TEKNO
Not a member yet
208 research outputs found
Sort by
PENGEMBANGAN MEDIA TRAINER KIT MOBILE ROBOT QUADCOPTER PADA MATA KULIAH ROBOTIKA JURUSAN TEKNIK ELEKTRO FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI MALANG
Media pembelajaran mata kuliah yang bersifat praktikum berupa trainer kit mobile robot quadcopter merupakan salah satu potensi yang dapat digunakan mahasiswa dalam mengenal perkembangan teknologi robot penjelajah udara. Kendala yang dihadapi pada proses pembelajaran Robotika adalah belum tersedianya media trainer robot penjelajah udara atau UAV.Tujuan pengembangan ini, yaitu 1) merencanakan, membuat, serta menguji kelayakan media Trainer Kit Mobile Robot Quadcopter; 2) merencanakan, membuat, serta menguji kelayakan buku manual sebagai petunjuk penggunaan trainer; 3) merencanakan, membuat, serta menguji kelayakan modul praktikum sebagai bahan ajar pembelajaran.Model penelitian dan pengembangan yang digunakan adalah model ADDIE. Media pembelajaran yang dihasilkan berupa media trainer kit mobile robot quadcopter, buku manual sebagai petunjuk penggunaan trainer, dan modul praktikum sebagai bahan ajar kegiatan pembelajaran.Uji coba ditujukan kepada ahli media, ahli materi, serta mahasiswa S1 Pendidikan Teknik Elektro dan D3 Teknik Elektronika yang sudah menempuh mata kuliah Robotika. Uji coba dilaksanakan untuk mengetahui tingkat kelayakan dari media trainer yang telah dikembangkan.Hasil uji coba dari ahli materi mendapatkan persentase 93%, uji coba ahli media mendapatkan persentase 92%, sedangkan uji coba pemakaian mendapatkan persentase sebesar 88,86%. Berdasarkan hasil uji coba, produk pengembangan berupa trainer kit mobile robot quadcopter, buku manual, dan modul praktikum dikategorikan sangat layak untuk diimplementasikan sebagai media pembelajaran pada mata kuliah Robotika Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang
PERBANDINGAN ISOLATION LEVEL PADA TRANSAKSI KARTU RENCANA STUDI (KRS) (STUDI PADA KRS ONLINE UNIVERSITAS XYZ)
Concurrency control berfungsi untuk memastikan apakah concurrent access pengguna dilakukan secara benar. Concurrency control memiliki suatu kebijakan untuk menangani lock yang disebut dengan isolation level. Pemilihan isolation level menjadi sa-lah satu hal yang paling penting pada transaksi Kartu Rencana Studi (KRS) online di Un-iversitas XYZ. Penggunaan isolation level bertujuan untuk menjaga konsistensi kapasitas kelas terhadap peserta kelas dalam proses KRS online. Kesalahan dalam pemilihan dan implementasi isolation level dapat mengakibatkan proses KRS online menjadi lambat atau deadlock. Penelitian bertujuan untuk melakukan perbandingan isolation level dan menemukan isolation level yang tepat pada transaksi KRS online. Isolation level yang telah dibandingkan adalah Uncommited Read (UR), Repeatable Read (RR), Read Stability (RS), Cursor Stability (CS) dan Cursor Stability (CS) with Currently Committed (CC). Temuan penelitian menunjukkan bahwa penggunaan isolation level UR, RS, CS, CS with CC tidak mampu menjaga konsistensi kapasitas kelas. Isolation level RR mampu menjaga konsisten-si kapasitas kelas dan rata-rata waktu eksekusi sangat cepat, 0.008850886 detik. Pengguunaan isolation level RR harus memperhatikan penggunaan klausa WHERE jika pa-da tabel terdapat PRIMARY KEY. Semua PRIMARY KEY harus diletakkan pada klausa WHERE untuk menghindari locking pada tingkat tabel yang bisa mengakibatkan terjadinya deadlock
