TEKNO
Not a member yet
208 research outputs found
Sort by
Studi Kelayakan Busbar Gardu Trafo Tiang 20 kV (Baru) Pada Jurusan Teknik Elektro FT UM
Adanya beban puncak secara tidak menentu yang berasal dari gedung–gedung kuliah khususnya di Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang, akan menimbulkan pengaruh dari kinerja busbar yang ada dalam Perangkat Hubung Bagi Tegangan Rendah (PHB) TR gardu trafo tiang 20 kV dengan daya 100 kVA di Jurusan Teknik Elektro. Oleh karena itu, diperlukan adanya penghitungan dan analisis terhadap beban dari gedung–gedung yang akan dialiri arus dan daya dari sebuah gardu trafo tiang, khususnya yang ada di Jurusan Teknik Elektro agar kinerja dari gardu trafo tiang khususnya pada busbar dapat bekerja sesuai dengan fungsinya yaitu sebagai pengumpulan arus dari sumber dan membagi–bagikannya ke beban. Metode yang digunakan dalam pembuatan tugas akhir ini adalah (1) pengambilan data lapangan; (2) pengolahan data; (3) analisis data dan melakukan penghitungan untuk menentukan ukuran busbar; (4) melakukan simulasi dengan software Edsa Technical 2005; dan (5) menganalisis data hasil simulasi. Data lapangan diperoleh dengan pendataan arus pada setiap gedung. Kesimpulan hasil analisis, busbar yang berukuran 40mm x 5mm maupun busbar yang berukuran 12mm x 5mm mampu memikul gaya tekanan (stressing) akibat dari arus beban penuh, arus beban 50%, arus hubung singkat maksimum, dan arus hubung singkat minimum karena gaya tekan yang muncu
Desain dan Implementasi Sistem Informasi Pendaftaran Mata Kuliah Berbasis Web
Setiap pertengahan semester mahasiswa Jurusan Teknik Elektro Universitas Negeri Malang harus memprogram terhadap mata-kuliah yang akan diambil semester beri-kutnya. Hal ini dilakukan untuk menentukan jadwal yang akan disusun jurusan dan menga-tur dosen pengampu mata kuliah yang bersangkutan. Tujuan penelitian ini untuk merancang dan mengimplementasikan sistem informasi pendaftaran mata kuliah di Jurusan Teknik El-ektro Universitas Negeri Malang. Pengembangan sistem informasi pendaftaran mata kuliah ini menggunakan metode Waterfall. Model Waterfall menyediakan pendekatan alur hidup perangkat lunak secara sekuensial memiliki 5 tahapan, yaitu: (1) requirements analysis and definition, (2) sistem and software design, (3) implementation and unit testing, (4) integration and sistem testing, dan (5) operation and maintenance. Hasil pengujian kepada user mahasiswa diperoleh 5 kelas uji tentang kesesuaian output sistem informasi mendapat persentase 100% diterima, hasil pengujian kepada user dosen diperoleh 4 kelas uji tentang kesesuaian output sistem informasi mendapat persentase 100% diterima, serta hasil pen-gujian kepada user admin diperoleh 11 kelas uji tentang kesesuaian output sistem informasi mendapat persentase 100% diterima. Sehingga dapat disimpulkan dari pengolahan data keseluruhan kelas uji diperoleh persentase tingkat kesesuaian output sistem informasi sebe-sar 100% diterima yang berarti bahwa layanan Sistem Informasi Pendaftaran Mata Kuliah (SIPMK) yang dikembangkan termasuk dalam kualifikasi valid, secara fungsional, sistem sudah dapat menghasilkan output yang diharapkan
Koordinasi Proteksi Arus Lebih Pada Jaringan Distribusi Menggunakan Software EDSA 2005
Dalam sistem tenaga listrik, jaringan distribusi memegang peranan penting da-lam menyalurkan tenaga listrik dari stasiun supply tenaga listrik kepada konsumen. Oleh karena itu diperlukan sistem pengaman yang baik yang mampu mengantisipasi bentuk gangguan yang mungkin terjadi pada saluran distribusi, Peralatan pengaman yang terdiri dari fuse (CO), recloser (PBO) dan relai arus lebih (OCR). Peralatan pengaman ter-sebut perlu dipasang terkoordinir pada sistem, sehingga setiap pengaman mempunyai peranan yang penting dalam mengatasi gangguan sesuai dengan fungsinya masing-masing. Tujuan utama tugas akhir ini adalah untuk mendapatkan hasil analisis koordinasi proteksi arus listrik pada jaringan