Buletin PSP
Not a member yet
    155 research outputs found

    KAPABILITAS DINAMIK PADA UKM SENTRA PENGOLAHAN KERUPUK IKAN DAN UDANG DI INDRAMAYU BERBASIS SUMBER DAYA

    Full text link
    Keberhasilan pengembangan UKM sentra pengolahan kerupuk ikan dan udang di Indramayu ditentukan oleh faktor lingkungan internal dan eksternal. Berdasarkan modelresource based, faktor internal yang berupa sumber daya, kapabilitas, dan kompetensi inti yang menentukan keberhasilan UKM sentra pengolahan kerupuk ikan dan udang di Indramayu agar dapat dimanfaatkan untuk meraih keunggulan kompetitif. Tujuan penelitian yaitu untukmenganalisis faktor yang mempengaruhi pengembangan UKM sentra pengolahan kerupuk ikan dan udang di Indramayu. Selanjutnya dengan menggunakan metode SSM (Soft SystemMethodology) didapatkan hasil bahwa faktor yang mempengaruhi pengembangan UKM sentra pengolahan kerupuk ikan dan udang di Indramayu adalah (1) menentukan strategi, (2) melaksanakan produksi, (3) melaksanakan litbang dan inovasi, dan (4) melaksanakan pemasaran. Hasil analisis terhadap keempat model perilaku strategis pemilik usaha tersebut menunjukkan adanya interaksi timbal balik di antara keempat model tersebut dan tingkat interaksi ini mengindikasikan dinamika dan kompleksitas perilaku strategis pemilik usaha tersebut dalam membangun keunggulan kompetitifnya. Hal ini berarti bahwa perilakuperilaku tersebut dapat secara efektif mendukung perusahaan untuk  mendapatkan keunggulan kompetitif.Kata kunci: kapabilitas dinamik, kerupuk ikan dan udang, Soft System Methodology, UKM sentra pengolaha

    KAJIAN STRUKTUR SOSIAL DALAM MASYARAKAT NELAYAN DI PESISIR KOTA BALIKPAPAN

    No full text
    Struktur sosial komunitas nelayan pada wilayah ini bersifat terbuka dan memungkinkan pergerakan secara vertikal maupun horizontal.  Pergerakan sosial ke atas terjadi bila nelayan pemilik kapal sukses melakukan pemupukan modal sehingga mampu beroperasi secara independen atau nelayan pekerja mampu membeli kapal atau alat produksi lainnya.  Pergerakan sosial ke bawah terjadi ketika ponggawa atau nelayan pemilik kapal menderita kerugian usaha sehingga kehilangan asetnya dalam jumlah yang besar. Pergerakan sosial horizontal terjadi ketika nelayan pekerja atau nelayan pemilik kapal berpindah ke grup atau ponggawa lain dengan pertimbangan kecocockan tertentu. Kata kunci:struktur sosial, komunitas nelayan, wilayah pesisir Balikpapa

    PERHITUNGAN BEBAN PANAS PADA PALKA KAPAL PURSE SEINE KM. DUTA MULIA DI PEKALONGAN

    No full text
    The Indonesian fishermen usually use ice and salt as refrigerants to keep of catch before it is landed. The amount of refrigerants bringing in a trip usually only based on the prior experienced of senior fishermen without any exact estimation.This paper tries to analyze the amout of ice in a trip of a fishing vessel (KM. Duta Mulia) in Pekalongan by calculating heat receiving in fish holds. By this approximation, the minimum amout of ice that needed in a trip can be obtained. the fishermen usually bring 20.000 kg ice in a trip (40 day).One of the result shows the minimu amout of ice that needed for refrigerating 17.460 kg catch within 40 day is 13.180.692 kg. Based of this result, the fisherman might reduce the amout of ice that they usually bring in a trip.Keywords: fish hold capacity, insulations, and heat loa

    PERSEPSI DAN TINGKAT KEPUASAN PELAKU USAHA TERHADAP FASILITAS DAN PELAYANAN DI PELABUHAN PERIKANAN SAMUDERA NIZAM ZACHMAN JAKARTA (PPSNZJ)

    Full text link
    Pengelola Pelabuhan Perikanan Samudera Nizam Zachman Jakarta (PPSNZJ) dan instansi terkait berusaha memenuhi kepentingan para pelaku usaha di PPSNZJ dengan melakukan penyediaan fasilitas dan pelayanan jasa. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur kinerja dari PPSNZJ berdasarkan kepuasan para pelaku usaha di PPSNZJ dan mengukur tingkat kepentingan atribut-atribut kinerja PPSNZJ terhadap persepsi kepentingan menurut pelaku usaha. Tingkat kepuasan terhadap fasilitas dan jasa PPSNZJ diukur dengan harapan dan kepuasan stakeholder terhadap 5 kelompok pertanyaan yang terdiri dari tangibility, reliability, responsiveness, assurance dan empathy. Berdasarkan tingkat kepuasan pelaku usaha di PPSNZJ menunjukkan bahwa pelaku usaha sangat puas terhadap kinerja PPSNZJ dengan nilai diatas 80% pada kelima kelompok pertanyaan tersebut, dengan demikian kinerja dari PPSNZJ sudah baik untuk memfasilitasi dan melayani kebutuhan para pelaku usaha. Prioritas yang perlu diutamakan oleh PPSNZJ adalah atribut yang memiliki nilai kepentingan tinggi dan kinerja yang rendah. Berdasarkan hasil importance performance analysis ditemukan 15 atribut yang perlu diprioritaskan oleh PPSNZJ.   Kata kunci: fasilitas, kepuasan, pelayanan, persepsi, PPSNZ

