Jurnal Manajemen Kesehatan Yayasan RS.Dr. Soetomo
Not a member yet
    267 research outputs found

    Studi Literatur : Analisis Gaya Kepemimpinan Dan Kepuasan Kerja Kepala Ruangan Di Rumah Sakit

    Get PDF
    ABSTRAK Salah satu pencapaian dari gaya kepemimpinan adalah kepuasan kerja. Oleh karena itu hal ini yang menjadi ketertarikan untuk dilakukan penelitian dengan menganalisa gaya kepemimpinan dan kepuasan kerja kepala ruangan pada berbagai Rumah Sakit. Tujuan dari studi literatur ini untuk mengetahui perbandingan gaya kepemimpinan dan kepuasan kerja kepala ruangan di beberapa rumah sakit dengan tipe dan status kepemilikan yang berbeda di dunia. Studi literatur ini diperoleh dari penelusuran artikel penelitian penelitian ilmiah dari rentang tahun 2011-2018 dengan menggunakan PubMed, Proquest, dan Google Schoolar. Ada 39 artikel, yang setelah dilakukan proses dentification, screening dan eliglibility dari 39 artikel terdapat 10 artikel yang sesuai dengan kriteria inklusi dan sesuai dengan pertanyaan penelitian. Berbagai literatur didapatkan bahwa ada tiga gaya kepemimpinan yang diterapkan di dunia diantaranya kepemimpinan transformasional, transaksional dan laissez faire, sedangkan dari berbagai literatur menjelaskan bahwa gaya kepemimpinan yang paling banyak mempengaruhi kepuasan kerja. Gaya kepemimpinan transformasional menjadi gaya kepemimpinan yang paling banyak diterapkan di berbagai negara dan dalam studi literatur menunjukkan bahwa faktor utama yang menyebabkan ketidakpuasan kerja dan kepuasan kerja adalah gaya kepemimpinan. Kata Kunci : Gaya Kepemimpinan, Kepuasan Kerja, Kepala Ruanga

    Gambaran Faktor Organisasi Pada Puskesmas Dengan Angka Rujukan Yang Meningkat Di Kota Surabaya

    Get PDF
    ABSTRAKDalam pelaksanaannya, Puskesmas dapat merujuk pasien apabila Puskesmas tidak memiliki kemampuan untuk menangani kondisi pasien.Berbagai faktor internal di Puskesmas dimungkinkan dapat menyebabkan angka rujukan yang tinggi.Penelitian dilakukan untuk mengetahui faktor organisasi yakni Puskesmas dengan angka rujukan dari Puskesmas ke rumah sakit khususnya dalam pelayanan rawat jalan.Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif yang bersifat deskriptif.Data diperoleh dengan menggunakan data sekunder dan kuesioner.Pengambilan data yakni pada 17 Puskesmas di Kota Surabaya secara purposive sampling pada Puskesmas yang memiliki kenaikan angka rujukan di tahun 2013-2015.Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada beberapa Puskesmas yang telah memiliki SPO dan memiliki peralatan yang baik di setiap layanan.Namun hampir semua Puskesmas tidakcukup memiliki stok obat dan bahan medis habis pakai.Kesimpulannya adalah Puskesmasyang tidak cukup memenuhi kepemilikikan SPO, cukup memenuhiperalatan medis di setiap pelayanan dan cukup memenuhi obat dan bahan medis habis pakai, memicu Puskesmas untuk mendapatkan rata-rata angka rujukan tinggi dan mengalamikenaikan

    Iklim Kerja Dan Status Gizi Dengan Kelelahan Kerja Pada Pekerja Di Ballast Tank Bagian Reparasi Kapal PT. "X" Surabaya

