Jurnal Manajemen Kesehatan Yayasan RS.Dr. Soetomo
Not a member yet
267 research outputs found
Sort by
Hubungan Pendapatan Keluarga, Berat Lahir, Dan Panjang Lahir Dengan Kejadian Stunting Balita 24-59 Bulan Di Bangkalan
ABSTRAKStunting masih menjadi permasalahan gizi di Indonesia. Prevalensi stunting balita tahun 2015 di Kabupaten Bangkalan paling tinggi di Jawa Timur. Banyak faktor yang menyebabkan kejadian stunting balita. Salah satu faktor yang mempengaruhi di antaranya karakteristik keluarga dan karakteristik balita. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan pendapatan keluarga, berat lahir, dan panjang lahir balita dengan kejadian stunting balita. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan rancang bangun cross sectional. Populasi sebanyak 73 balita. Besar sampel 62 balita yang dipilih dengan metode simple random sampling. Kriteria sampel yaitu: balita berasal dari keluarga penduduk tetap, tidak mengalami cacat fisik dan gangguan mental. Variabel penelitian adalah pendidikan ibu, status pekerjaan ibu, pendapatan keluarga, jumlah anggota keluarga, umur balita, berat lahir, panjang lahir, riwayat persalinan, dan data status gizi TB/U. Pengumpulan data dilakukan melalui pengukuran tinggi badan, dan wawancara dengan kuisioner. Analisis data menggunakan uji korelasi spearman (α=0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa prevalensi stunting balita di Desa Ujung Piring Tahun 2016 sebesar 29%, sebagian besar responden memiliki pendapatan di bawah upah minimum Kabupaten Bangkalan, sebagian besar balita memiliki berat lahir normal, sebagian besar balita memiliki panjang lahir normal. Analisis uji statistik menunjukkan terdapat hubungan antara pendapatan keluarga, berat lahir balita, dan panjang lahir balita dengan kejadian stunting di Desa Ujung Piring, Bangkalan. Kesimpulan penelitian ini adalah faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting balita usia 25-59 bulan di Desa Ujung Piring, Bangkalan adalah pendapatan keluarga, berat lahir balita, dan panjang lahir balita. Disarankan agar dinas kesehatan bekerja sama lintas sektor untuk dapat meningkatkan pendapatan masyarakat Desa Ujung Piring melalui pengoptimalan sektor pertanian serta kelautan di desa tersebut. Serta untuk pihak dinas kesehatan dan puskesmas agar dapat mengevaluasi serta meningkatkan program asupan gizi 1000 HPK sejak konsepsi, saat hamil dan usia 2 tahun pertama balita untuk dapat menurunkan prevalensi stunting
Hubungan Parenting Stress, Pengasuhan Dan Penyesuaian Dalam Keluarga Terhadap Perilaku Kekerasan Anak Dalam Rumah Tangga
ABSTRAKKasus kekerasan anak di Indonesia terus meningkat dari tahun ke tahun. Salah satu faktor mendasar yang dianggap sebagai penyebab utama adalah kesiapan orang tua dalam mengasuh, mendidik, dan membesarkan anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mengidentifikasi parenting stress, pengasuhan dan penyesuaian dalam keluarga terhadap perilaku kekerasan anak dalam rumah tangga. Penelitian ini berupa observasional dengan pendekatan survey. Subyek penelitian berjumlah 18 orang yang terdiri dari 6 orang sampel positif kasus,berasal dari nara pidana Rumah Tahanan Negara Klas I Surabaya dengan riwayat kasus kekerasan anak dalam rumah tangga. Sedangkan 12 orang merupakan sampel negatif kasus yang diteliti berdasarkan kelurahan tempat tinggal responden kasus. Variabel independen penelitian adalah parenting stress dan pengasuhan dan penyesuaian dalam keluarga. Hasil