Jurnal Manajemen Kesehatan Yayasan RS.Dr. Soetomo
Not a member yet
267 research outputs found
Sort by
Pengendalian Persediaan Obat Generik Dengan Metode MMSL (Minimum-Maximum Stock Level) Di Unit Farmasi Rumah Sakit Islam Surabaya
ABSTRAK Rumah Sakit merupakan organisasi yang padat karya dan padat modal, sehingga dalam pengelolaannya harus efektif dan efisien.Salah satu yang harus dikelolah dengan baik adalah logistik obat.Di Rumah Sakit Islam Surabaya terdapat kejadian stockout obat pada jenis obat generik dengan rata-rata kejadian sebesar 56% pada bulan Juli-Desember tahun 2015.Hal ini disebabkan karena belum ada metode perencanaan dan pengendalian persediaan yang diterapkan.Tujuan penelitian ini adalah untuk melakukan perencanaan dengan melakukan analisis berdasarkan tingkat pemakaian obat dan melakukan peramalan dengan menggunakan metode least square dan pengendalian persediaan dengan menggunakan metode MMSL. Penelitian dilakukan di Unit Farmasi Rumah Sakit Islam Surabaya dengan rancangan cross sectional, mengggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif.Penelitian dengan menggunakan data sekunder pemakaian obat pada Tahun 2015.Variabel terikat adalah data pemakaian riil obat.Variabel bebas adalah metode perencanaan dan pengendalian persediaan yang digunakan. Hasil penelitian diperoleh bahwa di Rumah Sakit Islam Surabaya belum ada metode perencanaan dan pengendalian persediaan tertentu yang digunakan.Klasifikasi obat generik berdasarkan analisis tingkat pemakaian diperoleh hasil 28 jenis obat termasuk dalam kategori fast moving.Hasil peramalan kebutuhan Tahun 2016 akan digunakan untuk melakukan pengendalian persediaan. Hasil perhitungan metode MMSL akan diperoleh nilai stok minimum dan maksimum persediaan obat. Hasil penelitian didapatkan nilai pengendalian persediaan untuk obat generik dengan metode MMSL.Didapatkan nilai stok minimum dan maksimum obat generik serta didapatkan nilai jumlah pemesanan kembali masing-masing obat generik dengan kategori fast moving
Analisis Tingkat Beban Kerja Terhadap Stres Kerja Perawat Di Instalasi Diagnostik Intervensi Kardiovaskular Rsud Dr. Soetomo
ABSTRAKPenelitian ini dilakukan di Instalasi Diagnostik Intervensi Kardiovaskular (IDIK) Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Soetomo. Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Soetomo merupakan Rumah Sakit milik Pemerintah Provinsi Jawa Timur tipe A Pendidikan. Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Soetomo telah menyediakan pelayanan dan fasilitas terlengkap untuk pasien bayi sampai dengan para lansia dengan berbagai masalah kesehatan. Berbagai jenis pelayanan kesehatan yang diberikan, salah satu jenis pelayanan RSUD Dr. Soetomo adalah pelayanan kardiovaskuler terdapat di Instalasi Diagnostik Intervensi Kardiovaskular (IDIK). IDIK merupakan suatu unit pelaksana atau instalasi yang melakukan prosedur invasive pada penderita penyakit jantung baik bertujuan diagnostic maupun terapetik. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran tingkat beban kerja perawat di IDIK Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Soetomo, untuk mengetahui gambaran tingkat stress kerja perawat di IDIK RSUD Dr. Soetomo dan mengetahui tingkat beban kerja terhadap stress kerja perawat di IDIK RSUD Dr. Soetomo. Jenis penelitian ini dikategorikan dalam penelitian deskriptif dengan rancangan Cross sectional (potong lintang) dan instrumen penelitiannya menggunakan kuesioner (angket) untuk mengetahui tingkat beban kerja dan tingkat stress kerja. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perawat di Instalasi Diagnostik Intervensi Kardiovaskular (IDIK) RSUD Dr. Soetomo sebanyak 4 perawat. Penelitian ini menggunakan teknik pengambilan sampling jenuh atau sensus. Hasil penelitian menunjukan bahwa 4 perawat (100%) merasakan beban kerja berat dengan tingkat stress kerja pada kategori ringan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah untuk menyeimbangkan beban kerja perawat di IDIK dan meminimalkan timbulnya stress pada saat bekerja agar stress yang dirasakan oleh perawat tidak bertamba
