Journal of Agroindustrial Technology
Not a member yet
    744 research outputs found

    HIDROLISIS ENZIMATIS DAN MICROWAVE BAMBU BETUNG (Dendrocalamus asper (Schult.f.)) SETELAH KOMBINASI PERLAKUAN PENDAHULUAN SECARA BIOLOGIS DAN MICROWAVE

    Get PDF
    Enzymatic and acid microwave-assisted hydrolysis of a newly combined biological and microwavepretreatment was developed to evaluate the reducing sugar yield of betung bamboo fibers. In previous parallelstudy of single (biological or microwave) pretreatment, the improvement of reducing sugar yield of microwaveassistedacid hydrolysis has been reported previously. The cellulase of 10 and 20 FPU/g substrate was appliedin the enzymatic hydrolysis of pretreated biomass using a shaking incubator at 50°C and 150 rpm for 48 hours.In the microwave-assisted acid hydrolysis, 1.0% sulfuric acid concentration was used either with or without theactivated carbon aditionat microwave hydrolysisat 330 watt for 7.5-12.5 minutes. There was an improvement inreducing sugar yield of bamboo pretreated biological-microwave pretreatment after microwave assisted-acidhydrolysis compared to enzymatic hydrolysis. This hydrolysis performance improvement was greater than that ofthe single pretreatment (biological or microwave pretreatment). Bamboo pretreated by biological-microwavepretreatment (5% inoculum loading and irradiated for 5 minutes at 330 W) showed the highest reducing sugaryield after microwave hydrolysis for 12.5 minutes (16.65% per dry biomass or 18.92% per dry substrate). Asmuch as 27.21% of hollocellulose can be converted to reducing sugar or 23.84% of theoritical maximumreducing sugar yield. The benefical effect of activated carbon addition in microwave assisted acid hydrolysiswas the reduction of brown compound even though oligomer adsorption caused the decreasing of reducing sugaryield.Keywords: betung bamboo, brown compound, combination of biological and microwave pretreatment, enzymaticand acid-microwave hydrolysis, reducing sugar yiel

    PENGARUH PENYUSUTAN TERHADAP KARAKTERISTIK PENGERINGAN TEMU PUTIH

    Get PDF
    The effects of drying conditions on shrinkage of zedoary were studied. A thin-layer dryer with machine vision 2D system and image analysis software was used. Zedoary slices were dried at temperatures of 50, 60 and 70oC (at constant RH) and relative humidities of 20%, 30% and 40% (at constant temperature). The falling drying rate data were used to calculate the effective diffusion coefficients from the Fick’s equation. Changes in area of the slice were measured every 5 minute during drying. Shrinkage showed almost linear relation with moisture content. It was found that air temperature and relative humidity had no significant effect on shrinkage. Drying took place entirely in the falling rate period. Slices dried at 70oC showed more bend than slices dried at 50 and 60oC. Effective diffusivity values by considering the shrinkage were estimated in the range of 4.74-6.19×10-9 m2/s for studied drying temperatures.Keywords: drying, shrinkage, moisture, diffusivity, image analysis, zedoar

