208 research outputs found

    ALAT PENUNJUK WAKTU BERBASIS MIKROKONTROLER DENGAN MEDIA AUDIO

    No full text
    Untuk mempermudah dalam mendapatkan informasi waktu, khususnya tuna netra, diperlukan alat yang dapat menginformasikan waktu dengan menggunakan audio. Alat diimplementasikan dengan metode pengembangan dan tersusun atas: (1) IC RTC DS12C887; (2) Tombol Setting, (3) Tombol push button; (4) LCD M1632; (5) IC ISD25120; (6) Loudspeaker; dan (7) Mikrokontroler AT89S51. Hasil pengujian dan analisis terhadap alat yang dikembangkan diperoleh kesimpulan : (1) Alat dapat menunjukkan waktu melalui suara secara tepat dan akurat, dalam format jam dan menit; (2) Untuk keperluan setting, alat juga dilengkapi dengan LCD M1632; (3) Sumber waktu pada alat dihasilkan oleh IC RTC DS12C887, berupa data jam, menit, dan detik; (4) IC ISD25120 digunakan sebagai penunjuk waktu pada alat; (5) Mikrokontroler AT89S51 bertindaksebagai pusat pengendali sistem peralatan, yang terprogram dengan bahasa assembly; dan (6) Alat yang dikembangkan cocok digunakan oleh para tuna netra untuk memperoleh informasi waktu

    KLASIFIKASI ARTIKEL BERITA SECARA OTOMATIS MENGGUNAKAN METODE NAIVE BAYES CLASSIFIER YANG DIMODIFIKASI

    Full text link
    Klasifikasi dokumen berita digital menurut kategori tertentu diperlukan untuk mempermudah pencarian oleh pembaca. Peningkatan jumlah dokumen berita yang cukup besar tidak sebanding dengan ketersediaan editor ahli sehinggal diperlukan klasifikasi secara otomatis. Salah satu metode yang cukup akurat untuk klasifikasi artikel berita adalah Naïve Bayes Classifier. Makalah ini memaparkan modifikasi metode Naïve Bayes Classifier dengan melakukan pembobotan kata berdasarkan posisinya dalam berita. Percobaan dilakukan pada 900 dokumen berita. Sembilan ratus dokumen tersebut dibagi menjadi 9 kategori, sehingga masing-masing kategori diujikan 100 dokumen. Untuk mengetahui pengaruh jumlah data latih terhadap efektifitas naïve bayes classifier maka diambil beberapa kombinasi banyaknya dokumen latih dan dokumen uji. Secara berurutan kombinasi dokumen latih dan uji tersebut antara lain 5:95, 10:90, 15:85, 20:80, 25:75 dan 30:70. Dengan menggunakan metode Naïve Bayes Classifier didapatkan akurasi hasil klasifikasi berturut-turut 54%, 65%, 65%, 69%, 71% dan 76%. Dengan menggunakan metode Naïve Bayes Classifier yang dimodifikasi didapatkan akurasi hasil klasifikasi berturut-turut 57%, 68%, 69%, 70%, 72% dan 78%. Hasil ini menunjukkan bahwa pembobotan berdasarkan posisi kata meningkatan akurasi hasil klasifikasi. 

    PERBEDAAN HASIL BELAJAR DAN METAKOGNITIF SISWA ANTARA MODEL PEMBELAJARAN PROJECT BASED LEARNING (PBL) DENGAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING KELAS X SMK TKJ

    Full text link
    Penerapan model pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik kompetensi bidang studi sangat menentukan hasil belajar. Model pembelajaran project based learning dan inkuiri terbimbing dapat digunakan sebagai alternatif model pembelajaran pada kompetensi instalasi jaringan lokal.Strategimetakognitif diterapkan untuk meningkatkan kemampuan metakognitif agar siswa dapat mengatur kognisinya dengan baik.Rancangan penelitian menggunakan desain pretest posttest control group design menggunakan dua kelas sebagai kelas eksperimen diterapkan model pembelajaran project based learning dan kelas kontrol diterapkan model pembelajaran inkuiri terbimbing.Analisis data untuk menguji hipotesis menggunakan uji-t karena mengukur perbedaan hasil belajar meliputi kognitif, afektif, psikomotor dan metakognitif meliputi pengetahuan dan regulasi antara dua model pembelajaran.Hasil penelitian menunjukkan bahwa       1) model pembelajaran project based learning lebih efektif untuk diterapkan pada kompetensi menginstall jaringan lokal daripada model pembelajaran inkuiri terbimbing untuk meningkatkan kognitif dan psikomotor siswa, 2) model pembelajaran project based learning dan inkuiri terbimbing memiliki efektifitas yang sama untuk meningkatkan afektif siswa, 3) model pembelajaran project based learning dan inkuiri terbimbing memiliki efektifitas yang sama untuk meningkatkan pengetahuan dan regulasi metakognitif siswa