    Get PDF
    ABSTRAKKelelahan merupakan kejadian yang umum terjadi ketika seseorang bekerja.Kelelahan kerja dapat mengakibatkan penurunan produktivitas dan meningkatkan terjadinya kecelakaan kerja. Faktor penyebab kelelahan kerja diantaranya adalah iklim kerja dan status gizi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan iklim kerja dan status gizi dengan kelelahan kerja pada pekerja di ballast tank bagian reparasi kapal PT. X Surabaya. Penelitian ini merupakan penelitian observasional deskriptif dengan desain penelitian cross sectional. Sampel penelitian merupakan total dari seluruh populasi, yaitupekerja di ballast tank bagian reparasi kapal yang berjumlah 21 orang. Variabel independen penelitian adalah iklim kerjadan status gizi. Variabel dependen pada penelitian ini adalah kelelahan kerja. Pengukuran kelelahan kerja menggunakan KAUPK2 (Kuesioner Alat Ukur Perasaan Kelelahan Kerja). Analisis data menggunakan uji korelasi pearson dan uji regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh responden berjenis kelaminlaki-laki, sebagian besar responden berumur 36-50 tahun (61,90%), memiliki masa kerja 16- 25 tahun (71,40%) dengan tingkat pendidikan SMA/SMK (95,24%). Sebagian besar responden memiliki status gizi kategori normal (52,40%) dan kelelahan kerja kategori sangat lelah (42,90%). Iklim kerja di ballast tank menunjukkan hasil >NAB. Hubungan iklim kerja dengan kelelahan kerja memiliki koefisien korelasi sebesar 0,461. Hubungan status gizidengan kelelahan kerja memiliki koefisien korelasi sebesar 0,592. Berdasarkan hasil uji determinasi diketahui bahwa iklim kerja dan status gizi berpengaruh terhadap kelelahan kerja sebesar 0,381 dan faktor yang paling mempengaruhi kelelahan kerja adalah iklim kerja. Kesimpulan dari penelitian ini adalah iklim kerja dan kelelahan kerja memiliki hubungan yang sedang, serta status gizi dan kelelahan kerja memiliki hubungan yang sedang. Faktor yang paling berpengaruh terhadap kelelahan kerja adalah iklim kerja. Disarankan bagi perusahaan untuk memasang blower pada saat pekerja melakukan aktivitas di ballast tank, pemantauan status gizi, mengadakan program olahraga dan penyediaan air minum

    Analisis Faktor Penyebab Keterlambatan Pengumpulan Sasaran Kerja Pegawai Administrasi Kesehatan Bagian Kepegawaian Di Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Soetomo

    Get PDF
    ABSTRAK Awal tahun 2014 sistem penilaian prestasi kinerja pegawai di RSUD Dr. Soetomo dirubah sesuai dengan perintah Peraturan Undang-Undangan Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2014 Tentang Aparatur Negeri Sipil pada pasal 75 dijelaskan bahwa penilaian prestasi kinerja didasarkan pada sistem prestasi dan sistem karier, hal ini menyebabkan persentase keterlambatan pengumpulan sasaran kerja pegawai mengalami peningkatan. Penelitian ini bertujuan untuk Menganalisis faktor penyebab keterlambatan pengumpulan sasaran kerja pegawai administrasi kesehatan bagian kepegawaian di RSUD Dr. Soetomo. Penelitian ini bersifat penelitian deskriptif (deskriptive research). Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik non probability sampling yaitu sebanyak 31 pegawai administrasi kesehatan di bagian kepegawaian dan jumlah responden yang didapatkan pada penelitian ini sebanyak 25 pegawai administrasi kesehatan. Hasil penelitian ditemukan dari indikator penelitian yaitu faktor yang mempengaruhi kepatuhan seseorang (individu) diantaranya pengetahuan, sikap, tindakan dan motivasi pegawai administrasi kesehatan di bagian kepegawaian perlu diperbaiki, karena ada ketidak seimbangan yang akhirnya menyebabkan keterlambatan dalam pengumpulan sasaran kerja pegawai administrasi kesehatan di bagian kepegawaian. RSUD Dr. Soetomo khususnya pada bagian kepegawaian disarankan menyelenggarakan sosialisasi terkait dengan isi dari Peraturan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor 1 Tahun 2013 Tentang Ketentuan Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 46 Tahun 2011 Tentang Penilaian Prestasi Kerja Pegawai Negeri Sipil guna menambah pengetahuan tenaga administrasi kesahatan di bagian kepegawaian tentang batas waktu pengumpulan sasaran kerja pegawai dan memperlancar proses penyusunan sasaran kerja pegawai dan diharapkan adanya ketegasan pimpinan dalam memberikan penghargaan (reward) dan hukuman (punisment) sesuai dengan standar prosedur operasional penilaian prestasi kerja pegawai yang berlaku terkait ketepatan waktu pengumpulan sasaran kerja prgawai. Selain itu, diharapkan pula keterlibatan pimpinan atas kesulitan yang dialami bawahannya

