TEKNO
Not a member yet
208 research outputs found
Sort by
PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS X JURUSAN MULTIMEDIA PADA MATERI POKOK PROTOKOL JARINGAN UNTUK SISWA MELALUI PENGEMBANGAN DAN PENGGUNAAN MULTIMEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF BERBASIS FLASH
Materi pokok protokol jaringan merupakan salah satu materi pokok yang ada pada mata pelajaran Jaringan Dasar untuk siswa kelas X Jurusan Multimedia SMK Negeri 2 Blitar. Informasi yang diperoleh dari kepala jurusan program keahlian menyatakan bahwa saat ini hasil capaian belajar siswa masih berada di bawah target yang diberikan dari sekolah. Salah satu faktor utama yang diduga menyebabkan kurang tercapainya sasaran pembelajaran di kelas X jurusan Multimedia di SMK Negeri 2 Blitar adalah ketersediaan alat dan keterbatasan kemampuan akses sumber belajar siswa. Pernyataan tersebut didukung dari data analisis hasil evaluasi belajar siswa yang didapatkan dari salah satu nilai evaluasi pada mata pelajaran Jaringan Dasar. Berdasarkan latar belakang tersebut dilakukan pengembangan multimedia pembelajaran interaktif berbasis Flash pada materi pokok protokol jaringan untuk siswa kelas X jurusan Multimedia di SMK Negeri 2 Blitar dalam rangka meningkatkan hasil belajar siswa.Multimedia pembelajaran interaktif dikem-bangkan dengan menggunakan metode pengembangan ADDIE. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan angket dan test. Angket digunakan untuk data validasi oleh ahli media, ahli materi, dan peserta didik. Test digunakan pada proses pre test dan post test untuk melihat hasil belajar siswa.Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data hasil pengembangan dan implementasi didapatkan peningkatanketuntasan belajarsiswa, yang awalnya di bawah 85%, setelah penggunaan multimedia menjadi 97,5%. Berdasarkan hasil penilaian dan hasil ketuntasan belajar tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa multimedia pembelajaran interaktif yang dikembangkan valid dan layak digunakan dalam proses pembelajaran di SMK Negeri 2 Blitar
KAJIAN KETERLAKSANAAN BLENDED LEARNING PADA PROGRAM TKJ DI SMK
Blended learning adalah pembelajaran yang mengkombinasikan strategi penyampaian pembelajaran menggunakan kegiatan tatap muka, pembelajaran berbasis komputer (offline), dan komputer secara online (internet dan mobile learning). Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendiskripsikan faktor-faktor pendukung dan penghambat di dalam pelaksanaan blended learning pada siswa program keahlian teknik komputer dan jaringan (TKJ) dan, (2) mendiskripsikan tingkat keterlaksanaan blended learning pada siswa program keahlian TKJ. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Objek dalam penelitian ini adalah pelaksanaan blended learning program keahlian TKJ di SMK Negeri 1 Baureno Bojonegoro. Subjek yang akan diteliti meliputi guru, sarana prasarana, materi dan aplikasi dan siswa dalam proses pelaksanaan blended learning. Pengumpulan data menggunakan lembar observasi, angket dan wawancara. Data di analisis menggunakan analisis persentase dan pengklasifikasian untuk membuat keputusan terkait dengan keterlaksanaan blended learning. Pelaksanaan blended learning memberikan hasil bahwa, blended learning membuat pembelajaran menjadi lebih bervariatif dan siswa menyukainya, kemudian blended learning memudahkan guru untuk melakukan interaksi dengan siswa dan pendistribusian materi. Dengan hasil tersebut diharapkan bagi sekolah atau lembaga pendidikan lain untuk menelaah konsep blended learning dan melaksanakan blended learning
PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI KEPENDIDIKAN DINAS PENDIDIKAN BERBASIS WEB
Sistem informasi kependidikan merupakan suatu sistem informasi yang difungsikan sebagai sarana pengolahan data kependidikan yang digunakan sebagai arsip data valid terbarukan oleh Dinas Pendidikan. Data-data tersebut mencakup profil sekolah, prestasi, guru/karyawan, siswa, rombongan belajar, siswa pindah, alumni, keadaan fisik ruangan, kebutuhan peningkatan mutu, sumber anggaran, sarana pendidikan, jurusan/ program keahlian, dan mata pelajaran sesuai dengan kondisi sebenarnya di setiap sekolah. Pengembangan sistem ini merujuk pada model pengembangan waterfall yang terdiri dari lima tahap pengembangan, yaitu: analisis kebutuhan, desain sistem dan perangkat lunak, implementasi dan pengujian program, integrasi dan pengujian sistem, serta penerapan dan perawatan produk. Subyek uji coba pada penelitian ini terdiri dari dinas pendidikan, sekolah dan ahli rekayasa perangkat lunak. Hasil pengujian fungsionalitas sistem oleh subjek uji coba diperoleh bahwa semua fungsionalitas sistem diterima. Berdasarkan analisis data dapat disimpulkan bahwa sistem informasi kependidikan ini sudah sesuai dengan kebutuhan dinas pendidikan dan layak digunakan
SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PRODUKSI BERBASIS FUZZY PADA SISTEM INFORMASI JUAL BELI MOBIL BEKAS
Sistem informasi jual beli merupakan salah satu jenis sistem informasi yang difungsikan untuk mengendalikan,mengontrol,dan memonitor aktifitas jual beli sebuah perusahaan. Bagaimanapun, proses kontrol jumlah barang membutuhan rekomendasi jumlah produksi yangdiolah secara otomatis, cepat dan dianalisis berdasarkan data statistika yang dimiliki perusahaan tersebut. Untuk itu, pada penelitian ini, diusulkan pengembangan sistem pendukung keputusan produksi berbasis Fuzzy pada sistem informasi jual beli. Jumlah produksi diperoleh secara otomatis berdasarkan perbandingan antara jumlah stok yang tersedia dan jumlah penjualanyang terjadi dalam jangka bulanan. Stok atau persediaan barang dan jumlah penjualan dikomputasi dengan tahapan: (1) fuzzyfikasi, (2) pembentukan aturan, (3) inferensi, dan (4) defuzzyfikasi. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data penjualan mobil bekas padamobilhandal.com. Kecepatan performa Fuzzy dalam memberikan keputusan diuji sebanyak sepuluh kali percobaan menggunakan dua spesifikasi laptop yang berbeda.Hasil pengujian menunjukkan rata-rata kecepatan algoritma Fuzzy adalah 1.79 detik. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa algoritma Fuzzy memberikan keputusan jumlah produksi secara cepat
SERVICE DISCOVERY BERBASIS BREADTH BLOOM FILTER DI MOBILE AD-HOC NETWORK (MANET)
Optimasi Discovery merupakan penelitian yang terus dikembangkan dalam Mobile Ad-hoc Networks (MANET) dikarenakan adanya beberapa keterbatasan dan kendala Service Discovery dalam MANET yaitu keterbatasan komputasi, keterbatasan power, keterbatasan bandwidth, tingginya mobility pada setiap node dan penentuan koordinasi node central. Dalam penelitian ini mengembangkan protokol Service Discovery di MANET yaitu optimasi paket service descriptor untuk service request dan service advertisment dengan klasifikasi model tree/taksonomi service dan didefinisikan dengan metode Breadth Bloom Filter sehingga ukuran paket menjadi kecil. Sedangkan untuk pendistribusian paket pada layer network dengan memanfaatkan MultiPoint Relay (MPR) pada Optimized Link State Routing (OLSR). Metode pengembangan protokol Service Discovery pada penelitian ini dinamakan MY-Protokol. Untuk hasil pengujian dan analisa data dengan simulasi keberhasilan MY-Protokol dalam mengatasi kendala pada MANET yaitu pengurangan bandwidth sebesar 97% dan penurunan delay sebesar 95%