    DESAIN DAN IMPLEMENTASI SISTEM INFORMASI MANAJEMEN EKSTRAKURIKULER BERBASIS WEB DI SMA NEGERI 1 SAMPANG

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mendesain dan mengimplementasikan Sistem Informasi Manajemen Ekstrakurikuler Berbasis Web di SMA Negeri 1 Sampang untuk dapat lebih meningkatkan kinerja sekolah dalam manajemen ekstrakurikuler.Karena untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional diperlukan pendidikan yang baik. Pendidikan yang baik tidak hanya dilakukan dengan pelajaran regular, namun juga perlu adanya kegiatan tambahan yang berguna untuk memberikan keterampilan dan juga menunjang pada pelajaran sekolah. SMA Negeri 1 Sampang merupakan sekolah negeri unggulan di kota Sampang. Akan tetapi sistem manajemen ekstrakurikuler di sekolah ini masih belum ditunjang dengan fasilitas teknologi informasi yang baik. Sehingga dibutuhkan sebuah sistem informasi sebagai  efisiensi peningkatan kinerja sekolah dalam manajemen ekstrakurikuler.Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian pengembangan. Pengembangan ini bertujuan untuk mengembangkan sistem informasi manajemen ekstrakurikuler berbasis web sebagai salah satu sarana untuk meningkatkan kinerja sekolah dalam manajemen ekstrakurikuler agar dapat menunjang keterampilan siswa untuk lebih berkembang dengan maksimal dan dapat pula menunjang prestasi akademik siswa. Pengembangan ini menggunakan model Waterfall. Adapun prosedur pengembangannya dibagi dalam 6 tahap yaitu: 1) Investigasi, 2) Analisis, 3) Desain sistem dan perangkat lunak, 4) Implementasi dan pengujian unit, 5) Integrasi dan pengujian sistem, 6) Operasi dan pemeliharaan.Untuk menguji apakah sistem valid atau tidak, menggunakan metode black box testing yang fokus pada aspek usabilitas dan fungsionalitas sistem

    PERBEDAAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR SISWA MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE EXPERT GROUP DENGAN TIPE THINK PAIR SHARE (TPS) PADA MATA PELAJARAN JARINGAN DASAR KELAS X TKJ

    Full text link
    Untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan proses pembelajaran dan keberhasilan siswa dalam belajar, guru perlu memahami hal-hal yang mempengaruhi proses belajar siswa, baik yang menghambat maupun yang mendukung. Salah satu faktor penting yang dapat mempengaruhi keberhasilan belajar siswa adalah faktor motivasi belajar. Motivasi perlu untuk dikelola dalam kegiatan pembelajaran. Siswa yang memiliki motivasi belajar lebih tinggi akan lebih berhasil dalam belajar sebab mereka mampu mendorong dirinya sendiri untuk menimbulkan kegiatan belajar demi mencapai tujuan belajar yang optimal. Upaya pengelolaan motivasi dan hasil belajar dapat dilakukan dengan menerapkan suatu model pembelajaran yang mampu meningkatkan motivasi dan keaktifan siswa dalam proses pembelajaran. Model pembelajaran expert group dan think pair share  (TPS) dapat digunakan sebagai alternatif model pembelajaran yang dapat meningkatkan keaktifan dan motivasi belajar siswa. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian quasy eksperimental dengan desain pretest posttest control group design. Desain penelitian ini menggunakan dua kelas sebagai kelas eksperimen diterapkan model pembelajaran expert group dan kelas kontrol diterapkan model pembelajaran think pair share (TPS), analisis data yang digunakan untuk menguji hipotesis adalah uji-t dan uji anova dua jalur. Hasil Penelitian, dilihat dari uji-t menunjukkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar ranah kognitif, afektif, psikomotorik, motivasi belajar pada siswa yang diajar menggunakan model pembelajaran expert group dan model think pair share (TPS) dan uji anova menunjukkan tidak terdapat perbedaan hasil belajar ranah kognitif, afektif, dan psikomotorik siswa yang memiliki motivasi tinggi dan motivasi rendah yang diajar menggunakan model pembelajaran expert group dan think pair share (TPS)

    MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS WEB PADA MATA PELAJARAN KIMIA

