TEKNO
Not a member yet
208 research outputs found
Sort by
PERANCANGAN PROTOTIPEMONITORING GAS AMONIA (NH3) SEBAGAI EARLY WARNING PADA LINGKUNGAN INDUSTRI DENGAN SISTEM AKUISISI DATA
Penurunan kualitas udara akhir-akhir ini disebabkan pencemaran udara yang di hasilkan oleh industri berupa gas yang mengandung zat di atas batas kewajaran. Salah satunya ialah gas amonia. Gas amonia merupakan senyawa korosif dan kaustik yang dapat merusak kesehatan. Monitoring Level gas amonia diudara akan mudah dilakukan dengan bantuan alat pencatat otomatis (sistem akuisisi data). Tujuan penelitian ini adalah merancang, mengkonstruksi dan menguji alat monitoring gas amonia secara otomatis; penyimpanan data kimia dalam satuan ppm (part per million); dan sistem pengiriman data kimia dalam satuan ppm (part per million) secara otomatis ke sistem monitoring. Metode perancangan terdiri dari beberapa tahapan yang meliputi proses perancangan sistem; pembuatan alat; pengujian rangkaian alat per blok hardware maupun software dan pengujian rangkaian alat keseluruhan sistem. Hasil dari penelitian ini adalah terrangkainya alat pendeteksi kadar gas amonia pada ruang dimensi 12 cm³ dengan range 0.82 – 6.80 ppm (part per milion); (2) alat dapat memberi peringatan dini apabila gas amonia yang terdeteksi melebihi batas ambang standar yang ditentukan (5ppm), (3) dapat menyimpan me-nyimpanan data hasil pengukuran berdasarkan tanggal dan waktu secara real time, (4) data real time dapat ditampilkan dalam bentuk grafik 2 dimensi
KESIAPAN PEMBELAJARAN BERBASIS BUKU DIGITAL
Penggunaan buku digital di dalam pembelajaran sangat strategis dan mampu mengurangi kelemahan-kelemahan yang ada pada buku cetak. Sebagai terobosan baru, agar penerapan buku digital bisa maksimal maka diperlukan penelitian mengenai kesiapan pebelajar. Tulisan ini mengungkapkan kesiapan pembelajaran berbasis buku digital dengan format ePub di program studi Pendidikan Teknik Informatika Universitas Negeri Malang (UM). Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian memperlihatkan sebanyak 92,22% responden menyatakan memiliki peralatan untuk mengakses buku digital, siap menggunakan, dan mengembangkan buku digital di dalam pembelajaran
GURU PROFESIONAL YANG SESUAI DENGAN PRINSIP PENDIDIKAN JOHN DEWEY MEMILIKI DAYA SAING DALAM DEMOKRASI PENDIDIKAN
Seorang pendidik atau guru diwajibkan memiliki sikap profesional dalam melakukan proses belajar dan pembelajaran. Hal ini merupakan tuntutan yang tidak dapat dihindari, sehingga sikap profesional itu diharapkan sesuai dengan prinsip pendidikan John Dewey untuk mewujudkan tujuan pendidikan. Sikap profesional seo-rang guru akan dipengaruhi oleh situasi demokrasi pendidikan yang sedang berlangsung dilingkungan guru melaksanakan tugasnya. Seorang guru dikatakan profesional bila guru tersebut memiliki kualitas mengajar yang tinggi. Profesional mempunyai makna ahli (expert), tanggung-jawab (responsibility), baik tanggung jawab intelektual maupun tanggung jawab moral, dan memiliki rasa kesejawatan profesi. Guru profesional mela-kukan pembelajaran yang sesuai dengan prinsip pendidikan John Dewey, dalam teori pragmatisme. Bila guru profesional telah melakukan tugas-tugas profesinya sesuai konsep pendidikan dengan instrumentalisme seperti dasar pengalaman (experience), pertumbuhan (growth), eksperimen (experiment), dan transaksi (transaction). Dalam pendidikan, terdapat demokrasi pendidikan yang ditunjukkan dengan pemusatan per-hatian serta usaha pada si anak didik untuk tumbuh dan berkembang menurut kodratnya. Dengan demikian tampaklah bahwa demokrasi pendidikan merupakan pandangan hidup yang mengutamakan persamaan hak dan kewajiban serta perlakuan yang sama di dalam berlangsungnya proses pendidikan antara pendidik dan anak didik, serta juga dengan pengeola pendidikan. Demokrasi pendidikan dapat dilakukan bila didukung adanya poli-tik pendidikan, dimana politik pendidikan (polpen) adalah metode mempengaruhi pihak lain untuk mencapai tujuan pendidikan. Politik pendidikan juga berorientasi pada bagai-mana pendidikan dapat dicapai dengan bai