    APLIKASI ASAM STEARAT SEBAGAI COMPATIBILIZER PADA FILM KOMPOSIT TEPUNG UBI KAYU-LINEAR LOW DENSITY POLYETHYLENE

    Get PDF
    Mixing of thermo plasticized cassava flour (TCL) with linear low density polyethylene (LLDPE) is faced in polarity differences where TCL as a polar material while LLDPE is a nonpolar material. To get good compound, an additive substances called compatibilizer is needed to modify the polarityof respective component, i.e. stearic acid to give polar group on LLDPE molecules. The objective of this study was to investigate of the use of stearic acid as compatibilizer on TCL-LLDPE composite film. TCL was produced by adding 30 and 40% (w/w) of glycerin to cassava flour (CL). Composite films were formulated based on CL:LLDPE ratio 2:8 and 3:7. The stearic acid dosages used were 5 and 7% (w/w) of LLDPE. The influence of the flour, glycerin, and stearic acid dose on melt flow index, specific gravity, mechanical properties, seal strength, and film clarity were analyzed. The results show that higher composite melt flow index was obtained on composites that use higher stearic acid dosage. Higher composite specific gravity was obtained on composites that use higher CL. Higher CL ratio give composite film lower mechanical properties and seal strength. The best composite film properties was produced from 2:8 CL:LLDPE ratio, 40% glycerin, and 5% stearic acid. The best properties of the composite film are 5.62 MPa in MD tensile strength and 594.27% elongation.Keywords: cassava flour, composite film, stearic aci

    Pedoman Bagi Penulis

    Get PDF
    PEDOMAN  BAGI PENULISJurnal Teknologi Industri Pertanian  Ketentuan Umum Penulis harus menjamin bahwa naskah yang dikirimkan adalah asli dan tidak pernah dipublikasikan di jurnal lainnya, yang dinyatakan dengan surat pernyataan seperti  terlampir.Naskah yang akan dipublikasikan pada Jurnal Teknologi Industri Pertanian dapat berupa hasil penelitian, analisis kebijakan, komunikasi singkat, opini, gagasan dan review. Naskah dapat ditulis dalam Bahasa Indonesia atau Bahasa Inggris menggunakan format yang sesuai dengan kaidah bahasa yang digunakan.  Editor tidak menerima naskah yang tidak memenuhi persyaratan yang diminta. Penentuan layak tidaknya naskah yang akan dipublikasikan ditentukan oleh Dewan Editor Jurnal Teknologi Industri Pertanian atas masukan mitra bestari yang kompeten.Naskah dikirimkan ke editor sebanyak tiga eksemplar dalam bentuk  naskah asli dan softcopy dalam CD atau dapat dikirim via email.  Naskah ditulis dalam Microsoft Word, Gambar/grafik dalam Microsoft Excel dan tuliskan nama pengarang sebagai nama file.  Naskah dapat dikirimkan dengan softcopynya kepada : Editor Jurnal Teknologi Industri Pertanian, Departemen Teknologi Industri Pertanian (TIN), Fateta IPB, Kampus IPB Darmaga PO Box 220 Bogor 16002, Telpon/Fax :  0251-8625088; 0251-8621974; dengan alamat e-mail:  [email protected] [email protected] Hak Cipta tulisan yang dimuat ada pada Jurnal Teknologi Industri Pertanian.  Penulis yang naskahnya dimuat diharuskan membayar kontribusi biaya penerbitan sebesar Rp 75.000,- per halaman. Biaya tambahan untuk pencetakan halaman berwarna menjadi tanggung jawab penulis.Penulis harus mengusulkan 3 nama mitra bebestari yang kompeten dibidangnya dan bergelar doktor beserta alamat lengkapnya yang penulis harapkan dapat mereview naskahnya.

    OPTIMIZATION OF PHENOLS EXTRACTION FROM ROSELLE (Hibiscus sabdariffa) BY MICROWAVE ASSISTED EXTRACTION AS ANTIBACTERIAL AND ANTIOXIDANT AGENTS

