Jurnal Manajemen Kesehatan Yayasan RS.Dr. Soetomo
Not a member yet
267 research outputs found
Sort by
Analisis Kebutuhan Pelatihan Pejabat Struktural Berdasarkan Training Need Asessment Di Rsud Dr. R Soedarsono Kota Pasuruan
ABSTRAKPenilaian kebutuhan pelatihan adalah suatu proses kegiatan yang bertujuan untuk mengidentifikasi kesenjangan kinerja yang disebabkan oleh kekurangan pengetahuan, ketrampilan, dan sikap kerja. Penilaian kebutuhan pelatihan terdiri dari tiga tingkatan analisis yaitu organisasi, individu dan tugas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis kebutuhan pelatihan pejabat struktural di RSUD dr.Soedarsono berdasarkan hasil penilaian kebutuhan (Training Needs Assessment). Penelitian ini adalah penelitian deskriptif, teknik pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner. Subyek penelitian ini adalah para pejabat struktural mulai dari kepala bagian, kepala bidang dan para kepala seksi dan kepala sub bagian.Berdasarkan hasil penelitian, sistem pengembangan karier masih rendah yaitu 49,2%. Penentuan kebutuhan pelatihan diperoleh dari usulan tiap pejabat dan kesenjangan antara pelatihan yang pernah diikuti dengan PMK nomor 971/2009. Prioritas 1 pelatihan yang secara organisasi dibutuhkan, dan individu mengusulkan. Prioritas 2 pelatihan yang secara individu mengusulkan, secara organisasi tidak membutuhkan. Prioritas 3 pelatihan yang secara organisasi membutuhkan, individu tidak mengusulkan. Pelatihan yang dibutuhkan antara lain kewirausahaan, rencana implementasi dan rencana tahunan, rencana aksi strategis, sistem rekrutmen pegawai, sistem remunerasi dan kepemimpinan. Berdasarkan pembahasan yang telah dilakukan terhadap analisa kebutuhan pelatihan dan sistem pengembangan karier untuk pejabat struktural di RSUD dr. R Soedarsono dapat disimpulkan sistem pengembangan karier dilihat dari hasil IKK masih rendah dan Analisa kebutuhan pelatihan pejabat struktural berdasarkan training need assesment dengan analisa organisasi dan analisa individu masih kurang memadai
Analisis Preferensi Terhadap Sosiodemografi Pada Pasien Umum Instalasi Rawat Jalan RSUD BDH Surabaya
ABSTRAKPreferensi pasien menjadi penting saat sebuah pelayanan kesehatan ingin mengembangkan produk. Preferensi sendiri dimata konsumen merupakan sebuah pelayanan yang lebih efektif, lebih murah dan lebih cepat. Penelitian ini dilakukan dengan latar belakang masalah adanya jumlah penurunana pasien pada tahun 2015 dan peningkatan jumlah keluhan pada tahun yang sama. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan faktor sosiodemografi yang terdiri dari usia, pendidikan, pendapatan, jumlah anggota keluarga yang menjadi tanggungan dan penananngung biaya pengobatan. Preferensi dilakukan terhadap empat indikator yaitu sikap memprioritaskan rumah sakit sebagai pilihan utama, kemauan merekomendasikan, melakukan word of mouth positif, dan pemanfaatan ulang. Penelitian ini menggunakan rancangan potong lintang dengan tehnik survei. Unit analisis adalah pasien umum instalasi rawat jalan RSUD BDH. Waktu penelitian adalah Juni- Agustus 2016. Tehnik sampling menggunakan purposive sampling, dengan jumlah sebanyak 85 responden.Hasil dari penelitian ini adalah Preferensi pada indikator prioritas sikap memprioritaskan sebagai pilihan utama, kemauan merekomendasikan dan word of mouth memiliki kecenderungan berbeda antara sikap dan kemauan yang baik dan tidak baik, sedangkan pada indikator kemauan pemanfaatan ulang cenderung kurang berbeda.Preferensi paling baik menurut faktor sosiodemografi terdapat pada indikator usia 20 – 30 tahun, tingkat pendidikan SMA, tingkat pendapatan 2,1-3 juta, jumlah anggota yang menjadi tanggungan kurang dari 2, dan menanggung sendiri biaya pengobatannya. Kesimpulan yang didapat penelitian secara umum preferensi penelitian ini dapat dikatakan baik. Indikator yang perlu mendapat perhatian khusus adalah kemauan untuk pemanfaatan ulang
Upaya Peningkatan Kepuasan Pasien Di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Islam Surabaya