    IDENTIFICATION OF POOR FISHING-DEPENDENT COMMUNITIES IN MAINLAND WEST SUMATRA

    Full text link
    Indonesia has some of the world‟s most diverse coral reefs in need of protection. These biodiversity hotspots have attracted international attention and are well described in the literature. However, they are home to only a small portion of the fishing communities in this country. The state of many of the other communities has yet to be studied in depth. As a step in that direction, this paper focuses on fishing communities in mainland West Sumatera and, using data collected by government agencies, defines two indicators that will be useful nationally. The first is a measure of the communities‟ dependency on fishing as a source oflivelihood, the second a measure of poverty that is appropriate to Indonesian fishing communities. For mainland West Sumatera these parameters identify five areas that are highly dependent on fishing (> 10% employment in fishing) with two of these containing large numbers of fisher households in a state of poverty. These two are Sei Beremas and Sasak Ranah Pasisie in the regency Pasaman Barat. Neither of these are located at well investigated hotspots and further work will be required to identify the underlying reasons for the combination of dependency and poverty found in these places. The methodology described in this paper isapplicable to the ongoing implementation of the national marine spatial planning program.  Keywords: fisheries, Indonesia, povert

    KOMODITI UNGGULAN PERIKANAN TANGKAP DI TELUK BANTEN (Leading Commodity of Capture Fisheries in Banten Bay)

    Full text link
    Tekanan yang cukup besar di daerah pesisir Teluk Banten mengakibatkan kerusakan lingkungan, di antaranya adalah pencemaran perairan. Hal ini berakibat kepada penurunanhasil tangkapan nelayan. Pengembangan wilayah penangkapan sangat dibutuhkan untuk mengurangi tekanan penangkapan di wilayah pesisir. Pengembangan kawasan (wilayah) berbasis komoditas unggulan merupakan salah satu konsep pengembangan wilayah yang ada. Kawasan Teluk Banten dapat dikatakan kawasan yang memiliki daya saing. Penelitian ini bertujuan untuk (1) menghitung bionomi sumber daya ikan; (2) menentukan komoditas unggulan perikanan tangkap di Teluk Banten. Model bionomi Gordon-Schaefer digunakan untuk menganalisis bionomi sumber daya ikan, dan komoditi unggulan dianalisis dengan metode skoring, nilai Location Quotient (LQ) dan indeks spesialisasi (IS) untuk menentukan keunggulan komparatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak seluruh jenis ikan menguntungkan secara ekonomi. Kembung, cumi-cumi, teri, tongkol, dan lemuru, merupakan jenis ikan pelagis yang layak dikembangkan. Adapun dari kelompok ikan demersal adalahrajungan, kakap merah, udang, kuwe, bawal hitam, ekor kuning, dan beloso. Berdasarkan metode skoring diperoleh bahwa rajungan, teri, dan cumi-cumi merupakan ikan yang dapat diunggulkan, hal ini juga sesuai dengan hasil perhitungan nilai LQ yang ketiganya bernilai lebih dari satu. Nilai IS sebesar 0,42 menunjukkan tingkat spesialisasi komoditi unggulan rendah di kawasan Teluk Banten, berarti konsentrasi komoditi unggulan cukup merata di kawasan Teluk Banten.Kata kunci: bionomi, komoditi unggulan, perikanan tangka

    PERSEPSI SOSIAL STAKEHOLDER PERIKANAN TANGKAP DI PPN PRIGI, TRENGGALEK

    No full text
    Pengelolaan perikanan bertujuan untuk mencapai manfaat optimal dan berkelanjutan. Konsep perikanan berkelanjutan memiliki tiga aspek penting yaitu ekologi, ekonomi dan sosial, dimana kebijakan berfungsi untuk mengatur keseimbangan ketiga aspek tersebut. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan melihat kecenderungan persepsi sosial  stakeholder perikanan terkait tiga aspek tersebut. Persepsi ini diperlukan untuk memahami karakteristik stakeholder agar mudah untuk membangun visi bersama mengenai perikanan tangkap yang berkelanjutan untuk kemudian dijadikan landasan dalam perumusan strategi. Metode yang digunakan untuk melihat kecenderungan persepsi stakeholder adalah analisis diskriminan ganda dengan hasil perceptual map. Persepsi sosial antar stakeholder (nelayan, bakul/pedagangdan pihak pengelola) memiliki kemiripan dimana faktor usia, pendidikan dan pekerjaan menjadi acuan dalam menggolongkan persepsi  stakeholder.  Kata kunci: perikanan tangkap, persepsi, PPN Prig