distrubusi, sehingga ketika terjadi gangguan letak gangguan akan dapat segera terdeteksi dan peralatan pengaman tersebut akan berkoordinasi sedemikian rupa sehingga tidak menyebabkan terjadinya pemadaman yang lama, dan bila sampai ter-jadi pemadaman area pemadamannya dapat diperkecil seminimal mungkin. Metode yang digunakan untuk menyelesaikan tugas akhir ini adalah : (1) pengambilan data lapan-gan; (2) pengolahan data; (3) analisis data; (4) melakukan simulasi menggunakan program Edsa Technical 2005; dan (5) menganalisis data hasil simulasi. Data lapangan tersebut di-peroleh dari data hasil pengukuran beban malam pada PLN Unit Pelayanan dan Jaringan (UP&J) Bululawang. Hasil simulasi menunjukan bahwa dapat diketahui hasil analisis nilai arus gangguan 3 fasa, nilai arus gangguan Line – Line, nilai arus gangguan Line – Ground, nilai arus gangguan Line– Line – Ground. Dimana arus gangguan tersebut menurut 0,5 cycle, 5 cycle, dan 30 cycle. Berdasarkan hasil simulasi dan kesimpulan maka koordinasi peralatan sangat penting bagi jaringan distribusi 20 kV untuk mencapai tingkat keandalan sehingga tidak menyebabkan terjadinya pemadaman yang lama, dan bila sampai terjadi pemadaman area pemadamannya dapatdiperkecil seminimal mungkin
Perbedaan Hasil Belajar Siswa Antara Metode Numbered Head Together (NHT) Berbasis CTL Dengan Metode NHT Pada Materi Fungsi dan Proses Kerja Peralatan TIK Kelas X
Hasil observasi di SMAN 1 Sutojayan menunjukkan bahwa fasilitas laboratorium komputer kurang memadai dan metode belajar yang digunakan masih berpusat pada guru yang menyebabkan siswa cenderung pasif dan hasil belajar pun rendah. Agar dapat meningkatkan hasil belajar siswa, maka perlu diterapkan metode belajar yang sesuai dengan kondisi di kelas yaitu dengan menerapkan metode NHT-CTL pada materi fungsi dan proses kerja peralatan TIK. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar siswa antara penerapan metode NHT-CTL dengan metode NHT pada materi fungsi dan proses kerja peralatan TIK, serta pengaruh dari kedua metode belajar terhadap hasil belajar siswa. Rancangan penelitian ini adalah eksperimen semu dengan pretest-posttest. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas X SMAN 1 Sutojayan tahun ajaran 2011/2012. Sampel penelitian ini adalah kelas X.7 dan kelas X.4. Variabel bebas yaitu metode pem-belajaran dan variabel terikat yaitu hasil belajar. Nilai rata-rata hasil belajar kelas yang menerapkan metode NHT-CTL lebih tinggi dari pada kelas yang menerapkan metode NHT, yaitu 84,799 > 81,086. Hasil belajar antara kelas eksperimen dan kelas kontrol menunjuk-kan perbedaan yang signifikan, yaitu dengan nilai Sig. 0,001 < 0,05. Terdapat pengaruh yang signifikan antara metode NHT-CTL terhadap hasil belajar dengan hubungan sebesar 85,5% dan sumbangan pengaruh sebesar 73,1%. Selain itu, terdapat pengaruh yang signif-ikan antara metode NHT terhadap hasil belajar dengan hubungan sebesar 42,5% dan sum-bangan pengaruh 18,1%. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu terdapat perbedaan hasil bela-jar yang signifikan antara kelas yang menerapkan metode NHT-CTL dan kelas yang men-erapkan metode NHT. Selain itu, terdapat pengaruh yang signifikan antara kedua metode belajar terhadap hasil belajar siswa kelas X SMAN 1 Sutojayan – Blitar
Efisiensi Pengembangan Model Tempat Uji Kompetensi (TUK) Uji Sertifikasi Berbasis Komputer On-Line Pada Sekolah Menengah Kejuruan