KENDALI KECEPATAN MOTOR DC BERBASIS LABVIEW MENGGUANAKAN METODE PID LOGIC
Pada trainer ini dibuat sebuah rancang bangun sistem PID Logic dengan menerapkan fungsinya, yaitu sebagai pengendali keceptan Motor DC. Dalam trainer ini digunakan NI-DAQ USB 6008 sebagai pembentuk komponen Master dan Slave. Komunikasi antara Master dan Slave menggunakan komunikasi serial RS485. Sistem trainer menggunakan sistem kontrol close loop. Pengujian alat dilakukan dengan cara menguji tiap blok komponen dan pengujian sistem keseluruhan. Hasil pengujian memperlihatkan bahwa rangkaian non inverting op-amp, PWM Analog, Driver Motor DC Half Bridge, dan Rotary Encoder dapat berjalan dengan baik, serta power supply yang dapat mengeluarkan 12 VDC dan 5 VDC. Plan yang dibuat dapat bekerja sesuai dengan prinsip kerja yang dirancang. Dengan demikian Trainer Kendali Kecepatan Motor DC Berbasis LabView Menggunakan Metode PID Logic yang dibuat dapat berfungsi dengan baik dan sesuai dengan perancangan
PENDEKATAN KOMPUTASI NUMERIK METODE REGRESI PADA PENELITIAN YANG MENGAMATI SUATU KECENDERUNGAN/TRENDS TERHADAP PENINGKATAN HASIL/PRESTASI BELAJAR
Penelitian akan selalu disertai dengan adanya data penelitian. Setelah memperoleh data hasil penelitian, maka perlu adanya analisis data hasil penelitian. Ketika peneliti dihadapkan pada analisis data hasil penelitian, seorang peneliti akan dihadapkan dengan permasalahan (1) penentuan pendekatan penelitian yang dilakukan, hal ini akan berkaitan dengan jenis data yang akan diperoleh, dan (2) penentuan teknik analisis data yang akan digunakan, sehingga hasil penelitian dapat memberikan jawaban yang lebih akurat terhadap tujuan penelitian. Terkait dengan penelitian yang mengamati kecendrungan/trends terhadap peningkatan hasil/prestasi belajar, tidak terlepas dari pendekatan penelitian kuantitatif, karena data hasil penelitian berupa angka-angka atau data penelitian kualitatif yang dikuantifikasi/diangkakan. Analisis data untuk mengamati kecenderungan menggunakan teknik analisis regresi. Faktor yang mempengaruhi hasil/prestasi belajar merupakan variabel yang dikuantifikasi dalam bentuk nilai persentase, dengan pertimbangan kesetaraan kedudukan variabel dalam persamaan regresi
PERBEDAAN PENERAPAN METODE MIND MAPPING DENGAN METODE CERAMAH TERHADAP PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS X PADA MATA PELAJARAN ELEKTRONIKA DASAR DI SMK NEGERI 2 SINGOSARI
Berdasarkan Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional No. 20 Tahun 2003 pasal 3 mengenai tujuan pendidikan nasional dan penjelasan pasal 15 yang menyebutkan bahwa pendidikan kejuruan merupakan pendidikan menengah yang mempersiapkan siswa terutama untuk bekerja di bidang tertentu. Guru terlibat dan bertanggung jawab untuk mewujudkan tujuan tersebut. Berdasarkan Hasil observasi yang dilakukan di SMK Negeri 2 Singosari Kabupaten Malang pada siswa kelas X menyatakan bahwa guru masih menggunakan metode pembelajaran yang berpusat pada guru (ceramah), tingkat pemahaman siswa terhadap materi masih kurang, dan siswa belum bisa memahami konsep materi yang sedang dipelajari. Untuk itu agar dapat meningkatkan hasil belajar maka perlu diadakan perbaikan pembelajaran dengan menggunakan metode pembelajaran mind mapping. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode pembelajaran mind mapping dapat meningkatkan hasil belajar pada mata pelajaran Elektronika Industri di kelas X SMK Negeri 2 Singosari
