TEKNO
Not a member yet
208 research outputs found
Sort by
PENGARUH PENERAPAN PEMBELAJARAN OPEN ENDED TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA YANG MEMILIKI KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS PADA KOMPETENSI KEJURUAN BASIS DATA DI KELAS XII TKJ
Kompetensi kejuruan basis data mempunyai tingkat kesulitan pada manajemen data dan pengembangan perintah untuk merequest data, pengembangan perintah diimplementasikan dengan pembuatan suatu program. Pemrograman menuntut pengaplikasian logika berpikir ke dalam bahasa pemrograman, oleh karena itu memerlukan proses berpikir yang mendalam dan sistematis. Proses berpikir yang mendalam dan sistematis adalah salah satu ciri dari kemampuan berpikir kritis. Siswa banyak merasa kesulitan dengan konsep pemrograman karena pembelajaran yang diberikan masih secara aplikatif dengan pembelajaran yang konvensional. Pembelajaran yang disampaikan secara aplikatif kurang memacu siswa untuk mengembangkan proses berpikir kritis, oleh karena itu dalam penelitian ini diterapkan pembelajaran Open Ended. Rancangan penelitian ini yaitu eksperimen semu dengan desain penelitian Pretest-Posttest Control Group Design. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XII SMKN 1 Turen Malang tahun ajaran 2013/2014, dan sampel meliputi setiap anggota dalam populasi yaitu kelas XII TKJ 1 sebagai kelas kontrol dan XII TKJ 2 sebagai kelas eksperimen. Variabel bebas yaitu metode pembelajaran, variabel terikat yaitu hasil belajar dan variabel moderator yaitu kemampuan berpikir kritis. Instrumen yang digunakan yaitu instrumen perlakuan dan instrumen pengukuran. Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa: (1) ada perbedaan hasil belajar antara kelompok siswa dengan kemampuan berpikir kritis tinggi dan kemampuan berpikir kritis rendah pada kedua metode pembelajaran yang diterapkan, (2) terdapat pengaruh penerapan metode pembelajaran open ended dan metode ceramah terhadap hasil belajar siswa pada kedua kelompok kemampuan berpikir kritis, dan (3) tidak terdapat interaksi antara metode pembelajaran yang diterapkan dengan kemampuan berpikir kritis terhadap hasil belajar.
STUDI PELAKSANAAN SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (SMK3) PADA LABORATORIUM PENDIDIKAN TEKNIK ELEKTO FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI MALANG
Fokus penelitian ini yaitu: (1) perencanaan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja pada laboratorium pendidikan teknik elektro Universitas Negeri Malang; (2) pelaksanaan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja pada laboratorium pendidikan teknik elektro Universitas Negeri Malang; (3) evaluasi faktor-faktor yang menjadi penghambat dan pendukung dalam pelaksanaan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja pada laboratorium pendidikan teknik elektro Universitas Negeri Malang.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Rancangan penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan menggunakan metode wawancara. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi: (1) wawancara, (2) observasi, dan (3) studi dokumentasi. Sumber data yang dipilih adalah: Kepala Jurusan Teknik Elektro, Kepala Laboran Teknik Elektro, Laboran Ahli Teknik Elektro. Tahap analisis data yang dilakukan meliputi 3 tahap yaitu: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.Dari hasil penelitian ditemukan bahwa: (1) faktor-faktor yang mendukung antara lain: pemasangan lembar syarat dan etiket bahaya setiap laboratorium, pembentukan asisten praktikum untuk pengawasan saat bekerja, sarana dan prasarana K3 yang memadai, penganggaran dana yang terjadwal, kemampuan tenaga pendidik yang unggul, dan adanya dukungan yang positif dari semua pelaksana di jurusan teknik elektro; dan (2) faktor-faktor yang menjadi kendala antara lain: hal pengorganisasian atau tim audit, pembagian ruang laboratorium dan jumlah laboran. Untuk pendanaan tidak ada masalah serius yang dihadapi, begitu juga dalam hal pengadaan dan pemasangan etiket tanda bahaya dan lembar syarat K3. Dalam HAM pengorganisasian, belum dibentuknya tim audit yang secara khusus mengawasi program kerja sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja. Jadi pengawasan secara langsung atau formal belum bisa dilaksanakan sepenuhnya
PENDEKATAN MANAJEMEN KONFLIK PADA LEMBAGA PENDIDIKAN