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menemukan model Tempat Uji Kompetensi (TUK) uji sertifikasi berbasis komputer on-line dengan mengintegrasikan uji kompetensi kognitif dan uji kompetensi psikomotorik, proses pengembangan, tingkat validitas, dan efisiensi kelayakan model pada mata pelajaran jaringan komputer terhadap kemampuan kognitif dan minat siswa. Penelitian ini merupakan jenis penelitian dan pengembangan (Research and Development/R&D). Penelitian pengembangan ini menggunakan model pengembangan prosedural dan mengacu pada pengembangan Borg and Gall. Subyek uji coba lapangan dalam penelitian ini dilakukan di SMK Negeri 1 Purwosari Kab. Pasuruan pada siswa kelas XII Teknik Komputer Jaringan berjumlah 66 siswa. Pada tahap pengujian pengembangan model, menggunakan penelitian quasi eksperimental yang menguji dampak pengembangan model TUK uji sertifikasi berbasis komputer on-line terhadap kemampuan kognitif dan minat siswa dengan desain penelitian non equivalent control group desain. Sampel pada tahap implementasi diambil dengan teknik acak. Jumlah sampel terbagi dalam dua kelas, yaitu 20 siswa sebagai kelas eksperimen dan 20 siswa sebagai kelas kontrol. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan PreTest dan PostTest dan angket dengan empat skala Likert. Uji validitas intrumen kemampuan kognitif dan minat siswa menggunakan Expert Judgement dan Pearson Correlation. Reliabilitas instrument kemampuan kognitif dan minat siswa diuji dengan menggunakan Alpha Cronbach. Analisis data yang digunakan untuk menganalisis data hasil penelitian adalah statistik deskriptif, dan uji t (t-Test). Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan, bahwa pengujian efisiensi pengembangan model TUK uji sertifikasi berbasis komputer on-line diperoleh perbedaan kemampuan kognitif dan minat siswa antara kelas eksperimen dengan kelas kontrol. Hasil penelitian diperoleh nilai test secara on-line sesudah perlakuan lebih tinggi dibanding dengan nilai test secara off-line. Kesimpulan ini bisa dilihat dari hasil t-Test, dimana harga thitung lebih besar dari ttabel (5%), yaitu: Modul 1 (4,506>1,729), Modul 3 (7,667>1,729), dan Modul 7 (7,562>1,729) untuk PostTest secara off line, dan Modul 1 (5,408>1,729), Modul 3 (17,465>1,729), dan Modul 7 (8,728>1,729) untuk PostTest secara on line. Kata-kata kunci: Tempat Uji Kompetensi, Uji Sertifikasi, Research and Developmen
Penerapan Model Pembelajaran Learning Cycle 5E Untuk Meningkatkan Aktivitas Belajar dan Hasil Belajar KKPI Pada Siswa SMKN 2 Malang
Berdasarkan hasil observasi di SMKN 2 Malang pada tanggal 7-8 Januari 2013 melalui wawancara dengan guru KKPI, diketahui bahwa aktivitas belajar dan hasil belajar siswa rendah. Hal ini yang menjadi penyebab masalah antara lain (1) Guru masih menggunakan metode klasik dimana pembelajaran berpusat pada guru, (2) Minat belajar dan rasa ingin tahu siswa terhadap mata pelajaran KKPI rendah, (3) Pemahaman konsep siswa terhadap mata pelajaran KKPI masih rendah. Oleh karena itu, berdasarkan penyebab masalah pembelajaran maka perlu dilakukan tindakan berupa penelitian. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan model pembelajaran Learning Cycle 5E dalam upaya meningkatkan aktivitas belajar dan hasil belajar KKPI siswa SMKN 2 Malang kelas X TKJ Model ini terdiri dari 5 tahap yaitu engagement, exploration, explanation, elaboration, dan evaluation. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X TKJ 3 SMK Negeri 2 Malang yang berjumlah 34 siswa. Teknik pengumpulan data aktivitas dan hasil belajar siswa selama pembelajaran berlangsung melalui (1) lembar observasi aktivitas siswa, (2) lembar observasi afektif siswa, (3) posttest, dan (4) hasil belajar. Data tersebut dianalisis dengan perhitungan rata- rata dan persentase yang kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif. Penelitian ini dilakukan sebanyak tiga siklus. Setiap siklus terdiri dari empat tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, disimpulkan bahwa ada peningkatan aktivitas belajar dan hasil belajar siswa baik dari ranah kognitif, afektif dan psikomotor
Pengembangan Multimedia Pembelajaran Interaktif Dengan Serious Game Mata Pelajaran Kimia