Hubungan Motivasi Kerja Terhadap Kepatuhan Dalam Pengembalian Berkas Rekam Medis Di Seksi Rekam Medis Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Soetomo
ABSTRAKPengembalian berkas rekam medis adalah sistem yang cukup penting di seksi rekam medis, karena pengembalian berkas rekam medis dimulai dari berkas tersebut berada diruang rawat sampai kembali ke seksi rekam medis sesuai dengan kebijakan batas waktu pengembalian yaitu 2x24 jam. Berdasarkan data evaluasi pada bulan Februari 2016 dapat dilihat adanya keterlambatan yaitu dari 3451 berkas rekam medis pasien Keluar Rumah Sakit (KRS) terdapat 859 atau sekitar 24,9% berkas rekam medis belum masuk pada seksi rekam medis. Penelitian dilakukan pada bulan Mei 2016 – Juli 2016. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan rancangan cross sectional. Instrumen dalam penelitian ini berupa kuesioner tertutup yang ditujukan pada dokter, perawat/bidan dan petugas rekam medis di Instalasi Rawat Inap RSUD Dr. Soetomo. Sampel dalam penelitian ini yaitu 81 orang responden yang terdiri dari dokter, perawat/bidan dan petugas rekam medis. Analisis data menggunakan teknik korelasi spearman dan crosstab dengan hasil analisis menunjukkan bahwa tidak ada hubungan tanggung jawab dengan kepatuhan (p=0,388), tidak ada hubungan beban kerja dengan kepatuhan (p=0,206), tidak ada hubungan penghargaan prestasi dengan kepatuhan (p=0,213), namun ada hubungan motivasi dari pimpinan terhadap kepatuhan (p=0,029) karena dari 4 faktor motivasi yang memiliki hubungan dengan kepatuhan hanyalah 1 faktor dan 3 faktor lainnya tidak memiliki hubungan maka pada penelitian ini motivasi tidak memiliki hubungan terhadap kepatuhan (p=0,250). Kesimpulan dari penelitian ini adalah untuk menganalisa hubungan motivasi (meliputi: tanggung jawab, beban kerja, motivasi dari pimpinan dan penghargaan prestasi) terhadap kepatuhan pengembalian berkas rekam medis di seksi rekam medis RSUD Dr. Soetomo. Saran yang diberikan adalah lebih meningkatkan lagi tanggung jawab terhadap setiap pekerjaan, pemahaman pengetahuan tentang tupoksi yang akan berhubungan dengan beban kerja dan pemberian penghargaan berupa reward secara berkala kepada ruangan yang telah patuh dalam hal pengembalian berkas rekam medis dari ruang rawat inap ke seksi rekam medis RSUD Dr. Soetomo
Studi Penanganan Komplain Pasien Di Instalasi Rawat Jalan (IRJ) RSUD Dr. Soetomo
ABSTRAKRumah Sakit Umum Daerah Dr.Soetomo sebagai pusat rujukan nasional di Jawa Timur mengalami peningkatan jumlah kunjungan rata-rata pasien setiap tahun. Proses pelayanan pasien secara berjenjang, menjadikan Rumah Sakit Umum Daerah Dr.Soetomo menjadi rujukan terkahir pasien. Di era JKN berbagai permasalahan semakin banyak yaitu tentang keluhan pasien berobat di rumah sakit semakin meningkat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Pihak rumah sakit dan pasien di wawancarai tentang model penanganan keluhan. Penelitian bertempat di instalasi rawat jalan Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Soetomo pada tahun 2015. Pasien mengeluh tentang antrian yang lama dan sikap petugas yang kurang responsif. Pasien merasa kesulitan menyesuaikan persyaratan administrasi pasien BPJS kesehatan dengan model kepesertaan lama atau asuransi kesehatan. Sosialisasi yang kurang menyebabkan informasi yang beredar mengenai prosedur pendaftaran dan pemanfaatan BPJS kesehatan tidak relevan dan membingungkan. Akibatnya tidak jarang staf rumah sakit menerima komplain atau kemarahan pasien, dituduh mempersulit, bahkan dituding mencari keuntungan. Tidak sedikit juga masyarakat yang mendatangi rumah sakit bukan untuk berobat melainkan untuk menanyakan mengenai perihal BPJS, sebagaimana terjadi di RSUD Dr.Soetomo. Implementasi program BPJS kesehatan bersinggungan langsung terhadap pasien yang datang berobat di rumah sakit. Peningkatan jumlah kunjungan pasien mengakibatkan hampir disetiap prosedur pelayanan di rumah sakit dikeluhkan pasien, mulai dari ruang mendatangi bagian informasi sampai dengan pasien mengambil di loket obat. Kebanyakan pasien memiliki keterbatasan informasi terkait pengaduan jika mereka mengeluhkan masalah yang berkaitan dengan pelayanan di poli. Maka diperlukan keterangan yang jelas dan sosialisasi tentang layanan pengaduan masyarakat baik melalui spanduk maupun poster untuk memudahkan mereka