ABSTRAKPersepsi terhadap kepuasan yang dirasakan oleh setiap individu tentu tidak akan sama. Terlebih lagi kepuasan yang dirasakan dalam fungsi pelayanan pada rumah sakit yang diberikan kepada pasien.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepuasan pasien pada Rumah Sakit Islam Surabaya ditinjau dari faktor kehandalan, jaminan, bukti fisik, empati, dan daya tanggap di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Islam Surabaya. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Penelitian ini dilakukan selama 5 hari pada bulan Juni 2016 di Instalasi farmasi Rumah Sakit Islam Surabaya. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Islam Surabaya dan sampel yang diambil sebanyak 50 responden dari para pasien di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Islam Surabaya dengan pendekatan accidental sampling.Pengumpulan data diambil dengan menggunakan metode kuesioner dengan menggunakan skala likert.Berdasarkan hasil penelitian diketahui persepsi pasien merasa puas tentang kehandalan sebesar (69,5%) untuk pasien yang merasa kurang puas sebesar (30,5%). Persepsi pasien puas tentang jaminan sebesar (73,5%) namun pasien kurang puas sebesar (26,5%). Persepsi pasien yang menyatakan puas akan bukti fisik sebesar (75,5%) dan pasien yang menyatakan kurang puas sebesar (24,5%). Persepsi pasien puas tentang empati sebesar (72%) untuk pasien kurang puas sebesar (28%). Persepsi pasien yang menyatakan puas akan daya tanggap sebesar (53%) sedangkan untuk persepsi pasien yang menyatakan kurang puas sebesar (47%). Hasil yang diperoleh dari pelitian ini, bahwa sebagian besar menyatakan puas dengan tebaran antara 69,50 % s/d 75,50 %, kecuali pada faktor daya tanggap dinyatakan cukup puas.Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa pelayanan yang diberikan di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Islam Surabaya kepada pasien dikategorikan baik. Saran dari penilitian ini adalah dilakukan pelatihan soft skillberupa pelatihan kepribadian secara periodik, dilakukan pelatihan kecepatan waktu pelayanan kefarmasian dengan model simulasi serta melakukan pendataan secara konkrit atas ketersediaan obat berdasarkan tingkat kebutuhan pasien
Analisis Brand Equity Rumah Sakit PHC Surabaya Berdasarkan Analisis Brand Asset ® Valuator
ABSTRAKBerdasarkan survei ekuitas merek dilakukan pada tahun 2011, hasilnya menunjukkan bahwa Adi Husada Undaan Wetan-(AH-UWH) terpilih sebagai salah satu rumah sakit terbaik di Surabaya, di samping Rumah Sakit PHC. Dengan demikian, dalam pemahaman yang lebih baik ekuitas merek RS PHC, ekuitas merek diukur dengan masuknya Rumah Sakit AH-UW. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki ekuitas merek PHCH. Penelitian dilakukan di Surabaya, Jawa Timur, Indonesia, khususnya di daerah-daerah yang sectional menyeberang antara PHCH dan AH-UWH. Unit analisis dalam penelitian ini adalah peserta yang tinggal di Kabupaten Sidotopo Wetan dan Kabupaten Kemayoran. penelitian kuantitatif ini berlangsung pada bulan Agustus-September 2013 dengan 57 peserta / sampling. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner dan wawancara. Penelitian ini menggunakan Young dan BrandAsset® Penilai (BAV) Model Rubicam ini. Muda dan Rubicam ini BrandAsset® Penilai (BAV) adalah salah satu model penilaian merek yang paling dihormati yang telah digunakan oleh banyak perusahaan besar. BAV khusus ini dirancang untuk menjelaskan bagaimana merek tumbuh, penurunan, dan memulihkan dan memetakan posisi merek (s) di jaringan listrik. Temuan menunjukkan bahwa posisi PHCH di jaringan listrik terletak di kuadran kedua yang merupakan niche / belum direalisasi potensial. Ini berarti bahwa rumah sakit memiliki potensi untuk mengembangkan merek dan menargetkan konsumen khusus / spesifik. Rumah sakit ini juga memiliki kapasitas untuk berpindah dari kuadran ini ke kuadran kepemimpinan. Posisi AH-UWH adalah di kuadran kepemimpinan dalam jaringan listrik. Ini berarti bahwa rumah sakit telah memperoleh persepsi merek yang sangat baik dari para peserta. Selain itu, kekuatan merek dari dua rumah sakit dianggap