dilakukan, agar produksi perikanan dapat meningkat dan berdampak positif pada perekonomian masyarakat suatu wilayah. Salah satu aspek yang dikembangkan adalah konsep klaster Minapolitan berbasis agen. Pendekatan berbasis agen sebagai solusi kompleksitas persoalan dunia nyata yang semakin rumit, akibat interaksi antar pelaku dengan perilaku yang berbeda-beda. Analisis model keberlanjutan usaha berbasis pendekatan agen pada Minapolitan udang memberi gambaran bahwa keberlanjutan ekonomi dalam klaster minapolitan ditentukan oleh perilaku petambak sebagai agen produsen udang dalam melakukan budidaya udang. Rerata nilai B/C ratio bagi petambak pengguna bibit unggul hasil simulasi mencapai 2,1. Kualitas komoditas udang menentukan tingkat keuntungan pedagang. Keuntungan yang didapatkan pedagang kecil lebih tinggi dibandingkan dengan keuntungan pedagang besar dalam klaster minapolitan agroindustri udang. Kata kunci: keberlanjutan usaha, pendekatan agen, minapolita
GAP ANALYSIS AND PROJECTION MODEL OF INDONESIAN PALM OIL-BASED FATTY ACID AND FATTY ALCOHOL INDUSTRY
ABSTRAK Asam dan alkohol lemak berbasis minyak kelapa sawit termasuk oleokimia yang paling penting Tujuan utama penelitian ini adalah menganalisis kesenjangan antara kinerja saat ini dengan kinerja yang diharapkan untuk industri asam lemak dan alkohol lemak berbasis minyak kelapa sawit di Indonesia, menggunakan kerangka penilaian daya saing World Economic Forum (WEF). Tujuan lain dari penelitian ini adalah melakukan prakiraan jumlah produksi, ekspor, impor, pasokan domestik, dan konsumsi industri ini. Penelitian ini menggunakan metode kajian pustaka, wawancara secara mendalam, dan kuesioner untuk mengumpulkan pendapat para pakar dan/atau praktisi industri ini, terhadap kinerja saat ini dan kinerja yang diharapkan. Tes non-parametrik Mann-Whitney digunakan untuk menilai signifikansi perbedaan antara kedua kinerja tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor dengan kesenjangan terbesar antara kinerja saat ini dengan kinerja yang diharapkan untuk industri ini adalah faktor persyaratan dasar, dan kesenjangan terkecil adalah faktor pendorong efisiensi. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan antara kinerja saat ini dengan kinerja yang diharapkan pada α = 5% untuk semua sub-faktor, faktor, dan total WEF. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa dari tiga model prakiraan yang digunakan dalam penelitian ini, tidak ada satu pun dari ketiga model prakiraan tersebut yang cocok digunakan untuk semua prakiraan yang dilakukan atas industri ini. Kata kunci: alkohol lemak, analisis kesenjangan, asam lemak, daya saing, prakiraa
PEDOMAN BAGI PENULIS
Penulis harus menjamin bahwa naskah yang dikirimkan adalah asli dan tidak pernah dipublikasikan di jurnal lainnya, yang dinyatakan dengan surat pernyataan seperti terlampir.Naskah yang akan dipublikasikan pada Jurnal Teknologi Industri Pertanian dapat berupa hasil penelitian, analisis kebijakan, komunikasi singkat, opini, gagasan dan review. Naskah dapat ditulis dalam Bahasa Indonesia atau Bahasa Inggris menggunakan format yang sesuai dengan kaidah bahasa yang digunakan. Editor tidak menerima naskah yang tidak memenuhi persyaratan yang diminta. Penentuan layak tidaknya naskah yang akan dipublikasikan ditentukan oleh Dewan Editor Jurnal Teknologi Industri Pertanian atas masukan mitra bestari yang kompeten.Naskah dikirimkan ke editor sebanyak tiga eksemplar dalam bentuk naskah asli dan softcopy dalam CD atau dapat dikirim via email. Naskah ditulis dalam Microsoft Word, Gambar/grafik dalam Microsoft Excel dan tuliskan nama pengarang sebagai nama file. Naskah dapat dikirimkan dengan softcopynya kepada : Editor Jurnal Teknologi Industri Pertanian, Departemen Teknologi Industri Pertanian (TIN), Fateta IPB, Kampus IPB Darmaga PO Box 220 Bogor 16002, Telpon/Fax : 0251-8625088; 0251-8621974; dengan alamat e-mail: [email protected] [email protected] Hak Cipta tulisan yang dimuat ada pada Jurnal Teknologi Industri Pertanian. Penulis yang naskahnya dimuat diharuskan membayar kontribusi biaya penerbitan sebesar Rp 75.000,- per halaman. Biaya tambahan untuk pencetakan halaman berwarna menjadi tanggung jawab penuli
PEMETAAN DAN STRATEGI PENGEMBANGAN AGROINDUSTRI TEMPE DI KABUPATEN BOJONEGORO, JAWA TIMUR
Bojonegoro adalah wilayah yang menjadi langganan banjir sungai Bengawan Solo setiap tahunnya.Kondisi ini perlu disikapi dengan baik oleh pemerintah Kabupaten Bojonegoro yang sebagian besarpenduduknya berprofesi sebagai petani. Pengembangan agroindustri (khususnya tempe) adalah salah satualternatif dalam meningkatkan kinerja sektor pertanian. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan posisiagroindustri tempe diantara agroindustri yang berkembang di Kabupaten Bojonegoro, serta merumuskan strategipengembangannya. Metode dasar penelitian adalah deskriptif analitik berbasis pada data primer dan skunder.Pemetaan prioritas agroindustri yang berkembang dianalisis dengan Analytical Hierarchy Process (AHP), danperumusan alternatif strategi dianalisis dengan Matriks Internal-Eksternal (IE). Keputusan pemilihan strategiditentukan dengan Quantitative Startegic Planning Matrix (QSPM). Hasil penelitian menunjukkan bahwaagroindustri tempe menempati urutan pertama sebagai agroindustri unggulan di Kabupaten Bojonegoro.Berdasarkan analisis matriks IE, maka posisi bersaing agroindustri tempe berada pada kuadran V (strategipengembangan produk dan penetrasi pasar). Berdasarkan QSPM diperoleh rekomendasi strategi yang palingtepat dilakukan oleh pelaku agroindustri tempe di Bojonegoro adalah strategi pengembangan produkKata kunci: agroindustri, tempe, AHP, QSP