    Iklim Kerja Dan Status Gizi Dengan Kelelahan Kerja Pada Pekerja Di Ballast Tank Bagian Reparasi Kapal Pt. X Surabaya

    Get PDF
     ABSTRAK Kelelahan merupakan kejadian yang umum terjadi ketika seseorang bekerja. Kelelahan kerja dapat mengakibatkan penurunan produktivitas dan meningkatkan terjadinya kecelakaan kerja. Faktor penyebab kelelahan kerja diantaranya adalah iklim kerja dan status gizi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan iklim kerja dan status gizi dengan kelelahan kerja pada pekerja di ballast tank bagian reparasi kapal PT. X Surabaya. Penelitian ini merupakan penelitian observasional deskriptif dengan desain penelitian cross sectional. Sampel penelitian merupakan total dari seluruh populasi, yaitu pekerja di ballast tank bagian reparasi kapal yang berjumlah 21 orang. Variabel independen penelitian adalah iklim kerjadan status gizi. Variabel dependen pada penelitian ini adalah kelelahan kerja.Pengukuran kelelahan kerja menggunakan KAUPK2 (Kuesioner Alat Ukur Perasaan Kelelahan Kerja). Analisis data menggunakan uji korelasi pearson dan uji regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh responden berjenis kelamin laki-laki, sebagian besar responden berumur 36-50 tahun (61,90%), memiliki masa kerja 16-25 tahun (71,40%) dengan tingkat pendidikan SMA/SMK (95,24%). Sebagian besar responden memiliki status gizi kategori normal (52,40%) dan kelelahan kerja kategori sangat lelah (42,90%). Iklim kerja di ballast tank menunjukkan hasil >NAB. Hubungan iklim kerja dengan kelelahan kerja memiliki koefisien korelasi sebesar 0,461. Hubungan status gizi dengan kelelahan kerja memiliki koefisien korelasi sebesar 0,592. Berdasarkan hasil uji determinasi diketahui bahwa iklim kerja dan status gizi berpengaruh terhadap kelelahan kerja sebesar 0,381 dan faktor yang paling mempengaruhi kelelahan kerja adalah iklim kerja. Kesimpulan dari penelitian ini adalah iklim kerja dan kelelahan kerja memiliki hubungan yang sedang, serta status gizi dan kelelahan kerja memiliki hubungan yang sedang. Faktor yang paling berpengaruh terhadap kelelahan kerja adalah iklim kerja. Disarankan bagi perusahaan untuk memasang blower pada saat pekerja melakukan aktivitas di ballast tank, pemantauan status gizi, mengadakan program olahraga dan penyediaan air minum

    Evaluasi Penerapan Globally Harmonized System (GHS) Sebagai Pengendalian Bahan Kimia Di PT. Pupuk Kalimantan Timur