MULTIMEDIA INTERAKTIF SIMULASI LARUTAN ASAM BASA DENGAN METODE DEPTH FIRST SEARCH (DFS)
Mahalnya bahan praktikum Kimia menjadi kendala bagi beberapa sekolah dalam menyediakan bahan praktikum, khususnya pada Materi Larutan Asam Basa. Pilihan solusi perlu diberikan agar siswa dapat melaksanakan praktikum secara mandiri. Salah satu solusi yaitu dengan mengembangkan multimedia interaktif, khususnya pada mata pelajaran Kimia materi Larutan Asam Basa yang bertujuan membantu guru dan siswa dalam pembelajaran. Multimedia interaktif merupakan salah satu media berbasis CTL yang banyak diterapkan dalam dunia pendidikan. Salah satu multimedia interaktif yang dapat digunakan dalam praktikum Kimia Asam Basa adalah Simulasi Larutan Asam Basa. Simulasi menerapkan algoritma pencarian pada AI, yaitu metode Depth First Search (DFS). Hasil pengujian menunjukkan bahwa simulasi berjalan dengan baik, terbukti ketika pencampuran senyawa asam (HCl), terjadi perubahan warna lakmus biru menjadi merah. Ketika pencampuran senyawa basa (NaOH), lakmus merah berubah biru. Muncul keterangan netral pada pencampuran senyawa pembentuk larutan netral, seperti H2O dan KCl, dan keterangan kesalahan muncul pada pencampuran dengan ion sama, baik positif atau negatif
DESAIN DAN IMPLEMENTASI SISTEM INFORMASI ADMINISTRASI SISWA BERBASIS WEB DI SMK TI GLOBAL PONOROGO
Berdasarkan hasil wawancara dengan staff tata usaha (front office) diperoleh informasi bahwa pencatatan pembayaran administrasi siswa yang dilakukan di SMK TI Global Ponorogo selama ini menggunakan Ms. Excel dan buku manual. Sistem manual seperti ini menyulitkan petugas untuk memberikan informasi secara cepat dan akurat. Tujuan dari pengembangan ini adalah membangun sebuah sistem informasi administrasi siswa di SMK TI Indonesia Global Ponorogo yang terorganisir dan dapat memberikan informasi yang akurat dan menguji kelayakan sistem informasi yang dikembangkan. Proses pengembangan sistem ini menggunakan model pengembangan waterfall yang dikemukakan oleh Sommervile, yaitu model pengembangan sistem secara bertahap mulai dari requirements analysis and definition, system and software design, implementation and unit testing, integration and system testing, operation and maintenance. Produk yang dihasilkan dari pengembangan berupa perangkat lunak berbasis web yang dapat mengelola administrasi siswa, berita acara, dan laporan. Sistem informasi yang dikembangkan telah melalui beberapa tahapan validasi dan pengujian dengan menggunakan metode black-box. Hasil validasi dari masing-masing uji coba yaitu hasil validasi ahli rekayasa perangkat lunak dinyatakan valid secara fungsionalitas, hasil uji coba staff tata dinyatakan valid secara fungsionalitas, hasil uji coba kepala tata usaha dinyatakan valid secara fungsionalitas, hasil uji coba kepala sekolah dinyatakan valid secara fungsionalitas, dan hasil uji coba siswa dinyatakan valid secara fungsionalitas. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa sistem informasi yang dikembangkan valid secara fungsionalitas, dan menghasilkan output yang diharapkan serta layak digunakan untuk pengelolaan data administrasi siswa
LEMARI PENGERING DAN STERILISASI PAKAIAN BAYI OTOMATIS