pengujian chi-square dengan tabel 2x3 menunjukkan bahwa variabel parenting stress (p = 0,001), pengasuhan dan penyesuaian dalam keluarga (p = 0,001) memiliki hubungan terhadap perilaku kekerasan anak dalam rumah tangga (p < 0,05). Analisis tersebut membuktikan bahwa parenting stress dan pengasuhan dan penyesuaian dalam keluarga memiliki hubungan perilaku kekerasan anak dalam rumah tangga sehingga perlu adanya pendidikan sebelum menikah mengenai kesehatan reproduksi untuk orang tua terutama pada ibu dan anak, serta pendidikan tentang kewajiban orang tua dalam mendidik, merawat, dan membesarkan anak agar calon orang tua lebih siap untuk menghadapi berbagai persoalan dalam rumah tangga
Analisis Lingkungan Kerja Dan Motivasi Kerja Karyawan Cssd-Laundry, Pemeliharaan Sarana, Dan Sanitasi Rsud Dr. Mohamad Soewandhie
ABSTRAKLingkungan kerja merupakan tempat dimana para karyawan melakukan aktivitasbekerja dan sangat penting untuk diperhatikan manajemen karena berpengaruh dengan motivasi kerja karyawan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisilingkungan kerja dan motivasi kerja karyawan instalasi cssd-laundry, instalasi pemeliharaan sarana, dan instalasi sanitasi RSUD dr. Mohamad Soewandhie Kota Surabaya.Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif menggunakan analisis deskriptif dan analisis uji chi-square.Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan instalasi CSSD-Laundry, intalasi pemeliharaan sarana, dan instalasi sanitasi RSUD dr. Mohamad Soewandhie. Pengambilan sampel dengan teknik Total Sampling dengan sampel sebesar 40 karyawan. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner dan lembar observasi. Uji validitas dan reliabilitas instrumen dihitung dengan menggunakan aplikasi program software.Hasil penelitian menunjukkan bahwa lingkungan kerja fisik dinilai cukup baik oleh karyawan instalasi penunjang, akan tetapi karyawan di instalasi penunjang cenderung menilai tidak setuju dengan kebisingan yang ada di ruang kerja. Lingkungan kerja non fisik dinilai baik oleh karyawan instalasi penunjang dan motivasi kerja juga dinilai baik oleh karyawan instalasi penunjang. Kemudian dari hasil analisis data menunjukkan bahwa lingkungan kerja fisik berpengaruh terhadap motivasi kerja dengan (p = 0,030) dan lingkungan kerja non fisik berpengaruh terhadap motivasi kerja dengan (p = 0,039). Kesimpulannya adalah lingkungan kerja fisik dan lingkungan kerja non fisik berpengaruh dan memiliki hubungan terhadap motivasi kerja.Saran yang dapat dilakukan yaitu memberikan pengaturan tata letak ruang menurut Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1204/MENKES/SK/X/2004 tentang Persyaratan Lingkungan Kesehatan Rumah Sakit untuk persyaratan kebisingan
Hubungan Personal Factors Dengan Unsafe Actions Pada Pekerja Pengelasan Di PT Dok Dan Perkapalan Surabaya
ABSTRAKKecelakaan kerja merupakan kejadian yang tidak dikehendaki dan tidak diduga.Berdasarkan teori Loss Caution Model, penyebab langsung kecelakaan kerja yaitu unsafe actions dan unsafe conditions. Penyebab yang melatarbelakangi adanya unsafe actions yakni personal factors dan job factors. Penelitian yang dilakukan bertujuan untuk menganalisis adanya hubungan antara personal factors yang meliputi tingkat pengetahuan dan kelelahan dengan unsafe action yang dilakukan oleh pekerja pengelasan di PT Dok dan Perkapalan Surabaya. Penelitian ini bersifat observasional, dilakukan dalam satu waktu, dan merupakan penelitian analitik. Sampel