    Get PDF
    ABSTRAKSalah satu industri yang memiliki efek bahaya tinggi adalah industri kimia, baik yang ditimbulkan dari bahaya bahan kimia maupun dalam proses produksi. Penggunaan berbagai macam bahan kimia dalam jumlah besar maupun kecil apabila tidak memperhatikan aspek keselamatan dan kesehatan kerja maka yang dapat terjadi adalah dampak buruk yang mengakibatkan kecelakaan, baikterhadap manusia, kerusakan bahan, lingkungan sekitar, ataupun terganggunya proses produksi didalam kelangsungan operasional perusahaan. Maka dari itu setiap pabrik harus memiliki pengendalian dan melakukan pencegahan kecelakaan dengan tepat. Globally Harmonized System merupakan salah satu pengendalian bahan kimia untuk standarisasi kriteria dan mengharmonisasikansistem klasifikasi bahaya bahan kimia serta mengkomunikasikan informasi tersebut pada safety data sheet (SDS)/ lembar data keselamatan dan label bahan kimia (LDK) sesuai dengan Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 87/M-IND/PER/9/2009. Penelitian ini bersifat observasional, dengan pendekatan cross sectional. Dengan populasi dan sampling seluruh total bahan kimia yang digunakan sebagai bahan baku dan disimpan di gudang bahan kimia PT. Pupuk Kalimantan Timur. Data dianalisis secara deskriptif menggunakan tabulasi dan frekuensi Hasil penelitian menunjukkan tingkat penerapan Globally Harmonized System di PT. Pupuk Kalimantan Timur dalam kategori “baik”

    Studi Hubungan Antara Mutu Pelayanan Kesehatan Dengan Kepuasan Pasien Di Unit Pelayanan Rawat Inap Rumah Sakit Umum Daerah Bhakti Dharma Husada

    Get PDF
    ABSTRAKMutu pelayanan merupakan evaluasi yang difokuskan pada pengaruh persepsi konsumen terhadap dimensi-dimensi spesifik dari pelayanan.Kepuasan pasien merupakan indikator yang penting untuk pengukuran mutupelayanan pasien, karena ketidakpuasan petunjuk peluang untuk melakukan perbaikan. Saat ini, jumlah komplain pengguna layanan di Rumah Sakit Umum Daerah Bhakti Dharma Husada cukup tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara mutu pelayanan kesehatan dan kepuasan pasien rawat inap di Rumah Sakit Umum Daerah Bhakti Dharma Husada. Sebuah studi korelasional yang dilakukan dari bulan April sampai Juli, 2016. Kuesioner mutu pelayanan kesehatan dikembangkan dari “Brady dan Cornin” menggunakan tiga dimensi mutu pelayanan, mutu interaksi, mutu lingkungan fisik, dan mutu hasil. Kuesioner kepuasan pasien menggunakan Client Satisfication Quistionnare 8 (CSQ 8). Responden dalam penelitian ini adalah 155 pasien rawat inap di rumah sakit Umum Daerah Bhakti Dharma Husada. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara mutu pelayanan kesehatan dan kepuasan pasien (p = 0.000, n = 155, p hitung> 0,05). Hasil korelasi menunjukkan bahwa semakin tinggi mutupelayanan maka kepuasan pasien tinggi

    Evaluasi Tingkat Ketidaktepatan Pemberian Kode Diagnosis Dan Faktor Penyebab Di Rumah Sakit X Jawa Timur

    Get PDF
    ABSTRAKKetepatan kode diagnosa dapat berpengaruh terhadap analisis pembiayaan pelayanan kesehatan khusus dalam kelancaran proses pengklaiman, pelaporan nasional morbiditas dan mortalitas, tabulasi data pelayanan kesehatan bagi proses evaluasi perencanaan pelayanan medis, menentukan bentuk pelayanan yang harus direncanakan dan dikembangkan sesuai kebutuhan zaman dan untuk penelitian epidemiologi dan klinis.. Tujuan penelitian ini adalah mengevaluasi tingkat ketidaktepatan dan faktor-faktor penyebab ketidaktepatan pemberiankode diagnosis di Rumah Sakit X jawa Timur. Jenis penelitian adalah penelitian deskriptif dengan studi retrospektif. Populasi adalah seluruh BRM bulan Januari-Maret 2017 dan sampel yang diambil sebanyak 634 BRM rawat jalan dan rawat inap. Analisis data secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkanterdapat 504 kode diagnosis terkode pada BRM dan 130 tidak terkode pada BRM. Tingkat ketidaktepatan kode diagnosis didapat sebanyak 305 BRM (61%) yang tepat, 31 BRM (6%) yang tepat sebagian, dan 168 BRM (33%) yang tidak tepat. Faktor-faktor penyebab meliputi pengetahuancoder, ketidaklengkapan informasipenunjang medis, ketidaksesuain penggunaan singkatan dengan daftar singkatan Rumah Sakit, dan keterbacaan diagnosis