Evaluasi Heuristik Pada Web Based Learning Dalam Upaya Eningkatkan Kemudahan Pengisian Try Out Uji Kompetensi Bagi Mahasiswa D3 Rmik Stikes Yayasan Rs Dr.Soetomo
ABSTRAKPenelitian ini berisikan tentang evaluasi halaman antar muka dari aplikasi web based learning try out uji kompetensi rekam medik dan informasi kesehatan (RMIK). Tujuan dari penelitian ini adalah mengevaluasi secara heuristic halaman antarmuka dari aplikasi web based learning try out uji kompetensi RMIK. Evaluasi halaman antar mukanya menggunakan metode evaluasi heuristik. Evaluasi terhadap halaman antar muka dengan metode evaluasi heuristik ini dimulai dari melakukan pengamatan terhadap aplikasi web based learning try out uji kompetensi RMIK yang dilakukan oleh 79 pengguna kemudian melakukan usability testing yaitu melakukan sejumlah tugas terstruktur termasuk melakukan ujian try out uji kompetensi serta mengisi kuesioner yang mewakili 10 prinsip evaluasi heuristik. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan nilai rata-rata (mean) sebesar 2.91 untuk perhitungan dengan menggunakan skala likert yang masuk pada kategori mudah dalam hal penggunaan aplikasinya. uji reabilitas dan validitas instrument penelitian diperoleh nilai cronbach alfa sebesar 0,907
Perbedaan Konsentrasi Serum Imunoglobulin G Antara Petugas Administrasi Dan Petugas Operator Spbu Di Surabaya
ABSTRAKSalah satu zat yang terkandung dalam produk SPBU adalah benzena. Pada paparan kronik benzena menunjukkan efek pada imunitas selular dan humoral. Salah satu efek imunitas adalah efek pada IgG. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis perbedaan Konsentrasi IgG Serum Antara Petugas Administrasi dan Petugas Operator SPBU di Surabaya. Metode dalam penelitian ini menggunakan observasional analitik dengan studi cros sectional. Penelitian dilaksanakan pada 3 SPBU di Surabaya. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret sampai Juli 2014. Populasi penelitian ini adalah semua petugas administrasi dan petugas operator di SPBU Surabaya. Sampel penelitian adalah masing-masing 11 orang petugas operator dan petugas administrasi SPBU di Surabaya dengan menggunakan teknik simple random sampling. Analisis data menggunakan uji t sampel bebas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar benzena di ruang administrasi tidak melebihi ambang batas sedangkan kadar benzena di tempat operator melebihi ambang batas. Konsentrasi IgG serum dipengaruhi oleh umur (p=0,005) dan masa kerja (p=0,037). Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat perbedaan konsentrasi IgG pada petugas operator dan petugas administrasi SPBU di Surabaya (p = 0,001). Kesimpulan dalam penelitian ini adalah ada perbedaan konsentrasi IgG pada petugas operator dan petugas administrasi SPBU di Surabaya. Monitoring benzena dan konsentrasi IgG diperlukan secara periodik di SPBU Surabaya. Penggunaan Alat Pelindung Diri untuk pekerja SPBU yang meliputi masker gas, sarung tangan, sepatu, dan baju khusus
Beban Ekonomi Pada Penderita Hipertensi Dengan Status PBI JKN Di Kabupaten Pamekasan