Tidak semua siswa dapat memahami materi pelajaran Kimia dengan mudah. Siswa sering merasa bahwa mata pelajaran Kimia sukar dan pembelajarannya kurang interaktif. Salah satu cara yang dapat dilakukan oleh guru adalah dengan menggunakan media pembelajaran berbasis multimedia interaktif. Media pembelajaran yang dikembangkan adalah media pembelajaran multimedia interaktif didukung serious game pada mata pelajaran Kimia dengan metode pengembangan Research and Development oleh Sugiyono yang telah disesuaikan dengan kebutuhan pengembangan. Pendekatan deskriptif kualitatif digunakan untuk menganalisis data hasil observasi dan pendekatan deskriptif kuantitatif bagi data skor angket dari subjek uji coba. Jenis uji validitas adalah validitas ahli. Rumus persentase menurut Arikunto digunakan dalam pengolahan data hasil uji coba. Media pembelajaran yang dihasilkan berupa media pembelajaran multimedia interaktif pada mata pelajaran Kimia materi pokok Reaksi Eksoterm dan Endoterm dengan tiga mode meliputi mode materi, mode praktikum, dan mode kuis. Hasil rata-rata yang diperoleh dari seluruh validator adalah 90,3% yang dapat dikatakan bahwa media pembelajaran ini sudah valid dan tidak perlu revisi serta media pembelajaran ini layak digunakan
Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Teknologi Augmented Reality Pada Pokok Bahasan Sel
SMAN 1 Malang merupakan Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) yang sebenarnya sudah memiliki fasilitas yang mencukupi untuk menerapkan teknologi terbaru saat ini, namun dalam proses pembelajaran selalu ada masalah yang dihadapi salah satunya adalah pada pembelajaran Biologi pada pokok bahasan sel. Guru dituntut untuk mengemas materi pelajaran menjadi lebih menarik yaitu dengan mengembangkan media yang menarik dan mengikuti perkembangan teknologi salah satunya yaitu dengan memanfaatkan teknologi Augmented Reality. Produk yang dihasilkan dalam penelitian ini berupa media pembelajaran berbasis Augmented Reality yang ditempatkan pada halaman web. Terdapat tiga fitur utama pada media pembelajaran berbasis Augmented Reality ini yaitu, fitur materi berupa kombinasi gambar dan tulisan, fitur Augmented Reality yang dapat menghadirkan obyek tiga dimensi sel dalam lingkungan nyata melalui webcam, dan fitur kuis. Hasil validasi dan pengujian menunjukkan bahwa media pembelajaran berbasis teknologi Augmented Reality termasuk dalam kualifikasi valid dan kriteria layak digunakan dalam pembelajaran
Determinasi Random Walks Pembangkit Nuklir Pada Smart Grid Power System
Abstrak: Energi listrik dewasa ini menjadi salah satu kebutuhan sangat penting untuk menunjang aktifitas masyarakat dan industri. Sehingga pengiriman daya listrik harus dilakukan dengan layanan yang baik, aman dan andal. Untuk menentukan determinasi ran-dom walks pembangkit nuklir, smart grid power system didekati dengan menggunakan model standard IEEE-30 bus. Determinasi random walks pembangkit nuklir ditentukan dengan menggunakan MATLAB original R2010bSP1 dan menerapkan Lebah Musim Panen. Hasil determinasi random walks untuk pembangkit nuklir pada smart grid power system model, bahwa sistem menyerap rugi daya yang besar, unit commitment pembangkit dilayani dengan daya yang berbeda-beda, karakteris-tik random walks pembangkit mencer-minkan prilaku yang beda dalam mendukung interkoneksi. Pembangkit 1 dan pembangkit 4 memiliki karakteristik random walks yang dinamis, dibandingkan dengan pembangkit lainnya.Kata-kata kunci: random walks, smart grid, lebah musim pane
Analisis Perhitungan Losses Pada Jaringan Tegangan Rendah Dengan Perbaikan Pemasangan Kapasitor
Dalam perkembangan saat ini energi listrik yang mendominasi kebutuhanmanusia, sehingga konsumen listrik semakin bertambah seiring berkembangnya zamandiantaranya adalah konsumen rumah tangga. PT. PLN (Persero) sebagai perusahaan listriksatu-satunya di Indonesia yang merupkan sistem transmisi dan distribusi listrik. Sistemdistribusi listrik merupakan bagian yang letaknya dekat dengan konsumen. Dalam hal iniperlu adanya peningkatan pelayanan terhadap para konsumen tenaga listrik utamanya padapenyaluran Sistem Distribusi Listrik agar tidak terjadi susut energi atau disebut juga lossesyang akan merugikan konsumen pengguna listrik maupun PT. PLN (Persero)