    Get PDF
    Kelopak bunga rosela merupakan sumber potensial senyawa phenolik. Untuk mendapatkan senyawa bioaktif tersebut digunakan metode ekstraksi berbantu gelombang mikro yaitu ekstraksi menggunakan alat microwave skala rumah tangga.  Response Surface Method digunakan untuk menentukan kondisi optimum variabel ekstraksi, yaitu daya gelombang mikro, konsentrasi etanol dan lama waktu ekstraksi.  Kondisi optimum proses ekstraksi yaitu pada daya gelombang mikro 250 Watt, konsentrasi etanol 78,36% dengan lama waktu 4,91 menit.  Hasil verifikasi penelitian total phenol yang diperoleh pada kondisi optimum adalah 23,77 + 0,25 mg/g, lebih rendah dari estimasi optimasi proses, yaitu 24,61 mg/g. Kandungan anthosianin, vitamin C dan rendemen MAE berturut turut 14,80 + 0,08;  10,74 + 0,14 mg/g dan 22,09 + 3,3%.  Aktivitas antioksidan ditunjukkan dengan zona hambat yang terbentuk 12,6 + 0,6 mm terhadap E. coli dan 11,6 + 0,3 mm terhadap S. aureus. Aktivitas antioksidan  ditunjukkan dengan nilai IC50 202,47 µL/mLKeywords: microwave assisted extraction, Phenols, rosella, response surface metho

    Ucapan Terima Kasih Jurnal Teknologi Industri Pertanian

    No full text
    UCAPAN TERIMA KASIHDewan Editor menyampaikan terima kasih Kepada Bapak/Ibu/Sdr, atas kesediannya untuk menelaah naskahyang dimuat pada edisi ini.Arief Budiman, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada, YogyakartaAdi Santoso, Pusat Penelitian dan Pengembangan Keteknikan Kehutanan dan Pengolahan Hasil Hutan, BogorEvi Savitri, Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pascapanen Pertanian, BogorErliza Noor, Fakultas Teknologi Pertanian, Institut Pertanian BogorEuis Hermiati, Balai Penelitian dan Pengembangan Biomaterial, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia,Cibinong BogorFauzi Febrianto, Fakultas Kehutanan, Institut Pertanian Bogor Fakultas Kehutanan, Institut Pertanian BogorErwahyuni Endang Prabandari, Balai Pengkajian Bioteknologi, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi,Fransiska Rungkat Zakaria, Fakultas Teknologi Pertanian, Institut Pertanian BogorFarah Fahma, Fakultas Teknologi Pertanian, Institut Pertanian BogorGustan Pari, Pusat Penelitian dan Pengembangan Keteknikan Kehutanan dan Pengolahan Hasil Hutan, BogorHari Eko Irianto, Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pengolahan Produk dan Bioteknologi Kelautandan Perikanan, JakartaIndah Yuliasih, Fakultas Teknologi Pertanian, Institut Pertanian BogorMuhammad Arfah, Fakultas Teknologi Pertanian, Institut Pertanian BogorMohamad Yani, Fakultas Teknologi Pertanian, Institut Pertanian BogorNaresworo Nugroho, Fakultas Kehutanan, Institut Pertanian BogorNuri Andarwulan, Fakultas Teknologi Pertanian, Institut Pertanian BogorSunu Herwi Pranolo, Fakultas Teknik, Universitas Sebelas Maret, SurakartaSedarnawati Yasni, Fakultas Teknologi Pertanian, Institut Pertanian BogorSugeng Hari Wisudo, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Institut Pertanian BogorSaputra, Fakultas Pertanian, Universitas Palangka Raya, Kalimantan TengahTaufik Djatna, Fakultas Teknologi Pertanian, Institut Pertanian BogorTri Marwati, Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pascapanen Pertanian, BogorYandra Arkeman, Fakultas Teknologi Pertanian, Institut Pertanian Bogo

    Pedoman Bagi Penulis

    Get PDF
    Judul. Judul harus singkat, spesifik daninformatif yang mencerminkan secara tepat isinaskah, dengan jumlah kata maksimal 15 kataditulis dalam Bahasa Indonesia dan BahasaInggris. Judul diikuti dengan nama pengarang,institusi dan alamat, serta catatan kaki yangmerujuk penulis yang bertanggungjawab untuksurat menyurat (corresponding author), lengkapdengan alamat surat, nomor telpon & faksimiliserta alamat e-mail.Abstrak. Abstrak ditulis dalam Bahasa Inggrisdan Bahasa Indonesia. Abstrak terdiri dari 200-250 kata dan ditulis dalam satu paragraf. Abstrakberisi intisari dari keseluruhan naskah, yakni latarbelakang, tujuan, metode, hasil-hasil penting,pembahasan, dan kesimpulan. Hindaripenggunaan singkatan kecuali yang telah umumdigunakan