ABSTRAKHipertensi merupakan salah satu penyakit kronis yang berlangsung secara menahun dan sering kali tidak bisa disembuhkan. Jumlah kasus hipertensi di Kabupaten Pamekasan pada periode 2012-2014 mengalami fluktuasi. Pada tahun 2012 jumah kasus hipertensi sebanyak 22.808 kasus, tahun 2013 sebanyak 19.746 kasus dan tahun 2014 sebanyak 21.908 kasus. Jumlah kasus yang tinggi menyebabkan hipertensi termasuk dalam kategori sepuluh penyakit terbanyak di Kabupaten Pamekasan pada periode tahun 2012-2014. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui beban ekonomi yang ditanggung oleh penderita hipertensi dengan status PBI JKN di Kabupaten Pamekasan. Penelitian ini termasuk dalam penelitian kuantitatif dan observasional. Apabila ditinjau dari waktu, penelitian ini termasuk penelitian cross sectionalPengambilan sampel dilakukan dengan cara purposive sampling. Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data primer adalah melalui wawancara kepada 100 responden dengan menggunakan kuesioner untuk mendapatkan informasi yang lebih mendalam tentang variabel yang diteliti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penderita hipertensi dengan status PBI di Kabupaten Pamekasan mulai terdiagnosa hipertensi pada umur 52 tahun dengan nilai DALYs 19. Rata-rata biaya langsung yang dikeluarkan penderita hipertensi dengan status PBI di Kabupaten Pamekasan adalah sebesar Rp157.600,-. Rata-Rata biaya tidak langsung adalah sebesar Rp674.980,-. Kesimpulan yang dapat ditarik adalah biaya tidak langsungyang dikeluarkan penderita hipertensi dengan status PBI di Kabupaten Pamekasan lebih besar dari pada biaya langsung. Sebanyak 65% responden masih mengeluarkan biaya pelayanan kesehatan. Hal ini membuat beban ekonomi yang ditanggung semakin besar dan masih banyak masyarakat yang belum menyadari bahwa hipertensi yang dialami menyebabkan kerugian ekonomi yang secara tidak langsung juga akan mempengaruhi kesejahteran baik di tingkat rumah tangga, regional maupun nasional
Analisa Pengaruh Faktor Usia, Status Pernikahan Dan Riwayat Keluarga Terhadap Pasien Kanker Payudara Di Rumah Sakit Onkologi Surabaya
ABSTRAKKanker adalah suatu penyakit neoplasma ganas yang mempunyai spekturm yang sangat luas dan komplek. Setiap 11 menit ada 1 orang penduduk dunia yang meninggal karena kanker, setiap 3 menit ada satu pasien kanker baru. Penyakit kanker serviks dan payudara merupakan penyakit kanker dengan prevalensi tertinggi di Indonesia pada tahun 2013, yaitu kanker serviks sebesar 0,8% dan kanker payudara sebesar 0,5%. Berdasarkan estimasi jumlah penderita kanker serviks terbanyak terdapat pada Provinsi Jawa Timur yaitu 21,313. Menurut American Cancer Society terdapat beberapa faktor yang berkaitan dengan dengan kanker serviks yaitu usia, penggunaan alat kontrasepsi dan riwayat keluarga. Mengingat estimasi jumlah terbanyak penyakit kanker serviks terdapat pada Provinsi Jawa Timur dan RS Onkologi Surabaya yaitu RS khusus pasien kanker. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisa pengaruh faktor usia, penggunaan alat kontrasepsi dan riwayat keluarga terhadap pasien kanker serviks di RS Onkologi Surabaya. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif dengan menggunakan studi retrospektif. Variabel yang digunakan pada penelitian ini yaitu variabel usia, penggunaan alat kontrasepsi, riwayat keluarga dan stadium kanker serviks pasien. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan pasien kanker serviks paling banyak pada usia > 50 tahun dengan jumlah 34 orang (77,3%), sedangkan berdasarkan penggunaan alat kontrasepsi, pasien kanker serviks paling banyak terjadi pada pasien dengan status tidak menggunakan alat kontrasepsi dengan jumlah 29 orang (65,9%) dan berdasarkan riwayat keluarga pasien diketahui bahwa pasien kanker serviks lebih banyak tidak memiliki riwayat keluarga kanker dengan jumlah 36 orang (81,8%). Berdasarkan hasil perhitungan statistik, faktor usia, penggunaan alat kontrasepsi dan riwayat keluarga berpengaruh signifikan terhadap perkembangan stadium penyakit kanker serviks. Berdasarkan kesimpulan diatas peneliti berharap pihak RS Onkologi Surabaya bersosialisasi kepada keluarga pasien untuk melakukan deteksi dini penyakit kanker serviks, terlebih kepada keluarga pasien yang berusia > 30 tahun tanpa melihat status penggunaan alat kontrasepsi dan riwayat keluarganya
Analisis Kesesuaian Rencana Kerja Dan Anggaran (RKA) Dengan Temuan Initial Assesment Akreditasi Joint Commission International (JCI) Di Rumah Sakit Dr. Soetomo