memiliki posisi merek yang sehat. Ini didukung oleh nilai-nilai diferensiasi rumah sakit 'yang lebih tinggi dari nilai-nilai relevansinya. Ini berarti bahwa kedua rumah sakit telah memperoleh persepsi positif dari peserta tersebut. Merek bertubuh menandakan persepsi peserta dari kinerja merek saat ini. Dalam penelitian ini, perawakannya merek dari kedua rumah sakit menunjukkan bahwa mereka berada dalam posisi merek yang baik. Ini ditopang oleh nilai-nilai harga diri dan nilai-nilai pengetahuan. nilai-nilai harga diri dua rumah sakit yang lebih tinggi dari nilai-nilai pengetahuan mereka. Hasil ini diklasifikasikan sebagai pola yang sehat. Nilai-nilai pengetahuan, bagaimanapun, menunjukkan kebutuhan mereka untuk dukungan lebih lanjut. Dalam hal ini, upaya branding yang harus dialokasikan untuk menciptakan pengetahuan merek yang lebih solid untuk konsumen dan calon konsumen
Upaya Social Marketing Guna Meningkatkan Adherence Minum Obat Pasien Upipi Rsud Dr. Soetomo Surabaya
ABSTRAKHIV adalah infeksi yang disebabkan oleh virus yang menyerang kekebalan tubuh manusia. ARV Therapy (ART) harus dilakukan secara rutin dan seumur hidup. Tantangan utama ART yaitu membutuhkan adherence tinggi. Di UPIPI RSUD Dr. Soetomo, persentase pasien dengan adherence tinggi, dari 2010 – Mei 2014 rerata pertumbuhannya rendah, sebaliknya, pasien dengan adherence rendah, semakin meningkat pertumbuhannya. Salah satu bentuk penyadaran pasien tentang pentingnya adherence adalah melalui social marketing. Tujuan dari social marketing adalah mempengaruhi konsumen untuk mengubah perilaku demi meningkatkan kesehatan. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah menyusun rekomendasi social marketing guna peningkatan adherence pasien.Metode penelitian pada penelitian ini adalah cross sectional, observasional dengan diskriptif analitik. Hasil dari penelitian menunjukkan faktor karakteristik dan faktor IMB Model yang berhubungan dengan tingkat adherence pasien adalah keikutsertaan dalam organisasi, keterjangkauan biaya pengobatan, informasi tentang terapi ARV, yang didalamnya terdapat informasi régimen, manfaat ARV, cara kerja obat ARV, dan pentingnya adherence, serta motivasi minum obat ARV dari orang terdekat sekitar pasien.Berdasarkan data tersebut, maka disusunlah rencana social marketing yang bertema hidup berkualitas dengan minum ARV tuntas. Kegiatannya meliputi menyelenggarakan penyuluhan, menginformasikan tentang manfaat obat ARV dan cara kerja obat ARV dengan menggunakan metode konseling, mengoptimalkan LSM untuk melakukan pendampingan, melalui internet yaitu website dan media sosial rumah sakit, dan leaflet. Selain itu membiasakan pasien minum obat secara rutin dengan selalu mengingat memasukkan obat ARV ke dalam kotak obat dan membentuk peer group yang berfungsi untuk saling mengingatkan dan memberikan motivasi antar sesama pasien
Analisis Pengaruh Kepuasan Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Bagian Manajemen Di RSUD Bhakti Dharma Husada Surabaya
ABSTRAKSumberdaya manusia merupakan salah satu komponen yang sangat menentukan dalam sebuah pelayanan di rumah sakit, maka sudah selayaknya rumah sakit melakukan suatu mekanisme pemeliharaan sumber daya manusia dengan memperhatikan kepuasan kerja karyawannya dan mengevaluasi kinerja agar di dapat pelayanan rumah sakit yang berkualitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kepuasan kerja terhadap kinerja karyawan bagian manajemen di RSUD Bhakti Dharma Husada Surabaya. Berdasarkan data PBL I mahasiswa STIKES Yayasan Rumah Sakit Dr. Soetomo Surabaya, pada analisis indek kepuasan karyawan berdasarkan visi di dapat sebesar 59.03%. Hal tersebut menunjukkan bahwa indek kepuasan karyawan masih di bawah minimal yaitu 70%. Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kuantitatif yang bersifat analitik. Metode pengumpulan data yang digunakan menggunakan kuesioner dengan 4 skala penilaian (lichert). Penelitian ini mencoba menilai pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen. Pendekatan waktu yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu rancangan bangun cross sectional study, karena penelitian dilakukan pada periode waktu tertentu secara bersamaan terhadap variabel yang diteliti. Populasi yang dijadikan sumber data dalam penelitian ini sekaligus dijadikan sampel penelitian yaitu karyawan bagian manajemen sebanyak 58 orang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengaruh kepuasan kerja terhadap kinerja memiliki korelasi yang positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan. Berdasarkan hasil penelitian dari 5 dimensi kepuasan kerja yaitu faktor: pekerjaan, atasan, rekan kerja, promosi dan gaji, pada faktor promosi dan atasan menjadi faktor yang paling berpengaruh terhadap kinerja karyawan di RSUD Bhakti Dharma Husada Surabaya
Cost-Effectiveness Pelaksanaan Program Peningkatan Pelayanan BLUD Di RSUD Dr. Soetomo Surabaya
ABSTRAKPada tahun 2015 RSUD Dr Soetomo mempunyai 8 program yang sumber dana yang diperoleh dari dana APBD dan APBN. Penggunaan dana tersebut belum dilakukan pengukuran kinerja terhadap program yang dilakukan di Rumah Sakit. Pengukuran kinerja dapat diukur menggunakan metode Cost-Effectiveness yaitu perbandingan antara cost-outcome dengan biaya program. Pengukuran Cost-Effectiveness dilakukan terhadap pelaksanaan program peningkatan pelayanan Badan Layanan Umum Daerah di RSUD Dr. Soetomo tahun 2015. Rancang bangun penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan telaah dokumen yang dilakukan terhadap dokumen SAKIP tahun 2015. Penelitian ini mengkaji efektifitas outcome yang dihasilkan dengan input (dana) yang dianggarkan. Subyek penelitian dalam penelitian ini adalah Dokumen Sistem Akuntabilitas Kinerja Instalasi Pemerintah yaitu Rencana strategis RSUD Dr. Soetomo Tahun 2015, Dokumen Rencana Kinerja Tahunan Tahun 2015, Dokumen Perubahan Pelaksanaan Anggaran Tahun 2015, Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Tahun 2015. Analisa data yang digunakan adalah secara deskriptif yaitu analisis yang didasarkan pada perhitungan untuk mengetahui tingkat rasio. Hasil dari identifikasi input diketahui bahwa dana yang digunakan yaitu 87%dari total dana yang dianggarkan. Output pada penelitian ini adalah jumlah sub kegiatan yang dilakukan untuk mendukung kegiatan yang dilakukan oleh setiap Bidang/Bagian. Output dapat juga berupa jumlah dokumen yang dihasilkan dari kegiatan tersebut. Outcome yang akan dicapai pada tahun 2015 adalah 14 IKU direktur. Outcome ini dicapai dalam waktu satu tahun dan pengukurannya dalam jangka waktu yang lama. Hasil penelitian ini menunjukkan dari 14 IKU Direktur ada 1 IKU termasuk dalam kategori Efektif, 11 IKU yang termasuk dalam kategori cukup efektif, 1 IKU termasuk dalam kategori kurang efektif, dan 1 IKU termasuk dalam kategori tidak efektif. Pelaksanaan kegiatan yang mendukung outcome 14 IKU tersebut berasal dari program peningkatan pelayanan Badan Layanan Umum Daerah di RSUD Dr. Soetomo tahun 2015, maka dapat disimpulkan bahwa pengukuran Cost-Effectiveness pelaksanaan program peningkatan pelayanan Badan Layanan Umum Daerah di RSUD Dr. Soetomo tahun 2015 termasuk dalam kategori cukup efektif
Analisis Time Series Metode Winter Jumlah Penderita Gastroenteritis Rawat Inap Berdasarkan Data Rekam Medis Di RSUD Dr. Soetomo Surabaya
ABSTRAKMasalah Gastroenteritis (GE) ialah masalah kesehatan masyarakat yang penanggulangannya tidak hanya dilakukan dengan pendekatan medis dan pelayanan kesehatan saja, melainkan dengan melakukan pemahaman tentang kebersihan makanan dan minuman yang akan dikonsumsi setiap harinya juga menyangkut aspek pengetahuan dan perilaku yang kurang mendukung pola hidup sehat.Analisis time series dan proyeksi tentang morbiditas bisa memberikan informasi yang berkaitan dengan angka kesakitan yang terjadi. Di RSUD Dr. Soetomo Surabaya jumlah penderita GE perbulan rata-rata mencapai 200 pasien. Dengan tingginya jumlah pasien GE tersebut, maka akan dilakukan analisis time series pada penderita GE di bagian unit rekam medis rawat inap RSUD Dr. Soetomo Surabaya berdasarkan data bulanan tahun 2011 sampai 2014, dilihat