diambil dari total populasi pekerja pengelasan sebanyak 22 responden. Variabel dalam penelitian ini adalah personal factors yang meliputi tingkat pengetahuan, kelelahan kerja, dan unsafe action. Pengumpulan data primer melalui kuisioner dan lembar observasi, sedangkan data sekunder diperoleh melalui data perusahaan yang terkait dengan penelitian yang dilakukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkatpengetahuan pekerja pengelasan baik (54,5%), pekerja pengelasan merasa kurang lelah (50%) dan unsafe action yang dilakukan dalam kategori sedang (68,2%). Berdasarkan uji statistik yang dilakukan diperoleh nilai signifikansi sebagai berikut: tingkat pengetahuan (sig 0,035) dan kelelahan (0,039). Hal tersebut menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara personal factors yaitu tingkat pengetahuan dan kelelahan dengan unsafe action pada pekerjapengelasan di PT Dok da Perkapalan Surabaya. Disarankan perlu adanya safety talk untuk meningkatkan pemahaman dan kewaspadaan pekerja saat bekerja. Selain itu, perlu dilakukan pengaturan jam kerja untuk mengurangi kelelahan
Analisis Biaya Satuan Metode Activity Based Costing (ABC) Dalam Evaluasi Tarif Pelayanan Di Klinik Spesialis Bedah Saraf Rumah Sakit “X” Surabaya
ABSTRAKPerkembangan organisasi rumah sakit menuntut diselenggarakannya manajemen keuangan yang efektif dan efisien termasuk dalam hal penetapan tarif. Penetapan tarif rumah sakit dapat mempengaruhi profitabilitas dan brand image rumah sakit. Rata-rata profit margin RS “x” Surabaya dari tahun 2013 sampai dengan tahun 2015 adalah (-4,02%). Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis biaya satuan dalam evaluasi tarif pelayanan di RS “X” Surabaya. Penelitian ini dilaksanakan dengan studi cross sectional menggunakan pendekatan kuantitatif serta pengumpulan data melalui observasi dan wawancara mendalam. Kalkulasi biaya dilakukan melalui analisis biaya dengan metode Activity Based Costing (ABC) pada klinik spesialis bedah saraf di RS “X” Surabaya. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan 9 produk pelayanan di klinik spesialis bedah saraf dan memiliki 2 tarif pelayanan yang rasional, 5 tarif rasional biaya langsung, dan 2 tarif lainnya adalah tarif tidak rasional. Kesimpulan yang dapat ditarik adalah tarif produk pelayanan klinik spesialis bedah saraf di RS “X” Surabaya cenderung pada tarif rasional dengan biaya langsung. Hal tersebut dapat disebabkan oleh output pelayanan kecil, waktu aktivitas besar, biaya tidak langsung besar, dan jumlah cost driver yang besar. RS “X” Surabaya dapat melakukan efisiensi biaya pada bagian administrasi dan manajemen serta bagian IPS. Hasil unit cost dapat dijadikan dasar dalamproses standarisasi pelayanan, evaluasi, dan penentuan tarif menggunakan strategi cost based pricing sebagai upaya penerapan activity based management di rumah sakit
Perancangan Ulang Tata Letak Ruang Unit Rekam Medis Dalam Peningkatan Produktivitas Kerja Di Rumah Sakit Paru Surabaya