Organisasi yang sedang mengalami konflik menunjukkan ciri-ciri sebagai berikut: (1) terdapat pertentangan antar individu atau kelompok, (2) terdapat perselisihan dalam mencapai tujuan, (3) terdapat pertentangan norma, dan nilai-nilai individu maupun kelompok, (4) adanya sikap dan perilaku saling meniadakan, menghalangi pihak lain, dan (5) adanya perdebatan dan pertentangan sebagai akibat munculnya kreativitas, inisiatif, atau gagasan-gagsan baru dalam mencapai tujuan organisasi. Lima jenis konflik, yaitu: konflik data, konflik kepentingan, konflik relasional, konflik struktural dan konflik berbasis nilai. Lima gaya untuk menangani konflik: gay aberkompetisi, gaya menghindar, gaya berkompromi, gaya mengakomodasi, dan gaya kolaborasi. Dalam menangani konflik, perlu meninjau intervensi-intervensi yang tersedia, dan menentukan dulu jenis konflik apa yang dihadapi. Konflik data, konflik kepentingan dan konflik relasional mudah diatasi, sementara konflik struktural dan konflik nilai diatasi dengan melakukan perubahan terhadap pandangan yang dianut orang-orang yang bersangkutan
Studi Manajemen Laboratorium Program Keahlian Teknik Komputer Jaringan (TKJ)
Abstrak: Program keahlian Teknik Komputer Jaringan (TKJ) di SMKN-2 Yogyakarta merupakan program yang termasuk kategori favorit karena tingkat ketetatan masuk pro-gram keahlian ini cukup tinggi. Kajian ini adalah penelitian deskriptif terbatas dengan sampel terbatas karena bertujuan untuk menggambarkan fakta dilapangan mengenai manajemen laboratorium beserta penunjangnya berupa ketersediaan sarana dan prasarana praktik program keahlian Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ). Diperoleh data rerata bahwa, kelengkapan sarana laboratorium perangkat lunak, perangkat keras dan jaringan komputer sebesar 58,4%, yang mengilustrasikan bahwa kategori kelayakannya berada pada level cukup, sehingga membutuhkan perhatian manajemen sekolah untuk peningkatan sarana dan manajemen laboratorium TKJ.Kata-kata kunci: TKJ, sarana prasarana, manajemen laboratoriu
Implementasi Programmable Logic Controller (PLC) Pada Pengendalian Robot Pemindah Botol Minuman
Abstrak: Pengendalian plant di industri berkembang dengan pesat seiring dengan kemajuan teknologi dibidang automasi. Progammable Logic Controller (PLC) sebagai salah satu peralatan kendali telah banyak digunakan di industri. Penggunaan PLC mempunyai banyak keuntungan salah satunya mudah dalam perwatan dan pengembangan plant. Pemindah botol minuman merupakan salah satu plant yang dapat dikendalikan dengan menggunakan PLC. Pada penelitian ini mengimplementasikan PLC pada pengendalaian robot yang digunakan untuk memindahkan botol minuman ke dalam case/krak dalam bentuk trainer. Pengendalian ini menggunakan PLC Omron tipe CPM1A-10CDR, dengan peralatan input berupa saklar toggle dan push buton dan peralatan output berbentuk lampu indikator. Hasil penelitian memperlihatkan peralatan input, output dan power supplay dapat bekerja sesuai dengan rancangan. Trainer robot pemindah botol minuman menggunakan 6 pin input dan 4 pin output PLC. Setalah dilakukan dowload program ke PLC dengan menggunakan CX-programmer, trainer yang dibuat (hardware dan software) dapat bekerja sesuai dengan perancangan.Kata-kata kunci : Robot, PLC (Progammable Logic Controller)
Digital Game-Based Learning Untuk Anak Usia Dini
Pendidikan pada anak-anak seharusnya lebih menekankan pengembangan soft skill dengan cara bermain. Namun kenyataannya masih banyak pembelajaran untuk anak-anak yang lebih mendasarkan aspek kognitif, di antaranya dengan bertitik tolak pada kemampuan membaca, menulis, dan berhitung (calistung) secara formal. Penelitian ini mengemukakan pengembangan prototipe aplikasi digital game-based learning (DGBL) yang responsif untuk anak-anak usia dini dengan fitur reinforcement dan penguatan karakter. Metode penelitian yang digunakan adalah research and development dengan mengadaptasi model yang dikembangkan oleh Borg & Gall. Hasil validasi media oleh ahli memperlihatkan bahwa produk yang dikembangkan sudah layak digunakan, di mana didapatkan tingkat validitas media sangat tinggi, yaitu 91,25%
Pengaturan Kecepatan Motor Induksi Satu Fasa Dengan Metode Burst Firing