: Lemari Pengering dan Sterilisasi Pakaian Bayi Otomatis merupakan sebuah alat pengering yang dapat mengeringkan baju bayi secara otomatis. Alat ini dapat digunakan untuk membantu masyarakat yang mempunyai bayi dan mengalami kendala dalam mengeringkan pakaian bayi ketika musim hujan. Bakteri yang dapat tumbuh pada kain khususnya popok bayi adalah sejenis bakteri patogen seperti E-Coli yang dapat memicu timbulnya iritasi gatal-gatal pada kulit bayi. Salah satu upaya untuk membunuh bakteri dapat menggunakan metode radiasi dengan Lampu Ultraviolet tipe-c. Sehingga sensor SHT11 berfungsi sebagai pendeteksi suhu dan kelembapan pada ruangan pengering.Pengembangan alat ini berdasarkan pada alat yang diciptakan oleh Silvia Rahmanita yaitu Prototype Lemari Pengering Pakaian Bayi dari alumni D3 Teknik Elektronika Jurusan Teknik Elektro Universitas Negeri Malang. Tahapan dalam pembuatan alat adalah: (1) perancangan, (2) pembuatan alat, (3) pengujian perangkaian dan keseluruhan. Pengujian alat dilakukan dengan menguji setiap blok komponen serta pengujian sistem secara keseluruhan. Hasil pengujian memperlihatkan bahwa sensor SHT11 dapat bekerja dengan baik, Sedangkan driver relay sebagai komponen aktuator seperti lampu ultraviolet, blower, kipas dan motor dapat bekerja sesuai dengan perancangan. Pengujian keseluruhan sistem berjalan dengan baik yaitu ketika suhu ≤ 48 º C dan kelembapan ≥ 37% maka komponen pengering dan pensterilisasi akan ON
PERBEDAAN HASIL BELAJAR SISTEM KOMPUTER MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN COOPERATIVE LEARNING TIPE THINK PAIR SHARE DAN THINK PAIR SQUARE DI SMK NEGERI 2 MALANG
Proses pembelajaran yang diterapkan oleh guru, sangat berpengaruh terhadap keberhasilan siswa dalam belajar. Salah satu indikasi rendahnya hasil belajar siswa adalah model pembelajaran yang belum optimal. Sehingga, siswa tidak terlalu berminat untuk mengikuti pembelajaran yang akhirnya akan berpengaruh pada hasil belajar. Hal ini dipengaruhi oleh banyak faktor, salah satu di antaranya adalah penggunaan model pembelajaran yang kurang tepat terhadap kondisi siswa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan hasil belajar sistem komputer menggunakan model cooperative learning think pair share dan think pair square pada siswa kelas X TKJ SMKN 2 Malang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Quasi Eksperimen atau eksperimen semu dengan model Posttest Only Control Design. Rancangan ini dipilih karena selama eksperimen tidak memungkinkan untuk mengubah kelas yang telah ada. Hasil analisis data menyimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan pada hasil belajar ranah pengetahuan siswa, dan tidak terdapat perbedaan yang signifikan pada hasil belajar ranah sikap dan keterampilan siswa
PENGARUH PERSEPSI ORANG TUA DAN SISWA TERHADAP MINAT MASUK SMK
Tujuan dari penelitian ini untuk mengungkap hubungan antara variabel persepsi orang tua (X1), harapan masuk (X2) dan persepsi terhadap lulusan (X3) dengan minat masuk SMK program studi keahlian Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) (Y) bagi siswa kelas IX SMP di Kabupaten Tulungagung. Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian kuantitatif menggunakan rancangan penelitian deskriptif korelasional. Pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian berupa angket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) terdapat hubungan positif dan signifikan antara X1 dengan Y; (2) terdapat hubungan positif dan signifikan antara X2 dengan Y; (3) terdapat hubungan positif dan signifikan antara X3 dengan Y; (4) terdapat hubungan positif dan signifikan antara X1 dan X2 dengan Y; (5) terdapat hubungan positif dan signifikan antara X2 dan X3 dengan Y; (6) terdapat hubungan positif dan signifikan antara X1 dan X3 dengan Y; (7) terdapat hubungan positif dan signifikan antara X1, X2 dan X3 dengan Y.