MEMBANGUN KERJASAMA SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN DAN INDUSTRI UNTUK KETERSESUAIAN KOMPETISI LULUSAN
Peningkatan keterserapan lulusan pendidikan kejuruan tergantung dari kompetensi yang dimiliki lulusan pendidikan kejuruan dengan kebutuhan keterampilan yang diperlukan oleh industri. Untuk meningkatkan kompetensi (keterampilan) lulusan SMK, diperlukan adanya kerjasama dengan industri. Kerjasama dapat dilakukan melalui: (1) Kerjasama dalam pengembangan kurikulum, (2) kerjasama dalam pengembangan sumber daya manusia, (3) kerjasama dalam pengembangan sarana prasarana, dan (4) implementasi pengembangan kerjasama melalui pendidikan sistem ganda. Dalam perekrutan pegawai, industri mengutamakan ranah afektif (utamanya), ranak psikomotor (keterampilan), dan ranah kognitif
IMPLEMENTASI THUNDERSTORM ALGORITHM UNTUK MINIMASI DINAMIKA PRODUKSI POLUSI PADA PEMBANGKIT TERMAL TENAGA LISTRIK
Dewasa ini upaya untuk melakukan proteksi lingkungan terhadap berbagai polusimulai ditingkatkan pada berbagai aspek. Sebagai salah satu penyumbang polusi udara melalui partikel yang ikut diproduksi akibat penggunaan bahan bakar fosil, maka operasi sistem tenaga listrik mulai juga dicermati untuk turut menekan terjadinya polusi di udara karena penyediaan energi listrik. Dengan demikian, sangat penting untuk menekan laju produksi polusi melalui berbagai strategi, agar produksi polusi dapat dikurangi. Pada artikel ini, persoalan tersebut didekati menggunakan dinamika produksi polusi (DPP) yang bertujuan untuk meminimumkan polusi pembangkit selama 24 jam. Selain itu, prosesminimalisasi polusi ditentukan dengan thunderstorm algorithm menggunakan IEEE-30 bus sebagai model sistemnya. Berdasarkan durasi operasi, maka setiap pembangkit memiliki daya yang bervariasi kapasitasnya, termasuk kondisi produksi polusi juga berbeda satu sama lain. Dari sisi perubahan, setiap pembangkit mengalami penambahan dan pengurangan jumlah produksi pada setiap jam beroperasi
KEANDALAN DATA CENTER BERDASARKAN SISTEM TIER CLASSIFICATIONS
Ketika konsep keandalan (reliability) mulai resmi menjadi pendekatan terpadu di tahun 50-an, keandalan dikaitkan dengan laju kegagalan. Hari ini istilah "keandalan" digunakan sebagai definisi yang mencakup berbagai aspek termasuk ketersediaan (availability), daya tahan (durability), kualitas (quality), dan terkadang didefinisikan sebagi fungsi dari sebuah produk. Teknik keandalan dikembangkan untuk mengukur "seberapa handal" sebuah komponen, produk, atau sistem ketika digunakan dalam aplikasi tertentu untuk jangka waktu tertentu. Pada bidang industri telekomunikasi misalnya, keandalan sebuah pusat data (data center), telah bergantung pada sistem ―Tier Classifications‖. Dalam sistem tersebut, keandalan sebuah sistem data center dikelompokkan menjadi 4 bagian, mulai dari tier 1 hingga tier 4. Dalam tulisan ini akan dibahas mengenai prinsip-prinsip dan teknik pemodelan dari 4 tingkatan tersebut. Sebuah tinjauan dan metrik dari teknik keandalan yang digunakan juga akan disertakan
PERBEDAAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR PADA KOMPETENSI RANGKAIAN TRANSIEN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH (PBM) DENGAN STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION (STAD) PADA SISWA KELAS X JURUSAN TIPTL DI SMK NEGERI 6 MALANG
Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan signifikansi perbedaan hasil belajar dari ranah pengetahuan, sikap, keterampilan dan motivasi yang menerapkan model pembelajaran PBM dengan STAD pada kompetensi rangkaian transien dan membuktikan signifikansi perbedaan efektivitas hasil belajar yang menggunakan kedua model pembelajaran terhadap hasil belajar. Rancangan penelitian ini menggunakan komparatif kualitatif dengan metode eksperimen semu (quasi experimental).Populasi dan sampel penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X TIPTL 1 sebagai kelas kontrol dan X TIPTL 2 sebagai kelas eksperimen di SMKN 6 Malang.Variabel penelitian terdiri dari variabel bebas yaitu model pembelajaran dan variabel terikat adalah hasil belajar dan motivasi belajar siswa.Analisa menggunakan uji Anova didapat bahwa model pembelajaran PBM dapat meningkatkan hasil belajar dan motivasi belajar siswa.Analisa menggunakan uji Anova diperoleh hasil belajar ranah pengetahuan, hasil belajar ranah sikap, hasil belajar ranah keterampilan tidak terdapat perbedaan yang signifikan terhadap hasil belajar
STRATEGI RESAMPLING BERBASIS CENTROID UNTUK MENANGANI KETIDAKSEIMBANGAN KELAS PADA PREDIKSI CACAT PERANGKAT LUNAK
Dataset yang digunakan pada penelitian prediksi cacat perangkat lunak umumnyabersifat tidak seimbang, sehingga dapat menurunkan kinerja model prediksi cacat perangkat lunak. Ketidakseimbangan kelas dapat ditangani dengan dua pendekatan, yaitu pada aras data dan aras algoritma. Pendekatan aras data ditujukan untuk memperbaiki keseimbangan kelas, sedangkan pendekatan aras algoritma ditujukan untuk memperbaiki algoritma pengklasifikasi agar lebih sensitif terhadap kelas minoritas. Pada penelitian ini diusulkan pendekatan aras data dengan metode resampling yang menggunakan jarak terhadap centroid kelas minoritas sebagai dasar pemilihan data sampel baru. Algoritma klasifikasi yang digunakan adalah Naϊve Bayes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasimetode resampling baru dan Naïve Bayes, yang kemudian disebut dengan modelfarCentro+NB merupakan model pendekatan yang lebih baik untuk memprediksi cacat perangkat lunak karena nilai Akurasi, Sensitivitas, Fmeasure, dan Area Under Curve (AUC) model farCentro+NB meningkat secara signifikan, sedangkan model RUS+NB tidak meningkat secara signifikan
PENGELOLAAN DAN PENGEMBANGAN SARANA PRAKTIKUM LABORATORIUM DASAR INSTALASI LISTRIK PADA PRODI PTE UNIVERSITAS NEGERI MALANG
Kualitas pendidikan akan terwujud jika proses pembelajaran berlangsung dengan baik. Penunjang pembelajaran di laboratorium diantaranya adalah: 1. pengadaan peralatan yang memadai; 2. Pemeliharaan peralatan yang maksimal; 3. penggunaan maupun penyimpanan peralatan dan; 4. inventori peralatan laboratorium. Tujuan penelitian ini adalah mendiskripsikan, mencari solusi permasalahan dan mengembangkan: 1. pengadaan peralatan; 2. pemeliharaan peralatan; 3. penggunaan maupun penyimpanan peralatan dan; 4. inventori peralatan laboratorium . Penelitian yang dilaksanakan ini tergolong ke dalam penelitian deskriptif tipe studi kasus (case study) karena penelitian ini bertujuan untuk mendesripsikan sebuah kasus yakni pengelolaan laboratorium dasar instalasi listrik di Universitas Negeri Malang. Observasi dan wawancara merupakan teknik pengumpulan data yang telah dilakukan terhadap fasilitas laboratorium dan pengelolanya. Berdasarkan hasil temuan penelitian ini disimpulkan:1. pengadaan sarana praktik dasar instalasi sudah optimal, 2. perlu mengadakan teknisi pemeliharaan peralatan untuk perawatan rutin, berkala, preventif dan darurat, 3. penyimpanan dan inventori peralatan menunjukan hasil belum optimal, dan 4. perlu dikembangkan sarana praktikum yang lebih memenuhi tuntutan silabus mata kuliah