    Ucapan Terima Kasih

    Get PDF
    UCAPAN TERIMA KASIH Dewan Editor menyampaikan terima kasih Kepada Bapak/Ibu/Sdr, atas kesediannya untuk menelaah naskah yang dimuat pada edisi ini.   Angela Myrra Puspita Dewi, Jurusan Teknologi Pertanian, Fakultas Pertanian dan Teknologi Pertanian, Universitas Negeri Papua,  Manokwari Arief Sabdo Yuwono, Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan, Fakultas Teknologi Pertanian,                Institut Pertanian Bogor Achmad Roesyadi, Jurusan Teknik Kimia, Fakultas Teknik,                                                                             Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Surabaya Cut Meurah Rosnelly, Jurusan Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh Didah Nur Faridah, Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan, Fakultas Teknologi Pertanian,                Institut Pertanian Bogor Edi Mulyono, Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pascapanen Pertanian,  Bogor Edi Santosa, Departemen Agronomi & Hortikultura, Fakultas Pertanian,  Institut Pertanian Bogor Evi Savitri, Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pascapanen Pertanian, Bogor Gatot Pramuhadi, Departemen Teknik Mesin dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian,                 Institut Pertanian Bogor Henny Purwaningsih, Departemen Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam,             Institut Pertanian Bogor Iswandi Anas Chaniago, Departemen Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan, Fakultas Pertanian,                     Institut Pertanian Bogor I Wayan Reda Susila, Lembaga Riset Perkebunan Indonesia, Bogor Kaseno, Balai Pengkajian Bioteknologi, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi,                         Kawasan PUSPIPTEK Serpong, Tengerang Leopold Oscar Nelwan, Departemen Teknik Mesin dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian,              Institut Pertanian Bogor Lamhot Parulian Manalu, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi, Jakarta Meika Syahbana Rusli, Departemen Teknologi Industri Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian,               Institut Pertanian Bogor Nancy Dewi Yuliana, Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan, Fakultas Teknologi Pertanian,                   Institut Pertanian Bogor Nurheni Wijayanto, Departemen Silvikultur, Fakultas Kehutanan, Institut Pertanian Bogor Risfaheri, Balai Pengkajian Teknologi Pertanian, Kepulauan Bangka Belitung, Pangkal Pinang Rijanti Rahayu Maulani, Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati,  Institut Teknologi Bandung Rumpoko Wicaksono, Jurusan Teknologi Pertanian, Fakultas Pertanian,                                                   Universitas   Jenderal Soedirman, Purwokerto Sukardi, Departemen Teknologi Industri Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian,                                      Institut Pertanian Bogor Suprihatin, Departemen Teknologi Industri Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian,                                      Institut Pertanian Bogor Sutardi, Jurusan Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian,                      Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta Syafrudin, Jurusan Teknik Lingkungan, Fakultas Teknik, Unversitas Diponegoro, Semarang Tien Ruspriatin, Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan, Fakultas Teknologi Pertanian,                     Institut Pertanian Bogor Yudi Pranoto, Jurusan Teknologi Industri Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian,                              Universitas Gadjah Mada, Yogyakart