dari kejadian setiap bulannya. Hasil prediksi jumlah penderita GE rawat inap bulan Mei 2014 terjadi peningkatan jumlah penderita menjadi 95 penderita; bulan Juni-Agustus terjadi penurunan jumlah penderita menjadi 80, 59, dan 16 penderita; September-November terjadi peningkatan menjadi 62, 103, dan 142 penderita; Mei-November 2014 Laki-laki mengalami peningkatan jumlah penderita pada bulan Mei sebanyak 54 penderita; bulan Juni-Agustus 2014 mengalami penurunan jumlah penderita menjadi 48, 38, dan 10 penderita; bulan September-November 2014 mengalami peningkatan jumlah penderita sebanyak 29, 65, dan 83 penderita sebanyak di RSUD Dr. Soetomo
Analisis Lingkungan Sosial Terhadap Perilaku Merokok Remaja di Kecamatan Pangarengan Kabupaten Sampang Madura
ABSTRAKPerokok usia remaja dengan rentang usia 14-19 tahun, di Indonesia terus meningkat. Banyak faktor yang menyebabkan mereka merokok di usia muda tersebut, salah satu alasan mereka merokok agar diterima dikalangan kelompoknya yaitu lingkungan sosialnya (keluarga, teman sebaya dan guru yang merokok). Permasalahan ini jelas menjadi topik yang sangat memerlukan perhatian mengingat remaja merupakan generasi penerus bangsa yang nantinya juga menjadi penerus untuk pembangunan negara ini. Tujuan : Menganalisis kondisi lingkungan sosial terhadap perilaku merokok remaja di Kecamatan Pangarengan Kabupaten Sampang. Metode Penelitian: Jenis penelitian adalah explanatory research dengan rancangan belah lintang (cross sectional). Populasi dalam penelitian ini adalah semua pelajar remaja yang berada di Kecamatan Pangarengan Kabupaten Sampang Madura yaitu sebanyak 1.610. Teknik pengambilan sampel dilakukan menggunakan Simple Random Sampling, maka diperoleh sampel penelitian sebesar 214. Analisis data menggunakan Chi Square. Hasil : Variabel lingkungan sosial yang mempunyai hubungan yang signifikan terhadap perilaku merokok adalah semua variabel yang ada yaitu lingkungan keluarga, teman sebaya, guru, idola, dan lingkungan budaya, karena mempunyai nilai P yang lebih kecil dari α= 0,05
Faktor Penyebab Kejadian Stagnant Dan Stockout Di Instalasi Farmasi Upt Rumah Sakit Mata Masyarakat Jawa Timur
ABSTRAKLogistik obat termasuk salah satu aspek penting dalam bidang kesehatan. Pembelanjaan untuk penyediaan obat membutuhkan hampir 40% dari total anggaran operasional rumah sakit. Oleh karena itu obat harus dikelola secara efektif dan efisien. Ketidak efisienan dalam melakukan manajemen logistik memberikan dampak negatif terhadap rumah sakit baik dari segi medis maupun non medis. Pengelolaan obat di Instalasi Farmasi UPT Rumah Sakit Mata Masyarakat Jawa Timur masih belum bejalan dengan baik dibuktikan dengan angka kejadian obat stagnant yang cukup tinggi yaitu sebesar 39% dan 29% untuk kejadian stockout. Tujuan dari penelitian ini adalah menghitung kerugian akibat kejadian obat stagnant dan stockout serta melakukan analisis faktor penyebab terjadinya obat stagnant dan stockout di Instalasi Farmasi UPT Rumah Sakit Mata Masyarakat Jawa Timur tahun 2015. Penelitian ini termasuk deskriptif dengan pendekatan kuantitatif dengan menggunakan metode observasional yang dilakukan secara cross sectional dan melakukan perhitungan kerugian akibat kejadian obat stagnant dan stockout di Instalasi Farmasi UPT Rumah Sakit Mata Masyarakat Jawa Timur tahun 2015. Hasil penelitian ini untuk penyebab kejadian obat stagnant dan stockout di Instalasi Farmasi UPT RSMM Jawa Timur pengadaan obat tidak efektif sebagai akibat dari perencanan yang belum tepat, pendistribusian obat yang kurang efektif, serta kesalahan pada kegiatan pencatatan dan pelaporan. Kesimpulan yang didapatkan dari penelitian ini adalah masih belum terlaksnannya sistem manajemen logistik dengan benar sehingga menyebabkan kerugian yang cukup besar akibat adanya kejadian obat stagnant dan stockout di Instalasi Farmasi UPT RSMM Jawa Timur. Saran yang dapat diberikan yaitu dengan menerapkan metode yang sesuai pada setiap proses manajemen logistik serta mengembangkan sistem informasi yang tepat untuk mengontrol persediaan obat