AC chopper fed single phase induction motor is used for constant torque application. The motor speed is varried by burst firing method of AC chopper. The algorithm of burst firing is applied in microcontroler. From the exsperimental test, when the torque sets 3,2Nm, the motor speed can varried smoothly from 75% until 100% of its nominal value. As conclusion, the burst firing can used for low cost application, e.g. Washing Machines
Perbedaan Penerapan Model Pembelajaran Quantum Teaching-Snowball Throwing Dengan Direct Instruction Terhadap Motivasi Dan Hasil Belajar TIK
Based on observations in SMP Negeri 1 Srengat, it is known that ICT learning which takes place in the class tend to use Direct Instruction. When the students do learning activities, they tend to be passive and less motivated because the learning process is still oriented to the teacher (teacher centered). As an impact, student learning outcomes are less satisfactory. It is necessary for teacher to create an active learning and teaching process that can arise student motivation in order to optimize student’s learning outcomes. Quantum Teaching-Snowball Throwing learning is a blended learning where the activity with its roles and function have mutual support to make study activity more varied and meaningful. The aim of this research is to know differences of learning motivation and learning outcomes of student that taught by Quantum Teaching-Snowball Throwing method compared with student that taught by Direct Instruction method. This research used quasy experimental design. Research population was all students grade VII SMPN 1 Srengat. Sample were taken by purposive sampling technique. Research instrument used were learn-ing instrument (syllabus, RPP, hand out and worksheet) and measuring instrument (test, motivation questionnaire and observation sheet). Data analysis was performed by SPSS 16 for Windows. Research result showed that cognitive, affective, psychomotor and learning motivation of experiment class were better than control class
Performasi Pembangkit 150 kV Dalam Blackout Scenarios
Stabilitas sistem tenaga ini pada kondisi blackout memerlukan tindakan segera untuk recovery. Pada kondisi tersebut, kajian ini disimulasikan pada sistem 150 kV di Kota Malang. Hasil analisa menunjukan terjadinya perubahan respon tegangan pembangkit Wlingi dari 0,944 pu menjadi 0,946 pu dan overshoot yang terjadi selama osilasi sebesar 0,962 pu pada 0,53 detik setelah gangguan terjadi. Sedangkan pada pembangkit Sutami mengalami overshoot untuk tegangan sebesar 0,968 pu pada 0,5 detik setelah gangguan terjadi dan tegangan berubah dari 0,948 pu menjadi 0,952 pu pada saat setabil kembali
Perbedaan Metakognitif Dan Hasil Belajar Siswa SMK Melalui Model Pembelajaran Think Pair Share Dengan Menerapkan Jurnal Belajar Dan Model Pembelajaran Think Pair Share Mata Pelajaran Kompetensi Kejuruan
Penelitian ini bertujuan mengetahui perbedaan keterampilan, kesadaran, metakognitif dan hasil belajar siswa di SMK Negeri 2 Malang pada mata pelajaran kompetensi kejuruan yang diberi perlakuan dengan model pembelajaran think pair share dengan menerapkan jurnal belajar dan model pembelajaran think pair share. Penelitian ini menggunakan desain eksperimen semu (quasy experimental design) dengan pola pretest-posttest control group design. Variabel bebas adalah model pembelajaran dan variabel terikat adalah keterampilan, kesadaran, metakognitif dan hasil belajar siswa. Populasi adalah seluruh siswa kelas X. Penentuan sampel menggunakan teknik sampling pertimbangan (purposive sampling) sehingga diperoleh kelas X TKJ 1 sebagai kelas eksperimen dan kelas X TKJ 2 sebagai kelas kontrol. 2 kelas tersebut homogen dilihat dari nilai tugas dan ulangan harian sebelumnya serta pertimbangan dari guru kelasnya. Hasil dalam penelitian ini adalah : 1) terdapat perbedaan keterampilan metakognitif yang signifikan antara siswa yang diajar dengan model pembelajaran think pair share dengan menerapkan jurnal belajar dan think pair share; 2) tidak terdapat perbedaan kesadaran metakognitif yang signifikan antara siswa yang diajar dengan model pembelajaran think pair share dengan menerapkan jurnal belajar dan think pair share; 3) terdapat perbedaan metakognitif yang signifikan antara siswa yang diajar dengan model pembelajaran think pair share dengan menerapkan jurnal belajar dan think pair share; 4) terdapat perbedaan hasil belajar yang signifikan antara siswa yang diajar dengan model pembelajaran think pair share dengan menerapkan jurnal belajar dan think pair shar