STUDI PEMAHAMAN KARIER DAN RELEVANSI PRAKTIKUM TERHADAP KESIAPAN KERJA PADA SISWA SMK
Tujuan dari penelitian ini untuk mengungkap signifikansi hubungan antara: (1) mengungkapkan signifikansi hubungan pemahaman karier dengan kesiapan kerja pada program keahlihan TKJ, (2) mengungkap signifikansi hubungan relevansi praktikum dalam bidang pekerjaan dengan kesiapan kerja pada program keahlihan TKJ, dan (3) men-gungkapkan signifikansi Hubungan secara simultan antara Pemahaman Karier dan Relevansi Praktikum dalam Bidang Pekerjaan dengan Kesiapan Kerja pada Siswa Program Keahlihan TKJ SMK di Kota Pasuruan. Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian kuantitatif menggunakan rancangan penelitian deskriptif korelasional. Penelitian ini dilakukan pada siswa kelas XI program keahlian TKJ SMK di Kota Pasuruan dengan jumlah populasi sebanyak 315 siswa. Didapatkan jumlah sampel sebanyak 132 siswa dengan menggunakan nomogram presentase Harry King. Untuk mengukur variabel X1, X2 dan Y menggunakan instrument penelitian berupa angket tertutup. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis korelasi parsial dan regresi ganda. Analisis data dilakukan dengan bantuan SPSS IBM SPSS Statistic v20. Hasil penelitian yaitu: (1) Pemahaman karier berada dalam katagori tinggi; (2) Relevansi praktikum dalam bidang pekerjaan berada dalam kategori tinggi; (3) Kesiapan kerja berada dalam katagori tinggi; (4) ada hubungan signifikan antara pemahaman karier dengan kesiapan kerja; (5) ada hubungan signifikan antara relevansi praktikum dalam bidang pekerjaan dengan kesiapan kerja; (6) ada hubungan signifikan antara pemahaman karier dan relevansi praktikum dalam bidang pekerjaan dengan kesiapan kerj
SUPPORT VECTOR MACHINE UNTUK PRAKIRAAN BEBAN LISTRIK HARIAN PADA SEKTOR INDUSTRI
Peramalan beban listrik yang akurat merupakan alat yang sangat penting dalam hal pendukung keputusan di bidang energi listrik. Keakuratan peramalan beban listrik menjadi kunci dalam perencanaan sistem tenaga listrik. Penelitian ini bertujuan membuat sebuah sistem peramalan beban listrik harian yang diterapkan pada sektor industri dengan menggunakan Support Vector Machine (SVM). Support Vector Machine (SVM) menjadi metode yang kuat untuk pola klasifikasi dan regresi, memiliki tingkat keberhasilan yang tinggi saat diterapkan di berbagai bidang. Sehingga banyak dari kalangan komunitas Machine learning berminat untuk mempelajari dan mengembangkan SVM karena kinerjanya yang sangat baik dalam berbagai masalah pembelajaran. Data penelitian ini merupakan data beban listrik harian pada salah satu industri farmasi terkemuka di Indonesia, yaitu PT. Phapros Indonesia selama tahun 2014. Untuk mendukung keakuratan penelitian ini, parameter data latih SVM tidak hanya berasal dari data times series beban listrik, tetapi juga berasal dari data kapasitas produksi dan jenis hari kerja. Penelitian ini menghasilkan error dengan MAPE 2,63% untuk proses peramalan SVM menggunakan fungsi Kernel Gaussian RBF dengan waktu pelatihan 8 bulan
PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING (PBL) UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR PADA MATA PELAJARAN TEKNIK LISTRIK SISWA KELAS X JURUSAN TEKNIK ELEKTRONIKA INDUSTRI DI SMK NEGERI 3 BOYOLANGU KABUPATEN TULUNGAGUNG
Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan di kelas X TEI I SMKN 3 Boyolangu Tulungagung diketahui bahwa kegiatan pembelajaran tidak terlaksana dengan baik. Pada saat kegiatan pembelajaran Teknik Listrik siswa terlihat mengantuk dan bosan. Dari 37 siswa di kelas TEI I, hanya sekitar tujuh sampai sembilan siswa yang aktif mengikuti proses pembelajaran. Hasil belajar siswa rendah yaitu hanya sebesar 51.35% siswa yang mencapai standar ketuntasan minimal dengan rerata 2,90. Berdasarkan permasalahan tersebut, maka perlu dilakukan penelitian tentang penerapan pembelajaran yang dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa. Salah satu tindakan perbaikan adalah dengan penerapan model Problem Based Learning (PBL) untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa kelas X TEI I SMKN 3 Boyolangu Tulungagung. Penelitian ini mengacu pada model penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam 3 siklus tindakan. Hasil pene-litian menunjukkan bahwa penerapan model Problem Based Learning pada kelas X TEI I SMKN 3 Boyolangu Tulungagung dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa baik hasil belajar ranah pengetahuan, sikap maupun keterampilan
PERBEDAAN HASIL BELAJAR TIK MENGGUNAKAN MODEL KOOPERATIF TIPE TEAM GAMES TOURNAMENT (TGT) DENGAN MODEL DIRECT INSTRUCTION (DI) PADA MATERI MENGGUNAKAN RUMUS DAN FUNGSI OPENOFFICE.ORG CALC KELAS XI MAN 1 TULUNGAGUNG
Pada pembelajaran TIK umumnya peserta didik mengalami kesulitan dalam pemahaman konsep. Kesulitan tersebut disebabkan antara lain karena pembelajaran TIK pada umumnya berorientasi pada guru. Hal ini dapat dilihat pada pembelajaran di kelas XI MAN 1 Tulungagung yang masih menggunakan model Direct Instruction. Untuk mengatasi masalah tersebut perlu dibangun suasana belajar dengan suasana santai, bermakna, dan menyenangkan. Salah satu model pembelajaran yang menimbulkan suasana menyenangkan dalam kelas adalah model kooperatif tipe TGT. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan hasil belajar TIK dengan menggunakan model kooperatif tipe TGT, mendeskripsikan hasil belajar TIK dengan menggunakan model DI, dan mengetahui perbedaan hasil belajar TIK menggunakan model kooperatif tipe TGT dengan model DI. Penelitian ini termasuk penelitian eksperimen semu. Desain penelitian yang digunakan adalah penelitian menggunakan pretes-posttest design. Variabel penelitian terdiri dari variabel bebas yaitu model pembelajaran dan variabel terikat yaitu hasil belajar. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh siswa kelas XI MA Negeri 1 Tulungagung yang berjumlah 9 kelas. Sampel penelitian ditentukan dengan menggunakan teknik purposive sampling, yaitu kelas X1 IPS 1 sebagai kelas kontrol dan kelas XI IPS 2 sebagai kelas eksperimen. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah silabus, RPP, LKS, lembar observasi, dan tes tulis (pretest dan posttest). Teknik analisis data yang digunakan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar kedua metode pembelajaran yaitu uji-t yang dihitung dengan bantuan SPSS. Hasil belajar TIK materi menggunakan rumus dan fungsi openoffice.org calc siswa kelas eksperimen yang mnggunakan model pembelajaran kooperatif tipe TGT lebih baik dibanding kelas kontrol yang menggunakan model pembelajaran DI. Hasil belajar berdasar ranah kognitif afektif dan psikomotor kelas eksperimen juga lebih baik disbanding kelas kontrol