    Full text link
    Kurangnya media penunjang yang disediakan pada SMAN 1 Glagah Banyuwangi untuk pokok bahasan kimia, khususnya struktur atom, sistem periodik dan ikatan kimia mempersulit pemahaman peserta didik dalam menyerap ilmu pelajaran. Pendidik lebih banyak menerapkan metode ceramah dalam menyampaikan materi sehingga peserta didik kurang termotivasi dan tertarik dalam mengikuti proses belajar mengajar. Hal ini dapat dilihat dari ulangan harian siswa tentang pokok bahasan tersebut  yang diujikan oleh guru sebanyak 15 siswa dari 36 siswa secara keseluruhan belum memenuhi nilai 75 sebagai nilai minimum ketuntasan belajar. Berdasarkan kondisi ini, maka dibuat sebuah media penunjang yang dapat memudahkan siswa dalam menyerap materi tersebut. Tujuan pembuatan media pembelajaran ini adalah untuk mendukung aktifitas belajar peserta didik yang interaktif, efektif dan efisien serta membantu penguasaan materi bagi peserta didik.Metode yang digunakan dalam me-ngembangkan media ini adalah model pengembangan Sadiman, dengan langkah-langkah yaitu: (1) identifikasi kebutuhan; (2) perumusan tujuan;  (3) perumusan butir-butir materi; (4) perumus-an alat pengukur keberhasilan; (5) penulisan naskah media; (6) tes/uji coba; (7) revisi; dan (8) naskah siap produksi. Analisis data uji validitas menggunakan teknik Akbar Sa’dun dengan menghitung hasil validasi ahli media, ahli materi, uji coba kelompok kecil, dan uji coba kelompok besar. Produk yang dihasilkan dari penelitian dan pengembangan ini adalah media pembelajaran kimia berbasis web yang mengangkat pokok bahasan struktur atom, sistem periodik dan ikatan kimia yang diterapkan pada siswa kelas XI SMA Negeri 1 Glagah Banyuwangi. Berdasarkan analisis data yang didapat, didapatkan nilai persentase sebesar 87,5 dari ahli media, 92,5 dari ahli materi, 85,5 dari uji coba kelompok kecil, dan 87,3 untuk uji kelompok besar. Dari nilai tersebut menunjukan media pembelajaran kimia berbasis web sangat valid dan layak digunakan

    ALAT PENGUBAH TEKS MENJADI SUARA SEBAGAI ALAT BANTU KOMUNIKASI PADA PENDERITA TUNA WICARA

    No full text
    Umumnya penderita tuna wicara berkomunikasi dengan orang lain menggunakan bahasa isyarat. sayangnya hanya beberapa orang saja yang mengerti dan dapat berkomunikasi menggunakan bahasa isyarat. Sebenarnya sudah ada penelitian yang bertujuan untuk membantu penderita tuna wicara untuk dapat berkomunikasi dengan orang lain yang normal. akan tetapi, alat ini tidak memungkinkan untuk digunakan sebagai alat bantu komunikasi pada percakapan langsung karena sifatnya yang tidak portable. Untuk itu perlu dibuat sebuah alat portable yang dapat membantu penderita tuna wicara untuk berkomunikasi dengan orang lain secara langsung. Alat ini dirancang menggunakan mikrokontroler AT89S8252 sebagai pengontrol utama dengan database suara menggunakan pemutar/ perekam suara ISD25120 dengan kapasitas 120 detik. Masukan untuk mengetikkan kata berupa 32 tombol yang tersusun dari 2 buah keypad 4 x 4 dan hasil diampilkan melalui LCD 2 x 16 karakter

    PERBEDAAN PEMBELAJARAN TEAMS GAME TOURNAMENT DENGAN PEMBELAJARAN LEARNING COMMUNITY TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN DASAR-DASAR ELEKTRONIKA KELAS X PROGRAM KEAHLIAN TEKNIK KOMPUTER DAN JARINGAN