ABSTRAKPada 2016 Rumah Sakit Umum D Dr. Soetomo tengah melaksanakan penilaian akreditasi Joint Commission Internasional (JCI). Untuk mencapai kelulusan akreditasi JCI ada 16 standar yang harus dipenuhi oleh RSUD Dr.Soetomo. Pada penelitian awal yaitu pada bulan Januari 2016, terdapat beberapa temuan masalah yang dinilai oleh Tim Penilai Akreditasi JCI yang ada di RSUD Dr. Soetomo. Jika Rumah Sakit Umum Dr. Soetomo ingin lulus dalam penilaian akreditasi JCI maka pihak rumah sakit harus menyelesaikan temuan penilaian awal. Penelitian ini merupakan penelitian Inferensial yaitu suatu penelitian dengan melakukan analisis hubungan antar variabel dengan pengujian hipotesis. Peneliti menetapkan hipotesis tentang Adakah kesesuaian antara penggunaan anggaran Rumah Sakit terhadap penyelesaian Initial Assesment ?. Dalam pengujian hipotesis tersebut peneliti menggunakan Uji Chi Square. Peneliti menggunakan beberapa data primer antara lain, Rencana Kerja dan Anggaran, Data Usulan Kelompok Kerja FMS, dan data temuan JCI serta melakukan wawancara. Jumlah usulan Pokja FMS yang sesuai dengan temuan Initial Assesmment akreditasi JCI sebanyak 34 usulan sedangkan jumlah usulan yang tidak sesuai adalah sebanyak 78 usulan dari 112 usulan. Untuk jumlah RKA yang sesuai dengan Initial Assesment sebanyak 76 item, sedangkan yang tidak sesuai adalah sebanyak 135 item dari 211 rencana kerja. Pada uji Chi square nilai asymp signifikansinya < 0,05 maka H0 diterima, maka dapat dikatakan bahwa tidak adanya kesesuaian antara penggunaan anggaran Rumah Sakit terhadap penyelesaian Initial Assesmen. Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) yang tidak berhubungan untuk menjawab temuan Initial Assesment anggarannya jangan realisasikan karena bisa menjadi sumber pemborosan anggaran Rumah Sakit. RKA yang tidak sesuai dengan temuan anggarannya dapat dipangkas atau digunakan untuk menjawab temuan yang belum terjawab
Studi Komitmen dan Kinerja Kepemimpinan Pejabat Struktural di RSUD Dr. R. Soedarsono Kota Pasuruan
ABSTRAKUntuk mengukur kualitas manajemen dan kepemimpinan di rumah sakit salah satunya dengan cara mengukur tingkat efektifitas organisasi melalui pengukuran efektifitas pelaksanaan tugas pokok dan fungsi pejabat struktural. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis aspek komitmen kepemimpinan terhadap tingkat efektifitas organisasi dan menganalisis aspek kinerja kepemimpinan pejabat struktural. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang melibatkan 13 pejabat struktural di RSUD dr. R. Soedarsono sebagai subyek penelitian. Pengumpulan data menggunakan kuesioner untuk mengetahui komitmen dan wawancara serta penelusuran dokumen pelaksanaan tugas pokok dan fungsi untuk mengetahui tingkat efektifitas organisasi. Kinerja pejabat struktural dilihat dari pelaksanaan leadership roles sebagai kunci kompetensi seorang pemimpin dengan memetakan aktifitas menurut tugas pokok dan fungsi. Kemudian melihat hasil dari kinerja pejabat struktural yaitu pengukuran indeks kepuasan masyarakat dan indeks kepuasan karyawan. Hasil Komitmen afektif, komitmen kelanjutan dan komitmen normatif pada Eselon III dan Eselon IV memiliki tingkatan yang berbeda. Komitmen atau kesediaan untuk bertahan dari 3 bidang 1 bagian, hanya dirasakan oleh Bidang Pelayanan, sedangkan 2 bidang 1 bagian lainnya dalam kategori yang rendah. Komitmen secara keseluruhan pejabat struktural di RSUD dr. R. Soedarsono terhadap organisasi berada pada kategori yang rendah. Kinerja pejabat struktural masih belum mencapai 100% karena peran dan aktivitasnya menurut tugas pokok dan fungsi yang di emban, belum sepenuhnya dilaksanakan. Kinerja pejabat struktural juga bisa dilihat dari pencapaian indeks kepuasan masyarakat yang didapati sebesar 70,79% dan indeks kepuasan karyawan sebesar 53,17%. Tingkat efektifitas organisasi mencapai 87,53%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan efektifitas organisasi, pihak pejabat struktural diharapkan lebih memahami peran dan aktifitas berdasarkan tugas pokok dan fungsi yang di emban masing-masing