ABSTRAKPenyelenggaraan rekam medis yang bermutu dan efektif diperlukan adanya sarana penunjang yang memadai, diantaranya adalah kondisi tata letak unit rekam medis dan ruang penyimpanan berkas rekam medis. Apabila tata letak ruang tidak memenuhi standar tentu akan mengganggu kenyamanan perekam medis. Unit Rekam Medis di Rumah Sakit Paru lantai dua merupakan tempat penyimpanan BRM rawat jalan, rawat inap dan ruang kerja perekam medis urusan pelaporan, filing dan kepala RM. Pengaturan tata letak ruang unitrekam medis belum baik. Penelitian ini bertujuan merancang ulang ruang rekam medis dalam meningkatkan produktivitas kerja perekam medis di Rumah Sakit Paru. Menggunakan metode penelitian deskriptif. Subyek adalah ruang Unit Rekam Medis lantai dua Rumah Sakit Paru.Variabel penelitian adalah Unit rekam medis, urusan filing, urusan pelaporan, urusan kepala rekam medis, perekam medis, tata letak ruang unit rekam medis, tata letak ruang urusan filing, tata letak ruang urusan pelaporan, tata letak ruang urusan kepala rekam medis dan produktivitas kerja. Hasil penelitian adalah letak meja kepala rekam medis rancangan baru ruang unit rekam medis paling belakang dari meja filing, meja scanner dan meja pelaporan. Hasil pernyataan sangat setuju oleh perekam medis terhadap rancangan ulang ruang unit rekam medis dapat meningkatkan produktivitas kerja perekam medis di Rumah Sakit Paru
Pengetahuan Dan Sikap Keluarga Pasien Rawat Inap Rumah Sakit Haji Surabaya Terhadap Pencegahan Infeksi Nosokomial
ABSTRAKInfeksi nosokomial adalah infeksi yang didapat seorang penderita yang sedangmenjalani perawatan rumah sakit. Sumber infeksi nosokomial dapat terjadi pada tindakan non invasif yaitu terjadi kontak antara pasien yang sedang menderita penyakit infeksi menularkan penyakit yang di derita terhadap keluarga pasien. Perantara yang dapat menyebabkan terjadinya infeksi nosokomial di rumah sakit ialah faktor mikroorganisme, faktor pengobatan, faktor lingkungan, faktor tuan rumah.Salah satu faktor penyebab infeksi nosokomial yang menjadi fokus pada penelitian ini adalah infeksi nosokomial yang disebabkan oleh tuan rumah. Tuan rumah dalam penelitian ini adalah keluarga pasien rawat inap Rumah Sakit HajiSurabaya yang kurang sadar dengan personal hygiene. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah penyuluhan hand hygiene dapat meningkatkan pengetahuan dan sikap keluarga pasien dalam upaya pencegahan infeksi nosokomial di RS Haji Surabaya. Penelitian ini merupakan penelitian praexperimen dengan rancang bangun one group pretest posttest.Jumlah sampel sebanyak 20 keluarga pasien rawat inap yang diambil secara accidental sampling. Variabel yang diteliti antara lain variabel dependen adalah pencegahan infeksi nosokomial dan variabel independen adalah pengetahuan, sikap, umur, jenis kelamin dan pendidikan. Cara pengambilan data dengan menggunakan kuisioner dan dianalisis dengan menggunakan uji t sampel berpasangan. Hasil penelitian diperoleh adanya perbedaan pengetahuan dan sikap keluarga pasien di RS Haji Surabaya sebelum dan sesudah dilakukanpenyuluhan dengan media leaflet
Analisis Ketepatan Waktu Tunggu Pelayanan Resep Pasien JKN dengan Standar Pelayaan Minimal (SPM) Rumah Sakit
ABSTRAKPada laporan tahunan Farmasi RSUD Bhakti Dharma Husada tahun 2016 terdapat waktu tunggu pelayanan resep yang belum mencapai standar pelayanan minimal (SPM), yaitu untuk resep non racikan sebanyak 49% dan resep racikan sebanyak 47,1%. Hal tersebut belum sesuai dengan dalam Kepmenkes Nomor 129/Menkes/SK/II/2008 tentang Standar Pelayanan Minimal Rumah Sakit. Maka penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ketepatan waktu tunggu pelayanan resep pasien JKN dengan standar pelayanan minimalrumah sakit. Penelitian ini menggunakan metode Non Probability Accidental Sampling terhadap resep pasien rawat jalan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di UPF Rawat Jalan RSUD Bhakti Dharma Husada. Waktu penelitian dilakukan dengan jumlah sampel 100 resep dengan 82 resep non racikan dan 18 resep racikan. Penelitian dilakukan dengan pengamatan langsung dan penghitungan lama waktu tunggu pelayanan resep non racikan dan racikan.Kesimpulan dari penelitian ini yaitu waktu lama tunggu pelayanan resep non racikan mempunyai presentase 0% sesuai standar dan obat dengan presentase 67% sesuai dengan standar