    Full text link
    Pada program keahlian Teknik Komputer dan Jaringan khususnya kelas X SMKN 8 Malang terdapat mata pelajaran dasar-dasar elektronika yang kompetensinya harus dipenuhi. Tetapi pada kenyataannya partisipasi sebagai tolak ukur prestasi belajar afektif dan hasil ujian sebagai tolak ukur prestasi belajar kognitif para siswa dalam pembelajaran kurang karena pemikiran awal siswa yang kurang benar yang menganggap hanya akan belajar seputar perangkat lunak saja (software). Ditambah lagi dengan kurang aktif dan efektifnya kelompok belajar yang ada karena susunan kelompok yang cenderung homogen yang membuat penerapan materi yang tidak maksimal walaupun sebelumnya telah diterapkan pembelajaran berkelompok oleh guru. Berdasarkan karaktristik dan permasalahan tersebut dirancanglah pembelajaran berkelompok yang aktif dengan cara menerapan metode kooperatif tipe Teams Game Tournament (TGT). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada perbedaan yang signifikan terhadap prestasi belajar kognitif dan afektif siswa pembelajaran Teams Game Tounament (TGT) dengan siswa pembelajaran Learning Community pada mata pelajaran Dasar-dasar Elektronika program keahlian TKJ SMKN 8 Malang. Rancangan  penelitian ini adalah eksperimen semu (quasi-experimental) dengan design nonequivalent control group. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling sehingga terbentuklah sampel kelas X TKJ D sebagai kelas kontrol (pembelajaran Learning Community) dan kelas X TKJ C sebagai kelas eksperimen (pembelajaran TGT). Pengumpulan data dengan tes tulis berbentuk tes objektif sebagai prestasi belajar kognitif siswa dan lembar observasi yang didalamnya terdapat rubrik afektif sebagai pengukur prestasi belajar afektif siswa. Pengujian hipotesis digunakan analisis uji beda (uji t). Hasil penelitian menunjukkan (1) ada perbedaan yang signifikan dari prestasi belajar kognitif siswa pembelajaran TGT dengan siswa pembelajaran Learning Community yaitu dengan nilai sig. 0,016   ttabel(2,056);dan (2) terdapat perbedaan yang signifikan pula pada prestasi belajar afektif siswa pembelajaran TGT dengan siswa pembelajaran Learning Community yaitu dengan nilai sig. 0,034  ttabel(2,007). Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada perbedaan yang signifikan antara pembelajaran TGT dengan pembelajaran Learning Community terhadap prestasi belajar kognitif dan afektif siswa kelas X pada mata pelajaran Dasar-dasar Elektronika program kelahlian TKJ SMK N 8 Malang

    PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS WEB PADA MATAKULIAH PEMROGRAMAN BERORIENTASI OBJEK

    Full text link
    Tidak sedikit permogram pemula yang kesulitan mempelajari konsep Pemrograman Berorientasi Objek karena beberapa faktor, antara lain: kurangnya con­toh penerapan konsep dalam program, kurangnya latihan dan kurangnya media yang memadai. Tujuan penelitian ini untuk (1) mengembangkan sebuah media pem­belajaran berbasis web untuk matakuliah Pemrograman Berorientasi Objek yang da­pat digunakan oleh mahasiswa prodi Pendidikan Teknik Informatika UM, dan (2) mengukur tingkat kelayakan media. Penelitian dilakukan dengan model pengem­bang­an media oleh Sadiman. Hasil penelitian adalah: (1)  tingkat kela­yakan materi yang disajikan sebesar 97%; (2) tingkat kelayakan dari sedi media sebesar 88,2%; (3) tingkat kelayakan media berdasarkan uji coba kelompok kecil sebesar 78,8%; dan (4) tingkat kelayakan media berdasarkan uji coba kelompok besar sebesar 82,05%.  Berdasarkan data yang diperoleh, media dinya­takan valid dan layak untuk digunakan

    STUDI PENERAPAN STRATEGI METAKOGNITIF PADA MODEL PEMBELAJARAN PROJECT BASED LEARNING (PBL) TERHADAP METAKOGNITIF DAN HASIL BELAJAR SISWA

    Full text link
    Metakognitif merupakan pengendalian proses kognitif yang dilakukan oleh siswa secara sadar untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Strategi metakognitif digunakan untuk meningkatkan kesadaran siswa terhadap proses berpikir dalam pembelajaran. Project Based Learning adalah model pembelajaran yang terfokus pada proses, pembelajaran berkonsep, dan pembelajaran kolaboratif. Strategi metakognitif terdiri dari tahap merencanakan, tahap monitoring, dan tahap evaluasi. Sedangkan Project Based Learning terdiri dari tahap plan, tahap do, dan tahap evaluation. Berdasarkan kesamaan tersebut, strategi metakognitif diasimilasikan pada model pembelajaran Project Based Learning. Selain didapat hasil belajar yang maksimal, diharapkan metakognitif siswa juga dapat meningkat. Penelitian ini menggunakan metode penelitian eksperimen Time-Series Design. Terdiri dari tiga tahap penerapan strategi metakognitif pada model pembelajaran Project Based Learning. Berdasarkan data dan pengujian hipotesis yang diper-oleh, dapat disimpulkan bahwa terdapat peningkatan knowledge of cognition dan regulation of cognition siswa pada tiap tahap pembelajaran. Namun, tidak terdapat perbedaan knowledge of cognition dan regulation of cognition siswa pada tiap tahap pembelajaran. Untuk data hasil belajar siswa, disimpulkan bahwa terdapat peningkatan yang signifikan pada tiap tahap pembelajaran. Selanjutnya terdapat perbedaan kognitif, afektif, dan psikomotorik siswa pada tiap tahap pembelajaran

    182

    full texts

    208

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    TEKNO
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