    kata Pengantar

    No full text
    PRAKATA   Pembaca yang budiman, Puji syukur kita panjatkan ke hadirat Allah SWT,  atas berkat dan rahmatNya pada kesempatan ini kami dapat kembali menyajikan artikel-artikel menarik pada Jurnal Teknologi Industri Pertanian Volume 24 Nomor 3 Edisi Desember, Tahun 2014.   Semua artikel yang dimuat pada Jurnal Teknologi Industri Pertanian ini telah ditelaah dan diseleksi oleh Dewan Editor dan Mitra Bebestari yang kompeten. Hanya artikel-artikel berkualitas baik dan sangat baik yang dapat dimuat pada Jurnal Teknologi Industri Pertanian. Topik-topik yang disajikan pada edisi ini mencakup: Penanganan pascapanen umbi iles-iles (Amorphophallus Muelleri Blume) Studi kasus: di Madiun, Jawa Timur, Model penunjang keputusan  pengembangan agroindustri  gula tebu  (Studi Kasus di Provinsi Nusa Tenggara Timur), Rendemen dan komposisi minyak atsiri daun ki lemo (Litsea Cubeba) dari Gunung Papandayan, kaitannya dengan variasi Tipe  dan faktor-faktor habitat, Pengaruh metode ekstraksi terhadap mutu kimia dan  komposisi asam lemak minyak buah merah (Pandanus Conoideus), Pengaruh lama hidrolisis asam terhadap karakteristik fisiko-kimia pati garut, pengaruh ukuran serat selulosa asetat dan penambahan dietilen glikol (DEG) terhadap sifat fisik dan mekanik   bioplastik, Exergy analysis of palm oil biodiesel production technologies, performance comparation of co-composting process of            bagasse and filter cake on 100 kg scale to laboratory scale, Sebagai penutup disajikan artikel tentang Kinetics of isothermal adsorption of β-carotene from crude palm olein using attapulgite. Kepada penulis dan mitra bestari yang telah berkontribusi pada penerbitan jurnal edisi ini, kami menyampaikan terima kasih yang mendalam.    Sebagai akhir kata, kami mengundang rekan sejawat peneliti dan praktisi agroindustri  mengirimkan naskah untuk disajikan pada jurnal ini.  Saran dan kritik yang membangun dari pelanggan,  pembaca dan para pihak lainnya sangat kami harapkan.  Selamat membaca.   Ketua Dewan Editor   Marimi

    PENGARUH LAMA HIDROLISIS ASAM TERHADAP KARAKTERISTIK FISIKO-KIMIA PATI GARUT

    Get PDF
    ABSTRAK Hidrolisis asam secara lambat (lintnerisasi) merupakan salah satu proses modifikasi pati untuk menghasilkan pati viskositas rendah. Hidrolisis asam dapat dilakukan sebagai perlakuan awal pada proses modifikasi lainnya. Tujuan penelitian adalah mengetahui pengaruh hidrolisis asam secara lambat terhadap karakteristik pati termodifkasi terutama morfologi permukaan dan sifat fungsionalnya sebagai bahan matriks. Perlakuan yang dicobakan lama hidrolisis yaitu 2, 4, 6, 24, 72, dan 120 jam menggunakan HCl 2,2 N pada suhu 35°C. Parameter yang diamati meliputi Derajat Polimerisasi (DP), tingkat hidrolisis, kadar amilosa, morfologi, kristalinitas, kelarutan dan swelling power, kemampuan menyerap air (water absorption capacity/WAC) dan minyak (oil absorption capacity/OAC) dan daya cerna pati. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rendemen dan DP semakin menurun sementara tingkat hidrolisis meningkat dengan semakin lamanya lintnerisasi, kadar amilosa menurun sementara daya cernanya mula-mula menurun kemudian meningkat. Granula pati mengalami kerusakan walaupun bentuknya masih relatif tidak berubah demikian juga nilai kristalinitas relatif meningkat walaupun pola kristal tetap tipe A, dan tidak memberikan sifat pasting selama gelatinisasi. Kelarutan dan WAC serta OAC meningkat sedangkan swelling power (SP) menurun, sementara OAC lebih tinggi dari WAC. Kata kunci: Maranta arundinacea, pati garut, lintnerisasi, hidrolisis asam

    603

    full texts

    744

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Journal of Agroindustrial Technology
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