Analisis Sistem Proteksi Kebakaran Sebagai Upaya Pencegahan Dan Penanggulangan Kebakaran
ABSTRAKKebakaran merupakan kejadi yang mengakibatkan kerugian berupa nyawa atau harta benda serta dapat terjadi dimana saja. Salah satu kebakaran yang paling fatal adalah yang terjadi di sektor industri karena hal ini mengganggu kelangsungan kegiatan operasional dan produksi. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis sistem proteksi kebakaran di PT. PJB Unit Pembangkitan Brantas. Penelitian ini dilaksanakan dengan rancangan cross sectional dan jenis penelitian observasional. Observasi lapangan terhadap alat dan sarana proteksi kebakaran menggunakan lembar checklist mengacu pada peraturan nasional dan internasional. Wawancara dilakukan kepada informan penelitian terdiri atas 3 karyawan yaitu Supervisor bidang Sipil dan LK3, Safety Officer dan Ketua Regu Pemadam Kebakaran PT. PJB UP Brantas. Hasil penelitian ini menunjukkan apabila PT. PJB UP Brantas telah membuat identifikasi potensi risiko kebakaran di gedung kantor dan sudah dilakukan pengendalian dalam bentuk sistem proteksi kebakaran.Manajemen tanggap darurat mendapat nilai kesesuaian sebesar 80% yang berarti adalah Cukup. Namun, untuk sistem proteksi kebakaran aktif, akses dan pasokan air untuk pemadam kebakaran, sistem proteksi kebakaran pasif dan sarana penyelamatan jiwa masing-masing hanya mendapat nilai sebesar 59%, 30%, 20% dan 43% yang apabila dikategorikan termasuk dalam kategori Kurang. Kesimpulan yang didapatkan adalah terdapat potensi risiko kebakaran yang termasuk dalam klasifikasi kelas A, B dan C. Berdasarkan klasifikasi tersebut maka dilakukan upaya pengendalian berupa pemasangan sistem proteksi kebakaran, akan tetapi dalam pelaksanaannya masih ada komponen yang belum maksimal seperti sistem proteksi aktif yang tidak memenuhi syarat standar nasional Indonesia dan standar internasional. Saran yang diberikan adalah memasang alarm kebakaran di gedung kantor dan melakukan pemeriksaan secara berkala terhadap detektor dan sprinkler
Analisis Work Attitude dan Job Performance Program Pokok Puskesmas Di Kabupaten Gresik
ABSTRAKPenelitian ini bertujuan menyusun strategi peningkatan cakupan program pokok Puskesmas berdasarkan analisis efektivitas tim, work attitude dan job performance unit kerja Puskesmas di Kabupaten Gresik. Jenis Penelitian adalah penilitian analitik dengan metode observasional yang bersifat cross sectional study dengan populasi seluruh unit kerja program pokok Puskesmas di Kabupaten Gresik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa work attitude unit kerja termasuk dalam kategori cukup dengan penilaian terendah pada subvariabel organizational commitment. Job performance unit kerja termasuk dalam kategori cukup dengan penilaian terendah pada OCB khususnya dimensi conscientiousness. Cakupan program pokok Pukskesmas di Kabupaten Gresik termasuk dalam kategori baik. Peningkatan cakupan program pokok Puskesmas dapat dilakukan dengan cara meningkatkan job satisfaction, job involvement, organizational commitment dan in role performance unit kerja Puskesmas