    Hubungan Antara Paparan Asap Rokok Dengan Kejadian Prehipertensi Relationship Between Secondhand Smoke And Prehypertension

    Get PDF
    ABSTRAKPaparan asap rokok yang diterima oleh perokok pasif dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah. Prehipertensi adalah klasifikasi tekanan darah baru yang direkomendasikan oleh JNC VII. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui hubungan antara paparan asap rokok dengan kejadian prehipertensi. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Sampel dalam penelitian ini sebanyak31 siswa di SMK Negeri 10 Surabaya yang dipilih dari populasi dengan simple random sampling. Pengujian statistik dengan menggunakan epi info untuk melihat hubungan dan besar risiko. Hasil penelitian menunjukkan dari 31 responden, sebanyak 28 responden terpapar asap rokok. Pengujian hubungan dengan tabel 2x2 antara paparan asap rokok dengan kejadian prehipertensi menunjukkan tidak ada hubungan (p=0,60;OR=0,67). Kesimpulanyang dapat ditarik adalah tidak terdapat hubungan yang bermakna antara paparan asap rokok dengan kejadian prehipertensi

    Analisis Ketahanan Hidup Pasien Penyakit Ginjal Kronis Dengan Hemodialisis Di RSUD Dr. Soetomo Surabaya

    Get PDF
    ABSTRAKKeterbatasan waktu dan biaya dalam penelitian menyebabkan data yang diperoleh tidak lengkap (data tersensor). Menganalisis data tersensor dapat menggunakan analisis khusus yaitu analisis survival. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis angka ketahanan hidup dan melihat adanya perbedaan antar kategori pada setiap variabel pada pasien PGK yang menjalani Hemodialisis di RSUD Dr. Soetomo. Penelitian dilakukan dengan mengambil data sekunder di Rekam Medik Instalasi Hemodialisis RSUD Dr. Soetomo. Data yang diambil meliputi data pasien PGK yang mulai menjalani HD pada periode 2010-2013 dengan melihat karakteristik jenis kelamin, usia, riwayat Hipertensi, Diabetes Melitus, frekuensi HD dan adanya komplikasi Anemia. Analisis yang digunakan adalah uji Kaplan Meier dan Log Rank.Rata-rata ketahanan hidup pasien PGK dengan HD secara umum adalah 67,84 bulan. Pasien dengan jenis kelamin perempuan, pada rentang usia 46-65 tahun, frekuensi HD ≥3 kali, dan memiliki riwayat Hipertensi, Diabetes Melitus serta adanya komplikasi anemia memiliki rata-rata ketahanan hidup lebih rendah. Analisis uji Log Rank menunjukkan bahwa adanya perbedaan signifikan antar kategori dalam satu variabel bebas pada kurva survival (p-value < 0,05). Variabel usia pasien (p=0,022), riwayat Hipertensi (p=0,020) dan riwayat Diabetes Melitus (p=0,0355) diketahui memiliki perbedaan signifikan antar kategorinya. Kesimpulan yang dapat ditarik adalah pasien PGK yang menjalani HD di RSUD Dr. Soetomo dengan rentang usia 46-65 tahun, terdapat riwayat penyakit Hipertensi dan Diabetes Melitus memiliki rata-rata ketahanan hidup lebih rendah dibandingkan dengan pasien yang berusia antara 26-45 tahun, dan tidak memiliki riwayat penyakit keduanya

    0

    full texts

    0

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Manajemen Kesehatan Yayasan RS.Dr. Soetomo
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