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR KONVERTER BOOST PADA MATAKULIAH PRAKTIKUM ELEKTRONIKA DAYA DI JURUSAN TEKNIK ELEKTRO UNIVERSITAS NEGERI MALANG
Konverter Boost banyak digunakan pada bidang industri, kesehatan, pendidikan maupun dalam alat-alat elektronik yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Pengontrolan Konverter Boost menggunakan PWM digital, karena lebih mudah dan range pe-ngontrolan yang lebih besar sehingga dapat menghasilkan data yang lebih akurat. Tujuan dari penelitian pengembangan ini adalah menyediakan bahan ajar praktikum pada matakuliah Praktikum Elektronika Daya di Jurusan Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang dan menguji kelayakan bahan ajar Konverter Boost hingga dapat berfungsi sesuai dengan yang diharapkan. Langkah-langkah pada penelitian pengembangan ini adalah bedah kurikulum, identifikasi media, pengembangan naskah, produksi, penyempurnaan, tes/ uji coba dan revisi. Berdasarkan pada hasil uji coba, diperoleh persentase dari tiap-tiap subyek coba, yaitu skor validasi ahli media diperoleh persentase sebesar 87%, skor validasi ahli materi diperoleh persentase sebesar 78,8%, dan didapatkan rata-rata skor validasi sebesar 82,9% dan skor angket keterlaksanaan sebesar 86%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pengembangan bahan ajar praktikum Konverter Boost pada mata kuliah Elektronika Daya di Jurusan Elektro Universitas Negeri Malang dinyatakan valid dan layak digunakan sebagai bahan ajar
PENERAPAN TEKNOLOGI SEMANTIC WEB DENGAN STUDI KASUS STRUKTUR AIR (H2O)
Dengan semakin meningkatnya jumlah informasi yang ada dan tersebar di berbagai tempat (dalam world wide web), diperlukan adanya suatu teknologi yang mampu menggabungkan informasi-informasi ini, dan kemudian menyajikan kepada pengguna dalam bentuk yang saling berkaitan menjadi satu rangkaian informasi yang utuh. Beberapa teknologi digunakan dalam penggabungan sekian banyak informasi ini, diantaranya teknologi kecerdasan buatan dengan berbasiskan kata kunci (semisal google) dan teknologi semantic web dengan teknologi semantiknya (semisal mindswap). Teknologi semantic web sangatlah berbeda dengan teknologi kecerdasan buatan, dimana dalam implementasinya diperlukan suatu bahasa yang dinamakan RDF (Resource Description Framework) yang merupakan subset dari XML (eXtensible Markup Language). Semantic web merupakan teknologi untuk menggabungkan informasi dari berbagai resource berdasarkan pemaknaan (meaning) yang dikandung dalam informasi tersebut dan hubungan antara pemaknaan suatu informasi dengan pemaknaan informasi lainnya. Dalam makalah ini digunakan molekul air (H2O) sebagai studi kasus penyusunan dalam XML dan RDF yang akan digunakan dalam teknologi semantic web. Hasil dari penyusunan molekul air (H2O) ini akan dianalisa dan dibandingkan antara menggunakan XML dan RDF, sehingga pada akhirnya dapat ditarik kesimpulan teknologi yang digunakan dalam semantic web dalam struktur suatu molekul, sehingga nantinya dapat dimanfaatkan dalam teknologi semantic web