    KAJIAN IDENTIFIKASI SISTEM REGISTRASI KAPAL DI PROVINSI ACEH

    No full text
    Setelah tragedi tsunami, Provinsi Aceh kehilangan banyak aset mulai dari infrastruktur, armada, dan jiwa manusia. Kondisi ini harus dibangun kembali normal. Untuk membangun kembali data dari armada  penangkapan ikan perlu mendaftar ulang untuk menghindari praktek IUU Fishing dan praktek penurunan harga dan juga biaya tinggi ternak. Masalah umum dalam pendaftaran kapal perikanan adalah konflik kepentingan antara incharges lembaga seperti Departemen Perhubungan dan Departemen Perikanan dan Kelautan Affair, karena kapal penangkap ikan pendaftaran di Indonesia dijalankan oleh institusi keduanya. Tujuan dari penelitian ini adalah ingin mengetahui masalah lain pada  pendaftaran kapal perikanan di Provinsi Aceh. Kapal perikanan sistem pendaftaran dihadapkan dengan banyak rumit dan kompleks, sehingga solusi melalui pendekatan analisis sistem (Burch, 1992). Dalammenerapkan sistem analisis langkah-langkah yang perlu dipertimbangkan adalah: (1) menganalisis kebutuhan, (2) merumuskan masalah, (3) mengidentifikasi sistem, dengan membuat lingkaran diagram sebab akibat (causal loop) dan input-output diagram. Kesimpulan dari analisis sistem yang dilakukan adalah bahwa sistem pendaftaran saat ini belum terintegrasi, data itu tidak akurat karena pemahaman tentang metode pengukuran yang berbeda, proses dokumen informasi penyelesaian tidak dapat ditelusuri, pelaksanaan peraturan yang belum transparan baik dalam administrasi dan keuangan.Kata kunci: registrasi kapal ikan, pendekatan siste

    UJI COBA PEMANFAATAN ENERGI SURYA SEBAGAI ENERGI ALTERNATIF SISTEM KELISTRIKAN LAMPU NAVIGASI PADA KAPAL IKAN

    No full text
    Energi merupakan isu yang sangat krusial bagi masyarakat dunia. Apalagi semenjak terjadinya krisis minyak dunia pada awal dan akhir dekade 1970-an dan pada akhirnya ditutup dengan adanya krisis minyak yang terjadi baru-baru ini, dimana harga minyak mentah saat ini yaitu $110 /barel. Dengan kondisi tersebut, negara-negara di dunia berlomba untuk mencari dan memanfaatkan sumber energi alternatif untuk menjaga keamanan ketersediaan sumber energinya. Salah satu energi alternatif yang perlu dikembangkan di Indonesia adalah energi surya. Energi listrik yang dihasilkan oleh energi surya akan diuji coba pada beberapa LED yang dirangkai menjadi sebuah lampu navigasi. Penelitian bertujuan untuk menghitung besarnya daya yang dihasilkan oleh sel surya dan menghitung besar daya yang dibutuhkan dalam pemakaian lampu LED untuk navigasi. Panel sel surya yang digunakan mempunyai dayasebesar 30 Wp. Daya total yang dihasilkan sel surya pada saat proses pengisian adalah sebesar 420 Wh. Rangkaian lampu LED yang dibuat membutuhkan daya sebesar 0,14256 W untuk bisa berfungsi sebagai lampu navigasi.  Kata kunci: lampu navigasi, kapal ikan, lampu LED, sel surya, lampu navigas

    KARAKTERISTIK PERAIRAN DALAM KAITANNYA DENGAN PENGEMBANGAN USAHA PERIKANAN PELAGIS BESAR DI KABUPATEN ACEH JAYA

    Full text link
    Big pelagic fishing represents main economic resources of coastal communities in Aceh Jaya Regency. But earthquake cycle and tsunami in 2004 have altered a lot of matter, inclusive characteristic of territorial water which is more or less influencing the production of big pelagic fish. This research aim to analyse of the chemical and physical characteristics of territorial water, its influence to the production of big pelagic fish, analyse of elegibility of its development The methods of research are chemistry and physics analysis, curve estimation analysis, and cost-benefit analysis. Territorial water of Aceh Jaya Regency has good category of DO, turbidity, Pb, brightness, current speed, and temperature, and also good enough category of nitrate and TSS. DO and nitrate have positive correlation significantly to the production of big pelagic fish, but it’s not so effective if DO condition very high (> 8,25 ppm), while about nitrate, more effective if nitrate condition > 0,0065 ppm. TSS has positive correlation to the production of big pelagic fish in territorial water of Aceh Jaya Regency, but temperature tend to negativity. Big pelagic fishing (purse seine, gillnet, and trolling line) are eligible to developed in that location, where NPV value of each are Rp 4.021.356.705, Rp 505.226.479, and Rp 375.453.615, and B/C ratio of them are according to standard

    71

    full texts

    155

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Buletin PSP
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